Judul: Perumusan Naskah Proklamasi
Tokoh dan Pemeran:
1. Narator (Albert) – Menceritakan jalannya peristiwa.
2. Ir. Soekarno (Bram) – Tokoh utama, pemimpin perumusan naskah.
3. Drs. Moh. Hatta (Dimas) – Wakil Soekarno, pemikir dalam perumusan.
4. Ahmad Soebardjo (Metta) – Pemimpin diplomasi dalam perumusan.
5. Sayuti Melik (Genessa) – Pengetik naskah Proklamasi.
Adegan 1: Ruang Rapat Perumusan (Rumah Laksamana Maeda, 16 Agustus 1945 Malam)
(Latar: Sebuah ruangan dengan meja dan kursi kayu. Suasana serius dan tegang.)
Narator: Malam itu, di rumah Laksamana Maeda, para pemimpin bangsa berkumpul untuk
merumuskan naskah Proklamasi. Peristiwa ini menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah
Indonesia.
Soekarno: (Kepala menunduk, berpikir dalam-dalam) Saudara-saudara, saat ini adalah momen
penentuan bagi bangsa kita. Naskah proklamasi harus segera dirumuskan.
Hatta: (Kepada Soekarno) Benar, Bung Karno. Kita tidak bisa menunggu lebih lama. Jepang telah
menyerah, dan rakyat menuntut kemerdekaan segera diumumkan.
Ahmad Soebardjo: (Menenangkan suasana) Saya setuju. Namun, kita tetap harus menyusun naskah
dengan penuh pertimbangan. Jangan sampai ada cela yang dimanfaatkan oleh pihak lain.
Adegan 2: Penyusunan Naskah Proklamasi
(Para pemimpin mulai menyusun naskah, berdiskusi dengan serius.)
Narator: Setiap kata dalam naskah ini memiliki arti yang mendalam. Mereka menyusun kalimat
dengan hati-hati agar mewakili semangat perjuangan bangsa.
Soekarno: (Tersenyum) Ini adalah isi utama proklamasi. Apakah ada yang perlu diperbaiki?
Hatta: (Melihat draft) Mungkin lebih baik jika kita menulis "Kami bangsa Indonesia menyatakan
dengan ini..." agar lebih jelas.
Ahmad Soebardjo: (Menyetujui) Saya setuju. Kemudian, kita perlu menambahkan pernyataan
tentang pengalihan kekuasaan.
Adegan 3: Pengetikan, Penandatanganan, dan Persiapan Proklamasi
(Sayuti Melik datang dan menerima draft naskah dari Soekarno.)
Narator: Setelah naskah disusun, Sayuti Melik bertugas mengetiknya dengan beberapa perubahan
kecil yang disepakati.
Soekarno: (Kepada Sayuti Melik) Sayuti, tolong ketik naskah ini dengan beberapa perbaikan yang
telah kita sepakati.
Sayuti Melik: (Menerima kertas) Baik, Bung. Saya akan mengetiknya sekarang.
(Sayuti Melik mengetik naskah dengan perubahan kecil, seperti mengganti "wakil-wakil bangsa
Indonesia" menjadi "atas nama bangsa Indonesia".)
Narator: Ketikan terakhir selesai. Esok hari, dunia akan menyaksikan lahirnya negara baru—
Indonesia!
Soekarno: (Kepada semua) Dengan ini, kita telah menyusun naskah Proklamasi. Besok pagi,
kemerdekaan akan kita umumkan!
Hatta: (Senyum penuh harapan) Semoga ini menjadi awal yang baik bagi Indonesia merdeka.
Ahmad Soebardjo: (Bersorak) Merdeka!
Semua: (Mengangkat tangan) Merdeka!
Kostum yang Digunakan:
Narator: Seragam sekolah (kemeja putih dan celana abu-abu atau hitam).
Soekarno: Kemeja putih berlengan panjang, celana panjang hitam, peci hitam.
Hatta: Kemeja putih, celana panjang, kacamata bundar, peci hitam.
Ahmad Soebardjo: Kemeja putih, celana panjang coklat, tanpa peci.
Sayuti Melik: Kemeja putih, celana panjang hitam, tanpa peci.
(Tirai menutup, drama selesai.)