replikasi virus rna

advertisement
REPLIKASI VIRUS
RNA
Replikasi
 Adanya
kecocokan tersebut yang
menyebabkan adanya
pembatasan inang dari masingmasing virus
Artinya : virus yang memil;iki tempat perlekatan yang sanagt spesifik haya
akan berrpklikasi pada rentang sel inang yang sempit! Sebagai contoh :
feline viral rhinotracheitis virus hanya bisa bereplikasi di sel yang
berasal dari feline. Sementara itu ada virus-virus tertentu memiliki inang
sangat luas ( macam-macam hewan) contohnya virus eastern equine
encephalomyelitis, virus ini dapat bereplikasi pada sel hewan asal
burung, nyamuk, ular, kuda dan manusia karena kemampuan
perlekatan virus ini pada sel-sel diatas
ATTACHMENT
PENETRATION
UNCOATING
HOST
FUNCTIONS
Transcription
Translation
VIRAL
LIFE
CYCLE
REPLICATION
ASSEMBLY
(MATURATION)
RELEASE
Replication
ATTACHMENT ( perlekatan) :


Bagaian virus yang menempel/melekat ke membran sel
mengandung protein virus attachment yang bersifat sangat
spesifik (VIRAL ATTACHMENT PROTEIN /V.A.P.) terhadap
RESEPTOR dari membran sel.
Molekul Reseptor dapat berupa protein umumnya glycoproteins specific molecules, atau residu gula yang ada di molekul
glycoproteins atau glycolipids (less specific). Dua jenis interksi
antara VAP dengan reseptor yang banyak dipelajari contohnya :
ATTACHMENT ( perlekatan) :


Beberapa virus yang bersifat
kompleks (e.g. Poxviruses,
Herpesviruses) bisa memiliki lebih
dari satu receptor/receptorbinding protein, oleh karenanya
memiliki beberapa alternatif
masuknya virus kedalam sel.
Specific receptor binding side
dapat juga ditempeli oleh antibodi
spesifik yang telah tertempeli
partikel –partikel virus di bagian
Fc reseptor dari permukaan sel
monosit, kondisi ini juga
menyebabkan virus ditelan
ATTACHMENT ( perlekatan) :


Ada tidaknya reseptor dipermukaan sel sebagian besar
dideterminasikan sebagai suatu TROPISM (kesukaan) dari
beberapa virus,misalnya pada beberapa tipe sel yang membuat
virus dapat bereplikasi berperan penting sebagai faktor
patogenesa virus tersebut.
Attachment pada beberapa kasus bersifat dapat balik(reversible),
bila penitrasi tidak dapat terjadi virus dapat dilepaskan dari
permukaan sel. Beberapa virus seperti virus influenza
mempunyai mekanisme spesifik untuk melepaskan diri dari sel
dengan adanya enzim neuramidase, tetapi pelepasa dari sel ini
menyebabkan perubahan pada permukaan virus yang berakibat
penurunan kemampuan virus untuk menempel lagi pada sel lain
2.PENETRASI(PENITRATION):
Ada tiga model penitrasi yaitu :
Endocytosis, mekanisme masuknya virus melalui engulfment dari
virus dalam vacuola fagositik, mekanisme umum pada virus
hewan.
Fusion mekanisme ini terjadi pada virus beramplop dimana lapisan
amplopnya bersatu dengan membran plasma sel kemudian
nucleocapsid dilepas masuk ke sitoplasma . Fusi antara amplop
virus dengan membran sel memerlukan protein fusi virus yang
ada diamplop contohnya heamagglutinin pada virus influenza
dan glikoprotein amplop pada retrovirus.
Direct penetration (translocation), virus masuk melalui pori dari
membran plasma sel, mekanisme ini terjadi pada picornaviruses
and reoviruses. Pada translokasi ini seluruh virion masuk
melewati membran sel.
UNCOATING
Contoh uncoating pada virus yg strukturnya sederhana :
 Picornaviruses mempunyai protein dasar yang kecil ~23
amino acids (VpG) secara kovalen melekat pada ujung 5'
dari vRNA genome
Contoh uncoating pada virus yang strukturnya kompleks:
 Kapsid Retrovirus sanagt kompleks yang mengandung
enzim reverse transcriptase yang bertanggung jawab
mengkonversi viral RNA genome menjadi DNA PROVIRUS.
Proses tersebut terjadi didalam partikel virus (kapsid).
 Virus-virus yang bereplikasi disitoplasma e.g. Picornaviruses,
genomenya dengan mudah dilepas masuk ke sel, tetapi virus
yang Bereplikasi dinukleus e.g. Herpesviruses, genomnya
berasosiasi dengan nucleoproteins, yang harus ditranspor ke
membran nukleus. Transport tersebut merupakan hasil
interaksi antara nucleoproteins (or capsid) dengan
cytoskeleton. Di pori nukleus kapsid akan dilucuti sehingga
genom bisa masuk ke nukleus.
MODEL REPLIKASI VIRUS RNA
III: Double-stranded
RNA (Reoviruses;
Birnaviruses)
These viruses have
segmented genomes.
Each genome segment
is transcribed
separately to produce
monocistronic mRNAs.

Model replikasi RNA
IV: Single-stranded (+)sense
RNA (Picornaviruses;
Togaviruses, etc)
a) Polycistronic mRNA e.g.
Picornaviruses; Hepatitis A.
Genome RNA = mRNA. Means
naked RNA is infectious, no
virion particle associated
polymerase. Translation results
in the formation of a polyprotein
product, which is subsequently
cleaved to form the mature
proteins.
b) Complex Transcription e.g.
Togaviruses. Two or more
rounds of translation are
necessary to produce the
genomic RNA.

MODEL REPLIKASI VIRUS RNA
V: Single-stranded (-)sense RNA
(Orthomyxoviruses, Rhabdoviruses,
etc)
Must have a virion particle RNA
directed RNA polymerase.
a) Segmented e.g. Orthomyxoviruses.
First step in replication is
transcription of the (-)sense RNA
genome by the virion RNAdependent RNA polymerase to
produce monocistronic mRNAs,
which also serve as the template for
genome replication.
b) Non-segmented e.g.
Rhabdoviruses. Replication occurs
as above and monocistronic
mRNAs are produced.

MODEL REPLIKASI VIRUS RNA
VI: Single-stranded
(+)sense RNA with
DNA intermediate in
life-cycle (Retroviruses)
Genome is (+)sense but
unique among viruses
in that it is DIPLOID,
and does not serve as
mRNA, but as a
template for reverse
transcription.

TRANSCRIPTION:




Picorna-, calici-, corona-, and togaviruses have positive stranded genomes which are directly translated by
ribosomes into proteins.
Paramyxo-, rhabdo-, bunya-, orthomyxo-, and reoviruses
carry virion-associated transcriptases and their negativestranded genome does not have messenger function.
Their viral RNA is first transcribed by virion-associated
transcriptase to complementary RNA (cRNA) which
functions as mRNA and is recognized by the ribosomes for
translation.
The positive-stranded RNA genome in retroviruses is
transcribed by a virion-associated reverse transcriptase into
a single-stranded DNA. This DNA is duplicated into
double-stranded DNA, known as proviral DNA, which can
become integrated into cellular DNA. The proviral DNA
serves as a template for transcription of mRNA by the
cellular transcriptase.
5. TRANSLATION:
 Translation
of mRNA in RNA
viruses occurs at the ribosomes
in the cytoplasm and results in
viral structural and control
proteins.
7. ASSEMBLY:

Assembly and maturation of RNA viruses occur in the
cytoplasm. The cytoplasmic membrane, altered by the
addition of virus specified proteins, plays an important
role in the assembly and maturation of enveloped viruses
during the budding process.
Small RNA viruses, such as picorna- and caliciviruses,
are released primarily by extrusion. These viruses are
assembled within cytoplasmic structures that are
connected to the cell surface by tubules through which
new virions are continously extruded. Reoviruses are
usually released by cytolysis. The enveloped RNA
viruses mature and are released by the budding process.
In most cases they bud from the internal cytoplasmic
membranes (endoplasmic reticulum).
Contoh Replikasi virus AI
Download