LAPORAN PENELITIAN Studi Komparasi Motivasi Belajar Mahasiswa terhadap Metode Pengajaran Dosen Disiplin dan Dosen Humoris Disusun untuk memenuhi mata kuliah: Metodologi Penelitian Dosen Pengampu: Disusun Oleh: 1. Siwa Alfiansyah 2. Anggun Hana Charenta 3. Maula Khalimatul Fitria Emilia 4. Alya Sofiana (202333158) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muria Kudus KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan tinggi memegang peranan strategis dalam membentuk generasi akademisi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki motivasi belajar yang tinggi. Idealnya, proses pembelajaran di perguruan tinggi dirancang untuk menciptakan suasana yang kondusif, menyenangkan, dan terstruktur, di mana setiap pendekatan pedagogis mampu mengoptimalkan motivasi internal mahasiswa agar aktif, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pencapaian akademik (Destia et al., 2022) Namun, kondisi nyata di lapangan menunjukkan bahwa perbedaan gaya mengajar dosen sering kali memunculkan variasi respons motivasi dari mahasiswa. Beberapa mahasiswa mengaku lebih termotivasi ketika belajar dengan dosen yang humoris karena suasana kelas menjadi lebih rileks dan interaktif (Kambas & Park, 2019) Di sisi lain, sebagian mahasiswa lebih cocok dengan dosen yang disiplin karena pola belajar mereka menjadi lebih teratur dan terrarah (Melinda & Yermiandhoko, 2017) Kenyataan ini menunjukkan adanya ketidakpastian mengenai gaya pengajaran dosen mana yang lebih efektif dalam mendorong motivasi belajar mahasiswa. Kesenjangan antara harapan terhadap efektivitas metode pengajaran dan temuan empiris inilah yang menjadi dasar pentingnya dilakukan kajian komparatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat secara objektif apakah terdapat perbedaan signifikan dalam motivasi belajar mahasiswa berdasarkan gaya pengajaran dosen yang berbeda: dosen dengan pendekatan disiplin dan dosen dengan pendekatan humoris (Oktaviani & Firmansyah, 2023) 1.2. Rumusan Masalah 1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam motivasi belajar mahasiswa antara metode pengajaran dosen disiplin dan dosen humoris? 2. Bagaimana kontribusi masing-masing gaya pengajaran dosen—disiplin dan humoris—terhadap indikator-indikator motivasi belajar mahasiswa? 3. Faktor internal apa saja yang mungkin lebih dominan dibandingkan gaya mengajar dosen dalam memengaruhi motivasi belajar mahasiswa? 1.3. Tujuan Penelitian 1. Menganalisis perbedaan tingkat motivasi belajar mahasiswa antara pembelajaran dengan dosen disiplin dan dosen humoris. 2. Mengidentifikasi pengaruh setiap gaya pengajaran terhadap aspek-aspek motivasi belajar mahasiswa. 3. Menggali kemungkinan faktor internal lain yang berperan lebih besar dalam menentukan motivasi belajar mahasiswa di lingkungan perkuliahan. 1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Dosen: Memberikan wawasan tentang efektivitas gaya mengajar terhadap motivasi belajar mahasiswa, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam merancang strategi pembelajaran. 2. Bagi Mahasiswa: Membantu mahasiswa memahami bahwa motivasi belajar tidak hanya tergantung pada gaya mengajar dosen, tetapi juga pada kesiapan internal masing-masing individu. 3. Bagi Institusi Pendidikan: Menjadi dasar untuk merancang pelatihan pedagogis bagi dosen dan menyusun program bimbingan yang memperhatikan aspek psikologis dan motivasional mahasiswa. 1.5. Definisi Operasional 1. Motivasi Belajar: Dalam konteks ini, motivasi belajar mengacu pada dorongan internal mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, berdasarkan indikator dari (Melinda & Yermiandhoko, 2017) yang mencakup: hasrat untuk berhasil, kebutuhan belajar, harapan masa depan, penghargaan dalam belajar, dan ketertarikan pada aktivitas belajar (Suharni, 2017) 2. Dosen Disiplin: Dosen yang menerapkan keteraturan tinggi dalam aspek waktu, tanggung jawab, dan etika kerja, sebagaimana didefinisikan oleh Sadirman dalam (Jumiati, 2021). 3. Dosen Humoris: Dosen yang menggunakan humor secara strategis dalam pembelajaran. Didefinisikan melalui aspek Humor Production, Coping with Humor, Humor Appreciation, dan Attitudes Toward Humor (Oktaviani & Firmansyah, 2023) 4. Metode Pengajaran: Strategi penyampaian materi oleh dosen selama proses perkuliahan, yang dalam konteks penelitian ini dibedakan menjadi dua pendekatan utama: pendekatan disiplin dan pendekatan humoris. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Para Ahli Motivasi belajar merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi. Menurut Uno (2008), motivasi belajar adalah dorongan internal dalam diri seseorang yang menimbulkan keinginan untuk melakukan aktivitas belajar guna mencapai prestasi tertentu. Motivasi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, termasuk metode pengajaran yang diterapkan oleh dosen. Senada dengan itu, (Fahrozi, 2022) menyatakan bahwa motivasi memiliki peran sentral dalam menggerakkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku belajar mahasiswa. Salah satu faktor eksternal yang signifikan memengaruhi motivasi belajar mahasiswa adalah gaya mengajar dosen. Gaya mengajar dapat diartikan sebagai pola perilaku khas seorang pendidik dalam menyampaikan materi, berinteraksi dengan mahasiswa, serta mengelola kelas (Saleh & Nasrullah, 2019). Dosen dengan pendekatan disiplin cenderung menerapkan ketegasan, aturan yang jelas, serta kontrol ketat terhadap proses pembelajaran. Menurut Sadirman dalam (Jumiati, 2021), dosen disiplin sangat memperhatikan ketertiban waktu, tanggung jawab akademik, dan etika belajar mahasiswa, sehingga dapat membentuk suasana belajar yang terstruktur dan terarah. Di sisi lain, gaya mengajar dosen humoris dinilai efektif dalam membangun suasana kelas yang lebih santai dan menyenangkan. Thorson dan Powell dalam (Oktaviani & Firmansyah, 2023)mendefinisikan dosen humoris sebagai pendidik yang mampu memproduksi humor secara tepat, memahami humor, serta menggunakan humor sebagai alat untuk mengatasi stres dan meningkatkan hubungan interpersonal di kelas. (Fahrozi, 2022) menambahkan bahwa dosen humoris dapat menciptakan kelas yang interaktif, mempererat komunikasi, dan mengurangi kecemasan mahasiswa, sehingga motivasi belajar cenderung meningkat. Lebih lanjut, (Destia et al., 2022) mengungkapkan bahwa perbedaan gaya mengajar dosen akan menghasilkan variasi dalam respons motivasi mahasiswa. Mahasiswa yang menyukai suasana rileks dan terbuka lebih termotivasi dengan dosen humoris, sementara mahasiswa yang membutuhkan ketegasan dan aturan akan lebih termotivasi saat belajar dengan dosen disiplin. Fenomena ini sejalan dengan temuan (Melinda & Yermiandhoko, 2017) yang menyatakan bahwa mahasiswa merasa lebih fokus dan tertib mengikuti perkuliahan dosen disiplin, sementara dosen humoris lebih efektif dalam membangun minat dan keaktifan mahasiswa. Selain gaya mengajar dosen, faktor internal mahasiswa juga memiliki kontribusi yang besar terhadap motivasi belajar. (Suharni, 2017) menegaskan bahwa motivasi belajar ditentukan oleh hasrat untuk berhasil, kebutuhan belajar, harapan masa depan, serta penghargaan dalam belajar. Apabila faktor-faktor internal ini kuat, gaya mengajar dosen hanya berperan sebagai pemicu tambahan, bukan sebagai faktor penentu utama. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji seberapa besar peran kedua gaya mengajar ini dibandingkan faktor internal mahasiswa dalam memengaruhi motivasi belajar. 2.2 Bagan/ Alur Penelitian 1. Motivasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gaya mengajar dosen. 2. Gaya mengajar yang diterapkan dosen berbeda-beda, di antaranya: a) Gaya Disiplin b) Gaya Humoris 3. Kedua gaya ini diduga memiliki pengaruh berbeda terhadap motivasi belajar mahasiswa yang diukur melalui indikator: a) Hasrat untuk berhasil b) Kebutuhan belajar c) Harapan masa depan d) Penghargaan dalam belajar e) Ketertarikan terhadap aktivitas belajar 4. Selain gaya mengajar, terdapat pula faktor internal mahasiswa (seperti minat pribadi, motivasi intrinsik, latar belakang pribadi) yang juga bisa berperan dalam menentukan motivasi belajar. 5. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: a) Apakah terdapat perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa yang belajar dengan dosen humoris dan dosen disiplin. b) Seberapa besar kontribusi masing-masing gaya pengajaran terhadap motivasi belajar. c) Faktor internal apa yang lebih dominan dibanding gaya mengajar dosen. 2.3 Hipotesis Penelitian 1. Hipotesis Utama (H₀ dan H₁): a) H₀ (Hipotesis Nol): Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam motivasi belajar mahasiswa antara metode pengajaran dosen disiplin dan dosen humoris. b) H₁ (Hipotesis Alternatif): Terdapat perbedaan yang signifikan dalam motivasi belajar mahasiswa antara metode pengajaran dosen disiplin dan dosen humoris. 2. Hipotesis Tambahan: a) H₂: Gaya mengajar dosen humoris berkontribusi lebih besar terhadap indikator ketertarikan belajar dan interaksi kelas dibanding dosen disiplin. b) H₃: Gaya mengajar dosen disiplin berkontribusi lebih besar terhadap indikator hasrat untuk berhasil dan keteraturan belajar mahasiswa dibanding dosen humoris. c) H₄: Faktor internal mahasiswa memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap motivasi belajar dibanding gaya mengajar dosen. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muria Kudus yang telah mengikuti perkuliahan bersama dua tipe dosen, yaitu dosen dengan pendekatan disiplin dan dosen dengan pendekatan humoris. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 mahasiswa yang dipilih secara purposive, yaitu mereka yang memiliki pengalaman langsung mengikuti perkuliahan dengan kedua tipe dosen tersebut. Teknik purposive sampling dipilih agar data yang diperoleh benar-benar menggambarkan perbandingan motivasi belajar pada dua metode pengajaran yang diteliti (Oktaviani & Firmansyah, 2023). 3.2 Variabel Penelitian Penelitian ini memiliki dua jenis variabel, yaitu variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pengajaran dosen, yang terdiri dari dua bentuk pendekatan yaitu gaya pengajaran dosen disiplin dan dosen humoris. Sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar mahasiswa. Indikator motivasi belajar mahasiswa disusun berdasarkan teori Uno (2008) yang dikutip dalam (Suharni, 2017) yang mencakup lima dimensi utama: keinginan untuk berhasil, dorongan dalam belajar, harapan masa depan, penghargaan dalam belajar, serta ketertarikan terhadap kegiatan belajar. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik survei dengan menyebarkan angket tertutup berbasis skala Likert. Angket ini berisi pernyataan yang menggambarkan motivasi belajar mahasiswa dalam konteks pembelajaran bersama dosen yang bersifat disiplin dan dosen yang humoris. Angket disusun dengan mengacu pada indikator motivasi belajar dari Uno (2008) dan indikator gaya mengajar dosen dari Sadirman (Jumiati, 2021) untuk dosen disiplin serta dari Thorson dan Powell (Oktaviani & Firmansyah, 2023) untuk dosen humoris. Teknik ini dipilih karena memungkinkan peneliti memperoleh data kuantitatif yang dapat dianalisis secara statistik. 3.4 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert 1–5, yang dirancang untuk mengukur motivasi belajar mahasiswa dalam dua kondisi pembelajaran berbeda. Instrumen ini mencerminkan indikator gaya mengajar dosen disiplin, seperti ketepatan waktu, tanggung jawab, dan etika kerja (Jumiati, 2021), serta indikator dosen humoris, seperti kemampuan memproduksi humor, menggunakan humor sebagai coping, dan sikap terhadap humor dalam kelas (Oktaviani & Firmansyah, 2023). Angket disusun dengan validasi isi oleh dosen ahli dan diuji coba terlebih dahulu untuk memastikan kejelasan butir dan konsistensi respon. 3.5 Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Paired Samples T-Test dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar mahasiswa pada metode dosen disiplin dan humoris. Selain itu, untuk mengetahui besarnya efek perbedaan secara praktis, digunakan ukuran efek Cohen’s d. Interpretasi nilai Cohen’s d mengacu pada kriteria yang dikemukakan oleh Cohen, yaitu nilai < 0,2 termasuk kategori efek sangat kecil, 0,2–0,5 efek kecil, 0,5–0,8 efek sedang, dan > 0,8 efek besar (Fahrozi, 2022). Dalam penelitian ini, nilai Cohen's d sebesar -0,025 menunjukkan bahwa perbedaan yang ditemukan tidak hanya tidak signifikan secara statistik, tetapi juga sangat kecil secara praktis. DAFTAR PUSTAKA Destia, M., Mochamad, R. S., & Ramdan, I. M. (2022). Gaya mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa di era new normal covid-19. Kampret Journal, 1(2), 60–68. Fahrozi, M. E. (2022). HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SENSE OF HUMOR DOSEN DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA UIN AR-RANIRY BANDA ACEH SKRIPSI PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY BANDA ACEH 2022 Diajukan Oleh. 1–119. https://repository.arraniry.ac.id/id/eprint/25603/1/Muhammad Erwin Fahrozi, 160901013, FIP, PSI, 082276805405.pdf Jumiati. (2021). Pengaruh Disiplin Kerja Dosen Terhadap Disiplin Belajar Mahasiswa Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari. Journal of Innovation and Knowledge, 1(1). Kambas, W., & Park, N. (2019). Dinamika Daya Dukung Habitat Badak Sumatera ( Dicerorhinus sumatrensis ) di Areal Pengembangan Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas The Dynamic of Habitat Carrying Capacity Sumatran Rhinoceros ( Dicerorhinus Sumatrensis ) in Development Area Sum. 7(1), 62–70. Melinda, J. G., & Yermiandhoko, Y. (2017). Pengembangan Media Video Animasi Mata Pelajaran Ipa Materi Siklus Air Untuk Siswa Kelas V SD. Jpgsd, 09(05), 1–10. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitianpgsd/article/view/40535 Oktaviani, F. N., & Firmansyah, D. (2023). Pengaruh sense of humor guru terhadap minat belajar matematika pada siswa. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif), 6(5), 1757–1766. https://doi.org/10.22460/jpmi.v6i5.17026 Saleh, S., & Nasrullah, M. (2019). Pengaruh Disiplin Mengajar Dosen Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNM. Seminar Nasional LP2M UNM, 45–48. Suharni. (2017). Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Belajar Terhadap Kreativitas Belajar Mahasiswa. G-COUNS Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 2(1), 110– 120.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )