PERANCANGAN BERBASIS RESIKO Studi kasus “ Penilaian resiko pada sumur Macondo menggunakan ETA dan Bowtie” TABLE OF CONTENTS Definisi, Maksud, 01 Tujuan ETA dan Bowtie Langkah Kerja 02 ETA & Bowtie 03 Studi Kasus 04 Kesimpulan 01 Definisi, Maksud dan Tujuan ETA & Bowtie Event Tree Analysis Event Tree Analysis atau ETA merupakan suatu analisis untuk merepresentasikan urutan kejadian yang saling ekslusif dari suatu peristiwa risiko awal (initial event) sesuai alur berfungsi atau tidak berfungsinya sebuah sistem yang dirancang untuk menangani peristiwa tersebut. Tujuan teknik ETA adalah untuk menentukan apakah peristiwa tersebut dapat dikendalikan oleh sistem dan prosedur keselamatan yang telah didesain dan diterapkan dalam sistem, atau akankah peristiwa tersebut berkembang menjadi suatu kecelakaan serius. Event Tree Analysis Keunggulan Teknik ETA ● ● ● ● Teknik ETA dapat digunakan pada sebuah sistem yang rumit Teknik ETA dapat membantu penggunanya membuat keputusan yang lebih tepat dalam penanganan suatu peristiwa risiko Teknik ETA dapat digunakan untuk menemukan beberapa alternative dari suatu peristiwa risiko awal yang telah ditentukan Teknik ETA dapat dibuat dengan metode yang sederhana tanpa bantuan piranti lunak Event Tree Analysis Kekurangan Teknik ETA ● Teknik ETA tidak dapat mengidentifikasi semua peristiwa risiko awal ● Teknik ETA hanya memiliki keadaan keberhasilan dan kegagalan dari suatu sistem yang ditangani ● Teknik ETA dapat menyebabkan penggunanya tergiring untuk terlalu dini dalam menyimpulkan persepsi optimis Event Tree Analysis Bowtie Analysis Bow Tie Analysis (BTA) adalah sebuah analisa yang menggambarkan secara jelas hubungan antara penyebab kegagalan atau penyebab risiko, kejadian atau risiko, pengendalian preventif dan recovery terhadap risiko (Alizadeh & Moshashaei, 2015). Bowtie Analysis BTA ini awalnya merupakan sebuah teknik untuk mengembangkan Safety Case dalam Industri migas, pasca Insiden Piper Alpha pada tahun 1988. Tujuan dari Bowtie Analysis (BTA) adalah untuk memberikan sebuah gambaran yang menyeluruh (helicopter view) dari logika beberapa skenario peristiwa risiko dan membantu menyediakan penjelasan visual yang sederhana tentang hubungan peristiwa risiko dengan penyebab dan konsekuensinya. 02 LANGKAH KERJA ETA & BOWTIE EVENT TREE ANALYSIS 1. 1. 2. 3. 4. Tentukan peristiwa risiko awal (initial event). Peristiwa risiko awal biasanya dikategorikan ke salah satu dari empat kategori berikut: a. Kegagalan suatu peralatan / mesin beroperasi sesuai dengan fungsinya; b. Kesalahan manusia / Human Error; c. Kegagalan suatu sistem; d. Peristiwa eksternal seperti bencana alam dan lain-lain. Tentukan skenario suatu peristiwa. Membuat skenario bagaimana peristiwa risiko tersebut akan ditangani / dimitigasi. Tentukan tingkat kemungkinan berhasil dan gagalnya suatu penanganan. Untuk setiap penanganan yang diberikan, perlu dicantumkan tingkat kemungkinan berhasil maupun tingkat kemungkinan gagal. Tentukan tingkat dampak apabila suatu skenario terjadi. Dari setiap skenario yang telah dibuat, tentukan hasil akhir ETA dengan membuat perkiraan tingkat dampak yang akan diterima bila suatu peristiwa terjadi. Lakukan Evaluasi dan Berikan Rekomendasi. BOW TIE ANALYSIS 1. 2. Tentukan suatu bahaya yaitu sesuatu hal, baik di dalam, di sekitar, atau bagian dari fasilitas yang memiliki potensi menyebabkan kerusakan atau kerugian. Ketika sebuah bahaya telah teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah menentukan peristiwa puncak apa yang mungkin terjadi. BOW TIE ANALYSIS 3. Mencari penyebab yang dapat menyebabkan peristiwa puncak terjadi. Dalam mencari penyebab, dapat dimulai dengan mengenali perihal-perihal seperti: kesalahan manusia seperti apa yang dapat menyebabkan peristiwa puncak terjadi? Bagian peralatan mana yang mungkin gagal berfungsi? Kondisi cuaca seperti apa atau dampak cuaca seperti apa yang berpotensi menimbulkan peristiwa puncak? 4. Tentukan Konsekuensi atau dampak negatif dari peristiwa puncak. Konsekuensi harus bersifat spesifik dan hindari konsekuensi yang terlalu umum seperti cedera, kerusakan aset, dan lainnya. BOW TIE ANALYSIS 5. Selanjutnya, keluaran yang dihasilkan Bow Tie Analysis merupakan Kontrol Pencegahan, Mitigasi dan Pemulihan. Kontrol pada teknik ini muncul di kedua sisi peristiwa puncak, sisi kiri (kontrol pencegahan) dan sisi kanan (kontrol mitigasi dan pemulihan). Kontrol pencegahan di sisi kiri berfungsi untuk langkah preventif agar penyebab tidak terjadi, dan jika sampai terjadi, tidak mengakibatkan terjadinya peristiwa puncak. Sementara itu, kontrol mitigasi dan pemulihan di sisi kanan memastikan bahwa jika peristiwa puncak terjadi, skenario dari konsekuensi yang dibuat tidak meningkat menjadi konsekuensi aktual dan/atau untuk meminimalisir konsekuensi yang akan diterima/ditanggung. 6. Menentukan Faktor Eskalasi. Kontrol yang dilakukan tidak selamanya dapat menghentikan kemungkinan terjadinya atau mengurangi konsekuensi yang akan diterima, oleh karena itu perlu dicari alasan mengapa sebuah kontrol dapat gagal atau Faktor Eskalasi. Untuk mencegah faktor eskalasi terjadi, dapat menambahkan kontrol eskalasi. BOW TIE ANALYSIS 6. Menentukan Faktor Eskalasi. Kontrol yang dilakukan tidak selamanya dapat menghentikan kemungkinan terjadinya atau mengurangi konsekuensi yang akan diterima, oleh karena itu perlu dicari alasan mengapa sebuah kontrol dapat gagal atau Faktor Eskalasi. Untuk mencegah faktor eskalasi terjadi, dapat menambahkan kontrol eskalasi. 03 Studi Kasus “Ledakan Sumur Minyak Macondo” Location Sumur minyak Macondo sekitar 50 mil di lepas pantai Louisiana di Teluk Meksiko Coordinates : 28° 44′ 12″ N, 88° 23′ 13″ W Location • • • • Tanggal insiden: 20 April 2010 Nama Rig: Deepwater Horizon (DWH) Operator (lease holder): British Petroleum (BP) Kontraktor pengeboran (drilling contractor): Transocean Urutan kejadian Terjadi Blowout Terjadi Ledakan dan kebakaran diatas rig 2 4 1 3 Well-control gagal Uncontrolled release (pelepasan tak terkendali) minyak dan gas (hidrocarbon) 11 menderita cedera fatal akibat ledakan dan kebakaran dan 17 lainnya cedera kritis. Rig Deepwater Horizon tenggelam pada 22 April 2010, sekitar 36 jam setelah ledakan awal. Sekitar 5 juta barel minyak tumpah ke Teluk Meksiko. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan studi yang telah ditetapkan, studi ini membayangkan ledakan sumur minyak Macondo sebagai skenario, yang secara objektif untuk mengevaluasi manajemen risiko ledakan Macondo menggunakan metodologi Bowtie. Tujuan dari studi ini adalah untuk memprioritaskan metodologi penilaian risiko dalam proses manajemen risiko dengan mengetahui penyebab, kontrol yang gagal, peristiwa puncak, dampak, dan konsekuensi dari ledakan sumur minyak Macondo. Hasil Identifikasi & Analisis Kejadian OPERASI SOFTWARE BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP LANGKAH-LANGKAH MENGGUNAKAN BOWTIE XP bowtie top event “blowout” pada studi kasus 04 Kesimpulan Kesimpulan Umum - - ETA adalah suatu analisis untuk menunjukkan urutan kejadian yang saling eksklusif dari suatu initial event sesuai alur berfungsi atau tidaknya suatu sistem serta bertujuan untuk mengetahui apakah sistem yang dibuat kirakira dapat mengendalikan peristiwa tersebut atau tidak, Bowtie analysis adalah analisa hubungan antara penyebab kegagalan, pengendalian dan recovery suatu risiko. Bowtie analysis bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu skenario risiko. Bowtie analysis merupakan analisa yang paling baik digunakan dalam penilaian resiko kecelakaan yang sudah atau pernah terjadi. Kesimpulan Studi Kasus - - Dari Bowtie analysis, dapat diketahui tindakan yang dapat dilakukan antara lain : aktivasi manual untuk blowout preventer (BOP) serta pembuatan drilling fluid column untuk mencegah kegagalan saat tidak digunakan, perbaikan formula semen dan integrity test untuk mencegah kerusakan segel semen, pengecekan densitas lumpur dan prosedur well control untuk mencegah terjadinya kekurangan fluid column, serta mengetahui batas desain dan melakukan inspeksi dan perbaikan rutin untuk mencegah kerusakan BOP. Berdasarkan ETA, kemungkinan tertinggi jika semua tindakan berhasil adalah cukup aman atau tidak menimbulkan kecelakaan, namun masih ada beberapa kemungkinan terjadinya kecelakaan besar Referensi Sunday, Igbani,dkk. 2019. Application Of Hazop and Bowtie-XP Methodologies of Risk Assesment On The Macondo Oil Well Blowout. International Journal of Advances in Scientifix Research and Engineering Timeline Pengumpulan data dan rencana meeting Finalisasi bahan presentasi 12/05 28/04 11/05 13/05 Diskusi terkait bowtie, ETA, dan studi kasus Presentasi ETA dan Bowtie untuk Macondo Oilwell Blowout THANKS!
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )