BAB II
ANALISIS RENCANA PEMBEBANAN STRUKTUR
2.1
2.2
Data Perencanaan
a. Fungsi bangunan
: Rumah Tinggal
b. Lokasi bangunan
: Singaraja, Bali
Spesifikasi Material dan Bahan
a. Mutu beton, f’c
: 26 MPa (K-300)
b. Mutu tulangan BJTS
: fy = 420 MPa
c. Mutu tulangan BJTP
: fy = 280 MPa
d. Mutu ptofil baja BJ37
: fy = 240 MPa
e. Mutu Baja Ringan G550 : fy = 550 MPa
2.3
Metode Analisis Pembebanan
Metode perhitungan yang digunakan adalah metode kekuatan
batas (ultimate strength design) dengan tingkat daktalitas penuh (SNI
1726:2019)
2.4
Analisis Pembebanan
a. Beban Mati (Dead Load/Beban Gravitasi)
Beban Mati
Beban dinding lt,1
Beban dinding lt,2
Beban dinding pembatas lt,2
=
=
=
554,040
497,340
162,000
kg/m
kg/m
kg/m
Berat finishing setebal 2 cm, berat jenis 21 kg/m²
=
42,000
kg/m2
Berat keramik setebal 1 cm, berat jenis 24 kg/m²
=
24,000
kg/m2
Berat plafon dan penggantung
=
18,000
kg/m2
=
84,000
kg/m2
Beban Mati Tambahan
Total
b. Beban Hidup (Live Load)
Beban Hidup
Beban guna rumah tinggal
=
200,000
c. Beban Hujan (Rain Load)
Beban air hujan direncanakan berdasarkan pada SNI 1727:2020
pasal 8,3 sesuai dengan persamaan berikut:
𝑅� = 0,0098 × (𝑑�𝑠� + 𝑑�ℎ)
𝑑�𝑠� = kedalaman air pada atap yang tidak melendut meningkat ke
lubang masuk sistem drainase sekunder apabila sistem
drainase primer tertutup (tinggi statis), dalam in, (mm)
𝑑�ℎ = tambahan kedalaman air pada atap yang tidak melendut di
atas lubang masuk sistem drainase sekunder pada aliran air
rencana (tinggi hidrolik), dalam in, (mm),
Direncanakan:
tinggi statis (ds) = 10 mm
tinggi hidrolis (dh) = 20 mm
Sehingga,
R = 0,0098 (ds+dh) = 29,979 kg/m2
kg/m2
d. Beban Angin
Pembebanan angin mengacu pada SNI 1727:2020, Parameterparameter yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Kecepatan angin dasar
v
=
40
2. Faktor arah angin (Kd)
Kd
=
0,85
3. Katagori eksposur
m/s
Kekasaran permukaan
Kategori eksposur
=
=
4. Faktor topografi (Kzr)
Kzt
=
1
5. Faktor pengaruh tiupan angin
G
=
0,85
B
B
6. Koefisien tekanan internal
Gcpi
0,18
-0,18
7. Koefisien tekanan(Cp)
Parameter Dasar
v (m/s)
Kd
Kategori eksposur
Kzt
Faktor tiupan angin (G)
40
0,85
B
1
0,85
e. Beban Gempa (Earthquake Load)
Peraturan pembebanan gempa Indonesia mengacu pada SNI
1726:2019, Parameter-parameter yang perlu diperhatikan adalah
sebagai berikut,
1. Menetapkan katagori resiko bangunan
KATAGORI
:
I
2. Menentukan faktor keutamaan gempa
Ie
:
1
3. Menentukan parameter percepatan gempa terpetakan
Ss
:
1,0418
g
S1
:
0,423
g
4. Menghitung parameter percepatran spektral desain
Sds
=
0,741
Sd1
=
0,664
5. Katagori desain seismic
Katagori desain seismik
=
D
6. Menentukan koefisien modifikasi respon (R)
Rangka beton bertulang pemikul momen khusus
R
=
8
Ωo
=
3
Cd
=
5,5
7. Menghitung periode fundamental perkiraan
Ta minimum
=
0,251
s
Ta maksimum
=
0,352
s