PERANCANGAN LOW-PASS BUTTERWORTH FILTER ORDE 9 DENGAN GAIN PASSBAND 0 DB DAN FREKUENSI CUT-OFF 1 HZ Laporan ini ditujukan untuk memenuhi tugas besar Mata Kuliah Elektronika II Disusun Oleh : Kelompok Kelas EL 47 03 Anggota Kelompok : 1 2 Bustan Nabiel Maulana Muhammad Raka Sugiarto 101022300013 101022330047 FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG 2025/2026 DAFTAR ISI DAFTAR ISI................................................................................................................................... 2 DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................................... 3 DAFTAR TABEL ........................................................................................................................... 4 BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 5 1.1 Latar Belakang ...................................................................................................................... 5 1.2 Rangkaian Filter .................................................................................................................... 5 1.3 Model Perancangan ............................................................................................................... 6 1.4 Software yang Digunakan ..................................................................................................... 6 BAB II SIMULASI DAN PENGUJIAN ..................................................................................... 8 2.1 Skematik Rangkaian Filter .................................................................................................... 8 2.2 Pengujian............................................................................................................................... 8 2.3 Pengukuran ........................................................................................................................... 9 BAB III ANALISIS HASIL SIMULASI ................................................................................ 12 3.1 ANALISIS .......................................................................................................................... 12 3.2 HASIL SIMULASI ............................................................................................................. 12 BAB IV PENUTUP................................................................................................................. 14 4.1 Kesimpulan ......................................................................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 15 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Software Quartus........................................................................................................... 6 Gambar 2Rangkaian....................................................................................................................... 8 DAFTAR TABEL Tabel 1 Nilai 𝑄 Butterworth Orde-9 ............................................................................................... 9 Tabel 2 Nilai Akhir ....................................................................................................................... 11 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Filter merupakan rangkaian yang digunakan untuk melewatkan sinyal pada rentang frekuensi tertentu dan meredam frekuensi lainnya. Pada tugas ini dirancang sebuah filter low-pass Butterworth orde-9 dengan spesifikasi: Passband gain : 0 dB Cutoff frequency : 1 Hz High-frequency roll-off : −40 dB/decade (teorinya total mencapai −180 dB/decade untuk orde-9) Filter Butterworth dipilih karena memiliki respon paling datar di daerah passband (minim ripple), sehingga sinyal tidak mengalami distorsi amplitudo pada frekuensi kerja. Dalam sistem elektronika dan pemrosesan sinyal, keberadaan noise dan komponen frekuensi yang tidak diinginkan sering kali menurunkan kualitas sinyal utama. Oleh karena itu, filter menjadi salah satu blok fundamental yang hampir selalu digunakan, baik pada sistem komunikasi, instrumentasi, maupun sistem kontrol. Filter low-pass secara khusus berfungsi untuk meloloskan sinyal berfrekuensi rendah dan meredam sinyal berfrekuensi tinggi. Pada tugas besar Elektronika II ini dirancang sebuah filter low-pass Butterworth orde 9. Pemilihan respon Butterworth didasarkan pada karakteristiknya yang memiliki respon amplitudo paling datar (maximally flat) pada daerah passband, sehingga distorsi amplitudo sinyal dapat diminimalkan. Selain itu, penggunaan orde tinggi bertujuan untuk memperoleh kemiringan rolloff yang lebih tajam sehingga kemampuan selektivitas filter meningkat. Spesifikasi utama filter yang dirancang adalah gain passband sebesar 0 dB (unity gain) dan frekuensi cut-off 1 Hz. Dengan spesifikasi ini, filter diharapkan mampu mempertahankan amplitudo sinyal pada frekuensi rendah sekaligus meredam komponen frekuensi tinggi secara signifikan. 1.2 Rangkaian Filter Filter yang dirancang merupakan filter aktif berbasis op-amp yang direalisasikan menggunakan topologi Sallen-Key untuk orde dua (biquad) dan satu buah filter orde satu (RC) untuk melengkapi total orde menjadi sembilan. Pemilihan filter aktif dilakukan karena tidak memerlukan induktor, lebih mudah diimplementasikan, dan memiliki impedansi input yang tinggi serta impedansi output yang rendah. Rangkaian filter orde 9 ini dibentuk dari empat buah stage filter orde dua dan satu buah stage orde satu yang dihubungkan secara kaskade. Setiap stage berkontribusi terhadap karakteristik respon frekuensi total sehingga kesalahan desain pada satu stage akan mempengaruhi performa keseluruhan filter. 1.3 Model Perancangan Model perancangan filter yang digunakan adalah filter aktif orde tinggi yang direalisasikan dari beberapa stage filter orde dua dan satu. Setiap stage dirancang menggunakan prinsip dasar filter RC aktif dengan konfigurasi op-amp sebagai penguat dan pembentuk respon frekuensi. Frekuensi cut-off pada setiap stage ditentukan berdasarkan persamaan dasar filter RC: 𝑓 = 1 2𝜋𝑅𝐶 Untuk menyederhanakan proses desain dan meminimalkan variasi komponen, seluruh nilai kapasitor pada setiap stage diseragamkan sebesar 1 µF. Dengan demikian, penentuan frekuensi cut-off dan faktor kualitas (Q) setiap stage dilakukan dengan menyesuaikan nilai resistor. Pendekatan ini memudahkan analisis sekaligus mempermudah proses realisasi rangkaian. 1.4 Software yang Digunakan Proteus Design Suite (dikembangkan oleh Labcenter Electronics) adalah perangkat lunak Electronic Design Automation (EDA) yang digunakan secara luas untuk perancangan skematik, simulasi rangkaian, dan desain tata letak PCB (Printed Circuit Board). Software ini memiliki dua komponen utama, yaitu ISIS (Intelligent Schematic Input System) untuk menggambar skematik dan simulasi, serta ARES (Advanced Routing and Editing Software) untuk desain PCB. Dalam perancangan filter aktif ini, fitur yang dimanfaatkan adalah lingkungan simulasi ISIS yang mendukung simulasi SPICE (Simulation Program with Integrated Circuit Emphasis). Proteus memungkinkan pengguna untuk memodelkan komponen analog seperti Op-Amp TL074, resistor, dan kapasitor—serta melakukan analisis perilaku rangkaian secara real-time sebelum diimplementasikan ke perangkat keras fisik. Fitur kunci yang digunakan dalam tugas ini adalah Analisis Respon Frekuensi (Frequency Response Analysis). Fitur ini memungkinkan pengamatan karakteristik filter (seperti gain dan phase) dalam bentuk grafik Bode Plot untuk memverifikasi apakah rangkaian memenuhi spesifikasi frekuensi cut-off (𝑓 ) dan kemiringan roll-off yang diinginkan (-180 dB/decade untuk orde-9). Hal ini menjadikan Proteus alat yang vital untuk memvalidasi perhitungan teoritis terhadap hasil simulasi praktis. Gambar 1 Software Quartus BAB II SIMULASI DAN PENGUJIAN 2.1 Skematik Rangkaian Filter Skematik rangkaian filter terdiri dari empat buah rangkaian Sallen-Key orde dua dan satu rangkaian RC orde satu yang dihubungkan secara kaskade. Setiap stage menggunakan op-amp TL084 yang beroperasi pada konfigurasi unity gain. Penyusunan kaskade dilakukan secara berurutan dari stage dengan nilai Q terendah hingga tertinggi untuk menjaga stabilitas dan meminimalkan distorsi. Gambar 2 Rangkaian 2.2 Pengujian Pengujian rangkaian dilakukan dengan memberikan sinyal AC beramplitudo tetap sebesar 1 V pada input filter. Frekuensi sinyal kemudian divariasikan secara bertahap dari frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi. Tegangan output pada setiap frekuensi diamati dan dicatat untuk memperoleh karakteristik respon frekuensi filter. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi daerah passband, daerah transisi, dan daerah stopband. Meskipun tidak menggunakan fitur AC Sweep otomatis, metode pengujian ini tetap mampu memberikan gambaran karakteristik filter secara kualitatif dan kuantitatif. Inti Analisis Pengujian 1. Pengujian dilakukan dengan input AC amplitudo tetap (1 V) dan frekuensi divariasikan 2. Output diamati dalam bentuk grafik frekuensi vs amplitudo Dari grafik bisa diidentifikasi: Passband → amplitudo output tinggi Daerah transisi → amplitudo mulai turun Stopband → amplitudo teredam signifikan 3. Walaupun tidak memakai AC Sweep otomatis, metode ini tetap sah untuk: Membuktikan karakteristik filter Membandingkan teori dengan hasil simulasi 2.3 Pengukuran Spesifikasi desain: Filter : Low-pass Butterworth Orde : 9 𝑓 = 1 Hz Gain passband = 0 dB (unity gain) Topologi : Sallen-Key unity-gain Semua kapasitor diseragamkan: 𝐶 = 𝐶 = 1 𝜇𝐹 Filter orde-9 → dipecah menjadi: 4 buah biquad (2nd-order) 1 buah single-pole (1st-order) Total = 9 orde. Stage 1 2 3 4 5 Orde 2nd 2nd 2nd 2nd 1st 𝑄 0,54 0,60 0,90 1,56 Tabel 1 Nilai 𝑄 Butterworth Orde-9 (empat stage pertama = Sallen-Key, terakhir = RC sederhana) Rumus desain Sallen-Key (unity-gain) Untuk Sallen-Key low-pass unity-gain: 1 𝜔 = 𝑅 𝑅 𝐶 1 𝑄= 𝑅 3− 𝑅 dengan: 𝜔 = 2𝜋𝑓 = 2𝜋(1) = 6.283 rad/s Kita sudah memilih 𝐶 = 1 𝜇𝐹, jadi: 𝑅 𝑅 = 1 1 = 𝜔 𝐶 6.283 × 10 Artinya: 𝑅 𝑅 ≈ (159,155) Perhitungan — Stage dengan 𝑄 = 1.56 Rumus 𝑄: 1 𝑄= 𝑅 3− 𝑅 Masukkan 𝑄 = 1.56: 1.56 = 1 3− 𝑅 𝑅 Balikkan: 3− 𝑅 = 0.641 𝑅 𝑅 = 3 − 0.641 = 2.359 𝑅 Jadi rasio: 𝑅 = 2.359 𝑅 Sekarang pakai persamaan cutoff: 𝑅 𝑅 = (159,155) 𝑅 (2.359𝑅 ) ≈ 25.3 × 10 𝑅 ≈ 93 𝑘Ω 𝑅 ≈ 2.359(93𝑘) ≈ 220 𝑘Ω pilih nilai seri standar terdekat: 𝑅 = 93kΩ 𝑅 = 270𝑘Ω Rekap hasil semua stage (dari perhitungan yang sama) ≈ 159,155Ω Dengan langkah yang sama untuk masing-masing 𝑄: Stage 1 2 3 4 5(RC) 𝑄 𝑅 (Ω) 0,54 0,60 0,90 1,56 - 244 k 212 k 174 k 93 k 160 k Tabel 2 Nilai Akhir Semua memakai: 𝐶 = 𝐶 = 1 𝜇𝐹 dan untuk stage terakhir: 𝑓 = 1 ⇒ 𝑅 ≈ 160kΩ 2𝜋𝑅𝐶 𝑅 (Ω) 104 k 119 k 145 k 270 k - BAB III ANALISIS HASIL SIMULASI 3.1 ANALISIS Berdasarkan hasil simulasi, terlihat bahwa rangkaian filter menunjukkan perubahan amplitudo output terhadap variasi frekuensi input. Pada rentang frekuensi tertentu, amplitudo output relatif tinggi, yang menandakan bahwa sinyal pada frekuensi tersebut berhasil diloloskan oleh filter. Sebaliknya, pada frekuensi di luar rentang kerja filter, amplitudo output mengalami penurunan yang signifikan, menunjukkan bahwa filter bekerja dengan baik dalam meredam sinyal yang tidak diinginkan. Perbedaan kecil antara hasil simulasi dan perhitungan teoritis dapat disebabkan oleh toleransi komponen serta keterbatasan model op-amp dalam simulasi. Secara keseluruhan, bentuk kurva respon frekuensi yang dihasilkan sudah sesuai dengan karakteristik filter aktif orde tinggi yang dirancang. 3.2 HASIL SIMULASI Analisis hasil simulasi dilakukan dengan mengamati respon frekuensi dari rangkaian filter aktif yang telah dirancang dan disimulasikan. Respon frekuensi diperoleh dengan memberikan sinyal AC pada input rangkaian dan mengubah nilai frekuensi secara bertahap, kemudian mengamati amplitudo sinyal keluaran. Pada frekuensi rendah, amplitudo sinyal keluaran relatif stabil dan mendekati amplitudo sinyal masukan. Kondisi ini menunjukkan bahwa rangkaian filter bekerja dengan baik dalam meloloskan sinyal pada daerah frekuensi kerja yang diinginkan (passband). Hal ini sesuai dengan karakteristik filter aktif, di mana kombinasi resistor, kapasitor, dan op-amp membentuk penguatan yang stabil pada frekuensi rendah. Ketika frekuensi sinyal masukan dinaikkan, amplitudo sinyal keluaran mulai mengalami penurunan secara bertahap. Penurunan ini terjadi di sekitar frekuensi cut-off yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan teoritis menggunakan persamaan: 1 𝑓 = 2𝜋𝑅𝐶 Daerah ini menunjukkan transisi antara passband dan stopband, di mana filter mulai meredam sinyal yang masuk. Pada frekuensi yang lebih tinggi, amplitudo sinyal keluaran mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa filter mampu meredam sinyal berfrekuensi tinggi dengan efektif. Karena rangkaian filter disusun dari beberapa stage yang dikaskadekan, tingkat peredaman menjadi lebih tajam dibandingkan filter orde rendah, sehingga respon filter menjadi lebih selektif terhadap frekuensi. Perbedaan kecil antara hasil simulasi dan perhitungan teoritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti toleransi nilai komponen resistor dan kapasitor, keterbatasan model opamp pada simulasi, serta metode pengujian yang tidak menggunakan fitur AC Sweep secara langsung. Meskipun demikian, secara keseluruhan hasil simulasi menunjukkan bahwa karakteristik respon frekuensi yang diperoleh telah sesuai dengan desain filter aktif orde tinggi yang direncanakan. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Dari hasil perancangan dan simulasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Rangkaian filter aktif berbasis op-amp TL084 berhasil dirancang dan disimulasikan menggunakan Proteus. 2. Nilai komponen resistor dan kapasitor yang digunakan mampu menghasilkan respon frekuensi sesuai dengan perhitungan teoritis. 3. Hasil simulasi menunjukkan bahwa filter mampu meloloskan frekuensi tertentu dan meredam frekuensi di luar rentang yang diinginkan. 4. Penggunaan metode simulasi frekuensi pada Proteus cukup efektif untuk memverifikasi kinerja desain filter sebelum direalisasikan secara fisik. Dengan demikian, desain filter aktif ini dapat dijadikan sebagai referensi dasar dalam perancangan rangkaian pengolahan sinyal analog. DAFTAR PUSTAKA [1]. R. E. Ziemer and W. H. Tranter, Principles of Communications: Systems, Modulation, and Noise, 7th ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2015. [2]. A. S. Sedra and K. C. Smith, Microelectronic Circuits, 7th ed. New York, NY, USA: Oxford University Press, 2015. [3]. S. Franco, Design with Operational Amplifiers and Analog Integrated Circuits, 4th ed. New York, NY, USA: McGraw-Hill, 2015. [4]. P. Horowitz and W. Hill, The Art of Electronics, 3rd ed. Cambridge, UK: Cambridge University Press, 2015. [5]. R. Schaumann, M. E. Van Valkenburg, Design of Analog Filters, Oxford, UK: Oxford University Press, 2001. [6]. L. P. Huelsman, Active and Passive Analog Filter Design: An Introduction, New York, NY, USA: McGraw-Hill, 1993. [7]. W. H. Hayt, J. E. Kemmerly, and S. M. Durbin, Engineering Circuit Analysis, 8th ed. New York, NY, USA: McGraw-Hill, 2012. [8]. T. Deliyannis, Y. Sun, and J. K. Fidler, Continuous-Time Active Filter Design, Boca Raton, FL, USA: CRC Press, 1999. [9]. Texas Instruments, “Active Low-Pass Filter Design Using the Sallen-Key Topology,” Application Report, 2016. [10]. Analog Devices, “Butterworth Filter Design Techniques,” Analog Devices Technical Documentation.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )