Kalibrasi Tangki Kelompok 4 STANDARD MEASUREMENTS PRACTICES (API MPMS) • API MPMS (Manual of Petroleum Measurement Standards) adalah standar yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute untuk pengukuran minyak dan produk turunannya. Beberapa bagian penting: Chapter 1 : Vocabulary • Definisi istilah teknis yang digunakan dalam pengukuran minyak. Chapter 2 : Tank Calibration • Berbagai metode kalibrasi tangki Chapter 3 : Tank Gauging •Panduan pengukuran level cairan di dalam tangki (manual dan otomatis). Chapter 4 : Proving Systems • Kalibrasi dan verifikasi flowmeter: Chapter 5 : Metering • Pengukuran aliran minyak dengan flowmeter. • Termasuk koreksi suhu dan tekanan. Chapter 6 : Metering Assemblies • Standar untuk sistem pengukuran minyak secara lengkap (unit skid, pengendali aliran, dll). Chapter 7 : Temperature Determination • Persyaratan umum untuk pengukuran suhu dalam berbagai aplikasi • Pedoman penggunaan dan instalasi alat ukur suhu Chapter 8 : Sampling • Prosedur standar untuk pengambilan sampel minyak bumi dan produk turunannya. STANDARD MEASUREMENTS PRACTICES (API MPMS) • Chapter 9: Standard Test Method for Density, Relative Density (Specific Gravity), or API Gravity of Crude Petroleum and Liquid Petroleum Products by Hydrometer Method • Penentuan densitas, densitas relatif, atau API gravity minyak bumi dan produknya dengan hidrometer kaca, lalu dikoreksi ke 15 °C atau 60 °F menggunakan perhitungan dan tabel standar. Chapter 10 : Sediment and Water • Metode penentuan kadar sedimen dan air dalam produk minyak, baik terpisah maupun Bersama, mencakup metode lab atau lapagan Chapter 11 : Physical Properties • Tabel koreksi untuk mengubah volume minyak ke kondisi standar (CTPL – correction for temperature and pressure) • Chapter 12 : Calculation of Petroleum Quantities • Panduan perhitungan gross volume, net volume, massa, dan koreksi lainnya. Chapter 13 : Statistical Aspects of Measuring and Sampling • Semakin akurat pengukuran minyak, semakin dibutuhkan metode statistik untuk menyatakan ketidakpastian. Bab ini membahas penerapan statistik dalam pengukuran dan pengambilan sampel minyak. Chapter 14 : Natural Gas Fluids Measurement • Menstandarkan praktik pengukuran, sampel, dan pengujian fluida gas alam. pengambilan Chapter 15 : Guidelines for the Use of the International System of Units (SI) in the Petroleum and Allied Industries • Menetapkan satuan API yang disarankan untuk pengukuran industri minyak serta faktor konversinya ke metrik. Tabel dikelompokkan berdasarkan kategori penggunaan dan relevan untuk industri minyak maupun proses sejenis. STANDARD MEASUREMENTS PRACTICES (API MPMS) Chapter 16 : Measurement of Hydrocarbon Fluids by Weight or Mass • Membahas pengukuran statis dan dinamis fluida hidrokarbon berdasarkan berat atau massa. Chapter 17 : Guidelines for Marine Inspection • Menetapkan kebijakan dan praktik minimum untuk pengukuran manual dan otomatis, pengambilan sampel, serta pencatatan jumlah minyak mentah dan produk minyak yang diangkut kapal laut, melibatkan semua pihak terkait. Chapter 18 : Custody Transfer • Membahas penerapan standar pengukuran lain untuk situasi transfer kepemilikan yang unik. Chapter 19 : Evaporation Loss Measurement • Membahas metode perkiraan kehilangan evaporasi hidrokarbon dari berbagai jenis tangki. Chapter 20 : Allocation Measurement of Oil and Natural Gas • Memberikan panduan desain dan operasi sistem pengukuran alokasi cair dan gas, termasuk rekomendasi untuk pemeteran, pengukuran statis, pengambilan sampel, pembuktian, kalibrasi, dan perhitungan. Chapter 21 : Flow Measurement Using Electronic Metering Systems • Menjelaskan praktik standar dan spesifikasi minimum untuk sistem pengukuran elektronik dalam pengukuran dan pencatatan aliran, khususnya untuk gas alam serta transfer kepemilikan minyak dan produk minyak menggunakan perangkat pengukuran utama yang diakui industri. Tank Calibration 1. Metode Strapping : o Digunakan untuk kalibrasi tangki silinder vertical. o Mengukur dimensi fisik tangki (tinggi, diameter). o Kelebihan: metode sederhana dengan biaya rendah. o Kekurangan: memerlukan waktu yang lama. 2. Optical/Laser Scanning: o Menggunakan perangkat optik untuk pengukuran diameter dan keliling tangki. o Sensor optic dipasang di sekitar tangki untuk mengukur variansi dimensi secara presisi. o Kelebihan: akurasi pengukuran. tinggi dan cepat o Kekurangan: Biaya yang lebih tinggi. dalam 3. Internal Electro-Optical Distance Ranging (EODR) : o Menggunakan teknologi canggih sinar laser untuk mengukur jarak secara presisi di dalam tangki. o Menghasilkan metode 3D dari tangki menghitung volume pada setiap level. dan o Kelebihan: sangat akurat dan cepat, terutama untuk tamgki besar. Mengurangi risiko human error. o Kekurangan: membutuhkan perangkat khusus dan operator terlatih. LANGKAH-LANGKAH KALIBRASI TANGKI SILINDER TEGAK SECARA MANUAL (STRAPPING METHOD) • Persiapan Awal 1. Pastikan tangki telah terisi penuh setidaknya satu kali di lokasi sekarang dengan fluida yang densitasnya setara atau lebih besar dari fluida operasi. 2. Tidak boleh ada pergerakan fluida masuk atau keluar selama pengukuran, kecuali untuk tangki kecil (≤500 bbl). 3. Bersihkan permukaan tangki dari karat, cat yang mengelupas, dan kotoran di jalur pengukuran. • Peralatan yang Dibutuhkan 1. Tali ukur tinggi: baja, lebar 3/8–1/2 in, dengan akurasi tinggi. 2. Tali ukur keliling: panjang 100–500 ft, lebar maksimum 1/4 in, harus dikalibrasi terhadap master tape. 3. Master tape: pita acuan bersertifikasi NIST. 4. Alat bantu: penegang pegas, tali & cincin, penggaris, penggaris logam, alat ukur ketebalan pelat (ultrasonik atau depth gauge), caliper, clamp, dll. • Kalibrasi Working Tape terhadap Master Tape Sebelum digunakan, pita ukur (working tape) harus dikalibrasi terhadap master tape dengan langkah: 1. Lingkupi tangki dengan master tape pada jalur tape tertentu. 2. Terapkan tegangan yang sesuai (biasanya 10 lb per 100 ft). 3. Tandai titik awal dan ukur total keliling. 4. Ulangi langkah dengan working tape dan sesuaikan tegangan hingga hasilnya cocok dengan pengukuran master tape. 5. Jika tidak cocok, koreksi matematis perlu diterapkan. Contoh koreksi: • Jika master tape = 314.515 ft dan working tape = 314.475 ft, maka koreksi +0.040 ft harus ditambahkan pada semua pengukuran keliling menggunakan working tape. LANGKAH-LANGKAH KALIBRASI TANGKI SILINDER TEGAK SECARA MANUAL (STRAPPING METHOD) • Pengukuran Vertikal 1. Ukur tinggi cangkang tangki dari dasar sampai atas menggunakan pita ukur. 2. Tandai lokasi pengukuran (sebaiknya dekat hatch gauge). 3. Periksa kemiringan (tilt) dengan theodolite, plumb bob, atau optical plummet. 4. Catat reference gauge height dan bandingkan dengan tinggi aktual untuk mendeteksi false bottom atau datum plate. 5. Hitung dan catat effective inside tank height, yaitu tinggi maksimum cairan yang bisa diukur. • Pengukuran Keliling 1. Tentukan jalur pita di tiap ring (biasanya 20% dari atas ring). 2. Ukur keliling di setiap ring menggunakan working tape, pastikan tegangan konsisten. 3. Lakukan dua kali pembacaan, ambil rata-rata hasilnya. 4. Hindari pengukuran langsung di atas sambungan vertikal (harus minimal 60 cm jauhnya). 5. Jika ada penghalang (seperti manhole), ubah jalur dan catat alasannya. • Koreksi Deadwood Deadwood adalah benda di dalam tangki yang menggeser volume cairan (seperti pipa internal, floating roof). Volume displacement oleh deadwood harus diukur dan dikurangi dari kapasitas. LANGKAH-LANGKAH KALIBRASI TANGKI SILINDER TEGAK SECARA MANUAL (STRAPPING METHOD) • Hitung Volume dan Buat Tabel Kapasitas 1. Volume dihitung untuk setiap increment tinggi (misalnya tiap 1 cm). 2. Gunakan rumus: 3. Volume=π×(D/2)2×h 4. di mana D = diameter dalam, h = tinggi fluida pada increment tertentu. 5. Buat tabel kapasitas (capacity table) berisi: tinggi vs volume. 6. Koreksi efek: • Suhu terhadap ekspansi baja • Tekanan cairan terhadap ekspansi shell • Kemiringan tangki • Atap mengambang (floating roof) jika ada. • Recalibration dan Dokumentasi 1. Frekuensi kalibrasi tergantung pergeseran volume dari kalibrasi sebelumnya. 2. Harus dibuat laporan resmi dengan data: identifikasi tangki, tanggal, suhu, tekanan, deadwood, data pengukuran, dan perhitungan. 3. Dokumen kalibrasi harus ditandatangani oleh teknisi kalibrasi dan disetujui pihak berwenang. Calculating Net Oil Volume from Measurement Data Metering Assemblies estándar untuk sistem pengukuran minyak adalah proses menentukan atau mengukur suhu suatu benda, zat atau lingkungan, biasanya menggunakan alat uku seperti termometer atau sensor suhu. Tujuan Sampling - Analisis mutu (kandungan sulfur, densitas. Flash point, dll) - Kalibrasi sistem metering (validasi volume) - Kepentingan hukum dan transaksi (custody transfer) - Penyimpanan arsip (retention sampel) Dasar Standar - ASTM D4057 (Standard Practice for Manual Sampling of Petroleum and Petroleum Products) - API MPMS Chapter 8.1 (Manual Sampling of Petroleum and Petroleum Products) - ISO 3170 (Manual sampling of petroleum liquids) - SNI 13-3469-2005 (Pengambilan contoh minyak bumi dan produk minyak bumi secara manual)
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )