Strategik vs operasional
Strategik pengambilan keputusan yang impactnya jangka panjang, significant amount of
resources, biasanya dilakukan oleh orang-orang level atas/upper echellon (ceo, coo, cfo,
dsb).
Kalau tidak tiga-tiganya terpenuhi?
misal punya resto, karyawan ditraining untuk mempersilahkan tamu dan menentukan tempat
duduk -> flow customer tidak lancar/tidak praktis. Lalu diubah peraturannya agar pelanggan
yang datang lebih awal boleh pilih tempat duduk sendiri sehingga flownya lebih lancar. itu
tidak mengubah resources, tapi dampak jangka panjangnya besar, jadi tetap strategik.
Operasional bersifat operasi/teknis, repetitif, ada sop, tetap ada pengambilan keputusan.
Di satu perusahaan bisa strategik, tapi di perusahaan bisa bersifat operasional.
Akuntansi manajemen -> untuk kebutuhan internal -> relevansi -> bermanfaat, nyambung
dengan konteks. tidak usah preciseness tapi akurasi. bisa subjektif bisa objektif, kalau
akuntansi keuangan objektif. contoh yang subjektif adalah soal anggaran, atau soal verbal,
attitude, warna, kepuasan pelanggan (walaupun dalam bentuk angka).
AMS -> UNCERTAINTY (decision making under uncertainty)
AM mengurangi level ketidakpastian.
costing - decision making - control system
what does it cost? sulit dijawab, kata ‘it’. tidak hanya konten tapi juga konteks (brand yang
terbentuk dari investasi jangka panjang), walaupun cost materialnya sama, tapi harganya
bisa beda kalau ada brand. ada cost of product - customer - duration