MAKALAH ANALISIS LAPORAN KEUANGAN RUMUSAN RASIO KEUANGAN Disusun untuk memenuhi salah satu mata kuliah Analisis Laporan Keuangan yang diampu oleh Sopandi, S.E., M. Ak Disusun oleh : - D. Silvana Febrianti (205181) - Fajri Shidiq - Melati Nurmayanti - Nandang Safrudin - Rismalati Nurfauzyyah Parama PROGRAM SARJANA AKUNTANSI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI TRIDARMA BANDUNG TAHUN AKADEMIK 2021/2022 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Analisis Lporan Keuangan ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Dosen Bapak Sopandi, S.E., M. Ak pada mata kuliah Pendidikan Pancasila. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang bagi para pembaca dan juga bagi penulis. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sopandi, S.E., M. Ak selaku dosen mata kuliah Analisis Laporan Keaungan yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini. Bandung, 02 Oktober 2021 Penulis DAFTAR ISI COVER ……………………………………...………………………… i KATA PENGANTAR ………………………...……………………… ii DAFTAR ISI …………………………………………………………. iii BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………….1 1.1 Latar Belakang Makalah ……………………………………. 1 1.2 Rumusan Makalah ………………………………………….. 1 1.3 Tujuan Makalah ……………………………………………... 1 BAB II PEMBAHASAN ……..………………………………………... 2 2.1 Pengertian Proses Organisasi ……………………………….. 3 2.2 Pengaruh dari Proses Organisasi …….……………………… 3 2.3 pengertian Imbalan dan Tujuan imbalan ………..…………… 5 2.4 Pengaruh dari Imbalan …………………………..…………... 7 2.5 Bentuk-bentuk Imbalan …………...………………………… 8 2.6 Proses Sosialisasi ………….………………………………… 9 2.7 Proses Karier ……….………………………………………. 10 2.8 Proses Sosialisasi Karier yang efektif …...…..……………… 11 BAB III PENUTUP …………………………………………………… 13 3.1 Saran ………………………………………………………...13 3.2 Kesimpulan ……….…………………………………………13 DAFTAR PUSTAKA ………………………….……………………… 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makalah Rasio merupakan teknik analisis laporan keuangan yang banyak digunakan. Rasio ini merupakan alat analisis yang dapat memberikan jalan keluar dan menggambarkan symptom ( gejala-gejala yang tampak ) suatu keadaan. Jika diterjemahkan secara tepat, rasiojuga dapat menunjukan area-area yang memerlukan penelitian dan penanganan yang lebih mendalam. Analisis rasio dapat menyingkap hubungan dan sekaligus menjadi dasar pembandingan yang menunjukan kondisis atau kecenderungan yang tidak dapat di deteksi bila hanya melihat komponen- komponen rasio itu sendiri. Namun demikian, fungsi rasio sering kali disalah artikan dan akibatnya manfaatnya terlalu di besarbesarkan. Suatu rasio akan m,enjadi bermanfaat, bila rasio tersebut memang memperlihatkan suatu hubungan yang mempunyai makna. Misalnya, rasio yang menggambarkan hubungan antara penjualan dan biaya pemasaran bermanfaat, karena hbungan ini memang mempunyai makna. Lainnya halnya rasio yang menunjukan hubungan antara harga pokok penjualan dan surat berharga. Rasio ini tidak bermanfaat, karena hubungan tidak bermakna, artinya tidak ada hubungan antara harga pokok penjualan dan surat berharga. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang yang telah dikemukakan diatas. Dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan di kemukakan sebagai berikut. 1. Apa pengertian Rasio menurut KBBI? 2. Apa saja jenis-jenis Rasio ? 3. Apa Pengertia Rasio Likuiditas? 4. Apa Pengertian Rasio Leverage? 5. Apa Pengertian Rasio Aktivitas ? 6. Apa Pengertian Rasio Profitabilitas ? 7. Apa Pengertian Rasio Pertumbuhan ? 8. Apa Pengertian Rasio Nilai Pasar ? 1.3 Tujuan Makalah 1. Untuk mengetahui pengertian dari Rasio menurut KBBI 2. Untuk mengetahui jenos-jenis Rasio 3. Untuk mengetahui pengertian Rasio Likuiditas 4. Untuk mengetahui pengertian Rasio Leverage 5. Untuk mengetahui pengertian Rasio Aktivitas 6. Untuk mengetahui pengertian Rasio Profitabilitas 7. Untuk mengetahui pengertian Rasio Pertumbuhan 8. Untuk mengetahui pengertian Rasio nilai Pasar 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan adalah suatu alat Analisa yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan keuangan pada suatu periode. Adapun data keuangan yang digunakan meliputi tiga laporan keuangan perusahaan, yaitu laporan laba rugi, laporan arus kas, dan neraca keuangan. 2.1.1 Tujuan Rasio Keuangan 1. Untuk penyaringan atau screening Analisis laporan keuangan ditnjukkan untuk membaca, memahami, serta menyaring berbagai aktivitas bisnis yang dilakukan dimasa mendatang. Contoh aktivitas nya seperti merger, investasi atau lainnya. 2. Untuk peramalan Forecasting Ditunjukkan untuk memprediksi kira-kira kondisi keuangan perusahaan dimasa depan akan seperti apa. Selain itu, analisis ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisis keuangan perusahaan dimasa sekarang, apakah untung atau rugi. 3. Untuk diagnosis Ditinjukkan untuk melihat kemungkinan trjadinya masalah dalam ruang lingkup bidang operasi dan keuangan. Sehingga perusahaan atau pihak yang berkepentinngan bisa membuat strategi untuk mencegah permasalahan itu terjadi. 4. Untuk penilaian atau evaluation Ditunjukkan untuk mengetahui dan menilai prestasi manajemen, keuangan, operasi, dan lainnya. Penilaian ini juga ditunjukkan untuk melihat kinerja karyawan dan melakukan perbaikan atas hal yang dirasa kurang. 2.1.2 Manfaat Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan angka-angka dan ikhtisar statistic yang lebih mudah di baca dan di tasfsirkan. Dan merupakan yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit. Memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap keadaan suatu perusahaan tertentu. Memberikan gambaran kepada investor dan kreditor tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan perusahaan dari suatu period eke periode berikutnya. Dapat menentukan efesiensi kinerja dari manajer perusahaan yang diwujudkan dalam catatan keuangan dan laporan keuangan. Memungkinkan manajer keuangan untuk meramalkan reaksi para calon investor dan kreditur pada saat mencari tambahan dana. Dapat digunakan untuk membuat keputusan, pertimbangan dan prediksi berdasarkan tren tentang pencapaian perusahaan dan prospek yang akan dating. Menstandarkan ukuran penilian perusahaan sehingga memudahkan dalam mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain. 2.1.3Jenis-jenis Rasio Keuangan Untuk lebih mengerti tentang pengertian, fungsi, dari analisis rasio keuangan perusahaan, mari kita perkenalkan jenis-jenis dari rasio keuangan. Rasio keuangan di bagi menjadi 6, yaitu Rasio Likuiditas Rasio leverage Rasio Aktivitas Rasio Profitabilitas Rasio Pertumbuhan Rasio Pertumbuhan Agar lebih jelas untuk memahaminya, mari kita bahas jenis-jenis rasio keuangan 2.1 Rasio Likuiditas A. Pengertian Rasio Likuiditas Rasio Likuiditas dapat didefinisikan sebagai rasio yang menunjukan kapabilitas perusahaan dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio likuiditas dikenal juga sebagai rasio yang dapat digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh tingkat kapabilitas perusahan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo (Hery, 2016: 149). Sejalan dengan itu Prastowo, (2011:83) mengatakan bahwa rasio likuiditas adalah rasio yang mengambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya kepada kreditor jangka pendek. Rasio likuiditas atau disebut juga rasio modal kerja bertujuan mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Berdasarkan pengertian diatas, maka rasio likuiditas adalah rasio keuangan yang menunjukan kemampuan finansial perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tepat waktu kepada kreditor. B. Tujuan dan Manfaat Rasio Likuiditas Melalui rasio likuiditas, pemilik perusahaan dapat menilai kemampuan manajemen dalam mengelola dana yang telah dipercayakan, termasuk dana yang dipergunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Investor sangat membutuhkan rasio likuiditas terutama dalam hal pembagian deviden tunai, sedangkan kreditor membutuhkannya untuk pedoman pengembalian pinjaman pokok dengan bunganya. Kreditor maupun supplier lazimnya akan menyerahkan pinjaman/utang kepada perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas tinggi. Berikut adalah tujuan dan manfaat rasio likuiditas secara keseluruhan: 1. Mengukur kekuatan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang yang akan segera jatuh tempo. 2. Mengetahui kapasitas perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan total asset lancar. 3. Mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan asset sangat lancar. 4. Menaksir skala uang kas perusahaan dalam membayar utang jangka pendek. 5. Perencanaan finansial di masa depan terutama yang berhubungan dengan perencanaan kas dan kewajiban jangka pendek. 6. Mengetahui keadaan dan posisi likuiditas perusahaan masing-masing periode dengan membandingkannya. C. Jenis-Jenis Rasio Likuiditas Berikut adalah jenis-jenis rasio likuiditas menurut (Hery, 2016:152) yang lumrah dipakai dalam praktek untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek: 1. Rasio Lancar (Current Ratio) Rasio lancar digunakan dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang akan jatuh tempo dengan menggunakan total asset lancar yang ada. Rasio lancar menggambarkan jumlah ketersediaan asset lancar yang dimiliki dibandingkan dengan total kewajiban lancar. Berikut adalah rumus yang digunakan untuk menghitung rasio lancar: Rasio Lancar = Aset Lancar. Kewajiban Lancar x 100% 2. Rasio Sangat Lancar (Quick Ratio atau Acid Test Ratio) Skala likuiditas perusahaan yang lebih teliti terdapat pada ratio yang disebut rasio sangat lancar, dimana persediaan dan persekot biaya dikeluarkan dari total aktiva lancar, dan hanya menyisakan aktiva lancar yang likuid saja yang kemudian dibagi dengan kewajiban lancar. Quick ratio dihitung dengan formula sebagai berikut: Quick Ratio = Aset Lancar– Persediaan x 100% Kewajiban Lancar 3. Rasio Kas (Cash Rasio) Merupakan perbandingan dari kas yang ada diperusahaan dan di bank dengan total hutang lancar. Menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan uang kas dan surat berharga yang murah diperdangangkan, yang tersedia didalam perusahaan. Berikut adalah rumus untuk menghitung rasio kas: Rasio Kas = Kas + Setara Kas. x 100% Kewajiban Lancar 4. Rasio Perputaran Kas ( Cash Turnover Ratio ) Menunjukkan nilai relative antara nilai penjualan bersih terhadap modal kerja bersih atau net working kapital. Rasio ini dihitung dengan membagi nilai penjualan bersih dengan modal kerja bersih. Formula untuk menghitung rasio perputaran kas adalah sebagai berikut : Rasio perputaran kas = Penjualan bersih Modal kerja bersih 5. Net inventory to net capital Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal dengan modal kerja perusahaan. Modal kerja tersebut terdiri dari pengurangan aktiva lancer dengan utang lancar. Berikut cara mencari inventory to net working capital : Inventory to NWC = inventory Current assets-liabilities 2.2 Rasio Levarage Merupakan rasio yuang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, seberapa besar utang yang ditanggung perusahaan disbanding dengan aktiva nya. Pengukuran rasio ini dapat dilakukan dengan 2 pendekatan yaitu : 1. Mengukur rasio-rasio neraca dan sejauh mana pinjaman digunakan untuk permodalan. 2. Melalui pendekatan rasio-rasio laba rugi Tujuan rasio leverage : 1. Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya 2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap 3. Untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususmya aktiva tetap dengan modal A. Tujuan rasio leverage Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihak lainnya (kreditor). Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman termasuk bunga). Untuk menilai keseimbangan anatar nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang perusahaan terhadap pengelolaan aktiva. Untuk menilai atau mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang. Untuk menilai berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih, terdapat sekian kalinya modal sendiri yang dimiliki. Sementara itu, manfaat rasio levarage atau leverage ratio adalah: Untuk menganalisis kemampuan posisi perusahaan terhadap kewajiban kepada pihk lainnya. Untuk menganalisis kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban yang bersifat tetap (sseperti angsuram pinjaman termasuk bunga). Untuk menganalisis kesimbangan antara nilai aktiva khususnya aktiva tetap dengan modal). Untuk menganalisis seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang. Untuk menganalisis seberapa besar utang perusahaan berpengarauh terhadapa penglolaan aktiva. Untuk menganalisi atau mengukur berapa nagiam dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang. Untuk menganalisis berapa dana pinjaman yang segera akan ditagih ada terdapat sekian kalinya modal sendiri. B. Jenis-jenis rasio leverage Dalam praktknya, terdapat beberapa jenis rasio solvabiitas yang sering digunakan perusahaan, diantaranya: Debt to asset ratio (debt ratio) Merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbnadingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengarh terhadap pengelolaan aktiva. Berikut adalah rumus untuk mencari debt ratio dapat digunakan sebagai berikut: Debt to asset ratio= total debt Total assets Debt to equity ratio Merupakan ratio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditor) dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Berikut rumus untukmencari debt to equity ratio dapat digunakan perbandingan antara total utang dengan total equitas sebagai berikut: Debt tooequity= total utang (debt) Ekuitas (equity) Long term debt to equity ratio Merupakan rasio antara utang jangka panjang dengan modal senediri. Tujuannya adalah untuk mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang dengan cara membandingkan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri yang disediakan oleh perusahaan. Berikut adalah rumus untuk mencai long term debt to equity ratio adalah dengan menggunakan pebandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri, yaitu: LTDtER= long term debt Equity Times interest earned Menurut J. Fred Weston, times interest earned merupaka rasio untuk mencari jumlah kali perolehan bunga. Rasio ini diartikan oleh James C. Van Horne juga sebagai kemampuan perusahaan untuk membayar biaya bunga. Untuk mengukur rasio ini, digunakan perbandingan antara laba sebelum bunga dan pajak dibandingkan dennan biaya bunga ang dikeluarkan. Dengan demikian, kemmapuan perusahaan untuk membayar bunga pinjaman tidak dipengaruhi oleh pajak. Berikut rumus cara menghitung times interest earned yaitu: Times interest= EBIT Biaya bunga (interest) Fixed charge coverage (FCC) Fixed charge coverage atau lingkup biaya tetap merupakan rasio yang menyerupai times interest eraned ratio. Hanya saja perbedannya adalah rasio ini dilakukan apabila perusahaan memperoleh utang jngka panjang atau menyewa aktiva berdasarkan kontrak sewa (lease contrack).biaya tetap merupakan biaya bunga ditambah kewajiban sewa tahunan atau jangka panjang. Berikut rumus untuk mencari fixed charge coverage yaitu: Fixed charge coverage= EBT + Biaya bunga + lewajiban sewa/ lease Biaya bunga + kewajiban sewa/ lease 2.4 Rasio aktivitas Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang lainnya atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingka efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan. Efisiensi yang dilakukan dengan dibidang penjuaan, sediaan, penagihan piutang dan efisiensi dibidang lainnya. Rasio aktivitas juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan daam melaksanakan aktivitas sehari-hari. A. Tujuan dan manfaat rasio aktivitas Untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapakali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode. Untuk menghitung hari rata-rat penagihan piutan (days of receivable), dimana hasil perhitungan ini menunjukkan jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih. Untuk menghitung berapa hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang. Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau beberapa penjualan.yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan (working capital turn over). Untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dala satu periode. Untuk mengukur penggunaan semulaaktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan. B. Manfaat Rasio Aktivitas a) Dalam bidang piutang Perusahaan atau manajemen dapat mengetahui berapa lama piutang mampu ditagih selama satu perode. Emudian, manajemen juga dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode. Dengan demikian, dapat dikeathui efektif atau tidaknya kegiatan perusahaan dalam bidang penagihan. Manajemen dapat mengetahui jumlah hari dalam rata-rata penagihan piutang 9days of receivable) sehingga manajemen dapat pula mengetahui jumlah hari 9brapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih. b) Dalam bidang sediaan Manajemen dapat mengetahui hari rata-rata sediaan tersimpan dalam gudang. Hasil ini dibandingkan dengan target yang sudah ditentukan atau rata-rata industry. Kemudian perusahaan dapat pula membandingkan hasil ini dengan pengukuran rasio beberapa periode yang lalu. c) Dalam bidang modal dam penjualan Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau dengan kata lain, berapa penjualan yang dapat dicapai oleh setiap modal kerja yang digunakan. d) Dalam bidang aktiva dan penjualan Manajemen dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode. Manajemen dapat mengetaui penggunaan semua aktiva perusahaan dibandingkan dengan penjualan dalam satu periode tertentu. A. Jenis-jenis rasio aktivtas Rasio aktivitas yang dapat digunakan manajemen untuk mengambil keputusan terdiri dari beberapa jenis. Penggunaan rasio yang diinginkan sangat tergantung dari keinginan manajemen perusahaan. Artinya lengkap tidaknya rasio aktivitas yang akan digunakan tergantung dari kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai pihak manajemen perusahaan tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut: Perputaran piutang (receivable turn over) Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan iutang selama satu periode atau berapa kali dana ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode. Hal yang jelas adalah rasio perputaran piutang memberikan pemahaman tentang kualitas piutang dan kesuksesan penagihan iutang. Berikut rumus cara mencari rasio ini adalah dengan membandingkan antara penjuaan kredit dengan rata-rata piutang, yaitu: Receivable turn over= penjualan kredit Rata-rata piutang Perputaran sediaan (inventory turn over) Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanam dalam sediaan (inventory) ini berutar dalam satu periode. Rasio ini juga dapat diartikan bahwa perputaran sediaan merupakan rasio yang menunjukkan berapa kali jumlah barang sediaan diganti dalam satu tahun. Cara menghitung rasio perputaran sediaan dilakukan dengan dua cara yaitu:pertama, membandingkan antara harga pokok barang yang dijual dengan nilai sediaan. Dan kedua, yaitu dengan membandingkan antara penjualan nilai sediaan. Berikut adalah rumusnya: Menurut James C Van Home: Inventory turn over= harga pokok barng yang dijual Sediaan Menurut J Fred Weston: Inventory turn over= penjualam Sediaan Perputaran modal kerja (working capital turn over) Merupakan salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama satu periode. Untuk mengukur rasio ini yaitu dengan membandingkan antara penjualan dengan modal kerja atau dengan modal kerja . Berikut adalah rumus untuk mencari perputaran modal kerja: Perputaran modal kerja= penjualan bersih Modal kerja Fixed assets turn over Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanaman dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode. Atau dengan kata lain, untuk mengukur apakah perusahaan sudah menggunakan kapasitas aktiva tetap sepenuhnya atau belum. Untuk mencari rasio ini, caranya adalah dengan membandingkan antara penjualan bersih dengan aktiva tetap dalam suatu periode. Berikut adalah caranya: Fixed asset turn over= penjualan (sales) Tptal aktiva tetap (total fixed assets) Total asets turn over Merupakan raso yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva. Berikut adalah rumus untuk mencari total asset turn over: Total asset turn over= penjualan (sales) Total aktiva (total asset) 2.5 Rasio profitabilitas Merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan. Pengunaan rasio ini dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara berbagai komponen yang ada di laporan keuangan, terutama laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi. Pengukuran dapat dilakukan untuk beberapa periode operasi. Tujuannya adalah agar terlihat perkembangan perusahaan dalam rentang waktu tertantu, baik penurunan atau kenaikan, sekaigus mencari penyebab perubahaan tersebut. 1. Tujuan rasio profitabilitas Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Untuk mengukur produktifitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal sendiri. 2. Manfaat rasio profitabilitas Mengetahui besanya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode. Mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang. Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu. Mengetahui besanya laba bersih esudah pajak dengan modal sendiri. Mengetahui produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman amaupun moda sendiri. 3. Jenis-jenis rasio profitabilitas a. Profit margin on sales Merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur magin laba atas penjualan. Cara pengukuran rasio ini adalah dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih. Rasio ini juga dikenal dengan nama profit margin. Berikut ini adalah dua rumus yang digunakan untuk mencari profit margi, yaitu: Untuk margin laba kotor dengan rumus: Profit margin= penjualan bersih- harga pokok penjualan Sales Untuk margin laba bersih dengan rumus: Net profit margin= earning after and tax (EAIT) Sales b. Hasil pengembalian investasi (return on investment/ROI) Merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuan tentang efektifitas manajemen dalam mengelola investasinya. Berikut ini adalah rumus untuk mencari return on investment yaitu: Return on investment= earning after interest and tax Total assets c. Hasil pengembangan investasi (ROI) dengan pendekatan Du Pont Untuk mencari hasil pengembalian investasi, selain dengan cara yang sudah dikemukakan diatas, dapat pula menggunakan pendekatan Du Pont. Hasil yang dperoleh antara cara seperti rumus diatas dengan pendekatan Du Pont adalah sama. Berikut adalah rumusnya: ROI= margin laba bersih x perputaran total aktiva d. Hasil pengembalian ekuitas (return on eqity ROE) Merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Berikut adalah rumus untuk mencari ROE yaitu: Return on equity= earning after interest and tax Equity e. Hasil pengembalian ekuitas ( ROE) dengan pendekatan Du Pont Sama dengan ROI, untuk mencari hasil pengembakian ekuitas, selain dengan cara yang sudah dikemukakan diatas, juga dapat pula digunakan pendekatan Du Pont. Hasil yang diperoleh antara cara seperti rumus diatas dengan pendekatan Du Pnont adalah sama. Berikut ini adalah rumus untuk mencari hasil pengembalian ekuitas dengan pendelatan Du Pont, yaitu: ROE= Margin laba bersih x perusahaan total aktiva x pengganda ekuitas f. Laba per lembar saha biasa (earning pershare of common stock) Merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang rendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, sebliknya dengan asio yang tinggi, kesejahteraan pemegang saham meningkat. Dengan pengertian laim, tingkat pengembaian yang tinggi. Berikut ini yaitu rumus untuk mencari laba perlembar saham biasa adalah sebagai berikut: Laba pelembar saham= laba saham biasa Saham biasa yang beredar 2.6 Rasio Nilai Pasar Adalah rasio yang memperhitungkan harga saham dengan laba, nilai buku per saham hingga arus kas. Sementara menurut Fahmi (2021) : 70 rasio nilai pasar digunakan untuk menilai kondisi pasar saham pada periode tertentu. 1. Manfaat rasio nilai pasar Sebagai tolak ukur korporasi dalam memberikan imbalan investasi kepada investor melalui pembagian dividen perusahaan Bagi investor rasio ini merupakan rasio penilaian dan evaluasi dalam berivestasi. Rasio nilai pasar myatanya mampu menunjukkan kinerja sekuritas dalam pasar modal Salah satu dasar penilaian yang digunakan untuk melakukan investasi jangka pendek dan jangka Panjang. Dalam investasi jangka Panjang investor mengejar pembagian dividen. Sementara dalam ivestasi jangka pendek investor mengincar capital gain (selisih laba yang didapat dari jual beli pasar berharga atau epek di pasar modal) 2. Jenis rasio nilai pasar a. Proce earning ratio atau per Adalah rasio dasar yang digunakan untuk mengetahui harga wajar saham perusahaan. Dalam perhitungannya PER menggunakan perbandingan antara harga saham dengan laba perusahaannya. Sementara untuk mengetahui earning per share digunakan rumus laba bersih di kurangi saham preferen baru dibagi dengan rata rata tertimbang saham yang beredar . Rumus PER = harga per saham Earning per share b. Dividend Payaout Ratio Rasio ini berguna untuk mengukur berapa presentase laba yang digunakan untuk membayar dividend. Rasio pembayaran dividend di katakana baik bila secara berkelanjutan meningkat dari tahun ketahun. Rumus Dividend Payout Ratio = ( Total dividend / laba bersih yang di hasilkan ) x 100 % c. Dividend Yield Ratio Rasio ini berguna untuk menghitung berapa jumlah dividend tunai yang di bagikan ke pemegang saham biasa. Dengan rasio ini investor mengetahui arus kas dari investasi yang mereka tanamkan. Dividend yang tinggi akan memberikan keuntungan yang tinggi pula bagi investor. Hal ini berimbas pula berkurangnya kas untuk perputaran persediaan dalam periode tertentu. Rumus Devidend Yield Ratio = ( dividend per share / market value per share) x 100% 2.7 Rasio Pertumbuhan Adalah rasio yaqng digunakan untuk menunjukan tingkat presentase pertumbuhan dari waktu ke waktu untuk menghitung pertumbuhan kinerja perusahaan bersangkutan. Jenis rasio pertumbuhan diantaranya : A. Pertumbuhan penjualan Menunjukan sejauh mana perusahaan mampu meningkatkan penjualannya dibandingkan keseluruhan atau kompleks. B. Pertumbuhan laba bersih dengan seluruh penjual secara Dapat memperlihatkan apakah perusahaan mampu meningkatkan kemampuannya memperoleh keuntungan bersih dibandingkan dengan total keuntungan mereka secara menyeluruh. C. Pertumbuhan dividen per saham Dapat menunjukan sejajuh mana sebuah perusahaan meningkatkan kemampuan memperoleh dividen saham dibandingkan dengan total dividen saham menyeluruh. Untuk mencari nilai pertumbuhan, dibutuhkan rumus khusus seperti growth rate hingga laju kenaikan majemuk tahunan / CAGR atau Compound Annual Growth Rate Berikut rumus rasio pertumnuhan : Growth rate = (present – past) x 100 % (past) 2.8 Studi Kasus Neraca PT ABC untuk beberapa periode Aktiva Tahun 3 Tahun 2 Tahun 1 Aktiva Lancar Kas dan surat berharga 408 670 112 Piutang dagang 4.353 4.233 4.536 Persediaan 2.623 2.201 2.350 Biaya dibayar dimuka 155 142 132 7539 7246 7.130 4.791 4.463 4.256 1.554 1.429 1.346 3.237 3.034 2.910 Aktiva jangka Panjang (tetap) Bangunan dan peralatan Kurangi : Akuntansi Depresi Bangunan dan peralatan (bersih) Aktiva lainnya 1.922 1.974 1.694 Total aktiva 12.698 12.254 11.743 708 646 525 Hutang jangka pendek 1.452 1.000 955 Rekening sakruat dan lainnya 1.240 1.139 1.206 Total hutang lancar 3.400 2.785 2.686 2.566 2.863 2.395 Hutang sewa 189 201 213 Hutang pajak 1.124 1.346 1.357 Hutang lainnya 1.066 1.102 898 Total hutang jangka Panjang 4.945 5.512 4.881 Hutang dan modal saham Hutang lancar Hutang dagang Hutang jangka Panjang Hutang jangka Panjang BAB III PENUTUP 1.1 Kesimpulan Proses organisasi merupakan aktivitas yang memberikan kehidupan pada skema organisasi tersebut. Adapun pengaruh proses terhadap organisasi ada tiga diantaranya, orang yang mempengaruhi, metode yang mempengaruhi, orang yang di pengaruhi. Selain itu juga ada beberapa proses sosialisasi diantaranya sosialisasi persiapan, akomodasi, manajemen peran. 1.2 Saran Dalam penulisan makalah ini kami menyadari masih jauh dari kata sempurna. Kedepannya kami akan lebih berhati-hati dalam menjelaskan tentang makalah dengan sumber sumber yang lebih dapat di pertanggungjawabkan. 13 DAFTAR PUSTAKA Ardana, Komang, Ni wayan, Ayu sriathi, Anak Agung.2013. Perilaku Organisasi -Ed kedua. Yogyakarta: Graha Ilmu Prof. Dr. Manahan P. Tampubolon, M.M. 2012 Perilaku Keorganisasian ( Organization Behavior). Ed. Ketiga, penerbit Ghalia Indonesia Wayan Gede Supartha. 2017. Pengantar Perilaku Org.anisasi. Denpasar timur: CV. Setia Bakti. https://nurlailatulrmd.wordpress.com/2013/05/16/proses-mempengaruhidalam-organisasi https://text-id.123dok.com/document/4yr910vyo-pengertian-imbalantujuan-imbalan.html
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )