REVIEW JURNAL Judul Jurnal Volume & Halaman Tahun Penulis Reviewer Tanggal Tujuan Penelitian Subjek Penelitian Metode Penelitian Fraud Diamond: Four Elements of Financial Report Fraud Detection – Study on Coal Producers Journal of Research on Business and Tourism Volume 3, No. 1, Hal 55-64 Juni 2023 Karmelia Agatha Made, Diyah Sukanti Cahyaningsih, and Waluyo Djati L.M. Oktasyan Trisyal Ardiansyah 8 April 2025 Tujuan penelitian dalam jurnal ini adalah untuk mengkaji dampak dari elemen-elemen dalam Fraud Diamond terhadap identifikasi laporan keuangan yang fraud. Penelitian ini menggunakan kerangka Fraud Diamond yang mempertimbangkan berbagai faktor seperti tekanan (diukur dengan ROA), kesempatan (diukur dengan pengawasan yang tidak efektif), rasionalisasi (diukur dengan pergantian auditor), dan kapabilitas (diukur dengan perubahan direktur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan dan kesempatan berpengaruh signifikan terhadap deteksi laporan keuangan yang fraud, sementara rasionalisasi dan kapabilitas tidak menunjukkan dampak yang berarti. Subjek penelitian dalam jurnal ini adalah perusahaanperusahaan yang bergerak di sektor produksi batubara dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini melibatkan 9 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yang berarti pemilihannya didasarkan pada kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Periode analisis yang digunakan mencakup laporan keuangan perusahaan selama tahun 2018 hingga 2021. Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh elemen-elemen dalam Fraud Diamond terhadap deteksi kecurangan dalam laporan keuangan perusahaan-perusahaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah sebagai berikut: 1. Pendekatan Deskriptif Kuantitatif: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis data yang berkaitan dengan kecurangan laporan keuangan. 2. Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel: Sampel terdiri dari 9 perusahaan yang beroperasi di sektor produksi batubara dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, di mana perusahaan dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan penelitian. 3. Pengumpulan Data: Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan bisnis terkini perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sumber data utama adalah website resmi Bursa Efek Indonesia dan website resmi perusahaan. Hasil dan Pembahasan Kekuatan 4. Analisis Data: Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik untuk menguji pengaruh variabel independen (tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kapabilitas) terhadap variabel dependen (deteksi kecurangan laporan keuangan). Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS. 5. Statistik Deskriptif dan Inferensial: Penelitian ini juga melakukan analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini, hasil analisis menunjukkan pengaruh elemen-elemen dalam Fraud Diamond terhadap deteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan di sektor produksi batubara. 1. Tekanan (Pressure): Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan yang diukur dengan ROA memiliki dampak signifikan terhadap deteksi kecurangan. Terdapat hubungan negatif, di mana semakin tinggi nilai ROA, semakin rendah kemungkinan terjadinya kecurangan dalam laporan keuangan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih stabil secara finansial cenderung tidak melakukan kecurangan. 2. Kesempatan (Opportunity): Kesempatan, yang diukur melalui tingkat pengawasan yang tidak efektif, juga terbukti berpengaruh signifikan. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dalam kesempatan, yaitu kondisi pengawasan yang lemah, berhubungan dengan peningkatan kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan pengawasan yang tidak memadai lebih rentan terhadap kecurangan. 3. Rasionalisasi (Rationalization): Penelitian menemukan bahwa rasionalisasi, yang diukur melalui pergantian auditor, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap deteksi kecurangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pergantian auditor tidak selalu berdampak pada kemungkinan terjadinya kecurangan, yang berarti faktor ini tidak berfungsi sebagai pendorong dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan. 4. Kapabilitas (Capability): Hasil analisis menunjukkan bahwa kapabilitas, diukur dengan perubahan direktur, juga tidak berpengaruh signifikan terhadap deteksi kecurangan. Ini menunjukkan bahwa perubahan dalam kepengurusan perusahaan tidak selalu terkait dengan peningkatan atau penurunan kemungkinan terjadinya kecurangan. Secara keseluruhan, hasil penelitian mengindikasikan bahwa tekanan dan kesempatan adalah dua elemen yang paling berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan, sedangkan rasionalisasi dan kapabilitas tidak menunjukkan dampak yang signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi perusahaan dan auditor dalam memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecurangan laporan keuangan, serta perlunya penguatan pengawasan untuk mengurangi risiko kecurangan. 1. Relevansi Topik: Penelitian ini membahas topik yang sangat relevan, yaitu deteksi kecurangan laporan Kelemahan Kesimpulan keuangan, yang merupakan isu penting dalam dunia bisnis dan akuntansi. 2. Penggunaan Kerangka Fraud Diamond: Dengan menggunakan kerangka Fraud Diamond, penelitian ini memberikan pendekatan yang komprehensif untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan. 3. Metode Analisis yang Tepat: Penggunaan regresi logistik sebagai metode analisis memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi hubungan antara variabel independen dan dependen secara kuantitatif. 4. Data yang Diperoleh dari Sumber Resmi: Penggunaan data sekunder dari laporan keuangan yang dipublikasikan dan sumber resmi memberikan kredibilitas pada hasil penelitian. 1. Ukuran Sampel yang Terbatas: Dengan hanya melibatkan 9 perusahaan, ukuran sampel mungkin tidak cukup untuk generalisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas. 2. Keterbatasan Waktu: Penelitian ini hanya mencakup periode analisis dari 2018 hingga 2021, yang mungkin tidak mencerminkan tren jangka panjang dalam deteksi kecurangan. 3. Variabel yang Tidak Dimasukkan: Meskipun fokus pada Fraud Diamond, ada kemungkinan bahwa faktor lain yang dapat mempengaruhi kecurangan tidak diperhitungkan, seperti budaya perusahaan atau kebijakan internal. 4. Dependensi pada Data Sekunder: Ketergantungan pada data yang dipublikasikan dapat mengakibatkan keterbatasan dalam akurasi dan kelengkapan informasi yang tersedia untuk analisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen dalam Fraud Diamond berpengaruh terhadap deteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan di sektor produksi batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis mengindikasikan bahwa tekanan (diukur dengan ROA) dan kesempatan (melalui pengawasan yang tidak efektif) memiliki dampak signifikan dalam mendeteksi kecurangan. Sebaliknya, rasionalisasi (melalui pergantian auditor) dan kapabilitas (melalui perubahan direktur) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menyarankan bahwa perusahaan perlu meningkatkan sistem pengawasan dan kontrol internal untuk mengurangi risiko kecurangan. Penelitian ini juga memberikan wawasan bagi auditor dan manajemen dalam memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecurangan laporan keuangan. Akhirnya, penelitian ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut yang dapat mengeksplorasi elemen-elemen tambahan dalam kerangka Fraud Pentagon atau Fraud Hexagon untuk mendalami kecurangan laporan keuangan. REVIEW JURNAL Judul Jurnal Volume & Halaman Tahun Penulis Reviewer Tanggal Tujuan Penelitian Subjek Penelitian Metode Penelitian Analysis of Fraudulent Financial Reporting Using the Fraud Triangle (Study Case: PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk) Budapest International Research and Critics Institute Journal (BIRCI Journal) Volume 5, No. 1, Halaman 1909-1917 Februari 2022 Maulida Salmi Utie dan Siti Nurwahyuningsih Harahap L.M. Oktasyan Trisyal Ardiansyah 8 April 2025 Tujuan penelitian dalam jurnal ini adalah untuk menganalisis praktik fraudulent financial reporting (FFR) yang terjadi pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dengan menggunakan teori fraud triangle. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecurangan laporan keuangan, yaitu tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi, serta untuk mengevaluasi hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan manipulasi laporan keuangan AISA selama periode 2003-2017. Subjek penelitian dalam jurnal ini adalah PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor makanan dan minuman di Indonesia. Penelitian ini menganalisis praktik fraudulent financial reporting (FFR) yang terjadi pada perusahaan tersebut selama periode 2003 hingga 2017. Fokus penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kecurangan laporan keuangan yang dilakukan oleh manajemen AISA. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah sebagai berikut: 1. Pendekatan Kuantitatif: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) selama periode 2003-2017. 2. Desain Penelitian Kasus: Penelitian ini merupakan studi kasus yang berfokus pada satu perusahaan, yaitu AISA, untuk mendalami praktik fraudulent financial reporting (FFR). 3. Pengumpulan Data: Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan AISA, diakses melalui Thomson Reuters – Eikon. Data ini mencakup informasi finansial yang relevan untuk analisis. 4. Model Analisis: Penelitian ini menggunakan model Mscore yang dikembangkan oleh Beneish sebagai proksi untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan. Selain itu, teori fraud triangle (tekanan, kesempatan, rasionalisasi) diadopsi sebagai kerangka analisis. 5. Analisis Regresi: Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linier untuk menguji hubungan antara variabel dependen (M-score) dan variabel independen (ROA, LEV, INVENTORY, AUDREPORT). 6. Uji Hipotesis: Penelitian ini menguji hipotesis yang berkaitan dengan pengaruh faktor-faktor dalam fraud triangle terhadap praktik FFR, dengan menggunakan pvalue untuk menentukan signifikansi. Hasil dan Pembahasan Kekuatan 1. Deskripsi Data Analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata M-score untuk PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) adalah -2.0356, yang menunjukkan indikasi manipulasi laporan keuangan. Rata-rata ROA (X1) adalah -0.0255, menandakan tekanan finansial yang dialami manajemen. LEV (X2) memiliki ratarata 0.6300, menunjukkan adanya tekanan eksternal yang signifikan. Rata-rata INVENTORY (X3) adalah 0.0115, sementara AUDREPORT (X4) menunjukkan bahwa sebagian besar laporan keuangan menerima opini tidak terkualifikasi. 2. Analisis Korelasi Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara M-score dan ROA, serta korelasi positif yang signifikan antara M-score dan AUDREPORT. Ini menunjukkan bahwa tekanan finansial dan opini auditor memiliki pengaruh terhadap indikasi kecurangan. 3. Uji Signifikansi Hasil regresi menunjukkan p-value untuk variabel independen (ROA, LEV, INVENTORY, AUDREPORT) semuanya di bawah 0.05, yang mengindikasikan bahwa faktor-faktor tersebut secara signifikan mempengaruhi Mscore. Ini membuktikan bahwa semua variabel yang diuji berkontribusi terhadap manipulasi laporan keuangan. 4. Pembahasan Tekanan (Pressure): Hasil menunjukkan bahwa tekanan dari target finansial dan tekanan eksternal berkontribusi pada manipulasi laporan keuangan. Manajemen AISA merasakan dorongan untuk memenuhi target keuangan yang dapat menyebabkan tindakan kecurangan. Kesempatan (Opportunity): Indikator sifat industri, yang diukur melalui INVENTORY, menunjukkan bahwa adanya kesempatan bagi manajemen untuk melakukan manipulasi. Pengelolaan inventaris yang subjektif memberikan ruang bagi kecurangan. Rasionalisasi (Rationalization): Opini audit yang diberikan oleh auditor eksternal berfungsi sebagai indikator rasionalisasi. Meskipun banyak laporan yang menerima opini tidak terkualifikasi, keberadaan catatan yang menunjukkan ketidakpastian bisnis memberikan sinyal adanya kemungkinan kecurangan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menguatkan teori fraud triangle, di mana ketiga faktor—tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi—berperan signifikan dalam terjadinya kecurangan laporan keuangan di AISA. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi auditor dan manajemen dalam mendeteksi dan mencegah praktik kecurangan di masa depan. Salah satu kekuatan penelitian ini adalah penggunaan kerangka teori fraud triangle yang telah terbukti relevan dalam menganalisis kecurangan laporan keuangan. Dengan mengidentifikasi tiga faktor utama—tekanan, kesempatan, Kelemahan Kesimpulan dan rasionalisasi—penelitian ini memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai penyebab praktik fraudulent financial reporting (FFR) pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA). Selain itu, penggunaan model M-score sebagai proksi untuk mendeteksi kecurangan juga menambah validitas hasil analisis. Data yang diambil dari laporan keuangan yang terverifikasi memberikan kredibilitas pada temuan, sehingga hasil penelitian dapat dijadikan referensi untuk studi lebih lanjut dalam bidang akuntansi forensik. Penelitian ini memiliki beberapa kelemahan. Pertama, fokus pada satu perusahaan dalam satu industri membatasi generalisasi hasil ke perusahaan lain atau sektor yang berbeda. Hal ini dapat mengurangi kemampuan untuk menarik kesimpulan yang lebih luas mengenai praktik FFR secara keseluruhan. Kedua, meskipun penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang kuat, adanya ketergantungan pada data sekunder dapat menyebabkan keterbatasan dalam akurasi informasi, terutama jika data yang digunakan tidak sepenuhnya mencerminkan realitas perusahaan. Terakhir, penggunaan hanya empat proksi dalam fraud triangle mungkin tidak mencakup semua faktor yang dapat mempengaruhi kecurangan, sehingga ada ruang untuk penelitian yang lebih komprehensif di masa depan. Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa faktor-faktor dalam teori fraud triangle—tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi—secara signifikan mempengaruhi praktik fraudulent financial reporting (FFR) pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) selama periode 2003-2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan dari target finansial dan tekanan eksternal berkontribusi pada manipulasi laporan keuangan, sementara kesempatan yang timbul dari pengelolaan inventaris memberikan ruang bagi tindakan kecurangan. Selain itu, opini auditor eksternal berfungsi sebagai indikator rasionalisasi yang dapat memperkuat atau mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan. Temuan ini menguatkan pentingnya pengawasan internal dan perlunya penilaian yang cermat terhadap tekanan yang dihadapi manajemen. Penelitian ini juga memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dalam konteks kecurangan laporan keuangan, serta menawarkan wawasan bagi auditor dan manajemen untuk mencegah praktik kecurangan di masa depan. Namun, penelitian ini juga mengakui keterbatasan dalam hal generalisasi hasil, sehingga disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang mencakup lebih banyak perusahaan dan sektor untuk mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif. REVIEW JURNAL Judul Jurnal Volume & Halaman Tahun Penulis Reviewer Tanggal Financial Statement Fraud Detection with Fraud Triangle International Journal of Emerging Trends in Social Sciences Vol. 13, No. 1, Halaman 14-21 September 2022 Meel Akbar, Basyiruddin Nur dan Budi Andru L.M. Oktasyan Trisyal Ardiansyah 8 April 2025 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis elemenelemen dalam fraud triangle guna memahami kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan di subsektor industri barang konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh beberapa faktor, termasuk stabilitas keuangan, tekanan eksternal, sifat industri, dan perubahan auditor, terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Subjek penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan manufaktur yang bergerak di subsektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 36 perusahaan dari total populasi 53 perusahaan yang memenuhi kriteria tertentu selama periode 2018 hingga 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi logistik menggunakan data primer. Penelitian ini mengadopsi model M-score sebagai proksi untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan. Pengumpulan data dilakukan melalui laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan-perusahaan yang menjadi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan eksternal (diukur dengan leverage) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Sebaliknya, stabilitas keuangan, sifat industri, dan perubahan auditor tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan leverage tinggi lebih rentan terhadap praktik kecurangan. Pembahasan mencakup pemahaman mendalam tentang bagaimana tekanan dari luar dapat mempengaruhi keputusan manajemen. Kekuatan penelitian ini terletak pada penggunaan teori fraud triangle yang relevan dan penerapan model M-score yang dapat memberikan gambaran jelas mengenai potensi kecurangan. Selain itu, penelitian ini juga memperbarui data hingga tahun 2021, termasuk dampak pandemi COVID-19, yang menambah nilai relevansi penelitian. Kelemahan dari penelitian ini termasuk fokus yang terbatas pada satu sektor industri dan ketergantungan pada data sekunder yang dapat memengaruhi akurasi informasi. Selain itu, penggunaan hanya empat proksi dalam fraud triangle mungkin tidak mencakup semua faktor yang dapat mempengaruhi kecurangan, sehingga ada ruang untuk penelitian lebih lanjut. Subjek Penelitian Metode Penelitian Hasil dan Pembahasan Kekuatan Kelemahan Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tekanan eksternal adalah faktor utama yang mendorong kecurangan laporan keuangan, sementara faktor lain seperti stabilitas keuangan, sifat industri, dan perubahan auditor tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika kecurangan laporan keuangan dalam konteks industri barang konsumsi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi manajemen dan auditor dalam menilai risiko kecurangan di perusahaan. REVIEW JURNAL Judul Jurnal Volume & Halaman Tahun Penulis Reviewer Tanggal Tujuan Penelitian Subjek Penelitian Metode Penelitian Hasil dan Pembahasan Kekuatan Kelemahan Fraud Triangle Analysis Detects Fraudulent Financial Statements Using A Fraud Score Model from 4 BUMN Bank 2012-2022 Ilomata International Journal of Management Volume 5, Issue 2, Page 375-388 April 2024 Almandio Adha dan Emmy Indrayani L.M. Oktasyan Trisyal Ardiansyah 8 April 2025 Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis elemenelemen dalam fraud triangle dan pengaruhnya terhadap kecurangan laporan keuangan di sektor perbankan, khususnya pada empat bank milik negara (BUMN) di Indonesia dari tahun 2012 hingga 2022. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai efektivitas langkah-langkah anti-fraud yang diterapkan di sektor ini. Subjek penelitian terdiri dari empat bank BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mencakup periode sepuluh tahun, memberikan analisis mendalam tentang praktik kecurangan dalam laporan keuangan di institusi keuangan negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model fraud score yang diadaptasi dari Dechow. Data yang digunakan adalah laporan keuangan yang diperoleh dari situs IDX. Analisis dilakukan dengan menggunakan SPSS untuk mengukur pengaruh faktor-faktor dalam fraud triangle— tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi—terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen tradisional seperti stabilitas keuangan, tekanan eksternal, dan target finansial tidak efektif dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan. Sebaliknya, pengawasan yang tidak efektif terbukti dapat mengidentifikasi potensi kecurangan. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kontrol internal dan pengawasan yang lebih ketat di bank-bank BUMN untuk mencegah praktik kecurangan. Salah satu kekuatan penelitian ini adalah fokus pada sektor perbankan yang memiliki relevansi tinggi dalam konteks ekonomi Indonesia. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis dengan menawarkan rekomendasi untuk memperkuat pengawasan dan kontrol internal, serta menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih dalam tentang faktor-faktor psikologis dan etika dalam pencegahan kecurangan. Penelitian ini memiliki beberapa kelemahan. Pertama, penelitian ini terbatas pada hanya empat bank BUMN, sehingga mungkin tidak dapat digeneralisasi ke semua bank di Indonesia. Kedua, meskipun menggunakan data periode yang panjang, ketergantungan pada data sekunder dapat mengurangi akurasi temuan. Selain itu, analisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor eksternal yang mungkin Kesimpulan mempengaruhi kecurangan laporan keuangan diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun tekanan dan faktor lainnya diharapkan dapat mempengaruhi kecurangan, kesempatan yang ditimbulkan oleh pengawasan yang lemah adalah faktor yang lebih signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan di sektor perbankan dalam mengembangkan strategi pencegahan kecurangan yang lebih efektif. REVIEW JURNAL Judul Jurnal Volume & Halaman Tahun Penulis Reviewer Tanggal Tujuan Penelitian Subjek Penelitian Metode Penelitian Hasil dan Pembahasan Kekuatan Kelemahan Pentagon Fraud Analysis in Detecting Fraudulent Financial Statements in Pharmaceutical Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) Advances in Economics, Business and Management Research Volume 205 2022 Masnawaty Sangkala dan Nurhidaya Safitri L.M. Oktasyan Trisyal Ardiansyah 8 April 2025 Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti mengenai pengaruh komponen fraud pentagon terhadap kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan di perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan variabel dependen berupa kecurangan laporan keuangan yang diukur dengan F-Score, serta lima komponen fraud pentagon: tekanan, kesempatan, rasionalisasi, kemampuan, dan kesombongan. Subjek penelitian adalah laporan tahunan dari tujuh perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yang memungkinkan peneliti memilih perusahaan berdasarkan kriteria tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dan pengujian hipotesis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan. Penelitian ini juga menerapkan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar komponen dalam fraud pentagon, seperti tekanan, kesempatan, rasionalisasi, dan kemampuan, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Namun, komponen kesombongan, yang diukur berdasarkan jumlah foto CEO yang ditampilkan dalam laporan tahunan, menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Temuan ini menyoroti bahwa kesombongan dapat menjadi indikator potensi kecurangan dalam laporan keuangan. Kekuatan penelitian ini terletak pada penggunaan teori fraud pentagon yang komprehensif, mencakup lebih banyak elemen dibandingkan dengan teori fraud triangle. Penelitian ini juga memberikan konteks yang relevan dengan fokus pada sektor farmasi di Indonesia, yang sering kali menghadapi tantangan dalam akuntabilitas dan transparansi. Namun, penelitian ini memiliki beberapa kelemahan. Pertama, fokus pada tujuh perusahaan farmasi dapat mengurangi generalisasi hasil ke sektor atau perusahaan lain. Kedua, meskipun menggunakan data sekunder, keberadaan data yang terbatas dapat mempengaruhi akurasi analisis. Selain itu, variabel kesombongan mungkin tidak sepenuhnya Kesimpulan mencerminkan etika perusahaan dan perilaku manajerial yang lebih kompleks. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kecurangan laporan keuangan di perusahaan farmasi dapat dipengaruhi oleh faktor kesombongan, sementara faktor lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi pemangku kepentingan di sektor farmasi untuk memahami dinamika yang dapat mendorong kecurangan dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif. REVIEW JURNAL Judul Jurnal Volume & Halaman Tahun Penulis Reviewer Tanggal Tujuan Penelitian Subjek Penelitian Metode Penelitian Detecting Financial Statement Manipulation in Selected Indian Telecom Companies Using Beneish M-Score Model American Journal of Humanities and Social Sciences Research (AJHSSR) Volume 7, Issue 10, Halaman 107-116 2023 Arshe Azam dan Afreen Begum L.M. Oktasyan Trisyal Ardiansyah 8 April 2025 Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi manipulasi laporan keuangan di lima perusahaan telekomunikasi India yang terpilih dengan menggunakan model Beneish M-Score. Penelitian ini berfokus pada periode lima tahun dari 2018 hingga 2022 dan bertujuan untuk menganalisis kemungkinan adanya manipulasi laba dalam laporan keuangan perusahaanperusahaan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga ingin menilai efektivitas model Beneish M-Score dalam mendeteksi manipulasi laporan keuangan di sektor telekomunikasi. Dengan memberikan wawasan kepada pemangku kepentingan tentang pentingnya praktik laporan keuangan yang transparan dan akuntabel, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya pengawasan dan analisis finansial untuk menjaga kepercayaan investor serta mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di industri telekomunikasi yang berkembang pesat. Subjek penelitian ini adalah lima perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di India. Penelitian ini mencakup analisis laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan tersebut selama periode lima tahun, yaitu dari tahun 2018 hingga 2022. Perusahaan-perusahaan yang dipilih merupakan pemain utama dalam sektor telekomunikasi India, yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi di negara tersebut. Fokus pada subjek ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai praktik laporan keuangan di industri yang berkembang pesat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menerapkan model Beneish M-Score untuk mendeteksi manipulasi laporan keuangan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari laporan keuangan resmi lima perusahaan telekomunikasi India selama periode 2018 hingga 2022. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan data dari situs resmi perusahaan dan sumber lainnya seperti Capitaline, serta data dari Bursa Saham India dan Otoritas Regulasi Telekomunikasi India (TRAI). Model Beneish M-Score dihitung menggunakan delapan rasio keuangan yang relevan, termasuk Days’ Sales in Receivables Index (DSRI), Gross Margin Index (GMI), dan Total Accruals to Total Assets (TATA). M-Score digunakan untuk menilai kemungkinan manipulasi laba, di mana skor di Hasil dan Pembahasan Kekuatan atas -1.78 menunjukkan potensi manipulasi. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor M untuk masing-masing perusahaan dan membandingkan hasilnya untuk menentukan adanya pola manipulasi dalam laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan insight mengenai praktik keuangan yang transparan dan akuntabel dalam sektor telekomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perusahaan yang dianalisis memiliki skor Beneish M yang umumnya mengindikasikan rendahnya kemungkinan manipulasi laba. Skor M untuk masing-masing perusahaan selama periode 2018 hingga 2022 adalah sebagai berikut: Bharti Airtel Limited: Skor M berkisar antara -1.0979 hingga -1.2147, menunjukkan tidak adanya manipulasi laba. Reliance Jio Infocomm Ltd: Skor M menunjukkan fluktuasi, dari -1.2024 di 2018 menjadi -0.8706 di 2022, tetap menunjukkan kemungkinan rendah untuk manipulasi. Mahanagar Telephone Nigam Ltd: Mempertahankan skor M yang stabil dan rendah, menunjukkan konsistensi dalam laporan keuangannya. Vodafone Idea Ltd: Mengalami satu tahun (2020) dengan skor -1.8118 yang menunjukkan potensi manipulasi, tetapi kembali ke skor yang lebih stabil di tahun-tahun lain. Bharat Sanchar Nigam Ltd: Skor M menunjukkan tidak adanya manipulasi laba, dengan variasi dari -1.7132 hingga -0.8025. Fluktuasi skor yang terlihat pada beberapa perusahaan, terutama Vodafone Idea Ltd, menunjukkan adanya perubahan dalam praktik pelaporan keuangan atau kondisi keuangan yang mendasari. Meskipun skor M memberikan indikasi tentang kemungkinan manipulasi, penting untuk dicatat bahwa skor ini tidak dapat menjadi bukti definitif dan harus dipertimbangkan bersama dengan analisis keuangan lainnya. Secara keseluruhan, hasil penelitian menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas di sektor telekomunikasi. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi investor dan pemangku kepentingan, serta menunjukkan bahwa meskipun ada tanda manipulasi di beberapa perusahaan, mayoritas tetap menunjukkan praktik keuangan yang sehat dan dapat dipercaya. 1. Fokus pada Sektor Penting: Penelitian ini berfokus pada sektor telekomunikasi India, yang merupakan salah satu industri terbesar dan paling dinamis di dunia, memberikan relevansi yang tinggi bagi pemangku kepentingan. 2. Penggunaan Model Terbukti: Model Beneish M-Score yang digunakan dalam penelitian ini telah terbukti efektif dalam mendeteksi manipulasi laba, sehingga memberikan pendekatan yang terukur dan terpercaya. 3. Analisis Kuantitatif: Dengan menggunakan data kuantitatif yang berasal dari laporan keuangan resmi, penelitian ini menghasilkan temuan yang objektif dan dapat diuji kembali. 4. Periode Penelitian yang Memadai: Penelitian mencakup periode lima tahun, yang memungkinkan Kelemahan Kesimpulan analisis mendalam terhadap tren dan fluktuasi dalam praktik laporan keuangan. 1. Keterbatasan Sampel: Penelitian ini hanya mencakup lima perusahaan, sehingga temuan mungkin tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh sektor telekomunikasi di India. 2. Ketergantungan pada Data Sekunder: Penggunaan data sekunder dari laporan keuangan dapat mempengaruhi akurasi, terutama jika terdapat bias atau kesalahan dalam pelaporan. 3. Variabilitas Skor M: Fluktuasi skor M di beberapa perusahaan, khususnya Vodafone Idea Ltd, menunjukkan bahwa model ini mungkin tidak selalu dapat menangkap semua nuansa praktik keuangan. 4. Tidak Ada Analisis Kualitatif: Penelitian ini tidak mencakup analisis kualitatif yang mungkin memberikan wawasan lebih dalam tentang alasan di balik manipulasi laba atau praktik laporan keuangan. Penelitian ini berhasil mendeteksi manipulasi laporan keuangan di lima perusahaan telekomunikasi India menggunakan model Beneish M-Score. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan yang diteliti memiliki skor M yang mengindikasikan rendahnya kemungkinan manipulasi laba selama periode 2018 hingga 2022. Meskipun ada fluktuasi skor di beberapa perusahaan, terutama Vodafone Idea Ltd, secara keseluruhan, perusahaanperusahaan ini menunjukkan praktik laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat dan analisis keuangan yang berkelanjutan dalam sektor telekomunikasi, yang merupakan industri vital bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi investor dan pemangku kepentingan, serta menekankan perlunya etika dan akuntabilitas dalam laporan keuangan. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang dinamika manipulasi laporan keuangan di sektor telekomunikasi dan mendorong perlunya regulasi yang lebih kuat untuk menjaga integritas pasar.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )