ASAM DAN BASA Kimia Dasar B Kelompok 2 Sanro Putra Jaya ( 3333220008 ) Alwi Yoga Pratama ( 3333220038 ) Hadrian Budi Laksmana ( 3333220068 ) Muhammad Tahdil Umya (3333220097 ) Muhammad Rafli Al Ghifari ( 3333220098 ) Asam dan Basa Istilah asam berasal dari kata Latin acidus (asam), yang berkaitan dengan kata acer (tajam) dan acetum (cuka). Cuka adalah larutan air dari asam asetat. Sedangkan istilah alkali (basa) berasal dari bahasa Arab al-qali, yaitu abu dari suatu tanaman yang berkaitan dengan daerah rawa garam dan padang pasir. Sebelumnya, sumber kata dari basa adalah abu hasil pembakaran kayu. Sudah lama diketahui sifat yang mencolok bahwa asam dan basa dapat saling menetralkan dan membentuk senyawa yang disebut garam. Sifat yang berkaitan erat dengan asam adalah rasanya asam, rasa seperti ditusuk jarum apabila terkena kulit, kemampuannya melarutkan sebagian besar logam, dan kemampuannya melarutkan batu kapur dan mineral karbonat lainnya. Basa memiliki rasa pahit dan licin, sifat dasar basa banyak ditemukan pada sabun dan zat pembersih peralatan rumah tangga lainnya. Baik asam maupun basa memiliki kemampuan untuk mempengaruhi warna dari unsur pokok tanaman tertentu. Misal, lakmus yang berasal dari sebangsa tumbuhan lumut, berwarna merah dalam larutan asam, tetapi biru dalam larutan basa. Hal yang Dibahas 01 02 Teori Asam dan Basa Indikator 04 pH dan pOH 03 Asam Kuat dan Basa Kuat Asam Lemah dan Basa Lemah 05 Titrasi 01 Teori Asam dan Basa Teori Asam dan Basa Teori Arrhenius Teori Arrhenius. Gambaran tentang asam basa yang digunakan sampai sekarang, dikembangkan oleh Svante Arrhenius (1884) berdasarkan teori tentang penguraian elektrolisis, bahwa ada dua macam larutan elektrolit (larutan dalam air), yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Disebut elektrolit kuat apabila zat terlarut terurai sempurna (terionisasi) dalam larutan air, dan disebut elektrolit lemah apabila hanya sedikit sekali yang terionisasi. Menurut Arrhenius, asam adalah senyawa yang apabila terurai akan menghasilkan ion hidrogen (H+). Sedangkan basa adalah semua zat yang dilarutkan dalam air akan terurai akan menghasilkan ion OH-. Teori Bronsted-Lowry Menurut Bronsted-Lowry dan Lewis, reaksi H2O dengan NH3 merupakan reaksi asam basa karena H2O dapat melepaskan proton yang diterima oleh NH3 membentuk NH4. Jadi, menurut Bronsted-Lowry pada reaksi tersebut H2O sebagai asam dan NH3 sebagai basa. Teori Lewis Menurut Lewis, asam adalah senyawa yang dapat menerima pasangan elektron (akseptor) sedangkan basa adalah senyawa yang dapat menyumbangkan pasangan elektron (donor). Sehingga reaksi asam basa merupakan reaksi pembentukan senyawa koordinasi. Teori Asam dan Bassa 02 Indikator Indikator Asam Basa Indikator yang digunakan untuk menentukan pH larutan adalah Indikator universal karena pada setiap pH mempunyai warna tertentu. Indikator universal merupakan campuran dari beberapa indikator dengan komposisi tertentu. Larutan asam dapat memerahkan kertas lakmus biru sedangkan larutan basa dapat membirukan kertas lakmus merah. Perubahan warna kertas lakmus dalam larutan yang bersifat asam, basa, atau netral terlihat pada Tabel berikut: Asam Kuat dan Basa Kuat 03 Asam kuat dan Basa Kuat Asam kuat dan basa kuat terionisasi sempurna dalam air dan dapat menghantar listrik dengan baik. Daya hantar listrik suatu larutan berkaitan dengan konsentrasi ion-ion di dalam larutan tersebut. Larutan elektrolit kuat, terionisasi sempurna dalam air, sehingga konsentrasi ionnya relatif besar. Konsentrasi H+ atau OH- dalam larutan bergantung pada konsentrasi asam atau basanya. Asam Lemah dan Basa Lemah Asam lemah dan basa lemah terionisasi sebagian dalam air. Jika asam lemah dan basa lemah dilarutkan dalam air maka terjadi reaksi kesetimbangan. Karena jumlah ion yang terdapat dalam larutan asam lemah dan basa lemah sangat sedikit maka larutannya bersifat penghantar listrik kurang baik. Perbandingan jumlah zat yang terionisasi dengan jumlah zat yang dilarutkan disebut derajat ionisasi (α). Derajat ionisasi berharga antara nol dan satu, (0 < a < 1), makin besar harga a suatu asam atau basa maka makin kuat sifat asam atau basa tersebut. Asam Kuat Basa Kuat dan Asam Lemah Basa Lemah 04 pH dan pOH pH dan pOH Menurut ahli biokimia dari Denmark bernama Søren Sørensen pada tahun 1909, yaitu pH dan pOH, dimana pH adalah harga negatif dari log [H3O+], sedangkan pOH adalah harga negatif dari log [OH-]. pH menggambarkan kekuatan asam sedangkan pOH menggambarkan kekuatan basa. Semakin kecil harga pH, semakin asam larutan, semakin besar harga pOH, semakin basa larutan. pH dan pOH Konsep pH dan pOH • pH = -log [H3O+] • POH = log [OH-] • pH+ pOH = 14 • Jika larutan semakin asam, maka [H3O+] semakin besar, dan pH semakin kecil • Jika larutan semakin basa, maka [OH-] semakin besar, dan pOH semakin kecil, akan tetapi pH semakin besar • Larutan dengan pH = 7 adalah netral, larutan dengan pH < 7 adalah asam, larutan dengan pH > 7 adalah basa 05 Titrasi Asam kuat dan Basa Kuat Titrasi asam basa adalah proses penentuan kadar suatu larutan basa maupun larutan asam dengan menggunakan larutan asam ataupun larutan basa yang diketahui jumlah kadarnya dan didasarkan kepada reaksi neutralisasi. Secara sederhana, titrasi dimaknai dengan suatu perubahan yang terjadi secara bertahap pada suatu larutan yang tidak diketahui konsetrasinnya terhadap suatu larutan yang diketahui konsentrasinya hingga proses reaksi kimia pada kedua larutan tersebut selesai. Pada proses terjadinya titrasi asam basa, terdapat keterlibatan reaksi neutralisasi, yaitu reaksi yang terjadi ketika larutan asam dan basa berada dalam jumlah konsentrasi yang ekuivalen. Zat dititrasi (titran) merupakan larutan yang ditempatkan di erlenemeyer dan tidak diketahui jumlah konsentrasinya. Sedangkan, zat peniter (titrat) adalah larutan baku yang sudah diketahui jumlah konsentrasinya dan dimasukan ke dalam buret. Macam-macam Titrasi Asam Basa Titrasi asam kuat-basa kuat Titrasi asam kuat-basa lemah Pada terjadinya proses ini, maka kedua larutan akan terionisasi secara sempurna. Hal tersebut, disebabkan karena asam kuat dan basa kuat termasuk ke dalam larutan dengan kemampuan elektrolit kuat. Sehingga memungkinkan terjadinya ionisasi sempurna di dalam air. Pada terjadinya proses ini, maka basa lemah tidak akan terionisasi secara sempurna. Hal tersebut, disebabkan karena basa lemah masuk ke dalam larutan dengan kemampuan elektrolit rendah. Sehingga, garam yang dihasilkan dalam proses tersebut akan lebih dominan bersifat asam. Macam-macam Titrasi Asam Basa Titrasi asam lemah-basa kuat Titrasi asam lemah-basa lemah Pada terjadinya proses ini, maka asam lemah tidak akan terionisasi secara sempurna. Hal tersebut disebabkan karena asam lemah masuk ke dalam larutan dengan kemampuan elektrolit rendah. Sehingga, garam yang dihasilkan dalam proses tersebut akan lebih dominan bersifat basa. Untuk titrasi menggunakan asam lemahbasa lemah jarang dilakukan, karena larutan akan mengalami perubahan pH yang sangat singkat. Kemudian, belum ada indikator yang dapat mengukur secara cermat perubahan dalam proses titrasi asam lemah dan basa lemah. Selain itu, proses reaksi terjadi secara lambat dan tidak tuntas. Terima kasih
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )