PANDUAN KALIMAT-PER-KALIMAT: LETAK & DETAIL SETIAP SITASI Proposal Penelitian – Derani Putri (NIM 3022211103) – Universitas Bangka Belitung, 2026 Kolom KIRI = kutipan kalimat asli dari proposal + posisi sitasi yang benar (ditandai [warna merah]) | Kolom KANAN = detail sumber, fungsi, dan link akses. Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) Detail Referensi & Link Akses BAB I – SUB-BAB 1.1 LATAR BELAKANG Blok Pembuka – Sebelum Tabel 1.1 (Paragraf & Data Penduduk) [1a] Paragraf pembuka Latar Belakang [teks tidak ditampilkan di file — hanya marker sitasi]: (BPS, 2025)(BPS, 2025)(Ditjen Dukcapil, 2024) ➤Ketiga sitasi ini menandai kalimat-kalimat tentang jumlah penduduk Indonesia terkini yang belum muncul lengkap di file ini, kemungkinan terpotong saat konversi. Tiga sumber dikutip berurutan dalam satu blok kalimat. [1b] Sumber Tabel 1.1 (catatan kaki): "Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS). (2025). Statistik Indonesia 2025 (Statistical Yearbook of Indonesia 2025). BPS-Statistics Indonesia." ➤Seluruh data angka pada Tabel 1.1 (jumlah penduduk 2021–2025) bersumber dari sini. � Sitasi: (BPS, 2025) | (BPS, 2025) | (Ditjen Dukcapil, 2024) � Sumber: BPS (2025) Statistik Indonesia 2025 + BPS tabel penduduk online + Ditjen Dukcapil Kemendagri (2024) DKB Semester I 2024 � Fungsi: Data dasar jumlah penduduk Indonesia (proyeksi BPS dan data administrasi Dukcapil) sebagai konteks makro demografis di awal latar belakang. � Link: Buka sumber ↗ � Sitasi: BPS (2025) — Statistik Indonesia 2025 � Sumber: BPS (2025). Statistik Indonesia 2025. BPS-Statistics Indonesia. � Fungsi: Sumber tunggal untuk seluruh 5 baris data proyeksi penduduk pada Tabel 1.1. � Link: Buka sumber ↗ Blok Sebelum Tabel 1.2 (Industri Kosmetik) [2a] Marker sitasi: (BPS, 2025)(Suryani et al., 2022) ➤Dua sitasi ini muncul sesudah Tabel 1.1. � Sitasi: Kalimat yang menyertai marker ini (terpotong dalam file) kemungkinan membahas pertumbuhan penduduk sebagai pendorong pasar kosmetik. (BPS, 2025) | (Suryani et al., 2022) [2b] Marker sitasi: (DinarStandard, 2025)(Indonesia, 2025)(Indonesia, 2025a) ➤Tiga sitasi � Sitasi: sesudah marker di atas, sebelum Tabel 1.2. “Indonesia, 2025” merujuk pada Kemenperin � Sumber: BPS (2025) Statistik Indonesia 2025 + Suryani et al. (2022) Al-Iqtishad Jurnal Ekonomi Syariah � Fungsi: Menghubungkan data demografis BPS dengan gambaran pertumbuhan industri kosmetik halal dari kajian bibliometrik Suryani. � Link: Buka sumber ↗ Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) (ikm.kemenperin.go.id). Kalimat yang ditandai membahas posisi Indonesia dalam ekonomi Islam global dan pertumbuhan industri kosmetik. Detail Referensi & Link Akses (DinarStandard, 2025) | (Kemenperin, 2025) | (Kemenperin, 2025a) � Sumber: DinarStandard (2025) SGIE Report 2024/25 + Kemenperin (2025) dua artikel berbeda � Fungsi: Konteks global dari SGIE dan konteks nasional dari Kemenperin sebagai dasar klaim pertumbuhan industri kosmetik. � Link: Buka sumber ↗ [2c] Sumber Tabel 1.2 (catatan kaki): "Sumber: Kementerian Perindustrian RI – Ditjen IKMA (2024; 2025); BPOM dan Perkosmi (diolah)." ➤Seluruh data jumlah pelaku usaha 2020–2025 dan nilai ekspor di Tabel 1.2 bersumber dari dua artikel Kemenperin. � Sitasi: Kemenperin (2024) + Kemenperin (2025) + Kemenperin (Nov 2025) � Sumber: Kemenperin Ditjen IKMA: (1) Juli 2024, (2) Feb 2025, (3) Nov 2025 [Siaran Pers Cosmetic Day] � Fungsi: Sumber data jumlah pelaku usaha per tahun dan kinerja ekspor/nilai pasar industri kosmetik Indonesia 2020–2025. � Link: Buka sumber ↗ [2d] "Pertumbuhan industri yang pesat sebagaimana tergambar pada Tabel 1.2 dan Gambar 1.1 � Sitasi: menciptakan intensitas persaingan yang tinggi, khususnya pada segmen kosmetik bersertifikat halal." ➤Kalimat ini bersifat analitis/transisi — TIDAK mengandung sitasi. Ini adalah kalimat kesimpulan penulis sendiri atas data Tabel 1.2. — Tidak ada sitasi (kalimat analisis penulis) — � Sumber: Tidak memerlukan sitasi tambahan karena merupakan kesimpulan atas data yang sudah dikutip sebelumnya di Tabel 1.2. � Fungsi: Kalimat transisi analitis. Tidak perlu ditambahkan sitasi baru. ⚠ Cari manual di Google Scholar Blok Sebelum Tabel 1.3 (Komposisi Generasi) [3a] Marker sitasi: (BPS, 2020)(BPS, 2020) ➤Dua kali BPS 2020 berurutan sebelum Tabel 1.3. � Sitasi: Kemungkinan menandai kalimat tentang Sensus Penduduk 2020 sebagai sumber komposisi generasi. Perlu dicek apakah ini typo atau memang dua kalimat berbeda. (BPS, 2020) | (BPS, 2020) [3b] Sumber Tabel 1.3 & Gambar 1.2 (catatan kaki): "Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS). � Sitasi: (2021). Jumlah penduduk menurut wilayah, klasifikasi generasi, dan jenis kelamin – Indonesia. Sensus Penduduk 2020." ➤Seluruh angka komposisi generasi pada Tabel 1.3 (Gen Z 74,93 juta / 27,94%, dll.) bersumber dari sini. BPS (2021) — Sensus Penduduk 2020 � Sumber: BPS SP2020 — kemungkinan merujuk BPS (2021) Tabel komposisi generasi dari Sensus 2020 � Fungsi: Menandai kalimat yang mendeskripsikan komposisi penduduk berdasarkan Sensus 2020. Perhatian: tahun '2020' kemungkinan adalah tahun sensus bukan tahun publikasi; publikasi BPS terbit 2021. � Link: Buka sumber ↗ Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) Detail Referensi & Link Akses � Sumber: BPS (2021). Tabel SP2020 komposisi generasi. https://sensus.bps.go.id/topik/tabular/sp2020/2/0/0 � Fungsi: Sumber primer seluruh data komposisi generasi Tabel 1.3 dan Gambar 1.2. � Link: Buka sumber ↗ [3c] Marker sesudah Gambar 1.2: (BPS, 2020)(BPS, 2025) ➤Dua sitasi ini menandai kalimat � Sitasi: setelah Gambar 1.2 yang membahas data demografi terkini (BPS 2025) dan data sensus (BPS 2020/2021). (BPS, 2020) | (BPS, 2025) � Sumber: BPS SP2020 (tabel generasi) + BPS (2025) Statistik Indonesia 2025 � Fungsi: Menghubungkan data historis SP2020 dengan proyeksi terkini BPS 2025 sebagai konteks transisi ke pembahasan justifikasi subjek penelitian. � Link: Buka sumber ↗ Paragraf Justifikasi Pemilihan Generasi Z [4a] "Pertama, dari perspektif demografis, Generasi Z yang lahir antara 1997 hingga 2012 � Sitasi: merupakan kohort generasi terbesar di Indonesia, mencakup 27,94% dari total populasi atau sekitar 74,93 juta jiwa berdasarkan Sensus Penduduk 2020 (BPS, 2021)." ➤Sitasi muncul di akhir kalimat setelah angka 74,93 juta jiwa. (BPS, 2021) [4b] "Ketiga, secara akademis, kajian kuantitatif-inferensial mengenai perilaku pembelian � Sitasi: kosmetik halal yang secara khusus menyasar segmen Generasi Z masih sangat terbatas (Hanafiah et al., 2023), sehingga menghasilkan celah penelitian yang nyata dan relevan untuk diisi." ➤ Sitasi di tengah kalimat, setelah kata ‘terbatas’. (Hanafiah et al., 2023) � Sumber: BPS (2021). Tabel SP2020 komposisi generasi. https://sensus.bps.go.id/topik/tabular/sp2020/2/0/0 � Fungsi: Membuktikan angka 74,93 juta jiwa dan 27,94% yang diklaim. Sitasi HARUS muncul tepat setelah angka tersebut. � Link: Buka sumber ↗ � Sumber: Hanafiah et al. (2023). Jurnal Manajemen Teknologi, 22(3). DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.5 � Fungsi: Sebagai bukti empiris bahwa kajian kuantitatif Gen Z pada kosmetik halal masih langka — mendukung justifikasi celah penelitian. � Link: Buka sumber ↗ Paragraf Spesifikasi pada Segmen Muslimah [5a] "Dari sisi gender, kosmetik merupakan produk yang secara dominan dikonsumsi perempuan, � Sitasi: sebagaimana dikonfirmasi oleh seluruh penelitian terdahulu dalam kajian ini (Nadhiro et al., 2023; Mansyuroh, 2020)." ➤Sitasi di akhir kalimat, mengkonfirmasi klaim dominasi perempuan sebagai konsumen kosmetik. (Nadhiro et al., 2023; Mansyuroh, 2020) Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) Detail Referensi & Link Akses � Sumber: Nadhiro, Salim & Athia (2023). Jurnal Riset Manajemen, 12(02) + Mansyuroh (2020). Proceeding Antasari Int'l Conference � Fungsi: Dua penelitian dikutip bersama sebagai bukti bahwa kosmetik adalah produk yang dominan dikonsumsi perempuan. ⚠ Cari manual di Google Scholar Paragraf Analisis Setelah Tabel 1.4 (Data Muslimah SP2010) [6a] "Dengan mempertimbangkan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,09% per tahun (BPS, � Sitasi: 2025) selama satu dekade, jumlah Muslimah Indonesia pada tahun 2024 diproyeksikan telah melampaui angka 115 juta jiwa." ➤Sitasi muncul tepat setelah angka 1,09% dalam kalimat. (BPS, 2025) [6b] "...dan merupakan segmen konsumen kosmetik halal yang paling aktif dan berkembang � Sitasi: (BPS, 2021; Hanafiah et al., 2023)." ➤Sitasi ganda di akhir kalimat tentang karakteristik homogen Muslimah Gen Z. � Sumber: BPS (2025). Tabel statistik online: Jumlah penduduk pertengahan tahun. � Fungsi: Sumber angka laju pertumbuhan 1,09%/tahun yang digunakan untuk memproyeksikan jumlah Muslimah 2024. � Link: Buka sumber ↗ (BPS, 2021; Hanafiah et al., 2023) � Sumber: BPS (2021) SP2020 komposisi generasi + Hanafiah et al. (2023) Jurnal Manajemen Teknologi � Fungsi: Dua sumber dikutip bersama: BPS membuktikan ukuran segmen, Hanafiah membuktikan aktivitas konsumsi kosmetik halal segmen ini. � Link: Buka sumber ↗ [6c] "Pendekatan pemilihan sub-populasi yang homogen ini selaras dengan prinsip metodologis � Sitasi: penelitian kuantitatif yang direkomendasikan oleh Sekaran dan Bougie (2019) guna memastikan validitas internal dan eksternal temuan penelitian." ➤Sitasi sebagai nama penulis dalam kalimat (author-date in-text), bukan di akhir kalimat. Sekaran dan Bougie (2019) � Sumber: Sekaran, U. & Bougie, R. (2019). Research Methods for Business (8th ed.). Wiley. � Fungsi: Justifikasi metodologis pemilihan sub-populasi homogen. Dikutip sebagai otoritas metodologi riset bisnis. ⚠ Cari manual di Google Scholar SUB-BAB 1.1.1 – FENOMENA DAN MASALAH PENELITIAN [7a] "Industri kosmetik halal di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam � Sitasi: beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 (DinarStandard, 2025) [dilanjutkan dengan gambar/data SGIE...] Hal ini menciptakan kekhawatiran di masyarakat dan menguji sejauh mana pengetahuan halal konsumen mampu (DinarStandard, 2025) � Sumber: DinarStandard (2025). State of the Global Islamic Economy Report 2024/25 (11th ed.). Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) Detail Referensi & Link Akses membedakan produk yang benar-benar aman dan sesuai syariah." ➤Sitasi muncul tepat setelah penyebutan nama laporan SGIE, di tengah kalimat. � Fungsi: Laporan SGIE sebagai sumber utama data ekonomi Islam global, termasuk posisi dan pertumbuhan industri kosmetik halal Indonesia. � Link: Buka sumber ↗ [7b] Marker sitasi block: (Ramadhian & Dewi, 2024)(Agustina & Musyafa’, 2025)(Fitriyani, � Sitasi: 2021)(Mansyuroh, 2024)(Suryani et al., 2022) ➤Lima sitasi berurutan. Menandai satu atau beberapa kalimat tentang kekhawatiran konsumen, fenomena produk kosmetik berbahaya, dan konteks persaingan. Kalimat-kalimat ini tampaknya terpotong dalam file konversi. (Ramadhian & Dewi, 2024) (Agustina & Musyafa’, 2025) (Fitriyani, 2021) (Mansyuroh, 2024) (Suryani et al., 2022) � Sumber: Lima sumber berbeda — lihat detail di Panduan Rekap Sitasi sebelumnya � Fungsi: Blok lima sitasi ini mendukung klaim tentang: kekhawatiran konsumen terhadap produk berbahaya, pergeseran gaya hidup halal, dan konteks persaingan merek kosmetik halal. � Link: Buka sumber ↗ [7c] "Dalam konteks persaingan merek, Wardah selaku pionir kosmetik halal di Indonesia � Sitasi: menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif. Pergeseran gaya hidup konsumen ke arah halal lifestyle (Agustina & Musyafa’, 2025)(Nadhiro et al., 2023)" ➤Dua sitasi di akhir kalimat tentang pergeseran halal lifestyle. Kalimat terlihat belum selesai dalam file (kemungkinan ada lanjutannya). (Agustina & Musyafa’, 2025) (Nadhiro et al., 2023) � Sumber: Agustina & Musyafa’ (2025) [cari manual] + Nadhiro, Salim & Athia (2023). Jurnal Riset Manajemen � Fungsi: Dua sumber dikutip untuk mendukung klaim pergeseran konsumen ke halal lifestyle dan dampaknya pada persaingan merek. ⚠ Cari manual di Google Scholar Paragraf Pemilihan Wardah sebagai Objek Penelitian [8a] "Pertama, Wardah merupakan merek kosmetik pertama di Indonesia yang memperoleh � Sitasi: sertifikasi halal dari LPPOM MUI, sehingga menjadikannya merek yang paling representatif untuk mengkaji variabel pengetahuan halal dan persepsi merek halal (PT Paragon Technology and Innovation, 2025)." ➤Sitasi di akhir kalimat setelah kata ‘halal’. (PT Paragon Technology and Innovation, 2025) [8b] "Kedua, berdasarkan survei Populix (2022), Wardah adalah merek kosmetik lokal yang � Sitasi: paling banyak digunakan konsumen Indonesia dengan preferensi sebesar 48% responden, jauh melampaui merek lokal lainnya." ➤Sitasi muncul sebagai bagian dari kalimat: ‘berdasarkan survei Populix (2022)’. Populix (2022) � Sumber: PT Paragon Technology and Innovation (2025). Tentang Wardah: Sejarah dan profil merek. https://www.wardahbeauty.com/id/about � Fungsi: Membuktikan klaim bahwa Wardah adalah merek kosmetik pertama bersertifikat halal LPPOM MUI di Indonesia. � Link: Buka sumber ↗ � Sumber: Populix (2022). Survei preferensi merek kosmetik lokal Indonesia. [Belum ada entri di daftar referensi — PERLU DITAMBAHKAN] Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) Detail Referensi & Link Akses � Fungsi: Data preferensi konsumen 48% terhadap Wardah. PERHATIAN: sumber ini belum tercantum dalam daftar referensi proposal — harus ditambahkan. ⚠ Cari manual di Google Scholar [8c] "Ketiga, pada Juni 2024, Wardah memimpin pasar lipstik lokal dengan pangsa pasar tertinggi sebesar 10,5% berdasarkan data platform e-commerce Compas (2024)." ➤Sitasi muncul di akhir kalimat: ‘Compas (2024)’. � Sitasi: Compas (2024) � Sumber: Compas (2024). Data platform e-commerce — pangsa pasar lipstik. [Belum ada entri di daftar referensi — PERLU DITAMBAHKAN] � Fungsi: Data pangsa pasar lipstik Wardah 10,5% di e-commerce Juni 2024. PERHATIAN: sumber ini belum tercantum di daftar referensi proposal. ⚠ Cari manual di Google Scholar [8d] "Keempat, meskipun Wardah meraih posisi pertama dalam Top 10 Beauty Brands in � Sitasi: Southeast Asia 2024 dengan skor 64,25% (Keegan, 2024), indeks TBI sub-kategori lipstik Wardah di pasar domestik justru menunjukkan tren penurunan yang konsisten selama periode 2022–2024." ➤Sitasi di tengah kalimat, setelah angka 64,25%. (Keegan, 2024) [8e] Marker sitasi block: (PT Paragon Technology and Innovation, 2025)(Keegan, � Sitasi: 2024)(Oktaviani & Marliani, 2025) ➤Tiga sitasi berurutan sesudah paragraf pemilihan Wardah. Kemungkinan menandai kalimat lanjutan tentang data merek Wardah yang belum tampil lengkap di file. � Sumber: Campaign Asia & Milieu Insight (2024). Top 10 Beauty Brands in Southeast Asia 2024. https://www.campaignasia.com/article/top-10-beauty-brands-insoutheast-asia/498066 � Fungsi: Membuktikan Wardah sebagai #1 Beauty Brand di Asia Tenggara 2024. Kontradiksi dengan penurunan TBI domestik menjadi inti research problem. � Link: Buka sumber ↗ (PT Paragon, 2025) (Keegan, 2024) (Oktaviani & Marliani, 2025) � Sumber: PT Paragon (2025) + Campaign Asia (2024) + Oktaviani & Marliani (2025) [data TBI terverifikasi] � Fungsi: Tiga sumber dikutip bersama untuk mendukung klaim tentang posisi dan kinerja merek Wardah dari berbagai perspektif. � Link: Buka sumber ↗ Sumber Tabel 1.5 dan Paragraf Analisis TBI [9a] Catatan kaki Tabel 1.5: "*Data 2021 merupakan estimasi visual dari grafik Top Brand � Sitasi: Award. Data 2022–2024 terverifikasi (Oktaviani & Marliani, 2025). ↓ Turun; ↑ Naik; → Stabil.*" ➤Sitasi di dalam catatan kaki tabel. (Oktaviani & Marliani, 2025) � Sumber: Oktaviani & Marliani (2025). Jurnal [detail lengkap perlu dilengkapi]. Data TBI 2022–2024. Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) Detail Referensi & Link Akses � Fungsi: Memverifikasi bahwa data TBI 2022–2024 bukan hanya estimasi visual tetapi sudah terverifikasi oleh penelitian akademik. ⚠ Cari manual di Google Scholar [9b] Sumber utama Tabel 1.5 (catatan kaki bawah tabel): "Sumber: Top Brand Award – Frontier Research Indonesia (2022–2025). Top Brand Index Fase I: Sub-Kategori Blush On." ➤Sumber semua data angka TBI di tabel. � Sitasi: Top Brand Award – Frontier Research Indonesia (2021– 2025) � Sumber: Top Brand Award. https://www.topbrandaward.com/top-brand-index/ + Komparasi: https://www.topbrandaward.com/komparasi_brand/ � Fungsi: Sumber primer seluruh data TBI Wardah, Maybelline, Viva, dan Revlon pada Tabel 1.5. � Link: Buka sumber ↗ [9c] "...Pola penurunan yang konsisten di ketiga sub-kategori ini secara empiris menunjukkan � Sitasi: terjadinya erosi persepsi merek Wardah di kalangan konsumen...dan inilah yang menjadi inti masalah yang hendak diteliti dalam penelitian ini (Top Brand Award, 2021; 2022; 2023; 2024; 2025)." ➤Sitasi multi-tahun di akhir paragraf analisis pertama TBI. (Top Brand Award, 2021; 2022; 2023; 2024; 2025) [9d] "...serta sub-kategori blush on yang mencatatkan penurunan signifikan dari 29,0% (2021) � Sitasi: menjadi 14,5% (2023) meskipun sedikit pulih ke 18,0% pada 2025 (Top Brand Award, 2021; 2022; 2023; 2024; 2025), yang secara kolektif mengindikasikan erosi persepsi merek Wardah lintas kategori produk kosmetik." ➤Sitasi multi-tahun ke-2, muncul di tengah kalimat panjang paragraf analisis kedua. (Top Brand Award, 2021; 2022; 2023; 2024; 2025) � Sumber: Top Brand Award – Frontier Research Indonesia, data tahunan 2021–2025. � Fungsi: Sitasi penutup paragraf analisis yang menegaskan seluruh data TBI yang dibahas bersumber dari Top Brand Award. � Link: Buka sumber ↗ � Sumber: Top Brand Award – Frontier Research Indonesia, data tahunan 2021–2025. � Fungsi: Sitasi kedua untuk mempertegas data angka blush on yang disebutkan dalam paragraf analisis. � Link: Buka sumber ↗ SUB-BAB 1.1.2 – RESEARCH GAP [10a] "Pertama, sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada kajian niat beli (purchase � Sitasi: intention) secara umum tanpa mengukur keputusan pembelian aktual pada merek yang spesifik (Sudarsono et al., 2024)." ➤Sitasi di akhir kalimat sebagai bukti gap pertama. (Sudarsono et al., 2024) � Sumber: Sudarsono et al. (2024). Innovative Marketing, 20(4), 13–24. DOI: 10.21511/im.20(4).2024.02 � Fungsi: Penelitian Sudarsono dijadikan gap: fokusnya pada purchase intention, bukan keputusan pembelian aktual pada merek spesifik. � Link: Buka sumber ↗ Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) Detail Referensi & Link Akses [10b] "Kedua, studi yang menguji secara simultan pengaruh pengetahuan halal teknis dan persepsi � Sitasi: merek modern khususnya pada merek Wardah dengan segmen Generasi Z Muslimah sebagai subjek masih sangat terbatas (Maulani et al., 2022)." ➤Sitasi di akhir kalimat sebagai bukti gap kedua. (Maulani et al., 2022) [10c] "Nadhiro et al. (2023) memang telah menguji pengaruh persepsi label halal dan brand image � Sitasi: terhadap keputusan pembelian Wardah, namun tidak secara spesifik menyasar segmen Generasi Z Muslimah dengan pendekatan kuantitatif yang komprehensif." ➤Sitasi sebagai subject kalimat (nama penulis di awal), bukan di akhir. Nadhiro et al. (2023) [10d] "Ketiga, kajian perilaku konsumsi kosmetik halal pada segmen Generasi Z masih � Sitasi: didominasi studi deskriptif yang kurang mengeksplorasi interaksi antarvariabel melalui uji statistik inferensial (Hanafiah et al., 2023)." ➤Sitasi di akhir kalimat sebagai bukti gap ketiga. (Hanafiah et al., 2023) � Sumber: Maulani, Nuryakin & Hidayah (2022). Etikonomi: Jurnal Ekonomi, 21(2). DOI: 10.15408/etk.v21i2.24131 � Fungsi: Studi Maulani diangkat sebagai pembanding: sudah mengkaji halal cosmetics tetapi belum simultan dan belum pada Gen Z Muslimah. � Link: Buka sumber ↗ � Sumber: Nadhiro, Salim & Athia (2023). Jurnal Riset Manajemen, 12(02), 221–232. � Fungsi: Dikritisi sebagai penelitian yang relevan tapi belum menyasar Gen Z Muslimah secara spesifik. ⚠ Cari manual di Google Scholar � Sumber: Hanafiah et al. (2023). Jurnal Manajemen Teknologi, 22(3). DOI: 10.12695/jmt.2023.22.3.5 � Fungsi: Digunakan ketiga kalinya: kini sebagai bukti bahwa kajian Gen Z pada kosmetik halal masih didominasi studi deskriptif. � Link: Buka sumber ↗ SUB-BAB 1.1.3 – URGENSI PENELITIAN [11a] "Secara praktis, temuan ini dapat menjadi basis ilmiah bagi PT Paragon Technology and � Sitasi: Innovation dalam menyempurnakan strategi komunikasi pemasaran kepada segmen Generasi Z (Suryani et al., 2022)." ➤Sitasi di akhir kalimat sebagai dukungan akademik relevansi praktis. (Suryani et al., 2022) [11b] "...sejalan dengan kewajiban sertifikasi halal kosmetik yang mulai diberlakukan tahun 2026 � Sitasi: berdasarkan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal jo. PP No. 39 Tahun 2021 (UU No. 33 Tahun 2014; PP No. 39 Tahun 2021)." ➤Sitasi regulasi ganda di akhir kalimat. (UU No. 33 Tahun 2014; PP No. 39 Tahun 2021) � Sumber: Suryani et al. (2022). Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 14(1). DOI: 10.15408/aiq.v14i1.23361 � Fungsi: Dikutip ketiga kalinya: sebagai justifikasi bahwa temuan penelitian berguna secara praktis bagi strategi pemasaran Paragon. � Link: Buka sumber ↗ � Sumber: UU No. 33/2014 (peraturan.bpk.go.id) + PP No. 39/2021 (peraturan.bpk.go.id) Kalimat dalam Proposal (teks asli + letak sitasi yang benar) Detail Referensi & Link Akses � Fungsi: Dua regulasi dikutip bersama sebagai dasar hukum kewajiban sertifikasi halal kosmetik 2026. � Link: Buka sumber ↗ RINGKASAN: STATUS SETIAP SITASI DALAM PROPOSAL Total sitasi teridentifikasi: 32 kemunculan dari 18 sumber unik (termasuk 2 sumber tanpa entri referensi). ✅ Sitasi lengkap & ada link (klik ‘Buka sumber ↗ ’): No. 1a, 1b, 2c, 3b, 4a, 4b, 6a, 6b, 7a, 8a, 8d, 9b, 9c, 9d, 10a, 10b, 10d, 11a, 11b ⚠️ Perlu dicari manual di Google Scholar: No. 5a, 6c, 7c, 10c � BELUM ADA ENTRI REFERENSI (harus ditambahkan ke daftar pustaka): No. 8b (Populix 2022) dan No. 8c (Compas 2024) ⚠️ Marker sitasi block (kalimat asli tidak tampil lengkap di file — terpotong saat konversi): No. 1a, 2a, 2b, 3a, 3c, 7b, 8e
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )