6[2].sulfonamida

advertisement
SULFONAMIDA
Mikhania C.E., S.Farm, M.Si, Apt
PENDAHULUAN
 Sulfonamida
adalah golongan antimikroorganisme yg
memiliki kemampuan bakteriostatis yg luas terhadap bakteri
gram positif dan negatif
 Spektrum kerja sulfonamida luas tetapi kurang kuat
dibanding antibiotik
 Daya kerja umumnya bakteriostatik, tapi pada kadar
tinggi dalam urin daya kerjanya bakterisida.
 Ciri spesifik : gugus sulfonat yg berikatan dengan amina
SIFAT-SIFAT
 Kelarutan rendah dalam air
 Bentuk garam natriumnya lebih larut
 Memiliki sifat amfoter  membentuk garam dengan
asam/basa
 Berbagai variasi pada radikal R pada gugus amida
(-SO2NHR) dan pada gugus amino (NH2) menyebabkan
perubahan sifat fisik, kimia, dan daya antibakteri
sulfonamida.
SEJARAH
 Padatahun 1935, Domank telah menemukan bahwa suatu zat
warna merah, brontosilrubrum, bersifat bakterisid in vivo
tetapi inektif secara in vitro.Ternyata zat ini dalamtubuh dipecah
menjadi sulfanilamide yang juga aktif in vitro.
 Berdasarkan penemuan ini kemudian disintesa sulfapiridin yaitu
obat pertama yang digunakan secara sistemis untuk pengobatan
radang paru (1937). Dalam waktu singkat obat ini diganti oleh
sulfathiazole (Cobazol) yang kurang toksik (1939), disusul
pulaoleh sulfaniazine , sulfmetoksazole, dan turunan-turunan
lainnya yang lebih aman lagi.
 Setelah diintroduksi derivate-derivat yang sukar resorbsinya dari
usus(sulfaguanidin dan lain-lain), akhirnya disintesa sulfa dengan
efek panjang, antara lain sulfadimetoksil, sulfametoksipiridazine
dan sulfalen
Aktifitas Antimikroba
Kuman yang sensitif terhadap sulfonamida secara
invitro adalah:
-
Streptococcus pyogenes
Streptococcus pneumoniae
Bacillus anthracis
Corynebacterium diphteriae
Haemophyllus influenzae
Vibrio cholerae
Chlamydia trachomatis
Banyak galur
gonococcus, stafilococcus,
meningococcus,
pneumococcus,
dan
streptococcus yang sudah resisten.
KLASIFIKASI
IDENTIFIKASI
 Reaksi warna
 Reaksi kristal
 Spektrofotometri IR
 Spektrofotometri UV-vis
REAKSI IDENTIFIKASI UMUM
 Reaksi Gugus Sulfur
Zat + H2O2 3% + 1 tts FeCl3 0.5N + HNO3 + BaCl2 0.5N
 endapan warna putih
 Reaksi korek api (Rx. Luciper)
Zat + HCl kemudian dicelupkan batang korek api ke
dalamnya  perubahan warna batang korek api menjadi
jingga atau kuning jingga
 Reaksi Diazo
Zat + -naftol (0.1 gram dalam 2 ml NaOH) + 2 tetes HCl
2N + 1 ml aq + 2 tetes NaNO2  warna merah darah.
1. SULFADIAZIN
 Pemerian : White, yellowish-white or pinkish-white,
crystalline powder or crystals
 Kelarutan : practically insoluble in water, slightly soluble in
acetone, very slightly soluble in alcohol. It dissolves in
solutions of alkali hydroxides and in dilute mineral acids.
 It melts at about 255 °C, with decomposition.
Identifikasi
Reaksi Diazotasi: zat ditambah HCL 2N + 1 ml air + NaNO2
dan teteskan larutan β-naftol dalam 2 ml NaOH,  endapan
jingga ke merah darah,. Jika yang ditambahkan α-naftol akan
terbentuk warna merah ungu
2. Reaksi Gugus Sulfon : zat + H2O2 3 % tambahkan 1 tetes FeCl3
0,5 N + HNO3 pekat tambahkan BaCl2 0,5 N  endapan
3. Zat ditambah 2 ml air, panaskan hingga mendidih, tambahkan 2
tetes NaOH terbentuk endapan, netralkan kemudian tambahkan
HCL 2 N + CuSO4 akan timbul warna kuning lama-lama violet
4. Reaksi Parri : zat + alkohol + pereaksi Parri + NH4OH, akan
terjadi perubahan warna hijau kotor ke ungu
1.
Identifikasi (cont.)
Reaksi Kristal
 Sampel + aseton + air
 Sampel + pereaksi Dragendorf
 Sampel + asam pikrat
Sulfadiazine crystals
Identifikasi (cont.)
A.
B.
C.
D.
Examine by infrared absorption spectrophotometry comparing with
the spectrum obtained with sulfadiazine CRS . Examine the substances
prepared as discs.
Examine the chromatograms obtained in the test for related
substances. The principal spot in the chromatogram obtained with test
solution (a) corresponds in position and size to the principal spot in
the chromatogram obtained with reference solution (a).
Place 3 g in a dry tube. Immerse the lower part of the tube, inclined
at 45°, in a silicone oil bath and heat to about 270 °C. The substance
to be examined decomposes and a white or yellowish-white sublimate
is formed which, after recrystallisation from toluene R and drying at
100 °C, melts at 123 °C to 127 °C.
Dissolve about 5 mg in 10 ml of 1 M hydrochloric acid . Dilute 1 ml of
the solution to 10 ml with water R . The solution, without further
acidification, gives the reaction of primary aromatic amines .
2. SULFANILAMID
 Pemerian : A white crystalline powder. On heating the dry
powder it becomes violet–blue and eventually aniline and
ammonia are produced.
 M.p. about 165°.
 Kelarutan : Soluble 1 in 170 of water, 1 in 37 of ethanol and
1 in 5 of acetone; practically insoluble in chloroform and
ether; soluble in hydrochloric acid and solutions of alkali
hydroxides.
Identifikasi
Reaksi Penegasan
 Zat + Pereaksi Roux  warna hijau coklat hingga hijau
ungu sampai hijau kotor sekali (tua)
 Zat + CuSO4 terbentuk warna biru
 Zat + KBrO3 terbentuk warna ungu sampai merah
coklat setelah beberapa waktu terbentuk endapan
Reaksi Kristal
 Zat + asam pikrat
 Zat + aseton + air
Sulfadianilamide crystals
SPEKTRUM IR
SPEKTRUM UV
3. SULFAGUANIDIN
 Pemerian : A white or almost white, fine crystalline powder
 Kelarutan : very slightly soluble in water, slightly soluble in
acetone, very slightly soluble in ethanol (96 per cent),
practically insoluble in methylene chloride. It dissolves in
dilute solutions of mineral acids.
Identifikasi
A.
B.
C.
D.
E.
Melting point : 189 °C to 193 °C, determined on the dried substance.
Examine by infrared absorption spectrophotometry, comparing with
the spectrum obtained with sulfaguanidine CRS .
Examine the chromatograms obtained in the test for related
substances. The principal spot in the chromatogram obtained with test
solution (b) is similar in position and size to theprincipal spot in the
chromatogram obtained with reference solution (a).
Dissolve about 5 mg in 10 ml of 1 M hydrochloric acid . Dilute 1 ml of
the solution to 10 ml with water R . The solution, without further
acidification, gives the reaction of primary aromatic amines (2.3.1) .
Suspend 0.1 g in 2 ml of water R , add 1 ml of a-naphthol solution R and
2 ml of a mixture of equal volumes of water R and strong sodium
hypochlorite solution R. A redcolour develops.
4. SULFAMERAZIN
 Pemerian : serbuk putih kekuningan, berubah menjadi gelap
jika terpapar cahaya
 Kelarutan : larut 1 dalam 6250 air, 1 dalam550 etanol, 1
dalam 60 aseton, sangat sukar larut dalam eter dan
kloroform, larut dalam asam mineral dan larutan alkali
hidroksida dan karbonat
Identifikasi
Reaksi Penegasan
 Zat + Pereaksi Roux akan terjadi perubahan warna dari
violet, ungu biru, biru hijau sampai hijau bagus (15 menit)
 Zat + CuSO4 terjadi warna kelabu kecoklatan
Reaksi Kristal
 Sampel + aseton + air
 Sampel + pereaksi Dragendorf
 Sampel + asam pikrat
Download