MAKALAH KEJUANGAN Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : Bela Negara dan Widya Mwat Yasa Dosen pengampu: Yusna Bantulu, S.Pd., M.A. Oleh: 1. Nasrul Mukmin (141220212) 2. Intan Fitri Ayuningtyas (141220226) 3. Shegita Karisma Ariputri (141220233) 4. Adifa Shabilaya Hartono (141220227) MANAJEMEN KELAS G FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA 2023 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “ Kejuangan ” yang sederhana ini dengan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bela Negara dan Widya Mwat Yasa. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan para pembaca dan bisa bermanfaat untuk perkembangan serta peningkatan ilmu pengetahuan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yusna Bantulu, S.Pd., M.A., selaku Dosen Bela Negara dan Widya Mwat Yasa. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharap saran dan kritik dari para pembaca yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Yogyakarta, 6 Mei 2023 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 2 BAB I .............................................................................................................................................. 4 PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 4 1.1 Latar Belakang ...................................................................................................................... 4 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................. 4 1.3 Tujuan dan Manfaat .............................................................................................................. 5 BAB II............................................................................................................................................. 6 PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 6 2.1 Kejuangan.............................................................................................................................. 6 2.1.1 Pengertian kejuangan ...................................................................................................... 6 2.1.2 Manfaat dan Ruang Lingkup Kejuangan ........................................................................ 6 2.1.3 Nilai-nilai kejuangan ...................................................................................................... 7 2.2 Implementasi kejuangan ........................................................................................................ 9 2.2.1 Mengapa perlu kejuangan di era globalisasi................................................................... 9 2.2.2 Semangat pengabdian ................................................................................................... 10 2.2.3 Masa Perjuangan Era Globalisasi ................................................................................. 12 2.2.4 Upaya untuk Melestarikan Nilai-Nilai Kejuangan Bangsa Indonesia .......................... 13 BAB III ......................................................................................................................................... 15 PENUTUP..................................................................................................................................... 15 3.1 Kesimpulan.......................................................................................................................... 15 3.2 Saran .................................................................................................................................... 15 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ada sebuah ungkapan Bung Karno yang sangat popular adalah “jas merah” atau Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Ungkapan diatas mengacu pada nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh para pendahulu atau pendiri bangsa, nilai yang penuh dengan semangat idealis. Nilai-nilai ini menjadi sangat penting diwariskan untuk generasi selanjutnya, karena untuk memperjuangkan pendirian bangsa ini, penuh dengan pengorbanan, baik secara materialis maupun jiwa. Pengorbanan yang menjadikan Indonesia merdeka. Walau kemerdekaan sudah tercapai tapi bukan berarti perjuangan sudah berakhir. Perjuangan tetap harus dilanjutkan untuk membangun Indonesia agar apa yang dirumuskan pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dapat tercapai dengan cara yang terhormat. Untuk itu perlu dilestarikan jiwa, semangat dan nilai-nilai perjuangan. Jiwa, semangat dan nilai perjuangan 45 adalah dasar, kekuatan dan daya dorong perjuangan bangsa Indonesia sepanjang masa. Untuk itu dibutuhkan kekuatan moral 45 yang merupakan satu kemauan, tekad dan keberanian moral untuk memberi teladan dalam mengamalkan, menggerakkan dan membina kaidah, etika dan panggilan nurani kejuangan untuk menjamin terlaksana dan lestarinya semangat kejuangan dalam rangka mencapai proses citacita nasional bangsa Indonesia. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa itu Kejuangan ? 2. Apa manfaat memiliki kejuangan ? 3. Nilai – nilai apa saja yang ada dalam kejuangan ? 4. Bagaimana implementasi kejuangan ? 5. Bagaimana upaya untuk melestarikan nilai-nilai kejuangan bangsa Indonesia ? 1.3 Tujuan dan Manfaat 1. Mengetahui makna dari kejuangan. 2. Mengetahui manfaat dari sebuah kejuangan. 3. Memahami nilai – nilai dari kejuangan. 4. Mengetahui dan memahami implementasi dari kejuangan. 5. Mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan nilai kejuangan bangsa Indonesia. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Kejuangan 2.1.1 Pengertian kejuangan Kejuangan diartikan sebagai suatu dorongan dan manifestasi dinamis dari jiwa seseorang yang mempunyai kemauan keras, ulet, tangguh, dan rela berkorban untuk mencapai tujuan. Walaupun harus menghadapi tantangan, hambatan, dan gangguan. Sehingga, jadi kejuangan adalah ketahanmalangan dalam menghadapi realita hidup. Semakin tinggi ketahanmalangan seseorang semakin berpeluang untuk mencapai sukses dalam hidupnya. Penderitaan bukan alasan sebuah kegagalan kejuangan. Kejuangan juga merupakan suatu upaya yang bersungguh-sungguh dalam melawan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan pelanggaran hukum. Kejuangan adalah sikap mental dan semangat yang bergelora dalam ikut serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan persatuan dan kesatuan nasional sebagai modal dasar, permusyawaratan kedaulatan rakyat sebagai mekanismenya serta dilandasi ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2.1.2 Manfaat dan Ruang Lingkup Kejuangan Nilai kejuangan ini tidak hanya diperlukan pada saat-saat kritis bagi bangsa atau masyarakat, melainkan merupakan keharusan sepanjang masa. Dampak nyata dari nilai kejuangan selalu bersifat sosial, dalam arti menyangkut orang banyak. Jadi kejuangan memang menyangkut jati diri manusia yang paling mendalam, dan hubungan dengan rasa bahagia yang paling mendalam juga. Manfaat kejuangan dengan ruang lingkup individu : Mampu menjadikan seorang individu itu sebagai orang yang ulet 6 Menjadikan seorang individu yang kuat, dalam artian tahan menderita, tidak mudah menyerah, dan memiliki semangat yang besar. Menumbuhkan sifat rela berkorban untuk mencapai tujuan. Individu mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam mencapai suatu tujuan. Manfaat kejuangan dengan ruang lingkup bangsa dan negara : Kejuangan sebagai watak dan budaya Menjadikan kejuangan sebagai jati diri bangsa Meningkatkan kemampuan bangsa dan negara untuk menghadapi tantangan dan rintangan dari luar Meningkatkan nilai persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, dengan menumbuhkan sikap menerima dan menghormati keberagaman diIndonesia. Meningkatkan rasa kebersamaan senasib seperjuangan pada masyarakat. Menumbuhkan semangat rela berkorban dan keberanian pada masyarakat. 2.1.3 Nilai-nilai kejuangan Indonesia dibentuk dengan semangat perjuangan para pendiri bangsa yang telah mereka abadikan sebagai nilai-nilai ksatria penuh pengorbanan tulus ikhlas kepahlawanan Indonesia terdahulu. Sikap-sikap tak kenal menyerah ini, telah membopong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuju kemerdekaan dan perdamaian abadi hingga saat ini. Kemerdekaan NKRI atas pengorbanan dan usaha penuh para pahlawan bangsa telah membawa perubahan besar bagi berdirinya NKRI dan perkembangannya hingga saat ini dapat dirasakan oleh bangsa Indonesia masa kini. Nilai-nilai kepahlawanan yang diilhami dari sikap kepahlawanan terdahulu seperti: rela berkorban, cinta tanah air, kerja keras, keteladanan, kejujuran, demokratis, mandiri, dan bertanggung jawab, tak lagi tampak dalam perspektif karakter bangsa Indonesia masa kini. Bangsa Indonesia masa kini mengalami degradasi nilai kepahlawanan. Hal tersebut ditandai dengan munculnya sikap egoisme bangsa Indonesia yang kini hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan tertentu dengan mengorbankan persatuan dan kesatuan. Dengan adanya karakter bangsa yang telah diuraikan tersebut, dapat dirasakan pada saat ini dengan banyaknya kecurangan, ketidakadilan, kemiskinan dan hal-hal lain yang menurunkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Nilai kejuangan yang menjadi semangat Bangsa Indonesia diantaranya adalah UUD 1945, Pancasila dan juga Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang menjadi landasan dan pedoman bagi Rakyat Indonesia dalam menjalai kehidupan. Oleh sebab itu nilai kejuangan bangsa sangat perlu untuk ditingkatkan lagi melalui semangat bangsa dalam gotong royog bersama-sama, pengorbanan demi kemakmuran bersama dan berjuang pantang menyerah dalam membela Negara (Suryopranoto, 2011). Sistem nilai kejuangan dalam budaya bangsa menjadi suatu konsepsikonsepsi yang dirangkai dalam pemikiran individu tentang kebenaran dari suatu tindakan (Zen, 2012) Nilai-nilai kejuangan yang terkandung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah sebagai berikut : 1. Nilai kejuangan relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa). 2. Nilai kejuangan rela dan ikhlas berkorban. 3. Nilai kejuangan tidak mengenal menyerah. 4. Nilai kejuangan harga diri. 5. Nilai kejuangan percaya diri. 6. Nilai kejuangan pantang mundur. 7. Nilai kejuangan patriotisme. 8. Nilai kejuangan heroisme. 9. Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan. 10. Nilai kejuangan rasa setia kawan. 11. Nilai kejuangan nasionalisme dan cinta tahah air Nilai-nilai kejuangan masa revolusi 1. Persatuan dan Kesatuan Kunci kesuksesan utama dari segenap perjuangan bangsa Indonesia ialah karena persatuan dan kesatuan. Sejak dari zaman datangnya bangsa asing ke Nusantara, proses terusirnya para penjajah hanya dapat dilakukan ketika rakyat dan pemimpin berhasil bersatu dalam satu tekad untuk mencapai kemerdekaan. Walaupun, banyak perbedaan yang tidak dapat terhindarkan, persatuan tersebut tetap tegak karena sejatinya untuk inilah Indonesia merdeka, yaitu untuk bersatu dalamperbedaan. 2. Rela Berkorban tanpa pamrih Sifat rela berkorban sejatinya hanyalah sifat yang dimiliki oleh orang-orang besar. Semua pejuang kemerdekaan di Republik ini memiliki perasaan rela berkorban yang sangat besar. Bayangkan saja, apabila pejuang tersebut memiliki sifat yang pamrih, mau dibawa kemana negara ini? Dengan begitu, sifat rela berkorban menjadi sangat penting karena inilah landasan dari persatuan yang ada di Indonesia. 3. Cinta Tanah Air Perasaan cinta tanah air sejatinya memiliki makna yang sangat mendalam bagi para pejuang saat itu, perasaan cinta tanah air yang mereka wujudkan telah sampai pada titik yang tertinggi yaitu keberanian untuk rela berkorban. Tidak hanya berkorban harta, waktu, dan materi saja bahkan nyawa pun rela asal negara ini dapat merdeka. 4. Saling Menghargai Sifat ini merupakan cerminan perilaku yang tidak boleh diremehkan. Bayangkan saja, apabila para pendiri bangsa memiliki sikap yang keras kepala, pasti akan sulit untuk mencapai persatuan. Sehingga, sikap saling menghagai menjadi sangat penting karena itulah landasan agar keberagaman di Indonesia tetap dapat berjalan dengan aman dan nyaman. 2.2 Implementasi kejuangan 2.2.1 Mengapa perlu kejuangan di era globalisasi Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, nilai kejuangan dimaksudkan untuk menggambarkan daya pendorong, pelawan, dan pendobrak yang mampu membawa bangsa ini untuk membebaskan dirinya dan penjajahan dan bebas merdeka. Nilai kejuangan diletakkan pada upaya selama bergenerasi-generasi untuk mencapai kemerdekaan. Nilai kejuangan seperti ini dimiliki oleh generasi pra 45 dan generasi 45. Nilai kejuangan ini mewaris terus menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya (Suhady dan Sinaga, 2006). Semangat juang 45, adalah semangat untuk berjuang bersama tanpa pamrih mengusir penjajah. Setelah merdeka semangat kejuangan itu tetap relevan guna membangun segala sesuatu yang dicita-citakan, yaitu memberantas kemiskinan, kebodohan, menegakkan kehidupan bersama yang jujur, melawan korupsi dan ketidakadilan merupakan sebuah “mahakarya” dalam upaya membangun karakter bangsa (nation and character building). Nilai-nilai kejuangan Angkatan 45 di tengah-tengah kehidupan yang semakin kompleks dewasa ini memang dirasakan kian kehilangan makna. Peringatan untuk mengenang perjuangan mereka yang telah menyerahkan jiwa-raga demi kejayaan bangsa, nyaris tidak lagi menarik minat generasi muda. Generasi penerus bangsa sekarang ini sebagai pelaksana cita-cita pahlawan agar bentuk NKRI tetap utuh di bawah panji Pancasila dan UUD 1945 harus mewarisi semangat juang para leluhur yang dengan segala daya upaya rela berkorban demi masa depan bangsa. Sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki tekad dan semangat nilai-nilai juang 45 agar tidak gampang terbawa arus yang sudah mulai memasuki sendi-sendi kehidupan generasi muda. Alasan mengapa perlu kejuangan : 1. Kita bisa menikmati yg ada sekarang karena adanya jiwa kejuangan para pendahulu dan para veteran. Dengan jiwa kejuangan mereka berani mengorbankan jiwa, raga dan apa saja. 2. Orang– orang besar seperti Sukarno, Sudirman, Napoleon Bonaparte, New Ton, bisa sukses bukan karena kepandaian semata. Melainkan karena jiwa 3 kejuangannya. Mereka tahan terhadap penderitaan sehingga tidak kenal lelah sebelum cita- cita tercapai. 3. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa di dalam masy berbagai pekerjaan emotional intelligence (88%) lebih berperan daripada intelektual (12%), terutama yang terkait dengan belahan otak kanan. Kejuangan emotional intelligence yang belum tergarap dengan baik. 2.2.2 Semangat pengabdian Semangat pengabdian berarti bersedia mentransfer segala yang dimiliki dalam berbagai aspek dan bidang keilmuan dengan sepenuh hari dan penuh semangat tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Para pemuda dengan ikhlas berkorban untuk bangsa dan negara tanpa mengharapkan imbalan. Mengutamakan Kepentingan Bangsa. Sumpah Pemuda dan perjuangan pemuda merebut kemerdekaan menunjukkan bahwa para pemuda tak mementingkan daerah atau golongannya masing-masing. Dapat Menerima dan Menghargai Perbedaan. Isu yang berkembang saat ini banyak generasi muda bangsa Indonesia yang Belum paham tentang perannya sebagai anak bangsa. sejak jenjang pendidikan dasar, para siswa telah mempelajari mata pelajaran sejarah dan pendidikan Pancasila/kewarganegaraan, dan juga telah sering memperingati hari besar nasional seperti : hari kebangkitan nasional, hari pahlawan, hari kemerdekaan, hari kelahiran TNI, dan sebagainya, tetapi banyak para generasi muda yang tidak paham dan mengerti tentang nasionalisme dan patriotisme. Disamping itu banyak pula generasi muda yang merusak dirinya dengan kegiatan-kegiatan negatif seperti: masih banyak siswa yang bolos sekolah, banyak yang tidak mencintai produk dalam negeri, coretan-coretan kotor dimana-mana yang merusak keindahan lingkungan, masih ada yang tidak mentaati peraturan sekolah, membuang sampah sembarangan. Perilaku tersebut bukan hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga merugikan masyarakat sekitarnya. 2.2.2.1 Pengertian Nasionalisme dan Patriotisme Nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan bangsa yakni semangat kebangsaan. Patriotisme adalah sebagai sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata “patriot dan “isme” yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa kepahlawanan. Dengan demikian patriotisme dapat diartikan sikap rela berkorban untuk membela bangsa dan negara dari gangguan dalam negeri maupun gangguan dari luar. Kedua sikap tersebut saling berkaitan atau berhubungan, artinya kalau seseorang sudah memiliki rasa nasionalisme secara otomatis dia akan memiliki rasa patriotisme. Nasionalisme dan patriotisme pada saat ini tidak lagi harus ikut angkat senjata dan bela Negara, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk yang lain, seperti bagaimana mengharumkan nama bangsa dengan berprestasi dalam bidang olah raga, seni, budaya, penguasaan ilmu pengetahuan, dan sebagainya. Contoh penerapan Semangat Nasionalisme dan Patriotisme : 1) Jiwa toleransi dan tenggang rasa antar agama, suku, golongan, dan bangsa. 2) Jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. 3) Solidaritas dan kesetiakawanan terhadap semua teman. 4) Prestasi yang bisa mengharumkan nama bangsa. (Mengikuti olimpiade, terlibat dalam kegiatan pertukaran pelajar di luar negri) 5) Bangga menggunakan produk dalam negeri. Dengan kemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi saat ini tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. 2.2.3 Masa Perjuangan Era Globalisasi Globalisasi dan berkembangnya Teknologi Informasi telah mengakibatkan kaburnya jiwa semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 serta memudarnya rasa nasionalisme, patriotisme dan kecintaan terhadap negara. Perbedaan pendapat antar golongan atau ketidaksetujuan dengan kebijakan pemerintah adalah suatu hal yang wajar dalam suatu sistim politik yang demokratis. Namun berbagai tindakan anarkis, konflik SARA dan separatisme yang sering terjadi dengan mengatasnamakan demokrasi menimbulkan kesan bahwa tidak ada lagi semangat kebersamaan sebagai suatu bangsa. Kepentingan pribadi dan kepentingan kelompok telah menjadi tujuan utama. Semangat untuk membela negara seolah telah memudar. Degradasi nasionalisme memungkinkan runtuhnya kedaulatan NKRI di masa depan apabila antisipasinya tidak rasional, sistematis dan empiris. Oleh karena itu seluruh elemen yang ada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu secara sungguh-sungguh menangani gejala-gejala yang ada sehingga bangsa dan Negara dapat mentransformasi jiwa semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 terlebih di era globalisasi ini. Karena sejarah menunjukkan, Negara Kesatuan Republik Indonesia lahir bukan karena belas kasihan orang lain, akan tetapi sebagai perwujudan cita-cita idealisme dan patriotisme yang kemudian melahirkan rasa nasionalisme dan jiwa semangat serta nilai-nilai kejuangan 45. Nasionalisme adalah suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah Negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Untuk itu, menilik dari problem bangsa saat ini, mulai dari masalah politik, ekonomi, hukum, sosial dan budaya serta sering terjadinya bencana alam di tanah air yang semakin mengkhawatirkan dan memprihatinkan kita semua, maka perlu adanya langkah-langkah untuk menyusun suatu kegiatan yang positif bagi Pemuda (generasi muda) sebagai penerus bangsa. Adapun salah satu langkah tersebut adalah menanamkan kesadaran kejuangan bagi generasi penerus bangsa melalui pendidikan atau penataran, agar pemahaman jiwa semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 yang kita cita-citakan sesuai dengan Pancasila dan amanat UUD 1945.Terlebih lagi antara jiwa semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 telah menjadi satu kesatuan yang tak mungkin terpisahkan. 2.2.4 Upaya untuk Melestarikan Nilai-Nilai Kejuangan Bangsa Indonesia Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan nilai kejuangan yang telah tumbuh sejak zaman penjajahan dahulu : 1. Rapatkan barisan untuk memantapkan etika moral serta jiwa semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 dalam melakukan gerakan reformasi kearah yang benar. Reformasi adalah suatu perubahan bentuk dari sesuatu yang lama menjadi bentuk yang baru, tetapi bukan berarti harus memporak-porandakan apa yang sudah ada. Reformasi akan berhasil apabila melalui dua jalan, yaitu memulai dari reformasi aqidah yang benar, dan memilih pemegang amanah yang beriman, bertaqwa dan ahli di bidangnya. 2. Lakukan Transformasi Jiwa Semangat dan Nilai-Nilai Kejuangan 45, agar setiap warga bangsa, terutama para elite politik, tokoh masyarakat, ulama, anggota TNI, Polri, dan birokrat, memiliki visi, misi dan interpretasi yang sama terhadap eksistensi dan integritas bangsa dalam menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3. Pluralisme adalah kekayaan bangsa yang perlu disyukuri, tapi bukan untuk dipertajam perbedaannya, terlebih lagi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, kelompok atau golongan. 4. Kita memiliki karakter yang mulia, tetapi jiwa semangat dan nilai-nilai kejuangan 45 yang mulia itu tidak akan dengan sendirinya terpancar dalam kehidupan kita sehari-hari seandainya kita mengawinkannya dengan tindakan-tindakan yang bertetangan atau tindakan yang tidak mulia. 5. Watak atau karakter yang baik hanya akan didapat bila dibina, dibangun dan ditempa dengan kebiasaan baik secara berkelanjutan, dan dijadikan suatu tuntunan perubahan tanpa henti. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kejuangan juga merupakan suatu upaya yang bersungguh-sungguh dalam melawan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan pelanggaran hukum. Kejuangan adalah sikap mental dan semangat yang bergelora dalam ikut serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Hubungan nilai kejuangan dan nilai global sudah sangat berpengaruh dikehidupan era modern sekarang, dengan adanya internet semua orangmempunyai hak mengakses informasi apapun yang dibutuhkan dan yangdiinginkan. Generasi muda sebagai generasi penerus merupakan tonggak keberlangsungan hidup di Indonesia, nilai-nilai nasionalisme dan budaya yang terkandung dalam UUD 1945 dan Pancasila harus selalu di pupuk untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air agar nilai global yang masuk bisa menyaringuntuk membedakan pengaruh nilai global yang positif maupun yang negatif 3.2 Saran Generasi saat ini harus menumbuhkan rasa cinta tanah air agar dapat mengatasi pengaruh negatif nilai global, menghormati perjuangan pahlawan terdahulu untuk selalu mencintai tanah air dengan menjaga kesatuan negara Republik Indonesia salah satunya dengan mengimplementasikan nilai – nilai kejuangan.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )