MATA KULIAH PENGUJIAN PENETRAN
DAN MAGNETIK
Najib Alwan Zaky
4422301014
Mhd Gunawan
Syaputra
4422301018
Ogy Hermansyah
4422301015
Rudy Hamongan
Sianipar
4422301019
Muhammad
Hasbibullah
4422301016
Safriadi Rivaldo
Sihotang
4422301020
Kapilaritas adalah kemampuan suatu cairan untuk mengalir
dalam ruang sempit berlawanan dengan gaya gravitasi
(mengalir ke atas). Ruang sempit ini bisa berupa pipa kecil
atau bahan berpori. Fenomena ini terjadi karena adanya
interaksi antara molekul cairan dengan molekul dinding ruang
sempit tersebut.
Kohesi adalah gaya tarik-menarik antara molekulmolekul yang sejenis. Gaya ini menyebabkan molekulmolekul dalam suatu zat cenderung untuk tetap
bersama.
Adhesi adalah gaya tarik-menarik antara
molekul-molekul yang berbeda jenis. Gaya ini
menyebabkan suatu zat dapat menempel pada
zat lain.
1.Naiknya air melalui batang tumbuhan
Fenomena ini disebut transpirasi atau kapilaritas dalam
tumbuhan. Air naik melalui batang tumbuhan karena adanya
gaya kapiler antara air dan dinding sel tumbuhan. Ketika air
menguap melalui daun (transpirasi), kekosongan yang
terbentuk menyebabkan air ditarik naik dari akar melalui
batang untuk menggantikan air yang hilang
2. Naiknya minyak tanah pada sumbu kompor
Ini adalah contoh fenomena kapilaritas dalam bahan porus.
Sumbu kompor terbuat dari bahan yang memiliki banyak ruang
kecil (pori-pori) di dalamnya. Minyak tanah dapat naik melalui
sumbu karena adanya gaya kapiler yang menarik minyak tanah ke
atas. Proses ini memungkinkan minyak tanah untuk sampai ke
ujung sumbu dan terbakar.
1.Tetesan air yang berbentuk bulat karena molekul-molekul air saling
tarik-menarik
Fenomena ini terjadi karena gaya kohesi antar molekul air. Molekulmolekul air saling tarik-menarik satu sama lain karena adanya ikatan
hidrogen, yang menyebabkan air membentuk tetesan yang bulat.
Ketika air jatuh atau menetes, molekul-molekul air berusaha untuk
saling menarik satu sama lain, meminimalkan luas permukaan air
yang terkena udara, dan membentuk tetesan dengan bentuk bulat
yang memiliki energi permukaan minimum.
2. Permukaan air yang tampak seperti "kulit" tipis karena gaya
kohesi di permukaan
Fenomena ini disebut tegangan permukaan (surface tension).
Gaya kohesi antar molekul-molekul air yang terletak di permukaan
air menyebabkan mereka saling menarik dan membentuk
permukaan yang lebih rapat, seperti sebuah "kulit" tipis. Molekulmolekul air yang berada di permukaan tertarik lebih kuat ke
molekul air di bawahnya, yang menyebabkan permukaan air
tampak lebih padat dan menahan benda-benda ringan
1.Air yang menempel pada kaca
Fenomena ini terjadi karena adanya gaya adhesi antara molekulmolekul air dan permukaan kaca. Molekul air tertarik oleh
permukaan kaca yang bersifat polar, sehingga air bisa menempel
pada kaca. Selain itu, interaksi antara molekul air dan permukaan
kaca menyebabkan air menempel pada kaca dan membentuk
lapisan tipis di permukaannya.
2. Lem yang merekatkan dua benda
Fenomena ini juga melibatkan gaya adhesi. Lem berfungsi
dengan cara menempelkan dua permukaan benda dengan cara
membentuk ikatan antara molekul-molekul lem dan molekulmolekul pada permukaan benda. Ketika lem diterapkan pada dua
permukaan, molekul lem menarik molekul permukaan benda,
membuat kedua benda tersebut menyatu.
Kapilaritas sangat dipengaruhi oleh kohesi dan
adhesi. jika gaya adhesi antara cairan dan
dinding ruang sempit lebih kuat daripada gaya
kohesi antar molekul cairan, maka cairan
akan naik (kapilaritas). Sebaliknya, jika gaya
kohesi lebih kuat daripada gaya adhesi, maka
cairan akan turun