1/41 Seminar Teknologi IMDIA Injeksi Plastic Mold 16 November 2006 Pertama Mold adalah penyebab utama NG products 31 Januari 2007 Kedua Penyebab terjadinya NG products dan Solusinya Maret 2007 Ketiga Maintenance Mold dan Trouble Shooting Pembicara : Makoto Takahashi Ketua Indonesia Mold & Dies Industry Association 1 2/41 Seminar Teknologi IMDIA Injeksi Plastic Mold Kedua Penyebab terjadinya NG products dan Solusinya (1) Basic tahap-tahap mesin injeksi plastic (2) Penyebab terjadinya NG products dan Solusinya Pembicara : Makoto Takahashi Ketua Indonesia Mold & Dies Industry Association 31 Januari 2007 2 3/41 Fungsi Screw Fungsi screw pada mesin injeksi plastik adalah faktor penting (1) Melakukan plasticity (standarisasi) pada material plastic (2) Material plastic yang sudah di plasticity Setelah pengukuran selesai dilakukan, di injeksikan ke dalam mold dalam kondisi screw tidak berputar (3)Mengirimkan tekanan injeksi ke dalam mold (diam), lakukan screw back (sack hopper back). Tujuannya untuk menghentikan aliran plastic dalam nozzle Nozzle Screw head Valve prevention HW1 200℃ Memasukkan material yang sudah dikeringkan ke dalam hopper Cooler, menjaga temperatur dibawah 50~60℃ Band heater HW2 210℃ HW3 200℃ HW4 180℃ cylinder screw 3 4/41 Injection pressure dan Daya Mold Kondisi material plastic dalam keadaan dingin. (pada jumlah tetap) Daya Mold Material yang mengembang, kalau didorong ke dalam mold dengan injection pressure, maka bekerjalah function mold untuk berusaha membuka mold. Daya tsb dinamakan “Daya Mold”. Injection pressure Kondisi material plastic pd waktu cair (mengembang) Apabila temperatur material dinaikkan, maka material akan mengembang, kapasitasnya juga akan membesar. Material yang dimasukkan/didorong ke dalam mold harus mengembang seperti itu. Proses mendorong material ke dalam mold disebut dengan “Injection Pressure”. Sampai proses cooling selesai, pressure di dalam mold harus dipertahankan. 4 5/41 Proses Dasar Mesin Injeksi Plastic Kapasitas cushion Measurement value (screw stroke) 30sec Cooling process 30% 50% 65% 1sec 2sec 2sec Hold pressure process Gate 10mm 5% 15mm 10% 30mm Runner 45mm 15% Kapasitas sack back 55mm 6% 5mm 30% Proses Injeksi 5 6/41 2~3Tahapan control tekanan Control tekanan injeksi P1 P2 P3 4~5Tahapan control kecepatan Titik penggantian hold pressure pada injeksi (Penggantian tekanan) Gate Cooling process Setelah tekanan berhenti dilanjutkan dgn proses pengukuran Bagian gate pengontol kecepatan Control kecepatan injeksi Hold pressure process Proses injeksi Kedua dan ketiga adalah setting tekanan Yang pertama adalah setting tekanan 6 7/41 Begitu pengisian material ke dalam mold selesai, secara bersamaan agar dapat dilanjutkan pada proses hold pressure diperlukan suatu kondisi yang ideal. ―Hold pressure control― Pin Pin point point gate gate 8mm 10mm 20mm 20% 30mm 35% 40% 45% 10% 30% 0.5dtk 1dtk 1.5dtk Menambahkan filling pressure yang besar pada waktu memulai proses hold pressure. Waktunya tergantung diameter gate, yang terbesar kira-kira 3 detik. Tekananan setelah gate seal, karena tekanan dibagian runner terkonsentrasi, kontrol tekanan yang paling akhir filling pressurenya diturunkan. 7 8/41 Kapasitas Flow Plastic dari Gate ① Flow plastic dari gate kapasitasnya dibuat konstan, pada molding dari pintu masuk gate, supaya area flownya meluas maka kecepatannya melambat. ② Untuk membuat konstan flow speed, harus disesuaikan antara mold dan posisi aliran plastic, dan flow speed harus dipercepat Flow dalam mold Areanya meluas Pembuangan udara ③ Udara dalam mold, dalam waktu yang bersamaan pada saat material masuk ke dalam mold langsung mendapatkan tekanan (pressure), kalau tekanan semakin kuat udara akan mencari celah keluar. 8 9/41 NG product plastic yang utama (1) Weld line (2) Sink mark (3) Flow mark (4) Bubble (bergelembung) & silver street (5) Curve (dekok) & Deformasi 9 10/41 Ilustrasi NG Product Release mold NG Appearance NG Flash Tinggi Weld mark Short mold Injection pressure Sink mark Injection speed Waktu Flow mark Hold pressure control Speed Control 10 11/41 NG Product (Weld line) Permukaan kulit yang keras Pada line injection pressure menurun Injection pressure Begitu plastic masuk ke mold, bagian yang langsung bersentuhan dengan mold timbul skin layer keras yang tipis. Pada saat skin layer mulai mengeras, pada bagian pertemuan dua aliran, karena cairan pada permukaan pertemuannya tidak rata maka timbul weld line. Begitu terjadi proses hold pressure, injection pressure bertambah, plastic dalam mold karena tekanan injeksi mengecil, maka weld line menjadi kecil. Besarnya weld line tergantung dari perubahan besarnya tekanan dan ketebalan skin layer. 11 Terjadinya Weld Line weld line weld line Sisa udara/gas 12/41 Apabila material mengalir melalui mold yang terdapat bentuk lubang, setelah alirannya terbelah menjadi dua arah pada akhirnya akan menyatu kembali. Pada permukaan pertemuan dua arah aliran material tersebut, maka pengaruh dari skin layer menimbulkan weldline. Pada tempat yang sisa gasnya banyak, weld line-nya akan semakin tebal. Arah flow, arah kesamping cepat, tetapi arah keatas lambat Hal yang sangat memungkinkan untuk melakukan jump gate analisa mengenai perkiraan titik terbentuknya weld line. Kita juga bisa memprediksi posisi weld line dengan cara memperhatikan posisi gate atau ketebalan produk. Untuk memahami aliran material dalam mold, kiranya ada suatu keharusan untuk menentukan kondisi/persyaratan tertentu dalam proses injeksi. 12 13/41 Flow Material dalam Mold Dibandingkan flow ke area samping, flow yang ke area atas lebih lambat. Pada area flownya berubah timbul flow mark Arah flow ke samping Jump gate Contoh perubahan speed Semakin tipis ketebalan Product, semakin cepat aliran material ke dalam mold. Pada bagian yang tidak rata (berbeda tingkat ketebalannya), terjadi aliran liar (tdk konstan) ke arah bagian atas dan menimbulkan flow mark. Timbul flow mark Arah flow 13 14/41 Perubahan Flow Menurut Variasi Bentuk Penurunan speed flow Bergabung/ bertemunya flow Gangguan flow Accelerasi Lubang Gangguan flow 14 15/41 Weld karena rib Weld line Arah flow plastic Udara pada bagian ini berputar dan terblock (terbendung) yang menyebabkan weld line. Aliran plastic dari sisi luar memblock parting terlebih dulu. Sesuai dengan aliran material dari rib, sisa udara terblock pintu keluar, seingga timbullah weld line. Weld karena lubang Bila pembuangan udara buruk, udara yang tertinggal menyebabkan weldline tebal Weld terjadi pada titik pertemuan Arah flow plastic flow terpisah oleh lubang 15 Contoh flow pada sisi yang bertingkat Pada titik pertemuan plastik timbul weld line Pada bagian luar yang sedikit mengalami perubahan, flownya mengalir cepat. Pada bentuk silinder Tidak bisa menempatkan Gas Vent pada sisi luar cavity. Ada cara/metode yang bisa digunakan, apakah pembuangan gas akan dilakukan dari sisi dalam core atau pada bagian Cavity. 16/41 Flow pada bagian yang bertingkat menjadi pelan, agar putaran flow cepat, selain pada bagian yang bertingkat dilakukan filling plastic, dan menimbulkan sisa udara pada bagian yang bertingkat. gate Apabila gas tidak bisa dibuang, berarti tidak bisa menghentikan pembakaran gas dan weld line. Dari gate, agar aliran plastic berputar membungkus sekelilingnya, udara dibagian atas tidak bisa terlepas. Tetapi dalam proses hold pressure begitu menerima tekanan yang tinggi mengakibatkan terjadinya pembakaran gas (NG Product). 16 Solusi untuk mengatasi NG yang disebabkan weld 17/41 (1) Solusi pada proses injeksinya Meningkatkan temperatur plastic. - - - Penurunan lapisan keras dipermukaan karena peningkatan temperatur plastic Menaikkan temperatur Mold. --- Pengurangan skin layer yang keras dipermukaan berdasarkan turunnya cooling speed surface Menaikkan kecepatan injeksi --- Sebelum didinginkan dilebur menjadi satu Menaikkan tekanan injeksi --- Weld line di press, kemudian diperkecil. Peningkatan temperatur plastic untuk weld line efektif tetapi jumlah gaspun meningkat, bahkan ada weldline yang membesar karena pengaruh gas dalam mold. Dengan meningkatkan temperatur mold, maka weldline mengecil, akan tetapi cycle time menjadi lama. (2) Solusi pada mold Perubahan ketebalalan produk-- Perubahan posisi gate --- Penambahan air vent --- Perubahan diameter gate--- Pergerakan titik timbulnya weld Perubahan tempat timbulnya weld Memperkecil weld line Apabila tekanan injeksi naik, size gate perlu diatur Dikarenakan penyebab weld line adalah pertemuan dua arus flow pada satu titik, maka kita dapat melakukan perubahan pada titik pertemuan tsb. Atau, apabila mempercepat pembuangan gas dalam mold, maka flow speed juga akan naik dan membuat weld line mengecil. Untuk solusi weldline yang permanet, cara terbaik adalah memperbaiki (repair) mold. Kalau hanya dengan mengontrol (memperbaiki) pada proses injeksinya saja, maka pada waktu melakukan mass-pro, cara tsb bukanlah cara yang efektif. 17 Sink mark 18/41 Yang dimaksud dengan Sink Mark adalah suatu bagian dimana apabila dibandingkan dengan baian lain hanya bagian tsb yang masuk ke dalam (penyok/cekung). Faktor penyebabnya adalah penyusutan sesudah proses produksi, dan dibagi dalam 3 kelompok besar. (1) (2) (3) Rasio penyusutan karakteristik material. Dalam banyak kasus, terjadinya sink mark adalah adanya perbedaan penyusutan yang disebabkan oleh perbedaan ketebalan pada bagian sink mark dan bagian lain. Kurangnya injection pressure menyebabkan berkurangnya kapasitas material yang diinjeksikan. Dalam banyak kasus, pada waktu penyebaran injection pressure, temperatur material dalam mold rendah, kurangnya filling pressure menyebakan terjadinya sink mark. Dalam kondisi Cooling Temperatur pada mold belum memadai, di sisi lain mold sudah terbuka, secara subtansial filling pressure menjadi berkurang, yang pada akhirnya timbul sink mark. Akan timbul sink mark dengan mudah apabila ketebalan produk tebal (tidak tipis). Pressure yang kurang Pressure yang cukup Sink mark Suhu sedang temp. material Suhu rendah temp. material (185℃) Suhu sedang temp. material (175℃) Suhu tinggi yang dipertahankan (200℃) (170℃) 18 Sink mark yang disebabkan oleh Rib dan Boss 19/41 Pada bagian boss atau rib sering timbul sink mark.. Secara garis besar bisa dikatakan bahwa di bawah top surface ada proses injeksi lain yang kalau dilihat dari atas/bawah tampak besar dan kalau dibandingkan dengan bagian lain lebih besar, pada akhirnya timbul sink mark. Untuk mengatasinya kita harus meninggikan filling pressure. Karena Shaftnya besar, maka timbul sink mark. Dibandingkan sisi horizontal, sisi vertikal lebih panjang, ini berpengaruh pada penyusutan. Sesudah penyusutan, sink mark kelihatan dengan jelas Top surface tebal (tidak tipis) Sesudah penyusutan, sink mark jadi tidak kelihatan Kalau top surface dibuat tipis, maka sink mark menjadi tidak kelihatan 19 Solusi untuk mengatasi Sink mark 20/41 (1) Solusi yang dilakukan pada proses produksi Dikarenakan timbulnya Sink mark adalah kurangnya pressure pada waktu filling material, maka jalan keluar untuk mengatasinya adalah bagaimana caranya supaya bisa menaikkan pressure pada tempat terjadinya srink mark, atau bagaimana cara melakukan maintanancenya. Kalau pressurenya tidak bisa dinaikkan atau tidak bisa ditambah sedikitpun, maka ada kemungkinan beberapa alasan di bawah ini. Gate tertutup yang diakibatkan oleh proses cooling, sehingga injection pressure tidak (A) bisa masuk ke dalam cavity (B) Jarak aliran material dari gate jauh, sehingga pada waktu material sedang mengalir temperaturnya terlanjur turun. Ketebalan product yang terlalu tebal mengakibatkan penyusutan, srink mark menjadi besar. (C) (D) Ada dampak lain apabila kita menaikkan injection pressure. Contohnya timbul flash. Pada dasarnya kita harus melakukan perbaikan (repair pada mold), tetapi ada beberapa cara perbaikan yang bisa dilakukan pada proses produksinya seperti di bawah ini. Naikkan temperatur mold atau cylinder, turunkan pelan-pelan (jangan drastis) (A) temperatur material yang sudah diisikan pada mold. (B) Naikkan speed injection, perlambat kecepatan cooling pada aliran material dalam mold. (C) Naikkan filling injection. Meskipun akan memudahkan terjadinya over-pressure dan mudah menimbulkan defect, deform diluar dugaan. Memperpanjang cooling time. Kalau proses cooling dilakukan dengan baik, maka (D) pressure injection tidak ada yang terbuang dan penyusutan bisa diminimalkan. 20 (2) Solusi yang dilakukan pada mold (perbaikan) 21/41 Dikarenakan pengaruh besar pada srink mark adalah aliran (flow) material, solusi yang paling baik adalah melakukan perbaikan pada mold. Kontrol yang dilakukan pada proses produksi adalah dengan cara merubah proses produksi itu sendiri, hanya saja kualitas product yang berantakan (baratsuki) tidak memungkinkan untuk dilakukannya pengawasan oleh mata (visual control). Jauh lebih baik bila kita melakukan perbaikan mold untuk menekan terjadinya defection (cacat product). (A) (B) (C) (D) (E) (F) Memperbesar diameter gate supaya aliran material bisa mengalir dengan cepat. Diameter gate yang diperlebar adalah Pin Point Gate sampai pada 1.5mm, kalau menggunakan gate yang terlalu besar juga tidak bagus, karena akan menimbulkan masalah (high gate). Memperbanyak jumlah gate, tidak membebankan area filling pressure pada satu gate saja. Dengan penambahan gate, weldline dan runner juga bertambah banyak. Boss atau Rib dibuat kecil (tipis), area timbulnya srink mark dibuat kecil dan dibuat supaya tidak mudah terlihat. Karena cara mengatasi srink mark adalah dengan cara menaikkan injection pressure, maka akan timbul flash pada P/L seiring dengan perubahan bentuk core plate. Supaya core plate tidak berubah, perlu ditambahkan Support Pillar. Dikarenakan pendingingan material pada bagian tipis cepat selesai, maka susah dijangkau oleh filling pressure. Untuk menaikkan speed filling, perlu penambahan banyak air-vent pada Core maupun Cavity. Kalau boss atau rib tidak bisa dibuat kecil (tipis), maka sebaiknya boss atau rib dibuat terbalik menjadi besar (tebal) dan area timbulnya srink mark dibuat lebih lebar, dengan begitu maka srink mark tidak kelihatan. Ada keharusan untuk menambah ukuran rib tidak lebih dari 50% dari ukuran semula. 21 22/41 Silver Street, Bubble Silver Street dalam nama lain juga disebut “jalan silver”. Disebut demikian karena keluar warna putih di dekat gate. Penyebabnya adalah di dalam material yang mengalir dari gate tercampur dengan udara, uap dimana pada waktu material masuk ke dalam mold berubah menjadi busa tipis putih yang mengakibatkan NG product. Bisa disebutkan faktor lain seperti di bawah ini. (1) Udara dari luar yang dibawa oleh screw ke dalam mold. (2) Material mengandung air, pada waktu di dalam screw air berubah menjadi uap (3) Panas (temperatur) material yang berada di dalam mesin injeksi pecah dan menimbulkan terjadinya gas. Silver Gate Silver street timbul di dekat gate Gelembung (bubble) Asal terjadinya Silver street dan Bubble adalah gas yang berasal dari uap, udara dsb. (Dalam material terdapat lapisan gas). 22 23/41 Penyebab terjadinya Silver street dan bubble Ilusi di bawah ini menggambarkan tempat penyebab terjadinya silver street dan bubble. Yang paling mudah menjadi faktor penyebab adalah kurangnya pengeringan (dryness) material. (Penyebabnya adalah kurangnya Dry Time maupun temperature pada mesin Hopper-Dry). Faktor timbulnya Silver street (2) (1) Masuknya udara melalui Sprue Bush. Perlu pengecekkan sekitar Nozzle R. (3) Kurangnya pengeringan material. Perlu pengecekkan terhadap temperatur Dryer, Sirkulasi udara panas. Pecahnya material karena over-heating. Material berubah menjadi seperti bunga karang (sponge). Perlu pengecekkan pada waktu pemilahan material. 23 Gelembung (Bubble) 24/41 Gelembung (bubble) terjadi karena ada buih udara yang terdapat pada product. Khususnya product tembus pandang (transparan) akan menjadi NG product yang fatal. Meskipun bukan product transparan, kalau pada permukaan product terdapat gelembung udara maka tetap menjdai NG product. Yang sering terjadi penyebab utamanya adalah gulungan (involve) gas atau udara ke mold oleh runner yang tebal ataupun sprue taper yang besar. Pada Fan Gate atau side gate mudah tercampur udara melalui runner, Gate yang besar akan lebih memudahkan tercampurnya udara. Dari mulut pipa (nozzle) material yang telah diinjeksi mengenai slope yang berada dalam sprue, lalu dimulailah putaran (rotation). Pada waktu inilah terjadi tumpukan udara. Sisa udara Pin Point Gate ujungnya dibuat lebih runcing (tipis) supaya udara tidak mudah tercampur di dalamnya. 24 25/41 Penyebab terjadinya Flow Mark (1) Material mengalir ke dalam mold, pada waktu mengalir langsung ke bagian dalam mold, hanya saja karena perbedaan temperatur yang besar, permukaan material yang didinginkan (proses cooling) secara tiba-tiba menyebabkan timbul bayangan tipis. (Skin Layer). Temperatur Mold 40ºC Permukaan Lapisan keras (Skin Layer) Arah aliran material (2) Ingin menambah kekentalan pada permukaan yang sudah mengeras, namun kecepatan aliran (flow speed) terlanjur turun. Lapisan yang paling dekat dengan mold tertarik (ketarik) oleh kecepatan aliran, akhirnya bentuknya menjadi bergelombang. Bentuk permukaan lapisan yang diakibatkan oleh flow speed yang lambat Bentuk Permukaan lapisan menjadi seperti gelombang. Flow speed yang cepat dan temperatur tinggi (3) Pada akhirnya skin layer akan tetap mengeras, meskipun filling press dinaikkan tidak akan mendapatkan hasil sesuai dengan mold. Pada bagian yang normal dan bergelombang, terdapat perbedaan bentuk. Lapisan yang tidak mendapatkan pressure 25 26/41 Tempat terjadinya Flow Mark Material mengalir di dalam mold, flow mark timbul akibat perubahan kecepatan aliran di gate, perubahan ketebalan product, tempat terjadinya perubahan aliran material, tempat terakhir berhentinya aliran material. Tempat akhir berhentinya aliran Titik perubahan ketebalan Area sekitar Gate Titik perubahan aliran Bentuknya tepat seperti mold Tempat ejector Flow Mark (1) Tempat terjadinya perubahan aliran (2) Tempat di mana Ejektor langsung bersentuhan dengan product 26 Solusi untuk mengatasi Flow Mark 27/41 (1) Solusi pada proses produksi Solusi untuk mengatasi flow mark adalah dengan cara menurunkan kecepatan aliran (flow speed). Dengan menurunkan kecepatan, bisa meminimalkan jumlah flow mark. Meskipun demikian, dengan menurunkan kecepatan, filling time menjadi panjang, akan memudahkan timbulnya sink mark, deform, short mold, bentuk tidak sesuai dengan mold dsb. Cara mengatasinya adalah pada titik terjadinya flow mark saja kecepatan aliran diturunkan. Flow Mark Contact dalam kecepatan tinggi Pada ilusi di atas, sesudah material mengalir ke atas, terdapat perubahan arah aliran yaitu ke arah samping yang menyebabkan terjadinya flow mark. Contact dalam kecepatan tinggi Dengan kecepatan aliran material yang lambat, meskipun terbentuk lapisan permukaan yang keras (skin layer), pada umumnya timbulnya flow mark bisa diminimaliser. 27 28/41 Solusi untuk mengatasi Flow Mark Kalau kecepatan material yang mengalir di dalam mold lambat, surface tension pada material yang mengalir akan menarik skin layer, oleh karena itu akan memperkecil terjadinya flow mark. Meskipun demikian dikarenakan cooling time menjadi lebih lama, maka skin layer menjadi tebal, pada waktu menerima injection press bentuk product menjadi tidak bagus. Material yang mengalir dengan cepat pada arah pararel, supaya tidak terjadi perubahan arah, usahakan agar skin layer yang sudah mengeras ditarik lebih panjang, maka tidak akan terjadi flow mark. Bisa dikatakan pula bahwa terjadinya flow mark ditegaskan oleh bentuk dari product itu sendiri. Jadi solusi untuk mengatasi flow mark adalah mengusahakan supaya tidak terjadi perubahan arah material dalam mold. (2) Flow Speed skin yang mengeras turun (3) Fenomena ‘gelombang’ pada skin layer menjadi turun Arah Flow (1) Aliran material dibuat lambat 28 29/41 Solusi untuk mengatasi flow mark yang dilakukan pada mold Dari segi mold, ada dua cara mengatasinya. Yang pertama adalah menghilangkan titik/point tempat terjadinya perubahan aliran material, yang kedua adalah melakukan perbaikan supaya kecepatan material menjadi lambat. Yang diperlukan untuk melakukan perubahan aliran material adalah melakukan perubahan bentuk product, meskipun begitu apabila flow mark yang disebabkan oleh posisi gate maka ada kemungkinan melakukan perubahan posisi gate. Dalam mengatasi ‘membuat lambat kecepatan material’ tentunya diperlukan juga solusi untuk mengatasi NG product, sink mak, deform, weld line dsb. Flow Mark Good No good Tempat akhir berhantinya aliran Penambahan gas vent pada P/L。 Dengan melakukan perubahan pada bentuk gate, dibuat supaya material yang keluar dari gate tidak langsung mengenai mold, maka flow mark akan menjadi berkurang. Titik perubahan ketebalan Area sekitar gate Diameter gate, penampungan air dibuat besar, usahakan supaya aliran menyebar (diffusion) Tempat ejector Corner R pada titik perubahan ketebalan diperbesar, perubahan aliran diperkecil. Diameter gate diperbesar, Injection Speed diturunkan. 29 30/41 Sled Product (melengkung) NG pada Product, faktor penyebab terjadinya perubahan bentuk (defect) dibagi menjadi 2. Faktor pertama adalah defect yang diakibatkan oleh penyusutan material. Faktor kedua adalah defect yang disebabkan oleh Injection Pressure. Rasio penyusutan tergantung dari material yang dipergunakan, kalau pada material plasticity, ada perbedaan yang besar antara material yang crystal dan noncrystal, hal ini juga dipakai dalam menentukan ukuran mold. Meskipun demikian sesudah selesainya proses penyusutan, ada dampak/efek yang saling terkait antara rasio penyusutan material dan mold apabila ada penambahan Injection Pressure. Bag. Luar sesuai dengan cooling mold, lebih cepat keras dibandingkan dengan bagian tengah Sebelum product menjadi keras, kalau kita buka moldnya, makakarena masih ada sisa pressure mengakibatkan defect Pressure bag. dalam Kalau ilusi di atas tidak ada masalah, lebih baik cooling time diperpendek. Untuk mengatasi Sled(melengkung) maupun defect yang lain adalah dengan memperpanjang cooling time. 30 Solusi untuk Product Deform akibat tidak meratanya Pressure Injection 31/41 Prinsipnya, Sled Product (melengkung) disebabkan oleh Pressure Injection tidak sama (merata). Dalam Mold, untuk membuat distribusi pressure (filling material) merata secara keseluruhan, adalah pekerjaan yang sangat sulit, bukan hanya pengerjaan moldnya saja, akan tetapi mesin injeksinyapun juga susah. Untuk mengatasi masalah ini, bisa menggunakan metode Gas Assist atau 2 steps tight, meskipun dengan menggunakan metode tsb bukan berarti bahwa masalah bisa diatasi. Point penting Mold pada umumnya adalah bagaimana caranya supaya bisa melakukan pemerataan/sinkronisasi dalam hal speed maupun distribusi temperatur pada filling material. Setelah proses cooling, banyak penyusutan yang melengkung ke atas High Press pada sekitar Gate, akan membuat penyusutan menjadi sedikit Arah Penyusutan dan Kapasitas Penyusutan Dalam kondisi Material yang jauh dari Gate dan Filling Press rendah, kalau kita naikkan Filling pressnya maka justru tekanan sekitar gate semakin tinggi 31 Cooling Time yang pendek membuat deform menjadi besar 32/41 Pada Cooling Time yang pendek, ada kemungkinan bagian tengah product tidak menjadi keras, kalau bagian tengah product tidak mengeras, maka segera sesudah opening mold, filling press yang ditambahkan pada product akan lari ke luar, dan mengakibatkan product menjadi mengembang. Dalam kondisi seperti ini, untuk sementara volume product menjadi besar, filling press pada product menjadi berkurang, rasio penyusutan sesudah cooling menjadi besar. Apabila sebelum material yang diinjeksikan mengeras dan mold terbuka, maka filling press akan lari ke luar, kurangnya filling press pada product dan mengakibatkan terjadinya deform. Pembukaan mold pada cooling time yang pendek Penyusutan yang besar 32 Timbulnya Sled (melengkung) akibat perbedaan ketebalan Product 33/41 Meskipun Filling press sudah dibuat sama/rata tetapi masih timbul perbedaan ketebalan product, maka pada product yang ketebalannya paling tebal, penyusutannya paling banyak. Sebenarnya yang menjadi point penting adalah sirkulasi filling press pada saat hold press, dan prediksi timbulnya Sled seperti di atas menjadi standard outline. Seperti terlihat dalam ilusi di bawah ini, dikarenakan ketebalan product arah samping (horizontal) lebih tebal daripada ketebalan product arah atas (vertical), maka penyusutan paling besar adalah pada arah ke samping (horizontal), jadi deform arahnya ke bagian bawah dalam. Dibandingkan dengan ketebalan bagian dalam yang tipis, ketebalan arah samping (horizontal) lebih tebal, artinya penyusutannya juga lebih besar, dan mengakibatkan deform ke arah bawah. Deform yang diakibatkan oleh pembukaan Cavity Sled yang disebabkan oleh balancing pada waktu open mold Deform yang diakibatkan oleh pembukaan Core Pada waktu opening mold, apabila Core dan Cavity tidak terbuka secara bersamaan/serentak, akan menimbulkan deform. Karena terkadang susah untuk membedakan dengan sled yang disebabkan faktor biasa, maka sebaiknya diperhatikan dengan seksama. 33 Solusi untuk mengatasi Sled Product (melengkung) 34/41 (1) Solusi yang dilakukan pada proses produksi Kita bisa meminimalisir Sled, akan tetapi sangat susah untuk menghilangkan sled sampai titik nol. Sesudah proses produksi, kita ambil sled produk yang telah diukur dan biarkan dalam suhu 25º dan dalam 24jam. Solusi yang dilakukan pada proses produksi adalah sbb: (A) Membuat Filling Press sama rata ke seluruh bagian dalam mold. Temperatur material jangan dibuat rendah, speed injection dibuat tinggi. (B) Untuk mempermudah Filling Speed maupun Pressure, temperatur material dan mold dibuat tinggi. (C) Setting Injection Press pada filling-up pressure. (D) Untuk menekan penyusutan, perpanjang cooling time. (dua kali lipat dari biasanya). (2) Solusi yang dilakukan pada Mold Solusi untuk Sled maupun Deform adalah melakukan perubahan pada mold sesuai dengan bentuk product (A) Memperbesar Gate. Dengan memperbesar gate, waktu untuk menambah filling press menjadi panjang. (B) Memperbanyak jumlah gate, supaya filling press bisa menyebar sama rata. Semakin banyak gate, maka berat weld dan runner makin bertambah, namun dalam waktu yang pendek bisa menambah filling pressure. (C) Melakukan perubahan ketebalan product. Merubah spesifikasi (ketebalan) dalam batas yang masih bisa ditoleransi, mengendalikan ketebalan pada bagian sled, melakukan perubahan arah penyusutan. (D) Menambah reinforcement (penguatan) pada tempat yang terdapat sled. Meskipun demikian penambahan reinforcement ini berpengaruh pada shrink mark dan opening mold. (E) Dikarenakan filling material yang cepat adalah identik dengan penyamarataan filling injection, sebisa mungkin memasang air vent pada Core dan Cavity, karena bisa mengurangi gas dalam mold. 34 Flash NG pada Product 35/41 Kita bisa mengatakan bahwa Flash NG pada product merupakan perwakilan (kasus terbanyak) dari sekian banyak proses produksi yang tidak sempurna (NG). Biasanya hal ini ditanggulangi dengan cara menempatkan karyawan untuk melakukan finishing (membersihkan flash) sesudah proses injection. Untuk high precission parts, kita tidak mungkin melakukan hal tsb (membersihkan flash pada product), yang terbaik adalah repair/perbaikan pada Moldnya. Faktor penyebabnya adalah seperti di bawah ini dibagi dalam 3 hal, pada dasarnya dikarenakan di dalam mold terdapat gap yang berlebihan menyebabkan terjadinya flash, jadi yang paling mudah dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan perbaikan proses injection maupun perbaikan mold. (1) Pressure terlalu tinggi. Apabila kita naikkan pressure pada mold melebihi dari kemampuan Machine Injection yang digunakan, maka mold akan terbuka (renggang) dan mengakibatkan timbulnya flash. Khususnya di daerah sekitar Gate maupun Runner. Begitu juga kalau kita menaikkan pressure secara terus menerus pada saat terjadi pengerasan gate, maka akan terjadi Over Pressure dan menimbulkan flash pada Runner. (2) Flash yang disebabkan oleh gap, di mana gap ini ditimbulkan oleh tidak sinkron/tepatnya ukuran parts dalam mold. Masih berhubungan dengan masalah sinkronisasi parts mold, bisa juga flash timbul akibat perubahan waktu (reschedulling) Mass Production. Ausnya Mold yang disebakab oleh pembuangan gas. Ada juga faktor lain yang mempengaruhi, misalnya presisi yang tidak akurat pada waktu proses machining maupun kasarnya pada waktu proses machining. (3) Gap (kerenggangan) mold yang disebabkan oleh tidak kuatnya mold. Kasus yang sering terjadi adalah, khususnya tidak kuatnya locking block pada slide, tidak kuatnya core plate, sehingga mengakibatkan timbulnya flash. Penyebab terjadinya cacat product (defect) adalah kurang akuratnya perhitungan tekanan (pressure), kurang tepatnya setting pada waktu assembly mold. Khususnya lupa perhitungan tekanan (pressure) pada bagian mold. Begitu pula dengan retak (Crack Mold), penyebabnya juga sama seperti tadi sudah disebtkan. 35 Timbulnya Flash yang disebabkan oleh tidak tepatnya setting mold 36/41 Penyebab timbulnya flash pada product adalah kebanyakan disebabkan oleh Mold, pressure yang terlalu tinggi adalah faktor utamanya, penyebab awalnya adalah struktur mold dibuat/dikondisikan hanya untuk tekanan tinggi saja. Untuk mengatasi Flash NG, pada dasarnya adalah ada suatu keharusan untuk memperbaiki (repair) mold. Timbulnya Flash pada P/L (Parting Line) Kerenggangan (Gap) mold yang ideal dan terbaik adalah berkisar antara 0-0.01mm. Pada gap 0.01, dikarenakan material plastik tidak bisa masuk (bocor), pembuangan angin juga akan lebih mudah, menyebabkan kwalitas product menjadi bagus dan life time mold akan lebih lama. Meskipun demikian, pada proses injection, ada perubahan ukuran mold pada waktu fill pressure. Disetting pada 0 (0 adjustment) pun kadang menimbulkan flash juga. Jadi sebaiknya adjusment pada ukuran berkisar 0.02mm. Flash yang disebabkan oleh tidak akuratnya gap Flash yang disebabkan oleh Corner R 36 Timbulnya Flash yang disebabkan oleh ausnya mold karena pembuangan gas 37/41 Gas yang disebabkan oleh sisa udara/material plastik dalam mold, mengakibatkan ausnya bagian dalam mold. Khususnya, pada waktu pembuangan gas, kandungan material plastik dalam gas menjadi dingin dan mengeras, yang membuat mampet air vent dan menyebabkan keausan mold. Ketekunan/kerajinan bagian Mold Mentenance memungkinkan untuk menanggulangi/mengantisipasi masalah ini. Udara dalam mold serta gas dari fill material mendapat tekanan dari fill pressure, menjadi panas dan dalam high pressure. Lalu dikeluarkan/dibuang ke luar melalui celah (gap) yang telah ditentukan dalam mold. Kandungan penguapan material plastik yang terdapat dalam gas, menjadi high temperature dan melekat (adhesi) pada gap mold. Timbul flash pada dinding pembuangan gas Makin bertambahnya material yang mengeras pada gap, membuat closing mold tidak sempurna dan mejadi bentuk seperti penyok/cekung. Kalau ini terus menerus terjadi, pada bagian penyok/cekungan akan memudahkan masuknya material plastik, dan mengakibatkan flash. 37 38/41 Tempat mudah terjadinya perubahan mold maupun aus yang disebabkan oleh gas Tempat pertemuan Core dan Cavity Area Sekitar Parting Line (P/L) Lubang ejector pin maupun sekitarnya Perubahan Insert Perubahan pada Core Plate Perubahan pada Pin Sreeve 38 39/41 Solusi yang dilakukan pada Proses Produksi Langkah-langkah pengontrolan kecepatan mesin injeksi (speed control) yang benar adalah tepat sebelum proses ‘Holding pressure’, apabila speed injection kita turunkan secara drastis maka kita bisa meminimalkan flash. Mengapa demikian, karena control speed injection dan pressure injection mengatur speed screw dan pressure screw, dalam proses akhir kalau kita menurunkan speed screw maka holding pressure hanya akan menjadi speed pressure saja, pada akhirnya akan menurunkan kecepatan aliran (flow) material. Pada permukaan aliran material terlihat ada lapisan tipis keras. Ketebalan lapisan tergantung dari persyaratan produksi, yakni 0.004-0.02mm. Sampai pada ukuran tsb, material tidak bisa masuk ke dalam, ini akan menjadi referensi dalam proses gas vent. Solusi yang dilakukan pada proses produksi, pada dasarnya hanyalah solusi sementara, dan bukan penyelesaian yang permanent. Proses produksi, tergantung dari temperatur luar ruangan, temperatur air dsb sewaktu-waktu bisa berubah, untuk mengatasi flash adalah supaya memperbaiki mold. Pada waktu trial mold, harus diprediksikan bahwa flash pada mass produksi, Injection Pressure dan Injection Speed harus dikondisikan 10%-15% lebih tinggi dari product hasil trial. 39 40/41 Faktor Cycle Time Penyebab Cycle Time menjadi panjang Penyebab Cycle Time pendek Close Mold Process 3Plate - Closing-Opening Stroke menjadi lama 2Plate、Closing-Opening menjadi pendek Slide - Opening mold tidak bisa cepat Injection Process Runner Panjang Gas Vent buruk Ketebalan Procut menjadi Hold Pressure tebal Process Gate besar Cooling Process Open Mold Process Product Ejection Gate kecil Gas Vent bagus Gate Besar Runner panjang Gate Kecil Runner Tebal Runner Kecil Product Thickness menjadi tebal Sirkulasi Cooling menjadi Product Thickness menjadi standard berkurang Runner Tebal Appearance jadi buruk 3Plate - Jumlah gatenya banyak Closing-Opening Stroke menjadi lama Slide - Opening mold tidak bisa cepat Sirkulasi Cooling menjadi bagus Penggunaan High fever Conduction untuk Material Mold 2Plate, Closing-Opening menjadi cepat Tidak memungkinkan utk Auto Eject, hanya bisa manual 2Plate, Auto Realese. 3Plate, Runner Eject Auto Ejector Drop 40 CycleTime Tergantung pada Product Thickness (Estimate Value) Closing Injection Holding 0.5~6dtk 1.5~6dtk 41/41 (Standard 2plate) Cooling Opening Ejection Total 6~30dtk 2~3dtk 2~3dtk 14~50dtk Thickness 2~3dtk 0.5~1mm 2dtk 0.5dtk 1.5dtk 6dtk 2.0dtk 2dtk 14dtk 1~1.5mm 2dtk 1.5dtk 2dtk 10dtk 2.0dtk 3dtk 20.5dtk 1.5~2mm 2dtk 2.0dtk 3dtk 14dtk 2.0dtk 3dtk 25dtk 2~2.5mm 3dtk 3.0dtk 4dtk 18dtk 3dtk 3dtk 32dtk 2.5~3mm 3dtk 5.0dtk 5dtk 25dtk 3dtk 3dtk 44dtk 3~4mm 3dtk 6.0dtk 6dtk 30dtk 3dtk 3dtk 50dtk ◇ Untuk 3Plate, menjadi lebih lama 6 detik pada waktu Closing-Opening ◇ Apabila Runner besar(tebal), maka Holding dan Cooling menjadi lebih lama ◇ Setting Temperatur Cooling: 30ºC 41
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )