SIMULASI APLIKASI SOLAR PHOTOVOLTAIC SYSTEM SEBAGAI SUMBER ENERGI UNTUK SISTEM REVERSE OSMOSIS DI WILAYAH PESISIR PANTAI ANISA AYU SOPHIA NRP. 04211740000047 SIMULASI APLIKASI SOLAR PHOTOVOLTAIC SYSTEM SEBAGAI SUMBER ENERGI UNTUK SISTEM REVERSE OSMOSIS DI WILAYAH PESISIR PANTAI ANISA AYU SOPHIA 04211740000047 PEMBIMBING: SUTOPO PURWONO FITRI, S.T., M.ENG., PH.D. DR. ENG. ADI KURNIAWAN, S.T., M.T. DEPARTEMEN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2020 SIMULATION OF THE SOLAR PHOTOVOLTAIC SYSTEM APPLICATION AS AN ENERGY SOURCE FOR THE REVERSE OSMOSIS SYSTEM IN COASTAL AREA ANISA AYU SOPHIA NRP. 04211740000047 SUPERVISORS: SUTOPO PURWONO FITRI, S.T., M.ENG., PH.D. DR. ENG. ADI KURNIAWAN, S.T., M.T. DEPARTMENT OF MARINE ENGINEERING FACULTY OF MARINE TECHNOLOGY INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA iii iii SIMULASI APLIKASI SOLAR PHOTOVOLTAIC SYSTEM SEBAGAI SUMBER ENERGI UNTUK SISTEM REVERSE OSMOSIS DI WILAYAH PESISIR PANTAI ANISA AYU SOPHIA Tugas Akhir diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Teknik (Departemen Teknik Sistem Perkapalan) Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember TANGGAL DISETUJUI, MISAL AGUSTUS 2020 Halaman ini sengaja dikosongkan vi “Saya menyatakan bahwa Tugas Akhir berjudul Simulasi Aplikasi Solar Photovoltaic System Sebagai Sumber Energi Untuk Sistem Reverse Osmosis di Wilayah Pesisir Pantai ini adalah hasil penelitian saya sendiri yang merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dana Departemen ITS tahun 2020 dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Kering Kritis Pesisir Pantai Jawa Timur Melalui Pemanfaatan Teknologi Reverse Osmosis Untuk Peningkatan Penyediaan Air Bersih” kecuali kutipan yang tercantum dalam daftar pustaka. Tugas Akhir ini belum diterima untuk gelar apapun dan tidak secara bersamaan diserahkan untuk pencalonan gelar lainnya.” Tanda Tangan Nama NRP. Tanggal : ……………………………..……… : ANISA AYU SOPHIA : 04211740000047 : 4 MARET 2021 Halaman ini sengaja dikosongkan viii PENGHARGAAN Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat serta karunia-Nya yang masih bisa kami rasakan hingga saat ini, sehingga kami dimudahkan dalam setiap langkah terutama dalam penyusunan tugas akhir yang berjudul “Simulasi Aplikasi Solar Photovoltaic System Sebagai Sumber Energi untuk Sistem Reverse Osmosis di Wilayah Pesisir Pantai”. Dalam proses penyusunan tugas akhir ini, penulis banyak mendapat bantuan dan motivasi dari berbagai pihak dari awal pengerjaan hingga akhirnya terselesaikan. Maka dari itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Syaiful Hidayat, Ibu Puji Astuti, Belvania Maulidhya Pasha, dan Caesar M. Zachairel selaku keluarga penulis yang selalu mendukung dan memberikan semangat kepada penulis setiap kegiatan dan aktivitas, serta selalu senantiasa memenuhi kebutuhan penulis selama masa perkuliahan. 2. Bapak Sutopo Purwono Fitri, S.T., M.Eng., Ph.D. dan Dr. Eng. Adi Kurniawan, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing tugas akhir penulis atas bimbingan ilmu kepada penulis. 3. Bapak Beny Cahyono, S.T., M.T., Ph.D. selaku kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan FTK-ITS. 4. Bapak Prof. Semin, S.T., M.T., Ph.D. selaku dosen wali yang selalu memberikan arahan dan motivasi selama penulis menempuh pendidikan dan perkuliahan. 5. Altheannisa Agatha Soraya dan M. Baghiz Firdausa selaku kedua sahabat penulis yang selalu memberi dukungan, dan motivasi serta menyemangati penulis disaat sedang mendapat masalah. 6. Teman seperjuangan kampus penulis yaitu Pradynda, Ifta, Elinnova, Devanda, Anggih, Salsa, dan Wulan yang terus memberikan semangat dan dukungan kepada penulis sepanjang proses studi di Departemen Teknik Sistem Perkapalan. 7. Seluruh keluarga besar Badrikara ’17 yang namanya tidak dapat disebutkan satu persatu, selalu memberi dukungan serta semangat selama menempuh perkuliahan. 8. Seluruh kakak tingkat Voyage ’16 khususnya Danang Jawara dan Ida Bagus Krisna yang selalu memberi dukungan, semangat, dan bantuan selama penulis menempuh perkuliahan. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas akhir ini masih jauh dari sempurna. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat kepada para pembaca, bangsa, dan negara. Surabaya, Februari 2021 Penulis Halaman ini sengaja dikosongkan x ABSTRAK Sistem Reverse-Osmosis (RO) saat ini banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih terutama di remote area seperti pesisir pantai. Sumber energi yang digunakan biasanya berasal dari generator atau PLN, namun karena komponennya membutuhkan daya yang begitu besar, dibutuhkan sumber energi lain untuk menyalakan sistem RO tersebut. Indonesia yang merupakan daerah tropis, dimana matahari bersinar sepanjang tahun memiliki potensi energi surya yang besar. Energi surya dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan menggunakan panel surya. Keluaran listrik dari panel surya ini tergantung dengan jumlah sel surya yang terpasang dan besarnya radiasi sinar matahari yang menyinari panel surya tersebut. Semakin besar energi cahaya yang diserap panel surya maka semakin besar energi listrik yang dihasilkan. Pada penelitian kali ini, penulis telah mendesain Photovoltaic Reverse Osmosis (PVRO) untuk reverse osmosis plan berkapasitas 100 m3/hari, dan dilanjutkan dengan pemodelan dan simulasi menggunakan software MATLAB. Pada penelitian ini, terdapat 4 kondisi yang dihitung yaitu penggunaan PV selama 6 jam, penggunaan PV selama 6 jam dan baterai 4 jam, penggunaan PV selama 6 jam dan baterai 18 jam, dan terakhir penggunaan PV selama 6 jam, baterai 4 jam, dan generator selama 14 jam. Pada kondisi 1 didapatkan debit air sebanyak 22.942 m3 dari simulasi dan 25 m3 dari perhitungan dengan penggunaan daya sebesar 298.56 kWh. Untuk kondisi 2 didapatkan debit air sebanyak 36.775 m3 dari simulasi dan 41.67 m3 dari perhitungan dengan penggunaan daya sebesar 478.5 kWh. Untuk kondisi 3 didapatkan debit air sebanyak 90.298 m3 dari simulasi dan 100 m3 dari perhitungan dengan penggunaan daya sebanyak 1148.4 kWh. Sedangkan untuk kondisi 4, jumlah debit air yang dihasilkan adalah 100 m3 berdasarkan perhitungan dan daya yang dibutuhkan adalah 1148.4 kWh. Kata kunci : Solar panel, reverse osmosis, simulasi Halaman ini sengaja dikosongkan xii ABSTRACT Reverse Osmosis (RO) systems are currently used to fulfill the needs of clean water, especially in remote area such as coast. The source of energy used usually comes from generator or PLN, but because of the components require much power, another energy source is needed to powering the RO system. Indonesia, which is a tropical country, where the sun shines all year around, has great potential of solar energy. Solar energy can be used as a solar power plant using solar panel. The power produced by solar panels depend on the amount of solar panel that been installed and the radiation shining the solar panel. In this research, the author already design a Photovoltaic Reverse Osmosis (PVRO) for a reverse osmosis plan with a capacity of 100 m3/day, followed by modeling and simulation using MATLAB software. In this study, there are 4 conditions calculated, which are PV using for 6 hours, PV using for 6 hours and batteries for 4 hours, PV using for 6 hours and batteries for 18 hours, and finally using PV for 6 hours, batteries for 4 hours, and generator for 14 hours. In condition 1, the water discharge is 22.942 m3 from simulation and 25 m3 from the calculation with a power consumption is 298.56 kWh. For condition 2, the water discharge is 36.775 m3 from simulation and 41.67 m3 from calculation with the power consumption is 478.5 kWh. For condition 3, the water discharge is 90.298 m3 from the simulation and 100 m3 from the calculation with the use of power is 1148.4 kWh. Whereas for condition 4, the amount of water produced Is 100 m3 based on calculation and the power required is 1148.4 kWh. Keyword : Solar panel, reverse osmosis, simulation Halaman ini sengaja dikosongkan xiv DAFTAR ISI PENGHARGAAN ......................................................................................................... ix ABSTRAK...................................................................................................................... xi ABSTRACT .................................................................................................................xiii DAFTAR ISI ................................................................................................................. xv DAFTAR TABEL ........................................................................................................ xix DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... xxi DAFTAR SINGKATAN ........................................................................................... xxiv DAFTAR SIMBOL ................................................................................................... xxvi BAB 1 PENDAHULUAN ........................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 2 1.3 Tujuan............................................................................................................... 2 1.4 Batasan Masalah ............................................................................................... 2 1.5 Manfaat............................................................................................................. 3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................. 4 2.1 Pendahuluan ..................................................................................................... 4 2.2 Studi Terkait ..................................................................................................... 4 2.3 Sel Surya (Photovoltaic) ................................................................................... 6 2.3.1 Material Sel Surya .................................................................................... 7 2.3.2 Parameter Sel Surya ................................................................................. 9 2.3.3 Aplikasi Pembangkit Sel Surya .............................................................. 10 2.4 Kemiringan dan Sudut pada Pemasangan Solar Panel .................................. 13 2.5 Teknologi Reverse Osmosis ........................................................................... 13 2.6 Sistem Solar Photovoltaic untuk Reverse Osmosis ........................................ 15 2.7 MATRIX LABORATORY (MATLAB) ....................................................... 15 2.7.1 Desain Solar Panel pada MATLAB ....................................................... 16 2.7.2 Desain Reverse Osmosis pada MATLAB .............................................. 16 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.................................................................. 18 3.1 Pendahuluan ................................................................................................... 18 3.2 Research Flowchart ........................................................................................ 18 3.3 Identifikasi Masalah ....................................................................................... 19 3.4 Studi Literatur................................................................................................. 19 3.5 Pengumpulan Data ......................................................................................... 19 3.6 Studi Empiris Desain PV untuk RO ............................................................... 19 3.7 Perencanaan Solar Panel Roof........................................................................ 19 3.8 Pemodelan Sistem PV untuk RO pada MATLAB ......................................... 19 3.9 Validasi Data .................................................................................................. 19 3.10 Simulasi Sistem PV untuk RO ....................................................................... 20 3.11 Validasi Data .................................................................................................. 20 3.12 Hasil & Pembahasan ...................................................................................... 21 3.13 Kesimpulan dan Saran .................................................................................... 21 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................................... 22 4.1 Konsumsi Energi Sistem Reverse Osmosis .................................................... 23 4.2 Simulasi Energi .............................................................................................. 23 4.2.1 Menentukan Lokasi ................................................................................ 24 4.2.2 Analisa Energi ........................................................................................ 25 4.3 Simulasi Energi .............................................................................................. 28 4.3.1 Pemilihan Solar Cell ............................................................................... 28 4.3.2 Pemilihan Inverter .................................................................................. 28 4.3.3 Pemilihan MPPT ................................................................................... 29 4.3.4 Pemilihan Baterai ................................................................................... 29 4.4 Komponen Untuk 3 Phase ............................................................................. 31 4.4.1 Pemilihan Solar Cell .............................................................................. 31 4.4.2 Pemilihan Inverter .................................................................................. 31 4.4.3 Pemilihan MPPT ................................................................................... 32 4.4.4 Pemilihan Baterai ................................................................................... 33 4.5 Instalasi Sistem Solar Panel ........................................................................... 36 4.5.1 Energy Management............................................................................... 36 4.5.2 Perbandingan Kebutuhan Pada Setiap Kondisi ...................................... 39 4.5.3 Perbandingan Kapasitas Pada Setiap Kondisi ........................................ 40 4.5.4 Diagram Skema Sistem Solar Panel ....................................................... 41 4.6 Desain Solar Panel Roof................................................................................. 43 4.7 Layout Lahan Reverse Osmosis ..................................................................... 45 4.8 Permodelan Sistem ......................................................................................... 47 4.8.1 Permodelan Sistem PV ........................................................................... 47 xvi 4.8.2 Permodelan Komponen PV .................................................................... 49 4.8.3 Permodelan Motor Pompa ...................................................................... 51 4.9 Hasil Simulasi................................................................................................. 52 4.9.1 Hasil Simulasi Kondisi PV 6 Jam .......................................................... 52 4.9.2 Hasil Simulasi Kondisi PV 6 Jam – Baterai 4 Jam................................. 54 4.9.3 Hasil Simulasi Kondisi PV 6 Jam – Baterai 18 Jam............................... 55 4.10 Perbandingan Hasil Antara Hitungan dan Simulasi ....................................... 57 4.11 Penghematan Energi Oleh PV ........................................................................ 58 BAB 5 KESIMPULAN ............................................................................................. 59 5.1 Gambaran Umum Penelitian .......................................................................... 59 5.2 Kesimpulan..................................................................................................... 59 5.3 Saran ............................................................................................................... 60 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 61 LAMPIRAN .................................................................................................................. 64 BIODATA PENULIS ................................................................................................... 79 Halaman ini sengaja dikosongkan xviii DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Ulasan Mengenai Penelitian Sebelumnya ........................................................ 3 Tabel 4.1 Rencana & Jadwal Kegiatan........................................................................... 22 Tabel 4.2 Spesifikasi Baterai Beban 1 Phase ................................................................. 30 Tabel 4.3 Spesifikasi Baterai Beban 3 Phase ................................................................. 34 Tabel 4.4 Konsumsi Energi Beban Lain......................................................................... 37 Tabel 4.5 Manajemen Energi Solar Panel Off-Grid ....................................................... 37 Tabel 4.6 Manajemen Energi Solar Panel On-Grid ....................................................... 37 Tabel 4.7 Manajemen Energi Solar Panel Hybrid .......................................................... 38 Tabel 4.8 Manajemen Energi Solar Panel Off-Grid ....................................................... 38 Tabel 4.9 Perbandingan Kebutuhan Komponen untuk Setiap Kondisi .......................... 40 Tabel 4.10 Perbandingan Kapaasitas untuk Setiap Kondisi ........................................... 41 Tabel 4.11 Parameter dan Dimensi Solar Panel Roof .................................................... 43 Tabel 4.12 Hasil Pengukuran Radiasi Matahari ............................................................. 52 Tabel 4.13 Hasil Debit Air Kondisi PV 6 Jam ............................................................... 53 Tabel 4.14 Hasil Debit Air Kondisi PV 6 Jam – Baterai 4 Jam ..................................... 54 Tabel 4.15 Hasil Debit Air Kondisi PV 6 Jam – Baterai 18 Jam ................................... 55 Tabel 4.16 Perbandingan Debit Air Antara Perhitungan dan Simulasi .......................... 57 Tabel 4.17 Penghematan Energi ..................................................................................... 58 Halaman ini sengaja dikosongkan DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Panel Surya ................................................................................................... 7 Gambar 2.2 Panel surya monokristal silikon.................................................................... 8 Gambar 2.3 Panel surya Polikristal Silikon...................................................................... 8 Gambar 2.4 Panel Surya Amorphous Silikon ................................................................... 9 Gambar 2.5 Prinsip Kerja PLTS Off-Grid...................................................................... 10 Gambar 2.6 Prinsip Kerja PLTS On-Grid ...................................................................... 12 Gambar 2.7 Skema Hybrid Photovoltaic Power System ................................................ 12 Gambar 2.8 Interaksi Radiasi Terhadap Permukaan Bumi ............................................ 13 Gambar 2.9 Proses Osmosis dan Reverse Osmosis ........................................................ 14 Gambar 2.10 Tampilan MATLAB ................................................................................. 17 Gambar 3.1 Alur Pengerjaan Tugas Akhir ..................................................................... 18 Gambar 3.2 Workflow MATLAB .................................................................................. 21 Gambar 4.1 Menentukan Lokasi Penelitian ................................................................... 24 Gambar 4.2 Beberapa Dara Pendukung dari NASA ..................................................... 24 Gambar 4.3 Grafik Data Iklim ....................................................................................... 25 Gambar 4.4 Lembar Kerja Analisa Energi RETScreen.................................................. 26 Gambar 4.5 Parameter Performa Sistem Solar Panel .................................................... 26 Gambar 4.6 Program Pergerakan Matahari Jawa Timur ................................................ 27 Gambar 4.7 Efisiensi Modul Solar ................................................................................. 27 Gambar 4.8 Spesifikasi Modul Suntech ......................................................................... 28 Gambar 4.9 Spesifikasi Teknis Solar Inverter Untuk Beban 1 Phase ............................ 29 Gambar 4.8 Analisa Energi RETScreen ......................................................................... 28 Gambar 4.9 Baterai Victron Energy Lithium-Ion HE .................................................... 30 Gambar 4.10 Analisa Energi RETScreen ....................................................................... 32 Gambar 4.11 Grafik Load Scheme ................................................................................. 39 Gambar 4.12 Grafik Perbandingan Distribusi Kapasitas................................................ 41 Gambar 4.13 Instalasi Sistem Solar Panel 1 Phase ........................................................ 42 Gambar 4.14 Instalasi Sistem Solar Panel 3 Phase PV-Battery ..................................... 42 Gambar 4.15 Instalasi Sistem Solar Panel 3 Phase PV-Generator................................. 43 Gambar 4.16 Solar Panel Roof Tampak Samping ......................................................... 44 Gambar 4.17 Solar Panel Roof Tampak Atas ................................................................ 44 Gambar 4.18 Solar Panel Roof Tampak Depan ............................................................. 45 Gambar 4.19 Reverse Osmosis Plan Tampak Samping Kiri .......................................... 45 Gambar 4.20 Reverse Osmosis Plan Tampak Atas ........................................................ 46 Gambar 4.21 Reverse Osmosis Plan Tampak Samping Kanan ...................................... 46 Gambar 4.22 Blok Diagram Sistem PVRO .................................................................... 47 Gambar 4.23 Script MATLAB untuk Model PV Grape Solar GS-S-410 ...................... 48 Gambar 4.24 Grafik I-V pada Kondisi Standar .............................................................. 48 Gambar 4.25 Grafik P-V pada Kondisi Standar ............................................................. 49 Gambar 4.26 Blok Diagram Sistem Photovoltaic .......................................................... 49 Gambar 4.27 Grafik Kapasitas Baterai Selama Mensuplai Beban ................................. 50 Gambar 4.28 Grafik Kapasitas Baterai Selama Mensuplai Beban ................................. 51 Gambar 4.29 Blok Diagram Sistem Reverse Osmosis .................................................. 51 Gambar 4.30 Grafik Keluaran Daya PV Per Jam ........................................................... 53 Gambar 4.31 Grafik Kapasitas Air yang Dihasilkan ...................................................... 54 Gambar 4.32 Grafik Kapasitas Air yang Dihasilkan ...................................................... 55 Gambar 4.33 Grafik Kapasitas Air yang Dihasilkan ...................................................... 56 Gambar 4.38 Grafik Perbandingan Kapasitas Antara Perhitungan dan Simulasi .......... 58 Halaman ini sengaja dikosongkan DAFTAR SINGKATAN PV : Photovoltaic RO : Reverse Osmosis FF : Fill Factor Halaman ini sengaja dikosongkan DAFTAR SIMBOL HB - Radiasi langsung HD - Radiasi tersebar HR - Radiasi pantulan Rb - Rasio radiasi matahari langsung Isc - Short Current Circuit Voc - Open Circuit Voltage I - Current obtained from the cell IL - Photo current I0 - Diode saturation current V - Voltage through the cell Rs - Series resistance RSH - Shunt resistance q - Electron charge k - Boltzmann’s constant n - Diode quality T - Temperature of the cell Halaman ini sengaja dikosongkan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekitar 1,2 miliar orang di seluruh dunia tidak memiliki akses air besih yang memadai (WHO dan UNICEF, 2006). Konsumsi air harian per orang rata-rata adalah 50 L pada negara-negara berkembang dan melebihi 500 L pada negara-negara barat. Nilainilai ini mewakili total konsumsi rata-rata untuk semua kegiatan. Banyak dari kasus ini adalah orang yang tinggal di komunitas terpencil di luar jaringan air utama. Jumlah tersebut akan bertambah seiring bertambahnya pertumbuhan populasi dan pemanas global (United Nations, 2007). Solusi alternatif diperlukan untuk orang-orang yang tinggal di lokasi-lokasi ini. Daerah-daerah yang kekurangan air bersih, mayoritas bertempat di daerah pesisir pantai yang lebih mudah untuk mengakses air laut dan air payau. Untuk itu masyarakat setempat dapat memanfaatkan sistem desalinasi menggunakan metode Reverse osmosis (RO) skala kecil agar dapat memenuhi kebutuhan air bersih. RO adalah sistem desalinasi yang memanfatkan membrane semi permeable dimana suatu tekanan tinggi diberikan melampaui tarikan osmosis sehingga akan memaksa air melewati osmosis terbalik dari bagian yang memiliki kepekatan tinggi ke bagian dengan kepekatan rendah. Sistem RO sendiri mempunyai komponen yang sangat banyak dan beberapa mempunyai daya yang begitu besar sehingga membutuhkan energi dan biaya yang besar juga. Contohnya adalah high pressure pump untuk mendorong air melewati membrane yang nantinya akan memisahkan kandungan garam dengan air. Pada kebanyakan sistem, listrik berada pada persentase 35-50% dari total biaya operasional (Jeffrey, 2018). Sistem RO pada remote area atau dalam kasus ini pada pesisir pantai, biasanya masih tergolong skala kecil sehingga rata-rata sistem dinyalakan oleh generator. Contohnya, pada sistem RO di Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan. Energi yang dibutuhkan adalah 5000 watt untuk kapasitas 10 m3/hari dan menggunakan genset dengan kapasitas 10 KVA atau 8 kW dengan fasilitas 3 phase dan tegangan 380 volt. Begitu pula sistem RO di wilayah komersial di Jakarta Selatan, berdasarkan tarif dasar listrik yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, wilayah ini masuk dalam golongan I-4/TT atau industry skala besar. Mereka mengeluarkan Rp996.74/kWh dan pajak air bawah tanah Rp8.900,00 per 1 m3 air minum atau Rp150.6 juta untuk kapasitas 12.000 m3setiap harinya. Indonesia yang merupakan daerah tropis, dimana matahari bersinar sepanjang tahun memiliki potensi energi surya yang besar. Rata-rata radiasi Indonesia sekitar 4,8 kWh/m2 /hari (Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), 2018). Energi surya dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenga 1 2 surya (PLTS) dengan menggunakan panel surya. Penggunaan panel surya akan merubah energi matahari menjadi energi listrik, dimana keluaran dari panel surya ini tergantung dengan jumlah sel surya yang terpasang dan besarnya radiasi sinar matahari yang menyinari panel surya tersebut. Semakin besar energi cahaya yang diserap panel surya tersebut. Semakin besar energi cahaya yang diserap oleh panel surya maka akan semakin besar energi listrik yang dihasilkan. Berkaca dari hal tersebut, penulis memiliki ide untuk mendesain sumber energi dengan photovoltaic reverse osmosis (PVRO) menggunakan metode simulasi MATLAB dan diharapkan hal tersebut dapat menghemat kebutuhan energi listrik yang sangat besar untuk menyalakan sistem RO. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang ada, dapat di tarik perumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana desain PVRO untuk pengaplikasian pada reverse osmosis plan kapasitas 100 m3/hari? 2. Bagaimana membuat model desain aplikasi PVRO menggunakan simulasi MATLAB? 3. Bagaimana kinerja dari sistem RO yang disuplai energi oleh solar photovoltaic melalui simulasi MATLAB? 1.3 Tujuan Untuk menjawab semua pertanyaan yang terdapat pada perumusan masalah diatas, penelitian ini memilliki tujuan sebagai berikut: 1. Untuk merancang PVRO pada reverse osmosis plan kapasitas 100 m3/hari. 2. Untuk membuat model desain aplikasi PVRO menggunakan simulasi MATLAB. 3. Untuk mengetahui kinerja dari sistem RO yang disuplai energi oleh solar photovoltaic melalui simulasi MATLAB. 1.4 Batasan Masalah Agar tugas akhir ini menjadi terarah dan memberikan analisa permasalahan, maka dilakukan pembatasan masalah yaitu: 1. Metode yang digunakan adalah metode simulasi menggunakan MATLAB. 2. Tidak melakukan perhitungan ekonomi dari sistem tersebut. 3 1.5 Manfaat Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Sebagai acuan pengembangan teknologi untuk sistem reverse osmosis terutama pada wilayah pesisir pantai. 2. Sebagai pengembangan penggunaan software untuk membantu simulasi aplikasi PVRO. 3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pendahuluan Dalam bab ini, penulis menyajikan materi yang telah dirangkum terkait konsep teori dasar yang mendukung penelitian kali ini. Materi yang telah dirangkum ini merupakan hasil dari proses literature review dengan berbagai sumber referensi yaitu berita, jurnal, buku, dan dokumen lainnya. Pada bab ini juga disajikan metode dan model analisa yang akan digunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini. 2.2 Studi Terkait Berikut adalah beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan dan dipandang relevan dan dapat dijadikan pendukung dalam penelitian ini. Tabel 2.1 Ulasan Mengenai Penelitian Sebelumnya PEMANFAATAN TEKNOLOGI ENERGI SURYA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH DI MARKAS TNI PERBATASAN MARITIM: STUDI POS TNI AL, LABUAN BAJO, NUSA TENGGARA TIMUR Penulis & Nugroho Adi Sasongko, Universitas Pertahanan Institusi: Tahun: 2019 Ketersediaan air bersih adalah masalah utama diwilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Sebagai bentuk upaya pemerintah untuk memperketat pengawasan dan penjagaan perbatasan maritim Labuan 1. Bajo, pemerintah membentuk Pos TNI Angkatan Laut. Oleh karena itu, ketersedian air bersih sangat dibutuhkan di daerah tersebut. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Labuan Bajo, meningkatkan sarana dan Ulasan Singkat: infrastruktur untuk mendatangkan para wisatawan yang banyak, juga untuk memenuhi dukungan logistik markas TNI AL. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, maka berikut penyelesaian yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah, yakni pemetaan air bawah tanah di desa Labuan Bajo dan pemompaannya dengan menggunakan tenaga listrik dari hasil photovoltaic, Pemetaan air bawah tanah dilakukan dengan 4 5 menggunakan metode geolistrik. Hasilnya adalah sistem yang dibangun dapat dijadikan model pemompaan air bawah tanah, utamanya di wilayah Kabupaten Manggarai Barat yang memerlukannya. Kemudian air bersih yang didapat akan diolah melalui proses Reverse Osmosis untuk menghasilkan air siap minum. ON THE FEASIBILITY COMMUNITY-SCALE PHOTOVOLTAIC-POWERED REVERSE OSMOSIS DESALINATION SYSTEM FOR REMOTE LOCATIONS Amy M, Bilton, Department of Aeronautics and Penulis & Institusi: Astronautics, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge Tahun: 2011 Reverse osmosis adalah metode desalinasi yang layak digunakan untuk berbagai kondisi air pada banyak negara. Namun, harga bahan bakar untuk menyalakan generator terkadang lebih mahal untuk beberapa daerah. Jika sistem diaplikasikan 2. pada tempat yang tidak mempunyai sumber matahari yang bagus, biaya pemasangan tidak akan pulih meskipun selama masa kerja sistem. Dengan modular design methodologies dan sistem Ulasan Singkat: control yang cerdas, hal ini sangat memungkinkan jika biaya reverse osmosis dapat dikurangi dengan memanfaatkan photovoltaic dan sistem PVRO dapat diaplikasikan di skala yang lebih besar. Kondisi lingkungan seperti kelembaban, tanah, dan temperature juga sangat berpengaruh terhadap desain sistem PVRO. Seperti tempat yang sering hujan, maka perlakuan khusus harus ditambahkan dalam aspek mendesain sistem RO. PHOTOVOLTAIC REVERSE OSMOSIS – FEASIBILITY AND A PATHWAY TO DEVELOP TECHNOLOGY Leah C., Department of Mechanocal Engineering, Penulis & Institusi: Massachusetts Institute of Technology, Cambridge 3. Tahun: 2010 Desalinasi dengan reverse osmosis bertenaga Ulasan Singkat: photovoltaic skala kecil dapat menyediakan air bersih untuk masyarakat terpencil yang tidak 6 memiliki sumber daya alam yang memadai. Untuk Langkah awal meningkatkan kelayakan sistem PVRO, dikembangkan metodologi untuk mengevaluasi kelayakan ekonomi. Hasilnya, menunjukkan bahwa kelayakan ekonomi merupakan fungsi lokasi yang kuat, dan menunjukkan bahwa meningkatkan efisiensi sistem PVRO dapat memperluas kelayakannya ke lokasi yang saat ini tidak memadai. Dalam makalah ini, disajikan model sistem PVRO yang telah dikembangkan untuk mengevaluasi controller dan hasil eksperimen awal yang disajikan menunjukkan kesesuaian yang baik dengan model yang sudah ada. 2.3 Sel Surya (Photovoltaic) Kata “photovoltaic” berasal dari dua kata yaitu photo dan volta. Photo berarti cahaya (berasal dari Bahasa Yunani yaitu phos, photos: cahaya) dan Volta (berasal dari nama seorang fisikawan Italia yang hidup antara tahun 1745-1827 yang bernama Alessandro Volta) yang berarti unit tegangan listrik. Dengan kata lain, arti photovoltaic yaitu proses konversi cahaya matahari secara langsung untuk diubah menjadi listrik. Oleh karena itu, kata photovoltaic biasa disingkat menjadi PV. Nama lain untuk sel photovoltaic adalah solar cell, solar panel, solar array, dan photovoltaic panel (Septiana, dkk. 2007). Solar array adalah kelompok dari solar panel, dan solar panel adalah kelompok dari solar cell. Solar cell merupakan elemen aktif (semikondukor) yang memanfaatkan efek photovoltaic untuk mengubah energi surya menjadi energi listrik tanpa penggunaan bagian-bagian mekanis yang bergerak dan tanpa penggunaan bahan bakar, contoh sel photovoltaic bisa dilihat pada gambar 2.1 dibawah ini. PV module terbuat dari potongan silicon yang sangat kecil dengan dilapisi bahan kimia khususu untuk membentuk dasar dari sel surya. Sel surya pada umumnya memiliki ketebalan minimum 0.3 mm yang terbuat dari irisan bahan semikonduktor dengan kutub positif dan negative. Semikonduktor adalah suatu bahan yang mempunyai sifat konduktor dan isolator yang baik. Contoh semikonduktor yang sering digunakan adalah silikon dan germanium (Kumara, 2012). Ketika bahan semikonduktor (Silikon) yang permukaanya mempunyai tipe N dan tipe P dan mendapatkan cahaya matahari maka, bahan semikonduktor tersebut melepaskan sejumlah kecil listrik. Cahaya matahari terdiri dari partikel yang disebut sebagai foton yang mempunyai sejumlah energy yang nilainya bergantung pada panjang gelombang pada solar spectrum. Ketika foton menumbuk sel fotovoltaik maka cahaya 7 tersebut sebagian dipantulkan, diserap dan mungkin diteruskan. Cahaya matahari yang diserap membangkitkan listrik. Ketika terjadi tumbukan, energi yang ada pada foton dipindahkan ke elektron yang terdapat pada atom sel fotovoltaik yang merupakan bahan semikonduktor. Energi yang didapat dari foton, elektron melepaskan diri dari ikatan normal bahan semikonduktor. Ketika elektron melepaskan diri dari ikatannya, lubang atau hole terbentuk pada bahan semikonduktor. Ketika sel semikonduktor terhubung ke rangkaian luar, maka elektron menyatu dengan hole dan menciptakan arus listrik. Semakin tinggi jumlah cahaya matahri yang dipancarkan, semakin besar juga arus yang dihasilkan. Gambar 2.1 Panel Surya (inaport1.co.id) 2.3.1 Material Sel Surya Pada umumnya, sel surya terbuat dari material silikon. Material silikon yang terbuat dari pasir dan merupakan salah satu elemen yang paling umum di bumi sehingga tidak ada batas ketersediaan bahan baku. Beberapa material yang dipakai untuk solar panel, yaitu: 1. Monokristal Silikon Monokristal silikon merupakan jenis sel surya yang materialnya berasal dari silisium kristal tunggal yang berbentuk silinder yang ditarik dari cairan silisium dan jenis sel surya yang memiliki efisiensi yang paling tinggi yaitu mencapai 16 - 25% (Narayana, 2010). Karena memiliki efisiensi yang tinggi, maka jenis ini sangat sesuai untuk digunakan area yang memiliki ruang yang sempit. 8 Gambar 2.2 Panel surya monokristal silikon (icasolar.com) 2. Polikristal Silikon Polikristal silikon merupakan jenis sel surya yang materialnya berasal dari susunan Kristal yang acak dengan efisiensi yang dimiliki sebesar 14-16% (Narayana, 2010). Jenis ini terbuat dari coran silisium yang dipotong seperti bentuk bunga Kristal es, jenis ini juga memiliki efisiensi yang tidak cepat menurun jika sinar matahari redup. Gambar 2. 3 Panel surya Polikristal Silikon (builder.id) 3. Amorphous Silikon Amorphous silikon merupakan jenis sel surya yang memiliki tingkat efisiensi paling rendah sebesar 9-14% dengan harga yang paling murah (Narayana, 2010). Jenis ini juga biasanya digunakan pada alat-alat elektronik kecil berupa kalkulator dan jam tangan. 9 Gambar 2. 4 Panel Surya Amorphous Silikon (builder.id) 2.3.2 Parameter Sel Surya Dalam masa operasi maksimal sel surya juga dipengaruhi oleh beberapa parameter, yaitu diantaranya: 1. Ambient Air Temperature (Suhu) Photovoltaic dapat bekerja maksimal apabila suhunya masih berada pada batas normal yairu sebesar 25 derajat celcius. Namun, apabila suhunya lebih besar dari suhu normal, maka akan menurunkan nilai tegangan yang diproduksi karena setiap kenaikan suhu sebesar 1 derajat celcius dari 25 derajat, maka akan mengurangi nilai tegangan berkisar 0,4 % dari keseluruhan energi yang diproduksi 8 atau akan menurun 2 kali lipat yang digunakan untuk menaikkan suhunya setiap 10 derajat celcius. 2. Radiasi Matahari Radiasi matahari yang tertangkap di bumi dan berbagai lokasi bervariable akan sangat tergantung terhadap kondisi spektrum cahaya matahari yang tertangkap di bumi. Intensitas radiasi matahari akan sangat berpengaruh terhadap arus dan sedikit pada tegangan yaitu apabila nilai intensitas radiasi matahari yang diserap oleh photovoltaic semakin rendah, maka arusnya pun akan semakin rendah pula. Dengan hal tersebut dapat menentukan titik Maximum Power Point dalam kondisi yang berada pada titik yang semakin rendah juga. 3. Kecepatan Tiupan Angin Kecepatan angin bertiup adalah parameter photovoltaic yang dapat membantu menurunkan suhu bidang permukaan photovoltaic yang berada disekitarnya. 10 4. Kondisi Atmosfer Bumi Kondisi atmosfir bumi ini seperti mendung, berawan, polusi, kabut, uap air udara, dan jenis partikel debu udara lainnya akan sangat mempengaruhi sel surya dalam penentuan hasil maksimal arus listriknya. 5. Orientasi Sel Surya (Array) Orientasi sel surya sangatlah penting karena dari photovoltaic (array) yang dirangkai menghadap ke arah datangnya cahaya matahari secara optimal dapat 29 membuat sel surya menghasilkan energi yang maksimal. Dan apabila bidang sel surya tidak dapat mempertahankan ketegak lurusannya dengan cahaya matahari, maka diperlukan penambahan luas pada bidang panel surya karena perlu diketahui bahwa bidang panel surya terhadap sinar matahari akan berubah setiap jamnya dalam sehari. 2.3.3 Aplikasi Pembangkit Sel Surya Berdasarkan aplikasi dan konfigurasinya, secara garis besar pengaplikasian sel surya diklarifikasi menjadi tiga yaitu sistem PLTS yang tidak terhubung dengan jaringan (Off-grid PV plant), sistem PLTS On-grid, dan sistem PLTS Hybrid yaitu apabila PLTS dalam penggunannya digabung dengan jenis pembangkit listrik lain. 14 Menurut IEEE standard 929-2000 sistem PLTS dibagi menjadi tiga kategori, yaitu PLTS skala kecil dengan batas 10 kW atau kurang, skala menengah dengan batas antara 10 kW hingga 500 kW, skala besar dengan batas di atas 500 kW (Omran, IEEE, 2000). a) Sistem PLTS Terpusat (Off-Grid) Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat (Off-Grid) merupakan sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan radiasi matahari tanpa terhubung dengan jaringan PLN atau dengan kata lain satu-satunya sumber pembangkitnya yaitu hanya menggunakan radiasi matahari dengan bantuan panel surya atau photovoltaic untuk dapat menghasilkan energi listrik. Sistem PLTS Off-Grid sendiri juga hanya dimanfaatkan untuk daerah yang tidak terjangkau pasokan listrik dari PLN seperti daerah pedesaan. Berikut konfigurasi dari sistem PLTS Off-Grid: Gambar 2. 5 Prinsip Kerja PLTS Off-Grid (ABB SACE, 2010) 11 Prinsip kerja sistem PLTS terpusat dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. b) Sel surya (photovoltaic) akan menghasilkan energi listrik pada siang hari dan baterai akan menyimpan energi listrik tersebut. Dan penyimpanan energi listrik dari photovoltaic ke dalam baterai dibantu dengan menggunakan` solar charge controller dengan tujuan agar tidak terjadinya kelebihan dalam pengisian (overcharge). Besar daya yang diproduksi dari photovoltaic sebesar 140 W/m2 yang didapatkan dari intensitas matahari maksimum yang diterima oleh photovoltaic mencapai 1000 W/m2 dengan efisiensi cell sebesar 14%. Jadi, 15 besar daya yang dihasilkan dari PV sangat tergantung dari nilai intensitas penyinaran matahari dan efisiensi cell nya. Kemudian energi listrik yang tersimpan dalam baterai digunakan untuk memenuhi kebutuhan beban AC. Namun, sebelum disuplai ke beban AC dari baterai, terlebih dahulu tegangan DC pada sisi baterai dikonversikan ke tegangan AC melalui inverter saat dibutuhkan. Sistem PLTS Terinterkoneksi (On-Grid) Sistem PLTS terinterkoneksi (On-Grid) atau yang disebut dengan Grid Connected PV System adalah sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan radiasi matahari untuk menghasilkan listrik. Dan sesuai dengan namanya, maka sistem ini akan dihubungkan dengan jaringan PLN dengan mengoptimalkan pemanfaatkan energi matahari melalui modul surya atau photovoltaic module yang menghasilkan listrik semaksimal mungkin. Sistem ini juga dianggap ramah lingkungan dan bebas emisi. Sistem PLTS terinterkoneksi juga merupakan sebuah solusi Green Energy bagi masyarakat perkotaan baik perkantoran maupun perumahan yang bertujuan untuk dapat memperkecil tagihan rekening listrik dari PLN dan dapat memberikan nilai tambah kepada pemiliknya. Berdasarkan Permen ESDM Nomor 49 Tahun 2018, energi yang dihasilkan oleh solar panel nantinya akan otomatis memotong tagihan listrik pengguna maksimal 65% dari total daya yang dihasilkan oleh solar panel. Energi listrik pelanggan (kWh) = Jumlah kWh impor − 65% kWh ekspor Artinya 1 Watt listrik yang dihasilkan oleh solar panel akan secara langsung mengurangi tagihan listrik PLN maksimal 0,65 watt untuk bulan berikutnya. Sehingga pengguna hanya membayar sisanya ditambah dengan biaya penggunaan listrik dari PLN. Dengan demikian tagihan listrik akan lebih murah. 12 Gambar 2. 6 Prinsip Kerja PLTS On-Grid (ABB SACE, 2010) c) Sistem PLTS Hybrid Sistem hybrid adalah sistem yang menghubungkan sistem pembangkit listrik satu dengan yang lain atau yang disebut berkolaborasi antara 2 atau lebih sistem pembangkit dan biasanya sumber pembangkit yang digunakan untuk 16 sistem ini yaitu energi solar, mikrohidro, energi angin, dan genset. Untuk itu, sistem hybrid dapat teriri dari PLTSGenset, PLTS-Mikrohidro, PLTS-Energi Angin, dan lainnya. Dan sistem hybrid sudah banyak digunakan di Indonesia, baik PLTS-Genset, PLTS-Mikrohidro, maupun PLTS energi angin-mikrohidro, akan tetapi sistem hybrid yang paling banyak digunakan yaitu PLTS-Genset. Sistem hybrid PLTS-Genset ini umumnya menggunakan genset yang tidak terhubung dengan jaringan PLN atau yang disebut dengan genset yang berdiri sendiri. Gambar 2. 7 Skema Hybrid Photovoltaic Power System (http://meeeservices.com) 13 2.4 Kemiringan dan Sudut pada Pemasangan Solar Panel Dalam upaya memaksimalkan energi matahari yang diterima oleh solar panel, dengan memposisikan panel pada posisi kemiringan yang optimal. Kemiringan pada solar panel memungkinkan permukaan solar panel selalu berada tepat menghadap matahari sepanjang tahun. Latitude penelitian akan berpengaruh terhadap radiasi yang diterima oleh solar panel, oleh karena itu posisi optimum solar panel pada suatu lokasi akan berbeda dengan lokasi lainnya. Dengan menyesuaikan sudut kemiringan optimum per bulan dan per musim dapat meningkatkan energi sekitar 6,38%-7.74%, dibandingkan dengan sudut kemiringan yang tetap (Tarek O.Kaddoura et. al, 2016). Data radiasi pada permukaan horizontal NASA digunakan untuk menentukan kemiringan sudut yang optimum, menggunakan aplikasi MATLAB. Pada penelitian ini, sudut kemiringan yang dipakai adalah berdasarkan data sudut kemiringan yang terdapat pada RETScreen. Gambar 2. 8 Interaksi Radiasi Terhadap Permukaan Bumi (R. Darussalam, et.al, 2016) 2.5 Teknologi Reverse Osmosis Reverse osmosis (RO) adalah suatu metode pemurnian melalui membran semi permeable di mana suatu tekanan tinggi diberikan melampaui tarikan osmosis sehingga akan memaksa air melewati proses osmosis terbalik dari bagian yang memiliki kepekatan tinggi ke bagian dengan kepekatan rendah. Selama proses ini terjadi, kotoran dan bahan yang berbahaya akan dibuang sebagai air tercemar. Molekul air dan bahan mikro yang lebih kecil dari pori-pori RO akan melewati pori-pori membran dan hasilnya adalah air yang murni. RO menggunakan tekanan untuk mendorong larutan pekat melewati membran RO menuju ke larutan yang encer, RO digunakan untuk memisahkan elemen cairan dengan material yang terlarut didalamnya. 14 Gambar 2.9 Proses Osmosis dan Reverse Osmosis (caesarvery.com) Pada sistem RO ini, air laut diberi tekanan agar air tawar yang terkandung di dalam air laut keluar menembus dinding pemisah (membrane). Jumlah air masukan yang dibuang menjadi brine pada proses ini berkisar antara 20 - 70 %, hal ini tergantung dari kadar garam air masukan, tekanan dan jenis membran. Di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem Reverse osmosis (RO), tidak mungkin untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya, karena akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali. Oleh karena itu, pada kenyataannya untuk menghasilkan air tawar maka air asin atau air laut di pompa dengan tekanan tinggi ke dalam suatu modul membran RO yang mempunyai dua buah outlet yakni outlet untuk air tawar yang dihasilkan dan outlet untuk air garam yang telah dipekatkan (reject water / brine). Berikut adalah komponen utama yang ada pada sistem RO: 2.1 Tangki Air Baku Tangki ini berfungsi untuk menampung air laut yang akan digunakan untuk diolah menggunakan Reverse Osmosis. 2.2 Pompa Clarifier/Feedwater Pump Pompa ini digunakan untuk memompa air laut ke tangki air baku yang spesifikasinya disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan dari sistem RO itu sendiri. Tipe pompa yang biasa digunakan adalah pompa sentrifugal. 2.3 Carridge Filter Filter ini berfungsi sebagai penyaring untuk menjamin bahwa air yang akan masuk ke proses penyaringan reverse osmosis benar – benar memenuhi syarat untuk air baku pada sistem ini sehingga secara keseluruhan produk air dari unit pengolahan pendahuluan ini diharapkan mempunyai kualitas yang dipersyaratkan. Komponen ini terbuat dari sintesis selulosa, alat ini bisa menyaring kotoran di dalam air sampai ukuran partikel 0,1 mikron. 2.4 High Pressure Pump Pompa ini berfungsi untuk memompa air baku dari tangki air baku ke membran RO. Pompa ini memiliki tekanan yang tinggi sehingga air yang di pompa dapat menembus dinding membran osmosis yang sangat sangat kecil pola membrannya. 15 2.5 RO Unit Merupakan komponen inti dari pengolahan air ini yang terdiri dari selaput membrane yang di gulung secara spiral (spiral wound) dengan pelindung kerangka luar (vessel) yang tahan terhadap tekanan tinggi. Kapasitas membrane ini berbeda-beda tergantung kebutuhan serta daya tahan membran ini juga tergantung dari air baku yang akan di olah. 2.6 Sistem Solar Photovoltaic untuk Reverse Osmosis Energi solar sudah banyak dipalikasikan, terutama untuk daerah yang terpencil dan susah dijangkau oleh jaringan listrik pusat dan kebanyakan untuk pemenuhan sumber daya air bersih. Penggunaan solar panel yang berbentk modul dapat dipasang diatap yang kemudian disambungkan ke inverter untuk mengubah tegangan dari PV yang berbentuk DC menjadi tegangan AC untuk kebutuhan listrik yang bisa dikombinasikan ke grid listrik. Modul solar penel merupakan sekumpulan modul untuk menghasilkan nilai tegangan, arus dan daya tertentu yang saling dihubungkan secara seri, pararel maupun keduanya. Jumlah modul yang dihubungkan seri ditentukan oleh nilai tegangan yang dibutuhkan, jumlah modul yang dihubungkan pararel ditentukan oleh nilai arus yang dibutuhkan. Perhitungan jumlah modul seri dapat ditentukan dengan persamaan; 𝐽𝑠 = 𝑉𝑖𝑛𝑣 𝑉𝑚𝑓 (1) Sedangkan penentukan jumlah modul pararel dapat ditentukan dengan persamaan; 𝐼 𝐽𝑝 = 𝐼𝑖𝑛𝑣 𝑚𝑓 2.7 (2) MATRIX LABORATORY (MATLAB) MATLAB adalah singkatan dari MATrix LABoratory. Pertama kali dibuat untuk mempermudah penggunaan dua koleksi subrutin pada pustaka FORTRAN yaitu: LINPACK dan EISPACK, dalam menangani komputasi matriks. Sejak itu, MATLAB berkembang menjadi sebuah sistem yang interaktif sekaligus sebagai bahasa pemrograman untuk keperluan-keperluan ilmiah, komputasi teknis, dan visualisasi. Elemen data dasar MATLAB adalah matriks. Perintah-perintah diekspresikan dalam bentuk yang sangat mirip dengan bentuk yang digunakan dalam matematika dan bidang teknik. Contoh persamaan b=Ax, dengan A, b, dan x matriks, ditulis: b=A*x. Untuk mendapat solusi x dari A dan b, tulis: x=A\b. Tidak diperlukan penulisan program khusus untuk operasi-operasi matriks seperti perkalian matriks atau invers matriks. Oleh karena 16 itu bahasa MATLAB menyelesaikan masalah tersebut memerlukan waktu lebih cepat dibanding waktu yang dibutuhkan bahasa pemrograman tingkat tinggi lain. 2.7.1 Desain Solar Panel pada MATLAB Energi yang dihasilkan dari sistem Photovoltaic ditentukan berdasarkan estimasi arus dan tegangan yang dihasilkan modul PV, dimana daya keluaran PV tergantung pada karakteristik teknis dan parameter lingkungan. Model PV meliputi parameter listrik pada kondisi standar, short circuit current (ISC), dan Open Circuit Voltage (VOC). Dalam kondisi ideal Iph bernilai sama dengan Isc. 𝐼𝑝ℎ 𝑘𝑇 𝑉𝑂𝐶 = 𝑞 𝑙𝑛 ( 𝐼 + 1) 𝑂 (3) Short circuit current (ISC) dan Open Circuit Voltage (VOC) masing –masing merupakan arus dan tegangan maksimum dari sel surya. Fill factor (FF) merupakan parameter menentukan daya maksimum dari sel surya juga sebagai rasio daya maksimum dari sel surya dengan VOC dan ISC. 𝑃 𝐹𝐹 = 𝑉 𝑀𝑃 𝐼 𝑂𝐶 𝑆𝐶 (4) Konversi energy PV dinyatakan sebagai rasio anatara energy keluaran yang dihasilkan yaitu energy listrik terhadap energy matahari yang dipanarkan ke permukaan solar panel, sehingga effisiensi energy dapat ditentukan dengan persamaan; 𝐼 𝑉 𝐹𝐹 𝜂𝑒𝑛 = 𝑠𝑐 𝐼𝑜𝑐 𝑖𝑛 (5) Besarnya daya yang dihasilkan oleh solar panel merupakan hasil perkalian dari tegangan rangkaian rebuke (VOC), arus hubung singkat (ISC), dan fill factor (FF), dapat ditentukan dengan menggunakan rumus: 𝑃𝑜𝑢𝑡 = 𝑉𝑂𝐶 𝑥 𝐼𝑆𝐶 𝑥 𝐹𝐹 (6) 2.7.2 Desain Reverse Osmosis pada MATLAB Pada penelitian ini proses Reverse Osmosis diterapkan pada unit seawater desalination yang bertujuan untuk memisahkan komponen garam yang terkandung dalam air laut dan menghasilkan keluaran berupa air tawar. Perubahan air laut menjadi air tawar tersebut terajadi karena pada sistem Reverse Osmosis (RO) terdapat membran yang diberikan tekanan besar oleh pompa hidraulik. Proses reverse osmosis pada tahap pertama yaitu saat air laut masuk melalui RO pertama. Input atau masukan umpan bertekanan dari sistem RO pertama didapat dari satu sistem pendukung yang disebut dengan ultra filtration (UF) melalui pengirim sistem tersebut yaitu UF filtrate transfer pump. Kemudian selanjutnya terdapat cartridge filter yang berfungsi untuk membuang 17 partikel yang berkukuran lebih dari 5 µm, karena jika partikel lebih dari ukuran tersebut maka akan menyebabkan kerusakan pada elemen membran dan high pressure. Kemudian pada proses selanjutnya terdapat membran yang berfungsi menghilangkan kadar garam air laut yang merupakan proses penting dari plant tersebut. Dalam engendalian Internal Model Control filter biasanya ditambah dengan controller yang optimal untuk melemahkan efek dari proses-model ketidakcocokan dan menghapus bagian frekuensi yang lebih tinggi dari kebisingan dalam sistem dalam rangka untuk memenuhi spesifikasiyang kuat. Filter memainkan peran penting dalam sistem karena ketidakpastian desain sistem sehingga sistem kontrol yang dirancang dapat mencapai tujuan desain stabilitas kuat dan kinerja yang kuat. Filter dimodelkan sebagai berikut dari teori sistem kontrol dasar : 1 𝐺𝑓(𝑠) = (1+Ʈ𝑓𝑠)𝑛 (7) Ʈf dimana parameter filter adalah urutan filter. Urutan filter dipilih sedemikian sehingga mendapatkan GIMC(s) yang tepat untuk mencegah aksi diferensial kontrol. Parameter filter dalam desain dapat dipilih sebagai cara praktis untuk mendapatkan nilai G IMC, maka nilai parameter filter sering dipengaruh oleh bentuk pemodelan dari komponen – komponen dalam kinerja sistem RO itu sendiri, dalam desain, tetap satu-satunya parameter I. Dalam aplikasi ini kita ingin mensimulasikan sistem dengan n=2 untuk membuat GIMC(s) yang tepat. Gc didapat dari perkalian nilai total antara model matematis High Pressure Pump dengan model matematis. Gambar 2.10 Tampilan MATLAB (G2.com) BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pendahuluan Dalam bab ini, penulis memberikan gambaran tentang alur pengerjaan. Dimulai dari perumusan & identifikasi masalah, studi literatur, pengumpulan data yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, studi empiris dari data lapangan, perancangan desain solar panel roof, pemodelan dan simulasi menggunakan software PV, hasil dan pembahasan, dan kesimpulan. 3.2 Research Flowchart Adapun langkah pengerjaan dapat dilihat dari flowchart berikut ini: Gambar 3. 1 Alur Pengerjaan Tugas Akhir 18 19 3.3 Identifikasi Masalah Masalah atau topik yang akan dibahas diformulasikan atau dirumuskan pada tahap ini. Pada penelitian ini, masalah yang akan dibahas adalah aplikasi solar photovoltaic system sebagai sumber energi untuk sistem reverse osmosis di daerah pesisir pantai. 3.4 Studi Literatur Studi Literatur dilakukan pada awal penelitian dengan tujuan untuk memperoleh informasi awal dan dasar-dasar teori yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Literatur dari penelitian ini dapat dicari melalui jurnal, buku, paper, makalah, thesis dan tugas akhir yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa poin yang harus dicari sebagai dasar pengerjaan penelitian ini yaitu: parameter utama untuk menentukan desain, jenis PV, dan keluaran energi dari solar panel. 3.5 Pengumpulan Data Setelah mengetahui langkah-langkah untuk menghitung penghematan energi dengan pengaplikasian solar sel diatas, maka selanjutnya adalah mencari data-data yang diperlukan dalam melakukan penelitian ini. Data dapat diperoleh dari studi lapangan maupun tugas akhir yang sudah pernah dilakukan sebelumnya, pada tugas akhir kali ini menggunakan data dari hasil penelitian sebelumnya mengenai reverse osmosis. 3.6 Studi Empiris Desain PV untuk RO Pendekatan berdasarkan penelitian sebelumnya terkait reverse osmosis untuk wilayah pesisir pantai dengan kapasitas 100 m3/hari. 3.7 Perencanaan Solar Panel Roof Dalam perencanaan solar panel roof harus diperhatikan juga luas lahan dan kapasitas dari reverse osmosis plan. 3.8 Pemodelan Sistem PV untuk RO pada MATLAB Setelah mendesain solar panel roof, yang harus dilanjutkan selanjutnya adalah menggunakan software MATLAB untuk pemodelan sistem PV yang sudah di desain dan dipasangkan dengan sistem RO. 3.9 Validasi Data Setelah pemodelan, dilakukan pemeriksaan apakah hasil masih dalam kategori aman menurut standar yang telah ditetapkan. Apabila hasilnya masih tergolong aman, maka akan dilanjutkan ke simulasi. 20 3.10 Simulasi Sistem PV untuk RO Setelah mealukan modeling, selanjutnya adalah melakukan running simulasi dengan software MATLAB. Running dilakukan pada setiap variable PV untuk menganalisis desain yang lebih baik untuk sistem RO tersebut. Gambar 3.2 menunjukkan bagaimana proses kerja software MATLAB dalam mensimulasi sistem PV untuk RO pada proyek yang akan direncanakan. Gambar 3.2 Workflow MATLAB 3.11 Validasi Data Setelah simulasi, dilakukan pemeriksaan apakah hasil masih dalam kategori aman menurut standar yang telah ditetapkan, apabila hasilnya masih tergolong aman, maka 21 dapat dilanjut ke analisa dan pembahasan. Jika hasilnya tidak sesuai dengan standar, maka akan dilakukan upaya pencegahan atau perbaikan untuk pemulihan. 3.12 Hasil & Pembahasan Pada tahapan ini akan dilakukan proses perhitungan sesuai dengan data yang diperoleh dari tahapan sebelumnya. Data yang dianalisa adalah keluaran air yang dihasilkan dengan variable perbandingan jumlah PV dan jenis PV. 3.13 Kesimpulan dan Saran Seluruh proses telah selesai, pada tahap terakhir ini akan ditarik kesimpulan dari hasil penelitian ini untuk menjawab tujuan dari penelitian. Sehingga dari kesimpulan tersebut dapat dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanjut. Terakhir penulis akan memberikan saran pada penelitian kali ini mengenai kekurangan serta rekomendasi agar berguna bagi penelitian selanjutnya. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Metode penelitian dan rencana kegiatan pada tugas akhir secara lengkap dapat dilihat pada tabel 4.1 dengan Langkah-langkah sebagai berikut: Tabel 4. 1. Rencana & Jadwal Kegiatan No 1 2 3 4 5 6 Rencana Kegiatan Identifikasi dan Perumusan Studi Literatur Pengumpulan Data Studi Empiris Desain PV untuk RO Perencanaan Solar Panel Roof Pemodelan Sistem PV untuk RO pada MATLAB 7 Validasi Data 8 Simulasi Sistem PV untuk RO 9 Validasi Data 10 11 12 1 Bulan 1 2 3 4 Hasil & Pembahasan Kesimpulan dan Saran Penyusunan Laporan 22 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 23 4.1 Konsumsi Energi Sistem Reverse Osmosis Konsumsi energi yang dihasilkan pada sistem reverse osmosis dapat ditentukan dengan kalkulasi yang peneliti lakukan berdasarkan data yang didapatkan dari penelitian sebelumnya. Karena adanya perbedaan ukuran phase yang menyebabkan perbedaan konsumsi energi pada setiap beban, maka perhitungan antara beban 1 phase dan 3 phase dibedakan: Beban 1 phase Merk Type Power Tegangan Unit = Pompa Feedwater = McKarlen = SPA10 = 750 W = 220 Volt =1 Daya = Power x Unit = 750 W Safety Factor = Daya/0.8 = 937.5 W Beban 3 phase Merk Type Power Tegangan Unit = Pompa Ultrafiltrasi = Grundfos = CRT 16-6 A = 5 kW = 380 Volt =1 Beban 3 phase Merk Type Power Tegangan Unit = Pompa High Pressure = Grundfos = BMPE 10,2 R = 30 kW = 380 Volt =1 Daya = Power x Unit = 35 kW Safety Factor = Daya/0.8 = 43.75 kW = 43750 W 4.2 Simulasi Energi Dalam simulasi yang dilakukan menggunakan RETScreen Clean Energy Project Analysis Software. Simulasi menentukan dimana proyek dilaksanakan, dan analisa energi 24 yang dihasilkan. 4.2.1 Menentukan Lokasi Dalam simulasi hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan lokasi. Lokasi penelitian dilakukan di Pacitan, Jawa Timur, Indonesia. Gambar 4.1. Menentukan Lokasi Penelitian (RETScreen) Dalam penentuan lokasi di software RETScreen beberapa data pendukung seperti zona iklim, suhu udara, curah hujan, radiasi matahari, tekanan atmosfer, laju angin, dan suhu bumi didapatkan dari NASA. Penentuan lokasi menampilkan data-data diatas yang nantinya digunakan untuk analisa energi pada sub-bab selanjutnya. Data-data ditampilkan dalam 1 tahun setiap bulannya. Gambar 4.2. Beberapa Data Pendukung dari NASA (RETScreen) 25 Gambar 4.3. Grafik Data Iklim (RETScreen) Pada grafik dan data diatas diketahui bahwa radiasi tinggi matahari terjadi pada bulan Agustus hingga Oktober dengan puncaknya terjadi pada bulan September dengan nilai 6,07 kWh/m2/d. Tingginya radiasi matahari pada bulan-bulan tersebut dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk energi dari solar panel. Sedangkan radiasi rendah matahari terjadi pada bulan Juni dengan nilai 4,82 kWh/m2/d. 4.2.2 Analisa Energi Analisa energi merupakan salah satu bagian dari Software RETScreen Clean Energy Project Analysis yang bertujuan untuk mengevaluasi penelitian yang dilakukan. Dalam upaya memaskimalkan penyerapan sinar matahari oleh solar panel, direkomendasikan untuk menggunakan kemiringan optimal pada pemasangan modul solar panel ketimbang memasangnya secara horizontal. Selain untuk mengoptimalkan penyerapan solar, kemiringan pada modul solar berguna untuk pembersihan mandiri dari debu polusi di permukaan modul solar dengan menggunakan air hujan, karena rugi yang ditimbulkan pada modul solar yang kotor akan lebih besar ketimbang pemasangan modul solar dengan tidak menggunakan sudut yang optimal (ESMAP, 2017). Pacitan sendiri terletak pada bagian bawah garis khatulistiwa, oleh karena itu modul solar harus diarahkan menghadap utara baik dengan menggunakan kemiringan diatur maupun tetap. Dalam menentukan tingkat kemiringan modul solar peniliti menggunakan jurnal yang diterbitkan oleh Energy Sector Management Asistance Program (ESMAP). 26 Gambar 4.4. Lembar Kerja Analisa Energi RETScreen (REScreen) Gambar 4.5. Parameter Performa Sistem Solar Panel (ESMAP, 2017) 27 Azimuth merupakan sudut kompas matahari saat bergerak melalui langit dari timur ke barat. Dalam menentukan azimuth matahari, peneliti menggunakan Sun Path Chart Program from University of Oregon dengan memasukan latitude dan longitude Surabaya. Gambar 4.6. Program Pergerakan Matahari Jawa Timur (solardat.uoregon.edu) Pemilihan modul solar harus mempertimbangkan beberapa faktor penting yang mempengaruhi keluaran yang dihasilkan modul solar, salah satunya adalah effisiensi. Peniliti memilih mono-silicon sebagai modul solar yang dipakai selain karena memiliki effisiensi yang tinggi (14 - 17%) dibandingkan yang lainnya, mono-silicon juga sangat banyak dipakai dan digunakan dalam proyek besar seperti yang peneliti lakukan. Gambar 4.7. Effisiensi Modul Solar (panelsuryaindonesia.com) 28 4.3 Simulasi Energi Komponen untuk 1 phase pada sistem reverse osmosis adalah pompa feed water, sehingga perlu dicari untuk kebutuhan solar cell, MPPT, Inverter, dan baterai untuk memenuhi beban tersebut. 4.3.1 Pemilihan Solar Cell Untuk beban 1 phase, peneliti memilih modul solar yang memiliki kapasitas energi yang sudah tersedia di software RETScreen. Adapun solar cell ysng digunakan adalah sebagai berikut: • Merk : Suntech • Tipe : STP 2655-20Web • Maximum power : 265 W • Open circuit voltage (Voc) : 38.1 V • Short circuit current (Isc) : 9.77 A • Efisiensi : 16.3% 4.3.2 Pemilihan Inverter Inverter berfungsi mengubah arus searah menjadi arus bolak balik. Inverter yang berhubungan langsung dengan beban listrik mempunyai kapasitas kerja dalam satuan watt. Penentuan kapasitas inverter harus berdasarkan spesifikasi input beban. Victron Energy Inverter Easy Solar 24/3000/70-50 menjadi produk yang dipilih oleh peneliti untuk penelitian ini. • Merk : Victron Energy • Tipe : Inverter Easy Solar 24/3000/70-50 • Input voltage : 24 V • Peak power : 6000 W • Efisiensi : 95% Gambar 4.8. Analisa Energi RETScreen (RETScreen) 29 4.3.3 Pemilihan MPPT Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah sebuah sistem elektronik yang harus ada pada sebuah sistem PV agar sistem dapat menghasilkan daya maksimal. MPPT bukanlah sebuah sistem tracking mekanik yang digunakan untuk mengubah posisi modul terhadap posisi matahari untuk mendapatkan energi maksimum. Di dalam sistem PV, rangkaian MPPT berada pada sisi Charge Controller dan Inverter. Untuk beban 1 phase, MPPT yang dipilih adalah Victron Energy Smart Controller 150/70 spesifikasi sebagai berikut: • Merk : Victron Energy • Tipe : Smart Controller 150/70 VE Can • Tegangan : 24 V • Arus : 70 A • Efisiensi : 98% 4.3.4 Pemilihan Baterai Baterai digunakan untuk menyimpan kelebihan daya yang dihasilkan oleh PV selama siang hari dan dapat digunakan pada malam hari untuk mensuplai beban disaat PV tidak mendapat radiasi matahari. Min. Battery Power = Tot. Power x Time = 937.5 W x 18 = 16875 Watthour Voltage Use = 24 V AH Required = Min. Battery Power/Voltage Use = 16875/24 = 703.125 AH 30 Tabel 4. 2. Spesifikasi Baterai Beban 1 Phase Brand Victron Energy Type Lithium-ion HE Nominal Voltage 24 Volt Rate Capacities 200 AH Weight 28.6 kg Dimension Height 355 mm Length 362 mm Width 193 mm Jumlah baterai yang dibutuhkan = AH required/AH battery = 703.125/200 = 3.52 = 4 dipasang secara parallel Gambar 4.9. Baterai Victron Energy Lithium-Ion HE (victronenergy.com) 31 4.4 Komponen Untuk 3 Phase Komponen untuk 3 phase pada sistem reverse osmosis adalah pompa ultrafiltration dan pompa high pressure, sehingga perlu dicari untuk kebutuhan solar cell, MPPT, Inverter, dan baterai untuk memenuhi beban tersebut. 4.4.1 Pemilihan Solar Cell Karena besarnya konsumsi energi untuk beban 3 phase, peneliti memilih modul solar yang memiliki kapasitas energi yang terbesar dan sudah tersedia di software RETScreen. Modul solar yang dipilih adalah Grape Solar GS-S-410-Platinum dengan spesifikasi: • Merk : Grape Solar • Tipe : GS-S-410 Platinum • Maximum power : 410 W • Open circuit voltage (Voc) : 61.1 V • Short circuit current (Isc) : 8.77 A • Efisiensi : 18% 4.4.2 Pemilihan Inverter Inverter berfungsi mengubah arus searah menjadi arus bolak balik. Inverter yang berhubungan langsung dengan beban listrik mempunyai kapasitas kerja dalam satuan watt. Penentuan kapasitas inverter harus berdasarkan spesifikasi input beban. Untuk beban 3 fase, inverter yang dipilih adalah: • Merk : Victron Energy • Tipe : Phoenix Inverter 48/5000 • Input voltage : 48 V • Peak power : 10000 W • Efisiensi : 95% Karena daya dari beban yang besar, berikut dilakukan perhitungan untuk menentukan jumlah inverter agar semua beban dapat tersuplai. Inverter Voltage Inverter Ampere = 48 V = Power/Voltage = 10000/48 = 208.3 A 32 Konfigurasi Inverter Ampere Required = Power/Inverter Voltage = 43750/48 = 911.46 A Inverter Amount = Ampere required/Inverter Ampere = 4.375 = 5 buah dipasang secara paralel Gambar 4.10. Analisa Energi RETScreen (RETScreen) 4.4.3 Pemilihan MPPT Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah sebuah sistem elektronik yang harus ada pada sebuah sistem PV agar sistem dapat menghasilkan daya maksimal. MPPT bukanlah sebuah sistem tracking mekanik yang digunakan untuk mengubah posisi modul terhadap posisi matahari untuk mendapatkan energi maksimum. Di dalam sistem PV, rangkaian MPPT berada pada sisi Charge Controller dan Inverter. Pada beban 3 fase, MPPT yang dipilih adalah sebagai berikut: • Merk : Victron Energy • Tipe : Blue Solar Charge Controller MPPT 150/100 VE. Can • Tegangan : 48 V • Arus : 100 V • Nominal PV Power : 4350 W • Efisiensi : 98% Sama seperti inverter, dikarena daya dari beban 3 fase yang besar, berikut dilakukan perhitungan untuk menentukan jumlah MPPT agar semua beban dapat tersuplai. MPPT Voltage = 48 V MPPT Ampere = 100 A 33 Konfigurasi MPPT Ampere Required = Power/MPPT Voltage = 43750/48 = 911.5 A MPPT Amount = Ampere Required/MPPT Ampere = 9.11 = 10 buah dipasang secara parallel 4.4.4 Pemilihan Baterai Baterai digunakan untuk menyimpan kelebihan daya yang dihasilkan oleh PV selama siang hari dan dapat digunakan pada malam hari untuk mensuplai beban disaat PV tidak mendapat radiasi matahari. Berikut adalah spesifikasi baterai yang dipilih untuk beban 3 fase: Tabel 4. 3. Spesifikasi Baterai Beban 3 Phase Brand XANTREX Type Lithium-ion 300 AH 24 V Nominal Voltage 24 Volt Rate Capacities 300 AH Weight 72.6 kg Height 281.9 mm Length 609.6 mm Width 330.2 mm Dimension Untuk kondisi 3 fase ini, jumlah baterai dan PV tergantung dengan lama pemakaian dari PV. Karena itu dihitung 2 kondisi dimana kondisi pertama adalah penggunaan PV selama 6 jam dan baterai selama 18 jam, sedangkan kondisi kedua adalah penggunaan PV selama 6 jam, baterai 4 jam, dan sisa 14 jam akan disuplai oleh generator. 34 a. Kondisi PV-Baterai Ampere Inverter AH required = 208.3 A = Ampere x Hour = 208.3 A x 18 H = 3750 = 3800 AH Kebutuhan Baterai Seri = Voltage Use/Voltage Battery =2 Paralel = AH required/rate capacities = 12.67 = 13 Kebutuhan PV Waktu Penggunaan = 6 jam Charge Current = AH required/waktu penggunaan = 633.3 A Jumlah PV untuk charge= Charge Current/PV current = 633.3/8.15 = 77.7 = 78 unit Jumlah PV untuk beban = Ampere Inverter/PV current = 208.3/8.15 = 25.56 Total Kebutuhan PV = PV untuk beban + PV untuk charging = 104 unit Karena ada 5 inverter, maka: Total Baterai = Baterai Paralel x 5 = 65 paralel = 2 seri Total PV = 26 unit = Total PV x 5 = 104 X 5 = 520 unit 35 b. Kondisi PV-Genset Ampere Inverter = 208.3 A AH required = Ampere x Hour = 208.3 A x 4 H = 833.33 = 840 AH Kebutuhan Baterai Seri = Voltage Use/Voltage Battery =2 Paralel = AH required/rate capacities = 2.8 =3 Kebutuhan PV Waktu Penggunaan = 6 jam Charge Current = AH required/waktu penggunaan = 140 A Jumlah PV untuk charge= Charge Current/PV current = 140/8.15 = 17.17 = 18 unit Jumlah PV untuk beban = Ampere Inverter/PV current = 208.3/8.15 = 25.56 Total Kebutuhan PV = PV untuk beban + PV untuk charging = 44 unit Karena ada 5 inverter, maka: Total Baterai = 26 unit = Baterai Paralel x 5 = 15 paralel = 2 seri 36 Total PV = Total PV x 5 = 44 X 5 = 220 unit Untuk kondisi PV-Generator, maka dibutuhkan generator yang digunakan untuk mensuplai beban reverse osmosis pada malam hari. Generator yang dipilh adalah sebagai berikut: • Merk : Caterpillar • Tipe : XQ45 • Power rate : 45 kW • Frekuensi : 60 Hz • Tegangan : 206 – 600 V 4.5 Instalasi Sistem Solar Panel Diketahui dari pemanfaatan energi sistem solar panel pada ketiga kondisi bahwa energi yang dihasilkan oleh solar panel sudah dapat memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi energi yang dibutuhkan oleh sistem reverse osmosis, namun karena terbatasnya lahan, dibuat banyak kondisi terhadap pemasangan solar panel. Sistem solar panel merupakan energi terbarukan yang bersifat intermiten atau tidak terus menerus dapat menghasilkan energi (tidak stabil). Sistem solar panel menghasilkan energi ketika cuaca cerah atau terdapat cahaya yang masuk namun ketika langit mendung dan tidak ada cahaya yang masuk, solar panel tidak menghasilkan energi secara maksimal bahkan tidak menghasilkan energi sekalipun. Sehingga peneliti memilih untuk menggunakan baterai untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh sistem solar panel saat siang hari dan energi yang tersimpan digunakan pada malam hari, ini dapat mengurangi ketidakstabilan energi yang didistribusikan kebeban. Sehingga sistem instalasi yang digunakan pada penelitian kali ini adalah antara solar panel dengan baterai atau solar panel dan baterai dengan generator. 4.5.1 Energy Management Solar panel tidak dapat menghasilkan energi secara continuous. Solar panel akan menghasilkan energi ketika ada cahaya/matahari yang menyinari (siang hari), namun ketika kondisi tidak ada nya cahaya/matahari yang menyinari (malam hari) solar panel tidak dapat menghasilkan energi begitupun ketika cahaya yang menyinari kurang/redup (mendung/hujan). Energi managemen diperlukan untuk mengatur kapan energi dari PV mensupali beban secara penuh ataupun sebagian dan kapan energi dari generator mensuplai beban. Tabel 4.4. Konsumsi Energi Beban Lain Other Loads Yard Lighting + Controller = Energy Unit 4.1 kW 37 Tabel 4.5. Manajemen Energi Solar Panel Off-Grid Load scheme Power scheme Power scheme RO Off-Grid (daytime only) - PV 6 jam Off-Grid Daytime PV Power 100% 319.80 Pump 210.0 Lighting + Controlling 24.60 Remaining Energy 21.24 Sistem Off-Grid pada solar panel tidak terhubung dengan jaringan PLN yang digunakan pada malam hari, namun untuk siang hari 100% menggunakan energi yang dihasilkan oleh solar panel. Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa energi yang dihasilkan solar panel sebesar 319.8 kWh dapat memenuhi kebutuhan energi pada semua beban. Tabel 4.6. Manajemen Energi Solar Panel On-Grid Off-Grid (daytime only) - PV 6 jam, Baterai 4 jam Daytime PV Power 100% 541.20 Pump 262.50 Lighting + Controlling 24.60 Remaining Energy 254.10 Off-Grid Battery Power 254.10 Pump 175.00 Lighting + Controlling 16.40 Remaining Energy 62.70 Sistem Off-Grid pada solar panel dengan baterai dibagi dengan penggunaan solar panel selama 6 jam dan baterai selama 4 jam saat matahari masih redup. Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa energi yang dihasilkan solar panel sebesar 541.2 kWh dapat memenuhi kebutuhan energi pada semua beban, sisa energi akan disimpan di baterai dan dapat dilihat pula bahwa energi dalam baterai sebesar 254.1 kWh dapat memenuhi 38 kebutuhan energi semua beban. Tabel 4.7. Manajemen Energi Solar Panel Hybrid Hybrid - PV 6 jam, Baterai 4 jam, Generator 14 jam Daytime PV Power 100% 541.20 Pump 262.50 Lighting + Controlling 24.60 Remaining Energy 254.10 Battery Power 254.10 Pump 175.00 Lighting + Controlling 16.40 Remaining Energy 62.70 Hybrid Nightime Generator Pump 612.50 Lighting + Controlling 57.40 Sistem Hybrid pada solar panel terhubung dengan generator yang digunakan pada malam hari. Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa energi yang dihasilkan solar panel sebesar 541.2 kW dapat memenuhi kebutuhan energi pada kondisi beban dan masih terdapat sisa untuk disimpan di baterai untuk digunakan saat matahari sedang redup. Pada malam hari, beban disuplai menggunakan generator. Tabel 4.8. Manajemen Energi Solar Panel Off-Grid Off-Grid - PV 6 jam, Baterai 18 jam Daytime PV Power 100% 1279.20 Pump 262.50 Lighting + Controlling 24.60 39 Remaining Energy 992.10 Nightime Off-Grid Pump 787.50 Lighting + Controlling 73.80 Remaining Energy 130.80 Power Ouput (kWh) Sistem Off-Grid pada solar panel tidak terhubung dengan generator maupun PLN, pada malam hari, sistem Off-Grid menggunakan baterai untuk menyimpan energi sisa pemakaian pada siang hari. Dapat dilihat pada tabel diatas bahwa energi yang dihasilkan solar panel sebesar 1279.2 kW dapat memenuhi kebutuhan energi pada kondisi beban dan masih terdapat sisa untuk disimpan di baterai untuk digunakan saat malam hari. Pada malam hari, daya dari baterai masih dapat menyuplai semua kebutuhan beban dan bahkan masih terdapat sisa yang dapat digunakan saat matahari redup. 1500.00 1000.00 500.00 0.00 On-Grid no battery On-Grid with Battery Hybrid Off-Grid PV-Pump PV-Lighting + Controlling Battery-Daytime Lighting + Controlling Battery-Daytime Pump Battery Charge Generator-Pump Generator-Lighting Battery-Nightime Pump Battery-Nightime Lighting + Controlling Gambar 4.11. Grafik Load Scheme (Dokumentasi Pribadi) 4.5.2 Perbandingan Kebutuhan Pada Setiap Kondisi Karena ada banyak kondisi dalam pemasangan solar panel untuk reverse osmosis ini, maka dibuatlah tabel agar mudah dibaca dan dibandingkan. Berikut adalah tabel merk dan jumlah dari kondisi 1 fase, 3 fase dengan baterai, 3 fase dengan generator, dan 3 fase tanpa baterai (hanya menggunakan PV). 40 Tabel 4.9. Perbandingan Kebutuhan Komponen untuk Setiap Kondisi 1 Phase 3 Phase (PV with Battery) 3 Phase (Hybrid) 3 Phase (PV Only) Merk Solar Panel Suntech STP2655 – 20/Web Grape Solar GSS-410-Platinum Grape Solar GSS-410-Platinum Grape Solar GSS-410-Platinum Jumlah Solar Panel 20 520 220 130 Merk Inverter Victron Energy Inverter Easy Solar 24/3000/70-50 Victron Energy Phoenix Inverter 48/5000 Victron Energy Phoenix Inverter 48/5000 Victron Energy Phoenix Inverter 48/5000 Jumlah Inverter 1 5 5 5 Victron Energy Smart Solar Charge Controller 150/70 VE.Can Victron Energy Blue Solar Charge Controller MPPT 150/100 VE. Can Victron Energy Blue Solar Charge Controller MPPT 150/100 VE. Can Victron Energy Blue Solar Charge Controller MPPT 150/100 VE. Can Jumlah MPPT 1 10 10 10 Merk Battery Victron Energy Lithium-Ion HE XANTREX Lithium-Ion 300AH 24V XANTREX Lithium-Ion 300AH 24V XANTREX Lithium-Ion 300AH 24V Jumlah Battery 4 130 30 - Merk MPPT 4.5.3 Perbandingan Kapasitas Pada Setiap Kondisi Berikut adalah kapasitas debit air yang dihasilkan pada setiap kondisi. Terdaopat 4 kondisi sebagai perbandingan yaitu penggunaan PV selama 6 jam, PV 6 jam dan baterai 4 jam, PV 6 jam dan baterai 18 jam, dan PV-Generator. 41 Tabel 4.10. Perbandingan Kapasitas untuk Setiap Kondisi Off-Grid (daytime only) - PV 6 jam Off-Grid (daytime only) - PV 6 jam Baterai 4 jam Hybrid Off-Grid- PV 6 jam Baterai 18 jam Capacity (m3) 25.00 41.67 100.00 100.00 From PV (m3) 25.00 25.00 25.00 25.00 0 16.67 16.67 75.00 0 0 58.33 0 From (m3) Battery From Generator (m3) Distribusi Kapasitas Reverse Osmosis 100 80 60 40 20 0 PV 6 jam PV 6 jam - Baterai 4 jam Capacity (m3) From PV Hybrid From Battery PV 6 jam - Baterai 18 jam From Generator Gambar 4.12. Grafik Perbandingan Distribusi Kapasitas 4.5.4 Diagram Skema Sistem Solar Panel Dalam instalasi sistem solar panel didapatkan bahwa inslatasi menggunakan sistem off-grid dan hybrid yang membutuhkan dukungan energi lain selain solar panel sendiri yaitu generator dan baterai. Diagram skema ini dibuat menggunakan software AutoCAD. Konfigurasi diagram skema sistem solar panel tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah. 42 Gambar 4.13. Instalasi Sistem Solar Panel 1 Phase Gambar 4.14. Instalasi Sistem Solar Panel 3 Phase PV-Battery 43 Gambar 4.15. Instalasi Sistem Solar Panel 3 Phase PV-Generator 4.6 Desain Solar Panel Roof Setelah mendapatkan beberapa parameter dan dimensi untuk merancang desain solar panel roof, peneliti melakukan proses perancangan solar panel roof dengan menggunakan software SketchUp. Beberapa dimensi dan parameter yang diperhatikan dalam perancangan solar panel roof antara lain; Tabel 4.11. Parameter dan Dimensi Solar Panel Roof Parameter Nilai/Besar Satuan Panjang 40.4 Meter (m) Lebar 26.5 Meter (m) Tingi tiang terendah 4 Meter (m) Luas atap 1070.6 Meter kuadrat (m²) Kemiringan Atap 12 Derajat (º) 44 Gambar 4.16. Solar Panel Roof Tampak Samping Gambar 4.17. Solar Panel Roof Tampak Atas 45 Gambar 4.18. Solar Panel Roof Tampak Depan 4.7 Layout Lahan Reverse Osmosis Pembuatan desain Layout dan penempatan Solar Panel Roof mengacu pada lokasi lahan reverse osmosis di Pacitan akan menggunakan software Sketchup. Gambar 4.19. Reverse Osmosis Plant Tampak Samping Kiri Gambar 4.27 merupakan gambar Reverse Osmosis Plant yang sudah teraplikasikan solar panel roof. Solar panel roof menutupi keseluruhan pompa reverse osmosis, baterai, inverter, dan MPPT. Gambar 28 adalah layour keseluruhan tampak atas yang dapat terlihat solar collector area dengan panjang 40.4 m dan lebar 26.5 m, 46 jadi total keseluruhan solar collector area sebesar 1070.6 m2. Gambar 4.20. Reverse Osmosis Plant Tampak Atas `Pada gambar 4.29 solar panel roof memiliki 3 kolom memanjang. Kita juga dapat melihat tinggi antar kolom berbeda-beda dan lebih tinggi mengarah ke depan, ini dikarenakan solar panel roof memiliki kemiringan atap sebesar 12º dengan tinggi pilar terpendek adalah 4 m dan tertinggi 7.1 m. Gambar 4.21. Reverse Osmosis Plant Tampak Samping Kanan 47 4.8 Permodelan Sistem Pada bab ini akan dijelaskan model dari berbagai elemen pada sistem dengan tujuan untuk simulasi dengan software MATLAB. Pertama, permodelan untuk sistem PV, kemudian dilanjut dengan MPPT, baterai, dan inverter. Kemudian dilanjutkan dengan model sistem reverse osmosis yaitu pompa feedwater, pompa ultrafiltrasi, pompa high pressure, dan membran. Setelah itu akan dicari output debit air yang dihasilkan oleh sistem reverse osmosis berdasarkan setiap kondisi PV. Gambar 4.22. Blok Diagram Sistem PVRO 4.8.1 Permodelan Sistem PV Model dari sistem PV ini berdasarkan pada model dari Walker. Perhitungan utama untuk mendapat arus dan tegangan dari sel adalah : 𝑞(𝑉+𝐼𝑅𝑠) 𝑉+𝐼𝑅𝑠 ) − ( 𝑅𝑠ℎ ) 𝑛𝐾𝑇 𝐼 = 𝐼𝐿 − 𝐼0 𝑒𝑥𝑝 ( 𝐼 𝐼𝐿 𝐼0 𝑉 𝑅𝑠 𝑅𝑆𝐻 𝑞 𝑘 𝑛 𝑇 (8) = 𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑜𝑏𝑡𝑎𝑖𝑛𝑒𝑑 𝑓𝑟𝑜𝑚 𝑡ℎ𝑒 𝑐𝑒𝑙𝑙 (𝐴) = 𝑝ℎ𝑜𝑡𝑜 𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 (𝐴) = 𝑑𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑐𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 (𝐴) = 𝑣𝑜𝑙𝑡𝑎𝑔𝑒 𝑡ℎ𝑟𝑜𝑢𝑔ℎ 𝑡ℎ𝑒 𝑐𝑒𝑙𝑙 (𝑉) = 𝑠𝑒𝑟𝑖𝑒s 𝑟𝑒𝑠𝑖𝑠𝑡𝑎𝑛𝑐𝑒 (𝛺) = 𝑠ℎ𝑢𝑛𝑡 𝑟𝑒𝑠𝑖𝑠𝑡𝑎𝑛𝑐𝑒 (𝛺) = 𝑒𝑙𝑒𝑐𝑡𝑟𝑜𝑛 𝑐ℎ𝑎𝑟𝑔𝑒 (𝐶) = 𝐵𝑜𝑙𝑡𝑧𝑚𝑎𝑛𝑛 ′ 𝑠 𝑐𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑡 ( 𝑚2𝑘𝑔/𝑠2𝐾 ) = 𝑑𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑞𝑢𝑎𝑙𝑖𝑡𝑦/𝑖𝑑𝑒𝑎𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑓𝑎𝑐𝑡𝑜𝑟 = 𝑡𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑢𝑟𝑒 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑐𝑒𝑙𝑙 (𝐾) Input dari PV array adalah data cuaca dan parameter PV untuk menghitung daya keluaran efektif dalam Watt. Persamaan terebut menggunakan insolasi data harian dan referensi spek PV untk menentukan radiasi efektif pada setiap interval. Kemudian dikalikan dengan daya dari array dan kerugian output pada setiap interval. PV Powert = Daily insolation x Pv Profilet x Array Rating x (1-losses) (9) Script MATLAB berikut akan menunjukkan perhitungan dari semua parameter dan membuat beberapa perhitungan sebagai berikut. 48 Gambar 4.23. Script MATLAB untuk Model PV Grape Solar GS-S-410 Kurva I-V 9 8 7 Arus (I) 6 5 4 3 2 1 0 1 10 20 30 40 Tegangan (V) Gambar 4.24. Grafik I-V pada Kondisi Standar 50 49 Kurva P-V 450 400 350 Daya (P) 300 250 200 150 100 50 0 0 10 20 30 40 50 60 Tegangan (V) Gambar 4.25. Grafik P-V pada Kondisi Standar Gambar 4.24 dan 4.25 menunjukkan kurva I-V dan P-V hasil simulasi. Nilai I didapatkan dari Isc dan nilai V didapatkan dari Voc. Nilai lain yang dibuat konstan diantaranya Konstanta Boltzman (K) = 1.381-23 dan muatan elektron (q) = 1.602-19. 4.8.2 Permodelan Komponen PV Gambar 4.26. Blok Diagram Sistem Photovoltaic Perhitungan energi didasarkan pada metode perhitungan Coulomb dimana arus mengalir dihitung. Perhitungan menggunakan metode diskrit iterasi dimana nilai dari iterasi sebelumnya digunakan untuk menghitung setiap komponen berikutnya. Setiap komponen dari model, memiliki persamaannya sendiri yang berkontribusi pada simulasi sistem. Perhitungan MPPT menggunakan output PV array, tegangan baterai, dan parameter input untuk menghitung keluaran arus MPPT dalam Ampere. (10) 50 Setelah mendapatkan arus dan tegangan dari baterai, langkah selanjutnya adalah mencari arus keluaran dari MPPT, persamaan untuk mencari arus tersebut adalah dengan mengalikan tegangan dan arus dari keluaran PV kemudian dibagi dengan tegangan MPPT dan efisiensi MPPT. 𝑉𝑝𝑣 𝑥 𝐼𝑝𝑣 𝐼𝑚𝑝𝑝𝑡 = 𝑉𝑚𝑝𝑝𝑡 𝑥 𝐸𝑓𝑓.𝑚𝑝𝑝𝑡 (11) Perhitungan inverter menggunakan daya beban, tegangan baterai yang sebelumnya, dan parameter input inverter untuk menghitung masukan arus inverter dalam Ampere. (12) Untuk mencari charge capacity, dapat dicari dengan mengalikan efisiensi MPPT, Vop, dan arus dari MPPT. 𝐶ℎ𝑎𝑟𝑔𝑒 𝑐𝑎𝑝 = 𝐸𝑓𝑓. 𝑚𝑝𝑝𝑡 𝑥 𝑉𝑜𝑝 𝑥 𝐼𝑚𝑝𝑝𝑡 (13) Kapasitas Baterai Selama Mensuplai Beban 160000 Battery Power (Watt) 140000 120000 100000 80000 60000 40000 20000 0 15.00 16.00 17.00 18.00 Jam Gambar 4.27. Grafik Kapasitas Baterai Selama Mensuplai Beban Dari grafik dapat dilihat bahwa pada jam ke 7 atau pukul 15.00, daya baterai yang terisi adalah 139645.7 Watt dan semakin menurun karena PV tidak menyuplai baterai setelah 6 jam. Penurunan kapasitas baterai tersebut dikarenakan baterailah yang digunakan untuk mensuplai beban RO selama 4 jam. Sisa kapasitas baterai terakhir pada pukul 18.00 adalah 8395.7 Watt. 51 Kapasitas Baterai Selama Mensuplai Beban Battery Power (Watt) 800000 700000 600000 500000 400000 300000 200000 100000 08.00 07.00 06.00 05.00 04.00 03.00 02.00 01.00 00.00 23.00 22.00 21.00 20.00 19.00 18.00 17.00 16.00 15.00 0 Jam Gambar 4.28. Grafik Kapasitas Baterai Selama Mensuplai Beban Sama seperti kondisi PV 6 jam- baterai 4 jam, pada kondisi ini dapat dilihat bahwa pada jam ke 7 atau pukul 15.00, daya baterai yang terisi adalah 752145.7 Watt dan semakin menurun karena PV tidak menyuplai baterai setelah 6 jam. Penurunan kapasitas baterai tersebut dikarenakan baterailah yang digunakan untuk mensuplai beban RO selama 18 jam. Pada jsm 08.00 sisa kapasitas baterai adalah 8395.687 Watt. 4.8.3 Permodelan Motor Pompa Gambar 4.29. Blok Diagram Sistem Reverse Osmosis Untuk mencari daya hidrolik, dapat diperoleh dari membagi keluaran inverter dengan efisiensi motor. 𝑃𝑒𝑙𝑒𝑐𝑡𝑟𝑖𝑐 𝑃 ℎ𝑦𝑑𝑟𝑎𝑢𝑙𝑖𝑐 = 1000 𝑥 𝑒𝑓𝑓.𝑚𝑜𝑡𝑜𝑟 dimana Pelectric = didapatkan dari output inverter (watt) Eff. motor = 0.7 (14) 52 Untuk debit yang dapat dihasilkan oleh sistem, dapat diperoleh dari : 𝑄 = 𝑃ℎ𝑦𝑑𝑟𝑎𝑢𝑙𝑖𝑐 𝑥 1714 𝑥 𝑒𝑓𝑓. 𝑒𝑛𝑔𝑖𝑛𝑒/𝑝𝑟𝑒𝑠𝑠𝑢𝑟𝑒 (15) dimana Q = debit air yang dihasilkan (liter) Eff. engine = 0.7 P = tekanan (psi) Untuk perhitungan debit pada saat recovery, dapat dicari dengan mengalikan laju aliran dari pompa dengan recovery ratio. 𝑄𝑝 = 𝑄𝑓 𝑥 𝑌 (16) dimana Qf = laju aliran dari outlet pompa (liter) Y = recovery ratio (0.675) 4.9 Hasil Simulasi Pada bab ini akan dijelaskan hasil dari simulasi sistem berdasarkan setiap kondisi dari management energy yaitu PV 6 jam, PV 6 jam – baterai 4 jam, dan PV 6 jam – baterai 18 jam. Input dari PV sendiri adalah radiasi matahari dan temperatur sel PV. Radiasi di dapat dari pengukuran menggunakan Solar Power Meter pada 28 Januari – 2 Februari 2021 di Pakisaji, Malang dari pukul 09.00 – 14.00 WIB. Tabel 4.12. Hasil Pengukuran Radiasi Matahari 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 2 Iradiasi (W/m ) 715.85 791.82 875.53 935.88 829.15 14.00 731.82 4.9.1 Hasil Simulasi Kondisi PV 6 Jam Pada kondisi ini, beban reverse osmosis hanya disuplai oleh PV tanpa menggunakan baterai. PV berjumlah 130 buah dan mulai menyuplai beban RO pukul 09.00-14.00. 53 Power PV Panels (Watt) Power Output 48000 46000 44000 42000 40000 38000 36000 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 Hour Gambar 4.30. Grafik Keluaran Daya PV Per Jam Dalam grafik ditunjukkan bahwa pada 1 jam pertama yaitu antara pukul 09.0010.00, daya yang dikeluarkan PV adalah 41500 W dan semakin besar seiring dengan semakin besarnya pula iradiasi matahari. Puncaknya adalah di jam ke 4 atau pukul 12.00 yaitu sebesar 45750 W. Kemudian daya yang dikeluarkan kembai turun seiring dengan iradiasi matahari yang menurun, dan pada pukul 14.00, daya yang dihasilkan adalah 40000 W. Tabel 4.13. Hasil Debit Air Kondisi PV 6 Jam 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 Total Debit air dari PV (liter) 3736.443045 3736.443045 3951.171248 4104.539125 3831.027607 3583.056287 22942.68 54 Debit air dari PV 4200 Debit 4000 3800 3600 3400 3200 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 Jam Gambar 4.31. Grafik Kapasitas Air yang Dihasilkan Berdasarkan grafik, dapat dilihat bahwa pada pukul 09.00-10.00 atau 1 jam pertama, debit air yang dihasilkan adalah sekitar 3750 liter dan semakin meningkat seiring meningkatnya iradiasi matahari. Debit air maksimal yang dihasilkan berada pada pukul 12.00 yaitu 4100 liter dan kembali menurun seiring dengan menurunnya iradiasi matahari. Kapasitas total debit air yang dihasilkan selama 6 jam adalah 22.942 m3 atau 22942 liter. 4.9.2 Hasil Simulasi Kondisi PV 6 Jam – Baterai 4 Jam Pada kondisi ini, beban reverse osmosis hanya disuplai oleh PV dan baterai. PV berjumlah 220 buah mulai menyuplai beban RO pukul 09.00-14.00 dan dilanjutkan baterai pada pukul 14.00-18.00. Tabel 4.14. Hasil Debit Air Kondisi PV 6 Jam – Baterai 4 Jam Debit air dari Debit air dari PV (liter) baterai (liter) 09.00 3736.443 10.00 3736.443 11.00 3951.1712 12.00 4104.5391 13.00 3831.0276 14.00 3583.0563 3458.00723 15.00 3458.00723 16.00 3458.00723 17.00 3458.00723 18.00 13832.0289 Total 22942.68 55 Debit Air yang Dihasilkan 4200 4000 Debit 3800 3600 3400 3200 3000 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 16.00 17.00 18.00 Jam Debit air dari PV Debit air dari baterai Gambar 4.32. Grafik Kapasitas Air yang Dihasilkan Berdasarkan grafik, dapat dilihat bahwa pada 6 jam pertama yaitu pukul 09.0014.00, beban masih disuplai menggunakan PV dan menghasilkan debit air total sebesar 22942 liter. Pada jam ke 7-10 atau pukul 14.00-17.00, sistem RO mulai disuplai oleh baterai. Total debit air yang dihasilkan selama 10 jam adalah 36.775 m3 atau 36775 liter dan debit air yang dihasilkan oleh baterai selama 4 jam adalah 13.832 m3 4.9.3 Hasil Simulasi Kondisi PV 6 Jam – Baterai 18 Jam Pada kondisi ini, beban reverse osmosis hanya disuplai oleh PV dan baterai. PV berjumlah 520 buah dan mulai menyuplai beban RO pukul 09.00-14.00 dan sisanya akan disuplai oleh baterai selama 18 jam. Tabel 4.15. Hasil Debit Air Kondisi PV 6 Jam – Baterai 18 Jam Debit air dari PV (liter) 06.00 07.00 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 3736.443 3736.443 3951.171 4104.539 3831.028 3583.056 Debit air dari baterai (liter) 3458.007 3458.007 3458.007 56 15.00 16.00 17.00 18.00 19.00 20.00 21.00 22.00 23.00 00.00 01.00 02.00 03.00 04.00 05.00 Total 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 3458.007 67355.32 22942.68 Debit Air yang Dihasilkan 4200 4000 Debit 3800 3600 3400 3200 06.00 07.00 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 16.00 17.00 18.00 19.00 20.00 21.00 22.00 23.00 00.00 01.00 02.00 03.00 04.00 05.00 3000 Jam Debit air dari PV Debit air dari baterai Gambar 4.33. Grafik Kapasitas Air yang Dihasilkan Berdasarkan grafik, dapat dilihat bahwa pada 6 jam pertama yaitu pukul 09.0014.00, beban masih disuplai menggunakan PV dan menghasilkan debit air total sebesar 22.942 m3. Pada jam ke 7-24, sistem RO mulai disuplai oleh baterai. Total debit air yang dihasilkan selama 24 jam adalah 90.298 m3 atau 90298 liter dan debit air yang dihasilkan oleh baterai selama 18 jam adalah 67.355 m3. 57 4.10 Perbandingan Hasil Antara Hitungan dan Simulasi Terdapat perbedaan antara debit air yang dikeluarkan oleh sistem reverse osmosis menggunakan perhitungan dan menggunakan simulasi MATLAB. Perbedaan tersebut disebabkan oleh input PV yaitu iradiasi matahari yang selalu berubah-ubah tiap jam nya. Sedangkan pada perhitungan, iradiasi matahari tidak diperhitungkan atau dianggap konstan pada nilai 1000 W/m2 dan temperatur 25 oC yang merupakan kondisi ideal untuk PV. Tabel 4.16. Perbandingan Debit Air yang Dihasilkan Antara Perhitungan dengan Simulasi Debit air perhitungan (m3) Debit air simulasi (m3) PV 6 jam PV 6 jam - baterai 4 jam PV 6 jam - baterai 18 jam 25 41.67 100 22.942 36.775 90.298 Perbandingan Kapasitas Perhitungan dan Simulasi 120 Kapasitas 100 80 60 40 20 0 PV 6 jam PV 6 jam - Baterai 4 jam PV 6 jam - Baterai 18 jam Capacity (perhitungan) Capacity (simulasi) Gambar 4.34. Grafik Perbandingan Kapasitas Antara Perhitungan dan Simulasi Berdasarkan tabel dan grafik, dapat dilihat bahwa kapasitas debit air yang dihasilkan dari perhitungan lebih besar daripada pada simulasi. Hal ini dikarenakan pengaruh iradiasi matahari yang selalu berubah-ubah dan membuat PV tidak dapat selalu mengeluarkan daya maksimalnya. 58 4.11 Penghematan Energi Oleh PV Dalam instalasi PV, terdapat pengurangan energi yang dibutuhkan baik oleh PLN maupun generator dalam menyuplai beban. Penghematan ini dihitung berdasarkan kebutuhan energi sistem reverse osmosis setiap kondisi dibandingkan dengan energi yang dihasilkan oleh PV selama 6 jam. Rata-rata penghematan energi akibat PV adalah 94.93%. Pemakaian 6 Jam Pemakaian 10 Jam Pemakaian 24 Jam Tabel 4.17. Penghematan Energi Daya yang Dibutuhkan Daya dari PV PLN / Generator Selama 6 Jam (kWh) (kWh) 270 255 450 432 1080 Penghematan Rata-Rata 1020 Penghematan 94.44% 95.89% 94.44% 94.93% 59 BAB 5 KESIMPULAN 5.1 Gambaran Umum Penelitian Latar belakang dari penelitian ini adalah banyaknya masyarakat daerah remote area yang kekurangan akses air bersih, sehingga masyarakat setempat memanfaatkan sistem desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sistem RO sendiri mempunyai komponen yang sangat banyak dan beberapa mempunyai daya yang begitu besar sehingga membutuhkan energi dan biaya yang besar juga sehingga energi terbarukan diperlukan untuk menghemat pengeluaran biaya. Indonesia merupakan daerah tropis, sehingga energi surya dapat dimanfaatkan untuk menyuplai beban reverse osmosis. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan desain PVRO untuk pengaplikasian pada reverse osmosis plant kapasitas 100 m3/hari, model desain aplikasi PVRO menggunakan simulasi MATLAB, dan mengetahui kinerja sistem RO yang disuplai energi oleh solar photovoltaic melalui simulasi MATLAB. 5.2 Kesimpulan Berdasarkan data yang diperoleh dan analisa yang dilakukan pada penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Desain solar panel roof memiliki panjang 40.4 meter, lebar 26.5 meter, tinggi tiang terendah 4 meter, dan luas atap (solar collector area) sebesar 1070.6 meter2. Solar panel roof memiliki kemiringan atap sebesar 12º untuk memaksimalkan sinar matahari yang masuk ke modul solar panel. 2. Desain aplikasi PVRO menggunakan simulasi MATLAB dilakukan dengan memasukkan data iradiasi matahari yang dilakukan melalui pengambilan sample menggunakan solar power meter. Data yang didapatkan dari PV adalah arus dan voltase yang digunakan untuk menghitung arus keluaran MPPT atau battery charger. Hasil dari arus MPPT digunakan untuk menghitung arus keluaran dari inverter, dan hasilnya digunakan untuk menghitung kebutuhan daya reverse osmosis. Perhitungan daya hidrolik didapatkan dari hasil output inverter, dan hasil dari daya tersebut dapat digunakan untuk mencari debit air yang dihasilkan sistem. 3. Penggunaan PV sejumlah 130 unit, untuk kondisi PV 6 jam menghasilkan debit air sebanyak 22.942 m3, yang mana hasil tersebut masih kurang jika dibandingkan dengan hasil dari perhitungan sebesar 25 m3. Kondisi ini membutuhkan daya sebesar 298.56 kWh. Pada kondisi PV 6 jam – baterai 4 jam, PV yang digunakan sebanyak 220 unit dan 30 unit baterai, dapat menghasilkan debit air sebanyak 36.775 m3 sedangkan menurut perhitungan adalah 41.67 m3 dan membutuhkan daya sebesar 478.5 kWh. Untuk kondisi PV 6 jam – baterai 18 jam, membutuhkan 520 unit PV dan 130 unit baterai, dapat menghasilkan 90.298 m3 debit air sedangkan menurut perhitungan adalah 100 m3 dan 60 membuthkan daya sebesar 1148.4 kWh. Sedangkan untuk kondisi PV-Generator, jumlah debit air yang dihasilkan adalah 100 m3 berdasarkan perhitungan dan daya yang dibutuhkan adalah 1148.4 kWh. Perbedaan debit air ini dikarenakan pengaruh radiasi matahari yang tidak menentu. 5.3 Saran Berdasarkan hasil analisa data dan perbandingan dengan penelitian sebelumnya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga menjadi bahan evaluasi agar kedepannya terdapat perbaikan dan penelitian yang lebih dalam. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1. 2. Menambahkan sistem PVRO dengan wind turbine atau wave farm sebagai alternatif energi untuk menghemat jumlah PV yang dibutuhkan sekaligus menghemat lahan. Melakukan pengukuran radiasi matahari selama minimal 1 bulan untuk mendapatkan data yang lebih valid. 61 DAFTAR PUSTAKA A Seoudy, H A Lotfy, and I Saleh (2008). “Simulation of A Reverse Osmosis Seawater Desalination Plant, Part 1: Theoretical Modeling Of A Real Plant And Its Validation”. Military Technical College Kobry El-Kobbah, Cairo, Egypt. A.M. Thomson (2003). ”Reverse-Osmosis Desalination of Seawater Powered by Photovoltaics”. Loughborough University. Anonim (2010). ”Technical Application Paper No. 10 Photovoltaic Plans”. Italia: ABB SACE. Cheah Foong Sing (2004). “Photovoltaic Reverse Osmosis Desalination System”. U.S. Department of the Interior Bureau of Reclamation. Ditya, Danang Jawara (2020). “Desain Sistem Desalinasi Menggunakan Metode Reverse Osmosis di Wilayah Pesisir Pantai”. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Garud, et al (2011). ”A Short Review on Process and Applications of Reverse Osmosis”. Journal of Enviromental Research and Technology. Vol. 1. Kusindriani N. (2020). “Daftar Tarif Dasar Listrik Terbaru 2020” https://www.cekaja.com/info/daftar-tarif-dasar-listrik-terbaru-2020-besertarumus-penghitungannya/ diakses pada tanggal 8 September 2020. Nashed Amir (2014), “High Recovery Rate Solar Driven Reverse Osmosis and Membrane Distillation Plants for Brackish Groundwater Desalination in Egypt”. School of Photovoltaic and Renewable Energy Engineering Faculty of Engineering University of New South Wales Sydney, Australia. Oi Akihiro (2005) “Design and Simulation of Photovoltaic Water Pumping System”. Faculty of California Polytechnic State University, San Luis Obispo. Pangestuningtyas D.L. (2013). “Analisis Pengaruh Sudut Kemiringan Panel SuryaTerhadap Radiasi Matahari yang Diterima Oleh Panel Surya Tipe Larik Tetap”. Semarang. Universitas Diponegoro. Quanschning, Volker (2005). “Understanding Renewable Energy Systems”. Ukraina. Rannels, James (2001). “Solar Energy Materials and Solar Cells”. p. 65. 62 World Health Organization and UNICEF (2006). “Meeting the MDG drinking water and sanitation target”. https://www.who/int/water_sanitation_health.pdf diakses pada 7 Agustus 2020. Zhang Jin (2015), “Computational Modelling and Evaluation of Reverse Osmosis and Forward Osmosis Water Treatment Technologies Integrated with CCHP Waste Heat”. Stanford University. 63 Halaman ini sengaja dikosongkan 64 LAMPIRAN Lampiran 1 Data Radiasi Matahari Tanggal 28 Januari – 2 Februari 2021 Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 646.7 653.6 822.3 786.2 690.1 696.2 885.4 443.7 883 879.6 859.1 800.1 962.2 454.8 968 964.4 942.4 961.4 403.8 711.5 1190 1054 1131 1125 488.1 563 1039 1048 1014 822.8 382.2 969.8 350.2 987.7 973.7 727.3 Lampiran 2 Kapasitas Baterai Kondisi PV 6 Jam – Baterai 4 jam Kapasitas Baterai 15.00 16.00 17.00 18.00 139645.7 95895.7 52145.7 8395.7 Lampiran 3 Kapasitas Baterai Kondisi PV 6 Jam – Baterai 4 jam Kapasitas Baterai 15.00 16.00 17.00 18.00 19.00 20.00 21.00 22.00 23.00 00.00 01.00 02.00 03.00 04.00 05.00 752145.7 708395.7 664645.7 620895.7 577145.7 533395.7 489645.7 445895.7 402145.7 358395.7 314645.7 270895.7 227145.7 183395.7 139645.7 65 06.00 07.00 08.00 Lampiran 4 Script PVRO MATLAB 95895.69 52145.69 8395.687 66 67 68 69 70 71 72 73 74 Lampiran 5 Spesifikasi Modul Suntech Lampiran 6 Spesifikasi Victron Energy Inverter Easy Solar 24/3000/70-50 75 Lampiran 7 Spesifikasi Victron Energy Smart Controller 150/70 VE. Can Lampiran 8 Spesifikasi Victron Energy Lithium-ion HE 76 Lampiran 9 Spesifikasi Modul Grape Solar Lampiran 10 Spesifikasi Victron Energy Phoenix Inverter 48/5000 77 Lampiran 11 Spesifikasi Victron Blue Solar Charge Controller MPPT 150/100 VE. Can Lampiran 12 Spesifikasi XANTREX Lithium Ion 300 AH 24V 78 Lampiran 13 Spesifikasi Generator Caterpillar XQ45 79 BIODATA PENULIS Penulis mempunyai nama lengkap Anisa Ayu Sophia Dewi dan biasa dipanggil Sophie. Dilahrikan di Kota Malang pada tanggal 28 Februari 2000. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Penulis telah menyelesaikan jenjang pendidikan formal di SD NU Kepanjen (2006-2012), MTs Negeri 1 Malang (2012-2014), dan SMA Negeri 3 Malang (2014-2017). Penulis melanjutkan Pendidikan tinggi di Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan bidang studi Marine Machinery and System (MMS) dengan NRP 04211740000047. Penulis pernah menjalani Kerja Praktik di PT. Orela Shipyard untuk mempelajari proses repair kapal MT. Lintas IX sekaligus mempelajari proses inspeksi kapal. Kerja Praktik II dilakukan di Kangean Energy Indonesia Ltd. dan ditempatkan di divisi Production. Disana penulis mempelajari proses pengeboran gas hingga distribusi, proses maintenance, dan health and safety environment. Selama masa perkuliahan, penulis aktif dan berpengalaman dalam berbagai organisasi serta kepanitiaan. Penulis pernah menjadi Staff Hubungan Luar Himpunan Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan (Himasiskal) periode 2019-2020, dan dilanjutkan dengan menjadi Wakil Kepala Departemen Hubungan Luar Himasiskal periode 2020-2021. Selain itu penulis pernah menjadi Sekretaris Short Course Sertifikasi Insinyur Profesional 2019 yang diadakan Ikatan Alumni Fakultas Teknologi Kelautan (ALFATEKELITS), dan Sekretaris pelatihan Microsoft Project yang diadakan iMarest. Selain kegiatan kepanitiaan, ada beberapa pelatihan yang penulis ikuti semasa perkuliahan yaitu Character Building Himasiskal, LKMM Pra TD, Pelatihan AutoCAD Basic, dan Pelatihan MATLAB Basic. Anisa Ayu Sophia 04211740000047 Sophiadewi12@gmail.com
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )