MSA07 - Aljabar Linier (Sistem Persamaan Linier dan Matriks) MARSHELLINO, S.MAT., M.SI.2024 ( ) Pengantar Sistem Persamaan Linear Sistem Persamaan Linier Secara umum persamaan linier dengan ๐ variabel ๐ฅ1 , …, ๐ฅ๐ , dapat ditulis sebagai ๐1 ๐ฅ1 + ๐2 ๐ฅ2 + โฏ + ๐๐ ๐ฅ๐ = ๐ (1) dengan ๐1 , …, ๐๐ , ๐ kontansta dan semua nilai ๐๐ tidak bernilai nol. Jika ๐ = 0 , maka persamaan (1) disebut sebagai persamaan linier homogen ๐ dinemsi. Contoh: ๐๐ฅ + ๐๐ฆ = ๐, ๐๐ฅ + ๐๐ฆ + ๐๐ง = ๐, ๐, ๐ ≠ 0. ๐, ๐, ๐ ≠ 0. Himpunan berhingga dari persamaan-persamaan linier dalam variabel ๐ฅ1 , … , ๐ฅ๐ disebut sebagai sistem persamaan linier (SPL).linier ๐ Bentuk umum sistem persamaan dari ๐ variabel ๐ฅ1 ,…,๐ฅ๐ ditulis dalam bentuk (SPL-(๐, ๐)) ๐11 ๐ฅ1 + ๐12 ๐ฅ2 + โฏ + ๐1๐ ๐ฅ๐ = ๐1 ๐21 ๐ฅ1 + ๐22 ๐ฅ2 + โฏ + ๐2๐ ๐ฅ๐ = ๐2 (2) โฎ ๐๐1 ๐ฅ1 + ๐๐2 ๐ฅ2 + โฏ + ๐๐๐ ๐ฅ๐ = ๐๐ Ketika ๐i = 0, maka (2) disebut SPL homogen. Solusi dari sistem (2) adalah ๐ฅ1 = ๐ 1 , … , ๐ฅ๐ = ๐ ๐ yang dapat ditulis (๐ 1 , … , ๐ ๐ ) yang disebut pasangan berurut ๐ Setiap SPL memiliki nol, satu, atau tak hingga banyaknya solusi, tidak ada kemungkinan yang lain. Suatu sistem yang memiliki solusi disebut konsisten. SPL Dua Variabel Bentuk umum: SPL Tiga Variabel ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ = c1Bentuk umum: ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ = c2 ๐1 ๐ฅ + ๐1 ๐ฆ + ๐1 ๐ง ๐2 ๐ฅ + ๐2 ๐ฆ + ๐2 ๐ง ๐3 ๐ฅ + ๐3 ๐ฆ + ๐3 ๐ง = ๐1 = ๐2 = ๐3 Eliminasi Gauss Matriks Augmented Suatu SPL-(๐, ๐) berikut ๐11 ๐ฅ1 + ๐12 ๐ฅ2 + โฏ + ๐1๐ ๐ฅ๐ ๐21 ๐ฅ1 + ๐22 ๐ฅ2 + โฏ + ๐2๐ ๐ฅ๐ = ๐1 = ๐2 โฎ = ๐๐ ๐๐1 ๐ฅ1 + ๐๐2 ๐ฅ2 + โฏ + ๐๐๐ ๐ฅ๐ dapat ditulis dalam bentuk ๐ด๐ฑ = ๐ ๐11 ๐21 โฎ ๐๐1 ๐12 ๐22 โฎ ๐๐2 โฏ โฏ โฏ ๐1๐ ๐2๐ โฎ ๐๐๐ ๐ฅ1 ๐ฅ2 ๐ฅ3 โฎ ๐ฅ๐ = ๐1 ๐2 . โฎ ๐๐ Atau dapat ditulis dalam bentuk ๐11 ๐12 โฏ ๐1๐ ๐1 ๐21 ๐22 โฏ ๐2๐ ๐2 ๐ด๐ = โฎ โฎ โฎ โฎ ๐๐1 ๐๐2 โฏ ๐๐๐ ๐๐ yang disebut sebagai matriks augmented (matriks yang diperluas). Matriks Eselon Suatu matriks memiliki bentuk jika memenuhi sifat berikut: eselon baris tereduksi, 1.Jika sebuah baris tidak terdiri sepenuhnya dari nol, maka angka pertama yang tidak nol dalam baris tersebut adalah 1, yang disebut sebagai 1 utama. 2.Jika ada baris-baris yang terdiri sepenuhnya nol, maka diletakkan di bagian bawah matriks. 3.Dalam dua baris berturut-turut yang tidak terdiri sepenuhnya dari nol, 1 utama di baris bawah muncul lebih ke kanan daripada 1 utama di baris atas. 4.Setiap kolom yang berisi 1 utama memiliki nol di semua tempat lain dalam kolom tersebut. Jika hanya memenuhi 1-3 suatu matriks memiliki bentuk Ilustrasi matriks eselon baris 1 0 0 0 ∗ ∗ 1 ∗ 0 1 0 0 0 0 0 0 0 ∗ ∗ ∗ 1 1 0 0 0 0 ∗ 1 0 0 0 1 ∗ ∗ ∗ 0 1 ∗ ∗ 0 0 1 ∗ 0 0 0 0 ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ 1 ∗ ∗ ∗ ∗ 0 0 1 ∗ ∗ 0 0 0 0 0 1 0 0 0 ∗ ∗ ∗ ∗ 1 ∗ ∗ 0 ∗ 0 1 0 0 ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ 0 Ilustrasi matriks eselon baris tereduksi 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 ∗ ∗ ∗ 0 0 0 ∗ 0 ∗ 1 ∗ 0 0 0 ∗ ∗ 0 ∗ ∗ 0 ∗ ∗ 1 ∗ ∗ 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 ∗ 0 0 0 ∗ ∗ ∗ ∗ ∗ 0 0 1 0 ∗ ∗ ∗ 0 Contoh: 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 4 0 1 0 0 4 7 −1 −3 7 6 2 1 5 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 −2 0 0 0 0 0 0 1 2 0 1 0 0 0 1 0 0 1 3 0 0 6 0 −1 0 0 1 Metode Eliminasi Gauss-Jordan Oleh karena setiap baris dari matriks augmented (๐ด|๐) bersesuaian dengan persamaan pada SPL, terdapat tiga operasi dasar yang dapat digunakan untuk operasi baris pada matriks ๐ด ๐ , yaitu: 1.Mengalikan baris dengan konstanta tak nol. 2.Menukar dua baris. 3.Menambah suatu baris dengan perkalian konstan baris Operasi di atas disebut operasi baris elementer (OBE) lainnya. pada matriks. Penyelesaian dari SPL dapat lebih mudah diperoleh ketika matriks (๐ด|๐) diubah menjadi matriks eselon baris tereduksi, menggunnakan (OBE) Berikut adalah contoh sebagai ilustrasi OBE untuk merubah ke dalam bentuk matriks eselon baris/eselon baris 0 tereduksi. 0 −2 0 7 12 2 4 −10 6 12 28 2 4 −5 6 −5 −1 Step 1: Cari kolom pertama yang elemennya tidak semuanya bernilai nol.0 0 −2 0 7 12 2 4 −10 6 12 28 2 4 −5 6 −5 −1 Step 2: Tukar baris pertama dengan baris lain (jika perlu), untuk meletakkan elemen tak nol dari 2step 1 6ke12 baris 4 −10 28 ๐ต1 โท๐ต2 pertama. 0 0 −2 0 7 12 2 4 −5 6 −5 −1 Step 4: Kalikan baris pertama dengan suatu bilangan tertentu dan jumlahkan ke baris lainnya Step 3: Jika elemen pada sehingga semua elemen di baris pertama tidak bawah 1 angka 1 6 utama 2 −5 3 14 ๐ต =๐ต −2๐ต bernilai 1 misalnya ๐ , 3 3 1 menjadi0 nol. 0 −2 0 7 12 maka bagi baris tersebut 0 0 5 0 −17 −29 dengan ๐. 1 6 14 ๐ต1 =2๐ต1 1 2 −5 3 Step 5: Tutup dan abaikan 0 0 −2 0 7 12 baris pertama dan ulangi 2 4 −5 6 −5 −1 step 1 danseterusnya hingga diperoleh bentuk matriks eselon baris. 2 0 2 4 −10 0 −2 4 −5 6 0 6 12 28 7 12 −5 −1 1 2 0 0 0 0 1 ๐ต2 =−2๐ต2 1 0 0 ๐ต3 = ๐ต3 −5๐ต2 1 2 0 0 0 0 −5 3 −2 0 5 0 2 −5 0 1 0 5 3 0 0 −5 3 1 0 0 0 6 14 7 12 −17 −29 6 14 −7/2 −6 −17 −29 6 −7/2 1/2 1 0 0 ๐ต3 =2๐ต3 2 −5 0 1 0 0 1 2 0 0 0 0 3 0 0 −5 3 1 0 0 0 6 14 −7/2 −6 1/2 1 6 −7/2 1 14 −6 2 14 −6 1 Langkah 1-5 disebut sebagai proses Eliminasi Gauss. 1 2 −5 3 6 14 0 0 1 0 −7/2 −6 0 0 0 0 1 2 Step 6: Lakukan Langkah 4, sehingga elemen di atas 1 utama bernilai nol, diperoleh matriks eselon baris tereduksi. ๐ต2 =๐ต2 +(7/2)๐ต3 1 2 0 3 0 7 1 2 −5 3 0 2 ๐ต =๐ต +5๐ต 1 1 2 ๐ต1 =๐ต1 −6๐ต3 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 2 0 0 0 0 1 2 Langkah 1-6 disebut sebagai proses Eliminasi Gauss-Jordan. Contoh: Diberikan SPL-(3,3) berikut 1๐ฅ1 + 1๐ฅ2 + 2๐ฅ3 = 9 2๐ฅ1 + 4๐ฅ2 − 3๐ฅ3 = 1 3๐ฅ1 + 6๐ฅ2 − 5๐ฅ3 = 0 Jawab: Matriks augmentednya adalah 1 1 2 9 2 4 −3 1 ๐ต2 =๐ต2 −2๐ต1 3 16 −5 09 1 2 ๐ต3 =๐ต3 −3๐ต1 0 2 −7 −17 0 3 −11 −27 1 ๐ต2 = ๐ต2 2 ๐ต3 =๐ต3 −3๐ต2 ๐ต3 =−2๐ต3 1 1 2 9 0 1 −7/2 −17/2 0 3 −11 −27 1 1 2 9 0 1 −7/2 −17/2 0 0 −1/2 −3/2 1 0 0 ๐ต2 =๐ต2 +(7/2)๐ต3 ๐ต1 =๐ต1 −2๐ต3 1 2 9 1 −7/2 −17/2 0 1 3 1 0 0 1 03 1 02 0 13 1 1 03 0 1 02 0 0 13 ๐ต1 =๐ต1 −๐ต2 1 0 0 1 0 1 02 0 0 13 Jadi solusi dari SPL adalah ๐ฅ1 = −4 , ๐ฅ2 = 7 , dan = 3. ๐ฅ3 Contoh tersebut memiliki penyelesaian tunggal. Perhatikan contoh hasil matriks eselon tereduksi berikut: 1 0 00 Dari baris terakhir diperoleh 0๐ฅ1 + 0๐ฅ2 0 1 20 + 0๐ฅ3 = 1. 0 0 01 (SPL tersebut tidak konsisten, artinya ada solusi) 1 0 3 −1 tidak Dari baris terakhir diperoleh 0๐ฅ1 + 0๐ฅ2 0 1 −4 2 + 0๐ฅ3 = 0 , jadi dapat diabaikan. Karena 0 0 0 0 elemen 1 utama pada kolom ketiga bernilai nol, maka ๐ฅ3 merupakan variabel bebas. Misalkan ๐ฅ3 = ๐ , maka dari persamaan pertama dan kedua diperoleh ๐ฅ1 = −1 − 3๐ , ๐ฅ2 = 2 + 4๐ . (SPL memiliki tak hingga solusi) 1 −5 0 0 0 0 14 00 00 Dari dua baris terakhir diperoleh 0๐ฅ1 + 0๐ฅ2 + 0๐ฅ3 = 0 , jadi dapat diabaikan. Karena kolom kedua dan ketiga tidak memiliki 1 utama, maka ๐ฅ2 , ๐ฅ3 merupakan variabel bebas. Misalkan ๐ฅ2 = ๐ , ๐ฅ3 = ๐ก , maka dari persamaan pertama diperoleh ๐ฅ1 = 4 + 5๐ − ๐ก. (SPL memiliki tak hingga solusi) Contoh: Diberikan SPL-(4,6) berikut 1๐ฅ1 + 3๐ฅ2 − 2๐ฅ3 + 10๐ฅ4 + 2๐ฅ5 + 01๐ฅ4 2๐ฅ1 + 6๐ฅ2 − 5๐ฅ3 − 12๐ฅ4 + 4๐ฅ5 − 13๐ฅ6 0๐ฅ4 + 0๐ฅ4 + 5๐ฅ3 + 10๐ฅ4 + 0๐ฅ4 + 15๐ฅ6 2๐ฅ1 + 6๐ฅ2 + +๐ฅ4 + 18๐ฅ4 + 4๐ฅ5 + 18๐ฅ6 Jawab: Matriks augmentednya adalah 1 3 −2 0 2 0 0 2 6 −5 −2 4 −3 −1 0 0 5 10 0 15 5 2 6 0 8 4 18 6 = 0 = −1 = 5 = 6 1 2 0 2 3 −2 6 −5 0 5 6 0 0 −2 10 8 1 0 0 0 3 −2 0 1 0 5 0 4 0 2 10 8 2 0 0 0 0 0 3 1 15 5 18 6 1 0 0 0 3 −2 0 1 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 00 31 62 00 ๐ต2 =−๐ต2 ๐ต3 ↔๐ต4 2 4 0 4 0 0 −3 −1 15 5 18 6 ๐ต2 =๐ต2 −2๐ต1 ๐ต4 =๐ต4 −2๐ต1 1 0 0 0 ๐ต3 =๐ต3 −5๐ต2 ๐ต4 =๐ต4 −4๐ต2 1 ๐ต3 = ๐ต3 6 1 0 0 0 3 0 0 0 −2 −1 5 4 0 −2 10 8 2 0 0 0 −3 −1 0 15 5 0 18 6 1 0 0 0 3 0 0 0 −2 1 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 3 −2 0 1 0 0 0 0 0 2 0 0 2 0 0 0 0 0 3 1 1 1/3 0 0 00 31 00 62 3 −2 0 2 0 0 0 1 2 0 3 1 0 0 0 0 1 1/3 0 0 0 0 0 0 1 3 −2 0 2 0 0 ๐ต2 =๐ต2 −3๐ต3 0 0 1 2 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1/3 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 ๐ต1 =๐ต1 +2๐ต2 1 0 0 0 3 0 0 0 0 1 0 0 4 2 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 1 1/3 0 0 Dari baris terakhir diperoleh 0๐ฅ1 + 0๐ฅ2 + 0๐ฅ3 = 0, jadi dapat diabaikan. Karena kolom kedua, keempat, dan kelima tidak memiliki 1 utama, maka ๐ฅ2 , ๐ฅ4 dan ๐ฅ5 merupakan variabel bebas. Misalkan ๐ฅ2 = ๐, ๐ฅ4 = ๐ , dan ๐ฅ5 = ๐ก maka dari persamaan pertama, kedua, dan ketiga 1 diperoleh ๐ฅ1 = −3๐ − 4๐ − 2๐ก, ๐ฅ3 = −2๐ , dan ๐ฅ6 = . 3 (SPL memiliki tak hingga solusi) Contoh: Diberikan SPL-(4,6) homogen berikut 1๐ฅ1 + 3๐ฅ2 − 2๐ฅ3 + 10๐ฅ4 + 2๐ฅ5 + 01๐ฅ4 2๐ฅ1 + 6๐ฅ2 − 5๐ฅ3 − 12๐ฅ4 + 4๐ฅ5 − 13๐ฅ6 −๐ฅ4 + 0๐ฅ4 + 5๐ฅ3 + 10๐ฅ4 + 0๐ฅ4 + 15๐ฅ6 2๐ฅ1 + 6๐ฅ2 + +๐ฅ4 + 18๐ฅ4 + 4๐ฅ5 + 18๐ฅ6 = = = = Jawab: Matriks augmentednya adalah 1 3 −2 0 2 6 −5 −2 0 0 5 10 2 6 0 8 2 0 0 4 −3 0 0 15 0 4 18 0 0 0 0 0 Oleh karena kolom terakhir bernilai nol semua, maka tidak mempengaruhi OBE yang dilakukan sebelumnya, sehingga diperoleh matriks eselon baris tereduksi 1 3 0 4 2 00 0 0 1 2 0 00 0 0 0 0 0 10 0 0 0 0 0 00 Diperoleh solusi ๐ฅ1 = −3๐ − 4๐ − 2๐ก , ๐ฅ2 = ๐ , ๐ฅ3 = −2๐ , ๐ฅ4 = ๐ , ๐ฅ5 = ๐ก, dan ๐ฅ6 = 0. (Ketika ๐ = ๐ = ๐ก = 0 , maka diperoleh semua nilai ๐ฅ1 = โฏ = ๐ฅ6 = 0, yang disebut solusi trivial) SPL homogen pasti memiliki minimal 1 solusi, yaitu solusi trivial. Matriks dan Operasi Matriks Matriks Matriks adalah sekumpulan bilangan yang disusun Secara baris Bentukdan kolom. umum dari matriks ๐ด๐×๐ adalah matriks yang terdiri dari ๐ baris dan ๐ kolom sebagai Berikut ๐11 ๐12 โฏ ๐1๐ ๐21 ๐22 โฏ ๐2๐ โฎ โฎ โฎ ๐๐1 ๐๐2 โฏ ๐๐๐ Contoh matriks khusus: ๏ง Matriks baris dan matriks kolom. ๏ง Matriks persegi ๏ง Matriks diagonal ๏ง Matriks segitiga (atas dan bawah) ๏ง Matriks simetri ๏ง Matriks nol ๏ง Matriks identitas Operasi Matriks Penjumlahan dan pengurangan matriks Syarat kedua matriks harus berukuran sama. ๐ด ± ๐ต = ๐๐๐ ± ๐๐๐ = ๐๐๐ ± ๐๐๐ ๐×๐ ๐×๐ Perkalian matriks dengan skalar ๐๐ด = ๐ ๐๐๐ = ๐๐๐๐ ๐×๐ ๐×๐ ๐×๐ Perkalian matriks dengan matriks Syarat jumlah kolom matriks pertama dengan jumlah baris matriks kedua. ๐ด๐ต = ๐๐๐ ๐๐๐ = ๐๐๐ dengan ๐๐๐ = ๐ ๐=1 ๐๐๐ ๐๐๐ . ๐×๐ ๐×๐ ๐×๐ harus sama Transpose ( ๐ดT ): diperoleh dari menukar elemenelemen pada baris menjadi kolom dan sebaliknya. Trace: Syarat harus matriks persegi. Menjumlahkan semua elemen pada diagonal utama. ๐ ๐ก๐ ๐ด = ๐๐๐ = ๐11 + โฏ + ๐๐๐ ๐=1 Determinan Determinan Determinan Suatu determinan matriks (persegi berukuran ๐ × ๐ ) dinotasikan sebagai ๐ด = det(๐ด) yang memetakan elemen-elemen pada matriks ๐ด ke suatu bilangan real. Ada bebesapa cara untuk menentukan |๐ด|, yaitu 1. Ekspansi kofaktor 2. OBE Menggunakan Ekspansi Kofaktor Minor dan Kofaktor Misalkan ๐ด matriks persegi ๐ × ๐. Minor dari elemen ๐๐๐ dinotasikan dengan ๐๐๐ merupakan determinan submatriks yang tersisa setelah baris ke-๐ dan kolom ke-๐ dihilangkan. Kofaktor dari elemen ๐๐๐ dinotasikan dengan ๐พ๐๐ merupakan nilai −1 ๐+๐ ๐๐๐ ๐พ11 โฏ ๐พ1๐ โฎ โฑ โฎ . ๐พ๐๐ ๐ด = ๐พ๐1 โฏ ๐พ๐๐ 3 2 Contoh: Tentukan matriks kofaktor dari๐ด = −2 −4 5 4 Jawab: 0 3 . −2 ๐พ11 = −1 1+1 ๐11 −4 3 = = −4 4 −2 ๐พ21 = −1 2+1 ๐21 2 0 =− =4 4 −2 ๐พ31 = −1 3+1 ๐31 2 0 = =6 −4 3 ๐พ12 = −1 1+2 ๐12 −2 3 =− = 11 5 −2 ๐พ22 = −1 2+2 ๐22 3 0 = = −6 5 −2 ๐พ32 = −1 3+2 ๐32 3 0 =− = −9 −2 3 ๐พ13 = −1 1+3 ๐13 −2 −4 = = 12 5 4 ๐พ23 = −1 2+3 ๐13 3 2 =− = −2 5 4 ๐พ33 = −1 3+3 ๐33 3 2 = = −8 −2 −4 −4 Jadi matriks kofaktornya adalah ๐พ๐๐(๐ด) = 4 6 11 −6 −9 12 −2 . −8 Matriks 2 × 2: ๐ ๐ ๐ด= ๐ ๐ ๐ด = ๐๐ − ๐๐. Matriks 3 × 3: ๐ ๐ ๐ ๐ด= ๐ ๐ ๐ ๐ โ ๐ ๐ด = ๐๐พ11 + ๐๐พ12 + ๐๐พ13 = ๐๐11 − ๐๐12 + ๐๐13 . ๐11 โฏ ๐1๐ โฑ โฎ ๐ด= โฎ ๐๐1 โฏ ๐๐๐ ๐ด = ๐๐1 ๐พ๐1 + โฏ + ๐๐๐ ๐พ๐๐ = −1 ๐+1 ๐๐1 ๐๐1 + โฏ + −1 ๐+๐ ๐๐๐ ๐๐๐ . (ekspansi sepanjang baris ke-๐) ๐ด = ๐1๐ ๐พ1๐ + โฏ + ๐๐๐ ๐พ๐๐ = −1 1+๐ ๐1๐ ๐1๐ + โฏ + −1 ๐+๐ ๐๐๐ ๐๐๐ . (ekspansi sepanjang kolom ke-๐) Matriks ๐ × ๐: 3 2 0 Contoh: Tentukan determinan matriks ๐ด = −2 −4 3 . 5 4 −2 Jawab: Tentukan baris/kolom yang ingin digunakan untuk ekspansi, misalkan baris ke-1 3 2 0 det ๐ด = −2 −4 3 5 4 −2 = −1 1+1 (3)๐11 + −1 1+2 (2)๐12 + −1 1+3 (0)๐13 = 3๐11 − 2๐12 + 0 −2 3 −4 3 =3 −2 +0 5 −2 4 −2 = 3 −4 − 2 −11 + 0 = 10 1 0 3 1 ๐ด = Contoh: Tentukan determinan matriks 1 0 2 0 Jawab: 1 0 −1 det ๐ด = (1) 1 −2 1 ๏ Pilih kolom ke-2 2 0 1 ๏ Pilih kolom ke-2 1 det ๐ด = (1)(−2) 2 0 −1 2 2 . −2 1 0 1 −1 1 = 1 −2 1 − −2 = −6 Determinan dari matriks segitiga dan matriks diagonal sama dengan perkalian elemen-elemen pada diagonal utama. 3 0 0 Contoh:Tentukan determinan matriks ๐ด = −2 −4 0 . 3 0 0 5 4 −2 Jawab: det ๐ด = −2 −4 0 5 4 −2 = −1 1+1 (3)๐11 + −1 1+2 (0)๐12 + −1 1+3 (0)๐13 = 3๐11 + 0 + 0 −4 0 =3 +0+0 4 −2 = 3 −4 (−2) − (0)(−4) = 3 −4 −2 = 24 Menggunakan Reduksi Baris (OBE) Sifat-sifat Determinan. berukuran ๐ × ๐. 1. Jika ada minimal satu Misalkan baris/kolom ๐ด matriks bernilai nol semua, maka ๐ด = 0. 2. Jika ada minimal dua baris/kolom yang saling berkelipatan, maka ๐ด = 0. 3. ๐ด๐ = ๐ด . 4. Misalkan ๐ต adalah matriks yang elemen pada baris/kolom ke-๐ sama dengan ๐ kali baris/kolom ke๐ matriks ๐ด, maka ๐ต = ๐|๐ด|. 5. Jika dua baris/kolom yang berdekatan ditukar maka determinannya sama dengan −|๐ด|. 6. Jika baris/kolom ke-๐1 ditambah ๐ kali baris ke-๐2 , maka determinan tetap. 3 2 Contoh: Tentukan determinan matriks ๐ด = −2 −4 5 4 Jawab: 3 2 0 det ๐ด = −2 −4 3 5 4 −2 3 1 0 = (2) −2 −2 3 5 2 −2 −2 −2 3 (๐ต1 โท ๐ต2 ) = −(2) 3 1 0 5 2 −2 0 3 . −2 11/2 1 0 3 (๐ต1 = ๐ต1 + ๐ต3 ) = −(2) 3 1 0 2 5 2 −2 5/2 0 0 (๐ต1 = ๐ต1 − ๐ต2 ) = −(2) 3 1 0 5 2 −2 5 =− 2 1 −2 = 10 2 Contoh: Hitung determinan dari matriks๐ด = Jawab: 1 3 det ๐ด = 1 2 1 (๐ต2 = ๐ต2 − 3๐ต1 ) 0 (๐ต3 = ๐ต3 − ๐ต1 ) = 0 (๐ต4 = ๐ต4 − 2๐ต1 ) 0 = −6 1 3 1 2 0 1 0 0 0 0 −1 1 2 2 0 −2 1 0 0 1 0 0 −1 1 2 5 0 −2 2 0 0 3 0 −1 2 2 . −2 1 0 1 Matriks segitiga atas Invers Matriks Invers Matriks Invers matriks dinotasikan sebagai ๐ด−1 yang dapat ditentukan menggunakan formula 1 −1 ๐ด = ๐๐๐ ๐ด . ๐ด dengan ๐๐๐(๐ด) merupakan matriks adjoint, yang dirumuskan sebagai transpose dari matriks kofaktor, yaitu ๐๐๐ ๐ด = [๐พ๐๐(๐ด)]T . Suatu matriks memiliki invers jika ๐ด ≠ 0. 3 2 Contoh: Tentukan invers matriks๐ด = −2 −4 5 4 Jawab: Determinan ๐ด ๏ det ๐ด = 10. Matriks adjoint ๐ด ๏ ๐๐๐ ๐ด = ๐พ๐๐(๐ด) T −4 11 12 T = 4 −6 −2 6 −9 −8 −4 4 6 = 11 −6 −9 . 12 −2 −8 0 3 . −2 Invers ๐ด ๏ 1 −1 ๐ด = ๐๐๐(๐ด) det ๐ด −4 4 6 1 = 11 −6 −9 10 12 −2 −8 −2/5 2/5 = 11/10 −3/5 6/5 −1/5 3/5 −9/10 . −4/5 Menentukan invers dari suatu matriks dapat juga menggunakan metode OBE yang diterapkan pada augmented matriks (๐ด|๐ผ). Ketika ๐ด mempunyai invers, maka hasil dari OBE nya adalah ๐ผ ๐ด−1 . 3 2 0 Contoh:Tentukan invers matriks ๐ด = −2 −4 3 . 5 4 −2 Jawab: 3 −2 5 ๐ต1 = ๐ต2 =๐ต2 +2๐ต1 ๐ต3 =๐ต3 −5๐ต1 2 0 1 0 0 −4 3 0 1 0 4 −2 0 0 1 1 ๐ต 3 1 1 2/3 0 1/3 0 −2 −4 3 0 1 5 4 −2 0 0 0 0 1 ๐ต2 = − 3 ๐ต 8 2 1 2/3 0 1/3 0 0 −8/3 3 2/3 1 0 2/3 −2 −5/3 0 0 0 1 1 2/3 0 1/3 0 0 0 1 −9/8 −1/4 −3/8 0 0 2/3 −2 −5/3 0 1 1 0 0 2/3 0 1/3 0 0 1 −9/8 −1/4 −3/8 0 2/3 −2 −5/3 0 1 2 ๐ต3 =๐ต3 − ๐ต 3 2 4 ๐ต3 = − ๐ต3 5 ๐ต2 =๐ต2 + 9 ๐ต 8 3 ๐ต1 =๐ต1 − 1 2/3 0 1/3 0 0 0 1 −9/8 −1/4 −3/8 0 0 0 −5/4 −3/2 1/4 1 1/3 0 0 1 2/3 0 0 0 1 −9/8 −1/4 −3/8 6/5 −1/5 −4/5 0 0 1 0 0 1 2/3 0 1/3 0 1 0 11/10 −3/5 −9/10 −1/5 −4/5 0 0 1 6/5 2 ๐ต 3 2 1 0 0 1 0 0 2/5 3/5 0 −2/5 0 11/10 −3/5 −9/10 −1/5 −4/5 1 6/5 Jadi invers matriks ๐ด adalah −2/5 2/5 3/5 ๐ด−1 = 11/10 −3/5 −9/10 6/5 −1/5 −4/5
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )