abstrak

advertisement
RINGKASAN
Bonggo Sura Diraja, 0810440196. Analisis Efisiensi Alokatif Penggunaan
Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Kentang (Solanum tuberosum L.)
(Kasus di Kecamatan Bumiaji Kota Batu). Di bawah Bimbingan Prof. Dr. Ir.
Nuhfil Hanani, M.S. sebagai Pembimbing I dan Fahriyah, S.P., M.Si. sebagai
Pembimbing II.
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu tanaman
hortikultura sebagai penunjang program diversifikasi pangan untuk memenuhi
kebutuhan gizi masyarakat dan merupakan salah satu komoditas penting untuk
dikembangkan. Namun ada beberapa kendala yang harus dihadapi petani dalam
mengembangkan dan berusahatani kentang, seperti semakin sempitnya luas lahan
garapan dan harga input yang relatif mahal. Kondisi seperti itu yang akhirnya
memaksa petani untuk mengembangkan komoditas yang memiliki potensi daya
hasil tinggi seperti halnya kentang.
Adanya daya hasil yang tinggi dari komoditas kentang ini merupakan
peluang bagi petani, khususnya petani kentang di Kecamatan Bumiaji untuk
mengembangkan komoditas tersebut dan meningkatkan produktivitasnya.
Sementara itu, faktor-faktor produksi yang dimiliki petani umumnya memiliki
jumlah yang sifatnya terbatas. Hal tersebut menuntut petani untuk menggunakan
faktor-faktor produksi yang dimiliki dalam pengelolaan usahatani secara efisien.
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dari analisis usahatani yang telah
dilakukan, dapat disimpulkan bahwa rata-rata biaya total untuk usahatani kentang
di daerah penelitian adalah sebesar Rp 63.634.358,87 dan rata-rata penerimaan
yang diperoleh adalah sebesar Rp 118.397.068,26 per hektar dalam satu musim
tanam. Nilai tersebut menjelaskan bahwa penerimaan lebih besar dari pada biaya
sehingga usahatani kentang di daerah penelitian menguntungkan. Besarnya
keuntungan atau pendapatan merupakan selisih dari penerimaan dan biaya, yaitu
sebesar Rp 54.762.709,39.
Hasil dari analisis fungsi produksi, diantara faktor-faktor produksi bibit,
pupuk, pestisida, dan tenaga kerja, yang berpengaruh nyata terhadap produksi
kentang adalah pestisida dan tenaga kerja. Artinya, penambahan kedua faktor
tersebut akan berpengaruh lebih besar terhadap produksi kentang dari pada
penambahan dari faktor lainnya.
Dari analisis efisiensi yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai NPMx/Px
alokasi pestisida dan tenaga kerja masing-masing adalah 2,28 dan 6,81. Angkaangka tersebut lebih besar dari pada satu sehingga alokasi kedua faktor produksi
tersebut belum efisien. Agar mencapai keuntungan maksimal, maka petani perlu
menambahkan alokasi dari kedua faktor produksi tersebut hingga mencapai
alokasi optimalnya. Alokasi optimal untuk pestisida dan tenaga kerja masing
masing adalah 326,05 kg dan 2.744,98 HOK per hektar dalam satu musim tanam.
Kata Kunci: Usahatani Kentang, Faktor-faktor Produksi, Efisiensi Alokatif.
i
SUMMARY
Bonggo Sura Diraja, 0810440196. Allocative Efficiency Analysis of
Production Factors Usage In Potato (Solanum tuberosum L.) Farming (Case
in Bumiaji District, Batu City). Under the guidance of Prof. Dr. Ir. Nuhfil
Hanani, M.S. as supervisor I and Fahriyah, SP, M.Si. as supervisor II.
Potato (Solanum tuberosum L.) is one of the horticultural crops as a
diversification program supporting food to meet nutritional needs of the
community and is one of the essential commodities to be developed. But there are
several obstacles that must be faced by farmers in developing and potato farming,
such as the limited area of arable land and input prices are relatively expensive.
Such conditions that ultimately forced the farmers to develop a commodity that
has the potential for high yield as well as potatoes.
Because of the high yield of potato commodities is an opportunity for
farmers, especially potato farmer in Bumiaji District, to develop the commodity
and increase productivity. Meanwhile, the factors of production are owned by
farmers generally have a limited amount of that nature. It requires farmers to use
factors of production are owned in the management of farm efficiently.
Based on the results and discussion, from the farm analysis has been done, it
can be concluded that the average total cost for potato farming in the study area is
Rp 63,634,358.87 and the average revenue obtained is Rp 118,397,068.26 per
hectare in one cropping season. This value is explained that the revenue is higher
than the cost of making potato farming profitable in the study area. The amount of
profit or revenue represents the excess of revenues and costs, amounting to
Rp 54,762,709.39.
The results of production function analysis, among the factors of
production, seed, fertilizer, pesticides, and labor, which significantly affect potato
production is pesticides and labor. So, the addition of these two factors will affect
the production of potatoes is greater than the addition of other factors.
Based on efficiency analysis has been done, it is known that the value
NPMx/Px, the allocation of pesticides and labor, respectively 2.28 and 6.81. The
numbers are bigger than 1 so that the allocation of production factors are
inefficient. In order to achieve maximum profit, the farmers need to add pesticide
and labor allocation of production factors to achieve optimal allocation. Optimal
allocation of pesticide and labor for each are 326.05 kg and 2,744.98 HOK per
hectare in one cropping season.
Keywords: Potato Farming, Production Factors, Allocative Efficiency.
Download