LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI KOGNITIF AUTONOMIC PROCESSING LABORATORIUM PSIKOLOGI LANJUT DISUSUN OLEH : Nama. : Risa Amelia Callista NPM : 11522261 Kelas : 3PA19 Tutor : Salwa Nurshadrina FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 2025 A. MATERI DAN TUJUAN PRAKTIKUM 1. Autonomic Processing Autonomic Processing adalah proses mental yang terjadi secara otomatis, cepat, dan tanpa memerlukan perhatian sadar. Proses ini biasanya terbentuk melalui kebiasaan, latihan, atau pengalaman yang berulang, sehingga menjadi efisien dan sulit dikendalikan secara sadar. 2. Tujuan Praktikum Untuk memahami bagaimana otak memproses informasi secara otomatis tanpa memerlukan perhatian sadar, serta mengamati perbedaan antara proses mental yang otomatis dan yang memerlukan kontrol sadar. B. TINJAUAN TEORI (MATERI PRAKTIKUM) Hutter, M., & Rothermund, K. (2020) menyatakan bahwa Autonomic Processing didefinisikan sebagai proses yang berlangsung di bawah kondisi tertentu seperti tanpa kesadaran, tanpa niat, tidak dapat dikendalikan, dan efisien secara kognitif. Robert J. Sternberg dan Karin Sternberg (2012) menyatakan bahwa feature detection merujuk pada proses mengenali elemen-elemen visual yang khas dalam suatu citra yang bisa digunakan untuk membedakan atau mencocokkan citra tersebut dengan citra lainnya. Pati, U. C., Dutta, P. K., & Barua, A. (2010) menyatakan bahwa feature detection adalah proses menyederhanakan data visual dengan menemukan titiktitik penting atau khas dalam citra, khususnya di sepanjang batas objek, yang dapat digunakan untuk analisis lanjutan seperti segmentasi, pengenalan objek, dan penggabungan citra (image fusion). Berdasarkan tokoh-tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa Feature Detection merupakan proses penting dalam pengolahan citra dan visi komputer yang bertujuan mengidentifikasi elemen visual khas seperti titik-titik, tepi, atau area menarik dalam suatu gambar. Ketiganya menekankan bahwa feature detection membantu sistem visual (baik manusia maupun mesin) dalam memahami dan mengolah informasi visual secara efisien. C. PERCOBAAN PRAKTIKUM 1. Langkah-langkah Percobaan a. Klik “Experiments” pilih “Choose Experiment” kemudian pilih “Autonomic Processing”. b. Klik File, lalu bagian “Start Experiment Set Up” c. Pada part “1, 2, 3” di off, ubah “GiveThis Number of Items. Lalu pada “Presentation Option” menjadi “15” pada part “4” sampai “6”. d. Setelah itu klik “File” > Start > Without Auto Logging. e. Masukan “Subject ID”, lalu akan muncul tampilan praktikan diminta untuk klik R, pada keyboard untuk kata berwarna merah, G pada kata yang berwarna hijau, dan B pada kata yang berwarna biru. f. Setelah klik “Ok”, maka akan muncul tampilan. Hasil yang sudah dikerjakan disimpan di : C/Progra*1/CP3/BIN dengan “File Name” = AP_Nama Lengkap.xls. Jika anda ingin menyudahi eksperimen tanpa menyelesaikan semua rangkain trail, silahkan klik “File” pada menu bar lalu “Exit”. D. JOURNAL OF COGNITIVE NEUROSCIENCE 1. Judul Artikel 2. 3. 4. 5. 6. : Out of Focus : Facial Feedback Manipulation Modulates Autonomic Processing of Unattended Emotional Faces. Nama Jurnal, Volume dan Tahun : Massachusetts Institute of Technology, 2019 Penulis : Maria Kuenhe, Isabelle Siwy, Tino Zaehle, Hans-Jochen Heinze, dan Janekn Lobmaier Tujuan dan Metode Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah umpan balik dari ekspresi wajah dapat memengaruhi proses otomatis dalam mengenali ekspresi emosional pada wajah yang tidak menjadi fokus perhatian. Peneliti menggunakan metode visual oddball paradigm, yaitu dengan menampilkan wajah netral secara berulang (sebagai stimulus standar) dan sesekali menyisipkan wajah emosional seperti bahagia dan sedih (sebagai stimulus devian) di area pinggir pandangan, sementara peserta tetap fokus pada tugas visual di tengah layar. Umpan balik wajah dimodifikasi dengan tiga cara memegang pena: menggunakan tangan nondominan (sebagai kontrol), digigit dengan gigi (yang merangsang otot senyum), dan dijepit dengan bibir (yang menghambat gerakan senyum). Aktivitas otak peserta diukur menggunakan EEG untuk merekam respons mismatch negativity (eMMN). Subjek Penelitian : Sebanyak 28 peserta awal, tetapi setelah penyaringan data dan eksklusi, hanya 19 peserta yang dianalisis (8 perempuan, usia rata-rata 26,3 tahun). : Hasil penelitian ini Review mengindikasikan bahwa manipulasi umpan balik wajah mampu memengaruhi proses otomatis dalam mengenali ekspresi emosional wajah. Ketika otot-otot yang terlibat dalam senyum diaktifkan (melalui kondisi memegang pena dengan gigi), terjadi peningkatan respons eMMN terhadap wajah sedih dan penurunan respons eMMN terhadap wajah bahagia, khususnya pada dua rentang waktu awal (70–140 ms dan 180–270 ms). Temuan ini menunjukkan bahwa ekspresi wajah yang kita tampilkan sendiri dapat memengaruhi cara otak secara tidak sadar memproses ekspresi emosional orang lain. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat teori facial feedback dan memberikan wawasan baru mengenai peran simulasi tubuh dalam persepsi sosial yang berlangsung secara otomatis. E. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Hasil yang diperoleh daril tes Autonomic Processing adalah sebagai berikut : Part 4 Part 5 Part 6 Total Time (Sec) 16.53 28.94 23.35 Correct (Total Number) 4 15 15 Incorrect (Total Number) 11 0 0 Accuracy (% Correct) 26.66 100 100 2. Pembahasan Dalam konteks psikologi kognitif, Autonomic Processing memiliki aspek penting dalam memahami bagaimana evaluasi dan sikap terbentuk serta digunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa keterlibatan kesadaran atau kendali sadar. Hal ini sejalan dengan Hutter, M., & Rothermund, K. (2020) menyatakan bahwa Autonomic Processing didefinisikan sebagai proses yang berlangsung di bawah kondisi tertentu seperti tanpa kesadaran, tanpa niat, tidak dapat dikendalikan, dan efisien secara kognitif. Definisi ini menekankan bahwa otomatisitas bukan ditentukan oleh jenis prosesnya apakah bersifat asosiatif atau proposisional, melainkan oleh kondisi di mana proses tersebut berlangsung. Pentingnya Autonomic Processing terletak pada kemampuannya menjelaskan bagaimana evaluasi terbentuk dan bekerja bahkan ketika perhatian sadar terbatas, seperti dalam situasi kompleks, terburu-buru, atau saat individu tidak memiliki motivasi untuk berpikir mendalam. Ini menunjukkan bahwa proses evaluatif dapat terjadi secara efisien tanpa harus melibatkan pemikiran reflektif, yang sangat relevan dalam memahami sikap implisit dan perilaku spontan. 3. Kesimpulan Setelah menyelesaikan tes Autonomic Processing, dapat disimpulkan bahwa tes ini memberikan pemahaman tentang bagaimana tubuh secara otomatis merespons berbagai situasi, terutama dalam kondisi stres dan relaksasi. Hasil tes membantu melihat keseimbangan kerja sistem saraf simpatis dan parasimpatis, yang berperan penting dalam pengaturan emosi dan reaksi fisik. Dengan mengetahui respons tubuh kita, tes ini bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran diri, mengenali tanda-tanda ketidakseimbangan, serta menentukan cara yang tepat untuk mengelola stres dan menjaga kesehatan mental maupun fisik secara lebih baik. Daftar Pustaka Kuehne, M., Siwy, I., Zaehle, T., Heinze, H.-J., & Lobmaier, J. (2019). Out of focus: Facial feedback manipulation modulates automatic processing of unattended emotional faces. Journal of Cognitive Neuroscience, X(Y), 1–10. Hutter, M., & Rothermund, K. (2020). Automatic processes in evaluative learning. Cognition and Emotion, 34(1), 1–20 Hassaballah, M., Abdelmgeid, A. A., & Alshazly, H. A. (2016). Image features detection, description and matching. In A. I. Awad & M. Hassaballah (Eds.), Image feature detectors and descriptors (pp. 11–55). Springer. Pati, U. C., Dutta, P. K., & Barua, A. (2010). Feature detection of an object by image fusion. International Journal of Computer Applications, 1(17), 50–57. Lampiran
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )