Kesehatan Reproduksi Remaja

4/10/2015
1
Pendahuluan
 Masa remaja  masa topan badai & stress




(storm & stress)
Fisik (12 – 24 tahun)  remaja awal (12 – 17
th); remaja akhir (18 – 24 th)
Keinginan untuk menentukan nasib sendiri
Masa transisi  terarah menjadi orang yang
bertanggungjawab
Karakteristik masa remaja?
4/10/2015
2
Karakteristik masa remaja








Periode penting
Masa peralihan
Periode perubahan
Usia bermasalah
Pencarian identitas
Usia yang ditakutkan
Tidak realistik
Ambang dari masa dewasa
4/10/2015
3
Tugas perkembangan masa
remaja
 Mencari relasi yang lebih matang dengan teman seusia







(laki-perempuan)
Mencapai peran sosial feminim atau maskulin
Menerima fisik dan menggunakan tubuhnya secara
efektif
Meminta, menerima dan mencapai perilaku
bertanggungjawab secara sosial
Mencapai kemandirian secara emosional
Mempersiapkan untuk karir ekonomi
Mempersiapkan untuk menikah dan berkeluarga
Memperoleh set nilai dan sistem etis untuk
mengarahkan perilaku
4/10/2015
4
Permasalahan Remaja


1.
2.
3.
4.
5.



Jumlah penduduk usia 10 – 24 th besar (sekitar 60 juta)
Masa transisi kehidupan (youth five life transitions):
Melanjutkan sekolah (continue learning)
Mencapai pekerjaan (start working)
Memulai berkeluarga (form families)
Menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship)
Mempraktikkan hidup sehat (practice healthy life)
Globalisasi liberalisasi norma sikap dan perilaku remaja
Resiko triad (seksulaitas, narkoba, HIV / AIDS)
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA?????
4/10/2015
5
Permasalahan Remaja
cont’d
Masalah kaesehatan reproduksi remaja:
1. Seksual pranikah

Dr. Boyke  th 1980 (5%); th 2000 (20% - Jakarta, Surabaya,
Banjarmasin); Palu (29.9%)

YKB (1993)  10 – 31% (n=300 / kota dari 12 kota besar di
Indonesia) pernah melakukan hubungan seksual pranikah

Situmorang (2001) 27% laki2, 9% wanita (15 – 24 th) di
Medan pernah melakukan hubungan seksual pranikah

Studi PKBI (1997) 75 dari 100 remaja di Lampung pernah
melakukan hubungan seksual pranikah

Pangkahila (1996) 23.4% dari 633 pelajar SLTA kelas II (22%
laki2; 18% wanita) pernah melakukan hubungan seksual
pranikah
4/10/2015
6
Permasalahan Remaja
cont’d

90% remaja melakukan light petting
 80% remaja melakukan heavy petting
 Perilaku onani – masturbasi di Surabaya
berkisar 62% (2 kali / hari)
 Nonton video porno (…..%)
2. Aborsi:
 20% dari 2.3 juta kasus aborsi per tahun
dilakukan remaja
4/10/2015
7
Kesehatan Reproduksi Remaja
 Reproduksi  proses kehidupan manusia dalam
menghasilkan keturunan demi kelestarian hidup
 Kesehatan reproduksi  keadaan sejahtera fisik, mental
sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan
fungsi, peran dan system reproduksi (Konferensi
Internasional Kependudukan dan Pembangunan, 1994)
 Kesehatan reproduksi  kesejahteraan fisik, mental dan
sosial yang utuh bukan hanya bebas dari penyakit atau
kecacatan, dalam segala aspek yang berhubungan
dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya (WHO)
 Kesehatan reproduksi remaja  … pada remaja
4/10/2015
8
Mengapa remaja perlu tahu?
 Agar remaja memiliki informasi yang benar
mengenai proses reproduksi serta berbagai
faktor yang ada di sekitarnya  remaja
memiliki sikap dan tingkah laku yang
bertanggungjawab tentang proses reproduksi
4/10/2015
9
Prasyarat Reproduksi Sehat
Supaya tidak terjadi kelainan anatomis –
fisiologis  perempuan harus memiliki
ronggga pinggul yang cukup besar untuk
mempermudah persalinan; memiliki kelenjar
penghasil hormon reproduksi yang sehat 
DIPERLUKAN GIZI YANG ADEKUAT
2. Diperlukan landasan psikis yang kuat dan
memadai  dimulai sejak bayi
3. Terbebas dari penyakit organ reproduksi
4. Dapat melewati masa hamil dengan aman
1.
4/10/2015
10
Ruang lingkup masalah kespro

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Ditinjau dari siklus kehidupan keluarga (Program kerja
WHO IX th 1996 – 2001):
Praktik tradisional yang berakibat buruk semasa anakanak (mutilasi, genital, diskriminasi nilai anak)
Masalah kespro remaja
Tidak terpenuhinya kebutuhan KB
Mortalitas dan morbiditas ibu dan anak
Infeksi saluran reproduksi
Kemandulan
Sindroma pre dan post menopause
Kekurangan hormon  osteoporosis
4/10/2015
11
Ruang lingkup masalah kespro
cont’d

1.
2.
3.
4.
5.
6.
Berdasarkan Masalah reproduksi:
Kesehatan, kesakitan dan kematian perempuan yang
terkait dengan kehamilan
Peranan / kendali sosial budaya terhadap masalah
reproduksi
Intervensi pemerintah terhadap masalah reproduksi
Tersedianya yan reproduksi dan KB
Kesehatan bayi dan anak
Dampak pembangunan ekonomi, industri dan
perubahan lingkungan terhadap kesehatan reproduksi
4/10/2015
12
Ruang lingkup masalah kespro
cont’d

1.
2.
3.
4.
5.
Berdasarkan masalah gender dan
seksualitas:
Pengaturan negara terhadap seksualitas
Pengendalian sosio-budaya terhadap
masalah seksualitas
Seksualitas di kalangan remaja
Status dan peran perempuan
Perlindungan terhadap perempuan bekerja
4/10/2015
13
Ruang lingkup masalah kespro
cont’d

Berdasarkan masalah kekerasan dan
perkosaan terhadap perempuan:
1. Kecenderungan penggunaan kekerasan secara
sengaja kepada perempuan
2. Norma sosial mengenai kekerasan dalam
rumah tangga
3. Sikap masyarakat mengenai kekerasan
perkosaan terhadap pelacur
4. Berbagai langkah untuk mengatasi masalah2
tersebut
4/10/2015
14
Ruang lingkup masalah kespro
cont’d

1.
2.
3.
4.
5.
6.
Berdasarkan masalah penyakit yang ditularkan
melalui hubungan seksual:
Masalah penyakit menular seksual yang lama (sifilis,
Gonorhea)
Masalah penyakit menular seksual yang baru
(chlamydia, herpes)
Masalah HIV / AIDS
Dampak sosial dan ekonomi dari penyakit menular
seksual
Kebijakan dan program pemerintah dalam mengatasi
masalah penyakit menular seksual
Sikap masyarakat terhadap penyakit menular seksual
4/10/2015
15
Ruang lingkup masalah kespro
cont’d

Berdasarkan masalah pelacuran:
1. Demografi pekerja seksual komersial
2. Faktor2 yang mendorong pelacuran
3. Dampaknya terhadap kesehatan reproduksi
4/10/2015
16
Ruang lingkup masalah kespro
cont’d

1.
2.
3.
4.
5.
Berdasarkan masalah sekitar teknologi:
Teknologi reproduksi dengan bantuan
Pemilihan bayi berdasarkan kelamin
Penapisan genetik
Keterjangkauan dan kesamaan kesempatan
Etika dan hukum yang terkait dengan
teknologi reproduksi
4/10/2015
17
Faktor yang mempengaruhi
kespro
1. Faktor sosio-ekonomi dan demografi
2. Faktor budaya dan lingkungan
3. Faktor psikologis
4. Faktor biologis
4/10/2015
18
Tujuan kespro


1.
2.
3.
4.
Utama  meningkatkan kesadaran kemandirian wanita
remaja dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya,
termasuk kehidupan seksualitasnya, sehingga hak-hak
reproduksinya dapat terpenuhi  peningkatan kualitas
hidup
Khusus:
Meningkatnya kemandirian remaja dalam memutuskan
peran dan fungsi reproduksinya
Meningkatnya hak dan tanggungjawab sosial remaja
(wanita) dalam menentukan kapan hamil, jumlah dan jarak
kehamilan
Meningkatnya peran dan tanggungjawab sosial remaja (pria)
terhadap akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya
kepada kesehatan dan kesejahteraan pasangan dean
anak2nya
Dukungan yang menunjang remaja untuk membuat
keputusan yang berkaitan dengan proses reproduksinya
4/10/2015
19
Pengetahuan apa saja yang diperlukan remaja?
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Pengenalan masalah sistem reproduksi, proses dan fungsi alat
reproduksi
Mengapa remaja perlu mendewasakan usia perkawinan dan
merencanakan kehamilan agar sesuai dengan keinginan
Penyakit menular seksual dan HIV / AIDS dan dampaknyan
terhadap kespro
Bahaya narkoba dan miras pada kespro
Pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk
memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal2
negatif
Hak2 reproduksi
4/10/2015
20
1
2
8
ASSESSMENT
Community
Core:
- Sejarah
- Demografi
- Nilai
- kepercayaan
3
7
4
6
5
ANALYSIS
NURSING DIAGNOSIS
PLAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Physical environment
Health & social services
Economics
Safety & transportation
Politics & government
Communication
Education
Recreation
INTERVENTION
EVALUATION
4/10/2015
21
ANALISA DATA
 Analisis = mempelajari & menguji data
 Tujuan  untuk menentukan kebutuhan
kesehatan komunitas, kekuatan komunitas, pola
respon kesehatan, tren pemanfaatan yankes
 Dilakukan berdasarkan hasil pengkajian melalui
4 langkah
 Langkah 1: mengkatogorikan data (categorize
the data)
 Contoh…
4/10/2015
22
ANALISA DATA
cont’d
Contoh kategori data:
1. Data demografik (family size, age, sex, ethnic, racial
groupings)
2. Data geografik (area boundaries, number & size of
neighborhoods, public spaces, roads)
3. Data sosioekonomik (occupation & income categories,
educational attainment, rental or home-ownership patters)
4. Data pelayanan kesehatan (hospitals, clinics, mental
health centers, dll.)
4/10/2015
23
ANALISA DATA
cont’d
 Analisa data (sebaiknya) mengikuti model
pengkajian yang digunakan  menentukan
kerangka kerja koleksi data dan membantu
dalam analisa data
 Langkah 2: meringkas data (summarize the
data) per kategori
 Langkah 3: mengidentifikasi perbedaan data
(data gaps, incongruence), penghapusan data
(omission)
 Langkah 4: membuat simpulan (inference)
4/10/2015
24
DIAGNOSA KEPERAWATAN
 A diagnosis is a statement that synthesizes
assessment data
 A diagnosis is a label that both describes a
situation (or state) and implies an etiology
 A nursing diagnosis limits the diagnostic process
to those diagnoses that represent human
responses to actual or potential health problems
that nurses are licensed to treat (American
Nurses’ Association)
 A community nursing diagnosis…?
4/10/2015
25
DIAGNOSA KEPERAWATAN
cont’d
 A community nursing diagnosis focuses the
diagnosis on a community – usually defined
as a group, population, or cluster of people
with at least one common characteristic (e.g.
geographic location, occupation, ethnicity, housing condition)
 Nursing diagnosis has three parts: a description of
the problem (P); identification of factors etiologically related to the
problem (E); signs and symptoms that are characteristic of the
problem (S)
4/10/2015
26
DIAGNOSA KEPERAWATAN
cont’d
1. Tidak adekuatnya tingkat pengetahuan
remaja tentang kesehatan reproduksi
remaja
2. Tingginya angka prevalensi PSM di
kalangan remaja
3. Resiko terjadinya induksi haid di kalangan
remaja putri
4. Resiko HIV / AIDS di kalangan remaja
4/10/2015
27
PERENCANAAN
 Disebut juga sebagai community-focused plan
(CFP)
 Dibuat untuk meningkatkan kesehatan
komunitas
 CFP didasarkan pada diagnosa / masalah
keperawatan komunitas berisi tentang tujuan
khusus dan rencana tindakan untuk mencapai
keluaran yang ditetapkan (desired outcome)
 Merupakan proses yang sistematik dalam
melakukan kerjasama (partnership) dengan
komunitas
4/10/2015
28
PERENCANAAN
cont’d
Langkah perencanaan:
1. Langkah 1: memvalidasi diagnosa
keperawatan komunitas
2. Langkah 2: membuat prioritas
3. Langkah 3: menyusun tujuan
4. Langkah 4: membuat rencana tindakan
4/10/2015
29





Langkah 1: memvalidasi
diagnosa
Validasi sangat penting untuk menetapkan diagnosa secara
tepat
Perhatikan hak para pemimpin / tokoh di komunitas,
organisasi, dan penduduk untuk dijaga kerahasiaannya
Perhatikan juga hak untuk tidak ikut serta dalam menyusun
perencanaan (walaupun NCP sebaiknya disusun bersama masyrakat)
Masyarakat punya hak untuk mengidentifikasi kebutuhan
kesehatan mereka sendiri & negosiasi dengan perawat untuk
membuat intervensi
Sebaliknya perawat memiliki tanggungjawab untuk
menyediakan informasi yang dibutuhkan selama proses
intervensi
4/10/2015
30
Langkah 1: memvalidasi diagnosa
cont’d
 Dalam membentuk kerjasama dengan
masyarakat  harus memperhatikan aspek
sosial, ekonomi, ekologi, isu politik
 Perlu juga diperhatikan kebutuhan kesehatan
pada kelompok beresiko (ibu hamil, infan,
anak, lansia)
 Perhatikan juga tentang aplikasi perubahan
yang direncanakan (planned change)
4/10/2015
31
Langkah 2: prioritas

Goeppinger & Shuster III dalam Stanhope &
Lancaster (1992)  prioritas masalah
didasarkan pada 6 hal:
1.
Kesadaran masyarakat akan masalah (community awareness of the
problem)
Motivasi masyarakat untuk memecahkan masalah (community
motivation to resolve or better manage the problem)
Kemampuan perawat untuk membantu memacahkan masalah (nurses’
ability to influence problem solution)
Adanya ahli / pakar yang relevan untuk memecahkan masalah (availability
of expertise relevant to problem solution)
Beratnya konsekuensi yang muncul ketika masalah tidak dapat
dipecahkan (severity of consequences if the problem is unsolved)
Kecepatan pencapaian resolusi masalah (speed with which resolution can
be achieved)
2.
3.
4.
5.
6.

Pembobotan (criteria weights) = 1 - 10
4/10/2015
32
Langkah 2: prioritas

Berdasarkan 11 kriteria:
1.
Kesesuaian dengan peran CHN
2.
Resiko terjadi
3.
Resiko parah
4.
Potensi untuk pendidikan kesehatan
5.
Minat masyarakat
6.
Kemungkinan diatasi
7.
Tersedianya sumber:

Tempat

Waktu

Dana

Fasilitas kesehatan

Sumberdaya manusia (petugas /
masyarakat)
cont’d
Pembobotan (1 – 5):
1. Sangat rendah
2. Rendah
3. Cukup
4. Tinggi
5. Sangat tinggi
4/10/2015
33
Langkah 3: menetapkan tujuan
 Terdiri atas GOAL & OBJECTIVE (s)
 Goal is generally a broad statement of desired
outcome (keluaran yang ditetapkan)
 Objective (s) are the precise statements of the
desired outcome
 Objective merupakan pernyataan perilaku
dan dapat diukur (lebih rinci)
4/10/2015
34
TUJUAN
1. Meningkatnya tingkat pengetahuan remaja
tentang kesehatan reproduksi remaja
(indikatornya?)
2. Penurunan PSM di kalangan remaja
(indikatornya?)
3. Tidak terjadinya induksi haid di kalangan
remaja putri (indikatornya?)
4. Tidak terjadi HIV / AIDS di kalangan remaja
(indikatornya?)
4/10/2015
35
Langkah 4: membuat rencana tindakan

1.
2.
3.
4.
5.


Didasarkan atas goal / objectives yang telah dibuat:
Apa yg akan dilakukan
Kapan akan dilakukan
Bgm akan dilakukan
Siapa yg melakukan
Berapa banyak akan dilakukan
Menetapkan aktifitas untuk setiap tujuan berupa
tindakan mandiri, H.E / promkes, observasi, kolaborasi
Memperhatikan : program, situasi, sumber daya,
program yg lalu
4/10/2015
36
Tindakan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Pengenalan masalah sistem reproduksi, proses dan fungsi alat
reproduksi
Pemberian informasi tentang mengapa remaja perlu
mendewasakan usia perkawinan dan merencanakan kehamilan
agar sesuai dengan keinginan
Pemberian informasi tentang penyakit menular seksual dan HIV /
AIDS dan dampaknyan terhadap kespro
Informasi tentang bahaya narkoba dan miras pada kespro
Informasi tentang pengaruh sosial dan media terhadap perilaku
seksual
Informasi tentang kekerasan seksual dan bagaimana
menghindarinya
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi termasuk
memperkuat kepercayaan diri agar mampu menangkal hal2
negatif yang tertkait dengan kespro
Informasi tentang hak2 reproduksi
4/10/2015
37
Evaluasi
 Difokuskan pada:
1. Tingkat pemahaman remaja tentang
kesehatan reproduksi remaja
2. Kejadian / prevalensi PSM di kalangan
remaja
3. Perilaku induksi haid di kalangan remaja
putri
4. HIV / AIDS di kalangan remaja
 Cek dengan tujuan yang ditetapkan
4/10/2015
38
Suggested readings
1. Anderson, E.T., & McFarlane, J.M. (1988).
Community as client: Application of the
nursing process. Philadelphia: J.B. Lippincott
Company.
2. Stanhope, M., & Lancaster, J. (1992).
Community health nursing: Process and
practice for promoting health. St. Louis:
Mosby Year Book.
4/10/2015
39