PATOFISIOLOGI
BERBAGAI
PENYAKIT KRONIS
disusun oleh
Kelompok 3
ANGGOTA KELOMPOK
1.ANGELIKA APRILIA
2.ANGGREINI DEVITA NATALLY
3.DWI LESTIANA
4.FITRIA NOVALEN
5.JUSTIN DAVID GLENNALDO
6.KEVIN ANTONIUS
7.MUHAMMAD KHUSAINI APRIANSYAH
8.SHINTIKHE VANIYA
9.SAMUEL
10.TESA THERESIA
11.VITHA LORENSI
DEFINISI
Penyakit kronis merupakan jenis penyakit degeneratif yang berkembang atau
bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama, yakni lebih dari enam bulan.
Orang yang menderita penyakit kronis cenderung memiliki tingkat kecemasan
yang tinggi dan cenderung mengembangkan perasaan hopelessness dan
helplessness karena berbagai macam pengobatan tidak dapat membantunya
sembuh dari penyakit kronis
ETIOLOGI PENYAKIT KRONIS
Penyakit kronis dapat diderita oleh semua kelompok usia, tingkat sosial
ekonomi, dan budaya. Penyakit kronis cenderung menyebabkan kerusakan
yang bersifat permanen yang memperlihatkan adanya penurunan atau
menghilangnya suatu kemampuan untuk menjalankan berbagai fungsi,
terutama muskuloskletal dan organ-organ pengindraan.
FASE PENYAKIT KRONIS
1. Fase pra-trajectory adalah risiko terhadap penyakit kronis karena faktor- faktor genetik atau perilaku yang
meningkatkan ketahanan seseorang terhadap penyakit kronis.
2. Fase trajectory adalah adanya gejala yang berkaitan dengan penyakit kronis. Fase ini sering tidak jelas karena sedang
dievaluasi dan sering dilakukan pemeriksaan diagnostic.
3. Fase stabil adalah tahap yang terjadi ketika gejala-gejala dan perjalanan penyakit terkontrol. Aktivitas kehidupan
sehari-hari tertangani dalam keterbatasan penyakit.
4. Fase tidak stabil adalah periode ketidakmampuan untuk menjaga gejala tetap terkontrol atau reaktivasi penyakit.
Terdapat gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
5. Fase akut adalah fase yang ditandai dengan gejala-gejala yang berat dan tidak dapat pulih atau komplikasi yang
membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk penanganannya.
6. Fase krisis merupakan fase yang ditandai dengan situasi kritis atau mengancam jiwa yang membutuhkan
pengobatan atau perawatan kedaruratan.
7. Fase pulih adalah keadaan pulih kembali pada cara hidup yang diterima dalam batasan yang dibebani oleh penyakit
kronis.
8. Fase penurunan adalah kejadian yang terjadi ketika perjalanan penyakit berkembang disertai dengan peningkatan
ketidakmampuan dan kesulitan dalam mengatasi gejala- gejala.
9. Fase kematian adalah tahap terakhir yang ditandai dengan penurunan bertahap atau cepat fungsi tubuh dan
penghentian hubungan individual.
Patofisiologi berbagai penyakit
Kronis
1. Diabetes
Sebagian besar patologi diabetes militus dihubungkan dengan efek utama
kekurangan însulin yaitu:
a) Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, yang mengakibatkan
peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah smpai tinggi 300-1200 mg/100 mili
b) Peningkatan mobilisasi lemak dan daerah penyimpanan lemak sehingga
menyebabka kelainan mekanisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding
vaskuler.
c) Pengurangan protein dalam jaringan tubuh.
Patofisiologi berbagai penyakit
Kronis
2. Stroke
Menurut Smeltzer & Bare (2010) stroke biasanya diakibatkan darimsalah satu empat
kejadian yaitu:
a) Thrombosis yaitu bekuan darah di dalam pembuluh darah otak atau leher.
b) Embolisme serebral yaitu bekuan darah atau material lain yang di bawa ke otak dari
bagian tubuh yang lain.
c) Iskemia yaitu penurunan aliran darah ke area otak
d) Hemoragi serebral yaitu pecahnya pembuluh darah serebral dengan perdarahan ke
dalam jaringan otak atau ruang sekitar otak.
Akibat dari keempat kejadian diatas maka terjadi penghentian suplai darah ke otak, yang
menyebabkan kehilangan atau permanen gerakan, berpikir, memori, bicara, atau sensasi.
Patofisiologi berbagai penyakit
Kronis
3. Gagal Ginjal Kronis
Gagal ginjal kronis adalah keadaan dimana lebih banyak nefron rusak secara progresif
sampai ginjal tidak mampu lagi berfungsi dengan semestinya. Beberapa dari penyebab yang
berbeda - beda termasuk :
Glomerulonefritis kronis
Disebabkan oleh salah satu dari banyak penyakit yang merusak baik glomerulus maupun
tubulus. Infeksi, yang menyebabkan pembentukan kompleks antigen-antibodi, berakibat
pada peradangan glomerululi. Membran glomerular menebal dan kemudian terserang
jaringan berserabut. Pada tahap penyakit berikutnya keseluruhan kemampuan penyaringan
ginjal sangat berkurang. Pada tahap akhir penyakit, banyak dari glomeruli benar- benar
digantikan oleh jaringan berserabut dan fungsi nefron hilang selamanya.
Patofisiologi berbagai penyakit
Kronis
Plelonefritis
plelonefritis adalah proses infeksi dan peradangan yang biasanya mulai di renal pelvis,
saluran ginjal yang menghubungkan ke saluran kencing (ureter) dan parenchyma ginjal atau
jaringan ginjal. Infeksi bisa diakibatkan dari banyak jenis bakteri, terutama dari basilus
kolon. Yang aslinya dari kontaminasi fecal saluran kencing. Ketika bakteri menyerang
jaringan ginjal, kerusakan progresif dipicu sehingga mengakibatkan hilangnya fungsi ginjal.
Lokasi yang paling umum diserang adalah medula ginjal, bagian yang bertanggung jawab
memekatkan urine. Jadi, pasien dengan kondisi ini telah mengalami penurunan
kemampuan memekatkan urine.
KESIMPULAN
Penyakit kronis merupakan jenis penyakit degeneratif yang berkembang atau bertahan
dalam jangka waktu yang sangat lama, yakni lebih dari enam bulan. Pada hakekatnya
patofisiologi penyakit, mekanisme adaptasi, regenerasi dan nekrosissel saling berkaitan.
Patofisiologi adalah reaksi fungsi tubuh terhadap suatu penyakit yangmasuk ke dalam
tubuh. Dan penyakit adalah suatu kondisi dimana terdapat keadaan tubuhyang abnormal
yang menyebabkan hilangnya kondisi normal yang sehat. Dan penyakit mempunyai
sebab dan akibat tergantung jenis dari penyakitnya itu sendiri.
ADA
PERTANYAAN?
TERIMAKASIH