Presentasi METOPEL PEKERJAAN ARSITEKTUR Oleh : Kelompok I DAFTAR ISI Pendahuluan Metode Pelaksanaan Dinding Metode Pelaksanaan Lantai Metode Pelaksanaan Plafon Metode Pelaksanaan Pintu & Jendela Metode Pelaksanaan Atap Kesimpulan PENDAHULUAN Pekerjaan arsitektur (dinding, lantai, plafon, pintu, jendela, atap) merupakan elemen kunci dalam pembangunan gedung yang memengaruhi: Estetika bangunan dan Kenyamanan pengguna. Metode pelaksanaan yang terstandar dan inovatif diperlukan untuk: Meminimalisir kesalahan konstruksi, Mengoptimalkan waktu dan biaya. Tujuan Metode Pelaksanaan Memastikan pekerjaan sesuai dengan: Gambar desain dan spesifikasi teknis, Jadwal proyek (on-time delivery), Anggaran yang efisien. Menerapkan inovasi terkini untuk : Efisiensi material, Teknologi ramah lingkungan. Ruang Lingkup Pekerjaan Elemen yang dibahas: Dinding (struktur & finishing), Lantai (subfloor, material, coating), Plafon (rangka, akustik, estetika), Pintu & jendela (kusen, daun, aksesoris), Atap (struktur, waterproofing, penutup). DINDING APA ITU DINDING? Dinding adalah elemen bangunan vertikal yang berfungsi sebagai: 1. Pembatas fisik (antar ruang dalam/luar bangunan). 2. Pelindung dari cuaca, kebisingan, dan gangguan luar. 3. Penyangga beban (pada jenis tertentu). ada terdapat 2 jenis dinding, yaitu dinding struktural dan dinding arsitektur. DINDING STRUKTURAL Definisi: Dinding penahan beban yang menjadi bagian dari sistem struktur bangunan. Karakteristik: Beban: Menahan beban vertikal/lateral (gempa, angin) Material: Massif (beton bertulang, bata konvensional, pasangan batu kali) Kekakuan: Tidak boleh dimodifikasi sembarangan Ketebalan: Tebal (min. 15-30 cm) Fungsi Utama: Penyalur beban ke pondasi Stabilitas bangunan Ketahanan gempa Contoh Aplikasi: Core wall gedung tinggi Dinding basement Shear wall zona gempa DINDING ARSITEKTUR Dinding non-struktural yang fokus pada estetika, partisi ruang, dan fungsi sekunder. Karakteristik: Beban: Tidak menahan beban struktur Material: Ringan (gypsum, partisi kaca, kayu, hebel) Fleksibilitas: Mudah dipindahkan/dimodifikasi Ketebalan: Tipis. Fungsi Utama: Pembatas ruang (partisi) Akustik & insulasi termal Estetika (tekstur, warna, pola) Contoh Aplikasi: Partisi kantor modular Dinding dekoratif lobby Panel akustik ruang meeting METODE PELAKSANAAN DINDING ARSITEKTUR Dinding Non-Struktural (Partisi) 1. Rangka Baja Ringan/Gypsum: Pasang stud vertikal (jarak 60 cm) dan runner horizontal. Gunakan sekrup untuk sambungan. 2. Panel Hebel/Gypsum: Pasang panel Hebel/Gypsum untuk Penutup. C. Finishing 1. Cat/Cladding: Lapis primer sebelum cat akhir. INOVASI BARU 3D PRINTED WALL Apa itu 3D Printed Wall? Teknik membangun dinding dengan printer 3D skala besar yang menyemprotkan material lapis demi lapis (additive manufacturing) berdasarkan model digital. Material Utama: Beton khusus: Campuran semen, agregat halus, dan aditif (contoh: serat polimer untuk fleksibilitas). Geopolimer: Ramah lingkungan (menggunakan fly ash/limbah industri). Komposit: Campuran tanah liat + semen untuk proyek berbiaya rendah. Keunggulan vs. Metode Konvensional Waktu : 50–70% lebih cepat Biaya : Hemat 30% (kurang tenaga kerja) Desain : Bentuk organik/kompleks possible Limbah : Hanya 5–10% waste Presisi : Akurasi ±1mm LANTAI Lantai adalah permukaan dasar bangunan yang berfungsi sebagai: Area aktivitas (berjalan, bekerja, istirahat) Elemen estetika (penentu karakter ruang) Pembatas fisik antar level bangunan Lantai merupakan elemen penting yang memengaruhi: Estetika (warna, tekstur, pola) Kenyamanan (permukaan rata, anti-slip, nyaman diinjak) Daya Tahan (tahan beban, kelembaban, dan aus) Akustik (peredam suara untuk ruang khusus) METODE PELAKSANAAN LANTAI ARSITEKTUR A. Persiapan Subfloor (Lapisan Dasar) Sebelum Pemasangan Lantai arsitektur diperlukan dasar berupa plat beton untuk menjadi dudukan pemasangan lantai arsitektur. B. Pemasangan Material Lantai Pemasangan lantai arsitektur yaitu pemasangan lantai dengan material seperti contoh Keramik, Vinyl/LVT, Parket Kayu, Beton Poles, Teraso. C. Tahap Finishing Grouting (untuk keramik/teraso). Coating (epoxy, anti-slip, atau UV-resistant untuk outdoor). Pengecekan Level (laser level toleransi ±2mm). PLAFOND Konsep Dasar Plafond A. Fungsi Utama: Estetika - Menutupi struktur atas & menciptakan kesan ruang Proteksi - Melindungi dari panas & kebocoran atap Akustik - Meredam suara (khusus ruang pertemuan/studio) Utilitas - Menyembunyikan instalasi (AC, pipa, wiring) B. Jenis Berdasarkan Material: Plafon Solid: Gypsum, GRC, Triplek Plafon Open Grid: Armstrong, mineral fiber Plafon Dekoratif: Kayu, PVC motif, logam METODE PELAKSANAAN PLAFOND ARSITEKTUR A. PERSIAPAN 1. Pemeriksaan Struktur Atap: Pastikan rangka kuat menahan beban plafon (min. 5 kg/m²) Gunakan laser level untuk patokan ketinggian B. TAHAP PEMASANGAN 1. Pemasangan Rangka 2. Pemasangan Panel 3. Finishing Compound: Lapis pertama + fiber tape → lapis kedua Pengamplasan: Gunakan mesh #120 Cat: Primer dulu sebelum cat akhir INOVASI 1. Magnetic Plafon Keunggulan : Panel mudah dibongkar-pasang Aplikas : Ruang server/UTP 2. Photonik Plafon Keunggulan : Memantulkan cahaya alami Aplikas : Gedung hemat energi 3. Smart Acoustic Keunggulan : Panel dengan IoT sound absorber Aplikas : Ruang konser PINTU DAN JENDELA Pintu dan jendela merupakan elemen penting dalam desain arsitektur karena berfungsi sebagai penghubung antara ruang dalam dan luar, sekaligus memengaruhi estetika, sirkulasi udara, pencahayaan alami, serta privasi bangunan. Fungsi Utama: Pintu: Aksesibilitas, privasi, keamanan, dan estetika Jendela: Pencahayaan alami, ventilasi, dan penghubung visual Pertimbangan Desain dalam Pemilihan Pintu & Jendela Iklim: Daerah panas membutuhkan ventilasi lebih besar. Privasi: Kaca frosting atau tirai untuk kamar tidur. Keamanan: Kaca tempered atau jeruji besi untuk lantai dasar. Estetika: Keselarasan dengan gaya arsitektur (minimalis, industrial, tradisional). Kenyamanan Akustik: Jendela double-glazing untuk peredam suara. TIPS PEMILIHAN PINTU & JENDELA A. Tips Memilih Pintu Pertimbangkan Fungsi & Lokasi Sesuaikan Material dengan Kebutuhan Pilih Sistem Bukaan yang Efisien Perhatikan Faktor Keamanan & Ketahanan B. Tips Memilih Jendela Sesuaikan dengan Ventilasi & Pencahayaan Pilih Material yang Tepat Sistem Bukaan yang Efisien Faktor Keamanan & Kenyamanan C. Tips Umum untuk Pintu & Jendela Perhatikan Ukuran & Proporsi Kesesuaian dengan Gaya Arsitektur Perawatan & Durabilitas Budget & Kualitas METODE PELAKSANAAN PINTU & JENDELA 1. Persiapan Ukur lubang kusen sesuai gambar kerja. Siapkan kusen, daun pintu/jendela, engsel, sekrup, dan sealant. 2. Pasang Kusen Letakkan kusen, pastikan rata (gunakan waterpass). Kencangkan ke dinding pakai anchor/dowel. Isi celah dengan PU foam. 3. Pasang Daun Pintu/Jendela Pintu: Pasang engsel (minimal 3), gantung daun, atur clearance 1-2 cm. Jendela: Pasang track (geser) atau engsel (swing), pastikan bukaan lancar. 4. Finishing & Uji Beri cat (kayu) atau bersihkan (aluminium/kaca). Tes bukaan, kunci, dan kebocoran udara. Hindari: Kusen miring, sekrup kurang kencang, atau clearance terlalu sempit. ATAP Atap bukan sekadar penutup bangunan, melainkan "payung raksasa" yang melindungi kita dari panas, hujan, dan angin. Ia juga memberi karakter dan gaya pada tampilan rumah. 1. Fungsi Atap : Pelindung utama bangunan dari cuaca (hujan, panas, angin) Penutup ruang interior Elemen estetika bangunan Pengatur sirkulasi udara Penahan panas dan peredam suara 2. Jenis-Jenis Atap : Atap Pelana (sederhana, miring dua sisi) Atap Perisai (limas, empat sisi miring) Atap Datar (flat roof, slope minimal 2-5°) Atap Kombinasi (gabungan beberapa bentuk) Atap Lengkung (dome, vault) ATAP 3. Komponen Utama Atap: 5. Manfaat Atap: Struktur penopang (kuda-kuda, rangka) Pelindung Utama dari Cuaca Penutup atap (genteng, metal dll) Pengatur Suhu Alami Lapisan kedap air (waterproofing) Penambah Nilai Estetika Plafon (penutup bagian dalam) Fungsi Tambahan yang Keren Talang dan drainase Penghalang Suara & Privasi 4. Pertimbangan Desain: Iklim setempat Beban angin dan hujan Estetika bangunan Biaya dan perawatan Kebutuhan thermal/acoustic METODE PELAKSANAAN ATAP 1. Persiapan Awal Ukur & Rencanakan, Siapkan Material, Siapkan Alat. 2. Pasang Rangka Atap (Bisa Pakai Kayu/Baja Ringan) 3. Pasang Penutup Atap 4. Finishing & Perlengkapan Tambahan Pasang talang air di tepi atap Tambahkan ventilasi (jika perlu) agar atap tidak pengap Beri cat pelindung (untuk atap metal/kayu) 5. Pengecekan Akhir Pastikan tidak ada genteng yang retak/terbalik Tes kebocoran dengan menyiram air Pastikan talang air lancar Tips Penting Pilih material sesuai iklim (daerah panas/dingin/hujan) Atap miring (minimal 30°) lebih aman dari kebocoran Untuk rumah modern, atap datar bisa dipakai, tapi harus ada sistem drainase baik TERIMA KASIH
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )