Jawaban Ujian Komponen Bioaktif
1. A. Ekstrasi komponen bioaktif adalah Metode untuk
memisahkan komponen dari campurannya
denganmenggunakan sejumlah pelarut.
B. Isolasi komponen bioaktif adalah proses pemisahan dan
penyucian satu atau lebihsenyawa kimia dari bahan alam yang
memiliki aktivitas biologis atau farmakologis tertentu untuk
memperoleh senyawa-senyawa tersebut dalam bentuk murni.
C. Fraksinasi komponen bioaktif adalah proses pemisahan atau
pembelahan campuransenyawa-senyawa aktif biologis menjadi
fraksi-fraksi yang lebih murni atau terpisahberdasarkan
perbedaan sifat fisikokimia mereka, seperti kelarutan, berat
molekul, ataupolaritas untuk mendapatkan senyawa-senyawa
yang lebih murni atau spesifik.
D. Purifikasi komponen bioaktif adalah proses penghilangan
kontaminan atau senyawasenyawa lain yang tidak diinginkan
dari campuran senyawa aktif biologis untuk meningkatkan
kemurnian atau keberlangsungan hasil akhir sehingga diperoleh
komponenbioaktif dalam bentuk yang lebih murni dan terisolasi.
E. Identifikasi komponen bioaktif adalah proses penentuan
struktur kimia dan sifat biologisdari senyawa aktif yang terdapat
dalam bahan alam, untuk memahami mekanismekerjadan
potensi aplikasi suatu senyawa murni dalam berbagai bidang
lain.
2. A. Mass Spectroscopy (MS)
Prinsip Mass Spectroscopy (MS) adalah dengan mengionisasi
molekul-molekul sampel menjadi ion-ion yang bermuatan
listrik, kemudian memisahkan dan mendeteksi ion-ion tersebut
berdasarkan rasio massa terhadap muatan (m/z). Ion-ion yang
dihasilkan akan melewati medan magnet atau medan listrik
untuk dipisahkan berdasarkan perbedaan massa terhadap rasio
ion. Setelah itu, ion-ion tersebut dideteksi oleh detektor yang
menghasilkan spektrum massa yang menunjukkan berbagai
fragmen ion dan intensitasnya. Dari spektrum ini, kita dapat
mengidentifikasi komponen-komponen molekuler dalam
sampel. Molekul sampel dalam fase gas ditembak dengan
elektron berenergi tinggi (70 eV), menyebabkan lepasnya satu
elektron dari kulit valensi molekul tersebut. Molekul yang
kehilangan satu elektron akan menjadi suatu kation radikal:
M + e → (M+) + 2e–
Kation radikal tersebut mengandung semua atom-atom dari
molekul asal, minus satu elektron, dan disebut ion molekul,
dinyatakan dengan M+. Spektroskopi massa dilakukan dalam
empat tahap utama, yaitu ionisasi, akselerasi, defleksi, dan
deteksi, yang menghasilkan beberapa data berupa berat
molekul, struktur molekul, dan komposisi elemennya. Terdapat
empat jenis spektroskopi massa:
GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry)
LC-MS (Liquid Chromatography Mass Spectrometry)
MS-MS (Tandem Mass Spectrometry)
LC/LC MS/MS (Tandem Liquid Chromatography and Tandem
Mass Spectrometry)
B. Infra Red (IR)
Prinsip kerja spektroskopi inframerah (IR) adalah dengan
mengukur absorbansi atau transmisi radiasi inframerah oleh
suatu sampel. Setiap senyawa kimia menyerap radiasi
inframerah pada panjang gelombang tertentu sesuai dengan
ikatan kimia yang dimilikinya. Dengan menganalisis pola
serapan ini, kita dapat mengidentifikasi jenis ikatan kimia dan
struktur molekul dari sampel tersebut.
Spektroskopi inframerah (IR) bekerja berdasarkan prinsip bahwa
molekul-molekul dalam sampel menyerap radiasi inframerah
pada panjang gelombang tertentu sesuai dengan ikatan kimia
yang dimilikinya. Ketika sampel terkena radiasi inframerah,
beberapa panjang gelombang akan diserap oleh ikatan-ikatan
kimia dalam molekul tersebut, sementara yang lainnya akan
dilewatkan atau ditransmisikan. Pola serapan ini kemudian
direkam sebagai spektrum IR, yang dapat digunakan untuk
mengidentifikasi jenis ikatan kimia dan struktur molekul dari
sampel tersebut.
C. Nucleic Magnetic Resonance (NMR)
Prinsip kerja spektroskopi NMR (Nuclear Magnetic Resonance)
adalah memanfaatkan sifat inti atom yang bermuatan positif,
seperti proton atau karbon-13, dalam medan magnet. Ketika
inti atom tersebut ditempatkan dalam medan magnet, mereka
menghasilkan sinyal resonansi yang bergantung pada
lingkungan kimia sekitarnya. Sinyal-sinyal ini direkam sebagai
spektrum NMR yang memberikan informasi tentang struktur
molekul, ikatan kimia, dan konformasi molekul tersebut.
Dengan menganalisis spektrum NMR, kita dapat
mengidentifikasi komponen molekuler dan memahami interaksi
antaratom dalam sampel.
Dalam spektroskopi NMR, inti atom yang memiliki momen
magnetik, seperti proton (H-1) atau karbon-13 (C-13),
ditempatkan dalam medan magnet yang kuat. Inti atom ini
akan beresonansi dengan frekuensi tertentu saat dipaparkan
oleh radiasi elektromagnetik pada frekuensi resonansi mereka.
Ketika inti atom berada dalam medan magnet, mereka
menghasilkan sinyal NMR yang direkam sebagai spektrum NMR.
Sinyal-sinyal NMR ini memberikan informasi tentang lingkungan
kimia dari inti atom tersebut dalam molekul, seperti jumlah dan
jenis atom yang berdekatan, ikatan kimia, serta konformasi
molekul.
Dengan menganalisis posisi, intensitas, dan pola sinyal dalam
spektrum NMR, kita dapat mengidentifikasi struktur molekul
secara detail, termasuk hubungan antaratom dan interaksi
molekuler. Selain itu, teknik NMR juga digunakan untuk
mempelajari dinamika molekuler, interaksi antarmolekul, serta
proses reaksi kimia dalam skala atomik. Spektroskopi NMR
merupakan salah satu metode analisis yang sangat berguna
dalam bidang kimia organik, biokimia, farmasi, dan ilmu
lainnya untuk memahami struktur dan fungsi molekul secara
mendalam.