PENDAHULUAN PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk merupakan hasil penggabungan strategis antara dua perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, yaitu Gojek yang berfokus pada layanan berbasis permintaan (on-demand), dan Tokopedia yang bergerak di bidang perdagangan elektronik (ecommerce). Merger ini resmi terjadi pada tahun 2021 dan menghasilkan sebuah perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham GOTO. GoTo menjalankan tiga pilar bisnis utama yang saling melengkapi, yakni layanan on-demand seperti GoRide, GoCar, GoFood, dan GoSend; layanan e-commerce melalui platform Tokopedia; serta layanan teknologi finansial yang meliputi Go Pay dan Go Pay Later. Dengan cakupan operasional yang luas dan pemanfaatan teknologi digital secara intensif, perusahaan ini berhasil menjangkau lebih dari 50 juta pengguna aktif tahunan, menggandeng sekitar 20 juta pelaku usaha, dan melibatkan sekitar 3 juta mitra pengemudi. GoTo membawa visi untuk menjadi ekosistem digital paling berpengaruh di Asia Tenggara dengan tujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif, merata, dan berorientasi pada pemanfaatan teknologi untuk memperluas dampak sosial dan ekonomi di masyarakat. Namun pada tahun 2023, perusahaan menghadapi sejumlah tantangan besar yang menuntut transformasi menyeluruh baik dari sisi strategi bisnis maupun struktur organisasi internal. Tekanan untuk segera mencapai profitabilitas menjadi fokus utama, seiring dengan tuntutan pasar dan investor yang menginginkan arah bisnis yang lebih menguntungkan dan efisien. Persaingan dari berbagai kompetitor besar, baik lokal maupun internasional seperti Grab, Shopee, dan TikTok Shop semakin memperketat ruang gerak GoTo di pasar digital Indonesia. Meskipun perusahaan menunjukkan perbaikan margin kontribusi, catatan keuangan masih memperlihatkan kerugian, sehingga mendorong manajemen untuk melakukan efisiensi operasional melalui restrukturisasi organisasi dan peningkatan tata kelola perusahaan. Di sisi lain, GoTo juga harus menyesuaikan diri terhadap tantangan eksternal berupa ketergantungan pada pembiayaan dari pasar modal serta kepatuhan terhadap regulasi baru, khususnya yang terkait dengan perlindungan data pribadi dan pengawasan sektor keuangan digital. Seluruh tantangan tersebut memaksa perusahaan untuk menyusun ulang strategi secara lebih adaptif dan berorientasi jangka panjang, agar tetap relevan, kompetitif, serta mampu membangun pondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri yang terus berubah. PEMBAHASAN LANGKAH I: MENGIDENTIFIKASI, VISI, MISI,TUJUAN, DAN SASARAN PERUSAHAAN LEMBAR KERJA I Visi Perusahaan: Visi Grup GoTo adalah memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk berpartisipasi dalam meraih keberhasilan pada ekonomi digital. Misi Perusahaan: Misi Grup GoTo adalah untuk ‘mendorong kemajuan’ bagi para pelanggan, termasuk konsumen, pedagang dan mitra pengemudi, di dalam ekonomi digital. GoTo memanfaatkan teknologi dan inovasi guna memenuhi misi ini, memberdayakan pelanggan untuk dapat saling terhubung dan membantu. Seperti slogan GoTo, "go together, go far". Tujuan Perusahaan: GoTo bertujuan untuk mencapai titik impas (breakeven) EBITDA Grup untuk mencapai target, GoTo akan terus fokus pada pertumbuhan yang dipercepat dan profitabilitas yang berkelanjutan. GoTo juga akan memperluas keterjangkauan produk dan layanan saat GoTo berusaha menjangkau lebih banyak konsumen, serta menjajaki cara baru untuk lebih memperkaya pengalaman konsumen. Sasaran Perusahaan: Sasaran perusahaan GoTo adalah untuk memperkuat posisinya sebagai ekosistem digital terdepan di Indonesia dengan mengintegrasikan layanan transportasi, e-commerce, dan keuangan digital secara menyeluruh. GoTo berupaya meningkatkan kepuasan pelanggan melalui inovasi berkelanjutan, efisiensi operasional, dan kolaborasi strategis dengan mitra lokal. Selain itu, perusahaan menargetkan pertumbuhan pengguna aktif, peningkatan transaksi, dan ekspansi layanan ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi dan data, GoTo juga berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk konsumen, pedagang, mitra pengemudi, dan masyarakat luas. LANGKAH II: KERANGKA KERJA ANALITIS FORMULASI STRATEGIK LEMBAR KERJA II Pertama: Input (Input Stage) Matriks Evaluation Faktor Eksternal (External Factor Evaluation) – EFE Table 1.1 Faktor-Faktor Eksternal; Utama Peluang: PDB Indonesia tumbuh 5,05% 2023 peluang ekspansi bisnis digital. (AR Hal 38 - Ekonomi Makro Asia Tenggara dan Indonesia, Paragraf 3) Pasar digital Indonesia naik 4x lipat menjadi USD 360 miliar dalam 5-6 tahun. (AR Hal 163 - Prospek Bisnis) Pinjaman digital diperkirakan capai USD 40 miliar pada 2030. (AR Hal 163 - Prospek Bisnis) Ancaman: Kurang promosi e-commerce melambatkan Gross Merchandise Value (GMV). (AR Hal 139 - Ekonomi Digital Indonesia, Paragraf 3) Perubahan musiman. (AR Hal 163 - Situasi Musiman) Pelapor pelanggaran mendapatkan tekanan atau ancaman. (AR Hal 312 - Total Laporan Pelanggaran yang Diterima Sepanjang Tahun 2023) Total Keterangan: Bobot (1) : 1,00 Peringkat (2) : 1 s/d 4 Peringkat 4 : Respon Superior Peringkat 3 : Respon diatas rata-rata Peringkat 2 : respon rata-rata Bobot Peringkat 1 2 Nilai Tertimbang (1*2) 0,16 3 0,48 0,21 4 0,84 0,21 4 0,84 0,21 4 0,84 0,16 3 0,48 0,05 1,00 1 0,05 3,53 Peringkat 1 : Respon buruk Nilai Tertimbang : (1) x (2) Kesimpulan: Berdasarkan nilai tertimbang sebesar 3,53, dapat disimpulkan bahwa strategi yang dijalankan oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berhasil dalam memanfaatkan peluang serta mengelola ancaman secara efektif. Angka tersebut berada di atas batas ambang 2,5, yang menandakan bahwa perusahaan mampu mengoptimalkan potensi yang ada sekaligus merespons berbagai tantangan yang mungkin muncul. Hal ini menunjukkan bahwa Pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 5,05% pada tahun 2023 dan lonjakan pasar digital yang meningkat hingga empat kali lipat mencapai USD 360 miliar dalam 5-6 tahun ke depan menjadi pendorong utama peluang ekspansi bisnis digital. Selain itu, proyeksi pinjaman digital mencapai USD 40 miliar pada tahun 2030 serta tingginya jumlah populasi dewasa yang belum memiliki akses rekening bank membuka potensi besar dalam inklusi keuangan dan layanan digital. Walaupun terdapat beberapa ancaman seperti kurangnya promosi e-commerce yang berpotensi menurunkan GMV, perubahan musiman, serta tekanan terhadap pelapor pelanggaran, pengaruh ancaman ini tergolong lebih terbatas dibanding peluang yang ada. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memprioritaskan pengembangan inovasi di sektor digital dan keuangan, sambil secara simultan mengelola risiko yang ada guna mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan optimal. LEMBAR KERJA III Matriks Profil Kompetitif (Competitive Profile Matrix) – CPM Table 2.1 Faktor-faktor Kunci Keberhasilan Bobot 1 0.20 0.15 0.20 0.10 Pemasaran Keuangan Operasional Sumber Daya Manusia Riset dan 0.15 Pengembangan Sistem 0.20 Informasi Manajemen Total 1,00 Perusahaan Utama (Tokopedia) Nilai Peringkat tertim bang 2 (1*2) 3 0.6 3 0.45 4 0.8 2 0.2 Perusahaan Pesaing 1 (Alibaba) Perusahaan Pesaing 2 (Blibli) Peringkat Nilai Peringkat Nilai 3 4 4 3 4 4 (1*3) 0,8 0,45 0,8 0,4 3 4 4 3 (1*4) 0,6 0,6 0,8 0,3 3 0.45 4 0,6 3 0,45 4 0.8 3 0,6 3 0,6 3.3 3.65 3.35 Keterangan: Bobot (1) : 1,00 Peringkat (2,3,4) : 1 s/d 4 Peringkat 4: Kekuatan Utama Peringkat 3: Kekuatan Minor Peringkat 2 : Kelemahan Minor Peringkat 1 : Kelemahan Utama Nilai : (1) x (2) (1) x (3) (1) x (4) Kesimpulan: Pemasaran: Alibaba memiliki pemasaran yang lebih unggul, karena melakukan optimalisasi belanja iklan dengan memanfaatkan strategi pemasaran yang berbasis data, otomasi dan teknologi, serta berinovasi dalam pemanfaatan media, dalam rangka mencapai aktivitas pemasaran yang lebih terukur, efektif, dan efisien. Keuangan: Blibli memiliki biaya keuangan yang lebih baik dari Tokopedia dan Alibaba, karena keuangan neto konsolidasian menurun hinga 61% atau setara dengan Rp137 miliar. Operasional: Strategi operasional Tokopedia, Alibaba, dan Blibli bisa sama-sama unggul karena ketiganya berhasil membangun 5ystem operasional yang efisien, scalable (mudah dikembangkan), dan berbasis teknologi digital. Meskipun berasal dari negara dan pasar yang berbeda, ketiga perusahaan ini memiliki beberapa strategi operasional yang mirip dan efektif, membuat mereka mampu bersaing secara kompetitif. Sumber Daya Manusia: Strategi sumber daya manusia (SDM) Alibaba lebih unggul dibandingkan Blibli dan Tokopedia karena Alibaba mengelola SDM dengan pendekatan global, berbasis data, dan berorientasi pada inovasi tinggi, serta memiliki budaya organisasi yang kuat dan konsisten sejak awal. Riset dan pengembangan: Riset dan pengembangan (R&D) di perusahaan Alibaba lebih unggul dibandingkan Blibli dan Tokopedia karena Alibaba mengalokasikan anggaran besar, memiliki pusat riset teknologi kelas dunia, dan 6yste pada inovasi jangka 6ystem6 yang berskala global. Sistem Informasi Manajemen: Sistem Informasi Manajemen (SIM) Tokopedia lebih unggul dalam konteks lokal Indonesia dibandingkan Blibli dan bahkan Alibaba dalam beberapa aspek. Kemampuannya dalam mengintegrasikan data, teknologi, dan ekosistem digital yang sangat sesuai dengan perilaku konsumen serta kebutuhan pasar Indonesia. Data Tambahan Faktor Kunci Tokped Alibaba Bli bli Kesimpulan Pemasaran Peringkat 3 dipilih karena Tokopedia menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam mengelola beban pemasaran. Terbukti dari penurunan beban pemasaran sebesar 54% pada tahun 2023. Ini menunjukkan efisiensi, tetapi tidak menunjukkan Strategi pemasaran Alibaba dinilai bagus dan efektif, om didukung oleh berbagai pendekatan inovatif dan hasil konkret. Alibaba menggunakan livestreaming, video pendek, microblog, dan fitur interaktif lainnya untuk memperkuat keterlibatan konsumen dan membangun loyalitas. Strategi ini meningkatkan pengalaman berbelanja dan daya 6yste merek. (AR Sepanjang tahun 2023, Blibli melakukan optimalisasi belanja iklan dengan memanfaatkan strategi pemasaran yang berbasis data, otomasi dan teknologi, serta berinovasi dalam pemanfaatan media, dalam rangka mencapai aktivitas Alibaba menjadi yang paling unggul karena strategi pemasarannya tidak hanya efisien, tetapi juga inovatif dan interaktif. Penggunaan livestreaming, video pendek, dan media 6ystem berhasil meningkatkan keterlibatan konsumen dan loyalitas merek secara signifikan, Faktor Kunci Keuangan Tokped Alibaba Bli bli Kesimpulan keunggulan kompetitif signifikan dalam hal ekspansi pasar atau inovasi besar dalam pemasaran. (AR hal 154) Hal 22-24, 26-27,29) pemasaran yang lebih terukur, efektif, dan efisien ( melampaui efisiensi semata seperti yang dilakukan Tokopedia dan Blibli. Peningkatan pendapatan bersih sebesar 30% menunjukkan performa keuangan yang membaik, namun belum luar biasa 7ystem7c77 pesaing utama lainnya. Efisiensi dari pengurangan insentif dan promosi memberi dampak positif, namun masih tergolong stabil, bukan luar biasa, sehingga Kondisi keuangan Alibaba cukup kompetitif berdasarkan laporan tahun 7ystem 2023. Alibaba mencatat pendapatan sebesar RMB 868,687 juta (sekitar USD 125 miliar), meningkat 2% YoY meski di 7ystem tantangan makroekonomi global. (AR Hal 275 : Consolidated Income Statement) Biaya keuangan neto konsolidasian Blibli sepanjang tahun 2023 sebesar Rp86 miliar, menurun 61% atau setara dengan Rp137 miliar jika dibandingkan dengan biaya keuangan neto konsolidasian sepanjang tahun 2022 yang sebesar Rp223 miliar. (AR Hal 155) berdasarkan hasil antara ke tiga ecommerce ini, 7ystem yang memiliki biaya keungan yang lebih baik. Faktor Kunci Tokped Alibaba Bli bli Kesimpulan Operasional Alibaba pada tahun 8ystem 2023 menunjukkan kinerja yang solid dan adaptif, didukung oleh diversifikasi bisnis (e-commerce, cloud, 8ystem8c, dan hiburan digital), serta strategi transformasi organisasi “1+6+N” untuk meningkatkan kelincahan dan daya saing tiap unit usaha. Alibaba tetap 8yste pada teknologi, efisiensi rantai pasok, dan globalisasi, menjadikannya kompetitif di pasar 8ystem8c dan internasional. (AR Hal 10-13 : menjelaskan strategi dan perubahan organisasi, Hal. 1539 : Business Overview) Sepanjang tahun 2023, Blibli juga terus meningkatkan keunggulan operasionalnya yang menghasilkan struktur biaya yang lebih baik, tercermin dari penurunan persentase beban operasional konsolidasi terhadap TPV dari 10,2% pada tahun 2022 menjadi 8,3% pada tahun 2023 (AR Hal 55) Ketiga perusahaan— Tokopedia, Alibaba, dan Blibli—samasama memiliki keunggulan karena masingmasing berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing dengan pendekatan strategis yang berbeda. Tokopedia unggul dalam mempertahank an basis pengguna dan mitra yang besar sambil menurunkan biaya, Alibaba menunjukkan adaptabilitas tinggi melalui diversifikasi dan transformasi diberi peringkat 3. (AR Hal 153) Operasional Peringkat 4 diberikan karena Tokopedia berhasil mencapai efisiensi operasional dengan penurunan biaya sebesar 8%, sekaligus mempertahan kan jumlah pengguna dan mitra yang besar (50,8 juta ATUs, 20,1 juta pedagang, dan 3,1 juta mitra pengemudi). Ini mencerminka n keunggulan operasional yang kompetitif. Faktor Kunci Tokped Alibaba Bli bli Kesimpulan organisasi, sementara Blibli berhasil menekan beban operasional secara signifikan, mencerminkan efisiensi biaya yang kuat. Sumber Daya Manusia Meski ada pelatihan dan penerapan kebijakan kepatuhan (seperti ABAC), kontribusi langsung terhadap keunggulan kompetitif masih terbatas. Karena belum menunjukkan dampak signifikan terhadap kinerja keseluruhan, maka diberikan peringkat 2. (AR Hal 312) Alibaba menempatkan SDM sebagai pilar utama pertumbuhan dan inovasi, dengan budaya kerja yang menekankan “Customer First, Employees Second” serta prinsip “Live seriously, work happily.” Perusahaan aktif membangun lingkungan kerja yang inklusif, inovatif, dan penuh semangat melalui program seperti AliDay, Ali-versary, dan pelibatan karyawan secara global. Alibaba juga menghargai loyalitas dan pengembangan jangka 9ystem9 karyawan, terbukti Setiap tahunnya, karyawan akan menerima evaluasi kinerja yang diikuti dengan pemberian penghargaan dan pengakuan yang sesuai bagi karyawan yang berhak. Pada tahap evaluasi, Blibli juga mengidentifika si gap kompetensi dan kemampuan untuk merancang program pengembangan yang selaras Alibaba menjadi yang paling unggul karena selalu menempatkan SDM sebagai pilar utama pertumbuhan dan inovasi, dengan budaya kerja yang menekankan “Customer First, Employees Second” serta prinsip “Live seriously, work happily.” Faktor Kunci Riset dan Pengembangan Tokped Peringkat 3 dipilih karena Tokopedia berhasil memanfaatka n kemitraan strategis (seperti dengan TikTok) untuk mengubah arus kas 10ystem10c menjadi positif. Meski demikian, belum terlihat inovasi teknologi yang benarbenar disruptif sehingga belum mencapai Alibaba Bli bli dari 10ystem penghargaan berdasarkan masa kerja dan program pelatihan berkelanjutan. (AR Hal 6-7, Hal 5 : nilainilai SDM dan etos kerja, Hal 149-151 : rincian struktur dan data SDM) antara target pengembangan individu dengan kebutuhan dan tujuan Perseroan Riset dan pengembangan di Alibaba tergolong sangat baik dan strategis, dibuktikan dengan pendirian DAMO Academy, pusat riset global yang 10yste pada teknologi mutakhir seperti AI, cloud computing, dan big data. Inovasi penting tahun 2023 termasuk peluncuran large language model Tongyi Qianwen serta platform AI terbuka ModelScope. Alibaba juga mengintegrasikan teknologi R&D ke dalam berbagai lini bisnis, termasuk cloud, 10ystem10c, dan e-commerce. Strategi usaha dan kebijakan strategis Blibli pada tahun 2023 di antaranya memperluas pilihan produk, penguatan layanan, pengembangan teknologi, inovasi omnichannel, kepemimpinan biaya dan pengembangan sinergi dalam ekosistem (AR Hal 52) Kesimpulan Alibaba lebih unggul karena pendirian DAMO Academy, pusat riset global yang 10yste pada teknologi mutakhir seperti AI, cloud computing, dan big data. Faktor Kunci Sistem Informasi Manajemen Tokped Alibaba peringkat maksimal. (AR Hal 45) Investasi yang konsisten pada R&D mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendorong transformasi digital dan mempertahankan daya saing global. (AR Hal 19-20, Hal 36, Hal 8-9 : Sorotan kegiatan R&D sepanjang tahun) SIM mendapatkan bobot tertinggi karena menjadi kekuatan utama Tokopedia. Sistem seperti API Gateway dan ClientServer Communicati on sangat kuat, membantu efisiensi data dan keamanan 11ystem. Fitur ini menjadi tulang Alibaba memiliki 11ystem informasi manajemen yang sangat canggih dan terintegrasi, terutama melalui platform cloud computing (Alibaba Cloud) dan DingTalk — 11ystem kolaborasi cerdas untuk perusahaan. Alibaba juga menyediakan dashboard operasional berbasis cloud bagi mitra dagang untuk mengelola 11yst, inventaris, layanan pelanggan, dan pemasaran secara real-time, meningkatkan efisiensi dan akurasi Bli bli Kesimpulan Blibli juga berfokus pada kualitas 11ystem TI yang dapat memberikan pengalaman kepada pelanggan dengan 11ystem. Beberapa kebijakan diterapkan untuk menjaga kualitas 11ystem, seperti canary deployment,pe meriksaan rutin lalu lintas perjalanan penggunaan platform end- Tokopedia lebih unggul karena Sistem seperti API Gateway dan Client-Server Communicatio n sangat kuat, membantu efisiensi data dan keamanan 11ystem. Faktor Kunci Tokped Alibaba Bli bli punggung keunggulan teknologi Tokopedia dan sangat relevan di 12ystem12c e-commerce digital saat ini. (AR Hal 81) pengambilan 12ystem12c12. (AR Hal 36 : Cloud-based Smart Operation Dashboard) to-end oleh pelanggan, pengembangan First Time Right (FTR), dan juga pembentukan tim Pengalaman Pelanggan Pertama (AR Hal 191) Kesimpulan LEMBAR KERJA IV Matriks Evaluasi Faktor Internal (Internal Factor Evaluation)- IFE Table 3.1 Faktor-Faktor Internal; Utama Kekuatan: Tokopedia menghadirkan fitur belanja dengan live shopping & video pendek untuk interaksi langsung antara konsumen, pedagang, dan influencer. ( AR Hal 73 – Interactive Commerce (Tokopedia Play) ) Cepatnya proses 13ystem13c mulai dari barang masuk, diambil sesuai pesanan, hingga dikirim, sehingga dapat mengirimkan di hari sama ke pelanggan.( AR Hal 78 – Fulfillment – Dilayani Tokopedia ) Gabungan penawaran TikTok menampatkan Tokopedia menjadi pelaku e-commerce Indonesia, meningkatkan GoTo beberapa tahun mendatang ( AR Hal 49 – E-Commerce ) Kelemahan: Gross Transaction Value (GTV) Tokopedia mengalami penurunan 1% menjadi Rp606,5 triliun dari Rp613,4 triliun pada tahun 2022 yang menunjukkan potensi tekanan pasar ( AR Hal 142 – Strategi Komprehensif Grup GOTO ) Risiko kerugian yang berasal dari ketidakcukupan atau kegagalan proses internal, SDM, 13ystem ( AR Hal 296 – Jenis Resiko & Cara Pengolaannya ) Ketergantung pada pihak ketiga yaitu GoKilat yang tarifnya dihitung berdasarkan jarak tempuh masih jadi tantangan terutama untuk daerah luar Pulau Jawa ( AR Hal 149 – Ketergantungan pada Infrastruktur ) Total Tabel 1.3 Bobot Peringkat 1 2 Nilai Tertimbang (1*2) 0,22 4 0,88 0,33 4 1,32 0,18 3 0,54 0,05 1 0,05 0,10 1 0,10 0,12 1,00 2 0,24 3,13 Keterangan: Bobot (1) : 1,00 Peringkat (2) : 1 s/d 4 Peringkat 4 : Kekuatan Besar Peringkat 3 : Kekuatan Kecil Peringkat 2 : Kelemahan Kecil Peringkat 1 : Kelemahan Besar Nilai Tertimbang : (1) x (2) Skor rata-rata tertimbang : 2,5 Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis faktor internal, Tokopedia berada dalam posisi yang kuat dengan skor total nilai tertimbang sebesar 3,13 dari batas ambang 2,5. Kekuatan utama perusahaan meliputi inovasi fitur interaktif seperti live shopping dan video pendek (Tokopedia Play), sistem logistik yang efisien dengan pengiriman di hari yang sama, serta kolaborasi strategis dengan TikTok yang memperkuat posisi Tokopedia di pasar e-commerce Indonesia. Namun demikian, terdapat beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti penurunan Gross Transaction Value (GTV) sebesar 1% pada tahun 2022, risiko operasional akibat kelemahan proses internal dan sistem, serta ketergantungan pada mitra logistik pihak ketiga yang masih menjadi tantangan, khususnya di luar Pulau Jawa. Secara keseluruhan, Tokopedia memiliki fondasi internal yang kuat untuk mempertahankan daya saingnya, meskipun perbaikan terhadap aspek kelemahan tetap diperlukan guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan. LEMBAR KERJA V 1. Matriks Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT) Peluang (Oportunities-O) Kekuatan (Strength-S) Kelemahan (Weaknesses-W) 1. Tokopedia menghadirkan fitur belanja dengan live shopping & video pendek untuk interaksi langsung. 2. Cepatnya proses logistik mulai dari barang masuk, diambil sesuai pesanan, hingga dikirim. 3. Gabungan penawaran TikTok menempatkan Tokopedia menjadi pelaku e-commerce Indonesia. 1. Gross Transaction Value (GTV) Tokopedia mengalami penurunan 1% menjadi Rp606,5 triliun dari Rp613,4 triliun. 2. Risiko kerugian yang berasal dari ketidakcukupan atau kegagalan proses internal, SDM, sistem 3. Ketergantungan pada pihak ketiga yaitu GoKilat yang tarifnya dihitung jarak tempuh masih jadi tantangan Strategi (SO) Strategi (WO) 1. PDB Indonesia tumbuh 1. 1.Memaksimalkan fitur live 1. Meningkatkan sistem 5,05% 2023 peluang shopping dan video pendek internal dan SDM ekspansi bisnis digital. untuk meningkatkan untuk mengatasi risiko 2. Pasar digital Indonesia engagement dan mendorong kegagalan operasional naik 4x lipat menjadi ekspansi pasar (S1, O1). demi mendukung USD 360 miliar dalam 5- 2. Mengoptimalkan efisiensi ekspansi digital (W2, 6 tahun. logistik agar mampu O1). 3. Pinjaman digital memenuhi permintaan pasar 2. Diversifikasi mitra diperkirakan capai USD Indonesia (S2, O2). logistik untuk 40 miliar pada 2030. mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, agar menjangkau area yang luasa agar berpotensi pasar yang besar (W3, O2). Ancaman (Threats-T) 1. Kurang promosi ecommerce melambatkan Gross Merchandise Value (GMV). 2. Perubahan musiman. 3. Pelapor pelanggaran mendapatkan tekanan atau ancaman. Strategi (ST) Strategi (WT) 1. Gunakan integrasi Tokopedia dan GoTo untuk membuat promosi lintas platform, (S3, T1). 2. Gunakan efisiensi logistik Tokopedia untuk mengantisipasi lonjakan pesanan akibat musiman day (S2, T2). 1. Perkuat sistem pelaporan dan evaluasi internal agar pelapor pelanggaran tidak menghadapi tekanan serta meningkatkan citra perusahaan (W2, T3). 2. Optimalkan tarif dan layanan Go Kilat untuk efisiensi pengiriman guna menghadapi menurunnya GTV dan tren perlambatan GMV (W3, T1). Figure 1.1 Swot Kesimpulan: 1) Strategi SO (Strength-Opportunities) => Mengarah ke Strategi Ekspansi Alasan: - Fokus pada perluasan layanan seperti live shopping dan ekspansi pasar digital. - Menunjukkan penambahan fungsi dan cakupan layanan untuk melayani sektor yang berkembang. 2) Strategi WO (Weaknesses-Opportunities) => Mengarah ke Strategi Stabilitas Alasan: - Perbaikan sistem internal dan diversifikasi mitra pengiriman adalah bentuk peningkatan fungsi yang sudah ada. - Strategi ini tidak menambah layanan baru secara besar, tetapi fokus pada perbaikan 3) Strategi ST (Strength-Threats) => Mengarah ke: Strategi Kombinasi Alasan: - Menggabungkan kekuatan logistik dan integrasi platform untuk mengatasi ancaman promosi dan lonjakan permintaan musiman. - Strategi ini mencerminkan adaptasi pada kondisi lingkungan yang cepat berubah (sesuai penjelasan strategi kombinasi). 2. Matriks Grand Strategy (GS) Berdasarkan perhitungan Matriks EFE (Lembar Kerja II) dan Matriks IFE (Lembar Kerja IV), diperoleh nilai tertimbang total EFE 0,79, serta nilai tertimbang total IFE 2,35 Oleh karena itu, diperoleh perhitungan matriks GS sebagai berikut: Figure 2.1 Matrik GS Berdasarkan perhitungan Matriks GS pada gambar 2.2, maka diperoleh letak posisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berada pada Kuadran I, dengan posisi perusahaan yang memiliki kekuatan internal yang tinggi dan mampu memanfaatkan peluang eksternal yang besar di sektor ekonomi digital Indonesia. Posisi ini mencerminkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang sangat strategis untuk menerapkan strategi pertumbuhan agresif guna memperluas pasar, memperkuat loyalitas pelanggan, dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi digital yang terus berkembang. Sehingga, dari Matriks SWOT dan Matriks GS di atas, strategi yang dapat digunakan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk adalah strategi: 1. Pengembangan Pasar: Memperluas jangkauan layanan Tokopedia dan GoTo Financial ke wilayah non-perkotaan, serta menyediakan layanan pinjaman digital dan pembayaran non-tunai untuk segmen pengguna baru. 2. Penetrasi Pasar: Meningkatkan interaksi pengguna melalui fitur live shopping, video pendek, serta promosi lintas platform antara Gojek, Tokopedia, dan GoPay untuk meningkatkan loyalitas dan volume transaksi. 3. Pengembangan Produk: Menciptakan fitur-fitur baru berbasis AI untuk personalisasi pengalaman belanja, serta meningkatkan efisiensi layanan logistik melalui inovasi seperti same-day delivery. LEMBAR KERJA VI Matriks Perencanaan Strategi Kuantitatif (Quantitative Stratrgic Planning Matrix)-QSPM Table 4.1 Faktor kunci Bobot Strategi 1 Penetrasi Pasar Faktor Eksternal Kunci Peluang Peluang Ekspansi Digital Pasar Digital Pinjaman Digital Ancaman Kurang Promosi Ecommerce Perubahan Musiman Pelapor Pelanggaran Mendapatkan Ancaman Faktor Internal Kunci Kekuatan Live Shopping & Video Pendek Cepatnya Proses Logistik Gabungan Penawaran TikTok Kelemahan GTV Mengalami Penurunan Kegagalan Proses Internal, SDM, dan Sistem Ketergantungan pada Pihak Ke-3 Alternatif Strategi Strategi 2 Strategi 3 Pengembangan Pasar AS TAS Pengembanga n Produk AS TAS AS TAS 0,25 0,15 0,20 4 4 3 1,00 0,60 0,60 4 2 4 1,00 0,30 0,80 3 3 3 0,75 0,45 0,60 0,10 2 0,20 4 0,40 4 0,40 0,10 0,10 3 3 0,30 0,30 3 3 0,30 0,30 2 3 0,20 0,30 0,20 4 0,80 4 0,80 3 0,60 0,18 0,17 3 3 0,54 ,51 4 4 0,72 0,68 3 3 0,54 0,51 0,15 3 0,45 3 0,45 2 0,30 0,17 3 0,51 4 0,68 4 0,68 0,13 4 0,52 2 0,26 3 0,39 Sebagai dasar dalam penentuan strategi yang paling sesuai bagi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, alat analisis yang digunakan adalah Matriks Grand Strategy (GS). Diperoleh nilai tertimbang total EFE 3,53, serta nilai tertimbang total IFE 3,13. Berdasarkan perhitungan Matriks GS pada gambar 2.2, maka diperoleh letak posisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berada pada Kuadran I, dengan posisi perusahaan yang memiliki kekuatan internal yang tinggi dan mampu memanfaatkan peluang eksternal yang besar di sektor ekonomi digital Indonesia. Posisi ini menunjukkan kondisi yang sangat menguntungkan, sehingga strategi yang paling tepat adalah strategi pertumbuhan agresif (growth-oriented strategy). Berdasarkan analisis SWOT dan Grand Strategy, ditetapkan tiga alternatif strategi utama yang relevan untuk dipertimbangkan dalam Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM), yaitu: 1. Pengembangan Pasar 2. Penetrasi Pasar 3. Pengembangan Produk Ketiga strategi ini dipilih karena selaras dengan kekuatan dan kelemahan internal PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, sekaligus mampu merespons peluang dan ancaman eksternal secara langsung. Selain itu, seluruh strategi memanfaatkan keunggulan internal PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk seperti teknologi yang canggih, kekuatan merek, efisiensi operasional, serta loyalitas nasabah sebagai fondasi untuk mempercepat pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam penyusunan QSPM, setiap faktor eksternal dan internal utama diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya. Masing-masing strategi lalu dievaluasi dengan Attractiveness Score (AS) — yaitu skor daya tarik relatif terhadap setiap faktor, mulai dari 1 (tidak relevan) hingga 4 (sangat relevan). Nilai AS ini kemudian dikalikan dengan bobot untuk menghasilkan skor tertimbang, yang jika dijumlahkan menunjukkan tingkat kelayakan strategi. Hasil penghitungan menunjukkan bahwa Strategi 2: Peluang Ekspansi Digital Premium memperoleh nilai tertimbang tertinggi yaitu 6,68, menjadikannya strategi yang paling potensial untuk dilaksanakan oleh PT GoTo Gojek Tokopedia. Strategi ini memungkinkan untuk memaksimalkan keunggulan internal. Dengan mempertimbangkan keseluruhan faktor tersebut, strategi Peluang Ekspansi Digital direkomendasikan sebagai pilihan utama yang paling sesuai bagi PT GoTo Gojek Tokopedia dalam mempertahankan posisi sebagai pemimpin di industri ecommerce dan bisa mencapai pertumbuhan jangka panjang secara berkelanjutan. LANGKAH III IMPLEMENTASI STRATEGI Isu Manajemen, Pemasaran, Operasional, Sumber Daya Manusia Dan Keuangan ((bila ada, dapat ditambah R & D dan SIM) LEMBAR KERJA VII Implementasi Strategi: Pengembangan Pasar 1. Bidang Pemasaran: Tokopedia menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam mengelola beban pemasaran. Terbukti dari penurunan beban pemasaran sebesar 54% pada tahun 2023. Ini menunjukkan efisiensi, tetapi tidak menunjukkan keunggulan kompetitif signifikan dalam hal ekspansi pasar atau inovasi besar dalam pemasaran. Utama (Prospector): PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk adalah Strategi Ekspansi Digital, yang berfokus pada pengembangan pasar UMKM dan mikro serta pemanfaatan inovasi digital seperti live shopping, integrasi fintech, dan diferensiasi layanan premium. Strategi ini mencerminkan karakteristik Prospector, yaitu organisasi yang berorientasi pada pertumbuhan, proaktif dalam mengeksplorasi peluang pasar baru, serta berani berinovasi melalui teknologi. Pendukung (Defender): Tokopedia memiliki kemampuan cukup baik dalam mengelola efisiensi operasional, khususnya di bidang pemasaran. Hal ini terlihat dari penurunan beban pemasaran sebesar 54% pada tahun 2023, yang mencerminkan pengendalian biaya yang efektif. Namun, capaian ini lebih menunjukkan aspek efisiensi dan stabilitas, tanpa adanya keunggulan kompetitif yang signifikan dalam ekspansi pasar atau inovasi pemasaran besar 2. Bidang Operasional: Tokopedia berhasil mencapai efisiensi operasional dengan penurunan biaya sebesar 8%, sekaligus mempertahankan jumlah pengguna dan mitra yang besar (50,8 juta ATUs, 20,1 juta pedagang, dan 3,1 juta mitra pengemudi). Ini mencerminkan keunggulan operasional yang kompetitif. Utama (Low Cost): Penurunan biaya operasional sebesar 8% menandakan bahwa efisiensi adalah fokus utama dalam manajemen operasional Tokopedia, Tokopedia berhasil menekan biaya sambil menjaga skala besar operasinya (jumlah pengguna dan mitra), sejalan dengan pendekatan Low Cost. Pengendalian biaya dan optimalisasi proses sangat terlihat dalam keberhasilan efisiensi ini, terutama dalam integrasi logistik, digitalisasi layanan, dan pemanfaatan skala ekonomi. Pendukung (Inovator): terdapat pemanfaatan teknologi dan automasi dalam proses operasional, seperti sistem logistik berbasis AI, integrasi pembayaran digital, dan algoritma rekomendasi budaya eksperimen dan adaptasi teknologi baru mendukung peningkatan efisiensi, meskipun inovasi tersebut bersifat pendukung terhadap efisiensi utama, bukan fokus operasional utama itu sendiri. okopedia menunjukkan kemampuan menerapkan proses dan teknologi yang terus berkembang, namun dengan orientasi utama pada skalabilitas dan biaya, 3. Bidang Keuangan: Peningkatan pendapatan bersih Tokopedia sebesar 30% menunjukkan performa keuangan yang membaik, namun belum luar biasa dibanding pesaing utama lainnya. Efisiensi dari pengurangan insentif dan promosi memberi dampak positif, namun masih tergolong stabil, bukan luar biasa Utama (Pasif): Strategi keuangan Tokopedia menunjukkan fokus pada efisiensi dan pengendalian biaya melalui pengurangan insentif dan promos, Tidak ada indikasi penggunaan leverage tinggi, investasi agresif, atau ekspansi finansial berisiko tinggi, seperti yang biasa dilakukan dalam strategi agresif, Stabilitas keuangan diutamakan, terutama dalam menjaga margin dan mengoptimalkan pengeluaran operasional daripada mendorong pertumbuhan agresif melalui pembiayaan eksternal. Pendukung (Superior): Peningkatan pendapatan 30% tetap menunjukkan adanya usaha menuju pertumbuhan, meskipun dilakukan dengan cara terukur dan terkendali, Tokopedia tetap mempertahankan ekspansi digital dan jumlah pengguna yang menunjukkan usaha untuk menyeimbangkan risiko dan keuntungan 4. Bidang Sumber Daya Manusia: Di tokopedia meski ada pelatihan dan penerapan kebijakan kepatuhan (seperti ABAC), kontribusi langsung terhadap keunggulan kompetitif masih terbatas. Karena belum menunjukkan dampak signifikan terhadap kinerja keseluruhan. Utama (Apollonian): Pendekatan Tokopedia dalam MSDM lebih menekankan pada efisiensi, struktur kebijakan, dan kepatuhan. Tokopedia menekankan pentingnya sistem dan prosedur yang rasional, terukur, dan berdasarkan data, bukan kontrol absolut atau hierarki ketat, Sangat cocok dengan budaya perusahaan besar berbasis teknologi yang ingin menjaga reputasi dan efisiensi di tengah pertumbuhan. Pendukung (Zeus): Mengembangkan fitur-fitur baru dan meningkatkan layanan pelanggan sangat mungkin dilakukan melalui tim lintas fungsi dan otonomi dalam pengembangan produk. 5. Bidang Riset dan Pengembangan: Tokopedia berhasil memanfaatkan kemitraan strategis (seperti dengan TikTok) untuk mengubah arus kas negatif menjadi positif. Meski demikian, belum terlihat inovasi teknologi yang benar-benar disruptif sehingga belum mencapai Strategi: Tokopedia mengadopsi teknologi dan tren pasar yang sudah ada, seperti live shopping dan integrasi dengan TikTok, alih-alih mengembangkan teknologi baru secara mandiri dari nol. Fokus utama tokopedia adalah memanfaatkan kolaborasi dan adaptasi cepat terhadap inovasi eksternal, lalu mengimplementasikannya dalam ekosistem sendiri dengan efisiensi tinggi. 6. Bidang Sistem Informasi Manajemen: Sistem seperti API Gateway dan Client-Server Communication sangat kuat, membantu efisiensi data dan keamanan sistem. Fitur ini menjadi tulang punggung keunggulan teknologi Tokopedia dan sangat relevan di industri e-commerce digital saat ini. Strategi: Pengembangan dan penerapan arsitektur sistem seperti API Gateway menunjukkan fokus pada pengembangan teknologi baru dan proses digital modern. Sistem ini memberi Tokopedia kelebihan kompetitif yang nyata dalam hal performa teknis, kecepatan integrasi mitra, dan keamanan data pengguna.Penguatan ini bukan hanya mengikuti standar industri, tetapi juga mengarah pada penciptaan sistem yang menjadi acuan di sektor e-commerce Indonesia. LANGKAH IV MEMBUAT REKOMENDASI/SOLUSI LEMBAR KERJA VIII Strategi terpilih: Pengembangan Pasar 1. Bidang Pemasaran: a. Memperkuat Posisi sebagai Prospector Tokopedia memilih strategi prospector, perusahaan dapat menjadi pelopor tren dan memanfaatkan celah pasar lebih cepat dari kompetitor. b. Mengembangkan Fitur Live Shopping dan Video Pendek Dengan adanya Live Shopping Tokopedia meningkatkan engagement, memperkuat interaksi seller-buyer, dan menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal. c. Mengoptimalkan Keputusan Kampanye Digital Berbasis Data Real-Time Adanya Real-TIME setiap keputusan dalam kampanye digital, seperti waktu tayang, format konten, dan target audiens, dapat dibuat lebih akurat dan responsif terhadap situasi pasar. 2. Bidang Operasional: a. Menunjukkan Karakter sebagai Inovator melalui Integrasi Teknologi Tokopedia berinovasi dengan mengintegrasikan teknologi, seperti kolaborasi TikTok, sebagai wujud komitmen mengikuti perkembangan digital. b. Menerapkan Pendekatan Diferensiasi dalam Operasion Tokopedia menghadirkan layanan cepat, akurat, dan mandiri untuk memberikan pengalaman belanja yang unik dan nyaman. c. Penguatan Sistem Logistik Berbasis Teknologi Tokopedia perlu memperkuat sistem logistik berbasis teknologi, seperti pelacakan otomatis dan pengelolaan gudang, demi layanan yang cepat dan konsisten. 3. Bidang Keuangan: a. Adanya Strategi Agresif untuk Menangkap Peluang Pasar Tokopedia perlu bergerak agresif memanfaatkan naiknya permintaan pasar lewat optimalisasi logistik yang andal dan responsif. b. Mengelola Risiko secara Konservatif untuk Stabilitas Jangka Panjang Dengan pengawasan dan pelaporan kuat, Tokopedia mengelola risiko secara hati-hati demi kesehatan keuangan dan keberlanjutan operasional. c. Menjaga Ekspansi Tetap Terkontrol dan Berkelanjutan Tokopedia dapat berkembang cepat tanpa kehilangan kontrol operasional dan keuangan, sehingga pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan. 4. Bidang Sumber Daya Manusia: a. Peningkatan Sistem Internal dan Pengawasan Kinerja Karyawan (Pendekatan Zeus) Tokopedia memperkuat SDM dengan sistem terstruktur dan pengawasan kinerja terukur untuk menjaga disiplin, produktivitas dan kualitas kerja. b. Mendorong Kolaborasi Tim Lintas Fungsi (Pendekatan Athenian) Tokopedia mendorong kerja sama antar tim agar ide-ide baru bisa muncul dan solusi yang dihasilkan lebih kreatif, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. c. Fokus pada Pengembangan Fitur Baru dan Peningkatan Layanan Pelanggan Tokopedia tetap menjaga aturan kerja, tapi memberi ruang bagi karyawan untuk berkreasi. Dengan cara ini, produk dan layanan bisa terus diperbarui agar pelanggan puas dan perusahaan tetap unggul. 5. Bidang Riset dan Pengembangan: a. Mengembangkan Teknologi Interaktif yang Canggih Tokopedia perlu berinvestasi pada teknologi live streaming, video pendek, dan fitur interaktif untuk meningkatkan pengalaman pengguna. b. Fokus pada Pengembangan Fitur Responsif terhadap Tren Pasar Fitur yang dikembangkan harus cepat menyesuaikan diri dengan tren yang sedang viral atau kebutuhan yang sedang banyak diminati pelanggan, agar tetap relevan dan kompetitif. c. Melakukan Pengujian Prototipe Secara Berkelanjutan Prototipe perlu diuji terus, baik internal maupun ke pengguna, untuk memastikan fungsi, kenyamanan, dan daya tarik sebelum rilis. 6. Bidang Sistem Informasi Manajemen: a. Memperkuat Integrasi Sistem Informasi Pelanggan (CRM) Tokopedia perlu menyatukan data pelanggan dalam sistem CRM terpadu untuk mengelola interaksi lebih efektif dan personal. b. Menganalisis Perilaku Pengguna dengan Data Analitik Mendalam Data analitik membantu Tokopedia memahami perilaku konsumen agar strategi pemasaran dan produk tepat sasaran. c. Mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) Berbasis AI DSS berbasis AI memberikan analisis prediktif dan rekomendasi otomatis, membantu Tokopedia merespons perubahan pasar dan preferensi konsumen secara lebih cepat dan adaptif. PENUTUP 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap Annual Report PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki posisi strategis yang cukup kuat di industri digital Indonesia. Nilai EFE sebesar 3,53 menunjukkan bahwa perusahaan mampu memanfaatkan peluang eksternal dengan baik, khususnya melalui pertumbuhan pasar digital dan proyeksi peningkatan layanan keuangan digital di masa depan. Nilai IFE sebesar 3,13 juga mencerminkan kekuatan internal perusahaan yang signifikan, khususnya dalam hal fitur interaktif live shopping, efisiensi logistik, serta kemitraan strategis dengan TikTok. Meskipun demikian, perusahaan tetap menghadapi beberapa kelemahan seperti penurunan Gross Transaction Value (GTV), ketergantungan pada mitra logistik pihak ketiga, serta risiko operasional internal yang masih perlu dibenahi. Melalui formulasi strategi menggunakan matriks SWOT, Grand Strategy, hingga QSPM, strategi kombinasi antara stabilitas internal dan ekspansi pasar menjadi opsi paling tepat untuk diterapkan ke depan. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, serta memperluas pangsa pasar digital di Indonesia secara berkelanjutan. 2. Saran Agar implementasi strategi dapat berjalan optimal serta memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk disarankan untuk : a. Memaksimalkan fitur live shopping dan video pendek yang didukung teknologi AI guna meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus memperluas pasar, khususnya di segmen muda. b. Melakukan diversifikasi mitra logistik di luar Pulau Jawa untuk memperluas cakupan layanan dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak ketiga. Upaya ini penting untuk memastikan efisiensi biaya dan kecepatan pengiriman yang lebih merata. c. GoTo juga diharapkan untuk memperkuat sistem manajemen risiko dan evaluasi internal, baik di bidang operasional, SDM, maupun sistem teknologi informasi, guna mengantisipasi potensi gangguan bisnis dan menjaga stabilitas operasional di tengah ekspansi. d. Perusahaan perlu mengembangkan program pelatihan SDM yang berfokus pada digital leadership dan pengambilan keputusan berbasis data, agar karyawan dapat mendukung strategi digitalisasi yang adaptif dan inovatif. e. Untuk mengintegrasikan sistem informasi lintas divisi dengan dashboard berbasis data real-time, guna mempercepat proses pengambilan keputusan strategis serta meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri digital.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )