ISSN: 1978-1520 Halaman 1 PROTOTIPE SISTEM MONITORING TINGKAT KEBISINGAN RUANG KELAS PADA SMP MUHAMMADIYAH 7 PALEMBANG BERBASIS INTERNET OF THINGS PROTOTYPE OF CLASSROOM NOISE LEVEL MONITORING SYSTEM AT SMP MUHAMMADIYAH 7 PALEMBANG BASED ON INTERNET OF THINGS 1,2 Muhammad Khalid Akbar1), Redo Erliansyah2), Benedictus Efendi3) Institut Teknologi dan Bisnis PalComTech: Jl. Basuki Rahmat No. 05, Palembang 30129, Indonesia 1,2 Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi dan Bisnis PalComTech Palembang e-mail: 1)khalidstrife@gmail.com, 2)Redo.pti2019@gmail.com, 3)benedictus@palcomtech.ac.id Abstrak Faktor lingkungan belajar yang kondusif adalah salah satu kunci keberhasilan pendidikan yang efektif. Tingkat kebisingan yang tinggi dapat mengganggu konsentrasi siswa dan menghambat proses pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah prototipe sistem monitoring tingkat kebisingan (noise level) berbasis Internet of Things (IoT) di Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Palembang. Uji coba dilakukan melalui Bot Telegram untuk memvalidasi performa sistem dan mengujinya. Metode prototype merupakan interaksi berulang dalam pengembangan kerangka dimana kebutuhan diubah menjadi kerangka kerja yang berfungsi yang terus menerus dikerjakan melalui kerja sama antara klien dan pengembang. Dalam 10 percobaan menggunakan sensor GY-MAX4466, ratarata tingkat kebisingannya adalah 85dB dengan standar deviasi sekitar 10,95dB dalam rentang 20dB hingga 100dB. Modul DfPlayer Mini berhasil mendeteksi tingkat kebisingan dengan akurasi 100% dan memberikan sinyal selama durasi rekaman. Dalam keseluruhan penelitian, sistem ini menghadirkan solusi teknologi yang dapat membantu mengendalikan siswa yang ribut di lingkungan sekolah dan meningkatkan kualitas lingkungan belajar. Kata kunci - Noise Level, Telegram, GY-MAX4466, ESP32 Abstract The factor of a conducive learning environment is one of the keys to the success of effective education. High noise levels can disrupt students' concentration and hinder the effective learning process. This study aims to develop a prototype of an Internet of Things (IoT)-based noise level monitoring system at SMP Muhammadiyah 7 Palembang. Trials are conducted through Telegram Bots to validate system performance and test it. The prototype method is an iterative interaction in framework development where needs are transformed into a functioning framework that is continuously worked on through cooperation between client and developer. In 10 experiments using the GY-MAX4466 sensor, the average noise level was 85dB with a standard deviation of about 10.95dB in the range of 20dB to 100dB. The DfPlayer Mini module successfully detects noise levels with 100% accuracy and provides a signal for the duration of the recording. In overall research, this system presents technological solutions that can help control noisy students in the school environment and improve the quality of the learning environment. Kata kunci - Tingkat Kebisingan, Telegram, GY-MAX4466, ESP32 1. PENDAHULUAN erkembangan teknologi internet di era milenial kini berkembang pesat dan maju. Fenomena ini dapat diamati dari sudut pandang yang menantang pikiran manusia. Selain itu, kemajuan teknologi komputer berkembang pesat. Perkembangan teknologi internet juga memfasilitasi penyebaran informasi melalui media cetak yang tersebar di seluruh masyarakat P ISSN: 1978-1520 Halaman 2 Informasi dapat diperoleh tidak hanya melalui media cetak, tetapi juga melalui media elektronik seperti televisi, radio, dan smartphone[1]. Pendidikan yang berkualitas merupakan fondasi penting dalam perkembangan generasi muda. Faktor lingkungan belajar yang kondusif adalah salah satu kunci keberhasilan pendidikan yang efektif. Salah satu elemen krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif adalah tingkat kebisingan di dalam ruang kelas[2]. Tingkat kebisingan yang tinggi dapat mengganggu konsentrasi siswa dan menghambat proses pembelajaran yang efektif. Pada era digital dan terhubung saat ini, Internet of Things (IoT) telah menjadi teknologi yang sangat relevan dan memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. IoT memungkinkan berbagai perangkat terhubung untuk saling berkomunikasi dan mengumpulkan data secara real-time, memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pemantauan yang cerdas dan efisien[3]. Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Palembang adalah salah satu sekolah yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada siswa-siswanya. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi sekolah ini adalah pengawasan dan pengendalian tingkat kebisingan di ruang kelas, yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan sebuah prototipe sistem monitoring tingkat kebisingan (noise level) yang dapat memberikan informasi secara real-time kepada pihak sekolah dan guru[4]. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah prototipe sistem monitoring tingkat kebisingan (noise level) berbasis Internet of Things (IoT) di Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Palembang. Alat ini akan mencakup sensor kebisingan, micro controller, speaker, dan kamera. Sensor kebisingan akan digunakan untuk mengukur tingkat kebisingan dalam ruang kelas secara real-time. Ketika tingkat kebisingan melebihi standar yang telah ditentukan, speaker akan mengeluarkan kata-kata yang telah direkam oleh guru yang bertujuan untuk mengingatkan siswa agar diam dan tidak mengeluarkan kebisingan lebih lanjut. Selain itu, kamera juga akan terintegrasi dalam sistem untuk memonitor aktivitas di dalam ruang kelas dengan menggunakan webcam video oleh guru yang telah terintegrasi pada Telegram. Jika siswa tetap mengeluarkan kebisingan meskipun peringatan dari speaker, notifikasi akan secara otomatis dikirimkan melalui pesan bot Telegram ke handphone guru[5]. Dengan adanya notifikasi ini, guru dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi situasi tersebut[6]. Dengan adanya Sistem Monitoring tingkat kebisingan ini diharapkan meningkatkan kualitas lingkungan belajar di Sekolah SMP Muhammadiyah 7 Palembang[7]. Diharapkan akan terjadi perubahan positif dalam tingkat kebisingan di ruang kelas, yang pada gilirannya akan memengaruhi kualitas pembelajaran. Sistem ini juga akan memberikan fleksibilitas bagi guru dalam mengelola kebisingan di ruang kelas ketika diperlukan[8]. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka akan dibuat Sistem Monitoring tingkat kebisingan ruang kelas. Maka penulis mengangkat judul penelitian dengan judul Prototipe Sistem Monitoring Tingkat Kebisingan Ruang Kelas Pada SMP Muhammadiyah 7 Palembang Berbasis Internet of Things. 2.1. Metode Pengembangan Sistem 2. METODE PENELITIAN Metode prototype merupakan interaksi berulang dalam pengembangan kerangka dimana kebutuhan diubah menjadi kerangka kerja yang berfungsi yang terus menerus dikerjakan melalui kerja sama antara klien dan pengembang[9]. Metode ini juga dapat bekerja melalui beberapa instrument perbaikan untuk bekerja pada interaksi[10]. Ilustrasi Metode Prototype bisa dilihat pada Gambar 1. ISSN: 1978-1520 Halaman 3 Gambar 1. Ilustrasi Metode Prototype Pada Gambar 4.1 di atas terdapat tiga siklus yang akan dijelaskan sebagai berikut: a. Listen to Customer (Mendengarkan Pelanggan) Pada tahap ini merupakan identifikasi kebutuhan user, proses ini dilakukan agar peneliti dapat memperoleh informasi mengenai permasalahan yang terjadi oleh klien[11]. Peneliti melakukan wawancara dengan bapak Aprizal, M.Pd. selaku kepala sekolah SMP Muhammadiyah 7 untuk mengetahui permasalahan yang ada seperti jarak kelas yang jauh untuk dipantau dan murid yang selalu ribut ketika guru meninggalkan kelas. Maka informasi yang diperoleh dari permasalahan tersebut yang nantinya menjadi acuan untuk dilakukan proses pencarian solusi dan pengembangan pada tahap selanjutnya. b. Build and Revise Mock-up (Membangun dan Memperbaiki Prototype) Setelah kebutuhan sistem terkumpul, maka akan dilakukan proses perancangan prototype pada sistem yang diusulkan oleh user, yang mana tahap-tahapannya sebagai berikut[12]: - Perancangan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan sistem deteksi tingkat kebisingan seperti ESP32, ESP32-CAM, DfPlayer Mini, Speaker, dan sensor suara GYMAX4466. - Perancangan sistem hardware seperti menghubungkan modul ESP32 ke ESP32-CAM dengan kabel jumper, menghubungkan sensor GY-MAX4466, DfPlayer Mini, dan Speaker. - Perancangan Interface (antarmuka) dan fitur yang dibutuhkan oleh klien (User). Seperti user dapat menerima notifikasi tingkat kebisingan melalui perangkat smartphone yang terhubung dengan aplikasi telegram dan user dapat mengakses kamera untuk memantau keadaan ruang kelas secara real-time. Setelah dilakukan proses perancangan prototype, selanjutnya akan dilakukan proses perbaikan prototype pada sistem, yang mana tahap-tahapannya sebagai berikut: - Perbaikan alat dan bahan yang digunakan, karena kualitas alat yang kurang baik atau kurang memadai serta kesulitan peneliti dalam mencari alat dengan kualitas yang baik. Perbaikan yang dilakukan seperti mengganti alat dan bahan yang rusak dengan yang baru. - Perbaikan sistem interface dan fitur yang digunakan oleh klien(user). Seperti adanya kesalahan ketidakakurat tingkat kebisingan sensor GY-MAX4466 pada notifikasi yang diterima pada perangkat smartphone. c. Customer Test Drives Mock-up (Pengujian Prototype) Pada tahap ini akan dilakukan pengujian terhadap prototype sistem yang telah dibuat, serta mengevaluasi apakah prototype sistem yang sudah dibuat sudah sesuai dengan yang diharapkan[13, 14]. Peneliti mendapatkan hasil bahwa alat yang dibuat dapat mendeteksi suara dari rentang 20dB hingga 100dB, dengan jangkauan maksimal 8 meter. Ketika tingkat kebisingan melewati standar yang sudah di tentukan, maka secara otomatis akan mengeluarkan rekaman suara yang sudah direkam dan akan menerima notifikasi pada ISSN: 1978-1520 Halaman 3 smartphone melalui aplikasi telegram, Dan melalui kamera ESP32-CAM yang telah di integrasi kan dengan sistem user juga bisa memantau keadaan ruang kelas secara real-time. 2.2. Metode Pengumpulan Data Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam menyusun laporan ini menggunakan metode sebagai berikut: 1) Studi Literatur Studi literatur adalah metode yang mempelajari secara mendalam masalah yang dihadapi dan mencari solusinya. Salah satu cara untuk menemukan solusi adalah dengan melakukan eksplorasi literatur melalui membaca jurnal dan buku terkait yang membahas permasalahan tersebut. Dengan mengakses sumber-sumber tersebut, akan diperoleh pemahaman yang lebih luas dan informasi yang berguna untuk merancang strategi penyelesaian yang efektif[15]. 2) Observasi Observasi adalah metode yang merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan. 3) Eksperimen Pendekatan ini melibatkan eksperimen untuk mengumpulkan data dengan tujuan memperbaiki permasalahan yang muncul, sehingga sistem yang dikembangkan dapat beroperasi secara optimal sesuai harapan. Setelah selesai merancang perangkat keras dan perangkat lunak, langkah selanjutnya adalah menguji sistem kontrol peralatan elektronik. Jika hasil pengujian tidak memenuhi ekspektasi, langkah perbaikan akan dilakukan untuk memastikan sistem berjalan sesuai[16]. 2.3. Teknik Pengujian Sensor Teknik pengujian sensor menggunakan analisis deskriptif[17]. Analisis deskriptif adalah metode statistik yang melibatkan pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan, dan penyajian data secara numerik atau visual. Tujuan utama dari statistik deskriptif adalah memberikan informasi yang berguna, teratur, dan jelas tentang suatu keadaan atau peristiwa yang diamati[18]. 1. Rata-rata Rata-rata adalah nilai yang dihasilkan dengan membagi jumlah data yang diambil dengan banyaknya kali pengambilan data yang dilakukan. 2. Standar Deviasi Standar deviasi adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai dalam kumpulan data berbeda-beda dari rata-rata nilai data tersebut. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil Perancangan Pengujian hasil dilakukan untuk memverifikasi bahwa rangkaian yang telah dirancang mampu berfungsi sesuai dengan harapan. Sebelumnya, dilakukan langkah pengujian dengan mengamati langsung rangkaian dan komponennya. Melalui hasil pengukuran ini, dapat diketahui apakah rangkaian berfungsi dengan baik atau tidak, sehingga kesalahan dan kekurangan dapat terdeteksi dengan tepat. Hasil Perancangan perangkat keras ditunjukan pada Gambar 1. ISSN: 1978-1520 Halaman 4 Gambar 2. Hasil Perancangan Perangkat Keras 1) Pengujian Perintah Bot Telegram Pengujian Perintah pada Bot Telegram bertujuan untuk memverifikasi kelengkapan dan ketepatan program kontrol melalui aplikasi telegram yang difungsikan sebagai pengendali untuk menguji fungsi menu yang telah diberikan pada program, Dalam pelaksanaan uji coba ini, peneliti akan mengirimkan perintah melalui Bot Telegram dengan menggunakan perintah khusus, yaitu "/start" untuk mengaktifkan sistem, “/options” untuk membuka kamera dan "/audio" untuk menghidupkan sensor deteksi suara[17]. Hasil pengujian ini untuk mengevaluasi kinerja sistem dalam merespons perintah dari aplikasi telegram. Hasil eksperimen ini akan dicatat dalam bentuk tabel, yang dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Pengujian Bot Telegram Uji Coba Ke 1. Perintah yang diberikan /start 2. /options 3. /audio Hasil Selamat Datang. Silahkan pilih perintah tersebut: /start = Untuk memulai program bot. /options = Untuk membuka kamera. /audio = Untuk menghidupkan sensor deteksi suara. Untuk membuka kamera tekan tombol dibawah ini. “tombol kamera” Terdeteksi ada keributan dikelas! Nilai sensor suara:“ “ Dari Hasil uji coba Bot telegram dapat diketahui pada perintah “/start” digunakan untuk menampilkan menu perintah pada sistem Bot Telegram, jika pilih perintah “/options”, maka akan menampilkan tombol kamera untuk membuka kamera secara real-time dan jika pilih perintah “/audio“, maka akan menghidupkan fungsi dari sensor suara. Dari hasil uji coba tersebut dapat dilihat pada Gambar 3. ISSN: 1978-1520 Halaman 5 Gambar 3. Pengujian Bot Telegram 2) Pengujian Sensor GY-MAX4466 Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk memverifikasi bahwa tidak terdapat kesalahan pada eksekusi perintah dan hasil keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Pada tahap ini, pengujian akan mencoba simulasikan kondisi sensor terkena bising untuk memastikan bahwa pembacaan sensor telah sesuai dengan program yang telah ditulis dalam aplikasi Arduino IDE. Dalam proses pengujian sensor GY-MAX4466, peneliti akan menggunakan hasil kebisingan sebagai sumber simulasi[19]. Simulasi pengujian deteksi kebisingan dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Pengujian Sensor GY-MAX4466 Pada Gambar 5.3 menunjukkan sensor dapat mendeteksi adanya tingkat kebisingan mulai dari 20dB hingga 100dB. Hasil dari pengujian ini akan dicatat dan di tampilkan dalam bentuk tabel uji coba jika sensor membaca kebisingan melebihi 70dB. Berikut hasil dari pengujian sensor GY-MAX4466 yang ditunjukkan pada Tabel 2. ISSN: 1978-1520 Halaman 6 Tabel 2. Pengujian Sensor GY-MAX4466 Uji Coba Ke Taraf Intensitas Bunyi (dB) 1 83 2 90 3 73 4 73 5 100 6 96 7 82 8 76 9 77 10 100 Rata-rata 85 Standar Deviasi 10,95 Pada Tabel 2 menunjukkan hasil pengujian dari analisis statistic deskriptif pada pengukuran konsentrasi sensor asap. Pengujian dilakukan sebanyak 10 kali didapatkan nilai rata-rata (mean) yaitu 85dB dan standar deviasi yang dihasilkan dari pengukuran taraf intensitas bunyi adalah sebesar 10,95 dB. Pada pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sensor GYMAX4466 dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kebisingan dengan baik. 3) Pengujian DfPlayer Mini Pada tahap pengujian ini, dilakukan eksperimen untuk menginvestigasi durasi bunyi yang dihasilkan oleh Dfplayer Mini yang terintegrasi dalam sistem. Pengujian Dfplayer Mini dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 5. Pengujian Dfplayer Mini Dengan penelitian yang terkontrol, Secara seksama melakukan pengujian yang sistematis untuk mengukur dan mengamati periode waktu Dfplayer Mini berbunyi selama menjalankan ISSN: 1978-1520 Halaman 7 perintah program pada pengujian yang telah dilakukan program bekerja melalui perintah saat sensor GY-MAX4466 mendeteksi adanya tingkat kebisingan melebihi 70dB setelah itu Dfplayer Mini dapat mengeluarkan output pada speaker dan berbunyi selama durasi pada rekaman dengan 10 kali percobaan dengan tingkat akurasi pada Dfplayer Mini yaitu 100%, Maka dapat dipastikan program berhasil dengan semestinya. 4) Pengujian ESP32-Cam Pada proses pengujian ESP32-Cam bertujuan agar dapat memantau ruang kelas melalui kamera yang diakses menggunakan smartphone. Untuk mengakses ESP32-Cam diperlukan jaringan internet melalui WI-FI dan IP Webserver yang bisa diakses melalui web search browser yang dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 6. Tampilan ESP32-Cam Pada gambar 5. terlihat menampilkan hasil streaming kamera video webserver pada ESP32-Cam secara real-time. 3.2. Desain Perancangan Desain perancangan memberikan pandangan visual yang mendukung pemahaman terhadap implementasi dan fungsi dari alat yang dibahas dalam penelitian ini memberikan pandangan visual yang mendukung pemahaman terhadap implementasi dan fungsi dari alat yang dibahas dalam penelitian ini[20]. Hasil Perancangan perangkat keras ditunjukan pada Gambar 7. Gambar 7. Perancangan Perangkat Keras ISSN: 1978-1520 Halaman 8 1) Denah Ruang Kelas Denah ruang kelas memberikan gambaran visual terkait struktur ruang kelas yang menjadi fokus penelitian dalam skripsi ini. Denah kelas ini memberikan konteks untuk memahami kondisi fisik dan pengaturan ruang yang menjadi dasar analisis dalam penelitian ini. Desain ruang kelas dapat dilihat pada Gambar 8. Gambar 8. Desain Ruang Kelas Pada Gambar 7. terlihat denah ruang kelas, lebar ruangan tersebut 8 x 8 meter dengan alat yang akan diletakan tepat di tengah depan ruang kelas. 4. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, setelah melakukan analisis dan pembahasan terhadap hasil yang telah diuraikan, dapat disimpulkan yaitu: Sistem yang mampu mendeteksi tingkat kebisingan menggunakan rangkaian modul ESP32 terintegrasi dengan Sensor GY-MAX4466 serta DfPlayer Mini dan ESP32-Cam sebagai monitoring ruang kelas. Uji coba yang telah dilakukan melalui Bot Telegram untuk memvalidasi keakuratan pengendalian sistem melalui aplikasi tersebut, serta menguji fungsionalitas berbagai opsi yang telah diimplementasikan dalam program. Dengan 10 percobaan yang telah dilakukan pada Sensor GY-MAX4466, ketika kebisingan terdeteksi berada dalam kisaran 20dB hingga 100dB, dari hasil tersebut tercatat rata-rata pengukuran adalah 85dB, dengan standar deviasi sebesar 10,95dB. Pada Dfplayer Mini saat GY-MAX4466 mendeteksi kebisingan menunjukkan tingkat akurasi mencapai 100% dengan lama bunyi selama durasi pada rekaman, sehingga keberhasilan program efektifitas dan optimal. Pada pengujian ESP32- Cam yang berguna untuk memonitoring kawasan dengan memantau ruang kelas melalui kamera yang diakses melalui smartphone, untuk mengakses ESP32- Cam diperlukan jaringan internet melalui WI-FI dan IP Webserver yang bisa diakses melalui web search browser. Kesimpulan harus mengindikasi secara jelas hasil-hasil yang diperoleh, kelebihan dan kekurangannya, serta kemungkinan pengembangan selanjutnya. Kesimpulan dibuat dalam benuk paragraf. ISSN: 1978-1520 Halaman 9 DAFTAR PUSTAKA [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] I. D. Jaya, "Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Penerimaan Beasiswa PPA Menggunakan Metode TOPSIS dan BORDA," Teknomatika, vol. 13, no. 01, pp. 1-12, 2023. A. M. Indra, M. F. Aribowo, and E. Setiawan, "Pemahaman Dan Kebermanfaatan Digital Trend Dalam Transformasi Digital Usaha Mikro, Kecil dan Menengah," Teknomatika, vol. 13, no. 02, pp. 61-69, 2023. F. Alfiyan, "Penerapan Metode Rapid Aplication Development Dalam Rancang Bangun Integrasi Sistem Pariwisata Gombengsari." A. Saputra, "Sistem Informasi Monitoring Kinerja Kepala Sekolah Dan Guru Pada Koordinator Wilayah Kecamatan Muara Kuang Berbasis Web," Teknomatika, vol. 12, no. 01, pp. 59-70, 2022. Y. Yunita, K. J. Miraswan, and D. Andini, "Penerapan Algoritma Genetika Sistem Penjadwalan Mata Pelajaran pada SMA Bina Jaya Palembang," Teknomatika, vol. 13, no. 02, pp. 1-7, 2023. M. Rizaludin, "Prediksi Prediksi Perilaku Pelanggan Pada Produk UMKM Batik Dengan Menggunakan Algoritma Decision Tree," Teknomatika, vol. 13, no. 02, pp. 816, 2023. Z. D. A. Zidni, "Tinjauan Pustaka Sistematis: Penerapan Artificial Intelligence Dalam Pembangunan Smart City," Teknomatika, vol. 13, no. 01, pp. 67-72, 2023. I. K. A. Asmarajaya and G. S. Mahendra, "Konservasi Wayang Kamasan dengan Permainan Jigsaw Puzzle pada Smartphone Android Menggunakan Successive Approximation Model," Teknomatika, vol. 13, no. 02, pp. 17-27, 2023. I. Khasanah, R. Gunawan, and R. A. A. Pratama, "Penerapan Metode Extreme Programming untuk Membangun Sistem Monitoring Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Palcomtech," Teknomatika, vol. 12, no. 02, pp. 175-186, 2022. I. Suharjo, "Prototype Alat Kendali Otomatis Penjemur Pakaian Menggunakan NodeMCU ESP32 Dan Telegram Bot Berbasis Internet of Things (IOT)," Journal Of Information System And Artificial Intelligence, vol. 1, no. 1, pp. 17-24, 2020. A. Adelin, "Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang Tepat Menggunakan Metode TOPSIS (Studi Kasus STMIK PalComTech Palembang)," Teknomatika, vol. 6, no. 2, 2016. V. A. Kurniyanti and D. Murdiani, "Perbandingan Model Waterfall Dengan Prototype Pada Pengembangan System Informasi Berbasis Website," Jurnal Fusion, vol. 2, no. 08, pp. 669-675, 2022. K. Kurniati, "Penerapan Metode Prototype Pada Perancangan Sistem Pengarsipan Dokumen Kantor Kecamatan Lais," Journal of Software Engineering Ampera, vol. 2, no. 1, pp. 16-27, 2021. H. Hamrul and M. F. Mansyur, "Prototype Sistem Monitoring Kekeruhan Sumber Mata Air Berbasis Internet of Things," Journal of Applied Computer Science and Technology, vol. 2, no. 2, pp. 66-72, 2021. S. P. Windiastik, E. N. Ardhana, and J. Triono, "Perancangan Sistem Pendeteksi Banjir Berbasis Iot (Internet of Thing)," in Seminar Nasional Sistem Informasi (SENASIF), 2019, vol. 3, pp. 1925-1931. S. Sembiring, Z. Azmi, and F. Risky, "Implementasi Internet of Things (IoT) Pada Sistem Monitoring Penggunaan Debit Air Pada PDAM Berbasis NodeMCU," Jurnal Cyber Tech, vol. 1, no. 1, pp. 185-194, 2018. G. C. Lenardo and Y. Irawan, "Pemanfaatan Bot Telegram sebagai Media Informasi Akademik di STMIK Hang Tuah Pekanbaru," JTIM: Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia, vol. 1, no. 4, pp. 351-357, 2020. ISSN: 1978-1520 [18] [19] [20] Halaman 10 C. W. Darmawan, S. R. Sompie, and F. D. Kambey, "Implementasi Internet of Things pada Monitoring Kecepatan Kendaraan Bermotor," Jurnal Teknik Elektro Dan Komputer, vol. 9, no. 2, pp. 91-100, 2020. L. Wilani, M. Peslinof, and J. Pebralia, "Rancang Bangun Sistem Monitoring Kebisingan pada Ruangan dengan Sensor Suara GY-MAX4466 Berbasis Internet of Things (IoT)," STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi), vol. 7, no. 3, pp. 319-328, 2023. W. Kurniawati, "Desain Perencanaan Pembelajaran," JURNAL AN-NUR: Kajian IlmuIlmu Pendidikan dan Keislaman, vol. 7, no. 01, pp. 1-10, 2021.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )