UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS PSIKOLOGI GAMBARAN STRATEGI DIGITAL PARENTING DI ERA DIGITAL PADA ANAK USIA 9 TAHUN Disusun Oleh: Kelompok 7 3PA21 Ananda Zulva Azzahra 10522150 Maulida Carla Rizkyta 10522841 Samuel Jhonatan Septian Hutagalung 11522319 Vania Hikmalia Putri 11522487 William Pratama Wijaya 11522522 DEPOK 2025 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan digital telah mempengaruhi pola hidup masyarakat, yang memungkinkan anak-anak jauh lebih mudah terhubung dengan internet sejak usia dini. Perubahan ini menciptakan tantangan baru bagi orang tua dalam mengawasi pemakaian perangkat digital kepada anak-anak mereka, sehingga di era digital saat ini penggunaan gadget telah menjadi hal yang biasa, baik dari orang dewasa hingga anak-anak. Gadget kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, dengan berbagai fungsi yang memudahkan untuk mengakses informasi, hiburan, bahkan pembelajaran. Namun, penggunaan gadget yang tidak terkontrol juga memunculkan kekhawatiran akan dampak negatif dan dapat mempengaruhi perkembangan anak, baik secara kognitif, emosional, sosial, maupun fisik. Akibatnya orang tua harus menaruh perhatian lebih untuk mengawasi anak dalam penggunaan gadget, sehingga strategi parenting yang tepat sangat dibutuhkan untuk mengontrol anakanak dalam menggunakan gadget. Dalam era digital ini parenting sangat dibutuhkan salah satunya seperti digital parenting. Menurut Ngongo, Hidayat, dan Wiyanto (2019) era digital adalah periode dimana teknologi digital, terutama internet dan teknologi komputer, mulai merambah ke berbagai bidang kehidupan. Pada zaman ini, komunikasi antar individu menjadi sangat mudah dan dekat meskipun jarak memisahkan mereka. Informasi dapat diperoleh dengan cepat dan secara langsung. Era digital juga sering diartikan sebagai tahap globalisasi karena meningkatnya keterhubungan dan interaksi di seluruh dunia melalui teknologi. Menurut Satriah, Tajiri, dan Yuliani (2019) menjelaskan bahwa parenting merupakan pola asuh, yaitu pola interaksi antara orang tua dan anak berupa sikap atau perilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak, termasuk caranya menerapkan aturan, mengajarkan nilai atau norma, memberikan perhatian dan kasih 1 2 sayang serta menunjukkan sikap dan perilaku yang baik sehingga dijadikan contoh oleh anaknya. Menurut Palupi (2015) digital parenting atau pengasuhan digital adalah pengasuhan orang tua dalam memberikan batasan yang jelas kepada anak tentang hal-hal yang boleh maupun yang tidak boleh dilakukan pada saat menggunakan perangkat digital. Menurut Stevanus dan Anindyta (2022) digital parenting atau pengasuhan digital merupakan upaya memberikan batasan yang tegas kepada anak mengenai apa saja yang diperbolehkan dan dilarang saat menggunakan perangkat digital. Dalam konteks ini, orang tua perlu terus meningkatkan serta memperbarui pengetahuan mereka terkait internet dan perangkat digital lainnya. Menurut Ririen dkk (2023) digital parenting adalah pendekatan pengasuhan modern di mana orang tua atau wali membimbing, mengawasi, dan mendidik anak-anak dalam penggunaan teknologi digital secara sehat, aman, dan bertanggung jawab. Tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak mendapatkan manfaat yang maksimal dari teknologi sambil terlindungi dari risiko dan bahaya yang mungkin akan timbul. Digital parenting merupakan bentuk pola asuh modern yang mengintegrasikan peran orang tua dalam membimbing dan mengawasi anak dalam penggunaan perangkat digital dan teknologi informasi secara bijak. Dalam pengasuhan ini, orang tua tidak hanya menetapkan batasan yang jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak saat menggunakan perangkat digital, tetapi juga aktif dalam memberikan contoh, mendidik, serta melindungi anak dari risiko negatif dari dunia digital. Pengasuhan digital juga menuntut orang tua untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap perangkat digital, agar dapat menciptakan lingkungan digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi anak-anak. Prinsip digital parenting menurut Palupi (2015) diantaranya adalah yang terpenting bukan “apa” jenisnya tetapi kapan anak memerlukannya. Dengan melihat waktu yang tepat untuk memberikannya yaitu dengan melihat usia dan kematangan anak. Membuat peraturan yang disetujui anak tentang penggunaan perangkat digital sebelum memberikan kepada anak. Kualitas lebih penting daripada kuantitas. Orang tua dapat melakukan pengamatan dan dialog dengan 3 anak. Orang tua dapat menugaskan anak untuk membuat catatan dalam hal anak menggunakan internet yang tidak ada hubungannya dengan tugas sekolah. Anak membuat jadwal untuk menentukan menggunakan internet dan timer untuk mengingatkan waktunya serta anak harus membuat komitmen diri jam berapa harus mematikan gawai. Orang tua dan anak bersama menentukan sanksi jika anak melanggar janjinya. Membuat sanksi terhadap peraturan yang dibuat bersama antara orang tua dan anak. Orang tua konsisten dalam menerapkan sanksi terhadap anak. Orang tua perlu menjelaskan alasan tentang diterapkannya peraturan. Orang tua penting menjelaskan pada anak tentang makna digital, social media dan dampak dari perangkat digital. Usia anak berbeda dalam pendekatannya terkait dengan media digital. Orang tua berbagi pengalaman tentang perangkat digital dengan anak. Orang tua mengawasi anak secara rutin dengan suasana yang menyenangkan. Orang tua berteman dengan anak di social media. Orang tua menjelaskan fitur yang boleh dan yang tidak boleh diakses oleh anak. B. Pertanyaan Penelitian 1. Bagaimana peran orang tua dalam menerapkan digital parenting kepada anak di era digital? 2. Prinsip apa saja yang diterapkan orang tua dalam strategi digital parenting? C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana strategi digital parenting yang diterapkan oleh orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak usia 9 tahun dalam penggunaan teknologi di era digital. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Diharapkan hasil penelitian ini dapat memperkaya, menambahkan, dan memberikan pengetahuan pemikiran di bidang Psikologi Perkembangan dan Psikologi Sosial mengenai penerapan strategi digital parenting pada 4 anak usia 9 tahun. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para orang tua, pendidik, maupun praktisi psikologi dalam memahami pola pengasuhan yang sesuai di era digital serta dalam mengembangkan pendekatan yang efektif untuk membentuk perilaku digital anak yang sehat dan bertanggung jawab. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, pemikiran, dan wawasan mengenai praktik strategi digital parenting yang diterapkan oleh orang tua terhadap anak usia 9 tahun di era digital. a. Bagi Orang Tua Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu orang tua lebih memahami pentingnya peran orang tua dalam mengarahkan dan membatasi penggunaan gadget pada anak. Selain itu, diharapkan orang tua dapat menerapkan strategi digital parenting secara lebih bijak, efektif, dan konsisten sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. b. Bagi Masyarakat Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap dampak penggunaan gadget pada anak-anak serta pentingnya literasi digital di lingkungan sosial. Penelitian ini juga dapat menjadi acuan dalam pengembangan program edukasi parenting berbasis digital di komunitas. c. Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau landasan teoritis bagi peneliti lain yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai strategi pengasuhan di era digital, khususnya dalam konteks perkembangan anak usia sekolah dasar. 5 DAFTAR PUSTAKA Ngongo, V. L., Hidayat, T. & Wiyanto. (2019). PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL. 628-638. Palupi, Y. (2015). Digital Parenting Sebagai Wahana Terapi Untuk Menyeimbangkan Dunia Digital Dengan Dunia Nyata Bagi Anak. Ririen, D., Erny, E., Nurjayanti, N., Sahriyal, S., & Daryanes, F. (2023). Digital Parenting: Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Dunia. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyakat , 62-70. Satriah, L., Tajiri, H. & Yuliani. (2019). Parenting Skill untuk Membangun Karakter Anak. Bandung: Jurusan Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Stevanus, I. & Anindyta, P. (2022). Peran Digital Parenting Terhadap Penggunaan Gawai Anak SD. Jurnal Publikasi Pendidikan, 12 (1), 7-16.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )