Integrasi Moderasi Beragama dan Konsep Wisata Halal di Kabupaten Bandung Barat (Studi Empiris Respons Masyarakat Lokal terhadap Wisata Halal dan Moderasi Beragama) Latar Belakang Menjalani kehidupan yang sesuai dengan syariat-syariat Islam adalah sebuah keharusan bagi setiap muslim. Sesuai dengan Syariah yaitu sesuai dengan anjuran dan larangan Allah SWT. Syariah Islam berarti sesuai dengan hukum-hukum dan ketetapan Allah SWT. yang berasal dari Al-quran dan Hadis. Tujuan Syariah Islam adalah untuk membantu umat Islam dalam menjalani kehidupan yang konsisten dengan keinginan Allah SWT, menciptakan masyarakat yang adil dan damai. Syariah tidak hanya mengatur hubungan antara individu dan Allah, tetapi juga fokus kepada interaksi antara manusia dan lingkungannya yang memastikan bahwa pilihan dan tindakan sehari-hari selaras dengan nilai-nilai dan ajaran Islam. Salah satu aspek yang dapat mencakup lingkup Syariah islam adalah wisata halal. Fenomena baru di sektor pariwisata adalah pariwisata halal, mendorong beberapa negara khususnya di Asia, termasuk Singapura, Taiwan, Korea, Jepang, dan Indonesia, untuk mulai menumbuhkan konsep ini (Ramadhan et al., 2024). Fatwa MUI (Syariah et al., 2001) mengenai penyelenggararaan pariwisata halal sebagai Langkah awal memajukan sektor pariwisata halal di Indonesia. Akan tetapi, kemunculan fatwa ini menimbulkan keresahan di dikalangan Masyarakat Indonesia, terutama Masyarakat non muslim. (El-Fadl, 2001) menyebutkan keresahan yang terjadi dikarenakan adanya pendapat bahwa fatwa yang dikeluarkan oleh MUI memiliki kesan eksklusif serta hanya diperuntukan bagi orang muslim saja. Sebagaimana yang dijelaskan pada fatwa MUI nomor 108/DSN-MUI/X/2016 (Syariah et al., 2001) pada poin ke4 (empat) yang dimaksud dengan pariwisata halal adalah wisata yang sesuai dengan prinsip syariah. Akan tetapi pada poin ke-5 (lima) menerangkan bahwa destinasi wisata syariah merupakan Kawasan geografis yang terletak dalam satu atau lebih teritori administrative yang memiliki daya tarik didalamnya berupa fasilitas ibadah dan umum, pariwisata, aksebilitas, ataupun masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terciptanya kepariwisataan yang sesuai dengan prinsip syariah. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Ramadhan et al., (Ramadhan et al., 2024) menyatakan bahwa pariwisata halal secara positif mempengaruhi kepuasan wisatawan secara substansial. Temuan ini mengungkapkan bahwa seiring dengan meningkatnya pariwisata halal, begitu pula kepuasan yang dilaporkan oleh wisatawan yang terlibat dalam penelitian. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas memainkan peran penting dalam membentuk hubungan dengan pariwisata halal, menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pariwisata halal sesuai dengan peningkatan kepuasan wisatawan, terutama dipengaruhi oleh keyakinan agama responden. Indonesia bertujuan untuk meningkatkan pariwisata halalnya dalam skala global. Hal ini dipamerkan pada acara World Halal Tourism di Abu Dhabi pada tahun 2016. Indonesia meraih 12 penghargaan di 16 kategori. Berbagai elemen diberlakukan untuk membantu sektor pariwisata Indonesia mengakses pasar dunia, khususnya di kancah pariwisata halal. Namun demikian, sangat penting untuk meningkatkan sektor pariwisata halal di Indonesia, karena tantangan seperti perjudian yang meluas, lokasi prostitusi, klub malam, penjualan minuman beralkohol yang tidak dibatasi, dan kegiatan yang tidak sesuai dengan hukum syariah memerlukan perhatian terfokus (Satriana & Durrotul, 2018) Selain daripada itu, konsep wisata halal juga masih dihadapkan pada beberapa permasalahan, salah satunya adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya moderasi beragama (Republik Indonesia, 2020). Moderasi beragama sendiri menurut (Republik Indonesia, 2020) merupakan konsep yang mengajarkan tentang pentingnya toleransi, inklusi, dan kebebasan beragama. Penelitian yang dilakukan oleh (Gajah Mada, 2020), membuktikan hanya 20% dari total pelaku usaha pariwisata yang memahami pentingnya moderasi beragama wisata halal. Permasalahan lainnya adalah, menurut laporan yang dilakukan oleh (Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2020) menyebutkan hanya 30% dari total destinasi wisata di Indonesia yang memiliki infrastruktur wisata halal yang moderat. Kurangnya Kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, dan Masyarakat yang menyebabkan hanya 20% dari total destinasi wisata di Indonesia yang memiliki Kerjasama yang efektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan Masyarakat dalam pengembangan wisata halal. Pengembangan wisata halal di kabupaten Banudung barat seharusnya juga harus mempertimbangkan aspek moderasi beragama untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi Masyarakat dalam Upaya membangun wisata halal. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Bandung, 2020) moderasi beragama bisa mempengaruhi kesadaran dan partisipasi Masyarakat dalam mengembangkan wisata halal. Bukan hanya dikalangan muslim saja, kalaangan wisatawan yang bukan beragama muslim seharusnya juga bisa mengembangkan hal tersebut. Menurut (Rahman et al., 2020) adanya wisatawan non-muslim di wisata halal merupakan isu yang sangat kompleks serta memerlukan pertimbangan yang sangat matang. Pernyataan tersebut juga menjadi topik permasalahan yang akan peneliti kaji dalam tulisan ini. Kabupaten bandung barat dijadikan objek penelitian dikarenakan terdapat beberapa wisata yang bisa diteliti dalam studi kasus tersebut. Badan Pusat Statistik (KBB, 2020) menyebut meskipun Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi wisata halal yang besar, namun belum ada penelitian yang secara spesifik membahas tentang pengembangan wisata halal di kabupaten ini, terutama dalam hal moderasi beragama, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui strategi pengembangan wisata halal yang efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang fokus kepada bentuk penyelidikan yang menghasilkan wawasan yang tidak dapat diperoleh melalui analisis statistik atau pendekatan kuantitatif apa pun (Miles & Huberman, 2014). Penerapan metode ini dianggap lebih relevan untuk memahami gaya hidup atau perilaku masyarakat daripada strategi yang digunakan dalam penelitian kuantitatif. Melalui penelitian kualitatif, peneliti terlibat dengan responden dan menumbuhkan wawasan tentang lingkungan mereka. Pendekatan ini menghasilkan data deskriptif yang terdiri dari: kata-kata yang diucapkan, konten tertulis, dan tindakan individu yang diobservasi. Dalam penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengumpulkan data berdasarkan pengamatan atau observasi mengenai integrasi moderasi beragama dan wisata halal di kabupaten Bandung Barat. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik Triangulasi. Bila peneliti menggunakan teknik triangulasi, berarti peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dnegan berbagai Teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data (Sugiyono, 2017) Teknik Analisis Data Data akan diolah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis tanggapan masyarakat, menggambarkan, dan memberi kesimpulan dari berbagai jenis data yang didapat melalui peraturan-peraturan yang terkait, wawancara pihak yang berkompeten, analisis bahan yang berasal dari naskah publikasi/laporan pemerintah, website pemerintah, dan artikel media massa yang berhubungan dengan topik kajian. Kemudian data-data tersebut dianalisis untuk menjawab permasalahan yang sedang diteliti. Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah wisata XXX Kecamatan X, Kabupaten Bandung Barat. Adapun responden yang akan terlibat adalah sejumlah X. Tahapan Penelitian Januari Persiapan X Pengumpulan Data Februari Maret X X Analisis Data X Penulisan dan Pelaporan Monitoring dan Evaluasi X X X April Mei Juni X X X X X X X Biaya Biaya ini mencakup berbagai komponen yang memastikan bahwa semua aspek penelitian dapat dilakukan dengan baik dan hasil yang diperoleh valid serta dapat diandalkan. Komponen Biaya Rincian Biaya Personalia Gaji peneliti utama dan tim Biaya Peralatan dan Bahan Pembelian alat penelitian Biaya Pengumpulan Data Transportasi dan akomodasi Konsumsi Insentif responden Biaya Analisis Data Software dan lisensi Biaya Publikasi dan Diseminasi Penulisan dan editing Jumlah (Rp) Biaya Lain-lain Kontingensi Total DAFTAR PUSTAKA Bandung, U. I. (2020). Pengaruh Moderasi Beragama terhadap Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Halal. Universitas Islam Bandung. El-Fadl, K. A. (2001). Speaking in God’s Name: Islamic Law, Authoriy, and Women. Oxford: Oneworld. Gajah Mada, U. (2020). Pengembangan Wisata Halal di Indonesia: Tantangan dan Peluang. Universitas Gajah Mada. KBB, B. (2020). Statistik Pariwisata Kabupaten Bandung Barat. Miles, M., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis. Sage Publications. file:///C:/Users/HP/Downloads/Qualitative Data Analysis_ A Methods Sourcebook PDF Room.pdf Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, K. (2020). Laporan Pengembangan Wisata Halal di Indonesia. Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Rahman, M., Moghavvemi, S., Thirumoorthi, T., & Rahman, M. K. (2020). The impact of tourists’ perceptions on halal tourism destination: a structural model analysis. Tourism Review, 75(3), 575–594. https://doi.org/10.1108/TR-05-2019-0182 Ramadhan, S., Wisanggara, R., Rama, A. S., & Putri, T. A. (2024). Pengaruh Wisata Halal Terhadap Kepuasan Wisatawan Dan Dampak Moderasi Religiusitas Di Sumatera Barat. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 10(1), 511. https://doi.org/10.29040/jiei.v10i1.12261 Republik Indonesia, K. A. (2020). Moderasi Beragama: Konsep dan Implementasi. Jakarta: Kementerian Agama RI. Kementrian Agama Republik Indonesia. Satriana, E. D., & Durrotul, H. (2018). Wisata Halal: Perkembangan, Peluang, dan Tantangan. Journal of Halal Product and Research, 1. Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. In 3. Alfabeta CV. Syariah, D., Mui, N., & Syariah, B. P. (2001). Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No.21/DSN-MUI/X/2001. 19.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )