Tutorial UAS 2025 WI-2022 Manajemen Proyek IF/ERP/MA/IM Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung Tim Asisten Manajemen Proyek Rahila Sabila Ma’wa (25024045) Lugas Bijak Prasojo (25024060) Fauzi Septama Sis (25024066) Aisha Fadila Rahmadani (25024078) Meisya Paramita Nurhaliza (25024093) Patar Putra Natama (15021061) Wahyu Dimas Adji (15021110) Ronald Calvin (15022031) Kuis Bu Eliza, Pilihan Ganda 1 Pendekatan mana yang berfokus pada mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan dalam proses untuk meningkatkan produktivitas? a) Six Sigma b) Prinsip Lean c)TQM d)ISO 9001 Six Sigma adalah metodologi yang berfokus pada peningkatan kualitas dengan mengurangi variasi dalam proses produksi. Prinsip Lean adalah prinsip dalam produksi yang berfokus untuk memaksimalkan produktivitas dan sekaligus meminimalkan pemborosan dalam operasi atau produksi. TQM atau Total Quality Management adalah sistem manajemen R untuk organisasi yang berfokus pada pelanggan dan melibatkan semua karyawan dalam perbaikan berkelanjutan. ISO 9001 adalah salah satu standar bagian dari ISO 9000 yang menetapkan standar manajemen mutu yang harus dipenuhi oleh suatu organisasi. fokus pada peningkatan kualitas, kepuasan pelanggan, dan efisiensi operasional. 2 Apa fokus utama dari Total Quality Management (TQM)? a) mengurangi biaya b) meningkatkan kepuasan karyawan c) memastikan keamanan produk d) peningkatan berkelanjutan dan kepuasan pelanggan 3 Apa tujuan melakukan analisis kesenjangan dalam pengendalian proyek konstruksi? a) Untuk membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang diinginkan b) Untuk melacak kemajuan proyek c) Untuk mengidentifikasi penyebab potensial masalah atau cacat d) Untuk membuat rencana proyek Pengendalian proyek adalah proses sistematis untuk mengukur, mengevaluasi, dan mengarahkan kinerja proyek agar tetap sesuai dengan rencana awal dalam aspek biaya, waktu, dan lingkup. Ini mencakup identifikasi deviasi, analisis penyebab, serta penentuan tindakan korektif. Tujuan utama pengendalian proyek: Menjamin proyek selesai tepat waktu sesuai jadwal. Mengendalikan biaya proyek agar tidak melebihi anggaran. R Memastikan ruang lingkup proyek tetap sesuai perencanaan. Mendeteksi penyimpangan sejak dini dan memperbaikinya sebelum berdampak besar. Urgensi pengendalian proyek: Proyek memiliki sumber daya terbatas (waktu, biaya, tenaga). Perubahan dalam satu aspek (misal biaya) dapat mempengaruhiaspek lainnya (waktu & lingkup). Tanpa kontrol yang ketat, proyek rentan mengalami pembengkakan biaya, keterlambatan, dan penurunan mutu. Kuis Bu Eliza, Pilihan Ganda 4 Apa itu rencana manajemen risiko dalam perencanaan proyek? 6 Apa fungsi Gantt chart dalam perencanaan proyek? a) Rencana untuk menghindari risiko apa pun dalam proyek b) Rencana untuk menghilangkan semua potensi risiko proyek c) Rencana untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengurangi risiko proyek d) Rencana untuk mengalihkan semua risiko proyek kepada pihak ketiga a) Mengidentifikasi risiko proyek b) Mengalokasikan anggaran proyek c) Mewakili jadwal proyek dan keterkaitan antar tugas d) Mendefinisikan tujuan proyek Risiko adalah ketidakpastian dan akibat dari ketidakpastian saat tidak mengetahui apa yag terjadi ke depan. Risiko dapat negatif dan positif R (opportunity). Perencanaan manajemen risiko mendokumentasikan risiko-risiko yang potensial dan memberikan strategi yang diambil untuk menjaga potensi risiko agar tetap dapat diterima. Gantt chart adalah diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu. Penyusunan Gantt chart didasarkan pada: waktu penyelesaian proyek, hubungan antar-aktivitas (berdasarkan diagram network planning), dan waktu kalender proyek. 5 Apa tujuan dari rencana komunikasi dalam perencanaan proyek? a) Untuk mengalokasikan sumber daya komunikasi b) Untuk menjadwalkan rapat proyek c) Untuk menentukan bagaimana informasi proyek akan dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan d) Untuk membuat situs web proyek Manajemen komunikasi dibutuhkan untuk memastikan seluruh informasi dalam proyek konstruksi dibuat dengan tepat dan cepat R proyek konstruksi dapat berjalan (kelancaran arus informasi) sehingga sesuai jadwal, anggaran, dan kualitas yang diinginkan. Rencana yang efektif dapat meminimalisasi kesalahpahaman antarpihak. Contoh: R Keterkaitan antartugas Kuis Bu Eliza, No 7 Pengadaan dan Kontrak Konstruksi Gambarkan skematis keterkaitan antara tahap pelaksanaan kontrak konstruksi dengan tahap pengadaan & tahap pemanfaatan dan jelaskan keterkaitan antar tahapan. Tahap Pengadaan Pengadaan Kontrak Pelaksanaan Pemanfaatan Kuis Bu Eliza, No 8a Apa saja kegiatan yang dilakukan pada tahap pengadaan konstruksi? Jasa konstruksi adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan konstruksi, termasuk perencanaan, desain, pelaksanaan, pengawasan, hingga penyelesaian proyek konstruksi (UU No. 2 Tahun 2017) Jasa Perencanaan Konstruksi (Konsultan Perencana) Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Kontraktor) Jasa Pengawasan Konstruksi (Konsultan Pengawas) Pengadaan konstruksi secara tidak langsung dapat diartikan sebagai proses mendapatkan atau memilih penyedia jasa konstruksi, baik melalui tender terbuka/tertutup atau penunjukan langsung, yang dilakukan untuk menjalankan proyek konstruksi. 1 Penyusunan Rencana Pengadaan Merencanakan proses pengadaan, termasuk kebutuhan proyek, estimasi anggaran, serta metode pemilihan penyedia jasa seperti tender atau pengadaan langsung. 2 Penyusunan Dokumen Pengadaan Menyiapkan dokumen yang memuat spesifikasi teknis, syarat administratif, ketentuan kontrak, dan kriteria evaluasi penawaran. 3 Pengumuman Tender & Proses Seleksi Mengumumkan tender secara terbuka, menerima pendaftaran penyedia, menerima penawaran, dan mengevaluasi berdasarkan harga, kualitas, dan jadwal. 4 Negosiasi & Klarifikasi Penawaran Melakukan negosiasi harga, klarifikasi teknis, dan penyesuaian jadwal untuk memastikan kesesuaian penawaran dengan kebutuhan proyek. 5 Pemilihan Penyedia Jasa Menetapkan pemenang tender, memberi pemberitahuan kepada seluruh peserta, dan menandatangani kontrak kerja. 6 Mobilisasi & Persiapan Proyek Kontraktor memulai persiapan di lapangan, termasuk mobilisasi alat, pengadaan material, dan penyusunan jadwal pelaksanaan. 7 Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Konstruksi dimulai dengan koordinasi antar pihak, pengawasan mutu, dan pencatatan kemajuan pekerjaan secara rutin. 8 Pengawasan & Pengendalian Kinerja Memantau kemajuan, mengendalikan biaya dan kualitas agar proyek tetap sesuai rencana dan standar yang ditetapkan. 9 Serah Terima Pekerjaan Menyelesaikan seluruh pekerjaan, melaporkan hasilnya, melakukan serah terima, serta evaluasi akhir sebagai penutup proyek. Catatan : Pengadaan Konstruksi =/ Pemilihan Kontraktor. Pelajari lebih detail mengenai metode Pemilihan Penyedia Jasa Konstruksi. Kuis Bu Eliza, No 8b Apa saja kegiatan yang dilakukan pada tahap pelaksanaan konstruksi dan sebutkan minimal 1 dokumen yang dihasilkan dari setiap kegiatan tersebut Pelaksanaan konstruksi adalah tahap dalam siklus proyek konstruksi di mana seluruh rencana, desain, dan perencanaan yang telah disusun sebelumnya direalisasikan menjadi pekerjaan fisik di lapangan. Pada tahap ini, kontraktor mulai membangun atau memasang elemen-elemen konstruksi sesuai spesifikasi teknis dan dokumen kontrak yang telah disepakati. 1 Mobilisasi & Site Preparation Persiapan awal lokasi proyek, termasuk pengiriman alat dan personel, pemasangan fasilitas sementara (kantor, pagar), dan perizinan awal. Dokumen: Berita Acara Mobilisasi dan Site Preparation 2 Pelaksanaan Pekerjaan Fisik Pekerjaan konstruksi utama seperti struktur, arsitektur, dan instalasi sesuai gambar teknis. Dokumen: Shop Drawing dan Laporan Harian 3 Koordinasi & Rapat Lapangan Koordinasi rutin antar kontraktor, subkontraktor, dan pengawas. Dokumen: Notulen Rapat Lapangan 4 Pengawasan Mutu & Inspeksi Pemeriksaan mutu pekerjaan dan material, serta pelaksanaan uji mutu. Dokumen: Laporan QC / Quality Assurance 5 Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3) Pelaksanaan prosedur K3, seperti toolbox meeting dan audit keselamatan di lapangan. Dokumen: Laporan Inspeksi K3 6 Monitoring Waktu & Biaya Pemantauan jadwal dan pengendalian biaya, serta analisis deviasi. Dokumen: Laporan Bulanan / Progress Report & Kurva S 7 Permintaan Pembayaran / Termin Penyusunan dan pengajuan tagihan berdasarkan progres kerja ke pemberi kerja. Dokumen: Berita Acara Pembayaran (BA Progress) / Invoice 8 Manajemen Perubahan (Change Order) Penyusunan dan persetujuan variasi pekerjaan (VO). Dokumen: Dokumen Variation Order (VO) Kuis Bu Eliza, No 9 Kesehatan dan Keselamatan Kerja Jelaskan 4 komponen utama dalam Manajemen Keselamatan Kerja Konstruksi! Keselamatan dan kesehatan kerja adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja serta orang lain yang berada di tempat kerja, melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Tips: Pelajari contoh-contoh kasus yang terjadi R akibat buruknya sistem manajemen K3 di proyek! Tujuan utama penerapan K3 di sektor konstruksi: 1) menjamin perlindungan atas kesehatan dan keselamatan tenaga kerja 2) meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja melalui lingkungan yang aman 3) mengurangi biaya akibat kecelakaan dan kerusakan properti 4) memastikan keberlangsungan pekerjaan konstruksi tanpa gangguan Komponen Utama Manajemen Keselamatan Kerja Konstruksi 1 Struktur Organisasi K3 Siapa yang bertanggung jawab atas apa dalam sistem keselamatan proyek. 2 Perencanaan K3 3 Impementasi dan Pengawasan Pelatihan K3 Penggunaan APD Pemantauan harian Setidaknya mencakup: Identifikasi bahaya Penilaian risiko Rencana pengendalian 4 Evaluasi dan Tinjauan Audit internal Pelaporan insiden Tindakan korektif dan lain-lain... Kuis Bu Eliza, No 10 Teknologi Konstruksi Berikan ilustrasi singkat 3 pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan suatu proyek konstruksi! Review kembali materi kuliah tamu dengan Prof. R Po-Han Chen, Ph.D. Bahan Baca Lainnya: 10.21837/pm.v19i17.983 Exploring the Usage of Digital Technologies for Construction Project Management Teknologi adalah turunan dari bahasa Yunani: technes yang diartikan sebagai know-how yang diperlukan untuk menciptakan sesuatu dan logos dapat diartikan sebagai prosedur sifatnya logis dan terstruktur. Maka dari itu, teknologi konstruksi adalah penerapan keterampilan dan prosedur logis dalam bentuk kumpulan alat, aplikasi, perangkat luinak, dan mesin yang digunakan untuk membantu penyelenggaraan proyek konstruksi. Teknologi Konstruksi dalam Pengelolaan Proyek Konstruksi 1 Building Information Modeling Identifikasi clash detection antardesain Simulasi visual dari proyek konstruksi (3D) Penjadwalan (4D) Estimasi biaya konstruksi (5D) Analisis energi dan keberlanjutan (6D) Manajemen siklus hidup proyek (7D) 2 Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Fungsi Utama: akuisisi data Survei dan pemetaan lahan melalui fotogrametri Pengambilan gambar/video secara real-time untuk pemantauan kemajuan proyek (laporan dan komunikasi antara kontraktor-klien/owner) 3 Konstruksi Modular Mempercepat waktu pembangunan karena modul bangunan diproduksi di pabrik (off-site) Penggunaan material yag lebih efisien dan pengurangan limbah material Kontrol kualitas yang lebih baik 4 Blockchain Komunikasi menjadi lebih efektif Transparansi rantai pasok Otomatisasi kontrak dan lain-lain... Kuis Bu Iris, Perhitungan Kurva S Kurva S Representasi visual progress proyek Terdapat kurva-s perencanaan dan realisasi aktual Sebagai bentuk perencanaan sekaligus pengendalian Kemajuan pekerjaan direfkleksikan terhadap bobot penyerapan biaya; asumsi, pekerjaan tidak dibayar jika prestasi (volume dan mutu) pekerjaan tidak memenuhi persyaratan. Penerapan menyangkut dua aspek: Perencanaan: Rencana jadwal pendanaan; Rencana Sumber Daya Lain (tenaga kerja, peralatan, material, dan sebagainya) Pengendalian: Membandingkan Kurva S Rencana dengan Kurva S Aktual; Keterlambatan dapat diketahui; Tindakan korektif dapat dilakukan Buatlah rencana kurva S untuk proyek di atas! (Catatan: Gunakan asumsi yang logis jika terdapat ketidaklengkapan data) Kuis Bu Iris, Perhitungan 1 Kurva S Keseluruhan item pekerjaan (sesuaikan dengan soal, yaitu pekerjaan A, B, C, D, dst) 2 Nilai Pekerjaan (Tercantum sesuai dengan soal) 4 Distribusi BarChart Asumsi: Distribusikan secara merata untuk pembobotan pada barchart Contoh: 0.11 dibagi ke barchart yang tertera di soal, jadi 0.11 dibagi 4 dapat 0.0278 3 5 Bobot 1.Lakukan penjumlahan nilai pekerjaan (dalam jt, ikuti soal) 2.Contoh: Pekerjaan A adalah 60 jt dan total 540 jt, maka 60 dibagi 540 diperoleh 0.11 3.Sesuaikan ke persen di akhir biar gampang Bobot Rencana dan Kumulatif 1.Bobot rencana: menjumlahkan secara vertikal. 2.Kumulatif: Buat biaya kumulatif (0-100%) 6 Pastikan kumulatif berjumlah 100% Tips: Pembulatan konsisten, tetap gunakan yang sama dari awal sampai akhir 7 Pembuatan Kurva S 1.Lakukan plottingan persentase pekerjaan terhadap waktu (dengan bantuan excel) 2.Biar semakin teknis, bisa gunakan penggaris dan lakukan pembagian berdasarkan panjang penggaris lalu nanti sesuaikan dengan persentase kumulatif (secara manual) Tips: Lakukan perkiraan saja biar gak buang-buang waktu ngukur-ngukur Kurva S tidak selalu berbentuk huruf S sempurna. Jadi jangan takut salah kalo bentuknya gak S banget, tapi tetap ada unsur S nya ya. Kuis Bu Iris, No 1 Tahap Perancangan (Design Phase) Pemprov XXX akan membuat bangunan air dengan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp500 Milyar, termasuk pengadaan lahan melalui anggaran APBD. Proyek sudah dinyatakan layak oleh konsultan perencana. Anggaran tahun ini hanya ada 10% dari total anggaran (Rp50Milyar) yang akan digunakan untuk proses perancangan Jelaskan apa saja hasil tahap perancangan tersebut? Siapa saja yang terlibat? Apa persyaratan sebagai perancang? Project Life Cycle PPT Kuliah Perencanaan dan Perancangan Output/Hasil tahap Perancangan: 1 Gambar Detail (Detailed Eng Design) 3 Bill of Quantity (BoQ) 2 Spesifikasi Teknis 4 Engineer's Estimate Kuis Bu Iris, No 1 Tahap Perancangan (Design Phase) Output/Hasil tahap Perancangan: PDS Design-Bid-Build 1 Gambar Detail (Detailed Eng Design) 2 Spesifikasi Teknis 3 Bill of Quantity (BoQ) 4 Engineer's Estimate PDS Design-Build Kuis Bu Iris, No 1 Tahap Perancangan (Design Phase) 1.Sesuai dengan UUJK, maka perancang harus bertanggung jawab secara profesional terhadap hasil rancangannya. Dalam UUJK yang baru, maka lama tanggung jawab sesuai dengan umur rencana konstruksi. 2.Isu terkait ini adalah mengenai registrasi, lisensi dan sertifikasi tenaga ahli atau profesional. UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi PP No. 14 Tahun 2021 (Perubahan atas PP No. 22/2020) Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 tentang Standar Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Permen PUPR No. 1 Tahun 2022 tentang Sertifikasi dan Registrasi Tenaga Kerja Konstruksi Syarat Penjelasan IUJK Izin Usaha Jasa Konstruksi dari OSS SBU Jasa Perencana Sertifikat Badan Usaha, dengan subklasifikasi perencanaan (e.g. Bangunan Gedung, Bendungan, Jalan) Tenaga ahli bersertifikat Minimal 1 tenaga ahli sesuai subklasifikasi, memiliki SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja) Pengalaman proyek Minimal 1 pekerjaan sejenis dalam 10 tahun terakhir (untuk tender kualifikasi tertentu) Tata Kelola Usaha Kewajiban K3, pajak, dan sistem manajemen mutu Tenaga Ahli dengan Sertifikat Kompetensi Kerja Jenjang Persyaratan Umum Ahli Muda Lulusan D3/S1 + l i h Pengalaman min. 5 tahun ( l h hli d ) Pengalaman min. 10 tahun ( l h d ) k ib i Ahli Madya Ahli Utama Selengkapnya ttg Klasifikasi Keahlian Tenaga Ahli Baca PPT Kuliah Perencanaan dan Perancangan Hal 31-37 Kuis Bu Iris, No 2 Project Delivery System Pemprov XXX akan membuat bangunan air dengan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp500 Milyar, termasuk pengadaan lahan melalui anggaran APBD. Proyek sudah dinyatakan layak oleh konsultan perencana. Anggaran tahun ini hanya ada 10% dari total anggaran (Rp50Milyar) yang akan digunakan untuk proses perancangan Berdasarkan data yang ada, project delivery apa yang dilakukan oleh Pemprov XXX? Jelaskan! Project Delivery System (PDS) atau Sistem Penyelenggaraan Proyek merujuk pada sistem pelaksanaan seluruh tahapan yang terkait dengan pihakpihak yang akan terlibat di setiap tahapannya. Faktor yang memperngaruhi pemilihan PDS berdasarkan Tran et al (2013): (1) Schedule Penyelesaian, (2) Kompleksitas dan Inovasi, (3) Presentase Penyelesaian Desain, (4) Penilaian Risiko Awal, (5) Biaya, (6) Pengalaman dan ketersediaan personel, dan (7) Pengalaman dan kompetisi kontraktor Project Life Cycle Jenis PDS: 1 Swakelola 2 Tradisional (Design-Bid-Build, DBB) 3 Rancang Bangun (Design Build, DB) 4 Manajemen Konstruksi (CM) 5 Integrated Project Delivery (IPD) Kuis Bu Iris, No 2 Project Delivery System Proyek Pemerintah Daerah (anggaran berasal dari APBD), terdapat pertimbangan: 1.UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi bersama dengan PP No. 29 Tahun 2000 menjadi dasar hukum utama dalam penyelenggaraan jasa konstruksi, termasuk pemilihan sistem penyelenggaraan yang biasanya berbasis DBB karena disyaratkan untuk fasilitas publik dan tanggung jawab anggaran negara. By default biasanya proyek pemerintahan pakai DBB karena karena memberikan tahap desain yang matang, seleksi berdasarkan kualifikasi, dan akuntabilitas sumber dana publik. 2.Proyek dapat diselenggarakan dengan Design-Build jika memenuhi kriteria (a) pekerjaan kompleks, dan (b) pekerjaan mendesak. Baca PPT Kuliah Penyelenggaraan Proyek Konstruksi (PDS) hal 20-22 Permen PUPR No. 1 tahun 2020 ttg Rancang-Bangun Tidak cukup data untuk mengkategorikan proyek memenuhi kriteria untuk dilakukan secara DB (hanya ketentuan keterbatasan anggaran perancangan) Tradisional (Design-Bid-Build, DBB) Kontrak Pekerjaan Perancangan Pemprov XXX Konsultan Perancang Nilai Kontrak 50M Procurement Kontrak Pekerjaan Konstruksi Pemprov XXX Kontraktor Kuis Bu Iris, No 2 Project Delivery System Tradisional (Design-Bid-Build, DBB) Kontrak Pekerjaan Perancangan Pemprov XXX Procurement Konsultan Perancang PPT Kuliah Penyelenggaraan Proyek Konstruksi (PDS) hal 23-26 Kontrak Pekerjaan Konstruksi Pemprov XXX Kontraktor Kuis Bu Iris, No 3 Pengadaan Kontraktor Pemprov XXX akan membuat bangunan air dengan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp500 Milyar, termasuk pengadaan lahan melalui anggaran APBD. Proyek sudah dinyatakan layak oleh konsultan perencana. Anggaran tahun ini hanya ada 10% dari total anggaran (Rp50Milyar) yang akan digunakan untuk proses perancangan Jelaskan metode pengadaan kontraktor yang seharusnya dilakukan, dan apa kriteria kontraktor yang bisa mengikutinya, jelaskan! Yang seharusnya dilakukan Opsi lain-lain Jenis Publik Untuk anggaran berasal dari APBN/APBD Swasta: biasanya ownernya swasta Metode Lelang umum Nilai anggaran > Rp100 Milyar Lelang terbatas: pekerjaan tertentu, lulus prakualifikasi Pemilihan & Penunjukan langsung: tnc berlaku Kualifikasi : Besar Nilai anggaran > Rp50 Milyar Registrasi Terdaftar di LPJK Kriteria Kontraktor Sertifikasi (Perpres No. 12 Tahun 2021) (PP No, 14 Tahun 2021) SBU Bangunan Sipil & SKA Teknik Bangunan Air dan Teknik Sipil Kecil: anggaran < Rp2.5 Milyar Menengah: anggaran Rp2.5 Milyar - Rp50 Milyar Baca-baca lagi aja PPT sama peraturanperaturan tentang pengadaan :D Kuis Bu Iris, No 4 Pengadaan Kontraktor Pemprov XXX akan membuat bangunan air dengan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp500 Milyar, termasuk pengadaan lahan melalui anggaran APBD. Proyek sudah dinyatakan layak oleh konsultan perencana. Anggaran tahun ini hanya ada 10% dari total anggaran (Rp50Milyar) yang akan digunakan untuk proses perancangan Bentuk kontrak apa yang sesuai untuk kondisi proyek tersebut? Jelaskan! Lump Sum (Fixed Price Contract) Harga Satuan (Unit Price Contract) Cost - Plus Contract Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan Jenis Kontrak Jenis Kontrak Harga total proyek sudah pasti dan tetap diawal Kontraktor menanggung risiko biaya tak terduga Cocok untuk proyek dengan ruang lingkup yang jelas Time and Materials Pembayaran berdasrkan waktu kerja dan sumber daya yang digunakan. Fleksibel untuk mengelola perubahan proyek dan ruang lingkup yang sulit ditentukan. Risiko biaya meningkat jika waktu dan material tidak dikelola dengan baik. Kontrak Terima Jadi (Turnkey Contract) Kontraktor bertanggung jawab penuh dari desain hingga proyek siap dioperasikan. Harga pasti dan tetap sampai pekerjaan selesai. Kontrak Payung Kontrak harga satuan untuk periode tertentu dengan volume atau waktu yang belum ditentukan saat kontrak ditandatangani. Kontrak Persentase Kontraktor menerima imbalan jasa berdasarkan persentase dari nilai fisik pekerjaan konstruksi atau biaya proyek. Pembayaran berdasarkan harga per unit pekerjaan yang dihasilkan. Total biaya akhir tidak pasti di awal. Fleksibel untuk perubahan volume pekerjaan, memudahkan perhitungan tambah atau kurang. Pemilih membayar biaya aktual proek ditambah imbalan atau keuntungan kontraktor. Fleksibel untuk proyek dengan ruang lingkup yang masih belum jelas atau banyak perubahan. Risiko biaya ditanggung sebagian besar oleh pemilik. Kombinasi karakteristik Lump Sum dan harga satuan untuk mengakomodasi berbagai jenis pekerjaan Kuis Bu Iris, No 4 Pengadaan Kontraktor Pemprov XXX akan membuat bangunan air dengan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp500 Milyar, termasuk pengadaan lahan melalui anggaran APBD. Proyek sudah dinyatakan layak oleh konsultan perencana. Anggaran tahun ini hanya ada 10% dari total anggaran (Rp50Milyar) yang akan digunakan untuk proses perancangan Bentuk kontrak apa yang sesuai untuk kondisi proyek tersebut? Jelaskan! Alur Pemilihan Kontrak 1. Pahami Karakteristik Proyek 2. Tingkat Kepastian Ruang Lingkup Tingkat Kepastian Ruang Lingkup (Seberapa jelas pekerjaan, desain, dan spesifikasi proyek di awal) Apakah ada potensi perubahan signifikan?) Prediktabilitas Biaya (Apakah biaya yang diperkirakan sudah akurat?) Tingkat Risiko (seberapa besar risiko proyek misalnya teknis, finansial, waktu dan siapa yang paling mampu menanggungnya?) Jelas & Stabil Tidak Jelas atau Berpotensi Berubah Dipilih kontrak Lump Sum yang memberikan kepastian biaya bagi klien, tapi perlu penjelasan lingkup pekerjaan yang sangat jelas dari awal. Bisa dipilih kontrak Harga Satuan, karena kontrak ini cocok untuk proyek yang susah memperkirakan secara akurat kondisi aktual proyek dari mulai hingga selesai. BIsa dipilih juga kontrak Cost Plus Contract, karena kontrak ini menawarkan fleksibilitas terhadap penyesuaian terhadap kondisi proyek. Bisa dipilih juga kontrak Time and Materials, kontrak ini sangat cocok untuk proyek dengan kejelasan yang kurang karena pembayaran akan menyesuaikan dengan waktu pekerjaan dan material yang digunakan. Kuis Bu Iris, No 4 Pengadaan Kontraktor Pemprov XXX akan membuat bangunan air dengan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp500 Milyar, termasuk pengadaan lahan melalui anggaran APBD. Proyek sudah dinyatakan layak oleh konsultan perencana. Anggaran tahun ini hanya ada 10% dari total anggaran (Rp50Milyar) yang akan digunakan untuk proses perancangan Bentuk kontrak apa yang sesuai untuk kondisi proyek tersebut? Jelaskan! Alur Pemilihan Kontrak 3. Pertimbangan Utama (Berdasarkan Kepastian Ruang Lingkup) Dengan ruang lingkup Jelas & Stabil. Apakah kontrol Biaya Awal penting (Anggaran Terbatas)? Ya. Bisa dipilih kontrak Lump Sum (Fixed Price Contract). Kontrak ini memberikan risiko penawaran tidak seimbang yang lebih kecil serta risiko biaya bagi pengguna jasa minimal dan memberi cukup pengawasan atas pelaksanaan dan terikat. Tidak. Bisa dipilih kontrak Harga Satuan jika ada potensi perubahan volume pekerjaan atau tetap pada kontrak Lump Sum jika volumenya pasti. Pemilik Bersedia Menanggung Lebih Bisa dipilih kontrak Biaya Plus Imbalan (Cost Plus Fee Contract). Namun berpotensi terjadinya peningkatan biaya yang tidak terkendali jika tidak diawasi dengan baik, sehingga membutuhkan sistem pengawasan biaya yang lebih baik dari pihak klien. Dengan ruang lingkup Tidak Jelas & Berpotensi Berubah. Siapa yang menanggung Risiko Biaya? Kontraktor Menanggung Lebih Bisa dipilih kontrak Lump Sum atau Terima Jadi (Turnkey), yang artinya kontraktor memikul risiko untuk dapat melaksanakan seluruh pekerjaan dengan biaya tercantum dalam kontrak. Kontraktor mungkin menambahkan sejumlah biaya untuk menutupi risiko kenaikan biaya. Berbagi Risiko Bisa dipilih kontrak Gabungan (Lump Sum dan Harga Satuan), Time and Materials. Kuis Bu Iris, No 4 Pengadaan Kontraktor Pemprov XXX akan membuat bangunan air dengan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp500 Milyar, termasuk pengadaan lahan melalui anggaran APBD. Proyek sudah dinyatakan layak oleh konsultan perencana. Anggaran tahun ini hanya ada 10% dari total anggaran (Rp50Milyar) yang akan digunakan untuk proses perancangan Bentuk kontrak apa yang sesuai untuk kondisi proyek tersebut? Jelaskan! Karakteristik Proyek Skala Proyek Besar dan Kompleks Perencanaan Telah dilakukan Anggaran Bertahap (10% untuk perancangan) Proyek Pemerintah Kontrak yang paling sesuai dengan proyek pembangunan bendungan ini yaitu kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan (Unit price). Kontrak ini akan memberikan kepastian biaya untuk bagian pekerjaan yang sudah jelas desainnya (misalnya struktur beton utama, sistem hidrolik), yang dapat dikelola sebagai Lump Sum. Kontrak ini juga memungkinkan fleksibilitas untuk volume pekerjaan yang sulit diprediksi (misalnya pekerjaan tanah, pondasi atau kondisi geologi yang tidak terduga) melalui kontrak Unit Price. Dengan kontrak gabungan ini akan mengoptimalkan alokasi risiko yang ditanggung antara Pemprov XXX dan Kontraktor, serta memungkinkan penyesuaian yang lebih mudah tanpa mengganggu keseluruhan kontrak secara drastis, yang sangat penting untuk proyek infrastruktru berskala besar dan kompleks. Kuis Bu Iris, No 5 Pengadaan Kontraktor Pemprov XXX akan membuat bangunan air dengan anggaran yang diperkirakan sekitar Rp500 Milyar, termasuk pengadaan lahan melalui anggaran APBD. Proyek sudah dinyatakan layak oleh konsultan perencana. Anggaran tahun ini hanya ada 10% dari total anggaran (Rp50Milyar) yang akan digunakan untuk proses perancangan Berdasarkan gambar diatas, buatlah WBS sampai dengan level 3 Kuis Bu Iris, No 6 Komponen Biaya Pelaksanaan Harga: Rp 199.000 Biaya: Biaya Bahan (daging dan bumbu) + Biaya Operasional (memasak) + Biaya Lainnya (pengemasan) = Rp 75.000 + Rp 15.000 + Rp 5.000 = Rp 95.000 Nilai: setelah memakan steak kita merasa kenyang dan merasa bahagia Kuis Bu Iris, No 6 Komponen Biaya Pelaksanaan BIAYA TIDAK LANGSUNG BIAYA LANGSUNG Tenaga Kerja: upah pekerja harian, tukang, kepala tukang, mandor, dan tenaga ahli lainnya. Material: semen, pasir, batu, baja tulangan, pipa, kayu Peralatan: gerobak, alat berat, pacul, stamper, molen Subkontraktor: subkon bekisting, subkon perancah, subkon elektrikal, subkon CCTV Biaya Overhead Proyek: gaji staf proyek (manajer proyek, engineer, surveyor, staf administrasi lapangan), biaya sewa kantor lapangan (direksikeet, bedeng pekerja, dan gudang), biaya mobilisasi dan demobilisasi peralatan dan personel, biaya keamanan dan kebersihan di lokasi proyek, biaya perizinan dan retribusi, biaya asuransi proyek dan jaminan pelaksanaan, biaya pengujian material dan kualitas, biaya penyusutan alat-alat bantu kecil, biaya rapat proyek. Biaya Overhead Kantor Pusat: sewa kantor pusat, gaji staf kantor pusat, biaya listrik, wifi, dan air kantor pusat, dan biaya rapat kantor pusat. Biaya Pajak: Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh). Biaya Risiko: terdiri dari biaya keuntungan dan biaya contingency. Biaya keuntungan merupakan biaya yang diharapkan oleh kontraktor untuk diperoleh. Lalu, ada biaya Tak Terduga (Contingency Cost), yaitu dana cadangan yang disiapkan untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga selama pelaksanaan proyek, seperti kenaikan harga material, perubahan desain, dan lain sebagainya. Biaya Umum: biaya print gambar, biaya pengadaan alat tulis, dan lain-lain. Kuis Bu Iris, No 6 Komponen Biaya Pelaksanaan Jelaskan komponen biaya pelaksanaan konstruksi pada bangunan air tersebut Kuis Bu Iris, No 6 Komponen Biaya Pelaksanaan BIAYA LANGSUNG Biaya Jalan Akses: biaya material (beton, base course, wiremesh), biaya peralatan (excavator, vibrator roller, concrete pump), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) Biaya Pembersihan dan Pematokan: biaya material (benchmark), biaya peralatan (excavator, pacul), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) Biaya Pekerjaan Galian Timbunan: biaya material (tanah timbunan), biaya peralatan (excavator, dump truck), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) Biaya Pekerjaan Pondasi: biaya material (beton, baja tulangan), biaya peralatan (drilling rig, diesel hammer), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) Biaya Pekerjaan Badan Bendungan: biaya material (beton, baja tulangan), biaya peralatan (concrete pump), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) Biaya Pekerjaan Pintu Air: biaya material (pintu air), biaya peralatan (crane), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) Biaya Pekerjaan Spillway (Bangunan Pelimpah): biaya material (beton, baja tulangan), biaya peralatan (concrete pump), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) Biaya Pekerjaan Pembersihan: biaya peralatan (excavator), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) Biaya Pekerjaan Pengecatan: biaya material (cat), biaya peralatan (kuas), dan biaya tenaga kerja (tukang dan mandor) BIAYA TIDAK LANGSUNG Biaya Honor: gaji staf proyek (manajer proyek, engineer, surveyor, staf administrasi lapangan) Biaya ATK dan Bahan Habis: biaya print gambar, biaya pengadaan alat tulis, kertas, tinta printer, pulpen, map, staples, galon air minum, sabun cuci tangan, tisu. Biaya K3: penyediaan APD, pelatikan K3, perlengkapan P3K dan medis, rambu dan peringatan K3, pengelolaan limbah K3, inspeksi K3 dan Audit. Biaya Transport Logistik: biaya transportasi peralatan kecil (peralatan ringan, perkakas atau sparepart kecil), biaya transportasi staf non produksi, biaya distribusi logistik internal. Biaya Gudang: biaya sewa ataupun pembangunan gudang sementara. Biaya Mob-Demob: biaya mobilisasi peralatan berat (excavator, dozer, crane), mobilisasi personel, demobilisasi peralatan dan personel. Biaya Pekerjaan Fasilitas Sementara: biaya sewa kantor ataupun pembangunan lapangan (direksikeet, bedeng pekerja) Kuis Bu Iris, No 7 Manajemen Risiko PERENCANAAN Siklus Manajemen Risiko Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian, dan Peluang Pada bagian ini, berbagai jenis bahaya pada pekerjaan konstruksi diidentifikasi. Tingkat risiko, rencana pengendalian, serta skala prioritas juga ditetapkan berdasarkan analisis dengan cara mengidentifikasi bahaya, menilai dan mengendalikan risiko, serta menilai peluang dengan memadupadankan nilai frekuensi terjadinya peristiwa bahaya K3 dengan tingkat keparahan atau kerusakan (fatality rate) yang ditimbulkan. Aspek-aspek yang dibahas pada bagian ini pada akhirnya akan dibentuk menjadi sebuah tabel IBPRP yang mencakup seminimalnya deskripsi risiko, penilaian risiko, pengendalian risiko, PIC, dan penilaian sisa risiko. Rencana Tindakan (Mitigasi) Pada Bagian ini meliputi sasaran khusus pada pengimplementasian pengendalian risiko K3, sumber daya yang dibutuhkan, jangka waktu pelaksanaan, indikator pencapaian, rencana monitoring, serta penanggung jawab terkait. Bagian ini juga berisikan penjabaran lebih lanjut dari kegiatan-kegiatan yang dideskripsikan pada kolom pengendalian, dimana penjabaran tersebut berisi panduan untuk mengatasi hingga memitigasi risiko. Rencana tindakan K3 harus mencakup langkah-langkah konkret yang harus diambil dalam menerapkan pengendalian risiko dan dilakukan untuk pencegahan kecelakaan serta upaya penerapan K3 secara berkelanjutan. Kuis Bu Iris, No 7 Manajemen Risiko Identifikasi risiko yang mungkin terjadi pada pelaksanaan konstruksi bangunan air tersebut (min 5) jelaskan bagaimana mitigasinya Identifikasi Risiko dan Mitigasi pada Pekerjaan Bendungan Risiko Pekerja Terjatuh dari Ketinggian Mitigasi: mengecek SOP pekerjaan sebelum eksekusi dilakukan, memastikan pekerja menggunakan APD yang lengkap dan berada pada keadaan fit, memberikan pertolongan pertama apabila terjadi insiden. Risiko Pekerja Terkena Alat Berat Mitigasi: mengecek SOP pekerjaan sebelum eksekusi dilakukan, memberikan rambu peringatan pada jalur mobilisasi alat berat, memastikan pekerja menggunakan APD yang lengkap dan berada pada keadaan fit, memberikan pertolongan pertama apabila terjadi insiden. Risiko Pekerja Terjatuh ke Aliran Sungai Mitigasi: mengecek SOP pekerjaan sebelum eksekusi dilakukan, memberikan tanda peringatan pada area-area yang berbahaya, memastikan pekerja menggunakan APD yang lengkap dan berada pada keadaan fit, memberikan pembatas area sungai, memberikan pertolongan pertama apabila terjadi insiden. Risiko Bangunan Ambruk Mitigasi: mengadakan pengawasan selama pekerjaan berlangsung, melakukan pengecekan kualitas seluruh material yang datang, memastikan pekerja menggunakan APD yang lengkap dan berada dalam keadaan fit, memberikan tanda peringatan pada area-area yang berbahaya, memberikan pertolongan pertama apabila terjadi insiden. Risiko Pekerja Tertimpa Material Mitigasi: mengecek SOP pengangkatan material, memastikan pekerja menggunakan APD yang lengkap dan berada dalam keadaan fit, memberikan tanda peringatan pada area-area yang berbahaya, memberikan pertolongan pertama apabila terjadi insiden. Risiko Bencana Mitigasi: melakukan pengecekan risiko bencana per harinya dan merencanakan alternatif pekerjaan lain yang dapat dilakukan saat terjadi bencana. Untuk bencana yang sangat besar, pekerjaan dapat diliburkan. Thank You WI-2002 Manajemen Proyek
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )