PROPOSAL PROGRAM KEUANGAN MAHASISWA WIRAUSAHA PROGRAM PEMBINAAN MAHASISWA WIRAUSAHA (P2MW) O’PIEKRA Diusulkan Oleh: Yesika Yulianto 23133200020 Angkatan 2023 Deva Risna Rosellino 23133200041 Angkatan 2023 Balqis Liza Casandra 23133200047 Angkatan 2023 Joanita Panca Sonya 23133200048 Angkatan 2023 PROGRAM STUDI MANANJEMEN FAKULTAS BISNIS DAN HUKUM UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha 2025 Judul Usaha : 0’PieKra Tahapan Usaha : Tahapan Awal Kategori Usaha : Makanan dan Minuman Ketua Pengusul a. Nama Lengkap b. NPM c. Fakultas d. No. HP e. Email : Deva Risna Rosellino : 23133200041 : Bisnis dan Hukum : 087702495927 : devarosellino20@gmail.com Anggota Pengusul 1 a. Nama Lengkap : Yesika Yulianto b. NPM : 23133200020 c. Fakultas : Bisnis dan Hukum Anggota Pengusul 2 a. Nama Lengkap : Balqis Liza Casandra b. NPM : 23133200047 c. Fakultas : Bisnis dan Hukum Anggota Pengusul 3 a. Nama Lengkap : Joanita Panca Sonya b. NPM : 23133200048 c. Fakultas : Bisnis dan Hukum Dana yang diusulkan : Yogyakarta, ... 2025 Menyetujui, Ketua Pengusul, Rektor/Wakil Rektor/Ketua/Wakil Ketua (...) (Deva Risna Rosellino) NIP/NUP NPM: 23133200041 A. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara dengan wilayah yang luas dari Sabang sampai Merauke. Luasnya wilayah di Indonesia dibuktikan dengan hadirnya beragam sumber daya alam yang kaya akan manfaat. Sumber daya tersebut dapat dikelola semaksimal mungkin terlebih negara Indonesia merupakan salah satu wilayah yang masuk ke dalam negara agraris karena potensi tanahnya dalam membantu pertanian hingga perkebunan, sehingga dapat dipergunakan dan dimanfaatkan untuk kelancaran rantai kehidupan masyarakat. Keberagaman sumber daya yang ada di indonesia dapat menjadi peluang serta keunggulan jika dimanfaatkan dengan seefisien mungkin. Salah satunya dengan pemanfaatan lahan untuk sayuran yang menawarkan berbagai keunggulan tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi tetapi juga kesehatan dan lingkungan. Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk dalam hal sayuran lokal yang kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan. (sitasi) Selain itu, tanaman herbal cenderung lebih mudah dibudidayakan karena membutuhkan perawatan minimal dan dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah, sehingga cocok untuk lahan marginal yang kurang produktif bagi tanaman pangan utama. Dari sisi lingkungan, budidaya tanaman herbal juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi penggunaan pestisida kimia, dan meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat dan permintaan global terhadap produk herbal, pemanfaatan lahan untuk tanaman ini menjadi solusi inovatif yang berkelanjutan, menguntungkan petani lokal, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan lahan secara optimal untuk membudidayakan tanaman bernilai tinggi menjadi solusi yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah tanaman okra. Okra (Abelmoschus esculentus L) merupakan tanaman genus Abelmoschus dari famili Malvaceae (kapas-kapasan) (Lisnawati et al., 2016) yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain digunakan sebagai bahan makanan, okra juga terkenal akan manfaat kesehatannya. Sayuran ini mengandung banyak serat, vitamin C, vitamin K, serta asam folat, dan kaya akan antioksidan. Selain itu, okra memiliki kadar kalori yang rendah serta mengandung mineral penting seperti potasium dan magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan (Prastiwi, 2025). Namun, sayuran Okra jarang dikonsumsi dalam versi lain selain sayuran terlebih jumlah konsumsi sayuran di Indonesia masih tergolong rendah. Tanaman okra tidak hanya memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi tanah dan iklim, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang menjanjikan bagi petani. Jika budidaya okra dapat dikelola dengan baik, hasil panennya tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang bernilai tambah, seperti teh herbal. Dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat dan permintaan terhadap produk alami, pengolahan okra sebagai teh herbal dapat menjadi inovasi yang mendukung keberlanjutan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Sayangnya, produksi okra di indonesia masih rendah ketersediaan benih yang terbatas dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang budidaya tanaman ini. Tanaman okra di indonesia perlu diintroduksi secara luas agar masyarakat mengetahui manfaat tanaman ini (Pravitasari et al., 2022) terutama dalam bentuk makanan. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa kandungan okra memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti membantu menurunkan kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta mendukung kesehatan pencernaan. Selain itu, okra juga mengandung senyawa yang dapat membantu mengatasi peradangan dan mempercepat proses detoksifikasi tubuh. Di sisi lain, konsumsi makanan berbahan herbal di Indonesia memiliki peluang usaha yang dapat dilirik dan menjadi tren gaya hidup sehat, dengan pengembangan makanan berbahan okra bahkan memiliki peluang menyebar pasar. Dengan inovasi dalam pengolahan dan pemasaran, makanan berbahan dasar okra dapat menjadi alternatif sehat bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan herbal, sehingga melihat potensi besar dari tanaman okra sebagai sumber pangan bernutrisi tinggi, kami berinovasi untuk menghadirkan O’PieKra. Sebuah produk kuliner berbasis herbal alami yang mengoptimalkan manfaat kesehatan serta nilai ekonomi dari tanaman ini. Kami memilih okra sebagai bahan utama karena kandungan serat larutnya yang tinggi, kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar gula darah, serta sifat antioksidan yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Selain itu, dengan semakin meningkatnya permintaan akan makanan sehat yang tetap lezat dan mudah dikonsumsi, O’PieKra hadir sebagai solusi inovatif yang menggabungkan keunggulan rasa, gizi, dan keberlanjutan. Produk ini juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan hasil pertanian lokal secara optimal, membantu petani meningkatkan nilai jual tanaman mereka, serta mendorong industri pangan sehat berbasis bahan alami. Dengan menerapkan proses produksi yang higienis, berbasis penelitian, dan menggunakan teknik pengolahan yang menjaga kandungan nutrisi tetap maksimal, kami berharap O’PieKra dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan sehat, berkualitas, dan ramah lingkungan. Tabel 1. Struktur organisasi No. 1. 2. 3. 4. Nama Deva Risna Rosellino Yesika Yulianto Balqis Liza Casandra Joanita Panca Sonya Link Google Maps (...) Program Studi Manajemen Manajemen Manajemen Manajemen Alokasi Wkatu 20jam/pekan 20jam/pekan 20jam/pekan 20jam/pekan Jabatan CEO CFO CMO COO B. TUJUAN MULIA Tingkat konsumsi sayuran sehat di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Tingkat konsumsi sayuran sehat di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Meskipun Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, konsumsi sayuran sehat di negara ini masih tergolong rendah. Menurut Southeast Asian Food and Agriculture Science and Technology (SEAFAST) Center Institut Pertanian Bogor (IPB), konsumsi sayur dan buah di Indonesia baru mencapai 180 gram per kapita per hari, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan 400 gram per kapita per hari sehingga sangat disayangkan bahwa Indonesia memiliki minat yang cukup rendah mengkonsumsi sayuran (Chrisbiyanto, 2018). Salah satu sayuran bernutrisi tinggi namun kurang populer adalah okra. Okra kaya akan serat, vitamin C, vitamin K, folat, dan magnesium, yang semuanya penting untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, penting untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang, berperan penting dalam pembentukan DNA serta sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin, magnesium yang mendukung fungsi otot, saraf, dan kesehatan jantung. Membantu mengontrol kadar gula darah karena kandungan serat dan lendirnya yang dipercaya dapat menstabilkan kadar gula, menurunkan kadar kolesterol sehingga mengurangi risiko penyakit jantung, serta meningkatkan kesehatan mata berkat kandungan vitamin A (Murzen, 2024). Madu memiliki indeks glikemik (IG) yang umumnya lebih rendah dibandingkan gula pasir, sehingga cenderung menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih lambat. Nilai IG madu bervariasi tergantung pada jenis dan sumbernya, namun secara umum berkisar antara 30 hingga 58. Sebagai perbandingan, gula pasir memiliki IG sekitar 60. Indeks glikemik adalah ukuran yang menunjukkan seberapa cepat suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan IG tinggi dapat memicu lonjakan gula darah lebih cepat dibandingkan makanan dengan IG rendah. Oleh karena itu, madu dapat menjadi alternatif pemanis yang lebih baik dibandingkan gula pasir, terutama bagi mereka yang ingin mengelola kadar gula darah. Pengolahannyapun dengan kadar yang sudah ditetapkan, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan batas asupan gula tambahan tidak lebih dari 50 gram per hari yang artinya membatasi konsumsi madu 2-3 sendok makan per hari, atau sekitar 34-51 gram karbohidrat (Agustin, 2022) Tepung kelapa dan tepung gandum utuh dipilih menjadi bahan dasar karna kandungan pada tepung kelapa per 100 gram mengandung sekitar 400 kkal, protein 6 gram, lemak 16 gram, karbohidrat 64 gram, serat 40 gram, gula 8 gram, dan zat besi sebanyak 20 mg. Kandungan serat yang tinggi pada tepung kelapa menjadikannya pilihan yang baik untuk mendukung kesehatan pencernaan. Sedangkan tepung gandum utuh per 100 gram mengandung 340 kkal, air 11%, protein 13,2 gram, karbohidrat 72 gram, gula 0,4 gram, serat 10,7 gram, dan lemak 2,5 gram. Tepung gandum utuh memiliki kandungan protein yang lebih tinggi serta kadar gula yang lebih rendah dibandingkan tepung kelapa, sehingga cocok untuk mendukung asupan protein harian dan mengontrol kadar gula darah. Sehingga penggunaan tepung kelapa dan gandum utuh menjadi bahan dasar yang lebih sehat, kaya serat, rendah indeks glikemik, dan memberikan rasa serta tekstur yang lezat (Medis, 2025). C. KONSUMEN POTENSIAL 1. Segmentation, Targeting, and Positioning a. Segmentation (Segmentasi Pasar) Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar menjadi kelompok yang lebih kecil berdasarkan karakteristik tertentu agar strategi pemasaran lebih efektif. Menurut Kotler dan Armstrong (2018:170), Segmentasi pasar (segmenting) yaitu menganalisis pasar dengan tujuan mengarahkan fokus pemasaran ke segmen pembeli yang lebih kecil dengan karakteristik atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan strategi atau bauran pemasaran yang disesuaikan. (Vivaldy, dkk. 2023) Tujuan segmentasi pasar adalah untuk memahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku konsumen dengan lebih baik sehingga strategi pemasaran dapat dijalankan secara lebih efektif dan efisien. Dengan adanya segmentasi pasar, pemasar dapat menyesuaikan produk, harga, promosi, serta distribusi agar lebih relevan dengan target konsumennya, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan produk di pasaran. Dalam pemasaran O’PieKra, segmentasi pasar sangat penting untuk menentukan kelompok konsumen yang memiliki ketertarikan terhadap produk makanan sehat berbasis bahan alami. Pasar yang dituju harus memiliki kesadaran yang tinggi akan pola hidup sehat serta daya beli yang cukup. Oleh karena itu, segementasi dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu Segementasi Geografis, Demografis, dan Psikografis, guna memastikan bahwa produk menjangkau konsumen yang tepat. Tabel 2. Segmentasi Pasar No 1. Klasifikasi Segmentasi Pasar Segmentasi Geografis Aspek Klasifikasi Wilayah Segmentasi Pasar - - - 2. Segmentasi Demografis - Usia - - Pendidikan - - Status sosial Wilayah urban dengan akses terhadap produk makanan sehat dan tren gaya hidup sehat. Kota-kota dengan banyak komunitas gaya hidup sehat dan berolahraga. Wilayah dengan pertumbuhan ekonomi baik dan daya gaya beli tinggi Masyarakat usia produktif yang peduli dengan kesehatan. Konsumen dengan tingkat pendidikan menengah hingga tinggi. Kelompok ekonomi menengah keatas 3. Segmentasi Psikografis - Gaya hidup - - Hobi - - Kelas ekonomi dan sosial - Kesadaran kesehatan - dengan daya beli cukup untuk makanan sehat. Konsumen dengan gaya hidup sehat dan kepedulian tinggi terhadap pola makan Masyarakat yang gemar mencoba makanan sehat dan berbasis alami Pemilik bisnis makanan sehat yang mencari peluang untuk memperluas pasar. Individu dengan kesadaran tinggi terhadap nutrisi dan manfaat makanan sehat. Secara garis besar, segmentasi pasar dapat dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori utama, yaitu: 1. Segmentasi Geografis Segmentasi geografis membagi pasar berdasarkan lokasi, wilayah, atau akses terhadap produk tertentu. Dalam hal ini produk makanan sehat kami menargetkan daerah dengan tingkat kesadaran tinggi terhadap pola makan sehat dan tren gaya hidup sehat. Kami menyasar wilayah urban yang memiliki akses terhadap produk makanan sehat serta kota-kota dengan banyak komunitas gaya hidup sehat dan olahraga. Selain itu, wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan daya beli tinggi juga menjadi fokus utama, karena masyarakat di daerah ini cenderung lebih terbuka terhadap pola makan sehat. 2. Segmentasi Demografis Segmentasi demografis membagi pasar berdasarkan karakteristik populasi seperti usia, tingkat pendidikan, dan status sosial. Produk kami ditujukan bagi masyarakat usia produktif yang peduli dengan kesehatan. Konsumen utama kami adalah individu dengan tingkat pendidikan menengah hingga tinggi, yang cenderung memiliki pemahaman lebih baik tentang pentingnya konsumsi makanan sehat. Selain itu, kelompok ekonomi menengah keatas dengan daya beli cukup juga menjadi sasaran utama, mengingat harga produk makanan sehat sering kali lebih tinggi dibandingkan makanan konvensional. 3. Segmentasi Psikografis Segmentasi psikografis membagi pasar berdasarkan gaya hidup, hobi, kelas ekonomi dan sosial. Kami menargetkan individu yang memiliki gaya hidup sehat dan kepedulian tinggi terhadap pola makan. Konsumen potensial kami adalah mereka yang gemar mencoba makanan sehat dan berbasis alami. Selain itu kami juga menargetkan pemilik bisnis makanan sehat yang mencari peluang untuk memperluas pasar mereka. Dari segi kesadaran kesehatan, kami menghadirkan o’PieKra bagi individu dengan kesadaran tinggi terhadap nutrisi dan manfaat makanan sehat. b. Targeting (Target Pasar) Setelah melakukan segmentasi pasar, perusahaan dapat menentukan target pasar yang akan dilayani. Menurut Titik Wijayanti (2011:33), targeting merupakan proses menilai dan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dijangkau. Tujuan dari targeting adalah untuk mempermudah pencapaian segmen pasar yang dituju serta meningkatkan kepuasan konsumen. Sementara itu, menurut Kotler & Armstrong (2014:216), target pasar adalah proses mengevaluasi daya tarik setiap segmen pasar dan memilih satu atau beberapa segmen yang dianggap paling potensial untuk dijadikan sasaran utama. Tabel 3. Target Pasar No 1. 2. 3. Klasifikasi Target Pasar Targeting Geografis Targeting Demografis Targeting Psikografis Aspek Klasifikasi Target Pasar Wilayah - - Usia Jenis Kelamin Pendidikan - - Status sosial - - Gaya hidup - - Hobi Penduduk di kota Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul), Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Bekasi, Semarang, Solo, Banyumas, Magelang, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Denpasar, Badung, dan Gianyar Usia 18-55 tahun Pria dan Wanita Mahasiswa, pekerja kantoran, entrepreneur, serta ibu rumah tangga yang mulai beralih ke pola makan sehat. Individu dengan penghasilan Rp500ribu keatas per bulan yang dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk makanan sehat. Individu yang menjalani diet sehat atau clean eating. Pecinta kuliner sehat, atlet, instruktur kebugaran, influencer kesehatan dan food blogger. - - Kelas ekonomi dan sosial - - Kesadaran kesehatan Pengusaha dan pelaku UMKM di bidang kuliner sehat. Masyarakat urban yang sadar akan risiko kesehatan akibat pola makan tidak sehat dan berusaha mengubah kebiasan mereka. 1. Targeting Geografis 0’PieKra menargetkan konsumen di wilayah perkotaan besar seperti kota Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul), Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Bekasi, Semarang, Solo, Banyumas, Magelang, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Denpasar, Badung, dan Gianyar yang menjadi fokus utama karena masyarakat di daerah ini lebih terbuka terhadap tren pola makan sehat. Selain itu, kami juga menyasar masyarakat perkotaan yang aktif di media sosial dan mengikuti perkembangan gaya hidup sehat. 2. Targeting Demografis Produk ini ditujukan bagi individu dengan kesadaran tinggi akan pola makan sehat serta memiliki daya beli yang cukup untuk berinvestasi dalam konsumsi makanan sehat. Target utama kami adalah pria dan wanita berusia 18 hingga 55 tahun yang bekerja atau memiliki aktivitas padat, seperti mahasiswa, pekerja kantoran, dan entrepreneur. Selain itu ibu rumah tangga yang mulai beralih ke pola makan sehat juga menjadi bagian dari target kami. Dari segi pendapatan, kami menyasar individu dengan penghasilan cukup berkisar Rp500 ribu keatas per bulan yang dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk makanan sehat. 3. Targeting Psikografis Konsumen yang kami targetkan adalah konsumen yang menjalani pola makan sehat atau clean eating. Kami juga menargetkan pecinta kuliner sehat terutama yang aktif berbagi pengalaman di media sosial seperti misalnya food blogger. Selain itu, atlet, instruktur kebugaran dan influencer kesehatan juga menajdi sasaran utama. Pengusaha dan pelaku UMKM di bidang kuliner sehat serta masyarakat urban yang sadar akan risiko kesehatan akibat pola makan yang tidak sehat juga menjadi bagian dari target kami. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek ini, produk makanan sehat kami diharapkan dapat menjangkau konsumen yang tepat dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan. c. Positioning (posisi pasar) Positioning adalah strategi untuk menempatkan suatu produk di benak konsumen agar memiliki identitas dan keunggulan yang berbeda dari pesaing. Positioning yang jelas, membuat produk dapat dikenali dengan mudah dan menarik target pasar yang tepat. O’PieKra diposisikan sebagai makanan sehat berbasis bahan alami yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan nutrisi. Produk ini dibuat sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin menjalani pola makan sehat tanpa mengorbankan cita rasa. Kandungan serat tinggi, vitamin, antioksidan, serta indeks glikemik rendah, pie ini cocok bagi siapa saja yang ingin menjaga kesehatan, termasuk penderita diabetes, pelaku diet, hingga pencinta kuliner sehat. Sebagai produk inovatif, O’PieKra mengedepankan bahan baku utama okra, madu, tepung kelapa, dan gandum utuh, yang memiliki banyak manfaat kesehatan seperti menurunkan kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dibandingkan dengan makanan ringan lainnya, pie ini menawarkan kombinasi sempurna antara rasa, gizi dan keberlanjutan, mendukung pola makan sehat tanpa bahan tambahan berbahaya seperti gula rafinasi atau tepung olahan. Selain aspek kesehatan, O’PieKra juga berkontribusi dalam pemberdayaan petani lokal dengan memanfaatkan hasil petani Indonesia yang kaya akan tanaman herbal bernilai ekonomi tinggi. Produk ini hadir sebagai bagian dari tren gaya hidup sehat yang terus berkembang, menjadikannya pilihan utama bagi konsumen yang ingin menikmati cemilan bergizi, berkualitas, dan ramah lingkungan. 1. Buyer Persona 2. Potensi Pasar Jika melihat data rata-rata konsumsi sayur per kapita di Indonesia dari tahun 2019 hingga 2023, angka konsumsi masih tergolong rendah dan fluktuatif. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memenuhi rekomendasi konsumsi sayur harian yang disarankan oleh WHO, yaitu 400 gram per kapita per hari. Rendahnya konsumsi sayur ini menjadi peluang bagi kami untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat. Kami akan memfokuskan distribusi O’PieKra kepada segmen pasar yang membutuhkan alternatif makanan sehat berbasis sayuran, terutama bagi mereka yang memiliki kesadaran akan pola hidup sehat, tetapi kesulitan mengkonsumsi sayuran dalam bentuk tradisional. Dengan konsep pie yang praktis, lezat, dan kaya nutrisi dari okra, produk kami dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan asupan sayur dengan cara yang lebih mudah dan menarik. Selain itu, meningkatnya tren gaya hidup sehat dan permintaan akan produk pangan alami menjadi peluang bagi O’PieKra untuk diterima lebih luas di pasaran. Dengan strategi pemasaran yang menekankan manfaat kesehatan serta kemudahan konsumsi, kami yakin produk kami dapat menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin menikmati makanan sehat dengan cita rasa yang tetap lezat. Dengan potensi ini, O’PieKra hadir sebagai inovasi pangan yang tidak hanya mendukung peningkatan konsumsi sayuran di Indonesia tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat secara luas. Sumber: Data Indonesia. (2023) 3. Analisis Kompetitor Pasar Tabel 4. Analisis Kompetitor Pasar Aspek O’PieKra Lokasi DIY Platform MarketPlace - Instagram - Tiktok - Whatsapp - GoFood - GrabFood • Makanan siap saji (Pie) • Varian Ukuran - Satuan - 1 box (4) - 1 box (10) Jenis Produk Harga • Satuan: Rp • 1 box (4): Rp • 1 box (10): Rp Pielicious Bogor, Jawa Barat - Instagram - Whatsapp - GoFood Pie Susu Aji’k Badung, Bali - Instagram - Whatsapp • Makanan siap saji (Pie) • Varian Ukuran - Pie Small - Pie One Bite • Varian Topping (Pie Small) : Choco, Tiramisu, Fruit, Almond, Matcha, Strawberry, Nut, Cheese • Varian Topping (One Bite) : Choco, Fruit, Tiramisu, Almond, Cheese • • Pie Small - Small (12) Rp95.000 - Small (16) Rp48.000 • Pie One Bite (24) Rp75.000 • • • • Makanan siap saji (Pie) Varian rasa : Original, Cokelat, Keju Rp35.000 (Original) Rp37.000 (Cokelat) Rp38.000 (Keju) Delish Pie Arcamanik, Bandung - Instagram - Whatsapp - GrabFood - GoFood - ShopeeFood • Makanan siap saji (Pie) • Varian Ukuran - 1 box (12) - 1 box (24) • Varian Topping : Cream, Cheese, Choco, Fruit, Blueberry, Strawberry, Pistachio, Almond, Hazelnut, Banana, Nut, Lemon, Cheese, Tiramisu • 1 Box (12) Rp90.000 • 1 Box (24) Rp170.000 Packing Plastik Kemasan & Box Paper Box Dus Box Dus 1. Pielicious Kelebihan a) Varian rasa yang beragam b) Kualitas premium c) Tampilan menarik Kekurangan a) Daya tahan produk terbatas b) Harga yang ditawarkan relatif mahal c) Lokasi terbatas 2. Pie Susu Aji’k Kelebihan a) Harga terjangkau b) Jaringan distribusi luas c) Komitmen terhadap karyawan disabilitas Kekurangan a) Varian rasa masih terbatas b) Keterbatasan informasi tentang produk c) Persaingan ketat di pasar 3. Delish Pie Kelebihan a) Kemasan Delish Pie menarik b) Sering mengadakan promo dan giveaway c) Memperluas jangkauan dengan platform marketplace Kekurangan a) Tidak ada label nutrisi di kemasan b) Kurang variasi dalam bentuk atau ukuran pie c) Tekstur bisa berubah saat pengiriman Box Dus D. PRODUK 1. Inovasi Produk Menurut data BPS 2021, rata-rata konsumsi gula putih per kapita di Indonesia mencapai 1.123 gram per minggu atau sekitar 160 gram per hari, tiga kali lipat lebih tinggi dari anjuran Kemenkes dan enam kali lipat dari rekomendasi WHO, sehingga banyak dari masyarakat ingin ikut berlomba-lomba dalam mengkreasikan makanan manis menjadi makanan yang menyehatkan sekaligus aman dikonsumsi. Dengan adanya hal tersebut kami mencoba untuk ikut berinovasi mengkreasikan makanan manis menjadi makanan yang sehat, salah satunya dengan pengolahan pada makanan Pie. Inovasi yang kami bawakan yaitu dengan pengolahan Produk Pie berbahan dasar sayuran okra yang terbilang masih jarang dikawasan DIY bahkan sekitarnya. Identiknya pie mengandung bahan dasar seperti tepung terigu, mentega, gula, dan susu yang jika dikonsumsi secara berlebihan tidak aman bagi kesehaan. Oleh karena itu, inovasi dalam produk pie yang lebih sehat menjadi peluang besar untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin peduli terhadap kesehatan. Inovasi produk kami hadir sebagai solusi inovatif dalam industri makanan dengan memanfaatkan okra sebagai bahan utama. Okra merupakan sayuran yang kaya akan serat, antioksidan, serta nutrisi penting lainnya yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dengan mengombinasikan okra dengan bahan alami seperti kulit pie renyah yang dibuat dari campuran tepung gandum utuh dan bahan rendah gluten untuk menjaga tekstur yang ringan namun tetap sehat. Isian berbasis okra yang dikombinasikan dengan madu, susu rendah lemak, dan rempah-rempah alami sehingga menghasilkan rasa manis alami tanpa pemanis buatan. Tanpa pengawet dan pewarna buatan, menjadikannya produk ini aman dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia serya konsumen pencinta makanan manis ataupun cocokbagi mereka yang mengkonsumsi makanan sehat. 2. Unique Selling Product 1. Inovasi Pie berbahan dasar Okra yang jarang digunakan dalam makanan manis 2. Inovasi yang Sehat & Rendah Gula, Cocok untuk berbagai kalangan dari anakanak, remaja, hingga dewasa 3. Menciptakan produk yang sehat tanpa pengawet & perwarna buatan 4. Adonan Kulit Pie Sehat & Rendah Gluten 5. Mengikuti Tren Makanan Sehat & Plant-Based sejalan dengan tren konsumsi makanan berbasis nabati dan rendah gula 6. Ukuran konsumsi yang cocok untuk konsumen 7. Pilihan cocok untuk dijadikan oleh-oleh menyehatkan 8. Harga Terjangkau 9. Inovasi dalam segi kemasan yang trendi dan unik 10. Cocok untuk gaya hidup sehat 3. Paint Points a. Minimnya pemahaman Masyarakat tentang okra Salah satu kendala utama dalam memperkenalkan O’PieKra adalah rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai manfaat okra sebagai bahan pangan yang kaya nutrisi. Okra masih kurang dikenal di kalangan konsumen dan sering kali mendapat stigma negatif karena teksturnya yang berlendir. Akibatnya, banyak orang yang enggan mencoba produk berbahan dasar okra. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya edukasi yang menarik dan efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat okra sebagai sumber serat, vitamin, dan antioksidan. Selain itu, penting untuk memperkenalkan cara pengolahan yang tepat agar tekstur dan cita rasanya lebih diterima oleh konsumen. b. Kebiasaan Konsumen yang Cenderung Memilih Makanan Konvensional Konsumen umumnya lebih nyaman mengonsumsi makanan yang sudah familiar dibandingkan mencoba inovasi baru. Pie sendiri lebih sering dikaitkan dengan varian rasa manis, sehingga menghadirkan O’PieKra berbahan dasar okra menjadi tantangan tersendiri. Perubahan pola konsumsi membutuhkan waktu dan pendekatan yang tepat agar konsumen lebih terbuka terhadap produk ini. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang kreatif, seperti kampanye media sosial, promosi melalui influencer kuliner, serta sesi food tasting, dapat menjadi cara efektif untuk memperkenalkan produk ini ke masyarakat. Dengan begitu, konsumen akan lebih mudah menerima konsep baru ini dan melihat potensi manfaatnya. c. Tantangan dalam mengembangkan rasa dan tekstur yang disukai pasar Menjaga keseimbangan antara rasa dan tekstur merupakan tantangan penting dalam pengembangan O’PieKra. Okra memiliki karakteristik unik yang dapat mempengaruhi tekstur akhir produk, sehingga diperlukan teknik pengolahan khusus agar teksturnya tidak berlendir dan tetap lezat saat dikonsumsi. Selain itu, pemilihan bumbu dan bahan tambahan lainnya juga harus dilakukan secara cermat agar menghasilkan rasa yang sesuai dengan selera pasar. Riset dan pengujian produk yang berkelanjutan menjadi langkah krusial dalam memastikan bahwa O’PieKra ini benar-benar menarik bagi konsumen dan mampu bersaing dengan produk lain di pasaran. d. Biaya produksi dan efisiensi pengolahan Harga bahan baku seperti okra dapat mengalami fluktuasi tergantung musim dan ketersediaannya di pasaran. Hal ini dapat berdampak pada biaya produksi dan harga jual produk. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengadaan bahan baku yang lebih efisien untuk menjaga stabilitas biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas produk. Selain itu, produksi dalam skala besar juga membutuhkan teknik pengolahan yang efektif agar biaya operasional tetap terjangkau. Dengan menerapkan strategi produksi yang efisien dan mengoptimalkan rantai pasok, tantangan ini dapat diminimalisir sehingga harga jual tetap kompetitif di pasaran. BERIKUT CONTOH LOGO KEMASANNYA Gambar 1.0 Logo Produk Gambar 1.1 Kemasan Produk E. SUMBER DAYA 1. Gambar struktur organisasi CEO CMO CFO COO 2. Keahlian masing-masing anggota tim a. CEO (Deva Risna Rosellino) 1. Memiliki keahlian dalam mengkordinasikan, mengarahkan, serta mengontrol tiap divisi agar berjalan sesuai arahan 2. Memiliki keahlian mempimpin dan menjadi pihak penengah 3. Mengambil keputusan dalam pengelolaan 4. Berkomunikasi ke pihak-pihak terkait 5. Mengevaluasi berbagai saran, kritik, serta opsi yang ada. b. CMO (Balqis Liza Casandra) 1. Memiliki keahlian dalam bidang trend pasar yang berkembang 2. Dapat menganalisis STP yang sesuai 3. Menyusun dan menjalankan strategi pemasaran 4. Mengelola media sosial dan kampanye digital 5. Melakukan riset pasar dan menganalisis kebutuhan c. CFO (Yesika Yulianto) 1. Memiliki keahlian dalam bidang pelaksanaan anggaran dan biaya 2. Menyusun laporan keuangan dan anggaran 3. Mengelola dan mendata pemasukan serta pengeluaran 4. Menyiapkan keuangan untuk pertanggungjawaban 5. Memiliki tingkat ketelitian dan pemahaman dalam pengelolaan keuangan d. COO (Joanita Panca Sonya) 1. Pelaksanaa rencana dan analisis risiko serta peluang produk 2. Mengelola proses produksi atau penyediaan layanan agar berjalan efektif 3. Dapat menjamin kualitas produk atau layanan sesuai standar yang ditetapkan. 4. Dapat mencatat dan mengkordinasikan di tiap elemen untuk memastikan ketercapaian target 5. Mengawasi pengadaan bahan baku dan distribusi produk 3. Tanggung jawab masing-masing anggota tim a. CEO 1. Mengawasi jalannya proyek dan memastikan semua tim bekerja sesuai rencana. 2. Menentukan strategi bisnis dan arah pengembangan usaha. 3. Mengambil keputusan penting terkait pengelolaan proyekCMO b. CMO 1. Menyusun strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan 2. Mengelola media sosial dan branding usaha 3. Menganalisi dan melakukan riset pelanggan c. CFO 1. Mengatur anggaran dan pengeluaran 2. Membuat pelaporan dalam bentuk apapun untuk dipertanggungjawabkan 3. Mengelola pemasukan dan pengeluaran, serta peluang d. COO 1. Mengelola ketersediaan bahan baku, produk, serta bahan produksi barang lainnya 2. Memastikan kontrol kualitas produk atau layanan yang tersedia 3. Menyusun jadwal operasional dan mematiskan efisiensi tim Tabel 5. Sumber Daya Fisik No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 22. 23. 24. SUMBER DAYA FISIK Sayur Okra Tepung Terigu Tepung Maizena Madu Margarin Cetakan Pie Pengaduk Wisk Mangkok Timbangan Digital Pastry Brush (Kuas) Penyaring Oven Sendok Sendok Takar Talenan Baskom Telur Springkle Pisau Blender Sealer Press Plastik Kemasan Box Paper KUANTITAS 4kg 6kg 2kg 1kg 3000g 40 buah 2 buah 6 buah 2 buah 4 buah 2 buah 1 buah 6 buah 2 buah 2 buah 2 buah 3kg 500g 2 buah 1 buah 2 buah 300 buah 200 buah 25. Stiker 200 buah Tabel 6. Sumber Daya Non Fisik No. 2. MITRA Superindo Toko Intisari 3. Toko Sari Gemilang 4. 5. 6. Ginetive Digital Printing Toko Plastik J&T dan JNE 1. KETERANGAN Sebagai pemasok bahan baku sayur okra Sebagai pemasok bahan baku tepung, mentega, maizena dan alat cetakan Sebagai pemasok bahan baku madu dan susu rendah lemak Sebagai tempat membuat label stiker produk Sebagai pemasok packing O’PieKra Sebagai jasa ekspedisi dalam pengantaran produk O’PieKra F. PEMASARAN 1. Strategi pemasaran Pemasaran yang dilakukan OPieKra aitu menerapkan bauran pemasaran yang terkontrol yang meliputi aspek produk, harga, promosi, orang dan tempat. a. Produk Produk O’PieKra dirancang sebagai makanan sehat berbahan dasar tanaman lokal seperti okra, madu, dan tepung rendah gluten. Produk ini dikembangkan tanpa bahan tambahan kimia seperti pewarna dan pengawet buatan, sehingga aman dikonsumsi oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia. Keunggulan produk ini terletak pada komposisinya yang kaya serat, rendah gula, dan mendukung gaya hidup sehat, termasuk bagi konsumen vegetarian. b. Harga Dari segi harga, O’PieKra dipasarkan dengan harga yang kompetitif namun tetap terjangkau, baik bagi masyarakat kelas menengah ke bawah maupun ke atas. Penetapan harga mempertimbangkan kualitas bahan dan nilai gizi, dengan pilihan produk mulai dari satuan hingga paket hemat untuk pemesanan dalam jumlah besar. Strategi ini diharapkan dapat menjangkau konsumen yang peduli terhadap kesehatan tetapi tetap memperhitungkan aspek ekonomi. c. Promosi Promosi dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan platform marketplace seperti Shopee. Kampanye promosi tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga edukasi mengenai manfaat konsumsi okra dan pentingnya pola makan sehat. Beberapa strategi yang direncanakan antara lain promosi bundling, konten edukatif, kolaborasi dengan food blogger, serta sistem promo/diskon bagi pelanggan yang membagikan pengalaman mereka mengkonsumsi pie okra di media sosial. d. Orang Dari sisi sumber daya manusia, tim pemasaran diarahkan untuk memberikan pelayanan yang komunikatif, ramah, dan profesional. Setiap anggota tim diharapkan mampu memberikan informasi yang jelas kepada konsumen mengenai manfaat produk dan merespons pertanyaan atau keluhan dengan cepat. Penerapan prinsip pelayanan “Senyum, Sapa, Salam” menjadi budaya yang dipegang untuk menciptakan hubungan positif dengan konsumen. e. Tempat Untuk distribusi produk, O’PieKra akan dijual melalui dua jalur utama, yaitu penjualan langsung dan penjualan digital. Penjualan langsung akan difokuskan di Yogyakarta melalui partisipasi dalam bazar, event kampus, dan outlet lokal. Sementara itu, penjualan digital akan dilakukan melalui media sosial, e-commerce, serta platform layanan pesan antar seperti GoFood dan GrabFood. Pengiriman ke luar kota akan dilayani dengan bantuan ekspedisi seperti J&T dan JNE. 2. Customer Relationship Management (CRM) O’PieKra berkomitmen membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui pelayanan yang responsif dan ramah. Kami akan menyediakan layanan pelanggan yang cepat tanggap untuk menjawab pertanyaan seputar produk, pemesanan, dan pengiriman. Pelanggan dapat menghubungi kami melalui DM Instagram, WhatsApp, serta fitur chat di marketplace. Kami juga akan rutin mengadakan live streaming di marketplace seperti Shopee dan media sosial seperti Instagram untuk mengenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan pelanggan. Kami mendorong pelanggan untuk memposting pengalaman mereka saat mengkonsumsi Pie Okra dan menandai akun resmi kami sebagai bentuk testimoni. Sebagai bentuk apresiasi, kami akan mengadakan giveaway dan program loyalitas, misalnya diskon khusus untuk pelanggan yang melakukan pembelian ulang, serta hadiah menarik bagi pelanggan yang paling aktif di media sosial dalam membagikan konten tentang O’PieKra. 3. Jangkauan pasar O'PieKra akan memulai distribusi produk di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan sekitarnya, dengan fokus utama pada bazar lokal, event kampus, dan outlet lokal. Untuk memperluas jangkauan, kami juga melayani pemesanan secara online ke berbagai daerah di Pulau Jawa seperti Kota Semarang, Solo, Magelang (Jawa Tengah), Kota Bandung, Bogor (Jawa Barat), Surabaya, dan Malang (Jawa Timur). Kami memanfaatkan berbagai platform digital seperti GoFood, GrabFood, Shopee, dan Instagram untuk memaksimalkan distribusi. Pengiriman luar kota maupun luar pulau akan dilakukan menggunakan jasa ekspedisi terpercaya seperti J&T, JNE, SiCepat, yang memiliki cakupan distribusi luas dan fitur pelacakan real-time. Dengan strategi ini, O’PieKra diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya dari sisi geografis tetapi juga dari berbagai segmen usia dan gaya hidup, terutama mereka yang mendukung pola makan sehat dan alami. G. KEUANGAN 1. Revenue stream Revenue stream menurut Tim Clark (2012) merupakan cakupan elemen yang penting dalam model bisnis yang menjelaskan tidak hanya terkait dari mana memperoleh pendapatan melalui struktur harga dan cara pelanggan membayar atas nilai yang diberikan ataupun terkait uang datang, namun juga bagaimana harga ditetapkan dan uang dikumpulkan seperti biaya tetap, per transaksi, pay-per-use, ataupun bundling. Aliran pendapatan ataupun pemasukan merupakan keutamaan bagi perusahaan dalam memperoleh keuantungan yang sebesar-besarnya. Seperti yang diketahui, revenue stream memiliki beberapa manfaat diantaranya: membantu mengindentifikasi dari mana bisnis memperoleh pemasukan, membantu bisnis memilih strategi harga yang paling cocok untuk target pelanggan dan kondisi pasar, mendukung keputusan strategis bisnis, serta mengukur nilai yang dihasilkan dari tiap segmennya. a. Penjualan Produk Pie Okra aliran pendapatannya sebagian besar dari penjualan produk Pie, terigu, margarin. Akan tetapi Pie Okra juga menjual dengan kemasan sachet ataupun paket belanja online sehingga menambah pemasukan untuk perusahaan. b. Donasi Sebagai bagian dari visi sosial kami dalam meningkatkan konsumsi pangan sehat berbasis sayuran lokal, O’PieKra membuka kesempatan donasi bagi masyarakat yang ingin ikut ambil bagian dalam gerakan hidup sehat dan pemberdayaan pangan lokal. Melalui program ini, kami mengajak para pelanggan dan mitra untuk bersama-sama mendukung upaya edukasi gizi dan pemberian produk O’PieKra secara gratis kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat berpenghasilan rendah yang kurang teredukasi tentang pentingnya konsumsi makanan sehat. Donasi dapat disalurkan melalui metode cashless menggunakan QRIS yang telah kami sediakan, demi mendukung transparansi dan kemudahan transaksi. Setiap bentuk dukungan akan kami dokumentasikan melalui akun media sosial resmi O’PieKra sebagai bentuk akuntabilitas dan apresiasi atas partisipasi publik. Dana yang terkumpul akan kami alokasikan sepenuhnya untuk distribusi produk O’PieKra gratis serta kegiatan penyuluhan tentang manfaat sayuran herbal, khususnya okra, dalam mendukung kesehatan masyarakat. Dengan donasi Anda, kita tidak hanya berbagi makanan sehat, tapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pola makan yang lebih baik demi masa depan generasi yang lebih sehat dan kuat. 2. Cost Fixed Cost (Biaya tetap) Komponen Juml Total Biaya Biaya ah Gaji 4 Rp1.000.000, 00 Variable Cost (Biaya variabel) Komponen Biaya Jum Total Biaya lah Biaya Bahan Baku: 8 Rp1.009.000, a. Sayur Okra 00 b. Tepung Terigu c. Tepung Maizena d. Madu e. Margarin f. Telur g. Springkle Biaya Listrik 1 Rp50.000,00 Biaya Overhead: a. Box Paper b. Plastik Kemasan c. Stiker Biaya PDAM Biaya Paket Data Sewa Tempat Biaya Peralatan: a. Cetaka n Pie b. Pengad uk Wisk c. Oven d. Mangk ok e. Timban gan Digital f. Pastry Brush g. Penyari ng h. Sendok i. Sendok Takar j. Talena n k. Basko m l. Pisau m. Blende r n. Sealer Press 1 1 Rp100.000,00 Rp100.000,00 1 14 Rp150.000,00 Rp784.000,00 3 Rp240.000,0 0 TOTAL FIXED COST Rp2.134.000, 00 TOTAL VARIABLE COST Rp1.249.000, 00 Proyeksi Laporan Laba/Rugi Untuk Periode yang Berakhir Oktober 2025 Kategori Laporan Pendapatan Usaha Pendapatan Lain-lain Jumlah Pendapata n Beban Usaha Beban Gaji Beban Biaya Bahan Baku Beban Overhead Beban Kuota Internet Beban Pulsa Listrik Beban Transportas i Beban Sewa Tempat Jumlah Beban Usaha Laba Bersih Mei 2025 Juni 2025 Juli 2025 Agustus 2025 September 2025 Oktober 2025 Rp4.000. 000,00 Rp1.009. 000,00 Rp4.000. 000,00 Rp4.000. 000,00 Rp4.000.0 00,00 Rp4.000.00 0,00 Rp4.000.00 0,00 Rp240.00 0,00 Rp100.00 0,00 Rp50.000 ,00 Rp50.000 ,00 Rp150.00 0,00 Rp 4.699.000 ,00 1. Proyeksi Keuangan 3 tahun kedepan (Excel) 2. BEP BEP per unit Rumus = FC/P-VC O’PieKra isi 1 = Rp2.134.000,00/ O’PieKra isi 3 = O’PieKra isi 6 = O’PieKra isi 10 = BEP Rupiah FC/1-VC/TR = Jadi, O’PieKra perlu mendapatkan pendapatan sebesar Rp .. agar mencapai titik impas dalam operasionalnya. H. PENUTUP Kesimpulan Program O’PieKra merupakan inovasi produk kuliner sehat berbahan dasar okra yang menjawab tantangan rendahnya konsumsi sayuran di Indonesia. Melalui pemanfaatan okra sebagai bahan utama pie yang dipadukan dengan bahan-bahan alami seperti madu, tepung kelapa, dan gandum utuh, produk ini tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga nilai gizi yang tinggi. O’PieKra dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat, memperluas kesadaran masyarakat terhadap manfaat okra, serta berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi petani lokal dengan memaksimalkan hasil pertanian dalam negeri. Dengan strategi pemasaran yang tepat, segmentasi pasar yang jelas, dan keunggulan produk yang sehat, aman, dan ramah lingkungan, O’PieKra memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi produk unggulan di pasar makanan sehat Indonesia. Program ini juga menjadi bukti konkret peran mahasiswa dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal yang inovatif dan berdaya saing. Saran Agar O’PieKra dapat berkembang secara berkelanjutan, dibutuhkan dukungan dalam bentuk pembinaan kewirausahaan, pelatihan pengolahan produk berbasis pangan sehat, serta akses pemasaran dan pendanaan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat okra dan pentingnya konsumsi makanan sehat perlu terus dilakukan melalui media sosial, komunitas, dan kegiatan promosi lainnya. Kami juga menyarankan agar program ini dapat menjadi pilot project untuk mendorong mahasiswa lain menciptakan inovasi serupa yang memberdayakan sumber daya lokal dan memperkuat ekosistem wirausaha muda di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA Agustin, S. (2022). 6 Manfaat Madu bagi Kesehatan. https://www.alodokter.com/manfaat-madu-ditinjau-dari-sisi-medis AloDokter. Annur, C. M. (2021). Ekspor Rempah RI Moncer di Kala Pandemi. Katadata.Co.Id. https://katadata.co.id/infografik/61b69481ea5b6/ekspor-rempah-ri-moncer-di-kalapandemi Chrisbiyanto, A. (2018). Konsumsi Buah dan Sayuran Masyarakat Indonesia Masih Rendah. Sindo News. https://ekbis.sindonews.com/berita/1300422/34/konsumsi-buah-dansayuran-masyarakat-indonesia-masih-rendah Lisnawati, N., Handayani, I. A., & Fajrianti, N. (2016). Analisa flavonoid dari ekstrak etanol 96% kulit buah okra merah (Abelmoschus esculentus L. Moench) secara kromatografi lapis tipis dan spektrofotometri UV-VIS. Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 105–112. Medis, I. (2025). Kandungan Gizi Tepung gandum, gandum utuh. IDNmedis.Com. https://idnmedis.com/tepung-gandum-gandum-utuh Murzen, R. F. (2024). 8 Manfaat Okra dan Cara Mengolahnya. AloDokter. https://www.alodokter.com/sembari-menunggu-kepastian-okra-untuk-diabetes-kitanikmati-gizinya-dulu Prastiwi, S. U. T. (2025). Okra: Manfaat dan Khasiatnya bagi Kesehatan. Kanal Pengetahuan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. https://kanalpengetahuan.farmasi.ugm.ac.id/2025/01/20/okra-manfaat-dan-khasiatnyabagi-kesehatan/ Pravitasari, N. R., Fuskhah, E., & Sumarsono. (2022). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Okra (Abelmoschus Esculentus L.) Akibat Waktu Pemangkasan Pucuk dan Jarak Tanam yang Berbeda. Agroeco Science Journal, 1(1), 1–10. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/aesj/article/view/15383 Lampiran Bussiness Model Canvas (BMC) ... Produk O’PieKra Produk dalam Kemasan Logo O’PieKra Label Informasi Produk O’PieKra Foto Operasional
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )