INTRODUCTION TO MEDICAL PROFESSIONAL

advertisement
WAWANG S SUKARYA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
What is PROFESSIONAL ?
A calling requiring specialized knowledge and
often long and intensive preparation
including instruction and skills and methods
as well as in the scientific, historical or
scholarly principles, underlying such skills
and methods, maintaining by force or
organization or concerned opinion, high
standard of achievement and conduct, and
committing its members to continue study
and to a kind of work which has for its prime
purpose the rendering of public service.
PROFESI ( WILENSKY –1964 )
•
PROFESI BUKAN SEMBARANG PEKERJAAN
•
PERLU DUKUNGAN BODY OF KNOWLEDGE SBG
DASAR PERKEMBANGAN TEORI SISTEMATIS
 BANYAK TANTANGAN
•
PERLU LATIHAN LAMA
PUNYA KODE ETIK & ORIENTASI UTAMA KE PELAYANAN
CIRI-CIRI PROFESIONAL ( FROMER 1981)
1. BEKERJA PURNA WAKTU, PEKERJAAN TSB
SUMBER PENDAPATAN UTAMA
2. PEKERJAAN PROFESI ADALAH KEWAJIBAN YG
HARUS DILAKSANAKAN
3. ADA CIRI-CIRI KHUSUS YANG MUDAH DIKENAL
SEHINGGA DAPAT DIBEDAKAN DARI YANG LAIN
Ciri-ciri profesional lanjutan…...
4. BERGABUNG SESAMA SEJAWAT KARENA CITA CITA YANG SAMA (BUKAN KARENA UANG)
5. PUNYA KETERAMPILAN & PENGETAHUAN DARI
HASIL CUKUP LAMA
6. MENYELENGGARAKAN PEKERJAAN BUKAN
KARENA MOTIVASI UANG
7. BEKERJA KARENA KEPUTUSAN SENDIRI DAN
OTONOM
TENAGA PROFESI
BERTANGGUNG
JAWAB THD
PEKERJAANNYA
SENDIRI
HUBUNGAN ANTAR
INDIVIDU DEKAT
BERSALAH
SANKSI KOMITE Q.A
SANKSI PROFESI
(PALING BERAT)
Catatan :
• Organisasi profesi hanya menanggung risiko pd kasus kesalahan besar
UU NO. 36/2009 TENTANG KESEHATAN
(AMANDEMEN UU NO.23/1992)
PASAL 4
SETIAP ORANG BERHAK ATAS KESEHATAN.
PASAL 5
1) SETIAP ORANG MEMPUNYAI HAK YG SAMA DLM MEMPEROLEH
AKSES ATAS SUMBER DAYA DI BIDANG KESEHATAN.
2) SETIAP ORANG MEMPUNYAI HAK DALAM MEMPEROLEH
PELAYANAN KESEHATAN YG AMAN, BERMUTU, & TERJANGKAU.
3) SETIAP ORANG BERHAK SECARA MANDIRI & BERTANGGUNG
JAWAB MENENTUKAN SENDIRI PELAYANAN KESEHATAN YG
DIPERLUKAN BAGI DIRINYA.
UU NO. 36/2009 : Tentang Kesehatan
PASAL 54
1) Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilaksanakan
secara bertanggung jawab, aman, bermutu, serta
merata dan nondiskriminatif.
(2) Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung
jawab atas penyelenggaraan pelayanan kesehatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Pengawasan thd penyelenggaraan pelayanan
kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan oleh Pemerintah, PEMDA, dan masyarakat.
PASAL 27
UU NO 36 /2009 TENTANG KESEHATAN
1.
Tenaga kesehatan berhak mendapatkan imbalan
dan pelindungan hukum dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan profesinya.
2.
Tenaga kesehatan dalam Melaksanakan tugasnya
berkewajiban mengembangkan dan meningkatkan
pengetahuan & keterampilan yang dimiliki.
3.
Ketentuan mengenai hak dan kewajiban tenaga
kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dan ayat (2) diatur dalam Peraturan Pemerintah.
UUPK NO. 29/2004 , PASAL 50
HAK :
a)
MEMPEROLEH PERLINDUNGAN HUKUM SEPANJANG
b)
MEMBERIKAN PELAYANAN MEDIS MENURUT STANDAR
c)
MEMPEROLEH INFORMASI YANG LENGKAP &
JUJUR DARI PASIEN ATAU KELUARGANYA
d)
MENERIMA IMBALAN JASA
MELAKSANAKAN TUGAS SESUAI STANDAR
PROFESI & STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
PROFESI & STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
UUPK 29/2004 PASAL 51
KEWAJIBAN DOKTER/DRG
a) Memberikan pelayanan medis sesuai dengan
standar profesi dan standar prosedur
operasional
b)
c)
d)
e)
Merujuk pasien ke dokter lain …………………
Merahasiakan ……….
Melakukan pertolongan darurat ………….
Menambah ilmu pengetahuan ……………….
PASAL 51 KEWAJIBAN (UUPK No. 29/2004)
a)
b)
c)
d)
e)
Memberikan pelayanan medis sesuai dengan
standar profesi, standar prosedur
operasional & kebutuhan pasien
Merujuk pasien ke dokter lain yang
mempunyai keahlian atau kemampuan yang
lebih baik, apabila tidak mampu melakukan
suatu pemeriksaan dan pengobatan
Merahasiakan segala sesuatu yang
diketahuinya tentang pasien, bahkan juga
setelah pasien itu meninggal dunia
Melakukan pertolongan darurat atas dasar
perikemanusiaan kecuali bila ia yakin ada
orang lain yang bertugas & mampu
melakukannya
Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti
perkembangan ilmu kedokteran
PASAL 79
c) Tidak memenuhi
kewajiban sesuai
pasal 51 hurup
a,b,c,d,e.
PENJARA 1 THN
(SUDAH DI J.R)
DENDA RP. 50 JUTA,-
Scientifically speaking it covers all
dimensions : COGNITIVE,
PSYCHOMOTOR and AFFECTIVE,
which depict the capacities of
INTELLIGENT QUOTIENT (IQ) and
EMOTIONAL QUOTIENT (EQ)
The International Commission of Higher
Education for 21st Century
UNESCO 1998




Learning to know – Cognitive Dimension –
Rational attitude.
Learning to do – Operational/Psychomotor
Dimension – Practical attitude
Learning to be –
Emancipation/Emotional/Affective Dimension
– Ethical attitude
Learning to live together – Ecological
Dimension – Cooperative attitude
ARE DOCTORS PROFESSIONAL ?
INDEED WE ARE, because :
 Medical curriculum is professionally prepared.
 Doctors are clinically and ethically competent.
 We have professional organization, IDI,
POGI, IKABI etc, with solid statues and rules
of association.
ATTENTION !!!!
NEW GRADUATED YOUNG DOCTORS ARE
NOT YET PROFESSIONAL
Welch WH (1985-1930)
Medical education is not completed at
medical school, it is only begun
TO BE PROFESSIONAL :
 They must have experience


(Experience is a good teacher).
Long life education
Periodical self assessment, particularly in
ethical conduct.
HEALTH PARADIGMS IN
MEDICAL PROFESSION
1. PROFESSIONAL CHARACTERISTICS :




SCIENTIFIC and TECHNOLOGICALLY
ACCOUNTABLE
SKILLFUL
APPROPRIATE (BIO)ETHICAL CONDUCT
GOOD MANAGER
2. MORAL PHILOSOPHY of MEDICAL ETHICS


Beneficence : good deeds of doctors
Non maleficence

Autonomy : right of patients to receive the
best information and service, involved in
clinical decision making, treated as equal.

Justice : full access to medical service, for all.
3.
Health service, in accordance to definition
of MEDICINE :
Medicine in the ART and SCIENCE of the
DIAGNOSIS and TREATMENT of THE
DISEASE & the MAINTANANCE of HEALTH

SCIENCE – clinical competence
(expertise) – to make D/ and Th/ = CURE

ART – ethical competence – CARE
Proper health care= combination of
CURE and CARE, given proportionally.
DOKTER YANG DIINGINKAN
(1) WHO
 COMMUNICATOR
 CARE PROVIDER
 CARE MANAGER
 DECISION MAKER
 COMMUNITY LEADER
(2) ASEAN MC MEETING
• PROFESSIONALISM
• COMPTETENCE
• ETHICAL CONDUCT
• MANAGERIAL
• LEADERSHIP
(3) IKATAN DR INDONESIA
• AGENT OF TREATMENT
• AGENT OF SOCIAL
DEVELOPMENT
• AGENT OF CHANGE
22
REFERENCES
1.
MARTAADISOEBRATA D. PENGANTAR KE
DUNIA PROFESI KEDOKTERAN. EDISI PERTAMA.
YAYASAN BINA PUSTAKA SW, JAKARTA, 2004
2.
DORLAN’S MEDICAL DICTIONARY
3.
WELCH WH. QUOTED FROM “A PRACTICAL
GUIDE FOR MEDICAL TEACHERS”. EDS. DENT JA,
HARDEN RM. HARCOURT PUBLISHERS LIMITED
4.
UU KESEHATAN NO. 36 TAHUN 2009
5.
UU PRAKTIK KEDOKTERAN NO. 29/2004
Download