Proposal Rancang Bangun Bisnis Studi Kelayakan Pendirian Usaha Anime Fashion Sekaigen Indonesia Di Bantul Yogyakarta Oleh: Sholehul Karim Desma Aryana 21311536 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMIKA YOGYAKARTA 2023/2024 Proposal Rancang Bangun Bisnis Studi Kelayakan Pendirian Usaha Anime Fashion Sekaigen Indonesia Di Bantul Yogyakarta Oleh: Sholehul Karim Desma Aryana 21311536 Yogyakarta, 24 Desember 2023 Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing : Bagus Panuntun, S.E., MBA. (.......................................) KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyusun proposal rancang bangun bisnis yang berjudul "Pendirian Usaha Anime Fashion Sekaigen Indonesia" ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari proposal rancang bangun bisnis ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Business Plan. Selain itu, proposal ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran dalam bentuk dokumen kepada investor agar bisa melihat model bisnis yang saya miliki. Terlebih dahulu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bagus Panuntun, S.E., MBA, selaku Dosen Business Plan yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan semua, terima kasih atas bantuannya sehingga sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini. Kemudian, saya menyadari bahwa tugas yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun kami butuhkan demi kesempurnaan laporan ini. Yogyakarta, 24 Desember 2023 Sholehul Karim Desma Aryana 3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN a. Latar Belakang b. Rumusan Masalah c. Tujuan d. Manfaat e. Ruang Lingkup PROFIL BISNIS BAB 2 MODEL BISNIS a. Aspek Teknis/Operasi/Produksi 3 4 5 5 7 7 7 8 9 18 22 a. Rencana Desain Produk b. Fasilitas/Peralatan Produksi c. Tempat Usaha d. Kapasitas Produksi e. Proses Produksi f. Rancangan Kualitas 22 23 23 23 24 25 b. Aspek Pasar dan Pemasaran 27 a. Potensi Pasar b. Strategi Bauran Pemasaran c. Strategi Promosi d. Saluran Distribusi 27 31 33 35 c. Aspek Organisasi dan SDM 36 a. Struktur Organisasi b. Jumlah Karyawan c. Deskripsi Pekerjaan d. Kualifikasi Pekerjaan e. Sistem Perekrutan f. Sistem Penilaian Kinerja g. Sistem Kompensasi 36 37 37 40 42 42 43 d. Aspek Keuangan a. Laporan Laba/Rugi b. Laporan Neraca c. Laporan Aliran Kas DAFTAR PUSTAKA 45 47 48 49 50 4 BAB 1 PENDAHULUAN a. Latar Belakang Indonesia adalah salah satu negara yang masuk kedalam jumlah wibu (pecinta budaya jepang) terbanyak di dunia. Dalam hal ini khususnya anime dan yang berkaitan dengan hal tersebut. Menurut CNBC Indonesia fans dan popularitas anime di Indonesia merupakan terbesar di Asia. Dari Survei Japan Foundation menyebutkan bahwa Indonesia menjadi nomor 2 terbanyak di seluruh dunia. Kemudian pencarian data melalui Google Trends yang telah dilakukan oleh akun instagram @anievo.id mereka mendapatkan hasil yaitu dari 38 provinsi di Indonesia, DKI Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota dengan jumlah penggemar anime terbanyak di Indonesia, disusul oleh Yogyakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Sumatra Utara. Gambar 1 Top 10 Provinsi Dengan Penggemar Anime Terbanyak dari AniEvo Ide bisnis Sekaigen Indonesia ini muncul dari keresahan saya sebagai orang yang sangat suka terhadap anime, bahkan tak sedikit saya sampai membeli produk-produk 5 seperti kaos dengan jumlah yang banyak, tetapi ada satu masalah yang muncul yaitu bahan yang digunakan kurang nyaman padahal harga yang dipatok cukup mahal. Dari hal itu saya mencoba untuk mendesain sebuah bisnis anime fashion dengan menciptakan produk kaos dengan bahan nyaman tetapi dengan harga murah. Karena beberapa teman saya pun juga mengeluhkan bahan yang kasar dan tidak menyerap keringat ketika berada di outdoor. Selanjutnya masalah stigma buruk terhadap orang pecinta anime yang selalu berpakaian aneh dan kurang terlihat keren, kami Sekaigen Indonesia hadir dengan mencoba mendesain kaos yang simple, elegan, unik dan menarik, tentu hal ini untuk mengatasi masalah ketidakpercayadirian yang dialami oleh para wibu. Keunggulan bahan yang berkualitas dan desain yang simple ini akan advantages kami dibanding pesaing. Ini sesuai dengan tagline yang kami miliki yaitu Become an Ultimate Anime Lovers with Us!. Untuk mencapai itu pun bisnis yang kami jalankan ini mencoba selalu melihat apa yang menjadi keinginan konsumen dengan melakukan riset terlebih dahulu desain dan bahan baju seperti apa yang disukai oleh para konsumen. Produk yang dikeluarkan pun akan kami adaptasi dari anime yang sedang tren saat ini. Teruntuk bagian aspek pemasaran yang dijalankan, Sekaigen Indonesia berfokus pada teknik marketing 5.0. Dalam buku Marketing 5.0 Technology for Humanity (2011), Kotler, dkk menyebutnya sebagai revolusi marketing untuk kemanusiaan. Menurut Kotler sendiri kedua generasi termuda Z dan Alfa ini mengarah ke dua arah yang positif. Pertama membawa perubahan bagi umat manusia dan meningkatkan kualitas dari kemanusiaan itu sendiri. Yang kedua mendorong kemajuan teknologi untuk semakin maju. Dengen pengertian itu kami mencoba memanfaatkan platform media sosial dan e-commerce untuk menawarkan produk kami, sehingga konsumen akan melihat pengalaman yang berbeda dan tertarik untuk membeli produk kami. Platform yang digunakan antara lain adalah Instagram Reels dan VT (Video Tiktok). Bagian keuangan sendiri Sekaigen Indonesia berjalan dengan menggunakan modal pemilik sebesar Rp30.000.000,- untuk perencanaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang, serta pencatatan keuangan harian dan bulanan untuk mengontrol arus kas yang ada. Kemudian uang ini akan digunakan juga tentunya sebagai biaya operasional 6 mulai dari pembelian bahan baku, desain produk, hingga sampai pada tahap pemasaran produk. Aspek SDM karyawan yang ada di Sekaigen Indonesia dikelola oleh 3 orang pendiri (co-founder) yang berperan sebagai CMO, COO, dan CFO. Lalu untuk bagian operasional lainnya terdiri dari 1 orang HRD kemudian 3 orang bagian pengiriman dan 3 orang lagi bagian pengemasan. Total ada 10 anggota dari Sekaigen Indonesia saat ini. b. Rumusan Masalah 1. Bagaimana bisnis ini dapat menyelesaikan masalah/problem para pecinta anime mengenai bahan kaos yang ada saat ini ataupun masalah yang lain? 2. Seperti apa model bisnis ini dan bagaimana cara mendatangkan profit yang ideal selama prosesnya? 3. Apa saja yang menjadi keunggulan dalam bersaing dari Sekaigen Indonesia dengan kompetitor? 4. Bagaimana nantinya rancangan bisnis Sekaigen Indonesia dapat berjalan dengan baik dilihat dari aspek operasi, sumber daya manusia, keuangan, serta pemasaran? c. Tujuan Dari latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka penulis dapat memberitahukan tujuan penulisan proposal rancang bangun bisnis sebagai berikut : 1. Sebagai tolok ukur kelayakan sebuah bisnis bagi Sekaigen Indonesia yang bergerak di bidang fashion 2. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan serta peluang dan ancaman dengan cara yang objektif 3. Sebagai sumber informasi yang lengkap mengenai bisnis yang dijalankan untuk bisa memahami strategi, nilai-nilai bisnis, dan tujuan yang akan dicapai 4. Menjadikan sebuah alat untuk memudahkan penulis untuk merancang efektivitas dan efisiensi bisnis dari berbagai aspek, mulai dari aspek produksi, penjualan, hingga finansial d. Manfaat Manfaat dari penyusunan proposal rancang bangun bisnis ini adalah memberikan wawasan dan gambaran kepada pemilik usaha untuk bisa membuat perencanaan bisnis 7 yang lebih terstruktur. Bisnis anime fashion ini diharapkan dapat memenuhi keinginan konsumen atas permintaan mereka terhadap kaos, jaket, tas, topi yang identik dengan anime. Selain itu juga dokumen ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak lain seperti investor agar mau berinvestasi terhadap bisnis yang sedang Sekaigen Indonesia rencanakan ini. e. Ruang Lingkup Ruang lingkup pada bisnis Sekaigen Indonesia ini dimulai dari perencanaan ide atau brainstorming mengenai desain anime apa yang akan kita keluarkan sebagai produk berupa kaos, jaket, tas, totebag, dll. Kita juga selalu menganalisis pasar terlebih dahulu dengan mencoba melihat tren anime yang ada di sosial media sekarang ini. Dengan hal itu kita akan lebih mudah menentukan mana desain yang relevan untuk kita launching. Selanjutnya untuk pengadaan bahan baku kita mencari bahan dan warna kaos dan produk lain sesuai yang sudah kita mock up sebelumnya, hal ini untuk meminimalisir terjadinya kesalahan nantinya. Baru setelah itu proses pembuatan/produksi dilaksanakan, dalam hal ini kita biasanya memproduksi 50pcs terlebih dahulu untuk setiap desain produk. Mengapa demikian, hal ini kami lakukan untuk test pasar terlebih dahulu, produk mana yang kira-kira paling diminati oleh konsumen. Bersamaan dengan pemasaran ini, kami Sekaigen Indonesia juga selalu melakukan foto shoot product dan take video content sebagai sarana untuk mempromosikan produk yang telah kami buat sebelumnya. Lalu, dibagian penjualan kami mencoba melakukan transaksi melalui Instagram, Shopee, dan Tokopedia sebagai platform utama dalam sales & marketing. 8 PROFIL BISNIS Nama Usaha : Sekaigen Indonesia Bidang Usaha : Fashion Tanggal Didirikan : Alamat Usaha : Bakungan, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, 55762 Nomor Telepon : +62821-3333-1866 Alamat Email : sekaigenindonesia@gmail.com Instagram : @sekaigen.co Tiktok : @sekaigenindonesia Shopee : Sekaigen Indonesia Gambar 1.1 Logo Brand Nama Sekaigen Indonesia diambil dari bahasa jepang yaitu “世界” (Sekai) yang berarti dunia dan “無限” (Mugen) yang berarti tak terbatas. Hal ini menjadi yang menjadi dasar kami untuk mencoba menciptakan sebuah desain kreatif terhadap sebuah produk dengan imajinasi yang tak terbatas. Melihat beberapa masalah yang ada di atas kami juga mencoba untuk hadir sebagai problem solver atas keresahan para pecinta anime yang kurang puas terhadap kualitas bahan kaos yang tidak nyaman ataupun kasar. Maka dengan itulah Sekaigen Indonesia memiliki Visi menjadi Store Anime Fashion Terbaik di Indonesia. Adapun misi untuk mencapai hal itu adalah dengan komitmen kami untuk selalu menjaga kualitas bahan dengan tetap membuat 9 desain anime yang menarik dan disukai oleh konsumen. Pasar yang menjadi target kami adalah para remaja yang berusia 15-30 tahun kurang lebih dimana mereka termasuk dalam usia yang sangat menyukai anime. Kemudian keunggulan dari Sekaigen Indonesia sendiri adalah dengan mencoba menjual produk seperti kaos anime dengan kualitas bagus tetapi dengan harga yang terjangkau, namun tetap desain yang simple dan elegan. Adapun beberapa produk yang saat ini kami sedang jual ataupun on project sebagai berikut : 1. Anya x Bond Spy Family Edition (Tersedia di Instagram dan Shopee saat ini) Gambar 1.3 Anya x Bond 10 2. Dr Vegapunk One Piece Arc Egghead (Akan rilis pada bulan Januari 2024) Gambar 1.4 Dr. Vegapunk 3. Divine General Mahoraga Jujutsu Kaisen (Akan rilis pada bulan Februari 2024) Gambar 1.5 Divine General 11 4. Kaido Beast Pirates One Piece (Akan rilis pada bulan Januari 2024) Gambar 1.6 Kaido Beast Pirates 12 5. Operation Strix Spy x Family Edition (Akan rilis pada bulan Maret 2024) Gambar 1.7 Mock Up Strix Mission 6. One Piece Arc Egghead (Akan rilis pada waktu yang akan mendatang) Gambar 1.8 Logo Depan One Piece Arc Egghead 13 Kemudian kami juga menganalisis beberapa kompetitor dengan analisis dimana mereka bermain atau posisi bisnisnya seperti apa. Tentu hal ini akan menjadi pertimbangan Sekaigen Indonesia untuk mampu bisa bersaing mengingat sengitnya dunia bisnis saat ini. Berikut beberapa kompetitor yang akan menjadi pesaing kami : 1. Sugoi Co Gambar 1.9 Profil Instagram Sugoi 2. PATRIARK Gambar 1.10 Profil Instagram PATRIARK 14 3. Kremlin Gambar 1.11 Profil Instagram Kremlin 4. Kizaru 15 Gambar 1.12 Profil Instagram Kizaru World 5. Club 1986 Gambar 1.13 Profil Instagram Club 1986 No Nama Brand Tabel 1 Analisis Posisi Bisnis dan Kompetitor Kualitas Harga Bahan 1 Sekaigen Indonesia Cotton Murah Combed 24s (Berkisar 100 & Cotton ribuan) Customize Design Product Product ❌ Simple & Unique Desain Bamboo 2 Sugoi Co Cotton Murah Combed (Berkisar 100 ❌ Japan Desain ❌ Anime Tech Autentik ribuan) 3 Kremlin Cotton Menengah Combed 20s (Berkisar 200 Desain & 16 & Cotton ribuan) Street Combed 24s 4 Club 1986 Cotton Menengah ke Combed 24s atas (Berkisar ❌ Vintage ❌ Japan Japan Desain 300 ribuan) 5 Kizaru Cotton Murah Combed 30s (Berkisar 80 ribuan) 6 PATRIARK Fleece Menengah - 330gsm Eksklusif (Mahal) Artwear Desain ✅(Mampu Artwear membuat Anime desain Desain ekslusif (Fokus di handmade) Hodie & Jaket) 17 BAB 2 MODEL BISNIS Menurut Osterwalder & Yves Pigneur (2014) menjelaskan bahwa Business Model Canvas terdiri dari sembilan blok bangunan bisnis. Blok bangunan ini berisikan bagian-bagian penting yang menjelaskan tentang bagaimana organisasi tersebut menciptakan manfaat dan juga mendapat kemanfaatan dari para pelanggannya. Adapun bagian dalam Business Model Canvas tersebut meliputi Customer Segment, Value Proposition, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnership dan Cost Structure. Gambar 2 Business Model Canvas Sekaigen Indonesia Penjelasan singkat mengenai Business Model Canvas, Sekaigen Indonesia menerapkan bahwa ada 9 aspek yang telah dirancang dan disusun sebagai dasar dalam menjalankan bisnis ini kedepannya sebagai berikut: 1. Segmentasi Pelanggan Menurut Kotler dan Armstrong (2010:216) segmentasi pasar adalah membagi sebuah pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli dengan keinginan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda-beda. Menurut Kotler dan Keller (2010:228) sebuah segmentasi pasar terdiri dari sekelompok pelanggan yang berbagi kebutuhan dan keinginan yang serupa. 18 Sekaigen Indonesia mempunyai segmentasi pasar sebagian besar adalah para pecinta anime (wibu) dari segala umur, tetapi lebih spesifiknya yaitu pelajar maupun mahasiswa yang berumur 15-25 tahun. Selain itu juga, karena kami berkomitmen untuk menghadirkan pakaian dengan kualitas lembut dan nyaman, maka orang-orang yang suka beraktivitas di outdoor pun menjadi target pasar kami nanti tentunya. Tidak hanya itu kami pun memanfaatkan para pengecer (reseller) untuk melakukan penjualan produk kami terhadap konsumen. 2. Proporsi Nilai Value proposition menurut Kotler & Keller (2012) adalah serangkaian manfaat yang perusahaan berikan kepada pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Ini mendefinisikan cara perusahaan bekerja dengan memfokuskan aktivitas mereka pada pelayanan terbaik kepada pelanggan mereka sambil melakukan hal yang menguntungkan (Barnes, Blake, & Pinder, 2009). Value proposition yang ingin kita sampaikan kepada konsumen adalah produk berkonsep anime untuk orang-orang pecinta anime dan orang yang suka aktivitas di outdoor. Kami berkomitmen untuk memberikan jaminan kualitas bahan yang halus dan lembut agar pengguna ketika memakainya merasa nyaman. Selain itu juga, Sekaigen Indonesia memberikan konsep desain pakaian yang simple, elegant, unik sehingga mudah di ingat dan ketika konsumen memakainya pun tetap merasa percaya diri. 3. Aktivitas Utama Menurut Tim PPM Manajemen (2012:36) yang dimaksud Key Activities (kegiatan inti) adalah kegiatan yang menentukan keberhasilan suatu model bisnis. Seperti juga halnya dengan key resource , key activities 30 berperan penting dalam mewujudkan value propositions. Di dalam key activities, Sekaigen Indonesia mempunyai beberapa aktivitas untuk mendukung dalam proses jalannya bisnis nantinya. Aktivitas utama yang dimaksud dalam hal ini adalah mulai dari membuat konsep untuk content di Instagram maupun Tiktok, melakukan riset terhadap desain produk, melakukan produksi, hingga memasarkan produk melalui promosi dengan Instagram Ads, Tiktok Ads, endorsement, ataupun paid promote pada akun-akun komunitas anime. 4. Hubungan Pelanggan 19 Pengertian Customer Relationship Management menurut Kotler & Keller dalam Laksmana, Eka, Kusuma, & Landra (2018) adalah proses memaksimalkan loyalitas pelanggan dengan cara mengelola informasi terperinci tentang setiap pelanggan dengan sebaik mungkin. Khedkar (2015) Mendefinisikan Customer Relationship Management sebagai aktivitas pemasaran berupa pengumpulan, pengelolaan, dan pengungkitan informasi pelanggan dan riwayat kontak yang bertujuan untuk memaksimalkan nilai pelanggan untuk menyempurnakan hubungan dengan pelanggan yang bertujuan untuk mengoptimalkan kepuasan dan loyalitas pelanggan dari waktu ke waktu”. Hubungan dengan pelanggan, Sekaigen Indonesia mencoba berinteraksi dan menjalin hubungan secara langsung dengan konsumen yaitu secara online maupun offline. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan mulai dari personal assistant, yaitu dengan mencoba lebih dekat secara personal terhadap konsumen. Lalu ada testimoni sebagai bentuk transaksi dan feedback yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. Disisi lain kami juga mencoba memberikan real picture produk yang ada di katalog Instagram, Tiktok, Shopee ataupun Tokopedia. 5. Saluran Menurut Lamb (2001), istilah saluran (channel) berasal dari bahasa latin canalis, yang berarti kanal. Saluran distribusi adalah serangkaian dari organisasi yang saling bergantung untuk memudahkan pemindahan kepemilikan sebagaimana produk-produk bergerak dari produsen ke pengguna bisnis atau pelanggan. Dalam perihal ini, Sekaigen Indonesia saat ini berfokus pada saluran online. Media sosial dan marketplace menjadi platform utama kami dalam menjalankan proses bisnis ini nantinya. Untuk mendapatkan interest dan brand awareness dari pelanggan Sekaigen Indonesia mencoba untuk membagikan konten menarik atas produk yang kami tawarkan. Fokus kami pada Instagram dan Tiktok menjadi tempat yang paling tepat untuk memaksimalkan kunjungan calon pembeli untuk setidaknya melihat profil akun media sosial dari Sekaigen Indonesia itu sendiri. 6. Sumber Daya Utama Menurut Royan (2014), key resources menggambarkan asset – asset terpenting yang menentukan keberhasilan suatu model bisnis. Aset –aset berharga inilah yang 20 memungkinkan perusahaan mewujudkan value proposition yang dijanjikan kepada pelanggan dengan baik. Melihat key resource atau aktivitas utama dari Sekaigen Indonesia ada beberapa sumber daya yang sangat penting bagi berjalannya bisnis ini kedepannya. Mulai dari vendor produksi dan toko kain yaitu Creator Tees dan Knitto. Kemudian ada ilustrator dan desainer yang kita hire maupun outsourcing menjadi bagian dari Sekaigen Indonesia untuk merancang konsep produk anime itu sendiri. Lalu tidak lupa juga tentunya alat fotografi maupun videografi juga sangat menjadi penting karena nantinya setiap produk yang sudah jadi akan dilakukannya foto shoot dan take video content. Untuk menunjang semua sumber daya tadi tentunya modal awal dari para founder menjadi hal yang sangat penting. 7. Mitra Utama Menurut Royan (2014), key partnership merupakan mitra kerja sama dalam pengoperasian suatu perusahaan. Perusahaan membutuhkan kemitraan ini untuk berbagai tujuan yang umumnya adalah penghematan karena tidak tercapainya skala ekonomi dan mengurangi resiko dalam memperoleh sumber daya seperti produsen, pemasok dan konsultan. Dalam menjalankan bisnis ini tentunya Sekaigen Indonesia tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kerja sama mitra dengan pihak lain seperti vendor produksi, vendor toko kain, designer & illustrator, selebgram, komunitas anime, dan ekspedisi pengiriman. Semua pihak yang terkait memiliki peranannya masing-masing dalam berjalannya bisnis anime fashion ini. 8. Struktur Biaya Pengertian dari cost structure adalah “All costs incurred to operate a business model” (Alexander Osterwalder & Yves Pigneur, 2010). Dalam artian lain cost structure merupakan semua biaya yang dikeluarkan perusahaan yang digunakan untuk mengoperasikan model bisnis. Sekaigen Indonesia memiliki struktur biaya fixed cost dan variable cost. Biaya seperti gaji karyawan, kemudian pemasaran produk ataupun iklan, lalu videografer dan fotografer serta ilustrator menjadi biaya tetap setiap bulan yang harus kita keluarkan. Kemudian pembelian bahan baku, packaging, dan hal-hal yang berkaitan dengan 21 produksi menjadi biaya variabel karena harganya tergantung banyaknya jumlah yang kita beli nantinya. 9. Aliran Pendapatan Revenue Streams ialah “the cash a company generates from each Customer Segment” (Alexander Osterwalder & Yves Pigneur, 2010) arti lain dari revenue stream adalah pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan berupa uang tunai yang diperoleh dari pelanggan Setiap revenue streams memiliki mekanisme harga yang berbeda seperti penetapan harga tetap, tawar menawar, lelang, bergantung pada pasar, bergantung pada volume, atau pengelolaan hasil. Mengenai revenue stream, Sekaigen Indonesia mendapatkan hasil dari kegiatan operasional dan penjualan tentunya. Kegiatan penjualan produk langsung ke konsumen ataupun melalui reseller menjadi aliran pendapatan utama dalam bisnis ini. Kemudian kedepannya Sekaigen Indonesia juga akan membuat sebuah layanan berlangganan berbayar kepada konsumen untuk mendapatkan diskon untuk setiap pembelian produk ataupun penawaran terbatas. a. Aspek Teknis/Operasi/Produksi a. Rencana Desain Produk Sekaigen Indonesia memutuskan dalam menciptakan produk akan melakukan beberapa perencanaan sebelum produk itu didesain, antara lain sebagai berikut: 1. Pemilihan Supplier / Vendor Pemilihan vendor konveksi maupun toko kain menjadi hal yang penting bagi Sekaigen Indonesia karena nantinya mereka lah yang akan menjadi partner untuk dapat berjalannya bisnis ini. Untuk saat ini kami mencoba dan masih mencari vendor terbaik dengan harga murah namun dengan kualitas terbaik. Aspek lain yang penting juga termasuk pelayanan, lokasi, dan fleksibilitas. 2. Pemilihan Designer & Illustrator Untuk menunjang bisnis kami agar bisa berjalan dan berkembang tentunya produk yang kami hasilkan mampu memberikan kesan desain yang menarik bagi konsumen. Maka dari itu kami juga sampai saat ini terus mencari desainer di 22 seluruh Indonesia untuk kami ajak kerja sama dan menjadi bagian penting dalam bisnis ini. 3. Penentuan Jenis Produk dan Kualitas Bahan Perencanaan terakhir yaitu kami menentukan apakah produk yang akan kita keluarkan nantinya mulai dari kaos, jaket, hoodie, totebag, topi, dll. Dalam hal ini tentu kami harus melakukan riset terlebih dahulu bahan yang akan digunakan seperti apa agar nantinya produk yang kita jual tetap memiliki value dan nyaman ketika dipakai oleh konsumen. b. Fasilitas/Peralatan Produksi Untuk mendukung proses bisnis dari Sekaigen Indonesia tentunya kami membutuhkan beberapa peralatan ataupun fasilitas produksi. Namun untuk di awal bisnis kami masih bekerja sama dengan vendor konveksi yang dimana seluruh proses produksi dimiliki oleh Creator Tees. Namun ada beberapa peralatan yang kami beli untuk mendukung operasional bisnis seperti printer barcode label, lampu fotoshoot, rak meja, dll. c. Tempat Usaha Lokasi usaha dan operasional serta penyimpanan produk Sekaigen Indonesia terletak di Jalan Pandansimo Km 1, Bakungan, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, 55762. Sementara itu untuk vendor konveksi berlokasi di Jogonalan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55184. Sedangkan untuk vendor kain berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto No.162A. Tegalrejo. Tegalrejo, Yogyakarta, 55244. d. Kapasitas Produksi Pada bagian ini, Vendor Creator Tees mampu memproduksi produk dan menghasilkan 100 pcs dalam waktu kurang lebih 2 minggu. Tetapi kami dari pihak Sekaigen Indonesia biasanya untuk tahap awal hanya meminta produksi 50 pcs untuk setiap desain, karena mengingat project kami kedepannya adalah 3-4 desain produk yang berbeda. Oleh karena itu perkiraan akan ada 200 pcs setiap bulannya yang mampu diproduksi dan coba untuk kita jual nantinya. 23 e. Proses Produksi Perwujudan proses produksi yang kami jalankan setidaknya akan melewati 4 tahap, diantaranya sebagai berikut: 1. Persiapan Produksi Pada tahap ini, Sekaigen Indonesia akan melakukan riset terlebih dahulu bahan apa yang akan menjadi pilihan kami untuk bisa kita produksi nantinya. Untuk itu kami selalu mencoba untuk datang melihat langsung pada toko kain Knitto yang menyediakan banyak jenis bahan kain berkualitas. Sesuai dengan misi kami, tentunya bahan yang akan menjadi patokan kami adalah bahan yang nyaman, mampu menyerap keringat, dan lembut pastinya. Selain itu juga kami perlu memilih warna kain yang cocok sesuai dengan desain yang akan kita keluarkan nantinya. 2. Pembuatan Prototype & Mock Up Design Tahapan selanjutnya adalah pembuatan prototype atau sampel desain, dalam hal ini kami Sekaigen Indonesia bekerja sama dengan beberapa desainer untuk menggambar karakter anime yang kita inginkan, lalu setelah jadi akan coba kita mock up ke dalam sampel kaos ataupun produk lainnya. Dalam hal ini kita juga menentukan jenis kainnya seperti apa mulai dari cotton combed ataupun cotton bamboo. 3. Proses Produksi Tahap proses produksi merupakan tahapan inti yang menjadi implementasi nyata dari pembuatan rancangan sebelumnya (prototype). Tahapan ini meliputi proses kerja sama dengan vendor sablon dan jahit yaitu Creator Tees. Kegiatan ini melibatkan penentuan desain yang akan dipilih dan penentuan bahan yang akan dipakai serta proses produksi sampai benar-benar produk itu jadi dan siap untuk kita jual. 4. Pemantauan Produksi Kemudian setelah produk itu jadi tentunya dari pihak Creator Tees akan melakukan proses QC (Quality Control) sebagai bentuk pengawasan dan pengecekan apakah produk itu sudah layak untuk dijual. Tidak hanya itu kami dari pihak Sekaigen Indonesia juga akan melakukan pengecekan kembali terhadap 24 produk, hal ini bersamaan ketika kami melakukan packaging product. Semua ini kami lakukan untuk memastikan keberhasilan dan kelayakan suatu produksi atas produk yang nantiya akan kami jual kepada konsumen. f. Rancangan Kualitas Saat ini Sekaigen Indonesia sedang melakukan produksi dan penjualan terhadap salah satu produk yang ada, spesifikasi produk dan kualitasnya sebagai berikut : ● Oversize T-Shirt Gambar 2.1 Mock Up Depan Anya x Bond 25 Gambar 2.2 Mock Up Belakang Anya x Bond Name Product : Anya x Bond Spy Family Edition Textile Properties : Cotton Combed 24’s Color : Sky Blue dan Seafoam Green Size : S, M, L, XL (with oversize chart) Category : Oversize T-Shirt Jenis Sablon : Plascharge Bahan yang kami gunakan untuk produk ini adalah cotton combed 24’s dari toko kain knitto, yang memiliki spesifikasi dan keunggulan sebagai berikut: - Sensasi Sejuk, Bahan kaos cotton combed dapat mengalirkan udara dengan baik yang menimbulkan sensasi sejuk dan nyaman untuk digunakan - Halus dan Lembut Karena proses pembuatannya bahan kaos cotton combed mempunyai tekstur kain yang halus dan lembut - Menyerap Keringat 26 Bahan kaos cotton combed memiliki daya serap yang sangat baik karena bahan dasar yang digunakan adalah 100% dari serat kapas Hal ini yang menjadi pertimbangan kami untuk memastikan produk yang kami produksi nanti memiliki kualitas yang bagus dan layak untuk dijual serta digunakan oleh konsumen tentunya. b. Aspek Pasar dan Pemasaran a. Potensi Pasar Berdasarkan laporan baru yang dikeluarkan Association of Japanese Animation (AJA) di November 2022 ini, disebutkan peningkatan industri anime mencapai 13,3 persen di 2021 dibandingkan dengan 2020 dengan total nilai pasar mencapai 19,76 miliar dolar AS. Peningkatan tersebut diiringi dengan meningkatnya produksi anime yang sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi. Peningkatan itu tidak hanya disumbang dari anime itu sendiri. Namun juga merchandise, penjualan musik dan hal lainnya yang berkaitan dengan industri anime, seperti yang dilansir dari ANN. AJA menyebutkan dalam laporannya bahwa peningkatan tersebut merupakan pencatatan tertinggi yang pernah tercatat di industri anime, sejak AJA mulai mencatat total nilai pasar industri tersebut di 2002. Pasalnya, peningkatan tertinggi industri anime sebelumnya tercatat pada 2019 lalu. Pada saat itu, tercatat bahwa industri anime tumbuh sebesar 9,1 persen, dengan total nilai pasar mencapai 18,12 miliar dolar AS. Sementara itu, laporan pertumbuhan industri anime untuk 2022 belum dihitung oleh AJA. Namun, dari peningkatan yang terjadi di 2021, diproyeksikan industri anime di 2022 ini lebih tinggi. Lalu kami Sekaigen Indonesia pun juga mencoba melakukan riset terhadap minat masyarakat terhadap anime maupun hal-hal yang berhubungan, melalui Google Trend ada 5 provinsi dengan pencarian terbanyak yaitu, South Kalimantan, East Kalimantan, North Sulawesi, Central Kalimantan, dan West Java. 27 Gambar 2.3 Trend Analisis Google tentang Anime Menggunakan analisis funneling sendiri yaitu TAM (Total Addressable Market), SAM (Service Available Market), SOM (Service Obtainable Market) akan terlihat melalui penjelasan di bawah. - TAM (Total Addressable Market) Produk yang ingin kami jual adalah untuk orang yang masuk kategori pemuda. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2022 sebanyak 68,82 juta jiwa penduduk Indonesia masuk kategori pemuda. Angka tersebut porsinya mencapai 24% dari total penduduk. - SAM (Service Addressable Market) Jika ingin lebih spesifik dan fokus lagi, kami menargetkan penjualan kami ada di wilayah Jawa, karena komposisi pemuda berdasarkan wilayah pada 2022 lebih dari separuh dari total pemuda di Indonesia, sebesar 54,79%. Hal ini berarti ada sekitar 37.7 juta orang. 28 - SOM (Service Obtainable Market) Pasar realistis yang mungkin bisa kami sasar dalam lingkup yang lebih kecil adalah pada wilayah West Java, dimana diawal daerah ini termasuk salah satu interest search paling banyak nomor 5 menurut Google Trend dengan poin 88. Menurut artikel jumlah persentase Wibu (pecinta anime) jika diasumsikan ada sekitar 3% disetiap wilayah. Maka dari hal ini pasar realistis yang mungkin bisa dipenuhi ada 1.13 juta orang yang ada di wilayah Jawa dan mungkin akan lebih sedikit lagi jika spesifik ke satu wilayah saja. Namun jika kita melihat dari kemungkinan yang paling realistis, hal ini tentu bisa dilihat dari banyaknya orang yang antusias untuk datang dan menghadiri event cosplay dan jejepangan. Salah satu contohnya pada tahun 2022 ada event bernama Animetoku yang diselenggarakan pada tanggal 14-23 Januari. Pada acara ini diselenggarakannya kegiatan bazar dimana ada sekitar 24 tenant yang sukses melakukan penjualan hingga milyaran rupiah. Tentu hal ini karena banyaknya pengunjung yang hadir sekitar 5.000 - 6.000 pengunjung. Gambar 2.4 Demografi Pemuda Indonesia Berdasar Usia data diambil dari Badan Pusat Statistik Indonesia (Persentase) 29 Gambar 2.5 Demografi Pemuda Indonesia Berdasar Provinsi dan Usia 16-30 Tahun Data diambil dari Badan Pusat Statistik Indonesia (Persentase) Gambar 2.6 Demografi Pemuda Indonesia Berdasar Pengeluaran (Ekonomi) antara Laki-Laki dan Perempuan Data Diambil dari Badan Pusat Statistik Indonesia (Persentase) 30 b. Strategi Bauran Pemasaran Menurut Cannon, Perrcault dan McCarthy (2008 : 8), pemasaran (marketing) adalah suatu aktivitas yang bertujuan mencapai sasaran perusahaan, dilakukan dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau klien serta mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan atau klien dari produsen. Menurut Kotler dan Amstrong (2012:92)“Marketing mix is good marketing tool is a set of products, pricing, promotion, distribution, combined to produce the desired response of the target market” Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran merupakan alat pemasaran yang baik yang berada dalam suatu perusahaan, dimana perusahaan mampu mengendalikannya agar dapat mempengaruhi respon pasar sasaran. Dalam bauran pemasaran terdapat seperangkat alat pemasaran yang dikenal dalam istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga), place(tempat atau saluran distribusi), dan promotion (promosi), sedangkan dalam pemasaran jasa memiliki beberapa alat pemasaran tambahan seperti people (orang), physical evidence (fasilitas fisik), dan process (proses), sehingga dikenal dengan istilah 7P. maka dapat disimpulkan bauran pemasaran jasa yaitu product, price, place, promotion, people, physical evidence, and process. Saat ini Sekaigen Indonesia masih mencoba model 4P namun kedepannya 7P tentu akan kita jalankan sepenuhnya. Berikut adalah unsur yang ada pada strategi bauran pemasaran Sekaigen Indonesia saat ini: 1. Produk Terkait sebuah produk yang akan diimplementasikan dan diciptakan Sekaigen Indonesia yaitu dengan menyajikan produk jadi clothing & accecories merchandise seperti halnya kaos, jaket, hoodie, topi, totebag, keychain, dll. 2. Price (Harga) Dalam hal penetapan kebijakan harga Sekaigen Indonesia menentukan dengan berbasis pada persaingan. Kami mencoba melakukan riset berapa harga jual yang ditetapkan oleh pesaing, lalu kami mencoba untuk mengadaptasinya dengan perbedaan harga yang tidak jauh berbeda, bisa lebih murah maupun lebih mahal tergantung kualitas produk ataupun branding yang kita tawarkan ke konsumen nantinya. Kami mencoba membuat persepsi kepada konsumen bahwa 31 produk yang Sekaigen Indonesia jual adalah berkisar Rp100.000 - Rp200.000 yang mana ini harga standar murah untuk kualitas bahan dan desain yang bagus. 3. Promosi Sekaigen Indonesia memiliki teknik promosi dengan memanfaatkan trend yang ada saat ini. Dimana strategi itu tersebut dengan tujuan, target pasar yang ada, untuk itu kami mencoba membuat stok terbatas, dengan hal in produk yang kami buat memiliki nilai jual yang ekslusif. Hal ini juga memanfaatkan ke FOMO an dari para konsumen juga tentunya. Promosi yang kita lakukan yaitu melalui konten yang kita buat di Instagram maupun Tiktok dengan dibarengi endorse ke beberapa akun komunitas anime, kemudian menggunakan Instagram Ads sebagai alat promosi. Selain itu juga nantinya kita akan memanfaatkan para selebgram untuk mempromosikan produk kita secara langsung dengan mereview kelebihan dari kualitas bahan serta desain produk. 4. Place (Tempat) Sekaigen Indonesia saat ini masih berjualan melalui online store yaitu dibeberapa platform e-commerce seperti Shopee maupun Tokopedia. Namun kedepannya kami juga berkomitmen untuk mencoba hadir pada event cosplay anime yang ada di sekitar Yogyakarta dengan membuat pop-up store sebagai sarana toko fisik dan bukti fisik agar para konsumen bisa melihat dan merasakan langsung produk yang kami miliki. 5. Personnel (Orang) Dalam menjalankan bisnis ini Sekaigen Indonesia mempunya beberapa karyawan yang memiliki jobdesk masing-masing sesuai kebutuhan perusahaan. Diantaranya ada 3 orang co-founder yang merangkap sebagai CMO, CFO, dan COO. Lalu ada 1 orang di bagian HRD, selanjutnya 3 orang di bagian shipping specialist dan 3 orang lagi di bagian packaging. Komponen tersebut merupakan SDM internal dari Sekaigen Indonesia. Sedangkan untuk SDM eksternal Sekaigen Indonesia yaitu bekerja sama dengan pihak outsourcing dalam wujud vendor konveksi Creator Tees dan toko kain Knitto. Selain itu juga adanya desainer serta ilustrator dari luar yang bekerja sama menjadi bagian dari Sekaigen Indonesia. 6. Phsycial Evidence (Bukti Fisik) 32 Lokasi operasional, gudang, dan kantor Sekaigen Indonesia berlokasi di Jalan Pandansimo Km 1, Bakungan, Trimurti, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, 55762. Sementara itu untuk vendor konveksi berlokasi di Jogonalan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, 55184. Sedangkan untuk vendor kain berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto No.162A. Tegalrejo. Tegalrejo, Yogyakarta, 55244. 7. Process (Proses) Dalam menjalankan proses bisnis kedepannya Sekaigen Indonesia memiliki beberapa tahap yang dimulai dari R&D pada desain produk, kebutuhan pasar, dan anime yang sedang tren saat ini dan dimasa yang akan datang. Kemudian adanya proses produksi mulai dari pembentukan rancangan produk, kualitas, hingga quality control pada produk yang sudah jadi. Bagian sselanjutnya ada pada pemasaran yang dilakukan melalui platform online ataupun offline. Bagian terakhir pun yaitu terlaksananya kegiatan transaksi jual beli secara online melalui platform media sosial maupun marketplace berupa Shopee, Tokopedia, Instagram, maupun WhatsApp Business. c. Strategi Promosi Teruntuk menerapkan jalannya bisnis kedepannya, Sekaigen Indonesia menggunakan beberapa jenis strategi promosi diantaranya sebagai berikut: 1. Personal Selling Strategy Personal selling merupakan salah satu komponen promotion mix di samping advertising, sales promotion dan publicity yang menekankan pada komunikasi yang bersifat persuatif untuk dapat menggugah kemungkinan konsumen untuk melakukan pembelian. Personal selling merupakan komunikasi langsung antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Sekaigen Indonesia menggunakan platform media sosial WhatsApp untuk menjalankan strategi ini. Dengan melakukan penawaran dengan cara yang intensif kepada konsumen agar lebih mendapatkan emosi dari konsumen untuk mau 33 membeli produk yang kita jual. Melakukan komunikasi secara personal layaknya seorang teman dan chat yang lebih komunikatif tentunya. Lalu untuk penerapan strategi ini secara offline yaitu pada pop-up store yang akan kita buat pada event cosplay anime yang ada di Yogyakarta sekitarnya. Dengan berinteraksi secara langsung terhadap konsumen akan membuat feels emotions yang lebih baik nantinya. 2. Endorsement Menurut Shimp dalam Natalia dan Rumambi (2013) endorser adalah pendukung iklan atau juga yang dikenal sebagai bintang iklan yang mendukung produk yang di iklankan. Endorser dibagi menjadi dua jenis yaitu, Typical Person Endorser dan Celebrity Endorser. Iklan dimaksudkan untuk mempengaruhi afeksi dan kognisi konsumen- evaluasi, perasaan, pengetahuan, makna, kepercayaan, sikap dan citra konsumen menyangkut produk dan merek, Peter & Olson (2014). Dengan pemahaman itu Sekaigen Indonesia mencoba untuk menarik para artis dan influencer yang aktif serta memiliki banyak pengikut di media sosial untuk menawarkan dan mempromosikan produk yang kita jual memiliki insight yang bagus nantinya. Karena tidak sedikit, brand sekarang ini menggunakan para selebgram untuk menjadi alat marketing. Dengan cara ini tentunya para influencer diharapkan dapat menginfluence dan memberikan brand awareness terhadap pengikutnya agar mereka tahu Sekaigen Indonesia dan tertarik untuk membeli produk yang kita jual. 3. Digital Marketing Digital atau iklan online telah mengalami pertumbuhan yang fenomenal sejak didirikan pada tahun 1994 (Robinson et al., 2007) Internet telah menjadi media periklanan yang paling cepat berkembang dalam dekade ini (Ha, 2008) Sejalan dengan berkembangnya internet, muncul pemahaman baru mengenai paradigma pemasaran berupa konsep pemasaran modern berorientasi pasar/konsumen atau revolusi pemasaran berupa electronic marketplace (Arnott dan Bridgewater, 2002). Sekarang ini hampir semua aktivitas menggunakan teknologi digital. Media sosial sudah menjadi alat dan aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia 34 dalam berinteraksi. Tentunya Sekaigen Indonesia memanfaatkan hal ini menjadi saranan pemasaran digital yang sangat prospek kedepannya, dimana semua informasi dan tren yang ada selalu tersaji di dalamnya. Dalam hal ini kami menargetkan pemasaran yang dilakukan yaitu dengan membuat video content di Instagram Reels maupun di Video Tiktok. Mengingat saat ini Tiktok menjadi salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia sebanyak 99,79 juta pengguna. d. Saluran Distribusi Menurut Stanton (2012) “Saluran distribusi dibedakan menjadi saluran distribusi untuk barang konsumsi, untuk barang industri dan untuk jasa”. Selanjutnya Stanton (2012) mengatakan ketiga jenis barang tersebut diatas, tentunya memerlukan saluran distribusi yang berbeda karena memang pasar yang dituju juga berbeda. Atas dasar jenis dan segmen produk yang dipasarkan, jenis saluran distribusi dapat dibedakan atas : 1. Produsen - Konsumen 2. Produsen - Pengecer - Konsumen 3. Produsen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen 4. Produsen - Agen - Pengecer - Konsumen 5. Produsen - Agen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen Melihat dari penjelasan teori di atas, Sekaigen Indonesia mempratekkan saluran distribusi pada angka 1 dan 2. Dimana pada angka 1, Sekaigen Indonesia menjual produk secara langsung ke konsumen melalui platform media sosial maupun e-commerce. Pada angka 2, Sekaigen Indonesia mencoba bekerja sama dengan para pengecer untuk mendistribusikan produk yang kami jual. Dalam hal ini tentunya kami memberikan harga yang lebih murah kepada pengecer (reseller) agar mereka mampu menaikkan harga kepada end user. 35 c. Aspek Organisasi dan SDM a. Struktur Organisasi Menurut Robbins & Judge (2014 :231) Struktur organisasi adalah untuk menunjukkan bagaimana tugas pekerjaan secara formal dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal. (how job tasks are formally dividend, grouped, and coordinated). Selanjutnya masih Robbins dan Coulter (2016 : 322) mendefinisikan bahwa Struktur organisasi adalah pengaturan formal pekerjaan dalam suatu organisasi. Struktur ini, yang dapat ditampilkan secara visual dalam bagan organisasi, juga melayani banyak tujuan. Memahami dari pengertian tersebut kami Sekaigen Indonesia mendesain struktur organisasi untuk menjalankan proses bisnis kedepannya sebagai berikut: Gambar 2.7 Struktur Organisasi Sekaigen Indonesia 36 b. Jumlah Karyawan Sekaigen Indonesia memiliki 3 orang pendiri (co-founder) yang menjabat sebagai CMO, CTO, dan CFO. Kemudian ada 1 orang HRD yang membawahi 2 orang direktur pengemasan dan pengiriman, yang mana setiap posisi memiliki 2 staff masing-masing untuk membantu pekerjaan dan operasional bisnis. Lalu untuk CMO sendiri membawahi 1 orang desainer dan content creator. Di sisi lain, outsourcing SDM vendor konveksi Creator Tees dan vendor toko kain Knitto. c. Deskripsi Pekerjaan Armstrong dalam buku Doni Juni Priansa (2014:80) berpendapat bahwa deskripsi jabatan mendefinisikan apa yang diperlukan pimpinan untuk melaksanakan kegiatan, tugas, atau pekerjaannya. Gary Desler berpendapat dalam buku Yussy Santoso dan Ronnie R. Masman (2015:82) menyatakan bahwa deskripsi jabatan adalah daftar jabatan, tanggung jawab, hubungan pelaporan, kondisi jabatan dan tanggung jawab penyelesaian. Untuk mempermudah dan menjadi pedoman bagaimana tugas dari masing-masing departemen dan karyawan secara spesifik, Sekaigen Indonesia menguraikan deskripsi pekerjaan sebagai berikut : No Jabatan 1 CEO (Owner) Tabel 2 Job Deskripsi Sekaigen Indonesia Job Deskripsi - Sebagai leader dan pemimpin perusahaan, menciptakan visi dan misi perusahaan. - Mengevaluasi pekerjaan dari para eksekutif perusahaan. - Merancang tujuan bisnis dalam jangka pendek maupun panjang. - Membangun tim yang solid dengan solidaritas yang tinggi. 37 2 CMO (Chief Marketing Officer) - Mengembangkan rencana pemasaran online maupun meningkatkan offline untuk penjualan dan pertumbuhan perusahaan. - Membuat strategi promosi, pengenalan merk (brand awareness) dan menciptakan value added untuk mampu bersaing dengan kompetitor. 3 COO (Chief Operation Officer) - Bertanggung jawab untuk melakukan perencanaan dan pengawasan serta pengambilan keputusan terkait operasional perusahaan, mulai dari pembelian bahan baku, desain produk, hingga proses produksi nantinya. - Melakukan R&D terhadap produk yang akan diproduksi kedepannya nanti 4 CFO (Chief Finance Officer) - Melakukan perusahaan perencanaan keuangan dalam jangka pendek maupun panjang. - Mencatat arus kas masuk dan keluar perusahaan secara terperinci. - Memastikan laporan keuangan perusahaan akurat dan tepat waktu. 5 HRD (Human Development) Resource - Bertanggung jawab menjaga hubungan yang baik antara karyawan di perusahaan. - Memberikan training dan development kepada karyawan. 38 - Melakukan perencanaan, rekrutmen dan seleksi, hingga perhitungan kompensasi serta keuntungan. 6 Packer - Melakukan packing barang (pengemasan) - Memeriksa barang (quality control) apakah produk sudah siap untuk didistribusikan. - Mengatur dan menyiapkan kemasan seperti plastik, kotak, bungkus sesuai dengan jenis produk yang akan dikemas. - Mengelola inventaris perusahaan dan memastikan ketersediaan yang cukup. - Menimbang paket produk dan memberi label yang tepat sesuai dengan alamat pengiriman. 7 Shipping Specialist - Mengirim paket ke ekspedisi pengiriman yaitu J&T , JNE, SiCepat, dll. - Melakukan pendataan ulang dan memastikan alamat pengiriman sudah sesuai. - Menjaga data pengirim dan penerima. - Memastikan paket sampai dalam kondisi yang baik. 8 Desainer & Content Creator - Membuat konten organik harian untuk feed di Instagram maupun di Tiktok. - Membuat desain produk dan mock-up. 39 - Mengumpulkan informasi ide serta riset untuk dijadikan sebuah konsep lalu diimplementasikan dalam bentuk video maupun foto. d. Kualifikasi Pekerjaan Kompetensi menurut Dessler (2017,p.408) kompetensi adalah karakteristik pribadi yang dapat ditunjukan seperti pengetahuan, keterampilan dan perilaku pribadi seperti kepemimpinan. Wibowo (2016,p.271) mengemukakan bahwa suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan itu tersebut. Sekaigen Indonesia memiliki kualifikasi ataupun limitasi serta keterampilan sumber daya manusia untuk menjamin keberlangsungan bisnis sebagai berikut : 1. Owner (Founder) Sebagai seorang pemilik dan nantinya menjadi CEO dalam perusahaan tentunya diharapkan memiliki jiwa entrepreneurship dalam memimpin dan mengelola perusahaan. Mampu memahami perkembangan bisnis di industri yang berkaitan. Mampu memahami tentang risiko mengenai industri serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik (intrapersonal). 2. Departemen Operation Di Dalam departemen ini Sekaigen Indonesia membutuhkan seorang CTO maupun COO yang mampu menyusun strategi untuk mencapai tujuan jangka pendek maupun panjang. Mampu mendesain dan melihat bagaimana prospek produk itu kedepannya. Mampu membuat banyak keputusan (decision making) yang penting bagi perusahaan. Lalu juga sebagai seorang problem solver bagi internal maupun eksternal perusahaan. 3. Departemen Human Resource 40 Departemen ini nantinya sebagai sarana pengembangan manusia yang ada di dalam perusahaan. Untuk mencapai hal itu tentunya dibutuhkan seorang HRD yang memiliki kemampuan intrapersonal yang baik. Karena nantinya akan mengurus dan bertemu banyak karyawan seorang HRD harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dalam pengembangan karyawan Sekaigen Indonesia maka perlunya skill training dan pengembangan karyawan yang baik tentunya untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas kerja. Punya empati yang tinggi untuk bisa menangani keluhan, curhat, ataupun permintaan dari karyawan 4. Departemen Finance Menjadi bagian dalam departemen keuangan dibutuhkan seseorang yang memiliki keterampilan dan pengalaman dasar dalam kegiatan keuangan perusahaan. Bagian keuangan juga harus mampu merencanakan rencana keuangan perusahaan dan strategi keuangan yang tepat, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Seorang CFO ataupun staff yang berada di bawahnya juga harus mempunyai kemampuan analitis yang akurat, sehingga dapat melakukan forecasting keuangan perusahaan nantinya dengan baik. Memiliki keterampilan komunikasi yang baik juga dibutuhkan agar nantinya secara efektif dapat mengkomunikasikan laporan keuangan perusahaan dan rencana strategis kepada CEO, vendor, dan pemangku kepentingan dalam perusahaan 5. Departemen Marketing Aspek pemasaran menjadi hal yang penting untuk saat ini, dimana era sudah semakin digital. Oleh karena itu Sekaigen Indonesia membutuhkan staff dan manajer yang paham akan kebutuhan pasar terutama dalam bidang fashion. Mengerti algoritma dari platform dari media sosial seperti Instagram dan Tiktok khususnya. Mampu mendesain konsep pemasaran lalu kemudian mengimplementasikan di waktu yang tepat, sehingga iklan ataupun promosi akan berada pada target pasar yang sesuai. Selain itu juga manajer pemasaran harus paham akan pelaksanaan branding image dari sebuah perusahaan. Memiliki kemampuan public speaking juga menjadi kewajiban tentunya, karena hal ini yang akan menjadi kekuatan untuk menarik para konsumen untuk mau membeli produk dari Sekaigen Indonesia. 41 e. Sistem Perekrutan Simamora (1997:212) dalam buku koleksi digital Universitas Kristen Petra menyatakan bahwa Rekrutmen (Recruitment) adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian. Gomes (1995:105) menyatakan bahwa rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi. Saat melakukan perekrutan karyawan, Sekaigen Indonesia menggunakan proses berpartisipasi dan memberikan langsung kepada calon karyawan sesuai dengan rekomendasi ataupun pengalaman kinerja sebelumnya. Hal semacam ini termasuk dalam sistem referral, dimana perusahaan mencari kandidat karyawan dari luar berdasarkan referensi dari karyawan maupun manajer. Perusahaan meminta karyawan yang memiliki teman, kerabat, atau kenalan yang memenuhi kualifikasi job untuk mengajukan rekomendasi nama untuk masuk dalam Sekaigen Indonesia. Setelah nama yang telah direkomendasikan masuk ke dalam list, maka untuk sementara karyawan akan bekerja langsung. Karyawan akan diberikan penjelasan tentang bagaimana nantinya mereka bekerja dalam perusahaan sesuai dengan job desc nya masing-masing. Lalu untuk jangka pendek karyawan juga akan diberikan training jangka pendek untuk menambah skill dan knowledge. Di akhir training, Sekaigen Indonesia akan melakukan dan mengevaluasi kinerja karyawan sekarang dan di masa yang akan datang. f. Sistem Penilaian Kinerja Menurut Veithzal Rivai (2004), Management By Objective atau yang berarti manajemen berdasarkan sasaran artinya adalah satu bentuk penilaian dimana karyawan dan penyelia bersama-sama menetapkan tujuan-tujuan atau sasaran-sasaran pelaksanaan kerja di waktu yang akan dating. MBO bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan merumuskan tujuan organisasi dan sasraan kerja karyawan yang berada di dalamnya. Idealnya, karyawan akan mendapatkan masukan yang kuat untuk mengidentifikasikan sasaran kerja, waktu realisasi, target, dan perkiraan output target. 42 MBO mengikutsertakan on going tracking dan umpan balik kedalam proses pencapaian sasraan kerja. Dalam penilaian kinerja, Sekaigen Indonesia menerapkan sistem management by objectives (MBO). Management by Objectives (MBO) adalah model manajemen strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan mendefinisikan tujuan yang jelas dan disepakati oleh manajemen dan karyawan. Menurut teori, memiliki suara dalam penetapan tujuan dan rencana aksi mendorong partisipasi dan komitmen di antara karyawan, serta menyelaraskan tujuan di seluruh organisasi. Dalam hal ini Sekaigen melibatkan seluruh anggota untuk menyusun tujuan dan rencana organisasi kedepannya. Proses MBO sendiri terdiri atas tiga tahap yaitu planning, monitoring, reviewing. g. Sistem Kompensasi Menurut Hasibuan (2017:119) Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai immbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Pembentukan sistem kompensasi yang efektif merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia karena membantu menarik dan mempertahankan pekerjaan–pekerjaan yang berbakat. Selain itu sistem kompensasi perusahaan memiliki dampak terhadap kinerja strategis. Sistem kompensasi adalah salah satu hal yang penting bagi karyawan dan anggota Sekaigen Indonesia. Dengan cara ini nantinya karyawan merasa diperhatikan, dihargai, dan tentunya nyaman berada di perusahaan. Oleh karena itu, manajer keuangan dan HRD menetapkan jumlah kompensasi dalam bentuk gaji sebagai berikut : 1. Co-Founder (CMO, CFO, COO) Sistem penggajian kepada pendiri perusahaan untuk saat ini ada pada 50%, mengingat modal awal yang sudah dikeluarkan untuk keperluan operasional bisnis Sekaigen Indonesia. Adapun perinciannya dan perhitungannya sebagai berikut: 43 Gambar 2.8 Pembagian Penggajian untuk Pemodal 2. Staff HRD, Shipping Specialist, Desainer & Content Creator, dan Packer Sistem penggajian kepada karyawan dalam perusahaan tentunya juga mendapatkan 50%, namun hal ini belum bisa kami pastikan karena nantinya tergantung seberapa banyak revenue yang mampu Sekaigen Indonesia hasilkan dalam waktu 3-6 bulan bahkan 1 tahun. Untuk saat ini kami juga belum secara pasti menentukan bagaimana sistem pemberian gaji kepada staff-staff yang ada di dalam perusahaan. 44 d. Aspek Keuangan Gambar 2.9 Start-Up Requirements Sekaigen Indonesia 45 Gambar 2.91 Proyeksi Penjualan 6 Produk dalam 1 Tahun 46 a. Laporan Laba/Rugi Gambar 2.92 Proyeksi Laba Rugi Sekaigen Indonesia dalam 3 Tahun 47 b. Laporan Neraca Gambar 2.93 Proyeksi Neraca Sekaigen Indonesia dalam 3 Tahun 48 c. Laporan Aliran Kas Gambar 2.94 Proyeksi Arus Kas Sekaigen Indonesia dalam 3 Tahun 49 DAFTAR PUSTAKA Kotler, Philip, etc., 2021, Marketing 5.0 Technology for Humanity, Canada: John Wiley & Sons, Inc. Arnott, D. C., & Bridgewater, S. (2002). Internet, interaction and implications for marketing. Marketing Intelligence & Planning. Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran (Malang: UB Press, 1994), 130. Henry Simamora. (1997). Manajemen Sumber Daya Manusia, STIE YKPN, Edisi Kedua, Yogyakarta. Admin Lina (January 2022). Cosplay Menjadi Magnet di Animetoku 2022. Pelakubisnis.com. Diakses pada tanggal 23 Desember 2023 melalui https://pelakubisnis.com/2022/01/cosplay-menjadi-magnet-di-animetoku-2022/ CNBC Indonesia. Fans dan Popularitas Anime di Indonesia. Diakses pada tanggal 23 Desember 2023 melalui https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/topik/fans-dan-popularitas-anime-di-indonesia-1740/all Milati Azmiawati (Selasa, 01 November 2022). Indonesia Masuk Urutan ke-3 dari 7 Negara dengan Jumlah Wibu Terbanyak di Dunia. iNews Pandeglang. Diakses pada tanggal 23 Desember 2023 melalui https://pandeglang.inews.id/read/199873/indonesia-masuk-urutan-ke-3-dari-7-negara-dengan-ju mlah-wibu-terbanyak-di-dunia Monavia Ayu Rizaty (27 September 2023). Pengguna TikTok Indonesia Terbesar Kedua di Dunia pada Juli 2023. DataIndonesia.id. Diakses pada tanggal 23 Desember 2023 melalui https://dataindonesia.id/internet/detail/pengguna-tiktok-indonesia-terbesar-kedua-di-dunia-pada-j uli-2023 Nandy. Mempelajari 6 jenis Promosi dan Tips Menerapkan Strategi Bisnisnya. Gramedia Blog. Diakses pada tanggal 24 Desember 2023 melalui https://www.gramedia.com/literasi/jenis-promosi/#4_Endorsement 50 Anggita Dwinda (22 November 2023). 9 Metode Penilaian Kinerja Karyawan. Glints. Diakses pada tanggal 24 Desember 2023 melalui https://employers.glints.com/id-id/blog/7-metode-penilaian-kinerja-karyawan/ Anievo.id (17 Juni 2023). Top 10 Provinsi Indonesia Dengan Penggemar Anime Terbanyak. Instagram. Diakses pada tanggal 24 Desember 2023 melalui https://www.instagram.com/p/CtlrYyZSLLO/?img_index=1 Anggita Dwinda (22 November 2020). 5 Jenis Rekrutmen untuk Maksimalkan Proses Hiring Kandidat. Glints. Diakses pada tanggal 24 Desember 2023 melalui https://employers.glints.com/id-id/blog/5-jenis-rekrutmen-untuk-maksimalkan-proses-hiring-kan didat/ Nur Jamal Shaid (18 September 2023). Apa itu CEO: Pengertian, Peran, Tugas, dan Gajinya. Kompas.com. Diakses pada tanggal 24 Desember 2023 melalui https://money.kompas.com/read/2023/09/18/222123926/apa-itu-ceo-pengertian-peran-tugas-dangajinya?page=all#:~:text=Tugas%20dan%20tanggung%20jawab%20CEO&text=Memimpin%20 pengembangan%20strategi%20jangka%20pendek,presiden%2C%20wakil%20presiden%20dan %20direktur. Habib Hidayat (11 Juli 2023). Apa itu Packer? Definisi, Job Deskripsi, hingga Bedanya dengan Picker. Myrobin.id. Diakses pada tanggal 25 Desember 2023 melalui https://myrobin.id/pojok-hrd/contoh-template-job-description-packer/ Rista Fathika Anggrela (11 September 2023). 6 Contoh Job Description untuk Posisi Eksekutif yang Bisa Ditiru. Match Recruitment. Diakses pada tanggal 25 Desember 2023 melalui https://match-recruitment.co.id/resources/recruitment-101/contoh-job-deskripsi/ Dewa Putra Iwana (4 Februari 2022). Chief Operating Officer (COO): Pengertian, Tugas, & Kualifikasi. Sekawan Media. Diakses pada tanggal 25 Desember 2023 melalui https://www.sekawanmedia.co.id/blog/mengulas-coo/ 51 Putri Prima (10 Oktober 2022). Jobdesk Marketing Staff dan Contoh yang Tepat. Kitalulus. Diakses pada tanggal 25 Desember 2023 melalui https://www.kitalulus.com/bisnis/jobdesk-marketing Veithzal Rivai, 2004, “Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan, Cetakan Pertama, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada. Hasibuan, Malayu. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Alexander Osterwalder & Yves Pigneur. (2012). Business Model Generation. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. Kotler dan Keller. (2012), Manajemen Pemasaran, Edisi 12. Jakarta : Erlangga. Barnes, C., Blake, H., & Pinder, D. (2009). Creating and Delivering Your Value Proposition:. London: Kogan Page Tim PPM Manajemen. (2012). Business Model Canvas. Jakarta: Penerbit PPM. Charles Lamb, W.et.al. 2001. Pemasaran. Edisi Pertama, Salemba Empat: Jakarta Royan, Frans. (2014), Bisnis Model Kanvas Distributor, PT. Gramedia Pustaka Utama. Cannon, Joseph P., William D. Perreault Jr. dan Jerome McCarthy. 2008. Alih Bahasa : Diana Angelica dan Ria Cahyani. Dasar-Dasar Pemasaran : Pendekatan Manajerial Global. Buku 2. Edisi 16. Salemba Empat. Jakarta. Amstrong, Gary & Philip, Kotler. (2012) Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid I, Alih Bahasa Alexander Sindoro dan Benyamin Molan. Jakarta: Penerbit Prenhalindo. Natalia, S & Rumambi .L.J., (2013) „Analisa Prediksi /Penilai Efektivitas Penggunaan Selebritis Sebagai Brand Endorser Untuk Membangun Brand Image’ (Studi Kasus Iklan The Face) Jurnal Manajemen Pemasaran Petra, vol. 1, no. 1, hlm. 1-8 52 Stanton, William J. 2012. Prinsip pemasaran, alih bahasa: Yohanes Lamarto Penerbit Erlangga, Jakarta. Robbins, Stephen P. dan Timothi A. Judge. 2014. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior).Edisi 12. Jakarta: Salemba Empat. Robbins, Stephen P. and Mary Coulter. 2016. Manajemen, Jilid 1 Edisi 13, Alih Bahasa: Bob Sabran Dan Devri Bardani P, Erlangga, Jakarta. Priansa, Donni Juni. 2014. Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta Dessler, G. (2017). Human Resource Management (15th Edition). Boston: pearson. Wibowo, 2016. Manajemen Kinerja, Edisi Kelima, PT.Rajagrafindo Persada Jakarta-14240. 53 54
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )