Nama : Vienda Mega Wulandhari
NPM : 215009009
Kelas : A
Pengambilan keputusan merupakan suatu pemilihan alternatif terbaik dari beberapa
alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan
masalah. Dalam pengambilan keputusan, ada beberapa faktor/hal yang mempengaruhinya,
diantaranya : posisi, masalah, situasi, kondisi, dan tujuan. Proses pengambilan keputusan
merupakan tahap tahap yang harus dilalui atau digunakan untuk membuat keputusan. Tahap-tahap
ini merupakan kerangka dasar, sehingga setiap tahap dapat dikembangkan lagi menjadibeberapa
sub tahap (disebut langkah) yang lebih khusus/spesifik dan lebih operaisonal.
Menurut J Supranto secara umun pengambilan keputusan dapat dibagi kepada empat
kategori, yaitu:
1. Keputusan dalam keadaan kepastian (certainty)
Apabila semua informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan lengkap,
maka keputusan dikatakan dalam keadaan yang pasti (terdapat kepastian). Dengan kata
lain dalam keadaan ada kepastian, dapat meramalkan secara tepat hasil dari tindakan
(action). Misalnya dalam persoalan linear programming, dapat mengetahui berapa jumlah
keuntungan (profit) maksimum yang bisa diperoleh setelah mengetahui persediaan setiap
jenis bahan dan kebutuhan input bagi masing-masing jenis produk. Dalam kehidupan
sehari-hari, banyak sekali keputusan yang diambil dalam keadaan ada kepastian. Dengan
pasti arah untuk berangkat ke kantor, restoran favorit, atau obat yang mujarab. Hal-hal
semacam itu sudah sering dilakukan sehingga tidak perlu pemikiran yang mendalam.
Beberapa teknik penyelesaian pengambilan keputusan dalam kondisi kepastian
yaitu Linear Programming (LP) merupakan salah satu metode untuk pengambilan
keputusan di antara berbagai alternatif aktivitas ketika aktivitas-aktivitas tersebut dibatasi
oleh kendala tertentu, Model Transportasi, Model Penugasan, Model Inventory, Model
Antrian, Model Network.
2. Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (uncertainly)
Suatu keadaan dimana kita tidak dapat menentukan keputusan karena belum pernah
terjadi sebelumnya (pertama kali). Dalam keadaan ini kita perlu mengumpulkan informasi
sebanyak-banyak tentang suatu pemasalahan. Dengan informasi tersebut maka dapat
dibuat beberapa alternatif-alternatif keputusan sehingga dapat diketahui nilai
probabilitasnya. Dengan diperolehnya nilai probabilitas baik berdasarkan informasi yang
anda peroleh maupun berdasarkan pendapat anda secara subjektif. Permasalahan ini sudah
tidak lagi berada dalam ketidakpastian, melainkan berada dalam kepastian karena resiko
yang akan diterima telah diketahui. Walaupun nilai probabilitas yang anda peroleh cukup
kasar (roughly estimate). Pohon keputusan (decision tree) bisa dipergunakan untuk
memecahkan persoalan dalam ketidakpastian. Beberapa teknik penyelesaian pengambilan
keputusan dalam kondisi ketidakpastian
Kriteria maximax : pengambilan keputusan dengan dipilihnya hasil hasil terbesar
dari alternatif alternatif yang diberikan hasil maksimal dalam berbagai keadaan
secara alamiah.
Kriteria maximin : pemgambilan keputusa dengan membandingkan hasil terkecil
untuk setiap alternatif dengan alternatif yang menghasilkan nilai maksimal. Maka
dapat diambil keputusan dari perbandingan tersebut.
Kriteria Laplace : menurut kriteria ini, pengambilan keputusan mengansumsikan
bahwa probabilitas terjadinya berbagai kondisi dengan sama besar. Sehingga
diasumsikan bahwa semua kejadian mempunyai kemungkinan yang sama untuk
terjadinya. Hasil yang yang dipilih adalah yang memiliki nilai tertimbang tertinggi
Kriteria regret : pengambilan keputusan dapat diperoleh hasil keputusan yang
maksimal agar tidak terjadi suatu penyesalan (regret) dan dapat bertindak kedepan
dengan melihat keadaan masa lalu. Menurut kriteria ini pengambilan keputusan
akan mengalami suatu kerugian apabila suatu peristiwa terjadi menyababkan
alternatif yang dipilih kurang dari payoff maksimal.
Kriteria realism : pengamnilan keputusan yang memperlihakan suatu campuran
antara optimisme dan pesimisme.
Decision tree : pengambilan keputusan dengan mendapatkan secara grafis untuk
menghasilkan keputusan terbaik dalam kondisi ketidakpastian
3. Keputusan dalam keadaan risiko (risk)
Resiko terjadi bila hasil pengambilan keputusan walaupun tidak dapat diketahui
dengan pasti, tetapi dapat diketahui nilai kemungkinannya (probabilitas). aat mengambil
keputusan dalam kondisi beresiko, alternatif yang harus dipilih mengandung lebih dari satu
kemungkinan hasil dan lebih dari satu alternatif tindakan.
Pengambil keputusan dikondisi ini mengetahui peluang yang akan terjadi terhadap
berbagai tindakan dan serta resiko hasil pengumpulan keputusan tidak dapat diketahui
dengan pasti, walaupun diketahui nilai probabilitasnya. Ada 3 tipe orang dalam
menghadapi resiko :
Risk averter : orang yang enggan mengambil resiko
Risk neutral : orang yang netral terhadap resiko
Risk lover : orang yang senang ataupun berani mengambil resiko
Kemungkinan kejadian yang tidak pasti dengan masing-masing nilai probabilitas
memiliki nilai “pay off” sebagai hasil kombinasi suatu tindakan dan kejadian tidak pasti
tertentu. Adapun teknik penyelesaian pengambilan keputusan dalam kondisi berisiko yaitu
nilai harapan (expected value), nilai kesempatan yang hilang (opportunity loss), nilai
harapan informasi sempurna.
4. Keputusan dalam keadaan konflik (conflict)
Keputusan ini diambil saat orang tersebut mengambil keputusan yang bertentangan
dengan pihak lain, akibat diambilnya suatu keputusan menjadi tugas pengambil keputusan
untuk mempertimbangkan hal ini. Hal ini terjadi apabila alternatif keputasan yang harus
dipilih / diambil berasal dari pertentangan atau persaingan 2 atau lebih pengambil
keputusan.
Teori permainan umum digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan Tindakan sebuah unit atau bisnis untuk memenangkan persaingan dalam usaha
yang digelutinya. Untuk memenangkan persaingan itu,diperlukan analisis dan pemilihan
strategi pemasaran yang tepat khusunya strategi bersaing yang paling optimal bagi unit
usaha atau organisasi yang bersangkutan.
Penyelesaian masalah dalam teori permainan ini menggunakan 2 karakterisitik
strategi :
Strategi murni : dalam strategi ini 1 pihak akan menggunakan satu strategi untuk
mendapatkan hasil optimal.
Strategi campuran : dilakukan apabila strategi murni yang digunakan belum mampu
menyelesaikan masalah atau belum memberikan pilihan strategi yang optimal bagi
masing masing pihak.