STRATEGIC MANAGEMENT
STUDY CASE
BEYOND MEAT
GROUP 5
Devita Wardhani
24/552342/PEK/31049
Devi Amalia
24/552511/PEK/31130
Dhiny Diyah Pradipta
24/552091/PEK/30965
MEET OUR TEAM
GROUP 5
Farah Amalia Putri
24/552371/PEK/31068
Florentina Krisna
24/551938/PEK/30893
Gita Purtikanandya
24/552806/PEK/31207
Five Forces Analysis
Key Success Factors
SWOT Analysis
Five Generic Competitive Strategies
Key Issue
Strategic Implication
OUTLINE
GROUP 5
BEYOND MEAT
CASE OVERVIEW
BEYOND MEAT
Beyond Meat, sebagai pionir dalam industri daging
nabati, sejak awal hadir dengan misi besar:
menghadirkan alternatif protein yang lebih sehat,
ramah lingkungan, dan berkelanjutan dibanding
daging
hewani
konvensional.
Perusahaan
ini
berhasil menarik perhatian publik dan investor
setelah melakukan penawaran saham perdana (IPO)
pada tahun 2019, dengan ekspektasi bahwa produk
inovatifnya akan merevolusi pola konsumsi global.
Pada
2023
Beyond
Meat
menghadapi
kerugian
finansial yang berkelanjutan, harga produk yang
kurang
kompetitif,
perlambatan
pasar,
serta
tekanan persaingan yang semakin ketat. Kondisi ini
menegaskan dilema utama: bagaimana menjaga inovasi
tetap relevan sekaligus memastikan profitabilitas,
efisiensi
operasional,
dan
dalam pasar yang dinamis.
kepercayaan
konsumen
FIVE FORCES ANALYSIS
Five Forces Analysis
Level
Rivalitas makin kuat dengan Impossible Foods, Tyson, Nestlé, Maple Leaf, Kellogg’s.
Threat of new entrants Produk Beyond Meat dikenal pionir dalam plant-based meat dengan R&D kuat untuk
meniru rasa & tekstur daging asli.
MODERATE TO HIGH
Bargaining Power of
Suppliers
Ketergantungan tinggi: pea protein = bahan utama.
Pemasok terbatas: hanya sedikit pemasok global → daya tawar supplier naik.
Risiko rantai pasok: jika ada kenaikan harga, Beyond Meat sangat terdampak.
HIGH
Bargaining Power of
Buyers
PRICE PREMIUM ⟶ Produk Beyond Meat 25–75% lebih mahal dari daging hewan
HIGH
Threat of Substitutes
Substitusi utama: daging hewani tradisional (lebih murah, lebih umum)
Ada produk nabati lain (tofu, tempe, jamur) yang lebih terjangkau.
Konsumen ke daging asli masih lebih tinggi daripada Vegan
VERY HIGH
Rivalry among Existing
Competitors
Banyak pesaing kuat dengan sumber daya dan RnD yang lebih baik
Produk mudah ditiru
Perang harga
Pertumbuhan pasar melambat
VERY HIGH
KEY SUCCESS FACTOR
Rasa & tekstur meniru
daging
Inovasi produk dan R&D
berkelanjutan
Distribusi & penetrasi pasar
Efisiensi produksi & biaya
Brand awareness &
pemasaran kreatif
Portfolio produk &
diversifikasi
Kepatuhan regulasi &
kualitas bahan
SWOTANALYSIS
Strengths
Weakness
Opportunities
Threats
Brand pionir & global
Biaya produksi tinggi
Pasar protein alternatif
Kompetisi ketat (Impossible,
awareness tinggi
sehingga harga jual mahal
tumbuh cepat
Nestlé, Tyson)
R&D inovatif, produk mirip
Ketergantungan bahan baku
Dukungan regulasi & tren
Perang harga & risiko
daging
(pea protein)
ESG
komoditisasi
Partnership dengan brand
Persepsi negatif “ultra-
Ekspansi global (Asia,
Labeling regulation &
besar (McD, KFC, Starbucks)
processed food”
Eropa)
skeptisisme konsumen
Value keberlanjutan &
Diversifikasi produk
Risiko makroekonomi
kesehatan
(sausages, chicken, ready
(inflasi/resesi)
meals)
Beyond Meat berada di posisi strategis tapi rapuh. Daya tarik tinggi berkat tren kesehatan &
keberlanjutan, namun tertekan oleh kompetisi, profitabilitas, dan persepsi konsumen.
Situasi 2023 moderately attractive: menarik bagi yang siap ambil risiko, tapi butuh strategi agresif
menekan biaya, menjaga diferensiasi, memperkuat rantai pasok, dan edukasi pasar.
FIVE GENERIC COMPETITIVE STRATEGIES:
BROAD DIFFERENTIATION
STRATEGY
Inovasi Produk dan Diferensiasi
Beyond Meat mengembangkan produk berbasis tumbuhan yang
meniru rasa, tekstur, dan tampilan daging hewani menggunakan
bahan seperti protein kacang polong dan minyak kelapa, dengan
produk utama seperti Beyond Burger dan Beyond Sausage.
Keberlanjutan dan Kesehatan
Produk Beyond Meat mengurangi dampak negatif konsumsi
daging hewani, dengan kandungan lemak dan kolesterol lebih
rendah, serta mendukung keberlanjutan dan kesehatan.
FIVE GENERIC COMPETITIVE STRATEGIES:
BROAD DIFFERENTIATION
STRATEGY
Target Pasar yang Luas
Beyond Meat menyasar pasar yang lebih luas, tidak hanya
vegan, dengan menjual produk di bagian daging di toko grosir
untuk menarik konsumen yang biasa membeli daging hewani.
Dukungan Merek dan Kemitraan
Beyond Meat memperkuat kesadaran merek melalui kemitraan
dengan perusahaan besar seperti KFC, McDonald’s, dan
Dunkin',
serta
kampanye
dengan
selebritas
untuk
memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas.
KEY ISSUES CONFRONTING BEYOND MEAT’S TOP MANAGEMENT IN 2023
(1)
8 Isu Utama yang dihadapi manajemen puncak Beyond Meat pada tahun 2023
01
02
03
04
Kerugian
Finansial
Harga Produk
Tidak Kompetitif
Tekanan
Persaingan
Inefisiensi
Operasional
Beyond Meat terus merugi
sejak 2016 dengan kerugian
bersih 366 juta dolar pada
2022, sehingga berisiko
bangkrut.
Produk dijual 25–75%
lebih mahal daripada
daging hewani,
menyulitkan penetrasi
pasar saat inflasi tinggi.
Pesaing seperti
Impossible Foods dan
perusahaan besar
melemahkan diferensiasi
Beyond Meat.
Ekspansi distribusi besar
tidak diimbangi penjualan
sehingga biaya produksi
dan rantai pasok
membengkak.
NEXT
KEY ISSUES CONFRONTING BEYOND MEAT’S TOP MANAGEMENT IN 2023
(2)
8 Isu Utama yang dihadapi manajemen puncak Beyond Meat pada tahun 2023
05
06
07
08
Pertumbuhan
Pasar Melambat
Persepsi Negatif
Produk
Pergeseran
Strategi
Ketergantungan
pada Kemitraan
Minat konsumen menurun
dan pasar AS mulai jenuh
sehingga permintaan
berulang sulit tercapai.
Konsumen menilai
produk terlalu “ultraprocessed” dan tidak
lebih sehat dari daging
konvensional.
Manajemen mengubah
fokus dari pertumbuhan
ke profitabilitas, namun
keberhasilan bergantung
pada eksekusi cepat.
Kerja sama dengan
restoran cepat saji penting,
tetapi hasil uji coba produk
masih terbatas dan
berisiko dihentikan.
RECOMMENDATION
1.Melakukan efisiensi biaya operasional dengan cara:
mengoptimalkan produksi, diversifikasi bahan baku, dan
vertical integration.
2.Mengedukasi konsumen terkait value proportion yang akan
diterima seperti memiliki nilai lebih yaitu protein yang lebih
sehat dibanding daging lainnya.
3.Melakukan inovasi produk dengan cara melakukan investasi
RnD untuk menciptakan produk daging yang lebih sehat dan
alami (clean label) dan melakukan diversifikai produk ke
produk baru yang sesuai dengan kebutuhan calon pelanggan.
4.Melakukan hubungan kemitraan strategis dengan pihak lain.
BEYOND MEAT’S CASE
MBA FEB UGM
85B
STRATEGIC MANAGEMENT
THANK YOU
The case of Beyond Meat in 2023 illustrates that disruptive
innovation must be balanced with financial viability, operational
efficiency, and consumer trust to ensure long-term sustainability.
GROUP 5