Kaitan hiperglikemia dengan sistem renin

advertisement
HORMON PANKREAS
SEL A ( ALFA) : HORMON GLUKAGON 25%
SEL B (BETA) : HORMON INSULIN
DAN AMYLIN
SEL D (DELTA) : SOMATOSTATIN
SEL F ( γ )
70%
< 5%
: POLIPEPTIDA PANKREAS
“ TRACE HORMONE “
AMYLIN
Amylin or Islet Amyloid Polypeptide ( IAPP )
a 37 residu peptide hormone secreted by
pancreatic beta cells at the same time as insulin
Function :
1. Slow gastric emptying
2. Promote satiety
3. Inhibit secretion of glucagon during
hyperglycemia
PADA GENETIK TERTENTU
Amylin = IAPP = Islet Amyloid
Polypeptide
1. Merusak sel beta pankreas
2. Menunjukkan efek antagonis terhadap hormon
insulin pada tingkat reseptor yaitu menghambat
pengikatan insulin pada reseptornya.
HORMON INSULIN
ribosom
endoplasmik retikulum
PRE/ PREPROINSULIN
INSULIN
PROINSULIN
DAN
PEPTIDA C ( 95% ).
golgi aparatus
PROINSULIN : 1. MASIH PUNYA EFEK
SEBAGAI HORMON INSULIN : 1-5%.
2. T1/2 > LAMA DIBANDING INSULIN
3. REAKTIVITAS BERSILANG TERHADAP
INSULIN
Diabetes Mellitus is of 2 types
Type 1 : is basically due to autoimmune mediated
destruction of the pancreatic β islets
resulting in insulin deficiency .
Tx : exogenous insulin for survival and to
prevent the development of ketoacidosis.
Type 2 : is characterized by insulin resistance
and usually associated with abnormal
insulin production. People with NIIDM word
wide will increase over 300 million 2025 .
What is the cause of IDDM?
A. Degeneration of beta cells in islets from
auto antibodies to beta cells, insulin, or
enzymes in insulin synthesis
B. Genetic deficiency in enzymes in the
synthesis of insulin
What is the cause of NIDDM?
Insulin resistance due to one of the following:
• 1. decrease number of receptors in target
tissue
• 2. post receptor resistance/dysfunction
• 3. increase IgG against insulin or receptor
1. Diabetes mellitus tipe I ( IDDM )
- Insulin darah menurun akibat kerusakan sel pakreas ok penyakit
autoimmun
- Usia dibawah 20 th, sering terjadi ketoasidosis
2. Diabetes mellitus tipe II ( NIIDM )
- Insulin normal / tinggi. Terjadi akibat resistensi insulin . Jumlah
reseptor menurun. Jarang terjadi ketoasidosis
- Usia diatas 40 tahun
3. Gestational diabetes mellitus
- Diabetes mellitus yang terjadi pada waktu hamil
Diabetes Mellitus
• Type 1 Diabetes
- cells that produce insulin are
destroyed
- results in insulin dependence
- commonly detected before 30
• Type 2 Diabetes
- blood glucose levels rise due to
1) Lack of insulin production
2) Insufficient insulin
action (resistant cells)
- commonly detected after 40
- effects > 90%
- eventually leads to β-cell failure
(resulting in insulin dependence)
Gestational Diabetes
3-5% of pregnant women in the US
develop gestational diabetes
Comparison of Type I and Type II
Diabetes Mellitus
Insert table 19.6
Obesity genes
Derangement in inter mediary metabolism
Environment
OBESITY
Insulin resistance gene
Insulin Resistance
β cell function
β cell dysfunction
and apoptosis
β cell dysfunction genes
IGT
Environment
T2DM
PADA DM TIPE I
1. Aktifitas LPL menurun, TG tidak dapat
dilepaskan dai kilomikron dan VLDL,
sehingga terjadi peningkatan TG darah .
2. Mobilisasi asam lemak dari jaringan lemak
menuju ke hati -----+ reesterifikasi ------+
meningkatkan sekresi VLDL ( fase awal ).
Pada fase lanjut asam lemak akan
membentuk benda keton -----+
ketoasidosis .
DIABETES MELLITUS
SEKUNDER
1. AKROMEGALI
2. SINDROMA / PENYAKIT CUSHING
3. GLUKAGONOMA
4. FEOKROMOSITOMA
5. SOMATOSTATINOMA
Menifestasi Klinik
Gejala awal umumnya yaitu ( akibat
tingginya kadar glukosa darah) :
o Polipagi
o Polidipsi
o Poliuri
o Kelainan kulit, gatal-gatal, kulit kering
o Rasa kesemutan, kram otot
o Visus menurun
o Penurunan berat badan
o Kelemahan tubuh
o Luka yang tidak sembuh-sembuh
KORTEKS ADRENAL
1. GLUKOKORTIKOID : DI SINTESIS DI ZONA FASIKULATA ( PALING POTENT : KORTISOL ) .
KORTIKOSTERON : DOMINAN PADA RODENT
2. MINERALOKORTIKOID : DISINTESIS DI ZONA
GLOMERULOSA DAN ZONA FASIKULATA.
3. HORMON SEKS ( ANDROGEN ) : DISINTESIS DI
ZONA RETIKULARIS DAN ZONA
FASIKULATA .
KOLESTEROL
P450 SCC
DESMOLASE
170H ASE
P450C17
PREGNENOLON
3  OHSD DAN  5-4 ISOMERASE
PROGESTERON
21 OH ASE
11 DEOKSIKORTIKOSTERON
11 OH ASE
KORTIKOSTERON
18 OH ASE
18 0H KORTIKOSTERON
18 OH DEHIDROGENASE
ALDOSTERON
Mineralokortikoid
TRANSPORT HORMON
ALDOSTERON DARAH TERIKAT LEMAH
PADA ALBUMIN.
MINERALOKORTIKOID LAINNYA TERIKAT
PADA CBG.
ALDOSTERON DAN
KORTIKOSTERON
MAMPU MENGIKAT RESEPTOR
GLUKOKORTIKOID SECARA SEMPURNA
( DIGOLONGKAN AGONIS ), NAMUN DALAM
KEADAAN FISIOLOGIK TIDAK MENUNJUKKAN
EFEK SEBAGAI HORMON GLUKOKORTIKOID.
PADA KEADAAN KEKURANGAN ENZIM
17 HIDROKSILASE, MAKA HANYA KORTIKOSTERON YANG MAMPU MENUNJUKKAN EFEK
SEBAGAI HORMON GLUKOKORTIKOID.
RESEPTOR
MINERALOKORTIKOID
TIPE I DAN II DIGUNAKAN MENGIKAT
MINERALOKORTIKOID,
TIPE II JUGA MENGIKAT HORMON
GLUKOKORTIKOID.
AFINITAS MINERALOKORTIKOID PADA TIPE III
SANGAT RENDAH.
Ingat pada sindroma Cushing ataupun
penyakit cushing terjadi efek
mineralokortikoid dari hormon
glukokortikoid yang meningkat
DIURETIKA
SPIRONOLAKTON ( ALDAKTON )
DIGUNAKAN SEBAGAI DIURETIKA
KARENA MEMBENTUK KOMPLEKS
INAKTIF DENGAN RESEPTOR
ALDOSTERON
AFINITAS ALDOSTERON
TERHADAP RESEPTOR NYA
KADAR ALDOSTERON DARAH LEBIH KECIL DPD KADAR
DOC, KORTISOL DAN KORTIKOSTERON. NAMUN
IKATAN ALDOSTERON TERHADAP RESEPTOR
MINERALOKORTIKOID TIPE I LEBIH KUAT DPD IKATAN
TERHADAP DOC, KORTISOL DAN KORTIKOSTERON
OLEH KARENA:
1. KADAR ALDOSTERON EFEKTIF LEBIH BESAR DPD KADAR
DOC, KORTIKOSTERON ( BENTUK BEBAS ).
2. RESEPTOR ALDOSTERON MENGANDUNG ENZIM 11 BETA
OHSD YANG MAMPU MENGUBAH KORTIKOSTERON MENJADI SENYAWA YANG TIDAK AKTIF
ALDOSTERONISME
I. ALDOSTERONISME PRIMER ( SINDROMA CONN)
RENIN DAN ANGIOTENSIN II MENURUN
II.ALDOSTERONISME SEKUNDER
TJD PADA PENYAKIT SIROSIS HEPATIS,
CONGESTIVE HEART FAILURE ATAU SINDROMA
NEFROTIK. RENIN DAN ANGIOTENSIN II MENINGKAT
GEJALA KEDUANYA : HIPERTENSI,
HIPOKALEMIA, HIPERNATREMIA, ALKALOSIS
HORMON MINERALOKORTIKOID
REGULASI MINERALOKORTIKOID
A. SISTEM RENIN-ANGIOTENSIN
ACE : 1. MENGUBAH ANGIOTENSIN I MENJADI
ANGIOTENSIN II
2. MEMECAH BRADIKININ
ANGIOTENSIN II : 1. VASOKONSTRIKSI ARTERIOL ( cAMP )
2. MERANGSANG PERUBAHAN
( VIA : Ca / FOSFATIDIL INOSITOL )
a.
KOLEST --- PREGNENOLON b. KORTIKOSTERON------18 OH
KORTIKOSTERON c. 18 OH KORTIKOSTERON----ALDOSTERON.
B. KALIUM = ANGIOTENSIN II
C. NATRIUM
D. ACTH
The recent discovery of the Gprotein-coupled receptor GPR91
which is activated by the citric
acid cycle intermediate succinate
prompted the discovery of a new,
direct link between high glucose
levels and renin release from the
juxtaglomerular apparatus (JGA)
in the kidney
Hyperglycemia is an important factor in cardiovascular damage,
working through different mechanisms such as activation
of protein kinase C, polyol and hexosamine pathways,
advanced glycation end products ( age )
REACTIVE OXYGEN SPECIES (ROS) ACCUMULATION
ROS CAN DIRECTLY DAMAGE LIPIDS, PROTEINS OR DNA
OXIDATIVE STRESS
INDUCES ENDOTHELIAL DYSFUNCTION THAT PLAYS
A CENTRAL ROLE IN THE PATHOGENESIS OF MICRO AND
MACRO VASCULAR DISEASES
NEFROPATI DIABETIK
DEFISIENSI INSULIN
HIPERTROFI
GINJAL
PENINGKATAN TEKANAN
INTRA KAPILER GLOMERULUS
GLUMERULOSKLEROSIS
TDS MENINGKAT
STRESS MEKANIK
STRESS FIBER
PENGENDAPAN
MATRIKS EKSTRASEL
TGF β1 ( STIMULASI
VEGF , CTGF
ANGIOTENSIN II )
HYPERGLIKEMIA
1. POLIURIA , HIPONATREMIA, VOLUME DARAH
2. GANGGUAN ENDOTEL ( MAKRO/MIKRO
VASKU-LER )
VASODILATASI RENAL
HIPOTENSI
3. SUKSINAT MENINGKAT + GPR91 PADA
HIPERGLIKEMIA
SISTEM RENIN - ANGIOTENSIN - ALDOSTERON
Download