PROJECT BASED LEARNING SI-2231 REKAYASA HIDROLOGI Diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan Mata Kuliah Rekayasa Hidrologi Disusun Oleh: Muhammad Fadly Alfarizi 122210042 Asisten Exa Achwaddah 121210071 KELOMPOK KEAHLIAN REKAYASA SUMBER DAYA AIR PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNOLOGI INFRASTRUKTUR DAN KEWILAYAHAN INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA 2024 DAFTAR ISI COVER ................................................................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. ii LEMBAR ACC JILID ......................................................................................... iii LEMBAR ASISTENSI ........................................................................................ iv LEMBAR SOAL ................................................................................................... v KATA PENGANTAR .......................................................................................... vi DAFTAR ISI .......................................................................................................... 2 DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... viii DAFTAR TABEL ................................................................................................ ix DAFTAR GRAFIK ............................................................................................... x BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1 1.2. Rumusan Masalah ......................................................................... 2 1.3. Maksud dan Tujuan ....................................................................... 3 1.4. Ruang Lingkup .............................................................................. 4 1.5. Sistematika Penulisan ................................................................... 5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Hidrologi ....................................................................................... 6 2.2. Hidraulika ...................................................................................... 7 2.3. Perhitungan Curah Hujan Wilayah ............................................... 8 2.3.1. Metode Rata-Rata Aljabar ................................................. 9 2.3.2. Metode Polygon Thiessen ............................................... 10 2.3.3. Metode Isohyet ................................................................ 11 2.4. Analisis Frekuensi ....................................................................... 12 2.4.1. Distribusi Normal ............................................................ 13 2.4.2. Distribusi Log Normal .................................................... 14 2.4.3. Distribusi Log Pearson III............................................... 15 2.4.4. Distribusi Gumbel ........................................................... 16 2.4.5. Uji Chi-Square ................................................................ 17 2.4.6. Uji Smirnov Kolmogorov ................................................ 18 TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 2.5. Intensitas Curah Hujan ................................................................ 19 2.5.1. Metode Mononobe........................................................... 20 2.5.2. Metode Talbot ................................................................. 21 2.5.3. Metode Shearman ........................................................... 22 2.6. Debit Rencana ............................................................................. 23 BAB III METODOLOGI 3.1. Soal Tugas Besar ......................................................................... 24 3.2. Peta DAS dan Metode Pengerjaan .............................................. 25 3.3. Flowchart .................................................................................... 26 BAB IV ANALISIS DAN PERHITUNGAM 4.1. Analisis Perhitungan Thiessen dan Isohyet ................................. 27 4.2. Analisis Curah Hujan Harian Maksimum Tahunan .................... 28 4.3. Analisis Distribusi Frekuensi ...................................................... 29 4.4. Uji Kecocokan Distribusi ............................................................ 30 4.5. Analisis Curah Hujan .................................................................. 31 4.6. Analisis Intensitas Hujan dan Kurva IDF ................................... 32 4.7. Analisis Debit .............................................................................. 33 BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan ................................................................................. 34 5.2. Saran............................................................................................ 35 Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan sumber daya yang sangat berharga dan diperlukan bagi kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Selain fungsi biologisnya, air juga dapat bergerak, berpindah dan menyesuaikan bentuknya tergantung pada wadahnya. Air dapat mempunyai energi yang besar, misalnya air hujan yang jatuh ke permukaan tanah dapat menyebabkan erosi karena pancaran air membuat tanah menjadi keropos. Air dalam jumlah banyak akan membawa material lepas ke dalam erosi lempengan. Di beberapa tempat, erosi dapat berubah menjadi erosi parit dan erosi lembah. Selain itu, air dalam jumlah besar dapat menjadi limpasan permukaan sehingga menyebabkan banjir Siklus air (hidrologi) adalah salah satu konsep dasar dalam biogeokimia yang menggambarkan proses perubahan wujud air, pergerakan aliran air, dan ragam jenis air yang mengikuti suatu siklus keseimbangan yang terjadi di lingkungan alam. Proses siklus hidrologi ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu: proses penguapan, proses evapotranspirasi, proses hujan, proses aliran air, proses pengendapan air tanah, dan proses air tanah ke laut.(Syahputra & Arifitama, 2018) Air secara alami mengalir dari hulu ke hilir, dari daerah yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah. air mengalir diatas permukaan tanah namun air juga mengalir di dalam tanah. di dalam lingkungan alam, proses, perubahan ujud, gerakan aliran air (di permukaan tanah, di dalam tanah, dan di udara) mengikuti suatu siklus keseimbangan yang dikenal dengan siklus hidrologi (Kodatie,2010). Siklus Hidrologi adalah siklus air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer kebumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, transpirasi.(ANNISA SALSABILA, 2017) presipitasi, evaporasi, dan TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam Project Based Learning ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana menghitung distribusi curah hujan dengan menggunakan metode Thiessen dan Isohyet? 2. Bagaimana cara menghitung curah hujan harian maksimum tahunan berdasarkan hujan rata-rata daerah dengan menggunakan metode Thiessen atau metode Isohyet? 3. Bagaimana cara menentukan jenis distribusi frekuensi dengan menggunakan distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III? 4. Bagaimana cara menganalisis uji kecocokan distribusi frekuensi dengan menggunakan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov? 5. Bagaimana cara menghitung curah hujan berdasarkan distribusi yang cocok dengan kala ulang? 6. Bagaimana cara menganalisis intensitas hujan dankurva IDF dengan metode Mononobe, Talbot, dan Shearman? 7. Bagaimana cara menganalisis debit dengan kala ulang dengan menggunakan metode rasional Q2-Q100? 1.3 Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dalam Project Based Learning ini adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui curah hujan rata-rata daerah dengan menggunakan metode Thiessen dan Isohyet. 2. Mengetahui curah hujan harian maksimum tahunan berdasarkan hujan rata-rata daerah dengan menggunakan metode Thiessen atau metode Isohyet. 3. Dapat menentukan jenis distribusi frekuensi dengan menggunakan distribusi Normal, Log Normal, Gumbel dan Log Pearson III. 4. Mengetahui distribusi frekuensi dengan menggunakan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov. 5. Memahami cara menghitung curah hujan berdasarkan distribusi yang cocok dengan kala ulang. Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 5 6. Mengetahui intensitas hujan dengan menggunakan metode Mononobe, Talbot, dan Shearman. 7. Mengetahui debit rencana setiap kala ulang tertentu menggunakan metode rasional. 1.4 Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup dari Project Based Learning ini adalah sebagai berikut: 1. Peta yang digunakan adalah peta DAS B 2. Data yang dikaji dari data DAS Kabupaten Lampung Selatan adalah data curah hujan yang diambil dari data bulanan pada tahun 1986-2005 pada 5 Pos Hujan (PH), yaitu PH-010-Penengahan, PH-019-Way Ketibung Sd. Mulyo, PH-031-Way Pisang, PH-032-Bumi Sari, dan PH-033-Negara Ratu. 3. Penentuan debit hujan dengan metode rasional pada tahun 1986-2005. 4. Penentuan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) dan curah hujan rata-rata suatu wilayah dengan menggunakan metode Thiessen dan Isohyet. 5. Penentuan distribusi frekuensi curah hujan dengan menggunakan empat metode yaitu Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III. 6. Pengujian kecocokan curah hujan dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji Smirnov-Kolmogorov. 7. Penentuan intensitas curah hujan dengan metode Mononobe, Talbot, dan, Shearman. 1.5 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan pada Project Based Learning ini adalah sebagai berikut: 1. BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini berisikan latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, ruang lingkup dan sistematika penulisan. 2. BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini berisikan landasan teori yang menjelaskan mengenai pengertian hidrologi dan curah hujan secara keseluruhan. TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 3. BAB III METODELOGI Dalam bab ini berisikan soal, data, dan peta yang digunakan, serta berisi beberapa metodologi yang menyertakan flowchart, untuk melakukan penelitian seperti peta DAS. 4. BAB IV ANALISIS DAN PERHITUNGAN Dalam bab ini akan berisikan perhitungan dari Project Based Learning serta hasil dari penelitian dan juga analisis Project Based Learning 5. BAB V PENUTUP Dalam bab ini akan berisikan kesimpulan dan saran yang didapatkan sebelumnya. Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Hidrologi Hidrologi adalah salah satu cabang ilmu yang mencakup mekanisme sistematis yang berkaitan dengan air di bumi dan Pengertian Hidrologi adalah ilmu yang membahas tentang air dan hubungannya dengan ruang dan waktu serta kuantitas dan kualitas air di bumi. dan juga mencakup proses hidrologi, transportasi, distribusi, sirkulasi cadangan, eksplorasi, pengembangan dan pengelolaan. Hidrologi adalah suatu ilmu yang menjelaskan tentang kehadiran dan pergerakan air alam bumi ini, termasuk siklus hidrologi dan sumber daya air. Siklus hidrologi atau siklus air adalah proses pergerakan molekul air yang berlangsung secara terus menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi. Pergerakan air laut ke udara, kemudian jatuh ke permukaan tanah lagi sebagai hujan atau bentuk presipitasi lain, dan akhirnya mengalir ke laut kembali. Bidang hidrologi meliputi hidrometeorologi, hidrologi air permukaan, hidrogeologi, pengelolaan limbah dan kualitas air, dimana air memegang peranan penting. Meliputi berbagai bentuk air yang menyangkut perubahan-perubahannya Antara lain keadaan air, padat, dan gas dalam atmosfer, di bawah dan di atas permukaan tanah. Di dalamnya terdapat permukaan air laut yang merupakan sumber penyimpanan air yang mengaktifkan penghidupan di planet bumi kita ini Suatu sistem DAS menjadi model-model hidrologi DAS. Hal ini telah dirasakan kebutuhan akan teknik pemodelan hidrologi yang mampu mengevaluasi dan menduga secara cepat dampak hidrologi dari perubahan dan tindakan pengelolaan tertentu yang terjadi di dalam suatu DAS. Model hidrologi demikian akan merupakan dasar bagi teknologi pengelolaan DAS yang rasional, efektif dan efisien, yaitu dengan kemampuan eksperimentasi dan simulasi dengan komputer.(Budi Harsoyo, 2015) TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 2.2 Hidraulika Menurut bahasa hidraulika adalah ilmu yang mempelajari tentang berbagai gerak dan kesetimbangan zat cair. Hidraulika didefinisikan memiliki sifat bergerak melalui air atau cairan: gerakan oleh energi hidrolik. Yang kami maksud dengan hidrolika adalah bagian-bagian mesin atau instalasi tempat berbagai proses hidrolik berlangsung. Untuk , salah satu instalasi atau mesin tersebut adalah pompa kebakaran , tempat berlangsungnya proses hidrolik. Pompa fire hydrant adalah suatu alat yang digunakan untuk mengangkat air secara otomatis dari posisi yang rendah ke posisi yang lebih tinggi dengan menggunakan energi yang berasal dari air itu sendiri. Alat sederhana dan efektif ini digunakan dalam kondisi sesuai dengan kondisi yang diperlukan untuk proses kerja. Gaya dinamis berupa tekanan dinamis yang ditimbulkan oleh gaya air yang meluncur dari atas. Tekanan air kemudian diubah menjadi gaya untuk mengangkat air ke target yang lebih tinggi. Heavy equipment atau Alat berat adalah alat yang di gunakan oleh manusia untuk membantu mengerjakan pekerjaan yang berat/susah. Alat berat biasanya digunakan pada pertambangan, pembangunnan kota (bangunan), kehutanan, dan lain lain. Untuk karena itu penulis melakukan analisa pada alat berat yaitu “attachment excavator KOMATSU PC 200”. Pada dasar nya excavator merupakan sebuah alat/machine yang digunakan untuk menggali, memuat dan memindahkan material dari satu tempat ke tempat lain. Dalam dunia alat berat pada hal ini unit excavator, proses memindahakan material dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan operasi dari berbagai macam attachment yang ada pada sebuah unit excavator. Operasi attachment excavator sangat dipengaruhi oleh besarnya daya hidraulik.(Gilang Listyo Effendy, 2020) 2.3 Perhitungan Curah Hujan dan Wilayah Data curah hujan merupakan informasi mengenai banyaknya hujan yang terjadi pada suatu wilayah selama kurun waktu tertentu. Data curah hujan biasanya dikumpulkan dan dilaporkan oleh stasiun cuaca dalam satuan milimeter per satuan waktu, seperti milimeter per jam, per hari, per bulan, atau per tahun. Data curah hujan penting dalam pengelolaan hidrologi dan sumber daya air karena Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 9 mempengaruhi volume dan pola aliran di suatu wilayah serta kelangsungan hidup manusia dan lingkungan. Data curah hujan juga digunakan untuk menghitung aliran sungai dan air permukaan lainnya, memodelkan siklus hidrologi, dan memprediksi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Dalam cakupan pembicaraan yang luas, kita bisa melihat banjir sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan Bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah. Banjir terjadi karena curah hujan yang diterima oleh permukaan bumi tidak dapat terserap ke dalam lapisan tanah, kemudian mengalir menyebabkan akumulasi air di atas normal sehingga sistem pengaliran air yang terdiri dari sungai dan anak sungai alamiah serta sistem drainase dan kanal penampung banjir buatan yang ada tak mampu menampung akumulasi air hujan sehingga meluap. Daya tampung sistem pengaliran air tak selamanya sama tapi berubah akibat sedimentasi, penyempitan sungai, tersumbat sampah serta hambatan lainnya. Secara alamiah, hujan akan menyerap ke dalam tanah dan kemudian diikat oleh akar pepohonan dan dialirkan lagi melalui aliran air yaitu di sungai.(Dewi Aryani, 2014) 2.3.1 Metode Rata-Rata Aljabar Metode perhitungan rata-rata aritmatik atau juga disebut arithmatic mean merupakan cara sederhana yang dapat digunakan dalam menghitung curah hujan. Metode arithmatic mean biasanya digunakan untuk daerah yang datar dengan jumlah pos curah hujan yang banyak serta dengan asumsi bahwa curah hujan di wilayah tersebut adalah seragam(Rifan N.S. Lesawengan & Dr. Sri Yulianto Joko Prasetyo., 2017) Adapun persamaan yang digunakan pada perhitungan curah hujan rata-rata dengan metode Aljabar, sebagai berikut: ̅ = R1+R2+R3+Rn R n Keterangan: (2.1) TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 R̅ = Curah hujan rata-rata (mm) n = Jumlah stasiun Rn = Besarnya curah hujan pada masing-masing stasiun hujan (mm) Gambar 2.1. Gambar Peta Metode Aljabar Sumber: pewedhi.wordpress, 2017 2.3.2 Metode Polygon Thiessen Metode poligon thiessen ini dapat digunakan pada daerah yang memiliki titik pengamatan tidak merata. Cara yang dilakukan pada metode ini adalah dengan membuat poligon yang memotong tegak lurus pada tengah-tengah garis penguhubung dua stasiun hujan. Berdasarkan pemotongan tersebut setiap stasiun penakar Rn akan terletak pada suatu wilayah poligon tertutup.(Rifan N.S. Lesawengan & Dr. Sri Yulianto Joko Prasetyo., 2017) Adapun persamaan yang digunakan pada perhitungan curah hujan rata-rata dengan metode Thiessen, sebagai berikut: P= A1 P1 +A2 P2 + … An Pn Atotal (2.2) Keterangan: P 132 = Hujan rata-rata Kawasan A1, A2 = Luasan daerah yang mewakili Stasiun 1,2,… P1, P2 = Hujan Pada stasiun 1,2,… Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 11 Gambar 2.2. Metode Thiessen Sumber: pewedhi.wordpress, 2017 2.3.3 Metode Isohyet Metode Isohyet adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan curah hujan yang sama. Pada metode Isohyet, dianggap bahwa hujan dalam suatu wilayah diantara dua garis Isohyet adalah merata dan sama dengan nilai rerata dari kedua garis Isohyet tersebut.(Rifan N.S. Lesawengan & Dr. Sri Yulianto Joko Prasetyo., 2017) Adapun persamaan yang digunakan pada perhitungan curah hujan rata-rata dengan metode Isohyet, sebagai berikut: d 𝑑= +d1 ×A1 2 ∑ni=1 i-1 ∑ni-1 A1 Keterangan: d = Curah hujan rata-rata areal (mm) A1 , … = Luas daerah untuk ketinggian curah hujan Isohyet (km2 ) d1 , … = Curah hujan di garis Isohyet (mm) A = Luas total Gambar 2.3. Metode Isohyet (2.3) TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 Sumber: Randi Ashab,2019 2.4 Analisis Frekuensi Analisis frekuensi adalah kemungkinan besar terjadinya curah hujan dalam periode berulang tertentu sebagai hasil serangkaian analisis hidrologi.Analisis frekuensi ini mengandalkan karakteristik statistik dari data kejadian masa lalu untuk memperoleh probabilitas curah hujan di masa depan dengan asumsi bahwa karakteristik statistik kejadian curah hujan di masa depan akan selalu sama dengan karakteristik statistik kejadian curah hujan masa lalu. Berikut beberapa jenis distribusi yang digunakan dalam analisi frekuensi. 2.4.1 Distribusi Normal Metode distribusi normal merupakan salah satu metode yang digunakan dalam analisis frekuensi curah hujan untuk menentukan kurva intensitas-durasi-frekuensi (IDF). Metode ini memodelkan curah hujan dengan menggunakan distribusi normal. Pada metode distribusi normal, distribusi curah hujan diasumsikan mengikuti distribusi normal dengan dua parameter yaitu nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi. Dalam hal ini mean mewakili rata-rata curah hujan dan nilai standar deviasi menggambarkan variasi curah hujan dari mean. Distribusi normal merupakan fungsi dari peluang atau periode ulang dan tipe model matematik distribusi peluang yang digunakan untuk analisis peluang.(Upomo & Kusumawardani, 2016) Adapun persamaan distribusi normal adalah sebagai berikut: Xt= Xr ×z.Sx (2.4) Jumlah total (2.5) Xr = N Keterangan: Xt = Curah hujan rencana Xr = Curah hujan rata-rata Sx = Standar deviasi Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 13 2.4.2 Distribusi Log Normal Distribusi log normal merupakan distribusi probabilitas yang digunakan dalam analisis frekuensi curah hujan. Distribusi ini dapat digunakan untuk memodelkan curah hujan dengan pola non-negatif dan asimetri (miring ke kanan) pada data curah hujan. Pada distribusi log-normal, distribusi curah hujan diasumsikan mengikuti distribusi log-normal dengan dua parameter yaitu mean dan deviasi standar dari logaritma data curah hujan. Dalam hal ini, nilai rata-rata log curah hujan mewakili mean atau modulus data curah hujan, dan nilai deviasi standar log curah hujan menggambarkan variasi curah hujan pada skala logaritmik. Distribusi Log Normal merupakan fungsi dari peluang atau periode ulang dan tipe model matematik distribusi peluang yang digunakan untuk analisis peluang.(Upomo & Kusumawardani, 2016) Adapun persamaan Log normal adalah sebagai berikut: Log Xt=Log Xr + (Kt. Sr Log Xi) (2.6) Keterangan: Log Xt = Logaritma dari nilai perkiraan yang terjadi dengan periode ulang Log Xr = Logaritma dari curah hujan rata-rata KT = Faktor frekuensi distribusi Sx Log Xi = Standar deviasi dari logaritma curah hujan maksimum 2.4.3 Distribusi Log Pearson III Distribusi Log Pearson III merupakan salah satu distribusi probabilitas yang digunakan dalam analisis frekuensi curah hujan. Distribusi ini merupakan evolusi dari distribusi log-normal dengan lebih banyak parameter dan lebih fleksibel dalam menggambarkan curah hujan ekstrim. Pada sebaran Log Pearson III, sebaran curah hujan diasumsikan mengikuti sebaran tipe III yang meliputi tiga parameter: skala, bentuk, dan lokasi. Parameter skala menentukan intensitas curah hujan rata-rata, parameter bentuk menentukan asimetri sebaran curah hujan, dan parameter lokasi menentukan letak sebaran curah hujan pada skala waktu. Distribusi Log Pearson III dan distribusi Gumbel merupakan distribusi peluang yang menggunakan variabel acak. Pada umumnya, terdapat dua macam distribusi TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 peluang yang biasa dikenal dalam ilmu statistika yaitu distribusi peluang dengan variabel acak diskrit dan distribusi peluang dengan variabel acak kontinu.(Siti Arita Novia, 2017) Adapun persamaan log normal adalah sebagai berikut: Log Xt=(Log Xr ) + Sd Log k (Tr. CS) (2.7) Keterangan: Log Xt = Logaritma hujan rencana Log Xr = Logaritma dari curah hujan rata-rata Sd = Standar deviasi k (Tr. CS) = Faktor frekuensi Log Pearson type III 2.4.4 Distribusi Gumbel Distribusi Gumbel merupakan distribusi probabilitas yang digunakan dalam analisis frekuensi untuk menghitung probabilitas kejadian ekstrim, seperti curah hujan, suhu ekstrim, atau fenomena alam lainnya. Distribusi Gumbel memiliki kurva berbentuk lonceng dan mencakup dua parameter yaitu parameter posisi dan skala. Parameter posisi mengontrol posisi kurva pada sumbu horizontal, sedangkan parameter skala menentukan seberapa cepat probabilitas menurun ketika nilai mendekati titik pusat. Distribusi Gumbel merupakan fungsi dari peluang atau periode ulang dan tipe model matematik distribusi peluang yang digunakan untuk analisis peluang.(Upomo & Kusumawardani, 2016) Adapun persamaan pada distribusi Gumbel, sebagai berikut: Xt = Xr + Sd (Yt-Yn) Sn (2.8) Keterangan: Xt = Nilai hujan rencana dengan data ukur T Tahun (mm) Xr = Nilai rata-rata hujan (mm) S = Standar deviasi (simpangan baku) Sn = Standar deviasi dari reduksi variasi Yt = Nilai reduksi variasi Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 15 Yn = Nilai rata-rata dari reduksi variasi 2.4.5 Uji Chi Square Distribusi ini dinyatakan sebagai jumlah kuadrat variabel acak yang terdistribusi secara normal dan independen. Pengujian data dengan menggunakan distribusi kuadrat dihitung dengan mengalikan selisih frekuensi observasi dengan frekuensi probabilitas yang diharapkan dan membaginya dengan frekuensi teoritis yang diharapkan kemudian menjumlahkan seluruh hasil dari semua kategori data. Uji Chi Square merupakan pengujian terhadap perbedaan antara data sampel dan distribusi probabilitas.(Upomo & Kusumawardani, 2016) Adapun persamaan pada Chi-square, sebagai berikut: X2 = ∑ki (Of -Ef )2 Ef (2.9) Keterangan: X2 = Harga Chi-square k = Jumlah data Of = Frekuensi yang dibaca pada kelas yang sama Ef = Frekuensi yang diharapkan sesuai dengan pembagian kelasnya 2.4.6 Uji Smirnov Kolmogorov Analisis frekuensi curah hujan dapat dilakukan dengan menggunakan uji Smirnov Kolmogrov untuk memeriksa apakah data curah hujan mengikuti distribusi tertentu. Pengujian ini dapat digunakan untuk memeriksa normal atau tidaknya data curah hujan yang dihitung, yang merupakan salah satu distribusi yang umum digunakan dalam analisis frekuensi curah hujan. Analisis frekuensi dengan metode ini harus terlebih dahulu mengumpulkan data, kemudian menghitung mean, standar deviasi, kemiringan medan, dan kurtosis dari data curah hujan yang dikumpulkan. Pada uji Smirnov Kolmogorov akan dihitung nilai D, yaitu perbedaan maksimum antara fungsi kumulatif sampel dan fungsi probabilitas kumulatif. Nilai D tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai Dα. Distribusi probabilitas akan diterima jika nilai D lebih kecil dari Dα.(Upomo & Kusumawardani, 2016) TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 Adapun persamaan pada Smirnov Kologorov, sebagai berikut: ∆𝑚𝑎𝑘𝑠 = |pe (x)-Pt(x)| (2.10) Keterangan: ∆maks = Selisih data probabilitas teoritis dan empiris Pe(x) = Posisi data x menurut sebaran empiris Pt(x) = Posisi data x menurut sebaran teoritis 2.5 Intensitas Curah Hujan Intensitas hujan adalah banyaknya hujan yang turun pada waktu tertentu di suatu wilayah atau lokasi. Intensitas curah hujan dinyatakan dalam milimeter per jam atau satuan lain dapat dikonversi ke dalamnya. Intensitas curah hujan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain tergantung pada banyak faktor seperti medan, iklim dan kondisi cuaca. Curah hujan yang tinggi dalam jangka waktu yang relatif singkat dapat menyebabkan banjir, tanah longsor dan kerusakan lainnya. Oleh karena itu, pemantauan intensitas curah hujan penting dalam mencegah dan meminimalkan dampak bencana alam serta merencanakan dan mengelola sumber daya air dan lingkungan hidup.Intensitas hujan biasanya diukur dengan alat pengukur hujan atau alat pengukur hujan yang dipasang pada beberapa titik ukur yang terletak pada lokasi berbeda. Analisis data hujan dimaksudkan untuk mendapatkan besaran curah hujan dan analisis statistik yang diperlukan dalam perhitungan debit rancangan. Data curah hujan yang dipakai untuk perhitungan debit rancangan adalah hujan yang terjadi pada daerah aliran air pada waktu yang sama. Curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir adalah curah hujan ratarata diseluruh daerah yang bersangkutan, bukan curah hujan pada suatu titik tertentu. Curah hujan ini disebut curah hujan area dan dinyatakan dalam mm.(Sosrodarsono, 2013) Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 17 2.5.1 Metode Mononobe Persamaan di bawah ini dapat digunakan apabila data curah hujan yang tersedia hanya curah hujan harian, yaitu: 2 I= R24 24 3 24 (t) (2.11) Keterangan: I = Intensitas curah hujan (mm/jam) R24 = Curah hujan maksimum harian (mm) t = Lamanya hujan (jam) 2.5.2 Metode Talbot Metode Talbot merupakan metode yang digunakan untuk menghitung intensitas curah hujan pada saat merancang sistem drainase. Metode Talbot didasarkan pada pengukuran dan analisis intensitas curah hujan dalam jangka waktu tertentu. Metode ini menggunakan persamaan empiris yang menghubungkan intensitas hujan dengan waktu dan durasi kembali hujan. Adapun persamaan metode Talbot adalah sebagai berikut: a I= t+b (2.12) Keterangan: I = Intensitas hujan (mm/jam) t = Lamanya hujan (menit) a dan b = Konstanta yang tergantung pada lamanya hujan yang terjadi di DAS 2.5.3 Metode Shearman Berikut rumus persamaan untuk menghitung intensitas curah hujan dengan metode Shearman: a I= tn Keterangan: I = Intensitas hujan (mm/jam) t = Lamanya hujan (jam) a dan n = Konstanta (2.13) TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 2.6 Debit Rencana Debit rencana adalah jumlah air yang diperkirakan mengalir ke saluran drainase atau sungai selama periode waktu tertentu. Aliran desain digunakan dalam perancangan dan perancangan sistem drainase dan sungai untuk memastikan bahwa sistem tersebut mampu menangani jumlah air yang diperkirakan mengalir melalui kanal atau sungai selama periode hujan. Analisa debit banjir digunakan untuk menentukan besarnya debit banjir rencana pada suatu DAS. Debit banjir rencana merupakan debit maksimum rencana di sungai atau saluran alamiah dengan periode ulang tertentu yang dapat dialirkan tanpa membahayakan lingkungan sekitar dan stabilitas sungai. Dalam perencanaan bangunan air, salah satu parameter disain yang sangat penting adalah besaran debit banjir kala ulang tertentu. Dalam perencanaan embung debit banjir digunakan sebagai dasar menentukan dimensi bangunan pengelak (diversion) saat pelaksanaan dan juga bangunan pelimpah (spillway). Dalam perencanaan bangunan pengelak digunakan debit banjir kala ulang 25 th, sementara untuk pelimpah digunakan debit banjir kala ulang 100th. Penentuan debit banjir rancangan idealnya dilakukan melalui data historis kejadian banjir, namun pada kasus tertentu sering digunakan melalui pendekatan hujan rancangan, sehingga sudah menjadi suatu keharusan bagaimana menentukan hujan rancangan jika data debit yang tersedia terbatas atau tidak ada. Seperti halnya DAS Coyo, dalam kajian ini tidak terdapat data pengamatan muka air (debit) sehingga analisis debit baniir digunakan model hujan limpasan. Data yang diperlukan adalah data curah hujan serta karakteristik fisik DAS.Besaran curah hujan rancangan digunakan untuk memperkirakan besarnya debit banjir rencana baik secara rasional, empiris maupun statistik.(Sarminingsih, 2018) Debit rencana dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut: Luas DAS A= 100 (2.14) Q= 0,278 . C . I . A (2.15) Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 19 Keterangan: A =Luas DAS (km2) Q =Debit (m3/s) C =Koefisien Aliran I =Intensitas Curah Hujan (mm/jam) TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 BAB III METODOLOGI 3.1 Soal Project Based Learning 1. Jenis Peta DAS B 2. Analisis hujan rata-rata daerah (CH Wilayah) a. Aljabar b. Thiessen c. Isohyet 3. Analisis curah hujan harian maksimum tahunan a. Thiessen b. Isohyet 4. Penentuan jenis uji analisis frekuensi Jenis uji analisis frekuensi yang digunakan (normal, log normal, Log Pearson III, dan Gumbel) 5. Uji kecocokan distribusi a. Chi Square b. Smirnof Kolmogorov 6. Analisis curah hujan Analisis curah hujan berdasarkan distribusi dengan kala ulang (R2—R100) 7. Analisis intensitas hujan dan Kurfa IDF (I —I ) 2 100 a. Mononobe b. Talbot c. Shearman 8. Analisis debit Analisis debit dengan kala ulang (R2—R100) Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 21 3.2 Peta DAS dan Metode Pengerjaan Peta yang digunakan peta DAS B yaitu sebagai berikut: Gambar 3.1. Peta DAS A Sumber: Soal Project Based Learning Rekhid Adapun tahap-tahap dalam pengerjaan Project Based Learning rekayasa hidrologi adalah sebagai berikut: 1. Mencari nilai maksimum curah hujan dari data 5 stasiun pada semua tahun. 2. Menggambarkan curah hujan wilayah dengan data maksimum yang didapat dari setiap tahun menggunakan metode Isohyet dan Thiessen. 3. Menentukan luasan wilayah dan rata-rata hujan dengan metode Isohyet dan Thiessen pada tahun 1986-2005. 4. Menentukan analisis frekuensi dengan kala ulang R2, R5, R10, R20, R25, R50, R100 dengan metode normal, log normal, log pearson III, dan Gumbel 5. Menentukan uji kecocokan distribusi frekuensi dengan menggunakan metode Chi-Square dan Smirnov-Kolmogorov. 6. Menghitung intensitas curah hujan dengan menggunakan data curah hujan dengan metode Mononobe, Talbot, Shearman. 7. Menentukan debit Q2, Q5, Q10, Q20, Q25, Q50, Q100 dengan metode rasional. TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 3.3 Flowchart Gambar 3.2. Flowchart Sumber : Data Sendiri Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 23 TUGAS BESAR REKAYASA HIDROLOGI |2024 Muhammad Fadly Alfarizi - 122210042 25
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )