Organizational Challenge in Tech Company Organizational Challenge in Tech Company Cyberstar adalah perusahaan yang menyediakan layanan telekomunikasi bagi berbagai industri. Berkat reputasinya yang baik, semakin banyak klien mempercayakan layanan mereka kepada Cyberstar. Di perusahaan ini, tim proyek ditentukan oleh manajemen tingkat atas, yang terdiri atas senior vice president, vice president, dan assistant vice president. Ketiganya membawahkan manajer proyek dan para anggota proyek. Tim proyek dibentuk berdasarkan industri klien, bukan berdasarkan produk yang dikembangkan. Misalnya, terdapat tim yang menangani sektor logistik, rantai pasok, finansial, dan lainnya. Setiap proyek melibatkan beberapa anggota dari tim product development, pre-sales, dan sales. Saat ini, seorang karyawan dapat menangani hingga 5 proyek dengan nilai antara 500 juta hingga 1 miliar rupiah per proyek, masing-masing dengan produk yang berbeda. Beban tanggung jawab yang besar dalam memahami dan menguasai berbagai produk membuat karyawan merasa kewalahan. Dengan keterbatasan yang ada, mereka hanya mampu memahami produk secara umum, sehingga proyek tidak dapat berjalan secara optimal. Pertanyaan: 1. Apa struktur organisasi yang diterapkan di Cyberstar saat ini, dan bagaimana keterkaitannya dengan teori institusional atau action perspective? 2. Bagaimana Cyberstar dapat mengurangi dampak negatif dari pembagian kerja (division of labour) dalam struktur ini? 3. Apakah span of control di Cyberstar berpotensi menimbulkan masalah? Jika ya, bagaimana cara mengurangi kemungkinan terjadinya masalah tersebut? 4. Menurut Anda, struktur organisasi seperti apa yang lebih sesuai untuk Cyberstar? Jelaskan alasan dan pertimbangannya. 1. Apa struktur organisasi yang diterapkan di Cyberstar saat ini, dan bagaimana keterkaitannya dengan teori institusional atau action perspective? Gambar 1.1. Struktur Organisasi Cyberstar Struktur organisasi yang diterapkan oleh Cyberstar adalah matriks. Struktur organisasi ini menugaskan spesialis dari departemen fungsional yang berbeda untuk mengerjakan satu atau lebih proyek (Robbins, Stephen P & Coulter, Mary A, 2017). Berdasarkan struktur hierarki perusahaan Cyberstar, terdapat rantai komando yang mengatur bagaimana karyawan melapor ke atasannya. Dalam struktur ini, terdapat manajemen tingkat atas (senior vice president, vice president, assistant vice president) yang membawahi manajer proyek dan anggota tim proyek, untuk setiap proyek melibatkan beberapa anggota dari tim product development, pre-sales, dan sales. Pada kasus ini, terdapat juga karyawan yang dapat menangani hingga 5 proyek, hal tersebut merupakan konsekuensi langsung dari desain organisasi yang mengandalkan rantai komando ganda. Dalam struktur ini, tim proyek dibentuk berdasarkan industri klien, bukan berdasarkan produk yang dikembangkan, sehingga karyawan yang memiliki keahlian di bidang tertentu sering kali ditugaskan ke beberapa proyek berbeda. Apabila struktur perusahaan tersebut dikaitkan dengan teori institusional maka strukturnya tidak bergantung pada individu ataupun tindakan individu yang ada di dalamnya. Sehingga, fokusnya hanya pada fungsi organisasi secara keseluruhan. Perusahaan Cyberstar sendiri sudah memiliki struktur organisasi yang ditetapkan yaitu terdiri dari manajemen tingkat atas, manajer proyek, dan anggota tim proyek. Selain itu, Cyberstar menyediakan kebutuhan bagi berbagai industri, dan tim proyek yang dibentuk berdasarkan industri klien. Hal tersebut menunjukkan bahwa bentuk organisasi ini juga dipengaruhi oleh lingkungan (Organisations as environments). Di sisi lain, Action perspective menyoroti peran individu dan interaksi mereka dalam membentuk struktur organisasi sehingga gambaran organisasi menjadi subjektif, berbeda untuk setiap individu. Hal tersebut tercermin dari beban dan tanggung jawab masing-masing individu dalam memahami dan menguasai setiap proyek. Selain itu, organisasi dibangun berdasarkan pengetahuan yang dimiliki dan digunakan oleh para pekerjanya dalam menjalankan tugas mereka (Garfinkel, n.d). Dalam konteks Cyberstar, karyawan harus menangani beberapa proyek dengan produk yang berbeda, sementara waktu dan sumber daya mereka terbatas. Akibatnya, mereka hanya dapat memahami produk secara umum, yang dapat menghambat proyek. Jika pengetahuan ini tidak dikelola dengan baik, maka perusahaan akan menghadapi kesulitan dalam memastikan keberlanjutan dan efisiensi proyek. Oleh karena itu, Cyberstar perlu mengelola pengetahuan secara lebih terstruktur dan pembagian kerja yang efektif memastikan bahwa setiap individu memiliki tugas spesifik (Rana, M. M. 2024). 2. Bagaimana Cyberstar dapat mengurangi dampak negatif dari pembagian kerja (division of labour) dalam struktur ini? Saat ini, Cyberstar menghadapi tantangan dalam pembagian kerja (division of labour) karena struktur organisasi matriks berbasis industri yang menyebabkan seorang karyawan dapat menangani hingga 5 proyek masing-masing dengan produk yang berbeda. Hal ini menyebabkan kelelahan dan kurangnya pemahaman mendalam terhadap produk. Untuk mengurangi dampak negatifnya, Cyberstar dapat menerapkan prinsip spesialisasi dan optimalisasi tugas dengan mempertimbangkan prinsip manajemen Henri Fayol: 1. Optimalisasi Pembagian Kerja Rana, M. M. (2024) menjelaskan bahwa pembagian kerja yang efektif memastikan bahwa setiap individu memiliki tugas spesifik, sehingga mereka dapat memahami tanggung jawabnya dengan jelas dan dapat bekerja sama secara lebih efektif dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, Cyberstar sebaiknya memberi lebih banyak wewenang kepada manajer proyek untuk mengatur pembagian tugas yang strategis dalam tim proyek. Kemudian para manajer proyek dapat membentuk sub-tim berdasarkan produk dalam tiap sektor industri, mengalokasikan proyek sesuai dengan keahlian dan pengalaman karyawan terhadap produk tertentu, juga memastikan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab yang lebih fokus sehingga pemahaman terhadap produk lebih mendalam. 2. Spesialisasi untuk Meningkatkan Efisiensi Henri Fayol percaya bahwa spesialisasi kerja dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, akurasi, dan kecepatan kerja (BYJU'S, n.d.). Dengan membatasi jumlah produk yang harus dipahami oleh satu karyawan menjadi lebih sedikit sekitar 2-3 proyek, Cyberstar dapat meningkatkan kualitas pekerjaan serta mempercepat proses penyelesaian proyek. Selain itu, dengan mengalokasikan tugas kepada individu yang memiliki keahlian spesifik, spesialisasi dan penguasaan terhadap bidang tertentu dapat berkembang, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pekerjaan. 3. Peningkatan Koordinasi dan Kolaborasi Antar Tim Untuk mendukung kerja tim yang lebih efisien, Cyberstar dapat menerapkan sistem dokumentasi untuk setiap progres bersama agar setiap anggota tim memiliki akses cepat terhadap informasi produk. Juga menyediakan platform komunikasi internal antar karyawan agar setiap anggota dapat dengan mudah berkolaborasi dan berbagi pemahaman tentang produk terkait. 3. Apakah span of control di Cyberstar berpotensi menimbulkan masalah? Jika ya, bagaimana cara mengurangi kemungkinan terjadinya masalah tersebut? Ya, span of control di Cyberstar berpotensi menimbulkan masalah. Cyberstar memiliki masalah karena span of control yang tidak seimbang. Berdasarkan struktur organisasi Cyberstar pada gambar 1.1., perusahaan ini memiliki jenis span of control yang berbeda di tingkat manajemen atas dan tingkat operasional. 1. Tingkat Manajemen Atas Tingkat manajemen atas (senior vice president, vice president, dan assistant vice president) memiliki span of control yang sempit (narrow span of control). Hal ini terlihat dari banyaknya lapisan hierarki pada tingkat ini. Meskipun struktur ini memungkinkan pengawasan yang lebih terfokus, menurut Dave Kim (2023), banyaknya lapisan hierarki berpotensi memperlambat proses pengambilan keputusan. Padahal, tingkat manajemen atas memegang peran penting dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Keputusan yang lambat dapat berdampak negatif pada tingkat responsif perusahaan terhadap dinamika pasar atau kebutuhan proyek. 2. Tingkat Operasional Tingkat operasional (project manager dan anggota proyek) memiliki span of control yang lebar (wide span of control). Ini ditunjukkan oleh sedikitnya lapisan hierarki di tingkat ini. Project Manager harus mengawasi banyak anggota proyek dari berbagai tim (Product Development, Pre-Sales, dan Sales). Dengan jumlah anggota yang besar dan tim yang beragam, kontrol terhadap setiap individu menjadi sulit untuk dilakukan. Selain itu, setiap anggota proyek menangani hingga lima proyek dengan produk berbeda sekaligus yang harus dilaporkan kepada project manager yang berbeda-beda. Kondisi ini meningkatkan risiko miskomunikasi karena melibatkan banyak atasan, kurangnya bimbingan dan dukungan dari project manager, serta kontribusi yang kurang optimal akibat fokus yang terbagi ke banyak proyek. Untuk mengurangi permasalahan yang terjadi akibat perbedaan span of control ini, Cyberstar dapat menerapkan langkah-langkah berikut: 1. Mengurangi lapisan hierarki di tingkat manajemen atas dengan menggabungkan posisi yang tidak terlalu krusial, seperti Assistant Vice President dengan Vice President. Hal ini akan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan mempersingkat jalur komunikasi. 2. Memberikan lebih banyak wewenang ke tingkat operasional untuk keputusan-keputusan teknis. Hal ini memungkinkan manajemen atas fokus pada pengambilan keputusan strategis, sementara tingkat operasional dapat bertindak lebih cepat dan efisien. 3. Menggunakan project management tools. Menurut Dee Project Manager, implementasi software seperti Trello, Jira, atau Microsoft Project dapat membantu project manager dan anggota proyek untuk memantau kemajuan proyek secara real-time. Tools ini juga memudahkan pelaporan, alokasi tugas, dan pemantauan deadline sehingga mengurangi risiko miskomunikasi. 4. Mengurangi beban proyek setiap karyawan menjadi 2-3 proyek saja. Dengan demikian, karyawan dapat lebih fokus mendalami produk yang mereka tangani, meningkatkan produktivitas dan kualitas kontribusi. 5. Menambahkan manajer fungsional, yaitu menambahkan manager khusus untuk masing-masing fungsi, seperti Manager Product Development, Manager Pre-Sales, dan Manager Sales. Manajer fungsional ini akan bertanggung jawab untuk mendampingi anggota tim di setiap proyek, sehingga bimbingan dan dukungan lebih terarah. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, Cyberstar dapat mengoptimalkan pengelolaan proyek dan meningkatkan efisiensi organisasi, baik di tingkat manajemen atas maupun tingkat operasional. 4. Menurut Anda, struktur organisasi seperti apa yang lebih sesuai untuk Cyberstar? Jelaskan alasan dan pertimbangannya. Struktur organisasi yang sesuai untuk perusahaan Cyberstar adalah struktur matriks. Karena, struktur matriks memiliki keunggulan, yaitu fleksibel dalam mengelola banyak proyek sekaligus, serta tidak menurunkan kualitas maupun kuantitas dari keahlian spesifik di setiap departemen. Saat ini, perusahaan Cyberstar sudah menggunakan struktur matriks. Namun, perusahaan dihadapi tantangan dalam menangani banyak proyek sekaligus. Hal ini menyebabkan pekerjaan menjadi tidak efisien, serta kurangnya kontrol dan dukungan dari project manager. Sehingga, karyawan merasa kewalahan yang menyebabkan proyek tidak berjalan dengan optimal. Maka dari itu, perlu dilakukan beberapa penyesuaian dari struktur matriks sebelumnya, yaitu dengan menambahkan manajer fungsional (Product Development Manager, Pre-Sales Manager, dan Sales Manager) dan mengurangi lapisan dalam manajemen tingkat atas dengan mengintegrasikan fungsi Assistant Vice President dan Vice President. Perubahan struktur organisasi yang lebih sesuai untuk Cyberstar dapat dilihat dari struktur organisasi matriks yang dimodifikasi berikut: Gambar 1.2. Struktur Organisasi Cyberstar Setelah Perubahan Berikut ini adalah alasan dan pertimbangan terhadap perusahaan Cyberstar dalam menentukan struktur organisasi yang cocok tersebut: 1. Fleksibilitas Pada saat ini, perusahaan Cyberstar menangani banyak proyek dengan nilai yang besar dan produk yang berbeda-beda. Struktur matriks sangat cocok untuk perusahaan karena fleksibilitasnya, yaitu dengan mengalokasikan karyawan ke beberapa proyek sekaligus tanpa harus mengubah struktur organisasi secara keseluruhan. Selain itu, Karyawan dapat bekerja pada beberapa proyek sambil tetap mendapatkan dukungan dari manajer fungsional mereka. Ini akan membantu mengurangi beban kerja karyawan dan memastikan bahwa setiap proyek mendapatkan perhatian yang cukup. 2. Kolaborasi yang Lebih Baik Dalam struktur matriks, selain karyawan dapat memanfaatkan keahlian spesifik dari departemen fungsional mereka, seperti product development, pre-sales, dan sales, karyawan juga tetap terlibat dalam proyek-proyek yang membutuhkan pendekatan lintas fungsi dalam proyek-proyek yang berbeda. Kolaborasi ini akan membantu karyawan untuk lebih memahami produk secara mendalam, karena mereka dapat berinteraksi dengan ahli dari departemen lain yang memiliki pengetahuan mendalam tentang produk tertentu. Dengan demikian, proyek dapat berjalan lebih optimal. 3. Efisiensi Struktur matriks memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya manusia secara lebih efisien. Karyawan dapat dipindahkan antar proyek sesuai dengan kebutuhan, tanpa harus mengubah struktur organisasi secara keseluruhan. Ini sangat penting bagi Cyberstar, yang memiliki keterbatasan sumber daya namun harus menangani banyak proyek dengan nilai yang besar. Selain itu, modifikasi dengan mengurangi lapisan hierarki di manajemen tingkat atas membuat pengambilan keputusan menjadi lebih efisien. 4. Koordinasi Antar Tim Dalam struktur matriks yang dimodifikasi, koordinasi antara tim proyek dan departemen fungsional dapat dilakukan dengan lebih baik. Manajer proyek dapat fokus pada pencapaian tujuan proyek, sementara manajer fungsional dapat memastikan bahwa karyawan mereka memiliki keahlian yang diperlukan untuk mendukung proyek tersebut. Hal ini akan mengurangi kebingungan dan tumpang tindih tanggung jawab yang mungkin terjadi dalam struktur saat ini. 5. Mengurangi Beban Karyawan Dengan struktur matriks, karyawan tidak perlu menanggung beban penuh untuk memahami semua produk secara mendalam. Mereka dapat mengandalkan dukungan dari tim fungsional yang memiliki keahlian spesifik, sehingga mereka dapat fokus pada aspek proyek yang paling relevan dengan keahlian mereka. Ini akan mengurangi tekanan pada karyawan dan meningkatkan kualitas hasil proyek. Dari lima alasan dan pertimbangan yang dijelaskan, struktur matriks yang dimodifikasi adalah struktur yang paling sesuai untuk perusahaan Cyberstar. Karena, struktur tersebut memiliki kelebihan fleksibilitas, efisiensi, kolaborasi dan koordinasi antar tim yang lebih baik. Selain itu, struktur matriks juga memfokuskan karyawan pada aspek yang paling relevan dan karyawan juga mendapatkan dukungan dari tim fungsional sehingga mengurangi tekanan pada karyawan. Dengan struktur ini, Cyberstar dapat mengurangi beban kerja karyawan, meningkatkan pemahaman produk, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang terbatas. Referensi Rana, M. M. (2024). Industry 4.0 and Fayol’s 14 Principles of Functional Management: Relevances, Emerging Practices and Consequences. Asian Journal of Economics, Business and Accounting, 24(7), 82–96. https://doi.org/10.9734/ajeba/2024/v24i71393 BYJU'S. (n.d.). Henri Fayol 14 principles of management. Retrieved from https://byjus.com/commerce/henri-fayol-14-principles-of-management/ Dee Project Manager. (2024). Project Management Communication Tools. https://deeprojectmanager.com/project-management-communication-tools David Kim. (2023). Excessive management layers: Unraveling its problems and exploring solutions. AgentNoon. https://blog.agentnoon.com/infinite-delegation#:~:text=Decreased%20efficiency%20and%20 innovation,hurting%20the%20company's%20bottom%20line Robbins, Stephen P & Coulter, Mary A. (2017). Management (14th edition). London : Pearson Education. Nathan Goldstein (2024). Matrix Organizational Structure: Meaning, Types and Benefits. https://www.togetherplatform.com/blog/what-is-matrix-organizational-structure-how-does-itimprove-collaboration
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )