IMPLEMENTASI SOFTWARE ERP ODOO 8 DI WAREHOUSE PT APPAREL ONE INDONESIA SEMARANG Andana Cantya P, Dyah Ika Rinawati* Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275 (dyah.ika@gmail.com) Abstrak PT. Apparel One Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang garment. Dalam menjalankan proses bisnis nya terdapat permasalahan di bagian gudang bahan baku yaitu terkait efisiensi. Saat ini proses pencatatan dan pendataan barang yang masuk dan keluar di warehouse sebagian besar masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel yang mengakibatkan pekerjaan membutuhkan waktu dan tenaga kerja lebih banyak. Selain itu data dan informasi yang dimiliki suatu departemen tidak secara otomatis dapat diakses oleh departemen lain yang sebenarnya berhubungan dalam menjalankan pekerjaan nya dan membutuhkan data tersebut. Dengan menerapkan Software ERP seperti Odoo 8, dapat mengatasi permasalahan yang ada karena pencatatan dan pendataan dilakukan secara otomatis dan keputusan dapat diambil dengan cepat dan tepat. Dengan menerapkan SistemManajemen Pergudangan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kinerja dan mengurangi kesalahan dalam bekerja. Kata kunci : Gudang, Software Odoo, Sistem manejemen pergudangan. Abstract IMPLEMENTATION ERP SOFTWARE ODOO 8 at WAREHOUSE DEPARTMENT PT APPAREL ONE INDONESIA SEMARANG, PT, Apparel One Indonesia is a manufacturing company engaged in the garment. In running its business processes there are problems in the warehouse that is associated with efficiency. Currently the process of recording and logging of incoming and outgoing goods in the warehouse is still largely done manually using Microsoft Excel resulting work takes time and more manpower. In addition, data and information owned by a department not automatically able to be accessed by other departments which are actually related in running their job and requires the data. Implementing ERP software such as Odoo 8 can solve the problems that exist because of record keeping and data collection is done automatically and decisions can be taken quickly and accurately. Implementing a Warehouse Management System expected to improve efficiency and performance and reduce errors in the work. Keywords : Warehouse, Software Odoo, Warehouse management system *)Penulis Penanggung jawab 1. Pendahuluan Peran utama sistem informasi dalam bisnis terhadap sekumpulan tugas atau proses. adalah untuk memberikan Misalnya penggunaan dukungan yang efektif atas strategi Resource Planning (ERP). ERP menurut perusahaan agar dapat memperoleh O’Brien dan Marakas (2011) adalah keunggulan kompetitif. Peran strategis sistem sistem melibatkan mengintegrasikan proses setiap lini dalam penggunaan teknologi informasi untuk manajemen perusahaan. ERP merupakan mengembangkan berbagai produk, sistem informasi layanan, kemampuan yang dirancang untuk informasi dan ini lintas Enterprise fungsi yang perusahaan yang mengkoordinasikan memberikan perusahaan keunggulan besar semua sumber daya, informasi, dan atas tekanan kompetitif dalam pasar aktifitas yang diperlukan untuk proses global. bisnis lengkap. ERP sebagai suatu sistem Peran teknologi informasi pada yang terkomputerisasi jika dimanfaatkan perusahaan manufaktur sangat penting secara optimal dalam mengintegrasikan dalam misalnya setiap produksi, meningkatkan efisiensi perusahaan. PT. – Apparel berbagai pengontrolan pengontrolan hal, proses kegiatan jual beli, proses bisnis One maka Indonesia merupakan pendataan karyawan, pengaturan tentang perusahaan upah dan insentif karyawan dan banyak tergolong baru berdiri sehingga masih hal lainnya. Perusahaan membutuhkan perlu melakukan banyak peningkatan dan suatu sistem yang mampu mendukung perbaikan. seluruh aktifitas perusahaan. Penggunaan manufaktur yang bergerak di bidang teknologi garment/tekstil. informasi ini dimaksudkan yang akan dapat Sebagai PT. dikatakan perusahaan Apparel One untuk meminimalisir terjadinya kesalahan Indonesia (AOI) membutuhkan sistem dalam informasi sistem perusahaan, sehingga yang mampu melingkupi diharapkan kualitas manajemen, baik dari seluruh kegiatan atau proses bisnis di tingkatan paling rendah hingga tingkatan dalam paling akhir dapat meningkat. departemen yang ada di dalamnya. Hal ini perusahaan untuk setiap Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya akan sangat bermanfaat terutama untuk menyebabkan setiap perusahan merasa proses pengontrolan dan pendataan aspek perlu menerapkan teknologi informasi. di dalam perusahaan. Penerapan menyebabkan teknologi informasi perubahan-perubahan Untuk memenuhi keinginan tersebut maka PT. Apparel One Indonesia berupaya untuk menerapkan sistem operasi global, pelanggan lebih menuntut informasi berbasis Enterprise Resource dan perubahan teknologi yang terjadi Planning (ERP). Hal ini ditujukan untuk dengan cepat. Dalam rangka mengatasi memudahkan tantangan perusahaan dalam ini perusahaan perlu melakukan manajemen material terutama mengadopsi pendekatan inovatif seperti di bagian warehouse perusahaan agar sistem manajemen pergudangan yang lebih optimal. ERP dapat dideskripsikan diwujudkan dalam manajemen informasi. sebagai sebuah konsep untuk Penggunaan sistem informasi untuk merencanakan dan mengelola sumber pengelolaan gudang adalah adalah aspek daya organisasi agar dapat dimanfaatkan yang secara optimal untuk menghasilkan nilai Kompleksitas tambah penting bagi perusahaan. manajemen gudang bagi seluruh pihak yang ditunjukkan antara lain dengan jumlah berkepentingan (stake holder) atas dan heterogenitas produk yang ditangani, organisasi tersebut (Dhewanto, 2007). tingkat Software ERP yang digunakan dalam penggunaan teknologi serta karakteristik penelitian ini adalah software berbasis proses Open Source yaitu open ERP atau yang kompleksitas menjadi perlu untuk sistem saat ini bernama Odoo. Aplikasi ini manajemen informasi pergudangan yang mampu melakukan seluruh otomatisasi baik untuk menangani sumber daya perusahaan, gudang dan memonitor operasi gudang meliputi sebagian besar kebutuhan informasi serta proses bisnis tumpang terkait. tindih Akibat di material, peningkatan (Ramaa et al, 2012) perusahaan yang terintegrasi dan selain itu software ini dapat diperoleh secara gratis. 2.2 Enterprise Reseource Planning (ERP) ERP adalah perangkat lunak yang 2. Kajian Literatur Dalam merancang dan menulis laporan usulan penerapan ini bisnis sebuah perusahaan dengan cara dilakukan studi pustaka terkait teori-teori sharing informasi antar area fungsional. dari (Russel dan Taylor, 2003). ERP berfungsi aspek yang software ERP mengorganisasi dan mengelola proses berkaitan dalam pelaksanaan perancangan usulan nantinya. mengintegrasikan 2.1 Gudang penciptaan produk atau jasa perusahaan, Gudang saat ini dihadapkan pada mulai dari pemesanan proses-proses bahan-bahan berbagai tantangan seperti rantai pasok mentah dan fasilitas produksi sampai yang lebih terintegrasi dan lebih pendek, dengan terciptanya produk jadi yang siap ditawarkan kepada pelanggan (Indrajit 2.3 OpenERP/Odoo dan Djokopranoto, 2002). OpenERP atau yang sekarang lebih Menurut O’Brien dan Marakas dikenal dengan nama adalah (2011), sistem ERP dapat menghasilkan perangkat bisnis menyeluruh manfaat bisnis yang signifikan bagi yang didistribusikan secara open source perusahaan, diantaranya: dimana 1. Kualitas dan Efisiensi aplikasi Odoo didalamnya terdapat berbagai program aplikasi bisnis termasuk Sales, ERP menciptakan kerangka kerja Customer Relationship Management, yang dapat mengefisienkan layanan Project Management, Warehouse pelanggan, produksi, dan distribusi Management, Manufacturing, Finance and 2. Penurunan Biaya ERP sebagai terintegrasi Accounting, Human Resources dan lain sistem yang sebagainya. menghasilkan penurunan dalam biaya pemrosesan 3. Hasil dan Pembahasan transaksi, 3.1 Implementasi hardaware, software dibandingkan dengan sistem yang tidak terintegrasi. material 3. Pendukung Keputusan ERP Setelah bagian purchasing memesan menyediakan dan pembayaran kepada supplier maka barang akan dikirim informasi kepada perusahaan. Setelah melakukan kinerja bisnis lintas fungsi yang pengiriman penting secara melakukan barang, supplier akan cepat sehingga mengirimkan invoice mengenai barang manajer dalam yang telah dikirim ke perusahaan. Tugas mengambil keputusan tepat waktu. perusahaaan selanjutnya adalah mengecek membantu 4. Kelincahan Perusahaan ERP menghasilkan organisasi, tanggung apakah barang yang diterima sudah sesuai struktur jawab dengan invoice yang dikirim oleh supplier. Setelah barang diterima yang perlu manajerial, dan peran kerja yang dilakukan selanjutnya adalah transfer stock lebih fleksibel, serta menghasilkan dari organisasi dan tenaga kerja yang memasukkan barang kedalam warehouse lebih lincah dan adaptif dalam agar secara otomatis material tersebut memanfaatkan peluang baru bisnis. sudah tercatat di dalam stock warehouse. bagian penerimaan untuk Gambar 1 berikut adalah tampilan form penerimaan warehouse. material oleh bagian Gambar 1 Form Penerimaan Material oleh Warehouse Namun pada kondisi-kondisi tertentu supplier tidak selalu langsung mengirimkan material sesuai jumlah yang supplier mengirimkan material parsial seperti dapat dilihat pada Gambar 2. dipesan. Ada kemungkinan kondisi dimana Gambar 2 Hasil Penerimaan Material Secara Parsial *)Penulis Penanggung jawab secara Ketika semua material sudah dikirim warehouse juga bertugas mengeluarkan dari supplier, untuk menerima seluruh dan mencatat pengeluaran material yang material bagian warehouse hanya perlu digunakan untuk proses produksi. Ketika mengklik tombol transfer yang terdapat hendak melakukan proses produksi, bagian pada tampilan form sebelumnya untuk produksi akan membuat Manufacturing menandakan Order seluruh material sudah sebagai formulir diterima dan telah tercatat masuk kedalam pengeluaran warehouse. Berdasarkan penjadwalan produksi yang Receipt bukti penerimaan material telah sewaktu-waktu diperlukan. Contoh receipt planning dan Bill of Material dari produk penerimaan material dapat dilihat pada yang akan diproduksi bagian warehouse Gambar 3. dapat melihat secara sistematis pada ERP menanagani dan menyimpan material adalah menyiapkan material yang akan oleh production material apa saja yang perlu disiapkan. Contoh Manufacturing Order dapat dilihat pada Gambar 4. digunakan dalam proses produksi karena Gambar 3 Receipt Penerimaan Material oleh Warehouse *)Penulis Penanggung jawab bagian warehouse. material dapat dicetak sebagai arsip jika Salah satu tugas warehouse selain dibuat dari permintaan Melalui Manufacturing Order dalam yang tersedia akan berubah warna menjadi ERP, Departemen Produksi juga dapat hitam seperti pada Gambar 5, sedangkan melihat informasi ketersediaan material jika material tidak tersedia maka akan yang diperlukan untuk produksi dengan tetap berwarna mengklik “check availability”. Material Gambar 4 Manufacturing order Gambar 5 Pengecekan Ketersediaan Material *)Penulis Penanggung jawab merah. Gambar 6 Material telah dikeluarkan dari warehouse Jika semua material tersedia berarti bersifat manual menggunakan Microsoft tidak ada kendala dalam menyiapkan Excel. Hal ini tidak efisien karena material tersebut untuk. Setelah material pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih disiapkan dan dikirim ke bagian produksi banyak dan rumit serta membutuhkan dapat di-klik tombol “mark as started” waktu lebih lama. Pekerjaan di warehouse untuk menandakan kalau material sudah dapat dikeluarkan dan produksi sudah berjalan. mengimplementasikan ERP karena semua Sistem pekerjaan ERP akan secara otomatis dipermudah akan dengan terotomatisasi dan mengurangi stock material yang terdapat operator hanya perlu memvalidasi. ERP di warehouse dan akan mencatat setiap juga dapat meminimasi kesalahan karena pengeluaran material yang terjadi sebagian besar pekerjaan dilakukan secara 3.2 Analisis otomatis oleh sistem dimana operator Jika tanpa menggunakan ERP sebagian besar pekerjaan di warehouse sebagai user hanya mengontrol jalan nya sistem. terutama pencatatan dan pendataan masih Tabel 1 Perbandingan Kondisi Setelah dan Sebelum Penerapan ERP No 1 Kondisi saat ini Software OpenERP Pendataan penerimaan material Pendataan penerimaan barang masih dapat tercatat secara otomatis manual dengan menggunakan Ms. berdasarkan pembelian yang Excel dilakukan oleh Purchasing Lanjutan Tabel 2 Perbandingan Kondisi Setelah dan Sebelum Penerapan ERP 2 Sebagian penginputan database stock Material yang diterima akan material masih menggunakan Ms. terupdate secara otomatis oleh Excel software ini 3 Pendataan barang masuk dan keluar Pendataan barang dapat dilakukan gudang diupdate 2 kali perbulan secara otomatis karena tersimpan secara manual dengan Ms. Excel dalam database ERP 4 Dengan software Odoo 8 setiap Masing-masing departemen yang departemen yang berhubungan terlibat memiliki data tersendiri dan dapat melihat informasi yang sharing informasi masih terbatas diperlukan secara otomatis 2. Adanya 4. Kesimpulan integrasi antar perusahaan dapat Berikut adalah kesimpulan yang bagian diperoleh setelah melakukan perancangan dilakukan implementasi software ERP Odoo 8 di terkomputerisasi yang menjadikan warehouse PT Apparel One Indonesia: lebih mudah aliran informasinya 1. Penerapan software ERP Odoo 8 dengan cepat dan lebih efektif dalam di warehouse PT Apparel One menjalankan proses bisnis Indonesia perusahaan.. akan serta di data meningkatkan efisiensi pekerjaan yang terkait pencatatan dan pendataan di Daftar Pustaka warehouse karena akan A, Ramaa et al. (2012). Impact of mengurangi waktu dalam Warehouse Management System in melakukan setiap pekerjaan dan Supply Chain.International Journal mengurangi tenaga kerja yang of Computer Applications (0975 – diperlukan 8887) Volume 54– No.1, September untuk pecatatan. Selain itu penerapan ERP ini juga 2012 akan menyederhanakan pekerjaan Dhewanto, Wawan dan Falahah. (2007). operator di warehouse sehingga ERP (Enterprise Resource Planning) pekerjaan operator menjadi lebih Menyelaraskan Teknologi Informasi ringan. Pencatatan data produk dengan Strategi Bisnis. Bandung: barang masuk dan keluar maupun Informatika Bandung. penyimpanan digudang menjadi Indrajit, Richardus R., Richardus (2003). Konsep lebih akurat dan terdokumentasi Djokopranoto. dengan baik. Manajemen Supply Chain: Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang, Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia O’Brien, James A. dan Marakas, George M. (2011). Management Information Systems, 10th Edition. New York: McGraw-Hill/ Irwin Russel, R. S. dan B. W. Taylor. (2003). Operations Management. New Jersey: Prentice Hall
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )