Bahan Kajian ➢ Sifat Dasar Getaran ➢ Derajat Kebebasan ➢ Sistem Diskrit dan Kontinu ➢ Input, Sistem, dan Output Capaian Pembelajaran ➢ Mampu memahami, mengerti, mengenal, mengetahui konsep dasar getaran I-1 PENDAHULUAN ➢ Getaran adalah gerakan bolak-balik yang berulang dari bagian suatu benda atau mesin dari posisi kesetimbangan statisnya jika keadaan setimbang tersebut terganggu oleh gaya paksa (eksitasi) atau gerakan badan mesin tersebut. ➢ Gerakan bolak-balik ini biasa disebut sebagai osilasi. ➢ Semua benda yang mempunyai massa dan elastisitas mampu bergetar. ➢ Jadi mesin dan struktur rekayasa mengalami getaran sampai derajat tertentu dan rancangannya memerlukan pertimbangan sifat osilasinya. I-2 ➢ Karakteristik getaran meliputi parameter-parameter utama, yaitu frekuensi, amplitudo dan bentuk gelombang. ➢ Pengukuran dasar dengan menggunakan instrumen penting dilakukan untuk memperoleh hubungan waktu dengan perpindahan, kecepatan dan percepatan. ➢ Dari analisis dapat diperoleh informasi frekuensi, amplitudo dan bentuk gelombang. seperti I-3 SIFAT DASAR GETARAN ➢ Pada umumnya sistem yang bergetar mengubah energi potensial menjadi energi kinetik atau kebalikannya mengubah energi kinetik menjadi energi potensial. ➢ Jika sistem mempunyai peredam maka beberapa energi diserap setiap siklus getaran dan harus diberi sumber dari luar untuk menjaga getaran yang tetap (steady state). ➢ Gerakan pendulum sederhana seperti pada Gambar 1.1 merupakan contoh getaran. I-4 Gambar 1.1. Pendulum Sederhana I-5 Penjelasan gerakan pendulum sebagai berikut. ➢ Massa m dilepas setelah diberi simpangan sudut sebesar θ. Pada posisi 1 kecepatan dan energi kinetiknya adalah nol. Tetapi mempunyai energi potensial sebesar mgl(1-cosθ), bila posisi 2 sebagai kondisi setimbang. ➢ Gaya gravitasi mg dapat diuraikan menjadi mgsinθ dan mgcosθ, di mana mglsinθ merupakan torsi terhadap titik O, maka massa m akan bergerak ke kiri dari posisi 1. Pada keadaan ini massa m percepatan sudut searah jarum jam, dan dalam waktu tertentu akan mencapai pada kedudukan 2. Pada posisi ini seluruh energi potensial diubah menjadi energi kinetik. I-6 ➢ Kedudukan massa m terus bergerak dari posisi 2 ke posisi 3 di mana pada posisi 3 seluruh energi kinetik pada posisi 2 diubah menjadi energi potensial. ➢ Setelah itu massa m akan bergerak berlawanan arah jarum jam tetapi posisi tertingginya akan lebih rendah dari posisi 1 karena ada redaman dari udara. ➢ Gerakan ini akan berulang dari posisi 3 ke posisi 2 dan posisi 1 tetapi posisi 1 dan 3 akan semakin berkurang sampai pendulum akan berhenti. I-7 DERAJAT KEBASAN ➢ Derajat Kebasan (degree of freedom, DOF) adalah jumlah koordinat independen yang dibutuhkan untuk menentukan posisi atau gerakan secara lengkap setiap bagian dari sistem. ➢ Suatu partikel bebas yang mengalami gerak umum dalam ruang memiliki tiga derajat kebebasan, yaitu tiga komponen posisi dalam arah sumbu x, y, dan z. ➢ Benda kaku mempunyai mempunyai enam derajat kebebasan, yaitu tiga komponen posisi dan tiga sudut yang menyatakan orientasinya. I-8 ➢ Massa m Gambar 1.2 adalah contoh sistem dengan satu derajat kebebasan. Pada Gambar 1.2(a) massa m hanya bergerak dalam arah sumbu x sedangkan pendulum pada Gambar 1.2(b) massa m hanya bergerak dalam arah θ untuk koordinat polar. (a) Sistem Massa-Pegas (b) Sistem Torsional Gambar 1.2 Sistem Satu Derajad Kebebasan I-9 ➢ Beberapa contoh untuk sistem dengan dua dan tiga derajat kebebasan terlihat pada gambar 1.3 dan 1.4. ➢ Gambar 1.3(a) menunjukkan sistem dua massa dengan dua pegas yang digambarkan dengan dua koordinat, yaitu x1 dan x2 ➢ Gambar 1.3(b) sistem massa m dan pendulum yang dibatasi oleh dua koordinat, yaitu X dan θ atau oleh x, y dan X. Pada kasus berikutnya x dan y diartikan bahwa x2 + y2 = l2, di mana l adalah konstan. (a) Sistem Dua Massa dengan Pegas (b) Sistem Massa dengan Pendulum Gambar 1.3 Sistem dengan Dua Derajad Kebebasan I-10 ➢ Gambar 1.4(a) dan (c), koordinat xi (i = 1, 2, 3) dan θi (i = 1, 2, 3) dapat digunakan untuk menggambarkan posisi dan gerakan massa m1, m2 dan m3. ➢ Pada kasus 1.4(b) posisi dan gerakan massa mi (i = 1, 2, 3) digambarkan dengan posisi θi (i = 1, 2, 3). (a) (b) (c) Gambar 1.4 Sistem dengan Tiga Derajat Kebebasan I-11 SISTEM DISKRIT DAN KONTINU ➢ Di dalam getaran suatu sistem mekanik apabila kita anggap massa-massa dari bodi terkonsentrasi pada pusat gravitasinya disebut sistem getaran diskrit (discrete or lumped vibration System). ➢ Gambar 1.1 sampai 1.4 merupakan contoh untuk discrete vibration system. Sebagai gambaran kita ambil contoh pada Gambar 1.4(b). Sistem terdiri dari 3 massa, yaitu m1, m2 dan m3. Posisi masing-masing massa berada pada pusat massa m1, m2 dan m3. Dalam sumbu kartesian posisi m1 dinyatakan dalam (x1, y1), posisi m2 dinyatakan dalam (x2, y2) dan posisi m3 dinyatakan dalam (x3, y3). I-12 ➢ Sistem getaran yang kontinu (continous or distributed vibration system) adalah suatu sistem getaran yang terdiri dari molekul-molekul atau partikel-partikel yang berjumlah tak terhingga di mana partikel-partikel tersebut mempunyai pergerakan elastis yang relatif satu sama lain. ➢ Continous vibration system kebebasan yang tak terhingga. mempunyai derajat ➢ Pada umumnya partikel-partikel terletak pada satu domain (wilayah) yang dianggap tidak berubah banyak. Perubahan bentuk dari domain disebabkan pergerakan elastik relatif dari partikel-partikel tersebut. Perubahan bentuk ini biasa disebut sebagai deformasi domain. Domain ini disebut sebagai continous elastic body. I-13 ➢ Dalam continous elastic body tidak ada pusat garvitasi yang tetap untuk seluruh bodi karena domain selalu berubah-ubah bentuk geomerinya. Dengan demikian massa untuk continous elastic body merupakan distribusi massa partikel-partikel anggota di seluruh domain. ➢ Domain kedudukan partikel-partikel dan deformasi bentuk dapat dilihat pada Gambar 1.5. (a) Domain kedudukan partikel-partikel (b) Deformasi bentuk dari domain Gambar 1.5 Continous Elastic Body I-14 Analisis sistem getaran yang kontinu sangat susah dan biasanya dilakukan menggunakan: 1. Metode elemen hingga (finite elemen method) 2. Metode beda hingga (Finite defference method) 3. Aproksimasi (pendekatan hasil pengukuran) analitis 4. Analog komputer I-15 INPUT, SISTEM DAN OUTPUT Tiga bagian utama dari suatu getaran adalah input (masukan), sistem dan output (keluaran) (Imron, 2004). 1. Input Input adalah gaya luar yang dikenakan pada suatu sistem yang menyebabkan sistem tersebut bergetar. Input ini dapat dikategorikan sebagai berikut: a. Input harmonik Secara matematis dapat ditulis sebagai: cos t, sin t, eit I-16 b. Input periodik Input periodik adalah sebarang gaya luar, dengan syarat bahwa gaya luar tersebut harus periodik, sebagai contoh adalah getaran mesin yang tidak balance. Secara grafis input periodik dapat digambarkan sebagai berikut: ▪ ▪ ▪ ▪ dan sebagainya. c. Sebarang pulsa I-17 d.Input yang sama sekali sebarang Input sebarang ini sering disebut sebagai statical input, karena penggunaan ilmu statistik sering diperlukan untuk merumuskannya dalam bentuk matematis. Contoh gelombang laut, gempa bumi, dan sebagainya. e. Gaya interaktif Gaya ini tergantung dari gerakan yang dihasilkan, contoh aktual dari gaya interaktif di hidrodinamika adalah Karman Vortex Shedding. Jenis input ini adalah yang terjelek, karena input-nya tidak bisa diperkirakan sebelumnya akan tetapi tergantung dari gerakan yang dihasilkan, sedangkan gerakan yang dihasilkan ini tergantung dari input-nya. I-18 2. Sistem Di dalam persoalan getaran, dikategorikan sebagai berikut: sistemnya dapat a. Sistem dengan satu derajat kebebasan b. Sistem dengan banyak derajat kebebasan c. Sistem kontinyu sebagainya) (seperti balok, pelat, dan d. Sistem yang parameter-parameternya hanya bisa diketahui secara statistik I-19 3. Output Output adalah akibat yang terjadi karena dikenakannya input terhadap suatu sistem. Output ini sering diukur dalam bentuk: a. pergeseran (displacement), kecepatan, percepatan, dan sebagainya b. tegangan (stress), seperti fatique, yaitu kegagalan akibat dari kelelahan c. dan sebagainya Secara skematis hubungan antara input, sistem dan output ini dapat digambarkan sebagai berikut: INPUT/ EKSITASI SISTEM KAREKTERISTIK OUTPUT/ RESPONSE I-20
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )