HUKUM SAHUR DI AKHIR WAKTU DAN MENYEGERAKAN BERBUKA
1. SAHUR
a) Pengertian sahur
Pengertian
Contoh kasus
Fenomena saat ini
b) Hukum sahur di akhir waktu
Dasar hukum dari mengakhirkan sahur dalam Islam didasarkan pada hadits-hadits
Nabi Muhammad ﷺ, di antaranya:
Dianjurkan untuk mengakhirkan sahur hingga mendekati waktu fajar, selama tidak
sampai ragu terhadap masuknya waktu Subuh. Dasarnya adalah:
Hadits dari Anas bin Malik RA:
Zaid bin Tsabit berkata, "Kami makan sahur bersama Rasulullah ﷺ, kemudian kami
berdiri untuk salat." Aku (Anas) bertanya, "Berapa lama jarak antara keduanya?"
Zaid menjawab, "Sekitar (bacaan) lima puluh ayat."
(HR. Bukhari No. 1921, Muslim No. 1097)
Hadits dari Abu Hurairah RA:
Rasulullah ﷺbersabda: "Umatku akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka
menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur."
(HR. Ahmad No. 10082 – Hasan)
c) Hikmah sahur di akhir waktu
✅ Menambah Kekuatan dan Daya Tahan Puasa
Sahur yang dilakukan mendekati waktu Subuh membantu tubuh memiliki cadangan
energi lebih lama, sehingga mengurangi rasa lapar dan lemas selama puasa.
✅ Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ
Dengan mengakhirkan sahur, seorang Muslim menjalankan sunnah yang diajarkan
Rasulullah ﷺ, sehingga mendapatkan pahala tambahan.
✅ Membantu Konsistensi dalam Salat Subuh
Bangun untuk sahur membuat seseorang lebih siap untuk melaksanakan Salat
Subuh tepat waktu dan lebih fokus dalam ibadah pagi.
✅ Membedakan Puasa Islam dengan Puasa Ahli Kitab
Rasulullah ﷺbersabda:
"Perbedaan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (HR.
Muslim No. 1096)
o Hal ini menunjukkan keistimewaan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
✅ Menjaga Keberkahan Waktu Sahur
Rasulullah ﷺbersabda:
"Makan sahur itu berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun
hanya dengan seteguk air." (HR. Ahmad No. 11086)
Waktu sahur adalah waktu penuh berkah di mana doa lebih mudah dikabulkan.
2. BERBUKA PUASA
a) Pengertian berbuka puasa
Pengertian
Contoh kasus
Fenomena saat ini
Kisah yang berhubungan dengan menyegerakan berbuka puasa:
Kisah Sahabat yang Menyegerakan Berbuka dan Mendapat Keberkahan
Diriwayatkan dari Abu Darda’ RA, beliau berkata:
"Kami pernah bepergian bersama Rasulullah ﷺdalam keadaan panas yang sangat
menyengat. Di antara kami, tidak ada yang berpuasa kecuali Rasulullah ﷺdan
Abdullah bin Rawahah. Ketika tiba waktu Maghrib, Rasulullah ﷺsegera berbuka
dengan air, kemudian berkata:
"Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan
berbuka."
(HR. Bukhari No. 1957, Muslim No. 1098)
Hikmah dari Kisah Ini:
1. Rasulullah ﷺmemberi contoh langsung untuk menyegerakan berbuka meskipun
dalam perjalanan yang melelahkan.
2. Menyegerakan berbuka adalah sunnah yang penuh keberkahan, bukan sekadar
kebiasaan.
3. Tidak menunda berbuka memberikan energi lebih cepat, terutama dalam kondisi fisik
yang lelah seperti saat bepergian.
b) Hukum menyegerakan berbuka puasa
Disunnahkan untuk segera berbuka ketika waktu Maghrib tiba, tanpa menundanunda. Dasarnya:
Hadits dari Sahl bin Sa’d RA:
Rasulullah ﷺbersabda: "Manusia akan selalu dalam kebaikan selama mereka
menyegerakan berbuka."
(HR. Bukhari No. 1957, Muslim No. 1098)
Hadits dari Abu Darda' RA:
Rasulullah ﷺbersabda: "Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi:
menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan kanan di atas
tangan kiri dalam salat."
(HR. Thabrani dalam Al-Ausath No. 2047 – Shahih)
Hadits dari Abu Hurairah RA:
Rasulullah ﷺbersabda: "Jika salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah
berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air, karena air itu suci."
(HR. Abu Dawud No. 2355, Tirmidzi No. 658 – Hasan Sahih)
c) Hikmah menyegerakan berbuka puasa
✅ Menunjukkan Ketaatan kepada Allah
Dengan segera berbuka ketika Maghrib tiba, seseorang menunjukkan kepatuhan
terhadap syariat Allah tanpa menunda-nunda.
✅ Menghindari Sikap Berlebih-lebihan dalam Ibadah
Islam mengajarkan keseimbangan; menunda berbuka tanpa alasan justru bisa
menyulitkan diri sendiri dan bertentangan dengan sunnah Rasulullah ﷺ.
✅ Meningkatkan Rasa Syukur
Saat berbuka, kita merasakan nikmatnya makanan dan minuman setelah seharian
menahan lapar dan dahaga, sehingga semakin bersyukur atas rezeki yang
diberikan Allah.
✅ Menjaga Kesehatan Pencernaan
Menunda berbuka dapat membuat kadar gula darah semakin turun, yang bisa
menyebabkan tubuh menjadi lebih lemas. Berbuka tepat waktu membantu
menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.
✅ Menjaga Tradisi Nabi dan Umat Islam dalam Berbuka
Rasulullah ﷺmencontohkan berbuka dengan kurma atau air, yang secara ilmiah
terbukti cepat mengembalikan energi tanpa membebani sistem pencernaan.
✅ Memperoleh Keberkahan dalam Berbuka
Rasulullah ﷺbersabda:
"Manusia akan selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka."
(HR. Bukhari No. 1957, Muslim No. 1098)
Dengan menyegerakan berbuka, kita berada dalam golongan yang mendapatkan
kebaikan dan keberkahan dari Allah.
Kesimpulan
Dari dalil-dalil di atas, kita memahami bahwa:
✅ Sahur dianjurkan untuk diakhirkan agar lebih mendekati waktu Subuh, kecuali jika
khawatir masuk waktu fajar.
✅ Berbuka dianjurkan untuk disegerakan saat matahari terbenam, tanpa menundanunda.
Ini termasuk sunnah Rasulullah ﷺyang menunjukkan kemudahan dalam ibadah puasa serta
menjaga keberkahan waktu sahur dan berbuka.
Mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka bukan sekadar kebiasaan, tetapi memiliki
hikmah besar dalam aspek spiritual, kesehatan, dan sosial. Dengan mengikuti sunnah ini,
seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga menjaga kesehatan dan
meningkatkan kualitas ibadahnya.