PROPOSAL STUDI KELAYAKAN KESEHATAN “ APOTEK AKBAR FARMA “ Dosen pengampu : Rustiana Setyowati, MM, M.PH DISUSUN OLEH : NAMA : NABILA AULIA AKBAR NIM : 14215155 KELAS : B/KM/VI KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA 2024 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya yang telah diberikan sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan proposal studi kelayakan pendirian Apotek Akbar Farma dengan baik dan lancar. Proposal studi kelayakan pendirian Apotek Akbar Farma, JL. MT. Haryono Kuala Pembuang Satu, Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat pendirian apotek baru. Kami berharap proposal studi kelayakan ini dapat mendukung berdirinya Apotek Akbar Farma . Kami menyadari sepenuhnya bahwa proposal ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami mengharapkan saran dan masukan dari bapak ibu dosen dan rekan rekan sekalian untuk menyempurnakan proposal ini guna pendirian dan kemajuan apotek kami. Demikian kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan kerjasamanya dalam pendirian Apotek Akbar Farma ini. Yogyakarta, 01 Mei 2024 Penyusun BAB I Pendahuluan dan Ringkasan Rencana Usaha A. Latar Belakang Pendirian Usaha Apotek menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.1332/Menkes/SK/X/2003,adalah tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan, dan perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Apotek adalah sarana pelayanan kesehatan yang dapat ditemukan dengan mudah di wilayah Kuala Pembuang. Apotek merupakan suatu institusi yang di dalam pelaksanaanya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai unit pelayanan kesehatan (Patient oriented ) dan unit bisnis ( Profit oriented ). Dalam fungsinya sebagai unit pelayanan kesehatan, fungsi apotek adalah menyediakan obat‐Obatan yang dibutuhkan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Pelayanan kesehatan juga dapat berupa edukasi, pemberian informasi, serta monitoring penggunaan obat sehingga tujuan akhir pengobatan tercapai. Sedangkan fungsi apotek sebagai institusi bisnis, apotek bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian tidak hanya fokus terhadap pengelolaan obat sebagai komoditi, teta pi juga mengutamakan pelayanan kepada pasien yang bertujuan untuk meningkatkankualitas hidup pasien. Jadi jelas bahwa apotek bukanlah suatu badan usaha yang hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memiliki fungsi sosial untuk masyarakat. Kawasan di sekitar JL. MT.Haryono Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah merupakan salah satu daerah strategis untuk investasi modal di daerah tersebut karena dekat dengan pusat Kota serta terdapat tempat usaha bisnis yang besar, hotel, pelabuhan, taman kota, dan perumahan baik perkampungan Elite Maupun sederhana. Selain itu dikawasan tersebut terdapat beberapa praktek dokter, namun jumlah dan spesialisasinya belum lengkap. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang pendirian Apotek di Kawasan tersebut. Maka kami ingin mengembangkan peluang tersebut dengan berbagai inovasidan solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal obat-obatan dan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas. Dengan memiliki program dan strategi pengembangan dan pengelolaan Apotek yang berbeda akan membuat apotek Akbar Farma berpotensi besar dan memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh Sebagian besar apotek di Kabupaten tersebut. B. Gambaran Usaha Perencanaan bisnis atau business plan adalah dokumen yang memuat informasi detail mengenai suatu ide bisnis, yang mencakup informasi misi, lingkungan internal dan eksternal bisnis, peluang dan hambatan bisnis dan lain-lain. Fungsi perencanaan bisnis ini adalah sebagai alat komunikasi, alat manajemen, dan alat perencanaan. Tahapan dasar dalam merencanakan bisnis apotek adalah memiliki ide yang kuat dan unik, baik dari segi operasional bisnis apotek, pelayanan apotek, konsep desain apotek dan lain sebagainya. Semakin yakin dengan ide bisnis apotek maka semakin lancar pula proses persiapan pendirian apotek nya. Contoh dari ide apotek adalah dengan ide menjadi apotek yang berfokus pada kesehatan pelanggan terutama penyakit kronis dengan pelayanan tambahan seperti home care dan free delivery untuk member apotek. Visi & Misi Visi : “Mitra Sehat Anda“ Menjadikan apotek yang berbasis pelayanan Kesehatan dan Kefarmasian yang bermutu, berkualitas dan terpercaya bagi masyarakat dengan memberikan pelayanan prima yang berlandaskan profesinalisme Apotek. Misi: - Menciptakan suasana yang aman dan nyaman baik bagi konsumen maupun karyawan. - Melaksanakan pelayanan kefarmasian yang tepat, cepat, dan informatif dengan menerapkan konsep Pharmaceutical Care secara profesional - Menyediakan obat,alat kesehatan serta perbekalan kefarmasian yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. - Pemberian nilai tambah dengan penyampaian informasi seputar obat, konsultasi dan perbekalan farmasi lainya. - Mengutamakan pelayanan patient oriented dengan setulus hati Tujuan - Sebagai tempat atau sarana pengabdian praktek kefarmasian oleh apoteker - Memberi peluang kerja (berperan dalam mengurangi angka pengangguran). - Sarana untuk pelayanan kebutuhan perbekalan farmasi bagi masyarakar yang terjamin kualitas dan khasiatnya. BAB II Aspek Organisasi, Manajemen dan Hukum A. Organisasi 1. Identitas Peusahaan a. Nama : Apotek Akbar Farma b. Alamat : JL. MT.Haryono Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah c. Lokasi : JL. MT.Haryono Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah ( samping Hotel Junjung Buih ) Luas Lahan : 45 m² Lebar Depan : 22 m (Hadap Timur) Keistimewaan : 500m dari pelabuhan, 4 Menit ke pasar, Dekat dengan Taman Kota d. Email : apotekakbarfarma07 @gmail.com e. Nomor Telepon: 0822-5405-8234 f. Bentuk perusahaan: Perseorangan g. Pemilik Perusahaan: Nabila aulia akbar, Sfarm 2. Struktur Organisasi Berikut contoh struktur organisasi yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebijakan dan personel yang ada di apotek. APA (Apt penanggung jawab apotek) apoteker pendamping TKK (Tenaga teknis kefarmasian) Kasir/administrasi Petugas lainnya Jumlah tenaga yang dibutuhkan sebanyak 6 orang, dengan rincian sebagai berikut : a. Apt peneggung jawab : Apt. Nabila Aulia Akbar, S.Farm b. Apt pendamping : Apt. Nayla Syifa, S. Farm c. Tenaga teknis kefarmasian : 1. Irma Noortifah, S. Farm 2. Muhammad Najib S.Farm d. Kasir/adm : 1.Nadasa Izdahara, S.Farm 2.Ammelia Indah, S.Farm Masing masing tenaga kerja mempunyaitugas, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan perannya didalam apotek. B. Manajemen 1. Pimpinan Perusahaan Jika PSA (pemilik sarana apotek) sekaligus menjadi APA (apoteker penanggung jawab apotek), maka usaha apotek berbentuk usaha perseorangan, perusahaan yang hanya dimiliki oleh satu orang saja. Sehingga semua kuntungan akan menjadi hak nya secara penih. Jika ada kerugian harus menanggungnya resiko sendiri. 2. Karyawan Struktur organisasi di apotek membuat masing-masing karyawan akan memiliki peran, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda berdasarkan jabatannya. Setelah membuat struktur organisasi, ada beberapa strategi mengatur karyawan agar karyawan bertindak sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya, yaitu: a. Membuat SOP ( standar prosedur operasional) SOP menjadi pedoman dan aspek penting dalam pengaturan agar semuanya berjalan sebagaimana harusnya. Secara umum SOP apotek adalah sistem atau pedoman yang disusun untuk memudahkan, menertibkan, merapikan pekerjaan/aktivitas di apotek sehingga proses kerja menjadi efektif. Agar jelas, maka bahasa SOP harus jelas, ringkas, dan tidak bertele-tele. SOP melingkupi tugas dan wewenang semua karyawan di apotek. Apotek juga perlu melakukan pelatihan atau refresment terkait SOP ini kepada karyawan. b. Mengatur hak askes karyawan menggunakan software apotek digital Software apotek digital menawarkan fitur otorisasi karyawan atau pengaturan hak akses karyawan. Pengaturannya sangat custom dan detail bergantung dari kebijakan masing-masing pebisnis apotek. Pengaturannya meliputi hak akses halaman dan hak akses data. Misalnya kita dapat mengatur tenaga teknis kefarmasian bisa melakukan penjualan, edit data produk, pembelian sedangkan kasir hanya boleh mengakses fitur dan data pada penjualan kasir. Hal ini dapat kita batasi dengan mengatur hak akses karyawan, sehingga karyawan dapat lebih fokus dan berperan sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya sesuai dengan struktur organisasi di apotek. 3. Uraian tugas atau pekerjaan a. Apoteker Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker. Di apotek, apoteker menjadi penanggung jawab seluruh kegiatan di apotek. Dalam hal ini disebut apoteker penanggung jawab apotek. Dalam melakukan tugasnya, diperbolehkan ada apoteker lain yang disebut apoteker pendamping. Berikut beberapa tugas utama Apoteker, yaitu : 1) Sebagai penanggung jawab kegiatan pelayanan farmasi klinik di apotek. Meliputi melakukan pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat, konseling, pelayanan farmasi di rumah, pemantauan terapi obat, dan monitor efek samping obat 2) Memimpin seluruh kegiatan di apotek 3) Memberikan pelatihan yang sesuai kepada karyawan apotek lainnya 4) Membuat SOP atau standar operasional prosedur di apotek 5) Melakukan evaluasi mutu pengelolaan dan evaluasi mutu pelayanan farmasi di apotek 6) Sebagai tanggung jawab kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, alat Kesehatan dan bahan medis habis pakai sesuai peraturan perundangan meliputi melakukan kegiatan perencanaan pengadaan penerimaan penyimpanan pemusnahan pengendalian dan pencatatan pelaporan b. Tenaga teknis kefarmasian Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker di apotek, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi dan Analis Farmasi. Tugasnya adalah membantu apoteker dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian di apotek. Seperti membantu dalam melakukan pengelolaan persediaan, membantu membuat pencatatan dan pelaporan apotek, membantu melakukan pelayanan farmasi klinik di apotek, seperti membuat racikan, pelayanan pembelian, dan lainlain. c. Kasir Kasir merupakan personel yang berperan dalam menginput data penjualan di apotek, melayani pembelian di apotek, dan melayani pembuatan struk atau kuitansi penjualan untuk pelanggan. d. Petugas Gudang Petugas gudang berperan dalam membantu apoteker untuk melakukan penyimpanan persediaan dengan baik, melakukan penyusunan persediaan farmasi dengan baik, dan lain-lain. C. Hukum 1.Persyaratan Pendirian Apotek Berdasarkan peraturan perundang-undangan jika ingin mendirikan apotek maka harus memiliki : 1. Lokasi Pemilihan lokasi ini sangat penting dalam bisnis apotek dan harus mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota 2. Bangunan Bangunan apotek harus bersifat permanen dapat menjadi bagian atar terpisah dari pusat perbelanjaan, rumah, dan bagunan sejenisnya 3. Sarana prasarana dan peralata Paling sedikit apotek memiliki sarana ruang yang berfungsi untuk : a) penerimaan Resep b) Pelayanan Resep dan peracikan (produksi sediaan secara terbatas) c) Penyerahan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan d) Konseling e) Penyimpanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan f) Arsip Prasarana apotek paling sedikit terdiri atas : a) Instalasi air bersih b) Instalasi listrik c) Sistem tata udara d) Sistem proteksi kebakaran Peralatan apotek minimal terdiri dari rak obat, alat peracikan, bahan pengemas obat, lemari pendingin, meja, kursi, komputer, sistem pencatatan mutasi obat, formulir catatan pengobatan pasien dan peralatan lain sesuai dengan kebutuhan 4. Ketenagaan Ketenagaan apotek terdiri dari apoteker penanggung jawab (WAJIB), dalam melaksanakan tugasnya apoteker penanggung jawab dapat dibantu oleh apoteker lain, tenaga kefarmasian atau tenaga administrasi Dokumen Surat Izin Apotek (SIA) Surat Izin Apotek (SIA) diterbitkan oleh Dinkes Kabupaten/Kota tempat lokasi apotek akan didirikan. Berikut ini adalah prosedur yang harus dipenuhi untuk mendapatkan SIA: 1. Surat permohonan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yang didalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen & data di atas kertas bermaterai Rp 10.000 Dalam surat permohonan ini juga dilampirkan dokumen fotokopi STRA, fotokopi KTP, fotokopi NPWP, fotokopi peta lokasi dan denah bangunan,dan daftar prasarana, sarana, dan peralatan 2. Kelengkapan dokumen administratif diantarannya a) Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) (Fotokopi) b) Surat Kuasa jika dikuasakan c) Surat kuasa di atas kertas bermaterai RP 10.000 dan KTP orang yang diberi kuasa d) Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak Apoteker e) NPWP Perorangan (Fotokopi) f) Persetujuan tetangga (kiri,kanan,depan,belakang disertai KTP) g) Izin Praktik Apoteker (SIPA) penanggung jawab dan SIP tenaga kefarmasian lainnya, (Jika belum memiliki SIPA atau SIP lainnya maka melampirkan fotokopi STR dan Fotokopi Rekomendasi dari Asosiasi tenaga kefarmasian) h) Bukti pemilikan tanah Tanah sewaan : 1. Perjanjian sewa-menyewa tanah atau bangunan 2. Surat pernyataan diatas kertas bermaterai Rp 10.000 dari pemilik tanah atau bangunan yang menyatakan tidak keberatan tanah atau bangunan digunakan 3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik tanah atau bangunan (Fotokopi) Proposal Teknik yang dilengkapi dengan: 1. Peta lokasi dan denanh bangunan 2. Struktur organisasi dan tata kerja atau tata laksana ( dalam bentuk organogram) 3. Daftar ketenagaan berdasarkan Pendidikan 4. Rencana jadwal buka apotek 5. Daftar peralatan racikan obat 6. Daftar wajib peraturan perundang undangan dibidang farmasi 7. Daftar sarana, prasarana dan peralatan Surat pernyataan pemohon di atas kertas bermaterai Rp 10.000 yang menyatakan: 1. Tidak akan melakukan penjualan narkotika dan Obat Keras Tertentu (OKT) tanpa resep dokter 2. Akan melaporkan pengelolaan obat narkotika dan psikotropika sesuai peraturan perundang-undangan. BAB III Aspek Oprasional, Layout dan AMDAL A. Deskripsi Teknis Produksi Untuk memenuhi persyaratan pendirian apotek kami menyediakan obat wajib apotek (baik obat paten maupun maupun generic). Obat resep dan obat bebas,bebas terbatas. Produk yang kami sediakan meliputi semua bentuk produk sehingga dapat mencakup seluruh aspek masyarakat mulai dari belita sampai lasia : 1. Bentuk padat : tablet,kaplet,pil,kapsul 2. Bentuk semi padat : salep, pasta, cream, jell, suppositoria. 3. Bentuk cair : solution, suspense, emulsi, injeksi, tetes, (hidung, mata, telinga) 4. Bentuk aerosol/spray : seprot hidung, seprot mulut Dalam rangka mengembangkan usaha bidang farmasian ini diperlukan strategi inovasi khusus, sehingga nantinya diterapkan mampu mempertahankan aksistensi apotek “ Apotek Akbar Farma “ dan mampu memajukan apotek dengan mebuka cabang cabang baru di daerah lain. Adapun strategi yang ditempuh didaerah lain : 1. Penetapan harga yang kompetitif dibandingkan dengan apotek yang ada disekitar 2. Kerja sama dengan dokter praktek dalam pelayanan Kesehatan guna meningkatkan keberhasilan terapi yanag rasional ( rencana setelah 1 tahun apotek berdiri) 3. Sosoialisasi kewarga sekitar apotek melalui penyebaran brosur atau leaflet Kesehatan dan memberikan edukasi kemasyarakatan langsung tentang obat dan peran apoteker setiap satu minggu sekali dibulanawal apotek didiriakn dan 1 bulan sekali dibulan bulan berikutnya 4. Menyediakan jasa konseling (KIE) secra gratis oleh apa yang disediakan ruangan yang representatuf dilengkapi buku-buku dan peralatan penunjang 5. Monitoring pasien dilakukanterhadap pasien via telepon, terutama untuk pasien dengan penyakit kronis. Hal ini dilakukan untuk mengontrol keadaan pasien dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap apotek kami 6. Memperbanyak produksi yang ditawarkan dengan menyesuiakan pola kebutuhan pasien. B. Kapasitas Produksi dan Rencana Produksi Hari Keterangan Hari Perkiraan jumlah pasien per hari 45 Pasien Minggu Perkiraan jumlah pasien per minggu 270 Pasien Bulan Perkiraan pasien jumlah per bulan 1.080 Pasien Tahun Perkiraan pasien jumlah per tahun 12.960 Pasien Untuk mencapai pengelola sebuah apotik di perlukan human capital yang memiliki komunikasi efektif dan elegan dalam menangani setiap kegiatan baik yang berhubungan dengan adminisratif maupun pelayanan di apotik. Apotik Akbar Farma merekrut 5 karyawan dengan susunan sebagai berikut: 1. Apotek penanggung jawab apotek : 1 orang 2. Apotek pendamping : 1 orang 3. Tenaga teknis kefarmasian : 2 orang 4. Kasir/administrasi : 2 orang Dasar pertimbangan perekrutan karyawan tersebut adalah: 1. Jam kerja: 07.00-21.30, di bagi menjadi 2 shif yaitu jam 07.00-14.00 dan jam 14.0021.30 ( hari minggu dan hari besar keagamaan ). shif 1 jam 07.00-14.00 dan shif 2 jam 14.00-21.30 2. Dana yang tersedia ( bagian aspek modal dan biaya dari PSA ) 3. Sumber daya manusia merupakan asset terbesar apotek itu sendiri, oleh karena itu SDM di apotek barokah haruslah orang-orang yang memiliki kelebihan yang tidak dapat ditiru oleh apotek lain yang mampu menciptakan keunggulan yang kompetitif sehingga akan menciptakan kepuasan customer dan meningkatnya profil apotek. C. Layout D. Kebutuhan Biaya Produksi Berikut adalah perkiraan modal dan gaji karyawan yang diperlukan untuk apotek barokah a. Biaya pembangunan gedung 1. Pembelian tanah Rp. 5.000.000/meter Luas tanah 0,0277 Ha = 277 meter Total biaya Rp. 5.000.000 x 277 m Rp. 1.385.000.000 2. Pendirian Pembangunan Rp. 7.000.000 / meter Luas yang dibangun 277 meter Luas yang dibangun Rp. 7.000.000 Rp. 1.939.000.000 x 277 meter 3. Desain interior Rp. 1.500.000 / meter Luas yang di desain 277 meter Total biaya Rp. 1.500.000 x 277 Rp. 415.000.000 meter 4. Perataan tanah Rp 25.000/meter Luas yang dibangun 277 meter Rp 6.925.000 Total biaya Rp 25.000 x 277 meter 5. Pemagaran lahan pembangunan Rp 8.500.000 6. Pembuatan Sumur Rp 10.000.000 7. Pemasangan telepon dan jaringan Rp 2.000.000 internet 8. Gaji Pekerja Bangunan Rp 4.422.000.000 Pembangunan Usaha Klinik selama 1 Tahun 6 Bulan 7 hari Dengan mulai bekerja pada Tanggal 18 April 2026 – 16 Juli 2027. Maka, Proses Pembangunan Total 1 Tahun 4 Bulan 3 Minggu Rp 110.000 / Hari Rp 110.000 x 6 Hari = Rp 660.000 Rp 660.000 x 10 = Rp6.600.000 Pekerja Total = 10 Rp 6.600.000 x 10 =66.000.000 Total Biaya = Rp 66.000.000 x 67 Minggu Total biaya Rp8.188.425.000 a. Perlengkapan apotek Perlengkapan Biaya Etalase kaca di depan uk 1x1 : 2 x Rp.800.000,- Rp. 1.600.000 Etalase kaca di depan uk121 : 2 x Rp.1.600.000,- Rp. 3.200.000 Meja 3 x Rp.125.000,- Rp. 375.000 Kursi 5 x Rp.50.000,- Rp. 250.000 Kursi ruang tunggu (panjang) 2 x Rp.200.000,- Rp. 400.000 Komputer Rp. 4.000.000 Sofware Rp. 600.000 Printer Rp. 750.000 Telepon Rp. 400.000 Timbangan mg/gram Rp. 4.000.000 Timbangan badan Rp. 120.000 Lemari Es Rp. 1.000.000 Kemari narkotika dan psikotropika Rp. 450.000 Lemari peracik obar (stamper,mortir) Rp. 100.000 Alat gelas (baker glass, glas ukur 50ml, 100 ml, batang Rp. 500.000 pengaduk, tabung reaksi) Perlengkapan administrasi Rp. 500.000 Buku standar kefarmasian Rp.2.000.000 Sampel apotek Rp. 150.000 Kalkulator Rp. 200.000 Dispenser + gallon Rp. 350.000 Kipas angin Rp. 250.000 Papan nama Rp. 500.000 Lampu Rp. 500.000 Jam dinding Rp. 100.000 Alat kebersihan Rp. 100.000 Total Rp. 28. 825.000 b. Biaya perizinan 1) Biaya perizinan : Rp. 2.000.000 2) Modal operasional obat : Rp. 50.000.000 3) Cabang modal : Rp. 19.175.000 Total modal : Rp. 100.000.000 2.Rencana anggaran tahun ke 1 a. biaya tetep perbulan tahun ke 1 1. Gaji karyawan Apotek penganggung jawab/saya sendiri - Apotek Pendamping Rp. 3.500.000 Tenaga Kefarmasian Rp. 4.500.000 Kasir/Adm Rp. 1.300.000 Jumlah Rp. 8.300.000 2.biaya lain-lain : Bebas listrik,air, telepon, keamanan Rp. 500.000 Lain-lain Rp. 500.000 Jumlah Rp. 1.000.000 Biaya Keseluruhan Rp. 9.300.000 Biaya tetap tahun ke 1 Biaya tetap bulan x 12 Rp. 111.600.00 THR untuk 5 orang Rp. 5.000.000 Total Rp. 144.900.000 E. Kebijakan Harga Bahwa dalam rangka menjamin keterjangkauan harga obat sebagai upaya memenuhi akuntabilitas dan transparansi kepada masyarakat, perlu pengaturan pemberian informasi harga eceran tertinggi obat. DAFTAR OBAT DAN HARGA APOTIK AKBAR FARMA NO Nama Obat Harga (Rp) ANTIBIOTIK 1 YUSIMOX 33.000,- 2 XILTROP 38.000,- 3 HUFANOXIL 37.000,- 4 ERLAMOXIL 36.500,- 5 PRIMADEX FORTE 48.000,- 6 DIONICOL 72.000,- 7 GRAFAZOL 28.000,- 8 FARIZOL 24.000,- 9 MILORIN 70.000,- 10 FLOXIORA 53.000,- 11 FLOXIFAR 43.000,- 12 ZULTROP 23.000,- 13 NEXITRA 57.000,- 14 HELIXIM 38.000,- 15 ETAFLOX 40.000,ANALGESIK 1 ANASTAN 25.000,- 2 GRAFAMIC 22.000,- 3 FARGETIK 20.000,- 4 OPISTAN 27.000,- 5 FASIDOL 15.000,- 6 FASIDOL FORTE 18.000,- 7 GRAFADON 17.000,- 8 ARFEN 28.000,- 9 FARSIFEN 400 31.000,- 10 OMERIC 100 16.000,- 11 OMERIC 300 33.000,- 12 ALOFAR 100 18.000,- 13 ALOFAR 300 35.000,- 14 STANZA 26.000,- 15 TYREMA 26.000,- 16 INFALGIN 21.000,- 17 HISTIGO 25.000,- 18 ELTAZON 15.000,- 19 LEXIGO 17.000,- 20 ESTALEX 40.000,- 21 DAPIRIN 37.000,- 22 ALPHAMOL 41.000,- 23 REFASS 27.000,- 24 SELVIM 17.000,- 25 ACIFAR 400 18.000,- 26 RHEMATOF 40.000,- 27 NEXITRA 60.000,CREAM DAN TETES 1 ALETROL 5M 8.200,- 2 ALETROL TM 11.500,- 3 ERLA 5M 5.500,- 4 ERLA TM 7.500,- 5 ERLA PLUS TM 10.000,- 6 NEW STAR 7.000,- 7 GENOIN T, 7.800,- 8 HYDRO CR 2.5 % 5.800,- 9 MELODERM CR 5.300,- 10 BEVALEX CR 9.800,- 11 ERLA NEO 4.500,- 1 MOLAFATE 18.00,- 2 GUNISTREP 4.300,- 3 GASTRUCID 4.800,- 4 MAAGEL 4.400,- 5 PLANTACID 9.500,- 6 HUFAMAAG 4.900,- 7 HUFADON 3.900,- 8 OMEDON 4.100,- 9 KAOTIN 4.000,- 10 VESPERUM 4.500,- 11 KOMPOLOX 6.500,- 12 VOSEA 4.200- 13 CAZETIN 19.00,- 14 HUFABETAMIN 48.000,- 15 LERZIN 5.000,- 16 FLUMIN FLUS 5.500,- BAB IV ASPEK PEMASARAN DAN PASAR A. WILAYAH DAERAH PEMASARAN Wilayah daerah pemasaran Apotek Akbar Farma mencakup wilayah kabupaten seruyan, kuala pembuang I. Namun pemasaran apotek ini dilengkapi dengan pemasaran sosial media melalui Ig dan Facebook atau pelayanan secara online menggnakan aplikasi WhatsApp maka pemasaran bisa sampai luar wilayah daerah pemasaran tetapi hanya pada kabupaten Seruyan khususnya di wilayah kecamatan Kuala Pembuang I, Kalimantan Tenga B. SEGMEN PASAR Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar (kosumen) kedalam kelompok yang lebih homogen dengan harapan akan diperoleh respon seperti membeli, memakai, menerima dan setia. Dikarenakan pemasaran di Apotek ini dilakukan secara konvensional dan online (WhatsApp Marketing) dalam lingkup kabupaten maka segmentasi pasar dibentuk berdasarkan geografis, psikografis dan perilaku konsumen. 1. Segmentasi Geografis Segmentasi geografis, yaitu pengelompokan konsumen menurut aspek lokasi seperti tempat tinggalnya. Segmentasi satu ini tentu tidak kalah penting dari lainnya mengingat kebutuhan maupun kegunaan suatu produk dan jasa selalu akan berbeda-beda tergantung pada lokasi, keadaan, maupun cuaca. Segmentsi geografis pada pelayanan kesehatan yaitu konsumen yang tinggal di sekitar Apotek Akbar Farma, dengan demikian jarah tempuh yang dekat membuat konsumen dengan mudah dapat mendapatkan pelayanan kesehatan. 2. Segmentasi Psikografis Segmentasi psikografis yang lebih cenderung berhubungan dengan aspek psikologis pelanggan. Umumnya, pelaksanaan segmentasi ini cukup rumit lantaran wajib memahami selera target konsumen secara mendalam. Untuk itu, pada segmentasi ini bisa memanfaatkan survei seperti pembagian kuesioner agar dapat mengetahui preferensi sebenarnya dari konsumen terkait, seperti gaya hidup, ketertarikan, dan semacamnya. Segmentasi psikografis pada pelayanan kesehatan, konsumen yang mengikuti perkembangan tren mengenai pengobatan dan pemeriksaan kesehatan secara modern sesuai dengan selera konsumen. 3. Segmentasi Perilaku Segmentasi perilaku mengacu pada pengelompokan konsumen berdasarkan tingkah lakunya terhadap produk usaha yang ditawarkan, mulai dari sikap, pengetahuan, reaksi atau respon, loyalitas, serta penggunaan produk terkait dari seorang pelanggan. Biasanya, jenis segmentasi ini lebih terikat dengan proses pengambilan keputusan atau decision making konsumen. Segmentasi perilaku pada pelayanan kesehatan yaitu konsumen yang menganggap penting kesehatan, menerima adanya Apotek Akbar Farma dan mengambil keputusan untuk meningkatkan derajat kesehatanya. Segmen pasar Apotek Intan Farma adalah konsumen akhir karena konsumen membeli produk itu untuk dikonsumsi sendiri ataupun keluarga serta produk yang dibeli pada tiap kali pembelian tidak dalam jumlah yang banyak melainkan sesuai dengan kebutuhan pembeli. C. SISTEM DISTRIBUSI 1. Pasar produsen Adalah pasar pesaingan sempurna karena usaha ini dapat dijalankan oleh berbagai pihak, tanpa ada hambatan baik dari produsen, konsumen, ataupun pengambil kebijakan artinya, tidak terbatasnya jumlah produsen dan konsumen dapat menjual/membeli berapa saja tanpa batasan, produk yang dihasilkan relative sama. 2. Pasar konsumen Adalah pasar konsumen dimana jasa yag akan diberikan oleh Apotek ini memberikan pelayanan terhadap konsumen pribadi atau perorangan. D. SISTEM PROMOSI 1. Marketing Apotek Secara Mandiri a. Iklan Melalui Media Cetak Walaupun pengguna media cetak saat ini sudah berkurang namun tidak ada salahnya untuk mencobanya. kita dapat memasukan artikel mengenai proses pendirian apotek atau kiat-kiat kesuksesan apotek pada koran ataupun majalah lokal. Disana dapat menyisipkan konten promosi pada artikel tersebut b. Iklan Media Sosial Dan Media Onlen Lainnya Media sosial media dan online ini adalah media iklan yang sangat pesat perkembangannya saat ini. Apotek dapat memberikan konten edukasi pada platform media sosial yang tujuannya menciptakan kesadaran tentang brand apotek beserta keunggulannya 2. Marketing Melalui Relasi dan Kegiatan Komunitas a. Kerjasama dengan Fasilitas Kesehatan dan Influencer Membangun kerjasama dengan pihak kesehatan lainnya seperti dokter, klinik dan puskesmas terdekat. Sehingga keberadaan apotek dapat diketahui secara luas dan juga membangun kepercayaan terhadap apotek Selain itu, Apotek juga dapat melakukan kegiatan edukasi atas nama apotek pada akun media sosial seorang influencer farmasi dengan membahas suatu topik farmasi. b. Menjadi Sponsor Kegiatan Komunitas Turut serta dalam mensponsori kegiatan komunitas di sekitar apotek juga dapat menjadi salah satu strategi marketing yang patut di coba. Selain meningkatkan pengetahuan atas brand apotek juga dapat menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. 3. Marketing di Apotek a. Pelayanan Kefarmasian yang Unggul. Menjadikan pelayanan kefarmasian yang unggul oleh staf farmasi merupakan salah satu strategi marketing secara tidak langsung. Pelayanan dengan rasa empati, cara yang ramah, serta memberikan solusi yang tepat pada pasien harus dilakukan dengan baik. Bentuk komunikasi yang empati contohnya adalah menanyakan keluhan yang dirasakan pasien dan mendengarkannya dengan baik serta memberikan solusi untuk semua keluhan yang dirasakan oleh pasien. Ketika pasien sudah puas maka kemungkinan ia untuk menjadikan pelanggan tetap akan lebih besar. Selain itu, pelanggan juga akan merekomendasikan apotek tersebut kepada kerabat terdekatnya. b. Fasilitas Informasi Obat Gratis Pemberian informasi obat secara gratis akan meningkatkan kepuasan pelanggan apotek. Terutama untuk saat ini, kebutuhan masyarakat tentang informasi obat lebih tinggi. Selain pemberian informasi yang gratis, juga harus memastikan kebenaran informasi obat yang kita sampaikan. Karena jika informasi yang disampaikan salah, dapat menurunkan kepercayaan pelanggan terhadap apotek. Selain secara verbal anda juga dapat memberikan informasi obat melalui tulisan terutama untuk pasien lanjut usia yang memiliki masalah dalam mengingat informasi. c. Display Obat di Apotek Salah strategi marketing yang dapat dilakukan di apotek adalah dengan menampilkan display obat yang dapat menarik pelanggan untuk membeli. Pastikan produk OTC serta produk lainnya dengan kebutuhan tinggi mendapatkan paparan yang cukup kepada pelanggan apotek. Sehingga akan meningkatkan volume penjualan sediaan farmasi disamping obat resep yang akan ditebus d. Menggunakan Teknologi dalam Operasional Apotek Kerja sama dengan pihak yang menyediakan peresepan obat secara online dapat meningkatkan nilai jual apotek anda. Hal ini dikarenakan masyarakat lebih sering menggunakan aplikasi yang praktis dan tidak perlu mengantri ke dokter dan menebus obat. Sehingga menjadi partner digital resep akan menguntungkan. 4. Diskon dan Promosi a. Program Diskon Program diskon ini tidak dapat menjadi program marketing utama, namun dapat dilakukan pada momen-momen tertentu. Namun apotek juga harus melakukan perhitungan terlebih dahulu, jangan sampai karena mengadakan diskon obat apotek mengalami kerugian.Apotek juga dapat bekerja sama dengan pihak PBF untuk mendapatkan harga obat yang lebih murah, sehingga walaupun anda memberikan diskon maka apotek tetap mendapatkan margin keuntungan produk tersebut. b. Program Referral / Rekomendasi. Media marketing terakhir yang dapat apotek coba terapkan di apotek adalah dengan menciptakan program referal atau rujukan. Singkatnya adalah dengan memberikan imbalan umumnya berupa produk gratis kepada pelanggan yang merekomendasikan orang lain untuk membeli obat di apotek. Namun apotek juga harus mempertimbangkan kemampuan keuangan dalam menjalankan program rekomendasi ini. E. PREDIKSI POTENSI PASAR Potensi pasar adalah populasi yang tertarik pada produk/layanan yang sedang dibuat atau ditawarkan oleh suatu perusahaan. Dengan kata lain, potensi pasar adalah potensi kemampuan menghasilkan uang dari suatu perusahaan jika mengkapitalisasi semua keuntungan dan semuanya berjalan sesuai keinginan. Menghitung potensi pasar adalah menghitung potensi penerimaan berdasarkan pembelanjaan yang dilakukan konsumen. NO 1 OBJEK INFORMASI potensial 24.728 Jumlah konsumen/ pasar (jumlah konsumen potensial Akbar Farma dengan segmen DATA Apotik pasar di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah 2 Pendapatan rata-rata konsumen Rp 2.500.000 3 Jumlah pesaing 2 4 Besar pendapatan yang dialokasikan untuk 20% x Rp 2.000.000 berbelanja produk yang dihasilkan oleh = Rp 400.000 organisasi (20%) 5 Kemungkinan berbelanjan (50%) 50% x Rp 400.000 = Rp 200.000 6 Potensi pasar Rp 200.000 x 24.728 = Rp 4.945.600 7 Potensi penerimaan dari pesaing Rp4.945.600 / 3 = Rp 1.648.533,33 BAB V ASPEK KEUANGAN A. PERHITUNGAN BESAR MODAL Modal pendirian Apotek Intan Farna ini terdiri dari modal sendiri, pinjaman, investasi awal, kerja dan modal operasional. Berikut adalah penjabaran mengenai besaran modal apotek : 1. Modal sendiri sebesar Rp. Rp. 100.000.000 2. Modal Obat sebesar Rp. Rp. 50.000.000 3. Cabang modal sebesar Rp. 19.175.000 Perlengkapan Biaya Etalase kaca di depan uk 1x1 : 2 x Rp.800.000,- Rp. 1.600.000 Etalase kaca di depan uk121 : 2 x Rp.1.600.000,- Rp. 3.200.000 Meja 3 x Rp.125.000,- Rp. 375.000 Kursi 5 x Rp.50.000,- Rp. 250.000 Kursi ruang tunggu (panjang) 2 x Rp.200.000,- Rp. 400.000 Komputer Rp. 4.000.000 Sofware Rp. 600.000 Printer Rp. 750.000 Telepon Rp. 400.000 Timbangan mg/gram Rp. 4.000.000 Timbangan badan Rp. 120.000 Lemari Es Rp. 1.000.000 Kemari narkotika dan psikotropika Rp. 450.000 Lemari peracik obar (stamper,mortir) Rp. 100.000 Alat gelas (baker glass, glas ukur 50ml, 100 ml, batang Rp. 500.000 pengaduk, tabung reaksi) Perlengkapan administrasi Rp. 500.000 Buku standar kefarmasian Rp.2.000.000 Sampel apotek Rp. 150.000 Kalkulator Rp. 200.000 Dispenser + gallon Rp. 350.000 Kipas angin Rp. 250.000 Papan nama Rp. 500.000 Lampu Rp. 500.000 Jam dinding Rp. 100.000 Alat kebersihan Rp. 100.000 Total Rp. 28. 825.000 RENCANA ANGGARAN TAHUN KE 1 1. Gaji karyawan Apotek penganggung jawab/saya sendiri - Apotek Pendamping Rp. 3.500.000 Tenaga Kefarmasian Rp. 4.500.000 Kasir/Adm Rp. 1.300.000 Jumlah Rp. 8.300.000 2.biaya lain-lain : Bebas listrik,air, telepon, keamanan Rp. 500.000 Lain-lain Rp. 500.000 Jumlah Rp. 1.000.000 Biaya Keseluruhan Rp. 9.300.000 Biaya tetap tahun ke 1 Biaya tetap bulan x 12 Rp. 111.600.00 THR untuk 5 orang Rp. 5.000.000 Total Rp. 144.900.000 B. ANALISI KELAYAKAN KEUANGAN Pendapatan per tahun Rp 5.184.000.000 Pengeluaran per tahun Rp1.600.578.000 Laba sebelum pajak Rp 3.583.422.000 Potongan pajak per tahun 10% Rp 358.342.200 Laba Rp 3.225.079.800 perhitungan kembali modal Modal dibagi laba = Rp 15.100.000.000: Rp 3.225.079.800= 4,68 Jadi kembalinya modal setelah 4 tahun 6 bulan 8 hari BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Studi Kelayakan Usaha Kesehatan (SKUK) Berdasarkan dari hasil penilaian macam-macam metode analisa studi kelayakan usaha kesehatan yang akan dilaksanakan di Apotek Akbar Farma pada setiap aspek diatas maka dapat disimpulkan: No Aspek Kelayakan Hasil Studi 1 Aspek Organisasi, Manajemen dan Hukum Baik / Layak 2 Aspek Operasional, Layout dan AMDAL Baik / Layak 3 Aspek Pemasaran dan Pasar Baik / Layak 4 Aspek Keuangan Baik / Layak Dari hasil yang telah disimpulkan diatas dapat dinyatakan bahwa usaha Apotek Akbar Farma adalah layak untuk dijalankan, karena secara keseluruhan laboratorium ini telah memenuhi kriteria penilaian studi kelayakan usaha sehingga usaha kesehatan tersebut mampu dijalankan dan dapat membantu atau berkontribusi kepada masyarakat dan perusahaan. Keterangan : 1. Hasil study kelayakan usaha pada aspek organisasi, manajemen dan hukum adalah dapat dijalankan dan layak untuk dijalankan. Hal ini dikarenakan dari hasil tinjauan dari segi struktur organisasi, pengelolaan manajemen dan perizinan hukum yang sudah terpenuhi. 2. Hasil studi kelayakan usaha pada aspek operasional, layout dan AMDAL dapat dijalankan / layak. Hal ini dikarenakan hasil tinjauan dari pemilihan lokasi yang strategis, obat yang ingin diperjual belikan, perencanaan jumlah produksi, jam pelayanan yang ada di apotek menunjukkan layak untuk dijalankan dan adanya pengelolaan limbah. 3. Hasil studi kelayakan usaha pada aspek pemasaran dan pasar dapat dijalankan / layak. Hal ini dikarenakan pada aspek pasar dan pemasaran, dilihat dari kesiapan dan ketersediaan lahan untuk pendirian rumah sakit, kelebihan analisis SWOT. Dari segi harga juga sudah mengimbangi dengan kebutuhan pasien atau konsumen. Lalu dari segi bentuk promosi laboratorium ini juga melakukan promosi yang mengikuti jaman yaitu lewat iklan di media sosial, dengan cara bekerja sama dengan instansi, dll. 4. Hasil study kelayakan usaha pada aspek keuangan di Apotek Akbar Farma adalah dapat dijalankan/ layak. B. Rekomendasi Tindak Lanjut Saran untuk diimplemasikan di masa yang akan datang untuk usaha Apotek Akbar Farma dengan perekembanagan masa, maka diharapkan penyediaan obat dan layanan kesehatan di apotek akbar farma dapat menjadi usaha apotek yang berkembang dan mampu bersaing dengan penyedia pelayanan kesehatan lain dan menjadi pilihan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, profil kesehatan dinkes Kauala Pembuang, Kab.Seruyan, Kalimantan Tengah: Diakses 02 Mei 2024 https://farmalkes.kemkes.go.id/ DPMPTSPTK. Izin Operasinal pendirian apotek. Kalimantan Barat. Diakses Pada 03 mei 20024, http://dpmptsptk.landakkab.go.id/izin/detail/izinpendirian-apotik PMK NO 73 TAHUN 2016, Di akses 02 mei 2024 https://iaijatim.id/wp-content/uploads/2019/11/Permenkes-73-2016-StandarPelayanan-Kefarmasian-Di-Apotek.pdf Layanan unit pelayanan kesehatan KEMENKES RI , diakses pada 03 Mei 2024 https://upk.kemkes.go.id/new/layanan/farmasi
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )