DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2022.002.02.06 PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN PIDATO DENGAN METODE PRACTICE REHEARSAL PAIRS PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Maulidia Tifani Alfin Nur Hardiana Universitas Billfath maulidia.tifani@gmail.com Siti Aisah Universitas Billfath batubaraicah@gmail.com Yussi Anggraini Universitas Billfath Anggraini_yussi@yahoo.com Abstract Speech is one of the skills that must be practiced by students in elementary school. Speech is one of the first steps to practice oral communication skills. The fact that occurs in the classroom that students feel less able to do this activity. In addition, students feel that their level of self-convidence is very low. In this regard, the researchers provided assistance to students to practice speech activities using the practice rehearsal pairs method. This activity was carried out at MI Mafatihul Huda. The method of implementation includes preparation, implementation of activities, evaluation, and preparation of final report. As for the result of the activites, the students confidence in giving speeches in pairs. In addition, speech practice is able to hone students speaking skills and increase students interest in learning because they study in pairs with their friends. Keywords: mentoring; speech; practice rehearsal pairs Abstrak Berpidato merupakan salah satu keterampilan yang harus dipraktikkan siswa di sekolah dasar. Pidato menjadi salah satu langkah awal untuk melatih kemampuan komunikasi secara lisan. Kenyataan yang terjadi di kelas bahwa siswa merasa kurang mampu melakukan kegiatan ini. Selain itu, siswa merasa bahwa tingkat percaya diri yang dimiliki sangatlah rendah. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti melakukan pendampingan kepada siswa untuk berlatih dalam kegiatan pidato dengan menggunakan metode practice rehearsal pairs. Kegiatan ini dilaksanakan di MI Mafatihul Huda. Metode pelaksanaannya mencakup persiapan, pelaksanaan kegiatan, evaluasi, dan pembuatan laporan akhir. Adapun hasil kegiatannya mencakup rasa percaya diri siswa dalam berpidato meningkat dengan praktik pidato secara berpasangan. Selain itu, praktik pidato mampu mengasah kemampuan berbicara siswa dan menambah minat belajar siswa karena mereka belajar secara berpasangan dengan temannya. Kata kunci: pedampingan; pidato; practice rehearsal pairs 51 | J u r n a l G r a m a s w a r a V o l . 2 N o . 2 PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa Indonesia adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun secara tertulis. Siswa sekolah dasar diharapkan menjadi orang yang berpikiran positif dan menjaga perdamaian (Sakti, 2019). Begitu pula dengan siswa kelas VI MI Mafatihul Huda, mereka dituntut untuk mampu berkomunikasi di depan umum. Salah satu bentuk pengujiannya di akhir tingkat, yaitu dilaksanakannya ujian praktik berpidato. Pidato adalah salah satu langkah awal untuk melatih kemampuan komunikasi secara lisan. Siswa diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik di depan umum. Oleh karena itu, guru dituntut untuk membimbing siswa melakukan persiapan berpidato yang baik. Kenyataan yang terjadi di kelas bahwa siswa merasa kurang mampu melakukan kegiatan ini. Selain itu, siswa merasa bahwa tingkat percaya diri yang dimiliki sangatlah rendah. Ini menjadi suatu tantangan bagi guru maupun siswa. Dengan adanya kondisi tersebut, guru harus mampu menciptakan suatu alternatif yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpidato. Caprio (dalam Budiana, 2017) menyebutkan bahwa berpidato adalah kemampuan atau cara orang berbicara. Pidato menjadi sarana pengungkapan gagasan dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada banyak orang. Tentu, kegiatan ini membutuhkan persiapan yang matang. Selain itu, kegiatan ini membutuhkan latihan yang intensitasnya tinggi karena pada dasarnya kemampuan ini tidak bisa dipaksakan secara tiba-tiba. Latihan berpidato tidak harus dilakukan secara langsung di depan banyak orang. Latihan pidato dapat dimulai dari lingkungan kelas misalnya siswa diminta untuk berpidato di hadapan temannya sendiri. Ini adalah langkah awal yang dapat digunakan oleh guru dalam melatih dan mengasah kemampuan siswa. Penyampaian pidato merupakan kegiatan yang membutuhkan latihan. Semakin banyak latihan dan jam terbang serta pengalaman, maka akan semakin baik pula dalam membawakan pidato. Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti akan melakukan pendampingan kepada siswa untuk berlatih dalam kegiatan pidato. Saat ini, banyak sekali metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas, lebih khusus pada pembelajaran pidato. Metode yang akan digunakan dalam pendampingan pembelajaran pidato ini adalah metode practice rehearsal pairs. Suprijono (2010) menyatakan practice rehearsal pairs (praktik berpasangan) adalah salah satu metode pembelajaran yang berasal dari strategi active learning, yang menjelaskan bahwa metode ini digunakan untuk mempraktikkan suatu keterampilan atau prosedur dengan teman belajar dengan latihan praktik berulang-ulang mengunakan informasi untuk mempelajarinya. Metode ini dilakukan secara berkelompok atau berpasangan dengan temannya. Salah satu siswa mengamati dan siswa yang kedua mempraktikkan. Jadi, secara bergantian siswa akan berlatih menyampaikan pidatonya masing-masing. Metode ini berusaha melibatkan siswa secara aktif dan terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat menjadi alternatif latihan pelaksanaan praktik pidato. Dengan intensitas latihan yang tinggi, maka siswa akan telatih untuk menyampaikan pidato di depan teman sekelasnya atau di depan khalayak ramai. Metode ini belum pernah digunakan 52 | J u r n a l G r a m a s w a r a V o l . 2 N o . 2 oleh guru dalam melatih kemampuan berpidato siswa kelas VI Mafatihul Huda. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan pendampingan dalam pembelajaran pidato dengan metode practice rehearsal pairs. METODE Demi berjalannya kegiatan sesuai dengan yang diharapkan, maka dibuat metode kegiatan untuk mempermudah dalam menyelesaikan pemecahan masalah. Metode yang dilakukan dengan pendampingan dengan menggunakan suatu metode pembelajaran, yaitu metode practice rehearsal pairs. Pendampingan dilakukan mulai tahap penyusunan teks sampai mempraktikkan di depan pasangannya atau teman sekelasnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengikuti langkah-langkah yang telah disusun, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut. 1. Persiapan Pada langkah ini dilakukan penyusunan proposal pengabdian masyarakat dan penyusunan rencana kegiatan pendampingan pembelajaran pidato dengan metode practice rehearsal pairs pada siswa kelas VI MI Mafatihul Huda Kedungdowo, Sugihwaras, Bojonegoro. 2. Pelaksanaan Kegiatan a. Membantu siswa mempersiapkan naskah pidato yang akan digunakan. b. Membagi siswa secara berpasangan. c. Menginstruksikan siswa untuk membagi peran dan tanggung jawabnya. d. Mendampingi siswa melakukan praktik pidato dengan pasangannya. 3. Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan cara pemberian masukan dan saran terkait kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung. 4. Pembuatan Laporan Akhir Kegiatan ini dilakukan setelah melakukan analisis terhadap hasil dan pembahasan terkait proses pembelajaran yang berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Kegiatan Kegiatan ini dilakukan dengan mendampingi siswa dalam mempersiapkan naskah pidato, latihan berpidato, dan menggunakan nada serta intonasi dengan tepat. Guru menyampaikan topik dalam berpidato kemudian siswa menyusun poin-poin penting yang harus disampaikan dalam berpidato. Setelah itu, siswa mempraktikan dengan teman pasangannya. Berikut judul pidato yang dipraktikkan oleh 10 siswa yang tergabung dalam 5 kelompok berpasangan. Tabel 1. Judul Pidato yang Dipraktikkan No. 1. 2. 3. Nama Syafina Aulia Nihayatul Ula Sabila Frida Arkana Deva Prasetya Alfian Irkham Ubaidillah Kirani Almahyra Nugroho Wulandari Rahayu Judul Pidato “Sumpah Pemuda” “Hari Ulang Tahun Republik Indonesia” “Kebersihan Lingkungan Sekolah” 53 | J u r n a l G r a m a s w a r a V o l . 2 N o . 2 4. 5. Rayhan Habiburahman Alfian Ferry Fatma Amelia Ani Febriani “Maulid Nabi Muhammad” “Hari Pendidikan Nasional” Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 dan 20 Januari 2022. Jumlah siswa kelas VI sejumlah 10 siswa yang terdiri atas 6 siswa perempuan dan 4 siswa laki- laki. Rangkaian pelaksanaan program meliputi pemberian contoh dalam berpidato kemudian siswa dibagi atas 5 kelompok yang masing-masing kelompok atas 2 siswa. Siswa diberikan tugas untuk mempersiapkan judul dan naskah pidato. Selanjutnya, pada pertemuan tanggal 20 Januari, siswa mulai latihan berpidato secara berpasangan dengan teman satu kelompoknya. Berikut dokumentasi Pelaksanaan Kegiatan. Gambar 1. Latihan Praktik Pidato secara Berpasangan Ketika siswa praktik pidato dengan temannya, guru memberikan pendampingan. Guru juga memberikan masukan dan saran atas praktik berpidato yang dialami oleh siswa. Berdasarkan praktik pidato yang dilakukan, rata-rata siswa masih belum menggunakan nada/intonasi dan mimik wajah yang tepat. Oleh karena ini, hal ini perlu disampaikan kepada siswa agar mereka mendapatkan pendampingan dalam pembelajaran berpidato dengan menggunakan metode practice rehearsal pairs ini. Maryatun (2012) menyatakan bahwa tujuan penggunaan metode practice rehearsal pairs ini agar siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan dapat bekerja sama dengan teman kelompoknya atau pasangannya. Keterampilan berbicara merupakan keterampilan mereproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, perasaan, dan keinginan kepada orang lain (Iskandarwassid & Sunendar, 2011). Terdapat banyak jenis kegiatan berbicara dalam pembelajaran. Salah satu dari kegiatan berbicara tersebut adalah berpidato. Saksomo (2009) menyatakan bahwa berpidato merupakan penampilan diri seseorang di hadapan pendengar untuk menyampaikan isi hati atau buah pikiran dengan rangkaian kata-kata dengan harapan agar pendengar tergugah hati nurani dan pikirannya. Pada umumnya, pidato ditujukan kepada orang atau sekumpulan orang untuk menyatakan selamat, menyambut kedatangan tamu, memperingati hari-hari besar dan lain sebagainya. 54 | J u r n a l G r a m a s w a r a V o l . 2 N o . 2 Setiap pidato memerlukan persiapan. Dalam persiapan dapat meliputi pemilihan topik, penentuan tujuan yang jelas, dan pengembangan pokok bahasan. Latihan juga seringkali menjadi persiapan seseorang sebelum berpidato. Rakhmad (2012) menyatakan empat jenis pidato berdasarkan cara penyampaian, yaitu impromptu, manuskrip, memoriter, dan ekstemporer. Impromtu adalah pidato tanpa naskah, biasanya dilakukan tanpa persiapan. Manuskrip adalah pidato dengan naskah. Memoriter adalah pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata. Ekstemporer adalah jenis pidato dengan menyiapkan garis besar yang akan disampaikan kemudian baru dikembangkan ketika pelaksanaan pidato. Adapun jenis pidato yang dilakukan oleh siswa kelas VI MI Mafatihul Huda ini adalah Ekstemporer. Siswa menuliskan poin penting di dalam naskah kemudian mengembangkan dengan menggunakan bahasa mereka. Hal ini sejalan dengan Olii (2010) yang menyatakan bahwa berpidato dengan menggunakan metode ekstemporer sangat dianjurkan karena sifatnya fleksibel. Isi pidato disampaikan secara runtut dan tak ada yang terlupakan. Dalam berpidato dengan menggunakan metode practice rehearsal pairs, ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan. Persiapan tersebut mulai dari persiapan fisik, mental, dan materi. Adapun hal-hal yang dipersiapkan siswa dalam berpidato antara lain 1) menentukan topik dan tujuan pidato, topik merupakan persoalan yang akan disampaikan, sedangkan tujuan pembicaraan berhubungan dengan tanggapan yang diharapkan dari pendengar berkaitan dengan topik yang disampaikan; 2) menganalisis pendengar dan situasi; 3) mengumpulkan materi; 4) menyusun dan mengembangkan kerangka pidato; dan 5) melatih suara. Pada pelaksanaan program, langkah-langkah yang dilakukan oleh siswa meliputi menentukan topik, mengumpulkan materi, dan menyusun serta mengembangkan kerangka pidato. Siswa melalui tahapan itu secara berpasangan dengan teman sekelompok. Berikut persiapan pidato yang dilakukan oleh siswa. Gambar 2. Pembacaan Naskah Pidato Evaluasi Adapun hal-hal yang menghambat berjalannya program ini adalah padatnya materi yang harus dipelajari oleh siswa kelas VI di semester genap ini. Hal inilah yang menjadikan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini hanya mendapatkan jadwal 2 pertemuan saja. 55 | J u r n a l G r a m a s w a r a V o l . 2 N o . 2 Sebenarnya, siswa masih antusias dengan pelaksanaan pembelajaran berpidato dilakukan secara berpasangan, tetapi keterbatasan waktulah yang menjadikan program ini hanya berjalan 2 pertemuan saja. Hal-hal yang mendukung program ini berjalan dengan lancar dikarenakan antusiasme siswa dalam mengikuti praktik pidato secara berpasangan. Kerja sama di antara dua siswa di masing-masing kelompok sangat kooperatif. Mereka benar- benar melakukan praktik berpidato secara bergantian dan saling menyimak untuk memberikan masukan dan saran. Hal lain yang mendukung program ini adalah tempat pelaksaan program. Kegiatan praktik berpidato dilakukan di aula sekolah sehingga para siswa dapat belajar dengan suasana yang berbeda. Mereka lebih leluasa dalam melakukan praktik berpidato. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Adapun hasil yang diperoleh melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai berikut. Pertama, meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam latihan berpidato; Kedua, mengasah kemampuan berbicara siswa; Ketiga, bertambahnya minat belajar siswa karena mereka belajar secara berpasangan dengan temannya. Saran Intensitas praktik berpidato yang tinggi maka akan berpengaruh pada kemampuan siswa dalam berpidato. Pidato merupakan salah satu jenis kegiatan dalam kemampuan berbahasa, yaitu berbicara. Kemampuan berbicara membutuhkan latihan secara terus menerus. Oleh karena itu, diharapkan siswa tetap bisa praktik berpidato atau praktik berbicara dengan menggunakan metode practice rehearsal pairs ini. DAFTAR PUSTAKA Budiana, Nia. 2017. Keterampilan Berbicara: Desain Pembelajaran Berbasis Quantun Teaching. Malang: UB Press. Iskandarwassid & Sunendar, D. 2011. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Maryatun. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Practice Rehearsal Pairs untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SDN 02 Malanggaten, Kebakkramat, Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Olii, Helena. 2010. Public Speaking. Jakarta: PT Indeks. Rakhmat, Jalaludin. 2012. Retorika Modern: Pendekatan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Saksomo. Dwi. 2009. Berbicara Monologis (Wicara Individual). Malang: Universitas Negeri Malang. Sakti, B. P. (2019a). Student Profile Toword Course Activities At PGSD FKIP University Widya Dharma Klaten. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), 4(2), 34–45. Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikais PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 56 | J u r n a l G r a m a s w a r a V o l . 2 N o . 2
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )