NAMA: Grandis Noviyana
NIM: 21323005
Country Profile dan Sejarah Kemerdekaan
(The Giant of Africa : Nigeria)
A. Country Profile
Peta Negara Nigeria
Nama Negara
: Federal Republic of Nigeria
luas wilayah
: 933.770 km² (356.669 mil²)
Bendera Nigeria
Jumlah Penduduknya
: 224 Jiwa
Sumber Daya Alam
: Minyak bumi, pertanian, dan mineral padat ( Timah, Bijih
Besi, Batubara, batu kapur, dan seng).
Ibu kota
: Abuja
Suku
: Hausa-Fulani, Igbo, dan Yoruba.
Agama mayoritas
: Islam, Kristen dan Katolik
Bahasa utama
: Inggris
Nama pemimpin negara
: Bola Tinubu
Sistem pemerintahan
: Republik Federal.
Nigeria merupakan sebuah negara di Afrika Barat yang terletak di pesisir Teluk
Guinea (Jatmika, 2016), merupakan negara dengan populasi terbesar di benua Afrika.
Dengan luas wilayah 933.770 km² (Nigeria: Geografi, Penduduk, dan Sejarahnya, 2020),
Nigeria menampung populasi yang mencapai 224 juta jiwa pada tahun 2024 (Worldometer).
Tingkat pertumbuhan populasi tahunan sekitar 2,6%. Keberagaman etnis di Nigeria patut
dicatat, dengan lebih dari 250 kelompok etnis yang menghuni wilayahnya.
Nigeria sebagai negara kulit hitam terpadat di dunia dilimpahkan dengan beragam
sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk sustainable national development
(Baba,2013). sumber daya yang terdapat di Nigeria adalah Minyak bumi, pertanian, dan
mineral padat. Nigeria sebagai negara penghasil minyak terbanyak di Afrika sekaligus urutan
keenam terbesar sebagai produsen minyak di dunia dan memiliki cadangan gas bumi yang
melimpah di Afrika.
B. Sejarah Kemerdekaan
Nigeria dengan julukan ‘The Giant of Africa’ negara berpopulasi terbesar di Afrika,
memiliki sejarah panjang dan kompleks dari awal peradaban seperti budaya Nok (1500 SM)
hingga kemerdekaan dari jajahan Inggris pada tahun 1960. Kerajaan-kerajaan kuno seperti
Nri, Benin, Oyo, dan Songhai mendominasi wilayah tersebut sebelum kedatangan Islam dan
Kristen. Keberagaman kerajaan kuno tersebut menjadikan Nigeria memiliki 200 - 300 macam
etnis di seluruh negaranya.
Sebagai salah satu negara yang didominasi oleh kulit hitam, Nigeria pada abad ke-15
telah terkenal dengan perdagangan budak Atlantik di wilayah Nigeria Modern. Masuknya
para pedagang budak dari eropa dari pelabuhan Badagry di pesisir laut Nigeria. Pada tahun
1851, pasukan Inggris menduduki Lagos, menandai awal pengaruh kolonial di Nigeria (Falola,
2015). Aneksasi resmi oleh Inggris menyusul pada tahun 1865, meletakkan dasar bagi
kekuasaan kolonial selama hampir enam dekade (Akintoye, 2010). Di bawah pemerintahan
Inggris, Nigeria menjadi protektorat pada tahun 1901, menandai periode transformasi dan
kontrol politik (Olusola, 2018).
Namun, perjalanan pasca kemerdekaan tidaklah mudah. Nigeria menjadi republik
pada 1963, namun dilanda kudeta militer dan gerakan separatis yang memicu Perang
Saudara Nigeria. Perjuangan kemerdekaan Nigeria mencapai puncaknya pada tahun 1960
ketika negara ini memperoleh kemerdekaan dari Inggris (Osuntokun, 1987). Namun,
kemerdekaan ini diiringi dengan gejolak politik yang signifikan. Pada tahun 1963, Nigeria
mendeklarasikan diri sebagai republik, namun stabilitasnya terancam oleh kudeta militer
berdarah pada tahun 1966 (Osagie, 1998). Kudeta tersebut memicu gerakan separatis yang
berujung pada pembentukan Republik Biafra pada tahun 1967, memicu Perang Saudara
Nigeria selama tiga tahun (Njobe, 1970). Perang ini menelan banyak korban jiwa dan
meninggalkan luka mendalam di negara ini. Setelah perang berakhir, Nigeria kembali
menjadi republik pada tahun 1979 dengan konstitusi baru (Segal, 1980).
Namun, stabilitas politik kembali terancam ketika militer kembali mengambil alih
kekuasaan pada tahun 1983 dan memerintah selama sepuluh tahun (Iyayi, 1996). Upaya
untuk membentuk republik baru pada tahun 1993 digagalkan oleh Jenderal Sani Abacha,
yang memerintah dengan tangan besi hingga kematiannya pada tahun 1998 (Diamond,
1999). Akhirnya, republik keempat didirikan pada tahun 1999, mengakhiri tiga dekade
pemerintahan militer yang penuh gejolak.
Setelah negosiasi dan perjuangan politik yang gigih, Nigeria akhirnya mencapai
kemerdekaannya pada tanggal 1 Oktober 1960. Sejak kemerdekaan, Nigeria telah bergulat
dengan membangun demokrasi dan stabilitas, dan sejarahnya yang kompleks terus
memengaruhi perannya dalam hubungan internasional Afrika dan global. Meskipun diwarnai
dengan berbagai tantangan, Nigeria terus berupaya membangun negara yang bersatu dan
demokratis di bawah naungan bendera kemerdekaannya.