COVER PAGE Take Home Exam IDENTITAS MAHASIWA 1. Nama Mahasiswa: RHEONALDY 2. NIM: 080124026 3. Semester: II (GENAP) 4. Mata Kuliah: PERILAKU ORGANISASI / METODOLOGI PENELITIAN 5. Tanggal Kumpul: 13 JULI 2025 UJIAN TENGAH SEMESTER Magister Manajemen – Universitas Khairun Semester Genap TA 2024/2025 : PERILAKU ORGANISASI/ METODOLOGI PENELITIAN : II A : 13 Juli 2025 (Jam 23.59 WIT) Mata Kuliah Semester Waktu Kumpul KESENJANGAN EMPIRIS (EMPIRICAL GAP) DAN POKOK PIKIRAN PENELITIAN PETUNJUK UJIAN: 1. Ujian bersifat individual, tidak ada jawaban, data atau dokumen tugas yang memiliki kemiripan dengan mahasiswa/sumber lain. 2. Temukan minimal 3 artikel dari JURNAL INTERNASIONAL bereputasi yang relevan dengan rencana topik penelitian Anda. 3. Temukan minimal 2 artikel dari JURNAL NASIONAL bereputasi, yang juga relevan dengan rencana topik penelitian Anda. 4. Buat ringkasan masing-masing artikel/hasil riset sesuai format ringkasan riset empiris di bawah (LAMPIRAN A). 5. Isi Table Perbandingan Penelitian Terdahulu dari 5 artikel tersebut (LAMPIRAN B). 6. Jawab Lembar Outline dan Isu Utama Rencana Proposal (LAMPIRAN C), sesuai pertanyaan yang diajukan, terkait rencana riset Anda. 7. Gabungkan seluruh tugas UAS dalam 1 file PDF, terdiri dari: a. LAMPIRAN A: Ringkasan 5 Artikel (artikel asli tidak perlu dikumpulkan, disimpan sebagai arsip) b. LAMPIRAN B: Tabel Perbandingan Penelitian Terdahulu c. LAMPIRAN C: Outline dan Isu Utama Rencana Proposal 8. Take Home UAS dikumpul secara kolektif via Ketua Tingkat sesuai tanggal deadline menggunakan folder google drive yang disiapkan Ketua Tingkat. 9. Simpan tugas dalam 1 file pdf, dengan nama file menggunakan NPM dan Nama Mahasiswa Lengkap. Tanpa NIM dan NAMA jelas/ tidak teridentifikasi, dianggap failed. LAMPIRAN A: FORMAT RINGKASAN ARTIKEL EMPIRIK KUANTITATIF ARTIKEL 1 1. Nama Penulis 1. Mariani Setiyowati 2. Harsono 3. Tanto G. Sumarsono 2. Judul Artikel Analysis of The Effect of Employee Placement and Environment on Performance through Motivation 3. Sumber (Nama Jurnal/ Tahun/ Volume/No /Hal) The Journal of Social Science, 2021, Vol. 1, No. 2, Hal. 21 - 28 4. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penempatan pegawai, lingkungan kerja, motivasi, dan kinerja serta menganalisis pengaruhnya terhadap Pegawai Negeri Sipil di Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur dengan tingkat signifikansi (α) 0,05. Sampel yang diambil adalah Pegawai Negeri Sipil di Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan pegawai dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dengan koefisien masing-masing sebesar 0,518 dan 0,756 serta nilai signifikansi 0,005 dan 0,010. Penempatan pegawai dan lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dengan koefisien sebesar 0,735 dan 0,764 serta nilai signifikansi 0,000 dan 0,001. Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dengan koefisien 0,989 dan nilai signifikansi 0,000. Motivasi belum mampu memediasi pengaruh penempatan pegawai dan lingkungan kerja terhadap kinerja karena nilai pengaruh langsung lebih besar dibandingkan dengan pengaruh tidak langsung. 5. Pendahuluan Penempatan yang tepat dapat meningkatkan motivasi kerja dan mendorong pencapaian kinerja yang optimal. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peran motivasi sebagai mediator masih belum konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kembali hubungan antara penempatan kerja, motivasi kerja, dan kinerja pegawai secara lebih mendalam guna memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia. 6. Dasar Teoritis/ 1. Badriyah (2015) mengemukakan bahwa penempatan pegawai adalah Konsep yang suatu kegiatan untuk menempatkan posisi seseorang pada jabatan digunakan/Kajian pekerjaan yang tepat. Pustaka 2. Sedarmayanti (2017) mendefinisikan lingkungan kerja sebagai fasilitas pendukung untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misi perusahaan. 3. Malayu (2017) berpendapat bahwa motivasi membahas hal-hal yang perlu dilakukan dalam mengarahkan kekuatan dan potensi bawahan agar mereka dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 4. Prabu (2012) menerangkan kinerja terdiri dari kualitas dan kuantitas pekerjaan yang dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka. 7. Variabel Penelitian 1. Variabel Independen (variabel yang mempengaruhi) X1: Penempatan Pegawai X2: Lingkungan Kerja 2. Variabel Dependen (variabel yang dipengaruhi) Y: Kinerja Pegawai 3. Variabel Mediator (variabel perantara / intervening) Z: Motivasi Kerja 8. Hipotesis Penelitian 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 9. H1: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. H2: Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. H3: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. H4: Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. H5: Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. H6: Motivasi kerja memediasi hubungan antara penempatan pegawai dengan kinerja pegawai. H7: Motivasi kerja memediasi hubungan antara lingkungan kerja dengan kinerja pegawai. Model Penelitian H6 Penempatan Pegawai (X1) H1 H3 Motivasi Kerja (Z) H5 Kinerja Pegawai (Y) H2 H4 Lingkungan Kerja (X2) 10. Metode Penelitian H7 a. Desain Riset: Pendekatan kuantitatif desain metode penelitian eksplanatori b. Sumber Data: Penelitian menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner melalui survey c. Nama Organisasi, Lokasi dan Waktu Penelitian: Balai Besar Pemerintah Desa, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, Tahun 2021 d. Target Populasi: Pegawai Balai Besar Pemerintah Desa Kota Malang e. Jumlah sampel: 31 responden. f. Tipe Sampel: Pegawai g. Alat Analisis: Smart PLS dengan pendekatan SEM 11. Hasil Penelitian 1. H1: Diterima, Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 2. H2: Diterima, Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 3. H3: Diterima, Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 4. H4: Diterima, Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 5. H5: Diterima, Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 6. H6: Ditolak, Motivasi kerja tidak memediasi hubungan antara penempatan pegawai dengan kinerja pegawai. 7. H7: Ditolak, Motivasi kerja memediasi hubungan antara lingkungan kerja dengan kinerja pegawai. 12. Pembahasan Penelitian Setiyowati et al. (2021) menekankan bahwa penempatan pegawai yang sesuai dengan kompetensi, serta lingkungan kerja yang mendukung, secara langsung mampu meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini memperkuat temuan penelitian sebelumnya bahwa kecocokan antara individu dan tugas kerja berdampak positif pada produktivitas. Namun, berbeda dengan beberapa studi lain, motivasi tidak berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Artinya, meskipun motivasi penting, dalam konteks BBPD Kota Malang, peningkatan kinerja lebih dipengaruhi oleh penempatan dan lingkungan kerja secara langsung tanpa melalui dorongan motivasional terlebih dahulu. 13. Implikasi Teoritis Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkaya pemahaman bahwa penempatan kerja dan lingkungan kerja merupakan determinan utama kinerja pegawai. Namun, temuan bahwa motivasi tidak menjadi variabel mediasi menantang model-model konseptual sebelumnya dan membuka peluang pengembangan teori baru yang mempertimbangkan konteks organisasi, budaya kerja, atau karakteristik individu sebagai faktor pembeda dalam hubungan antar variabel. 14. Implikasi Praktis Penelitian ini memberikan gambaran bahwa organisasi pemerintah seperti BBPD Malang perlu memperhatikan kecocokan antara posisi kerja dan kompetensi pegawai (pendidikan, pengalaman, keterampilan), serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, baik secara fisik maupun hubungan antar pegawai. Langkah ini terbukti mampu meningkatkan kinerja pegawai secara langsung, tanpa harus selalu mengandalkan peningkatan motivasi terlebih dahulu. 15. Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah responden yang relatif kecil, yaitu hanya 31 orang pegawai BBPD Malang, sehingga hasilnya belum dapat Riset dan Usulan digeneralisasi secara luas ke instansi pemerintah lainnya. Selain itu, variabel bagi Penelitian yang diteliti terbatas pada penempatan kerja, lingkungan kerja, motivasi, dan mendatang kinerja, tanpa mempertimbangkan faktor eksternal lain seperti gaya kepemimpinan atau budaya organisasi. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan sampel yang lebih besar dan bervariasi dari berbagai instansi atau wilayah, agar hasilnya lebih representatif. Peneliti juga dianjurkan untuk menambahkan variabel lain seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, atau dukungan manajerial sebagai faktor yang mungkin memengaruhi hubungan antara penempatan kerja dan kinerja pegawai. 16. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan pegawai dan lingkungan kerja memiliki dampak signifikan terhadap perubahan motivasi dan kinerja Pegawai Negeri Sipil BBPD di Kota Malang. Penempatan pegawai yang sesuai dengan pengalaman akan menumbuhkan motivasi dalam bekerja. Penciptaan lingkungan fisik yang nyaman akan mendorong motivasi kerja. Penilaian kinerja didasarkan pada kuantitas hasil kerja yang telah dilakukan dengan baik. Pengaruh motivasi sebagai variabel mediasi tidak dapat dibuktikan dalam penelitian ini. ARTIKEL 2 1. Nama Penulis 1. Anita Octavia 2. Rr Erlina 3. Nova Mardiana 2. Judul Artikel The Effect of Placement and Workload on Employee Performance with Motivation as A Mediation Variable at Pt. Bank Lampung 3. Sumber (Nama Jurnal/ Tahun/ Volume/No /Hal) Journal of Applied Management, 2022, Vol. 3, No. 3, Hal. 629-637 4. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai yang dimediasi oleh motivasi kerja pada pegawai PT Bank Lampung. Sampel penelitian ini adalah 252 pegawai PT Bank Lampung. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan teknik stratified random sampling dan diolah menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan software AMOS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, penempatan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, beban kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap motivasi kerja, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, penempatan pegawai memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja pegawai melalui variabel mediasi motivasi kerja, dan beban kerja memiliki pengaruh tidak langsung terhadap kinerja pegawai melalui variabel mediasi motivasi kerja. 5. Pendahuluan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penempatan kerja dan beban kerja yang tepat sebagai faktor penunjang kinerja pegawai. Di PT. Bank Lampung, ditemukan banyak posisi yang tidak terisi dengan tepat, menyebabkan beban kerja tidak merata dan berdampak pada motivasi serta kinerja pegawai. Ketidaksesuaian ini dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan, sehingga perlu diteliti bagaimana penempatan dan beban kerja memengaruhi kinerja, serta peran motivasi sebagai mediator dalam hubungan tersebut. 6. Dasar Teoritis/ 1. Mathis dan Jackson (2016) berpendapat bahwa penempatan adalah Konsep yang menempatkan posisi seseorang pada jabatan yang tepat; seberapa baik digunakan/Kajian seorang pegawai sesuai dengan pekerjaannya akan memengaruhi Pustaka kuantitas dan kualitas hasil kerja. 2. Bruggen (2015) menjelaskan beban kerja sebagai hubungan antara tuntutan tugas dan kapasitas individu; beban kerja yang tidak seimbang dapat menurunkan motivasi dan produktivitas . 3. Menurut Armstrong (2014), motivasi kerja sendiri diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal yang memengaruhi perilaku kerja seseorang. 4. Koopsman (2011) menerangkan bahwa kinerja pegawai mencerminkan tingkat pencapaian tugas sesuai tujuan organisasi dan sangat dipengaruhi oleh faktor individu serta lingkungan kerja. 7. Variabel Penelitian 1. Variabel Independen (variabel yang mempengaruhi) X1: Penempatan Pegawai X2: Beban Kerja 2. Variabel Dependen (variabel yang dipengaruhi) Y: Kinerja Pegawai 3. Variabel Mediator (variabel perantara / intervening) Z: Motivasi Kerja 8. Hipotesis Penelitian 9. Model Penelitian 1. H1: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 2. H2: Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 3. H3: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 4. H4: Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 5. H5: Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 6. H6: Motivasi kerja memediasi hubungan antara penempatan pegawai dengan kinerja pegawai. 7. H7: Motivasi kerja memediasi hubungan antara beban kerja dengan kinerja pegawai. H6 Penempatan Pegawai (X1) H3 H1 Motivasi Kerja (Z) H5 Kinerja Pegawai (Y) H4 H2 Beban Kerja (X2) 10. Metode Penelitian H7 a. Desain Riset: Pendekatan kuantitatif desain metode penelitian eksplanatori b. Sumber Data: Penelitian menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner melalui survei c. Nama Organisasi, Lokasi dan Waktu Penelitian: PT. Bank Lampung, Lampung, Tahun 2021 d. Target Populasi: Pegawai PT. Bank Lampung e. Jumlah sampel: 252 responden. f. Tipe Sampel: Pegawai g. Alat Analisis: Smart PLS dengan pendekatan SEM dan AMOS 11. Hasil Penelitian 12. Pembahasan 13. Implikasi Teoritis 1. H1: Diterima, Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 2. H2: Diterima, Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 3. H3: Diterima, Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 4. H4: Ditolak, Beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 5. H5: Diterima, Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 6. H6: Diterima, Motivasi kerja memediasi hubungan antara penempatan pegawai dengan kinerja pegawai. 7. H7: Diterima, Motivasi kerja memediasi hubungan antara beban kerja dengan kinerja pegawai. Diskusi penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan kerja yang sesuai berdampak positif terhadap motivasi dan kinerja pegawai, karena kesesuaian antara kemampuan dan tugas meningkatkan efektivitas kerja. Beban kerja yang terlalu tinggi justru menurunkan motivasi, meskipun secara langsung tetap berpengaruh positif terhadap kinerja. Motivasi terbukti memediasi pengaruh penempatan dan beban kerja terhadap kinerja, menegaskan pentingnya faktor psikologis dalam proses kerja. Hasil ini mendukung teori dan temuan sebelumnya bahwa kombinasi faktor struktural dan motivasional sangat menentukan kinerja pegawai. Penelitian ini memperkuat model hubungan kausal antara penempatan kerja, beban kerja, motivasi, dan kinerja pegawai, serta mendukung teori motivasi kerja sebagai variabel mediasi yang signifikan dalam meningkatkan kinerja organisasi 14. Implikasi Praktis Pentingnya manajemen PT Bank Lampung untuk menempatkan pegawai sesuai kompetensi dan mengelola beban kerja secara proporsional guna meningkatkan motivasi dan kinerja. 15. Keterbatasan Riset dan Usulan bagi Penelitian mendatang Ruang lingkup yang hanya mencakup satu organisasi, yaitu PT Bank Lampung, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke perusahaan lain atau sektor industri yang berbeda. Selain itu, variabel yang diteliti terbatas pada penempatan pegawai, beban kerja, dan motivasi. Untuk penelitian mendatang, disarankan agar cakupan diperluas ke berbagai perusahaan atau instansi, serta menambahkan variabel lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, atau kepuasan kerja guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai. 16. Kesimpulan Penempatan kerja dan beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan motivasi kerja berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Penempatan yang tepat meningkatkan motivasi dan kinerja, sedangkan beban kerja yang tidak sesuai dapat menurunkan motivasi meskipun tetap berdampak pada kinerja. Oleh karena itu, pengelolaan SDM yang memperhatikan kesesuaian tugas dan kapasitas pegawai sangat penting untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. ARTIKEL 3 1. Nama Penulis 1. Mesker Lenggu 2. Petrus Kase 3. Laurensius P Sayrani 2. Judul Artikel Employee Performance at LLDIKTI Region XV: Effect of Work Motivation, Employee Placement and Job Satisfaction 3. Sumber (Nama Jurnal/ Tahun/ Volume/No /Hal) Journal of Economics and Business, 2024, Vol. 8, No. 2, Hal 1214-1219 4. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja, penempatan pegawai, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di LLDIKTI Wilayah XV. Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di LLDIKTI Wilayah XV. Kepuasan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di LLDIKTI Wilayah XV. Selain itu, motivasi kerja, penempatan pegawai, dan kepuasan kerja secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di LLDIKTI Wilayah XV. 5. Pendahuluan Pentingnya peran LLDIKTI sebagai lembaga layanan pendidikan tinggi yang bertugas meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Namun, kinerja pegawai di LLDIKTI Wilayah XV dinilai masih rendah, terlihat dari keterlambatan penyelesaian tugas dan banyaknya keluhan dari perguruan tinggi mitra. Masalah ini diduga dipengaruhi oleh ketidaksesuaian penempatan pegawai, rendahnya motivasi kerja, serta tingkat kepuasan kerja yang belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penempatan kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai di lingkungan LLDIKTI Wilayah XV. 6. Dasar Teoritis/ Konsep yang digunakan/Kajian Pustaka 1. Moeheriono (2012) mendefenisikan kinerja pegawai sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, sesuai dengan wewenang dan tugas tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi secara sah, artinya tidak melanggar hukum serta sesuai dengan moral dan etika. 2. Luthans (2011) menyatakan bahwa motivasi kerja adalah sesuatu yang menciptakan dorongan atau semangat untuk bekerja, dengan kata lain, hal tersebut memacu antusiasme kerja seseorang. 3. Noor (2018) menjelaskan bahwa penempatan pegawai adalah proses penugasan tugas dan pekerjaan yang telah melewati seleksi untuk dilaksanakan secara berkelanjutan, serta wewenang dan tanggung jawab yang melekat pada bagian dan komposisi yang ditentukan, dan mampu mempertanggungjawabkan semua risiko yang mungkin terjadi terkait dengan tugas, pekerjaan, wewenang, dan tanggung jawab tersebut. 4. Harahap & Tirtayasa (2020) menerangkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan dan penilaian seseorang terhadap pekerjaannya, khususnya mengenai kondisi kerjanya, dalam kaitannya dengan apakah pekerjaan tersebut mampu memenuhi harapan, kebutuhan, dan keinginannya. 7. Variabel Penelitian 1. Variabel Independen (variabel yang mempengaruhi) X1: Motivasi Kerja X2: Penempatan Pegawai X3: Kepuasan Kerja 2. Variabel Dependen (variabel yang dipengaruhi) Y: Kinerja Pegawai 8. Hipotesis Penelitian 9. Model Penelitian 1. H1: Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 2. H2: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 3. H3: Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi Kerja (X1) H1 Penempatan Pegawai (X2) H2 Kinerja Pegawai (Y) H3 Kepuasan Kerja (X3) 10. Metode Penelitian a. Desain Riset: Pendekatan kuantitatif desain metode penelitian eksplanatori b. Sumber Data: Penelitian menggunakan data primer dengan menggunakan kuesioner melalui survei c. Nama Organisasi, Lokasi dan Waktu Penelitian: LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah XV, Nusa Tenggara Timur, Tahun 2024 d. Target Populasi: Pegawai di Lingkungan LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah XV e. Jumlah sampel: 100 responden f. Tipe Sampel: Pegawai g. Alat Analisis: SPSS 11. Hasil Penelitian 1. H1: Diterima, Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 2. H2: Diterima, Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 3. H3: Diterima, Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 12. Pembahasan Penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan pegawai, motivasi kerja, dan kepuasan kerja secara signifikan memengaruhi kinerja pegawai LLDIKTI Wilayah XV. Penempatan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi meningkatkan efektivitas kerja. Motivasi kerja yang tinggi mendorong semangat dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Sementara itu, kepuasan kerja juga berkontribusi terhadap peningkatan kinerja, terutama jika pegawai merasa dihargai dan mendapatkan perlakuan adil. Ketiga faktor ini saling mendukung dalam menciptakan kinerja pegawai yang optimal. 13. Implikasi Teoritis Penelitian ini memperkuat teori bahwa penempatan kerja, motivasi, dan kepuasan kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi kinerja pegawai. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya dan memberikan kontribusi pada pengembangan literatur di bidang manajemen sumber daya manusia sektor publik. 14. Implikasi Praktis Manajemen LLDIKTI Wilayah XV memiliki peran penting dalam menempatkan pegawai sesuai dengan kompetensinya, meningkatkan motivasi kerja melalui evaluasi serta pemberian penghargaan atas kinerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk mendukung kepuasan kerja. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja pegawai. 15. Keterbatasan Riset dan Usulan bagi Penelitian mendatang Keterbatasan dari penelitian ini ruang lingkupnya yang terbatas hanya pada pegawai di lingkungan LLDIKTI Wilayah XV, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke instansi atau wilayah lain. Selain itu, penelitian ini hanya menguji efek langsung dari variabel independen terhadap variabel dependen. Usulan bagi penelitian mendatang adalah agar melibatkan sampel yang lebih luas dari berbagai LLDIKTI di wilayah lain atau instansi pemerintah lainnya. Peneliti selanjutnya juga disarankan untuk menambahkan variabel mediator untuk menguji efek tidak langsung dari variabel independen terhadap variabel dependen. 16. Kesimpulan Penempatan pegawai, motivasi kerja, dan kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di LLDIKTI Wilayah XV, baik secara parsial maupun simultan. Penempatan yang tepat, motivasi yang tinggi, serta kepuasan kerja yang baik mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas layanan pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen sumber daya manusia yang strategis untuk mendukung kinerja organisasi secara menyeluruh. ARTIKEL 4 1. Nama Penulis 1. Tri Luki Cahaya Dini 2. Zainul Kisman 2. Judul Artikel The Effects of Placement and Motivation on Employee Performance by Mediating Employee Satisfaction at The Center for Library Information Services and Manuscript Management of The Nusantara National Library of The Republic of Indonesia 3. Sumber (Nama Jurnal/ Tahun/ Volume/No /Hal) Global Scientific Journal, 2024, Vol. 12, No. 2, Hal 59-63 4. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penempatan dan motivasi terhadap kinerja, dengan kepuasan kerja sebagai faktor perantara. Populasi dalam penelitian ini adalah pustakawan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia PUJASINTARA, Jakarta, yang berjumlah 75 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dari Pusat Layanan Perpustakaan Nasional, dan menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert 5 poin. Penelitian ini diuji menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan asumsi analisis jalur dengan bantuan perangkat lunak SPSS, serta dianalisis menggunakan analisis jalur dengan perangkat lunak yang sama. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara penempatan dan motivasi terhadap kinerja, dengan kepuasan kerja sebagai faktor perantara. 5. Pendahuluan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pelayanan informasi yang berkualitas. Namun, kinerja pegawai dihadapkan pada kendala penempatan kerja yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, atau minat, yang berdampak pada rendahnya motivasi, meningkatnya ketidakhadiran, dan konflik di lingkungan kerja. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penempatan dan motivasi terhadap kinerja pegawai, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi di lingkungan layanan informasi dan naskah Perpustakaan Nasional. 6. Dasar Teoritis/ Konsep yang digunakan/Kajian Pustaka 1. Menurut Sastrohadiwiryo (2002), penempatan adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada pekerja yang telah lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai dengan ruang lingkup yang telah ditentukan serta mampu mempertanggungjawabkan segala risiko dan kemungkinan yang terjadi dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan, wewenang, dan tanggung jawab. 2. Saks dan Rotman (2006) mengemukakan bahwa motivasi, khususnya dalam bentuk pengakuan dan penghargaan merupakan faktor penting yang mendorong keterlibatan karyawan. 3. Mugiarto et al. (2016) mendefinisikan kepuasan kerja karyawan sebagai suatu keadaan di mana karyawan merasa nyaman dalam organisasi karena kepuasan mereka terhadap lingkungan kerja, rekan kerja, budaya kerja, kepastian pencapaian, pendapatan dan rasa memiliki terhadap organisasi yang bergengsi. 4. Siagian (2008) mendefenisikan kinerja sebagai sejauh mana seseorang mencapai tujuan atau melakukan kesalahan dalam mematuhi peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh institusi. 7. Variabel Penelitian 1. Variabel Independen (variabel yang mempengaruhi) X1: Penempatan Pegawai X2: Motivasi Kerja 2. Variabel Dependen (variabel yang dipengaruhi) Y: Kinerja Pegawai 3. Variabel Mediator (variabel perantara / intervening) Z: Kepuasan Kerja 8. Hipotesis Penelitian 9. Model Penelitian 1. H1: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. 2. H2: Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. 3. H3: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 4. H4: Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 5. H5: Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 6. H6: Kepuasan kerja memediasi hubungan antara penempatan pegawai dengan kinerja pegawai. 7. H7: Kepuasan kerja memediasi hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai. H6 Penempatan Pegawai (X1) H1 H3 Kepuasan Kerja (Z) H5 Kinerja Pegawai (Y) H2 H4 Motivasi Kerja (X2) 10. Metode Penelitian H7 a. Desain Riset: Pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur (path analysis). b. Sumber Data: Penelitian menggunakan data berasal dari data primer, yang dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin. c. Nama Organisasi, Lokasi dan Waktu Penelitian: Pusat Layanan Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Tahun 2024 d. Target Populasi: Pustakawan yang bekerja di Pusat Layanan Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. e. Jumlah sampel: 75 responden f. Tipe Sampel: Pustakawan g. Alat Analisis: SPSS 11. Hasil Penelitian 1. H1: Diterima, Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. 2. H2: Diterima,Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. 3. H3: Diterima,Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 4. H4: Diterima,Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 5. H5: Diterima,Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 6. H6: Diterima, Kepuasan kerja memediasi hubungan antara penempatan pegawai dengan kinerja pegawai. 7. H7: Diterima, Kepuasan kerja memediasi hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai. 12. Pembahasan Penelitian ini menggambarkan bahwa penempatan kerja dan motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi yang signifikan. Ketidaksesuaian antara penempatan dengan latar belakang pendidikan dan minat pegawai menyebabkan penurunan semangat kerja, meningkatnya ketidakhadiran, dan konflik internal. Sebaliknya, penempatan yang tepat dan motivasi yang tinggi mampu meningkatkan kepuasan kerja, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan manajemen SDM yang mempertimbangkan kesesuaian penugasan dan faktor psikologis pegawai 13. Implikasi Teoritis Penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa penempatan kerja dan motivasi secara langsung maupun tidak langsung, melalui kepuasan kerja, berkontribusi signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil ini mendukung teoriteori sebelumnya yang menekankan pentingnya kesesuaian antara individu dan pekerjaan dalam menciptakan kepuasan dan kinerja optimal. 14. Implikasi Praktis Secara praktis, manajemen Perpustakaan Nasional Republik Indonesia perlu menerapkan strategi penempatan pegawai yang selaras dengan latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan minat individu guna mengoptimalkan kinerja serta menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Selain itu, organisasi perlu menciptakan sistem yang mampu meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja agar tercipta lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. 15. Keterbatasan Riset dan Usulan bagi Penelitian mendatang Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, ruang lingkup penelitian hanya terbatas pada pustakawan di Unit PUJASINTARA Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasi ke seluruh institusi perpustakaan lainnya di Indonesia. Kedua, pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner tertutup membatasi eksplorasi lebih dalam terhadap persepsi dan pengalaman subjektif responden. Untuk penelitian mendatang, disarankan agar cakupan wilayah diperluas ke berbagai unit kerja atau institusi serupa agar hasilnya lebih representatif. Penelitian lanjutan juga dapat menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) untuk menggali lebih dalam aspek-aspek kualitatif yang tidak dapat dijangkau melalui survei kuantitatif semata. 16. Kesimpulan Penelitian ini mengungkap bahwa kinerja pegawai tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknis seperti penempatan kerja dan motivasi, tetapi juga sangat ditentukan oleh kepuasan kerja sebagai penghubung penting di antaranya. Penempatan yang tepat dan motivasi yang tinggi menciptakan rasa puas dalam bekerja, yang pada gilirannya memperkuat dedikasi dan produktivitas pegawai. ARTIKEL 5 1. Nama Penulis 1. Fina Marlina 2. M. Zahari 3. Osrita Hapsara 2. Judul Artikel The Influence of Leadership Style and Placement on Motivation and Its Impact on the Performance of Civil Servants in the Regional Office of The National Land Agency of Jambi Province 3. Sumber (Nama Jurnal/ Tahun/ Volume/No /Hal) Dinasti International Journal of Economics, Finance and Accounting, 2024, Vol. 5, No. 5, Hal 4766-4776 4. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan dan penempatan pegawai terhadap motivasi, serta dampaknya terhadap kinerja pegawai negeri sipil di instansi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 71 pegawai. Analisis data dilakukan menggunakan model struktural melalui teknik Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik gaya kepemimpinan maupun penempatan pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, masing-masing dengan pengaruh sebesar 56,4% dan 43,1%. Selain itu, motivasi terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 30,8%. Gaya kepemimpinan dan penempatan pegawai, baik secara langsung maupun melalui motivasi, memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar para pemimpin di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi meningkatkan kerja sama dengan bawahan serta memberikan apresiasi kepada pegawai yang berprestasi guna lebih meningkatkan motivasi dan kinerja. 5. Pendahuluan Pencapaian tujuan organisasi sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan sumber daya manusia, khususnya dalam hal gaya kepemimpinan dan penempatan pegawai. Kepemimpinan yang tepat dapat mendorong motivasi kerja, sementara penempatan pegawai yang sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan mereka mampu meningkatkan kinerja. Penelitian ini dilakukan di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jambi untuk mengkaji bagaimana gaya kepemimpinan dan penempatan memengaruhi motivasi serta dampaknya terhadap kinerja pegawai negeri sipil. Dalam konteks reformasi birokrasi, pemahaman mengenai faktor-faktor ini menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan pencapaian tujuan organisasi secara menyeluruh. 6. Dasar Teoritis/ Konsep yang 1. Menurut Kartono (2018) dan Fauzi & Deswarta (2024) gaya kepemimpinan yang digunakan mengacu pada pendekatan situasional dan demokratis, di 7. digunakan/Kajian Pustaka mana pemimpin tidak hanya memberi arahan tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi bawahan. 2. Cakra (2020) berpendapat bahwa penempatan pegawai didasarkan pada prinsip "the right man in the right place", yang menekankan pentingnya kesesuaian antara kompetensi individu dengan tugas jabatan. 3. Motivasi dipandang sebagai kekuatan internal dan eksternal yang mendorong individu untuk bekerja dengan semangat dan produktivitas tinggi (Weni et al., 2024; Putra & Sry, 2023). 4. Kinerja pegawai diukur dari tanggung jawab, kualitas, efisiensi, dan partisipasi aktif dalam organisasi (Sadapu et al., 2023). Variabel Penelitian 1. Variabel Independen (variabel yang mempengaruhi) X1: Gaya Kepemimpinan X2: Penempatan Pegawai 2. Variabel Dependen (variabel yang dipengaruhi) Y: Kinerja Pegawai 3. Variabel Mediator (variabel perantara / intervening) Z: Motivasi Kerja 8. Hipotesis Penelitian 9. Model Penelitian 1. H1: Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 2. H2: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 3. H3: Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 4. H4: Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 5. H5: Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 6. H6: Motivasi kerja memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai. 7. H7: Motivasi kerja memediasi hubungan antara penempatan pegawai dengan kinerja pegawai. H6 Gaya Kepemimpinan (X1) H1 H3 Motivasi Kerja (Z) H5 Kinerja Pegawai (Y) H2 H4 Penempatan Pegawai 10. Metode Penelitian H7 a. Desain Riset: Pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif b. Sumber Data: Penelitian menggunakan data berasal dari data primer, yang dikumpulkan melalui kuesioner c. Nama Organisasi, Lokasi dan Waktu Penelitian: Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN), Provinsi Jambi, Tahun 2024 d. Target Populasi: Pegawai yang bekerja di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN), Provinsi Jambi e. Jumlah sampel: 71 responden f. Tipe Sampel: Pegawai g. Alat Analisis: SmartPLS dengan pendekatan SEM 11. Hasil Penelitian 1. H1: Diterima, Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 2. H2: Diterima, Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja. 3. H3: Diterima, Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 4. H4: Diterima, Penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 5. H5: Diterima, Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. 6. H6: Diterima, Motivasi kerja memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai. 7. H7: Diterima, Motivasi kerja memediasi hubungan antara penempatan pegawai dengan kinerja pegawai. 12. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan penempatan pegawai memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, yang pada gilirannya berdampak langsung pada peningkatan kinerja pegawai. Gaya kepemimpinan yang terbuka terhadap masukan dan kolaboratif mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kondusif, sementara penempatan yang sesuai dengan kompetensi pegawai meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Selain pengaruh langsung, motivasi juga terbukti menjadi variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara gaya kepemimpinan dan penempatan terhadap kinerja. Dengan demikian, kombinasi dari faktor-faktor tersebut membentuk dasar strategis dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan instansi pemerintah. 13. Implikasi Teoritis Penelitian ini memperkuat konsep bahwa gaya kepemimpinan dan penempatan kerja yang tepat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi dan kinerja pegawai. Temuan ini mendukung teori manajemen sumber daya manusia dan teori motivasi kerja yang menekankan pentingnya kecocokan antara individu dan pekerjaannya serta peran kepemimpinan dalam membentuk perilaku organisasi. 14. Implikasi Praktis Hasil penelitian memberikan masukan bagi lembaga pemerintahan, khususnya Kantor Wilayah BPN Provinsi Jambi, untuk lebih memperhatikan strategi penempatan pegawai sesuai kompetensi serta mendorong gaya kepemimpinan yang partisipatif. Penerapan kedua hal ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan berorientasi pada pencapaian kinerja optimal. 15. Keterbatasan Riset dan Usulan bagi Penelitian mendatang Keterbatasan yang perlu dicermati. Pertama, ruang lingkup penelitian terbatas hanya pada satu instansi pemerintah, yaitu Kantor Wilayah BPN Provinsi Jambi, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan untuk organisasi publik lainnya. Kedua, penggunaan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner tidak menggali secara mendalam persepsi dan dinamika psikologis pegawai yang mungkin berpengaruh terhadap motivasi dan kinerja. Untuk itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek studi ke berbagai instansi atau sektor, baik publik maupun swasta, serta menggabungkan metode kualitatif guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Penambahan variabel lain seperti budaya organisasi atau kepuasan kerja juga dapat memberikan perspektif yang lebih kaya dalam menjelaskan kinerja pegawai. 16. Kesimpulan Gaya kepemimpinan dan penempatan kerja merupakan dua faktor penting yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi motivasi dan kinerja pegawai. Ketika pemimpin menerapkan pendekatan yang partisipatif dan terbuka, serta pegawai ditempatkan sesuai dengan kompetensi dan latar belakangnya, maka motivasi kerja cenderung meningkat. Peningkatan motivasi ini menjadi faktor kunci dalam mendorong kinerja pegawai yang lebih optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi, khususnya instansi pemerintahan, sangat bergantung pada strategi manajerial yang tidak hanya struktural, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan kecocokan individu dalam lingkungan kerja. LAMPIRAN B: TABEL PERBANDINGAN RISET TERDAHULU (KUANTITATIF) - CONTOH No Peneliti/Tahun 1. Setyowati et. al. (2021) Analysis of The Effect of Employee Placement and Environment on Performance through Motivation Variabel Penelitian Independen: Penempatan Pegawai (X1) Lingkungan Kerja (X2) Mediator: Motivasi Kerja (Z) Dependen: Kinerja Pegawai (Y) Hipotesis (yang relevan dengan riset) X1 → Y: Pengaruh + Langsung X1 → Z: Pengaruh + Langsung Z → Y: Pengaruh + Langsung X1 → Z → Y Efek Mediasi Hasil Pengujian Hipotesis X1 → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. X1 → Z: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. Z → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. X1 → Z → Y Tidak ada pengaruh mediasi yang signifikan. Metode Riset Desain: Pendekatan Kuantitaif Industry/ Organization: Balai Besar Pemerintah Desa, Malang, Indonesia Population Target: Pegawai Balai Besar Pemerintah Desa, Malang, Indonesia Sampling Method: Purposive sampling, hanya pegawai yang menjadi sampel Jumlah: 31 Responden Data Collection: Menggunakan kuesioner melalui survei Statistical Tools: SEM-PLS 2. Octavia et. al. (2022) Independen: Penempatan Pegawai (X1) Beban Kerja (X2) X1 → Y: Pengaruh + Langsung X1 → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. Desain: Pendekatan Kuantitaif No Peneliti/Tahun The Effect of Placement and Workload on Employee Performance with Motivation as A Mediation Variable at Pt. Bank Lampung Variabel Penelitian Hipotesis (yang relevan dengan riset) Mediator: Motivasi Kerja (Z) X1 → Z: Pengaruh + Langsung Dependen: Kinerja Pegawai (Y) Z → Y: Pengaruh + Langsung X1 → Z → Y Efek Mediasi Hasil Pengujian Hipotesis X1 → Z: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. Z → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. X1 → Z → Y Terdapat pengaruh mediasi yang signifikan. Metode Riset Industry/ Organization: PT. Bank Lampung, Indonesia Population Target: Pegawai PT. Bank Lampung, Indonesia Sampling Method: Purposive sampling, hanya pegawai yang menjadi sampel Jumlah: 252 Responden Data Collection: Menggunakan kuesioner melalui survei Statistical Tools: SEM-PLS & AMOS 3. Lenggu et. al. (2024) Employee Performance at LLDIKTI Region XV: Effect of Work Motivation, Employee Placement and Job Satisfaction Independen: Motivasi Kerja (X1) Penempatan Pegawai (X2) Kepuasan Kerja (X3) Dependen: Kinerja Pegawai (Y) X1 → Y: Pengaruh + Langsung X2 → Y: Pengaruh + Langsung X1 → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. X2 → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. Desain: Pendekatan Kuantitaif Industry/ Organization: LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah XV, Nusa Tenggara Timur, Indonesia Population Target: Pegawai di Lingkungan LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah XV No Peneliti/Tahun Variabel Penelitian Hipotesis (yang relevan dengan riset) Hasil Pengujian Hipotesis Metode Riset Sampling Method: Purposive sampling, hanya pegawai yang menjadi sampel Jumlah: 100 Responden Data Collection: Menggunakan kuesioner melalui survei Statistical Tools: SPSS 4. Dini and Kisman (2024) The Effects of Placement and Motivation on Employee Performance by Mediating Employee Satisfaction at The Center for Library Information Services and Manuscript Management of Independen: Penempatan Pegawai (X1) Motivasi Kerja (X2) Mediator: Kepuasan Kerja (Z) Dependen: Kinerja Pegawai (Y) X1 → Y: Pengaruh + Langsung X2 → Y: Pengaruh + Langsung X1 → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. X2 → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. Desain: Pendekatan Kuantitaif Industry/ Organization: Pusat Layanan Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Population Target: Pustakawan yang bekerja di Pusat Layanan Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia No Peneliti/Tahun Variabel Penelitian Hipotesis (yang relevan dengan riset) Hasil Pengujian Hipotesis The Nusantara National Library of The Republic of Indonesia Metode Riset Sampling Method: Purposive sampling, hanya pustakawan yang menjadi sampel Jumlah: 75 Responden Data Collection: Menggunakan kuesioner melalui survei Statistical Tools: SPSS 5. Merlina et. al. (2024) The Influence of Leadership Style and Placement on Motivation and Its Impact on the Performance of Civil Servants in the Regional Office of The National Land Agency of Jambi Province Independen: Gaya Kepemimpinan (X1) Penempatan Pegawai (X2) Mediator: Motivasi Kerja (Z) Dependen: Kinerja Pegawai (Y) X2 → Y: Pengaruh + Langsung X2 → Z: Pengaruh + Langsung Z → Y: Pengaruh + Langsung X2 → Z → Y Efek Mediasi X2 → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. X2 → Z: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. Z → Y: Berpengaruh langsung positif dan signifikan. X2 → Z → Y Terdapat pengaruh mediasi yang signifikan. Desain: Pendekatan Kuantitaif Industry/ Organization: Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN), Jambi, Indonesia Population Target: Pegawai Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN), Jambi Sampling Method: Purposive sampling, hanya pegawai yang menjadi sampel Jumlah: 71 Responden No Peneliti/Tahun Variabel Penelitian Hipotesis (yang relevan dengan riset) Hasil Pengujian Hipotesis Metode Riset Data Collection: Menggunakan kuesioner melalui survei Statistical Tools: SEM-PLS LAMPIRAN C: Lembar Outline dan Isu Utama Rencana Proposal No. Description Answers 1. Apa Rencana Topik Riset Anda? Peran Penempatan Terhadap Kinerja Penyuluh Keluarga Berencana Provinsi Maluku Utara dengan Motivasi sebagai Variabel Mediasi 2. Mengapa Anda memilih topik riset tersebut? Berdasarkan Tabel Perbandingan 5 artikel empiris di atas, jelaskan alasan memilih topik berdasarkan perbandingan faktor-faktor di bawah ini: Desain: Kuantitaf Karena tujuannya untuk mengukur pengaruh antar variabel (penempatan pegawai, motivasi kerja, kinerja pegawai), memudahkan analisis statistik yang objektif dan pengujian hipotesis secara terukur serta sesuai untuk menilai hubungan sebab-akibat serta menguji model mediasi. Industry/ Organization: Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Alasan memilih Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara karena memiliki tantangan tersendiri dalam penempatan pegawai demi pemerataan pelayanan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), terutama karena kondisi geografis yang tersebar. Relevansi penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap pengembangan teori manajemen sumber daya manusia serta memberikan masukan praktis bagi Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara dalam menyusun kebijakan penempatan pegawai dan strategi peningkatan motivasi kerja Penyuluh Keluarga Berencana. Target Populasi: Penyuluh Keluarga Berencana Provinsi Maluku Utara Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dipilih sebagai target populasi karena mereka merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan program Bangga Kencana di lapangan. Kinerja dan motivasi mereka sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penyuluhan dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan meneliti Penyuluh KB, penelitian ini dapat secara langsung mengidentifikasi bagaimana No. Description Answers penempatan yang sesuai dapat meningkatkan semangat kerja dan efektivitas mereka dalam menjalankan tugas, terutama di daerah yang memiliki tantangan geografis seperti Maluku Utara. Sampling Method: Purposive Sampling Sampel diambil dengan metode purposive sampling, yaitu memilih Penyuluh KB yang aktif, berpengalaman minimal satu tahun, dan bertugas di wilayah strategis. Metode ini dipilih karena responden yang dipilih diharapkan memiliki pemahaman yang relevan dan mendalam terhadap topik penelitian. Jumlah: 100 Responden Data Collection: Menggunakan kuesioner melalui survei Stastical Tool: SEM-PLS 3. Ilustrasikan Rencana Model Riset Anda. H4 Motivasi Kerja (Z) H2 Penempatan Pegawai (X) 4. Conceptual Definitions H3 H1 Kinerja Pegawai (Y) Kinerja Pegawai: Menurut Robbins dan Judge (2023), kinerja pegawai merupakan hasil interaksi antara tiga faktor utama, yaitu kemampuan (ability), motivasi (motivation), dan lingkungan kerja (work environment). Motivasi Kerja: Motivasi kerja menurut Frederick Herzberg (1959) dalam Two-Factor Theory adalah dorongan yang berasal dari ua kelompok faktor utama, yaitu faktor motivator dan faktor hygiene. No. Description Answers Penempatan Pegawai: Penempatan pegawai menurut Kristof (1996) dalam Person-Organization Fit Theory (Teori Kesesuaian Individu dan Organisasi) adalah proses menempatkan individu pada posisi atau lingkungan kerja yang memiliki tingkat kesesuaian antara nilai dan budaya individu dengan budaya organisasi. 5. The Hypothesis Berdasarkan model penelitian di atas, uraikan seluruh hipotesis riset Anda: H1: Penempatan pegawai signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. H2: Penempatan pegawai signifikan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. H3: Motivasi kerja signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. H4: Motivasi kerja memediasi hubungan penempatan pegawai dengan kinerja pegawai.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )