OPTIMALISASI KEUNTUNGAN COFFEE SHOP YOCO MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING METODE GRAFIK Alvina Dinda Irwanti1, Dr. Nurul Hidayat, S.E, M.Se2 Universitas Borneo Tarakan, Jl. Amal Lama, No. 01, Kelurahan Pantai Amal, Kec. Tarakan Timur, Kota Tarakan 77123, Kalimantan Utara, Indonesia Email: alvinadindairwanti@gmail.com, nurul.hidayat8910@gmail.com. Abstrak — Maraknya coffee shop yang ada di Kota Tarakan tidak menutup semangat owner muda pemilik salah satu kedai kopi bernama YOCO. Sama halnya seperti kedai kopi yang lain, mereka menjual aneka minuman kafein maupun tidak, YOCO juga menawarkan aneka minuman kopi yang dapat dinikmati. Penelitian ini bertujuan untuk mencari nilai optimal keuntungan penjualan minuman kopi di YOCO coffee shop, adapun metode yang digunakan yaitu model program linier metode grafik dengan software POM-QM sebagai wadah pembanding perhitungan manual. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan keuntungan optimal untuk penjualan perbulan sebesar Rp6.571.429,- dengan menjual 285,7143 minuman Kopi Susu Vanilla. Kata kunci: Kedai Kopi, Optimalisasi, Program Linier, dan Metode Grafik. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-empat setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia dengan volume produksi mencapai 654 ribu ton pada tahun2017 atau setara dengan 6,84 persen dari produksi kopi global (International Coffee Organization, 2018). Faktor yang memengaruhi ekspor kopi Indonesia adalah harga kopi internasional (Fatimah, 2018). Harga kopi internasional ditentukan oleh Bursa London untuk robusta dan Bursa New York untuk arabika, mengakibatkan peningkatan harga kopi di Bursa belum tentu terjadinya peningkatan harga di tingkat petani kopi. Marlina (2014) menyatakan petani kopi lebih memilih menjual kopinya ke pedagang pengumpul dan pasar domestik dengan pertibangan jarak, harga, dan kekerabatan. Konsumsi kopi Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2014-2017. Berdasarkan data (International Coffee Organization, 2018) perkembangan jumlah konsumsi nasional tahun 2014-2018 jumlah konsumsi nasional sebesar 265.000 ton per tahun dan mengalami peningkatan pada tahun 2017-2018 sebesar 282.000 ton per tahun. Peningkatan konsumsi kopi di Indonesia harus diikuti peningkatan produksi kopi. Saat ini industri kopi berbentuk kedai kopi yang di awali dengan hobi minum kopi dan kemudian menyukai hobi tersebut menjadi usaha. Seiring dengan perkebangan zaman kedai-kedai kopi berkembang menjadi coffee shop modern. Coffee shop merupakan salah satu jenis café yang menjual berbagai jenis kopi dan biasanya menjual makanan ringan sebagai pendamping kopi (Tashim et al., 2019). Coffee shop dapat dijumpai hampir di seluruh kota, terutama kota-kota besar dan kota yang sudah populer dengan wisata kulinernya salah satunya adalah Kota Tarakan. Persaingan bisnis antar coffee shop menyebabkan perkembangan teknologi dan berorientasi pada kepuasan konsumen, sehingga penjual harus menjual kualitas kopi yang bermutu, harga terjangkau, dan bahan baku terpenuhi tepat pada waktunya. Linear programming adalah sebuah teknik matematika yang digunakan untuk memaksimalkan atau meminimalkan suatu fungsi linear tertentu, yang ditentukan oleh sejumlah variabel dan batasan linear yang terkait dengan variabel tersebut. Linear programming sangat berguna dalam situasi di mana Anda ingin menemukan solusi optimal dari masalah di mana ada beberapa variabel yang saling terkait dan memiliki batasan atau kendala tertentu. Metode grafik linear programming melibatkan pembuatan grafik 2D atau 3D dari fungsi linear dan batasan untuk menemukan titik optimal di dalam wilayah yang dibatasi oleh batasan tersebut. Metode ini lebih cocok untuk masalah dengan hanya dua variabel keputusan. Masalah dalam pengerjaan penelitian ini adalah data yang didapatkan oleh peneliti kurang akurat dikarenakan narasumber memiliki data yang terbatas dan juga wawancara tidak langsung dilakukan di lapangan atau objek. Peneliti tertarik meneliti objek ini dengan judul “OPTIMALISASI KEUNTUNGAN COFFEE SHOP YOCO MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING METODE GRAFIK” dikarenakan maraknya coffe shop yang ada di Kota Tarakan dan peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam terkait hasil laba yang telah dioptimalkan dari salah satu coffee shop, yaitu YOCO. A. Rumusan Masalah Dalam upaya mengetahui hasil yang telah dioptimalisasikan di YOCO coffee shop maka diperlukan linear programming dalam proses pengerjaannya. Adapun pertanyaan penelitiannya ialah berapa jumlah yang harus dijual untuk salah satu varian minuman kopi agar mendapatkan laba optimalnya? B. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hasil yang telah dioptimalisasikan dari penjualan dua jenis minuman kopi di YOCO coffee shop. 1. METODOLOGI PENELITIAN Jenis metode yang digunakan penulis pada penelitian ini merupakan metode peneltian kuantitatif yaitu pendekatan penelitian yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari mengumpulkan data, penafsiran terhadap data yang diperoleh, serta pemaparan hasilnya (Arikunto, 2006: 12). A. Metode Pengumpulan Data 1. Data Primer Metode pengumpulan data primer yang digunakan sebagai penelitian ini yaitu wawancara. Dalam metode ini dilakukan proses tanya jawab dengan narasumber dari pihak YOCO coffee shop untuk mendapatkan penjelasan dan data yang berhubungan dengan materi maupun objek dalam penelitian. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari luar perusahaan yang ada hubungannya dengan obyek penelitian yang dilakukan. Adapun data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari: a. Studi Pustaka Mempelajari dan memahami sumber data yang berasal dari buku-buku referensi relevan dan mendukung penelitian. b. Media Internet Sumber data yang berasal dari media internet yang berupa jurnal maupun artikel yang mendukung dengan obyek penelitian. B. Linear Programming Pemrogramam linier atau Linear Programming (LP) adalah suatu cara untuk menyelesaikan persoalan pengalokasian sumber-sumber yang terbatas di antara beberapa aktivitas yang bersaing, dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan. Persoalan pengalokasian ini dapat timbul dari berbagai macam arah, diantaranya seperti sumber daya, persediaan, pendistribusian. Program linier ini menggunakan model matematis untuk menjelaskan persoalan yang dihadapinya. Sifat “linier” di sini memberi arti bahwa seluruh fungsi matematis dalam model ini merupakan fungsi yang linier, sedangkan program berarti perencanaan. Dengan demikian, pemrograman linier (LP) adalah perencanaan aktivitas-aktivitas untuk memperoleh suatu hasil yang optimum, yaitu suatu hasil yang mencapai tujuan terbaik dintara seluruh alternatif yang fisibel (Dimyati, 1999). Atau dalam bahasa lain juga dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan persamaan atau pertidaksamaan linear yang mempunyai banyak penyelesaian, dengan memperhatikan syarat-syarat agar diperoleh hasil yang maksimum/minimum (penyelesaian optimum). Beberapa istilah yang sering digunakan dalam program linier adalah sebagai berikut : 1. Variabel keputusan, adalah kumpulan variabel yang akan dicari untuk ditentukan nilainya. Biasanya diberikan simbol u, v, w,…, dan jika cukup banyak biasanya digunakan , ,..., , ,..., 1 2 1 2 x x y y dan seterusnya. 2. Nilai ruas kanan, adalah nilai-nilai yang biasanya menunjukkan jumlah ketersediaan sumber daya untuk dimanfaatkan sepenuhnya. Simbol yang digunakan biasanya bi dimana i adalah banyaknya kendala. 3. Variabel tambahan, adalah variabel yang menyatakan penyimpangan positif atau negatif dari nilai ruas kanan. Variabel tambahan dalam program linear sering diberi simbol , , ,... 1 2 3 s s s . 4. Koefisien teknik, biasa diberi simbol aij , menyatakan setiap unit penggunaan j b dari setiap variabel j x . 5. Fungsi tujuan, merupakan pernyataan matematika yang menyatakan hubungan Z dengan jumlah dari perkalian semua koefisien fungsi tujuan. 6. Nilai tujuan (Z) , merupakan nilai fungsi tujuan yang belum diketahui dan yang akan dicari nilai optimumnya. Z dibuat sebesar mungkin untuk masalah minimum dan dibuat sekecil mungkin untuk masalah maksimum. 7. Koefisien fungsi tujuan, adalah nilai yang menyatakan kontribusi per unit kepada Z untuk setiap j x dan disimbolkan j c . Menurut Jong Jek Siang (2011) adapun masalah yang dapat diselesaikan dengan model program linier mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Semua variabel penyusunnya bernilai tidak negatif. 2. Fungsi objektif dapat dinyatakan sebagai fungsi linier variabel- variabelnya. 3. Kendala dapat dinyatakan sebagai suatu sistem persamaan linier. Menurut Tjutju Tarliyah Dimyati dan Ahmad Dimyati (2004), menerangkan bahwa ada asumsi dasar yang diperlukan untuk membentuk suatu pemrograman linier yaitu: 1. Asumsi Kesebandingan (Proportionality). Kontribusi setiap variabel keputusan terhadap fungsi tujuan adalah sebanding. 2. Asumsi Penambahan (Addivity). Kontribusi setiap variabel keputusan terhadap fungsi tujuan bersifat tidak bergantung pada nilai dari variabel keputusan lain. 3. Divisibility. Nilai variabel keputusan dapat berupa bilangan pecahan. II-3 4. Deterministic (Certainty) Semua konstanta (parameter) diasumsikan mempunyai nilai yang pasti. Model LP merupakan bentuk dan susunan dalam menyajikan masalah- masalah yang akan dipecahkan dengan teknik LP. Dalam model LP dikenal 2 (dua) macam “fungsi”, yaitu fungsi tujuan (Objective Function) dan fungsi batasan (constraint function). • Fungsi Tujuan. Fungsi yang menggambarkan tujuan/sasaran di dalam permasalahan LP yang berkaitan dengan pengaturan secara optimal sumberdaya-sumberdaya, untuk memperoleh keuntungan maksimal atau biaya minimal. Nilai yang akan dioptimalkan dinyatakan sebagai Z • Fungsi Batasan merupakan bentuk penyajian secara matematis batasanbatasan kapasitas yang tersedia yang akan dialokasikan secara optimal ke berbagai kegiatan. C. Metode Grafik Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya terdapat dua variabel keputusan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memformulasikan permasalahan yang ada ke dalam bentuk Linear Programming (LP). Langkah-langkah dalam formulasi permasalahan adalah: 1. Pahamilah secara menyeluruh permasalahan manajerial yang dihadapi. 2. Identifikasikan tujuan dan kendalanya. 3. Definisikan variabel keputusannya. 4. Gunakan variabel keputusan untuk merumuskan fungsi tujuan dan fungsi kendala secara matematis. Metode grafik hanya dapat digunakan dalam pemecahan masalah linear programming yang berdimensi 2 x n atau m x 2, karena keterbatasan kemampuan suatu grafik dalam menyampaikan sesuatu. Langkah-langkah dalam menggunakan metode grafik: Menentukan fungsi tujuan dan memformulasikannya dalam bentuk matematis Mengidentifikasi batasan yang berlaku dalam memformulasikannya dalam bentuk matematis Menggambarkan masing-masing garis fungsi batasan dalam satu sistem salib sumbu Mencari titik yang paling menguntungkan (optimal) dihubungkan dengan fungsi tujuan 3. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengumpulan Data Sebagaimana yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, bahwa untuk membahas permasalahan yang didapatkan akan menerapkan linear programming metode grafik dengan menggunakan aplikasi software POMQM. Adapun data ini diperoleh dari hasil wawancara salah satu karyawan YOCO coffee shop dan kemudian dioleh kembali oleh peneliti. Dari data tersebut, didapatkan bahwa penjualan di coffee shop lumayan menguntungkan biarpun saingan yang tak sedikit. B. Pengolahan Data YOCO coffee shop yang diteliti ini adalah salah satu kedai kopi yang terletak di Kota Tarakan. Kedai ini memiliki persediaan bahan baku sebanyak 40kg kopi dan 60liter susu. YOCO coffee shop ini sendiri menjual berbagai jenis minuman kopi. Dari sekian menu tersebut peneliti mengambil 2 sampel untuk perbandingan manakah dari keduanya yang lebih bisa dioptimalkan dalam menghasilkan laba, kedua menu tadi adalah Kopi Susu YOCO dan Kopi Susu Vanilla. Kopi Susu YOCO membutuhkan 15gr kopi dan 240ml susu. Sedangkan Kopi Susu Vanilla membutuhkan 12gr kopi dan 210ml susu. Kopi Susu YOCO dijual dengan harga Rp20.000,- dan Kopi Susu Vanilla seharga Rp23.000,-. Berikut ini adalah hasil perhitungan dengan linear programming menggunakan POM-QM. Gambar 1. Hasil perhitungan POM-QM Sumber: (Penulis, 2023) Dari hasil di atas didapatkan bahwa untuk mengoptimalisasikan keuntungan YOCO coffee shop, maka mereka harus menjual kisaran 285,7143 gelas varian Kopi Susu Vanilla dan akan mendapatkan laba sebesar Rp6.571.429,- Dan gambar di bawah ini adalah bentuk dari metode grafiknya. (Sumber: Penulis, 2023 dengan POM-QM) 4. KESIMPULAN Linear programming adalah metode untuk memperoleh hasil optimal dari suatu model matematika yang disusun dari hubungan linear. Program linear adalah kasus khusus dalam pemrograman matematika. Dari pemaparan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa data linear programming dengan metode grafik menghasilkan laba optimal sebesar Rp6.571.429,- jika menjual 285,7143 gelas minuman Kopi Susu Vanilla. Dari sini dapat dilihat bahwa linear programming sangat membantu dalam menentukan mana pendapatan yang dapat mengoptimalkan laba suatu usaha. Sarannya, tiap pelaku usaha dalam menerapkan metode ini agar dapat memperkirakan pengoptimalisasian laba. 5. DAFTAR PUSTAKA Harianto, R. A, dan Syarief, F. (2021). Optimasi Produk Tenunan Untuk Meningkatkan Laba Bisnis Di Era Pandemik Covid 19. Conference on Economic and Business Innovation. Rumetna, M. S., Lina, T. N., Sari, T. P., dkk. (2021). Optimasi Jumlah Produksi Roti Menggunakan Program Linear dan Software POM-QM. Computer Based Information System Journal, 09(01), 2337-8794. Wulandhari, A. M., (2021). Implementasi Linear Programming dalam Rangka Optimalisasi Laba pada UMKM Mie Pak Joko. Perpustakaan PKN STAN. Hakim, L., Paramu, H. dan Gusminto, E. B., (2018). Penerapan Linear Programming dalam Penentuan Kombinasi Produk Guna Memaksimalkan Laba pada UD Putera Sroedji Jember. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 12(3). Nuraeni, N., & Sari, R. P. (2022). Optimalisasi Keuntungan Home Industry Tempe Menggunakan Program Linier Metode Grafik (Desa Telukambulu). Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 3223–3229 Andarayani, T. ., & Sari, R. P. . (2022). Optimalisasi Keuntungan pada Pabrik Tempe dengan Metode Grafik dan Metode Branch And Bound (Studi Kasus: Pabrik Tempe Rengasdengklok Pak Walim). Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1), 3366–3375. Fitri, A., Berliana, D., & Anggraini, N. (2021). Procurement of Ready to Drink Coffee Product Raw Materials at The Coffee Shop in Bandar Lampung. (AGRIMOR) Jurnal Agribisnis Lahan Kering, 6(1), 42-48. Hillier, F. S., & Lieberman, G. J. (2013). Introduction to operations research. McGraw-Hill Higher Education. Winston, W. L. (2014). Operations research: Applications and Algorithms. Cengage Learning. Taha, H. A. (2011). Operations research: An Introduction. Pearson Education.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )