TEORI PERKEMBANGAN PIAGET Farhandika Mursyid PPDS Psikiatri UNS Perkenalan ◦ Jean Piaget (Neuchatel, 9 Agustus 1896 – Geneva, 16 September 1980) ◦ Prinsip : Cara anak berpikir dan dapat pengetahuan ◦ Mampu berpikir secara logis dan ilmiah. ◦ Perkembangan kognitif proses maturasi biologis dan interaksi lingkungan. Sanghvi, P. (2020). Piaget’s theory of cognitive development: a review. Indian Journal of Mental Health, 7(2), 90-96. Perkenalan ◦ Anak-anak: orang yang membuat model terbaru dari realitas atau skema, mengembangkan diri dengan integrasi konsep yang awalnya sederhana ke lebih tinggi lagi. ◦ Adaptasi terjadi dari 2 proses; asimilasi, akomodasi. ◦ Elemen dasar pada perkembangan: maturasi, pengalaman, transmisi sosial, keseimbangan. ◦ Prinsip Perkembangan Kognitif Piaget: Organisasi Skema, Adaptasi, Keseimbangan Sanghvi, P. (2020). Piaget’s theory of cognitive development: a review. Indian Journal of Mental Health, 7(2), 90-96. Organisasi (Skema) ◦ Merupakan hasil awal dari kontak terhadap lingkungannya, disertai refleks dasar dan gerak otomatis yang dimilik ◦ Menjadi unit dasar suatu tindak perbuatan tertentu ◦ Contoh: Jika seorang anak mendapatkan pengalaman “anjiing”, anak itu akan membuat gambaran mental tentang “anjing”, yang mana digunakan untuk identifikasi “anjing” pada kesempatan setelahnya. Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Adaptasi ◦ Proses tersebut memperbolehkan transisi dari satu tahap ke yang lain ◦ Tahap asimilasi ◦ Proses menggabungkan ide yang baru pada skema kognitif yang ada tanpa mengubah skema yang lama. ◦ Mengambil informasi pada pikiran atau struktur kognitif. ◦ Tahap akomodasi ◦ Terjadi ketika skema yang ada tidak bekerja dan butuh diubah untuk menghadapi objek / situasi yang baru ◦ Proses menyiapkan skema baru berdasarkan skema lama Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Adaptasi Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Ekuilibrasi ◦ Proses mencari keseimbangan ketika skema baru yang ada tidak cocok dengan skema yang ada. ◦ Pengetahuan dan skema baru yang dipersiapkan, nantinya dibuatkan artinya baru Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Tahap Perkembangan Kognitif Piaget 1. Tahap Sensorimotor (lahir – 2 tahun) 2. Tahap Pre – Operasional (2 tahun – 7 tahun) 3. Tahap Operasional Konkrit (7 tahun – 11 tahun) 4. Tahap Operasional Formal (11 tahun – remaja & dewasa) Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Tahapan Sensorimotor (lahir – 2 tahun) ◦ Anak-anak mulai belajar melalui observasi sensori dan peroleh kendali pada fungsi motor melalui aktivitas, eksplorasi dan manipulasi. ◦ Anak-anak memahami dunia melalui indera dan menampilkan reaksi motorik pada sensasinya saja. ◦ Contoh kondisi: ◦ Anak yang terlahir dengan refleks menghisap, namun jenis belajarnya terjadi ketika anak menemukan lokasi putting dan mengubah bentuk dari mulutnya. Sanghvi, P. (2020). Piaget’s theory of cognitive development: a review. Indian Journal of Mental Health, 7(2), 90-96. Tahapan Sensorimotor (lahir – 2 tahun) ◦ Setelah anak tersebut bisa lebih bergerak, satu skema dibangun bersama yang lain, kemudian skema yang lebih kompleks terbentuk. ◦ Anak tersebut menggunakan kemampuan yang ada sejak lahir seperti melihat, mendengar, mencium, merasa dan menyentuh dan dikombinasikan dengan kapabilitas fisik lainnya yang berkembang. ◦ Ditandai oleh dua hal: object permanence dan deferred imitation Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Tahapan Sensorimotor (lahir – 2 tahun) ◦ Object permanence Objek tetap berada di lingkungan meskipun mereka tidak bisa terlihat atau dipantau dari indra-indranya ◦ Muncul setelah 8 bulan kehidupan ◦ Kemudian, anak-anak mulai bisa: ◦ Mengucap kosa kata tertentu (18 bulan) ◦ Mulai menyatakan kalimat pendek dan berarti (2 tahun) ◦ Mulai bisa meniru orang lain yang dianggap model (deferred imitation) sekitar 18 – 24 bulan Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Tahapan Sensorimotor (lahir – 2 tahun) ◦ Refleks simple (0 – 1 bulan): ◦ Anak-anak terbatas hanya pada aksi refleks saja (menghisap, menutup mata pada langit terang) ◦ Reaksi sirkuler primer (1 – 4 bulan): ◦ Mengulang gerakan tubuh sendiri terutama jika itu menyenangkan ◦ Reaksi sirkuler sekunder (4 – 8 bulan): ◦ Mengulang gerakan karena hasil di luar tubuh (respon terbaik terhadap lingkungan). Sanghvi, P. (2020). Piaget’s theory of cognitive development: a review. Indian Journal of Mental Health, 7(2), 90-96. Tahapan Sensorimotor (lahir – 2 tahun) ◦ Koordinasi reaksi sirkuler sekunder (8 – 12 bulan) ◦ Menggabungkan dua atau lebih skema sederhana serta ada tindakan bertujuan (ex: ambil mainan yang ditaruh di bawah bantal) ◦ Reaksi sirkuler tersier (12 – 18 bulan) (peneliti kecil) ◦ Eksperimen cara baru untuk belajar lebih lanjut tentang lingkungan. ◦ Mulai belajar mengatasi masalah dengan metode trial and error. ◦ Representasi mental (internalisasi skema) (18 – 24 bulan) ◦ Membayangkan sesuatu dalam pikiran, tanpa harus melihat langsung (berpikir lewat bayangan dan simbol mental) ◦ Deferred imitation, symbolic play, problem-solving Sanghvi, P. (2020). Piaget’s theory of cognitive development: a review. Indian Journal of Mental Health, 7(2), 90-96. Tahapan Pre-Operasional (2 - 7 tahun) ◦ Penggunaan pemikiran simbolik bertumbuh sebagai bentuk awal dari representasi mental terhadap kejadian dan ide-ide. ◦ Komunikasi dapat dilakukan dengan kata-kata, bahasa, gestur dan simbol yang tergambar dengan cara lebih ekstensif. ◦ Aspek pertama yang muncul adalah animisme kemampuan membedakan antara benda yang bernyawa dan tidak bernyawa. ◦ Aspek dari sini mencakup sentrasi, egosentrisme, dan ireversibilitas. Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Tahapan Pre-Operasional (2 - 7 tahun) ◦ Sentrasi ◦ Tendensi untuk fokus pada satu aspek dari stimulus. Anak-anak membuat penilaian berdasarkan fitur / aspek yang paling menarik. ◦ Egosentrisme ◦ Mengarah kepada pikiran yang tidak melihat pandangan orang lain (belum mampu) Piaget’s three mountain task. ◦ Bukanlah tanda serakah, melainkan bagian dari proses perkembangan Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Tahapan Pre-Operasional (2 - 7 tahun) ◦ Tahapan terdiri atas: (i) fungsi simbolik; dan (ii) pikiran intuitif. ◦ Tahap fungsi simbolik (2 – 4 tahun) ◦ Mampu merancang desain dari objek yang tidak ada ◦ Tahap pemikiran intuitif (4 - 7 tahun) ◦ Sangat ingin tahu dan punya banyak pertanyaan serta menggunakan primitive reasoning konsentrasi pada satu ciri dari objek itu saja. Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Tahapan Operasional Konkrit (7 – 11 tahun) ◦ Ditandai oleh mulainya memahami logika ketergantungan akan persepsi menurun, lebih kepada logika. ◦ Lebih mampu dalam memahami tugas berkaitan dengan konservasi. ◦ Mampu dalam fokus kepada berbagai aspek dari stimulus memahami konsep reversibilitas. ◦ Tahapan dari ini: Konservasi, Seriasi (Seriation), Transivitas, Reversibilitas, Decentering Babakr, ZH, Mohamedamin, P, Kakamad, K. 2019. Piaget’s cognitive developmental theory: critical review. Education Quarterly Reviews, vol. 2, no.3, pp. 517-524. doi: 10.31014/aior.1993.02.03.84 Tahapan Operasional Konkrit (7 – 11 tahun) ◦ Seriation (Seriasi) ◦ Kemampuan untuk mengurutkan objek dengan urutan yang logis berdasarkan bentuk, ukuran atau karakteristik lainnya. ◦ Transivitas ◦ Kemampaun untuk menyimpulkan hubungan antara dua hal berdasarkan informasi tentang hubungan lain Concrete Operational stage - the behavioral scientist. (n.d.). The Behavioral Scientist. https://www.thebehavioralscientist.com/glossary/concrete-operational-stage Tahapan Operasional Konkrit (7 – 11 tahun) ◦ Conservation ◦ Memahami bahwa sifat-sifat dari objek, kuantitas, volume atau massa tetaplah sama meskipun penampilannya berubah. Concrete Operational stage - the behavioral scientist. (n.d.). The Behavioral Scientist. https://www.thebehavioralscientist.com/glossary/concrete-operational-stage Tahapan Operasional Konkrit (7 – 11 tahun) ◦ Decentering ◦ Reversibilitas ◦ Bisa melihat lebih dari satu aspek sekaligus dalam satu situasi ◦ Bisa berpikir bahwa suatu tindakan / proses dapat dibalik dan hasilnya kembali ke keadaan semula Concrete Operational stage - the behavioral scientist. (n.d.). The Behavioral Scientist. https://www.thebehavioralscientist.com/glossary/concrete-operational-stage Tahapan Operasional Formal (11 tahun - dewasa) ◦ Remaja muda pada tahap ini belajar cara berpikir abstrak dan punya kapasitas khusus dalam reasoning. ◦ Mereka belajar konsep reasoning induktif dan deduktif dan mengamalkan pengetahuan dengan menyelesaikan masalah dan melakukan eksperimen. Sanghvi, P. (2020). Piaget’s theory of cognitive development: a review. Indian Journal of Mental Health, 7(2), 90-96. Kritik terhadap Teori Piaget ◦ Menganggap bahwa orang-orang yang tidak bisa melakukan tugas kognitif tertentu struktur kognitif kurang tidak valid ◦ Banyak faktor yang membuat performa kognitif berkurang ◦ Tidak ada perhatian lebih pada pengaruh sosial dan kultural pada perkembangan kognitif anak. ◦ Beberapa studi mempertanyakan apakah pertumbuhan kognitif terjadi secara sekuensial (berurutan). Sanghvi, P. (2020). Piaget’s theory of cognitive development: a review. Indian Journal of Mental Health, 7(2), 90-96. TERIMA KASIH Perbandingan antara Perkembangan Piaget dan Kohlberg ◦ Teori Perkembangan Moral dari Kohlberg sejatinya mengikuti perkembangan dari keputusan moral dasar perilaku etis dengan mengikuti awalnya perkembangan dari Piaget ◦ 3 tingkatan secara besar ◦ Pre-conventional level : Usia <9 tahun, konsekuensi pada hukuman ◦ Conventional level : Mayoritas remaja & orang dewasa, kesesuaian peran sosial dan aturan ◦ Post-conventional level : Sebagian kecil dewasa matang, prinsip universal dan hati nurani Krishnan J. (2022). Piaget’s, Vygotsky’s, and Kohlberg’s theories: resemblances, differences, and interrelations: A critical review. 4814-4819. Perbandingan antara Perkembangan Piaget dan Kohlberg Krishnan J. (2022). Piaget’s, Vygotsky’s, and Kohlberg’s theories: resemblances, differences, and interrelations: A critical review. 4814-4819. Perbandingan antara Perkembangan Piaget dan Vygotsky ◦ Dibanding dengan Piaget, Vygotsky berpendapat bahwa kemampuan kognitif anak berkembang melalui bimbingan dan interaksi sosial. ◦ Konsep Zone of Proximal Development (ZPD) jarak antara apa yang bisa dilakukan anak secara mandiri dan apa yang dilakukan anak dengan bantuan orang lain ◦ Apa yang sebenarnya bisa dilakukan, namun dengan scaffolding (bimbingan) Krishnan J. (2022). Piaget’s, Vygotsky’s, and Kohlberg’s theories: resemblances, differences, and interrelations: A critical review. 4814-4819. SKEMA ASIMILASI DAN AKOMODASI OBJECT PERMANENCE
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )