PROYEK Evaluasi Program Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Evaluasi program pendidikan dan pelatihan Oleh : Amelia Dzikrina (23155002) Dosen Pengampu: Prof. Dr. Alwen Bentri, M.Pd Prof. Dr. Abna Hidayati, S.Pd., M.Pd PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI PADANG 202 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan limpahan karuniaNya, sehingga saya dapat menyelesaikan Tugas AkhirMata Kuliah Proyek dengan judul “Evaluasi Program Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang”. Proyek ini tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang bersedia mengulurkan tangan dan membantu sehingga makalah ini dapat selesai. Kami mengucapkan banyak terima kasih yang sedalam – dalam nya atas budi baik Dosen kami Bapak Prof. Dr. Alwen Bentri,M.Pd dan Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd. yang telah membimbing saya dalam pembuatan laporan evaluasi ini. Penulis menyadari penyusunan makalah perencanaan sumber daya manusia ini belum sempurna. Oleh sebab itu, penulis memohon kepada pembaca agar memberikan kritik dan saran guna melengkapi dan perbaikan di masa mendatang. Semoga laporan evaluasi ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan bagi pembaca dan pada penulis sendiri secara khusus. Padang, Juni 2024 Penulis i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................ i DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ............................................................................. 4 C. Pembatasan Masalah ............................................................................ 5 D. Rumusan Masalah ................................................................................ 5 E. Tujuan Evaluasi .................................................................................... 5 F. Manfaat Evaluasi .................................................................................. 6 BAB II KAJIAN TEORI ...................................................................................... 7 A. Dasar Kebijakan ................................................................................... 7 B. Kajian Teori.......................................................................................... 8 BAB III METODOLOGI EVALUASI .............................................................. 12 A. Tempat dan Waktu Evaluasi ............................................................... 12 B. Model Evaluasi .................................................................................... 12 C. Populasi dan Sampel ........................................................................... 12 D. Teknik Pengumpulan Data .................................................................. 12 E. Teknik Analisis Data .......................................................................... 13 F. Instrumen Evaluasi .............................................................................. 14 BAB IV HASIL EVALUASI DAN PEMBAHASAN ........................................ 15 A. Hasil Evaluasi ..................................................................................... 15 1. Maukan (Input) .............................................................................. 15 2. Proses (Process) ............................................................................. 18 3. Keluaran (Output) .......................................................................... 21 B. Pembahasan ........................................................................................ 25 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ............................................. 26 A. Kesimpulan......................................................................................... 26 B. Rekomendasi ...................................................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 28 PEDOMAN OBSERVASI .................................................................................. 29 ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah adalah lembaga pendidikan yang menyediakan layanan dan pembinaan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, kecerdasan, pemahaman dan keterampilan yang nantinya dapat berguna bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan agamanya. Sekolah memiliki tugas menyiapkan peserta didik untuk kehidupan bermasyarakat dan mengasah potensi peserta didik untuk dirinya sendiri. Menyiapkan peserta didik untuk kehidupan bermasyarakat yaitu melalui pembelajaran. Mengasah potensi peserta didik dapat melalui minat, bakat, dan hobi dengan pengembangan diri yang dapat di tekuni di sekolah agar terciptanya keseimbangan antara kecerdasan spiritual, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan sosial. Peserta didik merupakan salah satu input yang ikut menentukan keberhasilan proses pendididikan. Peserta didik merupakan klien utama yang harus dilayani dan harus dilibatkan secara aktif, tidak hanya pada proses belajar mengajar, melainkan juga di dalam kegiatan sekolah. Ekstrakurikuler merupakan salah satu kegiatan sekolah dalam bentuk pelayanan untuk mengembangkan diri peserta didik Ekstrakurikuler merupakan salah satu kegiatan dalam pembinaan kesiswaan yang terdapat di satuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, bab I pasal 3 ayat 1 disebutkan bahwa pembinaan kesiswaan dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler dengan jenis kegiatan yang dapat dikembangkan oleh sekolah dengan kebijakan yang dibuat oleh masing-masing sekolah.2 dengan adanya Permendiknas tersebut diharapkan sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler dan kokulikuler dengan jenis kegiatan yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah atau daerahnya. Program ekstrakurikuler merupakan salah satu perwujudan dari peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan diri peserta didik di sekolah. Peningkatan mutu 1 pendidikan di sekolah tidak hanya pada pencapaian aspek akademik tetapi juga aspek non-akademik. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas kegiatan ekstrakurikuler wajib dan kegiatan ekstrakurikuler pilihan. Kegiatan Ekstrakurikuler wajib yaitu kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di dalam satuan pendidikan berbentuk pendidikan kepramukaan. Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan yang dimaksud adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai bakat dan minat peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan merupakan kegiatan yang antara lain OSIS, UKS, dan PMR. Selain itu kegiatan ekstrakurikuler pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler pilihan. Kegiatan ekstrakurikuler dibagi menjadi lima macam yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), pramuka sekolah, olahraga dan kesenian sekolah, majalah sekolah, Palang Merah Remaja (PMR) (Mulyono, 2008) Kegiatan ekstrakurikuler juga merupakan wadah yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi talenta peserta didik. Untuk itu diperlukan pembina maupun pelatih dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler untuk mengasah minat, bakat, serta keterampilan agar proses yang dilalui oleh peserta didik dapat teratur dan terpantau mulai dari masukan selanjutnya proses setelah itu terlihat keluarannya. Sejauh ini pemerintah hanya memiliki regulasi kualifikasi pembina dan pelatih ekstrakurikuler pramuka, regulasi tersebut termuat dalam salinan lampiran 1 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler wajib. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan didalamnya belum terdapat regulasi yang menjelaskan tentang kualifikasi pembina atau pelatih kegiatan ekstrakurikuler pilihan di sekolah. Sekolah sebaiknya menentukan kualifikasi atau syarat-syarat apa saja yang harus di penuhi untuk menjadi seorang pelatih atau instruktur di sekolah agar pelaksanaan pada kegiatan ekstrakurikuler sesuai yang diharapkan. Dalam praktiknya pada kebanyakan pelatih kegiatan ekstrakurikuler tidak memenuhi kualifikasi dan kurang mumpuni dalam membimbing kegiatan ekstrakurikuler. 2 Sejalan dengan itu pelatih kurang mendapatkan apresiasi dari sekolah maupun masyarakat padahal perannya penting. Karena kualifikasi yang tidak terorganisir dengan baik berdampak pula pada kompensasi yang didapatkan oleh pelatih kegiatan ekstrakurikuler yang terhitung sedikit. Hal itu berdampak pula pada ketidakadilan untuk pelatih yang memang mumpuni di bidangnya dan memiliki kualifikasi yang baik dengan pelatih yang kurang mumpuni serta kualifikasi yang belum memadai. Padahal ekstrakurikuler juga merupakan hal penting yang dapat meningkatkan mutu pendidikan, mengembangkan potensi peserta didik, dan tercapainya tujuan pendidikan. Mengimplementasikan program ekstrakurikuler di sekolah dengan baik akan memberikan manfaat bagi peserta didik dan sekolah. Pengimpelementasian yang baik dilakukan dengan cara mengalokasikan dana untuk kegiatan ekstrakurikuler, sarana dan prasarana yang memadai, adanya pelatih atau instruktur yang profesional, serta mengadakan monitoring dan evaluasi agar program tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan. Salah satu lembaga satuan pendidikan yang memperhatikan program ekstrakurikuler adalah SMAN 1 Kejuruan Muda dibuktikan dengan kuantitas kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMAN 1 Kejuruan Muda yang terbilang banyak jika dibandingkan dengan SMA/sederajat yang ada di kecamatan Rantau, berdasarkan studi pendahuluan terdapat 7 kegiatan esktrakurikuler yaitu OSIS, Pramuka, Rohis, UKS, English Club, Math Club, dan Club Perfilman yang ada di SMAN 1 Kejuruan Muda. Sarana dan prasarana yang cukup memadai mulai dari 1 lapangan, panggung pentas seni, ruang osis, ruang uks, ruang perfilman, dan gudang penyimpanan peralatan ekstrakurikuler. Sarana dan prasarana yang telah disebutkan dapat menunjang kegiatan ekstrakurikuler agar berjalan dengan lancar. Prestasiprestasi yang dimiliki sekolah juga cukup banyak didapatkan melalui lomba-lomba yang diikuti pada kegiatan ekstrakurikuler. Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan 3 mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik kedepan. Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program Pendidikan. Perlunya penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai program ekstrakurikuler, informasi mengenai bagaimana sekolah mengatur program ekstrakurikuler untuk meningkatkan minat, bakat, dan keterampilan peserta didik. Sebelumnya juga belum terdapat penelitian atau evaluasi yang dilakukan oleh pihak eksternal tentang program ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda. Bertolak dari hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi program ekstrakurikuler, seperti yang tertuang dalam judul penelitian: “Evaluasi program ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang” B. Identifikasi Masalah 1. Program ekstrakurikuler belum dilaksanakan secara maksimal dan menyeluruh ke seluruh kegiatan ekstrakurikuler. 2. Perhatian guru-guru terhadap program ekstrakurikuler kurang maksimal. 3. Apresiasi guru dan orang tua terhadap pelatih yang bertanggung jawab terhadap program ekstrakurikuler kurang maksimal. 4. Apresiasi guru dan orang tua terhadap peserta didik atau anak yang mengikuti program ekstrakurikuler kurang didukung secara maksimal. 5. Anggaran ekstrakurikuler terbatas. 6. Sarana dan prasarana belum memadai secara menyeluruh. 7. Kesempatan mengikuti lomba minim dalam beberapa kegiatan ekstrakurikuler 4 C. Batasan Masalah Peneliti membatasi evaluasi berdasarkan model evaluasi yang telah dipilih yaitu DEM (discrepancy evaluation model). Model ini dipilih sebagai jenis dalam melakukan evaluasi program dengan tujuan mendapat gambaran mulai dari input-process-output dalam pelaksanaan program ekstrakurikuler. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang pada program ekstrakurikuler untuk mendukung minat, bakat, serta keterampilan peserta didik. D. Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah yang ada, permsalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana evaluasi input program ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang? 2. Bagaimana evaluasi process program ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang ? 3. Bagaimana evaluasi output program ektrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang? E. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan penelitiaan ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui evaluasi input program ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang 2. Untuk mengetahui evaluasi process program ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang 3. Untuk mengetahui evaluasi output program ekstrakuler di SMAN 1 Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang 5 F. Manfaat Penelitian Kegiatan penelitian ini diharapkan dapat digunakan bagi yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan, kegunaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Secara teoritis Dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengembangan keilmuan dan memperluas wawasan tentang layanan pembinaan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda dan dapat mengetahui sejauh mana pembinaan ekstrakurikuler bagi peserta didik SMAN 1 Kejuruan Muda 2. Secara praktis a. Anggota ekstrakurikuler Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan anggota ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan peserta didik melalui kegiatan-kegiatan yang ada di dalam ekstrakurikuler tersebut dan juga sebagai bahan evaluasi untuk mencapai keberhasilan yang di raih oleh masing-masing kegiatan ekstrakurikuler. b. Guru pembina ekstrakurikuler Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan guru pembina ekstrakurikuler untuk membina peserta didik dan mengembangkan bakat, minat, serta keterampilan peserta didik dan membina kedisiplinan peserta didik maupun penciptaan budaya sekolah yang baik. Juga sebagai bahan evaluasi terhadap keberhasilan yang timbul dari dampak pembinaan ekstrakurikuler terhadap peningkatan kemampuan dalam hal bakat, minat, serta keterampilan peserta didik. c. Kepala Sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan pada kepala sekolah SMAN 1 Kejuruan Muda dalam menanamkan dan mengembangkan program ekstrakurikuler dan terkait rancangan serta pelaksanaan program ekstrakurikule 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Dasar-Dasar Tentang Landasan Kebijakan a. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, bab I pasal 3 ayat 1 disebutkan bahwa pembinaan kesiswaan dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler dengan jenis kegiatan yang dapat dikembangkan oleh sekolah dengan kebijakan yang dibuat oleh masing-masing sekolah b. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang kegiatan ekstrakurikuler pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pasal 1 ayat 1 menyebutkan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, dibawah Permendiknas No. 39 Tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan, bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Dengan adanya regulasi tentang kegiatan ekstrakurikuler diharapkan satuan pendidikan dapat lebih memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler c. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang kegiatan ekstrakurikuler pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pasal 2, kegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional d. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler yaitu (a) kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik dan (b) Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat 7 mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya B. Kajian Teori 1. Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Mulyono kegiatan ekstrakurikuler adalah berbagai kegiatan sekolah yang dilakukan dalam rangka memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi, minat, bakat, dan hobi yang dimilikinya yang dilakukan di luar jam pelajaran normal (Mulyono, 2008). Sekolah memenuhi kewajibannya dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat belajar dan mengenyam pendidikan. Salah satunya kesempatan untuk dapat memilih dan menentukan kegiatan ekstrakurikuler yang ingin diikuti oleh masing-masing peserta didik. Jika peserta didik mengikuti dengan baik serangkaian kegiatan ekstrakurikuler maka potensi, minat, bakat, dan hobi peserta didik pun dapat terasah dan pada akhirnya dapat bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat di sekitarnya. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan siswa di luar jam pelajaran, yang dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah, dengan tujuan memperluas pengetahuan, memahami keterkaitan antara berbagai mata pelajaran, penyaluran bakat dan minat, serta dalam rangka usaha untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kesadaran berbangsa dan bernegara, berbudi pekerti luhur dan sebagainya (Kompri, 2015) Selain itu pula dikutip dari Minarti, ekstrakurikuler merupakan bagian dari pembinaan peserta didik di dalam satuan pendidikan yang memberikan bimbingan, arahan, pemantapan, peningkatan terhadap pola pikir, sikap mental, perilaku, minat, bakat, serta keterampilan para peserta didik dalam mendukung keberhasilan program kurikuler (Minarti, 2015) Pembinaan peserta didik program ekstrakurikuler harus melibatkan semua warga sekolah khususnya dewan guru, tenaga kependidikan, Kepala Sekolah, serta Komite Sekolah/Madrasah. Dewan guru dan tenaga 8 kependidikan berkewajiban sebagai pengembang dan pembina program ekstrakurikuler, kepala sekolah sebagai penanggung jawab program, dan komite sekolah/madrasah mewakili orang tua atau peserta didik dalam pengembangan program dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan program dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan program. Semuanya harus berkaitan dan bekerjasama satu sama lain dan tidak dapat bekerja masing-masing. Yang pada akhirnya, jika semua berkerjasama maka akan memberikan manfaat dan keberhasilan bagi peserta didik. Tujuan ekstrakurikuler sudah tertuang dalam lampiran Permendikbud RI No. 81A tahun 2013 yaitu sebagai berikut: 1) Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. 2) Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia yang seutuhnya Dari pemaparan menurut Sutisna yang dikutip oleh Prihatin yaitu terdapat delapan prinsip program ekstrakurikuler, sebagai berikut: 1) Keterlibatan, semua warga sekolah baik guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, komite sekolah, peserta didik hingga orang tua harus ikut serta dalam usaha meningkatkan program. 2) Kerjasama tim, dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuannya diperlukan kerjasama tim karena kerjasama tim merupakan hal yang fundamental atau mendasar. Begitu pula dalam program ekstrakurikuler semua elemen yang terlibat harus bekerjasama agar dapat mencapai tujuan. 3) Partisipasi, tidak ada batasan-batasan dalam berpartisipasi. Peserta didik dibebaskan untuk berpartisipasi aktif dalam program ekstrakurikuler. Seluruh warga sekolah pun boleh dan dapat berpartisipasi dalam program ekstrakurikuler sesuai kapasitas dan kemampuannya. 9 4) Mengutamakan proses, karena proses yang dilalui akan menghasilkan apa yang sudah diusahakan. 5) Komprehensif, program hendaknya cukup komprehensif dan seimbang dalam memenuhi kebutuhan dan minat semua siswa. 6) Sesuai kebutuhan, program hendaknya memperhitungkan kebutuhan khusus sekolah sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan minat, bakat, serta potensinya. 7) Nilai dan efisiensi, program harus dinilai berdasarkan sumbangannya kepada nilai-nilai pendidikan di sekolah dan efisiensi pelaksanaannya. 8) Sumber motivasi, kegiatan ini hendaknya menyediakan sumber- sumber motivasi yang kaya bagi pengajaran kelas, sebaliknya pengajaran kelas hendaknya juga menyediakan sumber motivasi yang kaya bagi kegiatan peserta didik. Mulyono membagi kegiatan ekstrakurikuler menjadi lima macam, yaitu: 1) OSIS (organisasi siswa intra sekolah), OSIS adalah wadah untuk menampung aspirasi-aspirasi siswa dan wadah untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan di luar kurikulum. Nilai yang terdapat dalam OSIS adalah nilai berorganisasi, antara lain : pengalaman memimpin, pengalaman bekerja sama, hidup demokratis, berjiwa toleransi, dan pengalaman mengendalikan organisasi. 2) Pramuka sekolah, kegiatan pramuka memungkinkan sekolah membantu siswa menggunakan dan mengisi waktu senggang secara berdaya dan berhasil guna bagi pertumbuhan dan perkembangan masing-masing. Bertolak pada Dasa Darma Pramuka yaitu sebagai prinsip dasar metodik pendidikan, yaitu: (1) Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; (3) patriot yang sopan dan ksatria; (4) Patuh dan suka bermusyawarah; (5) Rela menolong dan tabah; (6) Rajin, terampil, dan gembira; (7) Hemat, cermat, dan bersahaja; (8) Disiplin, berani, dan setia; (9) Bertanggung jawab dan dapat dipercaya; (10) Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Jika dasa darma 10 pramuka terealisasi dalam kegiatan kepramukaan maka anggota pramuka dapat berhasil guna bagi hidupnya. 3) Olahraga dan kesenian sekolah, kedua bidang ini sebenarnya sudah diselenggarakan dalam bentuk bidang studi namun untuk mewujudkan kedua bidang ini di luar jam pelajaran diperlukannya usaha serta perhatian dari pimpinan dalam pengendalian pelaksanaannya. Diharapkan sekolah dapat mewujudkan manusia yang intensif yaitu siswa belajar menghormati keberhasilan orang lain, bersikap sportif, berjuang untuk 4) mencapai suatu prestasi secara jujur, dan lain-lain. 5) Majalah sekolah, Memungkinkan berlangsungnya komunikasi tertulis untuk menunjang seluruh program sekolah dalam melaksanakan tugastugas yang dipercayakan kepada lembaga tersebut. 6) Palang merah remaja, PMR adalah sebuah wadah atau organisasi pelajar yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pelayananpelayanan kesehatan dan medis terhadap para korban atau pasien yang membutuhkan pertolongan, baik di lingkungan internal sekolah maupun masyarakat yang berada di sekitarnya. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dibagi menjadi dua, yaitu (Prihatin,2011): 1) Kegiatan ektrakurikuler yang bersifat rutin, spontan, dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru, konselor, dan tenaga kependidikan di sekolah atau madrasah. Misalnya: karyawisata, bakti sosial, perayaan hari besar dan lain sebagainya. 2) Kegiatan ekstrakurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pelaksanaan sebagaimana telah direncanakan. Misalnya: pramuka, palang merah remaja (PMR), paskibra, dan lain sebagainya 11 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Evaluasi Tempat yang menjadi objek dalam laporan ini adalah SMAN 1 Kejuruan Muda yang berlokasi di Desa Durian Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Tempat ini dipilih karena program ekstrakurikuler di sekolah ini dinilai efektif sebagai bahan evaluasi yang sesuai dengan judul yang diteliti. Waktu penelitian dilaksanakan pada awal bulan Juni 2024. B. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/I SMAN 1 Kejuruan Muda yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda. Sampel nya terdiri dari 36 siswa dari 450 siswa/i yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. C. Model Evaluasi Laporan ini menggunakan metode deskriptif, metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menilai, menggambarkan, atau menjelaskan objek evaluasi yang terjadi saat ini. Tujuan metode ini adalah untuk menggambarkan fokus atau kondisi apa adanya dari suatu situasi. Evaluasi ini menggunakan model descrepancy evaluation model (DEM) atau model kesenjangan. Model ini berfokus pada input, process, dan output yang dikembangkan oleh Stufflebeam pada tahun 1966. Evaluasi kesenjangan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara standar yang sudah ditentukan dalam program dengan penampilan aktual dari program tersebut D. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam evaluasi ini adalah : 1) Observasi Digunakan untuk memperoleh data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara langsung. Evaluator melakukan observasi hanya kepada 12 empat kegiatan ekstrakurikuler yaitu Pramuka, Rohis, UKS, dan English Club 2) Wawancara Digunakan untuk memperoleh data atau informasi terkait relevansi perencanaan dengan pelaksanaan pada program ekstrakurikuler. Dilakukan pada anggota ekstrakurikuler E. Teknik Analisis Data Aktivitas dalam analisis data, yaitu : data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. 1. Data reduction (reduksi data) Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. 2. Data display (penyajian data) Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan “the most frequent from of display data for qualitative research data in the past has been narrative Sugiyono, Loc.Cit.text”. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. 3. Conclusion drawing/verification Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman yang dikutip oleh Sugiyono adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang dapat mendukung pada tahap pengumpulan berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, di dukung oleh buktibukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. 13 Data yang terkumpul akan dianalisis dengan model evaluasi DEM (descrepancy evaluation model). Analisis dipaparkan secara deskriptif dalam bentuk teks yang bersifat naratif, selanjutnya simpulan dan rekomendasi. F. Instrumen Evaluasi Instrumen Evaluasi ini adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan Kisi-kisi pedoman observasi adalah sebagai berikut : No. Fokus Indikator 1. Sarana dan Setiap unit sarana dan prasarana yang mendukung prasarana pelaksanaan program ekstrakurikuler Kisi-kisi pedoman wawancara adalah sebagai berikut : Tahapan Indikator No. Butir Jumlah Masukan Rekrutmen anggota 1,2,3,4 4 Kegiatan Penjadwalan 5 1 Pelaksanaan 6, 7 2 8 1 Ekstrakurikuler Kegiatan Ekstrakurikuler Pembiayaan Proses Keluaran Pretasi Non-akademik yang (Output) diraih melalu ekstrakurikuler 14 kegiatan 9 1 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Masukan (Input) a. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana adalah alat penunjang terselenggaranya suatu program. sarana dan prasarana yang dimiliki SMAN 1 Kejuruan Muda untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler meliputi lapangan olahraga meliputi, ruang UKS, ruang OSIS, ruang English Club, ruang perfilman, serta terdapat halaman depan sekolah yang digunakan untuk taman dan kegiatan peserta didik. Berikut tabel observasi sarana dan prasarana ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda: Observasi Sarana dan Prasarana Ekstrakurikuler Jenis Sarana dan Opsi Ekstrakurikuler prasarana Pramuka Plang Gudep Tidak ada Kompas Bukan inventaris sekolah B K Keterangan R TA (ada di alumni) Sanggar gugus Tidak ada depan Lapangan Terdapat 2 lapangan yang bisa dipakai untuk kegiatan pramuka Tongkat 30 toya dan 20 bambu semuanya dalam keadaan baik 15 Tali-temali Pada masing-masing anggota ekstrakurikuler Tenda regu Terdapat 1 buah yang masih dalam keadaan baik Rohis Mushola Terdapat 2 mushola yang bisa dipakai untuk kegiatan rohis UKS Ruang UKS Terdapat 1 ruangan uks untuk dipakai kegiatan UKS English Club Tempat Tidur 1 Set Perlengkapan P3K 1 Set Tandu 1 Buah Selimut 1 Buah Termometer badan 1 Buah Ruangan Terdapat 1 ruangan uks English Club untuk dipakai kegiatan EC b. Rekrutmen Anggota Peserta Didik Berdasarkan hasil wawancara, rekrutmen anggota ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda dilakukan pada saat MPLS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, pada hari terakhir kegiatan MPLS tersebut semua ekstrakurikuler yang ada di SMAN 1 Kejuruan Muda mendemonstrasikan ekstrakurikuler mereka masing- masing untuk merekrut anggota baru dari 16 peserta didik yang baru masuk. Pada saat pelaksanaan pendaftaran setiap ekstrakurikuler berbeda-beda caranya. Berdasarkan hasil wawancara terdapat beberapa cara untuk merekrut anggota baru, cara yang dilakukan beberapa anggota ekstrakurikuler adalah berkeliling ke setiap kelas peserta didik baru untuk menyebarkan formulir ke semua peserta didik dan pada hari ketiga setelah penyebaran formulir ditanyakan kembali siapa saja yang ingin menjadi anggota ekstrakurikuler pada masing- masing kegiatan, bagi peserta didik yang berminat untuk mengikuti ekstrakurikuler tersebut mereka mengisi formulir dan bagi yang tidak berminat hanya mengembalikan kertas formulirnya. Cara tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan, kelebihannya adalah anggota ekstrakurikuler yang lama akan dikenal oleh peserta didik baru dan akan terjalin emosional diantara peserta didik yang lama dan yang baru. Kekurangannya yaitu akan mengeluarkan banyak dana karena harus memfoto copy formulir sejumlah dengan peserta didik yang baru masuk. Cara yang paling banyak dilakukan untuk merekrut adalah melalui ketua kelas, jadi ketua kelas tersebut akan menanyakan kepada setiap anggotanya siapa saja yang ingin menjadi anggota ekstrakurikuler tertentu dan ketua kelas akan meminta formulir pada masing-masing ekstrakurikuler. Cara ini dinilai efektif untuk merekrut anggota baru jika masing-masing anggota baru mempunyai minat yang besar untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tetapi pada kenyataannya di lapangan berdasarkan hasil wawancara dengan wakil bidang kesiswaan, minat peserta didik untuk mengikuti kegiatankegiatan di sekolah itu sangat kecil dan cukup sulit untuk menumbuhkan motivasi setiap peserta didik. Suatu program agar dapat berjalan dengan baik perlu dirumuskan perencanaan program tersebut. Perencanaan akan menentukan hasil akhir yang akan di peroleh, perencanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda sudah cukup baik karena kegiatan yang di sediakan oleh sekolah sudah lumayan banyak yaitu OSIS, ROHIS, Pramuka, PMR, Math Club, English Club dan Club Perfilman, tetapi kuantitas tersebut kurang 17 diiringi oleh kualitas karena ekstrakurikuler yang sering mendapatkan prestasi di bidang non-akademik hanya ekstrakurikuler itu itu saja, jadi terdapat kesenjangan kualitas antara ekstrakurikuler yang satu dengan yang lainnya. Jumlah anggota ekstrakurikuler per kegiatan ekstrakurikuler bervariatif. Antara ekstrakurikuler satu dengan yang lainnya terdapat ketimpangan yang cukup besar. 2. Process (Proses) a. Kegiatan Penjadwalan Kegiatan ekstrakurikuler pada tahap proses indikatornya yaitu penjadwalan dan implementasi kegiatan ekstrakurikuler. Jadwal kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda dilakukan pada hari Jum’at dan Sabtu dilakukan pada jam 14.00 WIB s.d.16.00 WIB.. Berdasarkan hasil wawancara peserta ekstrakurikuler dari 4 kegiatan ekstrakurikuler yaitu pramuka, rohis, english club dan math club. Kegiatan ekstrakurikuler berjalan sesuai dengan jadwalnya hanya terkadang jika ada kendala, kegiatan di undur beberapa jam dari jadwal biasanya atau diganti hari jika tidak memungkinkan di hari yang telah dijadwalkan. Di SMAN 1 Kejuruan Muda tidak ada data aturan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Aturan perlu dibuat agar tidak ada penyelewengan atau perbuatan yang menyalahi aturan. b. Pelaksanaan Kegiatan Berikut merupakan beberapa pelaksanaan kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda No 1 Jenis Foto Ekstrakurikuler OSIS Keterangan Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpina n OSIS SMAN 18 1 Kejuruan Muda 2 Pramuka Foto bersama anggota pramuka bersama pembina 3 UKS Kegiatan MPLS UKS 4 Rohis Kegiatan Rohis Mingguan Putra 5 English Club Penampilan anggota english club dalam menampilkan drama bahasa inggris perpisahan 19 di 6 Math Club Kegiatan mingguan math club membahas fungsi aljabar 7 Club Perfilman Tim Pusbangfilm melakukan kunjungan ke SMAN 1 Kejuruan Muda c. Pembiayaan Berdasarkan wawancara pembiayaan ekstrakurikuler berasal dari dana bantuan operasional sekolah (BOS), uang kas dan donatur (orang tua). Pembiayaan ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda digunakan untuk pembiayaan honorarium pelatih, pembiayaan perlombaan dan pengadaan peralatan atau sarana prasarana. Honorarium pelatih untuk satu kali pertemuan sebesar Rp. 60.000,-. Anggaran sekolah didapatkan dengan cara mengajukan proposal untuk mengikuti lomba. Jadi besar kecilnya anggaran lomba sangat tergantung kepada kegiatan perlombaan yang diikuti oleh setiap ekstrakurikuler. Terdapat iuran peserta ekstrakurikuler yang dikumpulkan pada ketua masingmasing kegiatan ekstrakurikuler sebesar Rp. 2.000,- per minggu dari ketujuh 20 kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Nantinya iuran tersebut digunakan untuk pembiayaan lomba atau pengadaan beberapa peralatan kegiatan ekstrakurikuler. 3. Keluaran (Output) a. Prestasi Prestasi akademik dan non-akademik dibutuhkan oleh sekolah maupun peserta didik. Mutu sekolah dikatakan baik jika peserta didiknya mempunyai banyak prestasi dibidang akademik maupun nonakademik. Peserta didik pun akan dipermudah melanjutkan sekolah yang mereka inginkan jika mempunyai banyak prestasi. Prestasi-prestasi didapatkan melalui kompetisi atau perlombaan. prestasi akademik dilakukan dengan mengikuti perlombaan di bidang akademik misalnya mengikuti lomba Kompetisi Sains Nasional (KSN). Prestasi di bidang nonakademik dapat dilakukan dengan berbagai jalur dan dari berbagai kegiatan. Misalnya MTQ, O2SN, lomba debat, perlombaan kegiatan ekstrakurikuler, dan lain sebagainya. Berikut merupakan beberapa kegiatan prestasi nya 1) OSIS Ketua Osis SMAN 1 Kejuruan Muda mendapatkan prestasi duta sadar hukum se kabupaten Aceh Tamiang 21 2) Pramuka Memenangkan beberapa cabang lomba dalam kegiatan Brastagi Scouting Challenge II di Bumi Perkemahan SMAN 1 Berastagi 3) Rohis 4) English Club Memenangkan lomba english olympiad di Politeknik LP3I Langsa. 22 5) Math Club Meraih medali emas pada ajang World Youth STEM Invention Innovation (WYSII) tingkat internasional 2023 di Kuala Lumpur 23 6) UKS SMAN 1 Kejuruan Muda menerima penyerahan dari BPOM dalam lomba PJAS Tingkat Nasional 7) Club Perfilman Memenangkan lomba video youtube dan tiktok kategori “Pangan Aman Menuju Generasi Sehat dan Cerdas” dari BPOM Aceh. 24 B. Pembahasan Dari pembahasan hasil evaluasi dapat dikemukakan beberapa temuan hasil evaluasi program ekstrakurikuler di SMAN 1 Kejuruan Muda, antara lain: 1. Masukan (Input) Komponen masukan (input) merupakan dimensi yang menentukan kelancaran proses dan hasil program. Masukan dalam program ekstrakurikuler diantaranya adalah sarana dan prasarana kegiatan ekstrakurikuler dan proses rekrutmen kegiatan ekstrakurikuler. 2. Proses (Process) Evaluasi proses program ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Legok berjalan cukup baik. Kegiatan ekstrakurikuler terjadwal dengan baik akan tetapi tidak ada data aturan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler. Pada implementasi kegiatan ekstrakurikuler dengan baik perlu perbaikan dari segi aturan pelaksanaan yang dibuat secara tertulis dan pedoman khusus yang dimiliki oleh tiap pelatih 3. Keluaran (Ouput) Evaluasi keluaran (output) pada penelitian ini yaitu Prestasi NonAkademik yang diraih oleh peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pada berbagai pendelegasian lomba anggota ekstrakurikuler banyak memberikan kemenangan pada tiap perlombaan yang diikuti. ditingkatkan lagi untuk pendelegasian lomba pada ekstrakurikuler yang lainnya. Agar dapat memberikan keluaran (output) yang lebih baik lag 25 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan 1. Tahapan masukan (input), anggota ekstrakurikuler terkait rekrutmen dan perencanaan sudah baik hanya perlu adanya sosialisasi agar semua peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan pada komponen sarana dan prasarana sudah baik hanya saja perlu ditambahkan jumlahnya. 2. Tahapan proses (processs), penjadwalan, implementasi sudah berjalan dengan baik. Dari 7 ekstrakurikuler hanya 4 kegiatan yang sering didelegasikan untuk mengikuti lomba 3. Tahapan keluaran (output), delegasi perlombaan yang jarang dilakukan berdampak pada prestasi yang diraih oleh kegiatan ekstrakurikuler. B. Rekomendasi Berdasarkan pada temuan dan kesimpulan hasil evaluasi maka peneliti memberikan rekomendasi sebagai solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas program ekstrakurikuler sebagai berikut: 1. Kepala Sekolah SMAN 1 Kejuruan Muda Kepala sekolah hendaknya lebih memperhatikan program ekstrakurikuler dengan menugaskan wakasek bidang kesiswaan dan wakasek bidang kurikulum untuk menyusun rencana kegiatan program ekstrakurikuler. Kepala sekolah perlu memberikan arahan teknis tentang program ekstrakurikuler meliputi esensi program, tujuan yang ingin dicapai, manfaat, hasil yang diharapkan, unsur-unsur yang terlibat dan tugas-tugasnya, dan mekanisme program. Kepala sekolah perlu mengadakan sosialisasi untuk semua unsur-unsur yang terlibat mulai dari guru-guru, pelatih, anggota ekstrakurikuler, dan orang tua terkait pentingnya kegiatan ekstrakurikuler untuk pengembangan diri peserta didik atau anak-anak. 26 2. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN 1 Kejuruan Muda lebih memperhatikan hal yang menjadi tanggung jawabnya secara koordinatif dan administratif terlebih pada program ekstrakurikuler. Pedoman program ekstrakurikuler perlu dirumuskan, dibuat dan disosialisasikan kepada guru-guru, para pembina dan pelatih, peserta didik, dan orang tua. Hal ini agar semua pihak yang terkait dapat memahami hakikat serta tujuan program ekstrakurikuler. 3. Pembina ekstrakurikuler Pembina di SMAN 1 Kejuruan Muda hanya terdapat 1 orang dan tidak adanya SK pembina. Sekolah harus membuat SK pembina agar pengawasan dan evaluasi dapat berjalan dengan baik. 4. Pelatih ekstrakurikuler Pelatih sebagai penyedia jasa pendidikan hendaknya mengerti akan hakekat dan tujuan program ekstrakurikuler. Pelatih juga perlu meningkatkan kualitas, mulai dari materi yang diajar, metode dan strategi belajar yang kreatif dan inovatif agar peserta didik tidak merasa jenuh mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Untuk itu pelatih hendaknya mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kemampuannya dan memperkaya wawasan. Dengan begitu diharapkan kegiatan ekstrakurikuler dapat mengasah minat, bakat, dan potensi peserta didik secara maksimal dan dapat mencetak peserta didik yang berprestasi. 5. Peserta didik atau anggota ekstrakurikuler Peserta didik memiliki kewajiban untuk belajar bersungguh-sungguh dan mendapatkan hak atas pendidikan yang berkualitas. Diharapkan semua peserta didik mengikuti program ekstrakurikuler agar dapat mengasah minat, bakat, kemampuan, serta potensi yang dimilikinya. 27 DAFTAR RUJUKAN Korpri. Manajemen Sekolah Orientasi Kemandirian Kepala Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Minarti, Sri. 2011. Manajemen Sekolah Mengelola Lembaga Pendidikan Secara Mandiri. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Mulyono. 2008. Manajemen Adminstrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 62 Tahun 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 63 Tahun 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 81A Tahun 2013. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, Nomor 39 Tahun 2008. Prihatin, Eka. 2011. Manajemen Peserta didik. Bandung: Alfabeta. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Widoyoko, Eko Putro. 2009. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wirawan. 2011. Evaluasi Teori, Model, Standar, Aplikasi Dan Profesi. Jakarta: PT. Raja Grafindo. 28 LAMPIRAN PEDOMAN WAWANCARA Narasumber : Anggota Ekstrakurikuler Nama : Jabatan : Hari/tanggal : Butir pertanyaan wawancara : 1. Apa ekstrakurikuler yang anda ikuti? 2. Bagaimana proses untuk ikut sebagai anggota ekstrakurikuler? 3. Bagaiman tahapan untuk masuk sebagai anggota ekstrakurikuler? 4. Siapa yang mengurusi pendaftaran untuk masuk anggota ekstrakurikuler? 5. Bagaimana penjadwalan kegiatan ekstrakurikuler? 6. Bagaimana proses kegiatan ekstrakurikuler? 7. Bagaimana harapan terhadap penyelenggaraan ekstrakurikuler? 8. Apakah terdapat biaya yang dikeluarkan dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler? 9. Apa saja prestasi-prestasi yang didapatkan dari kegiatan ekstrakurikuler? 29
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )