Disusun Oleh Mehtar Pandya Baswara ( 7311421279 ) Alex Suheri Sinaga (7311421338) Adrianus Kristian David (7311421340) Pengaruh Instagram Ads terhadap Interaksi Profile Penjual 1.1 Latar Belakang Rouse (2011) mendefinisikan pemasaran media sosial sebagai bentuk pemasaran online yang menggunakan jejaring sosial sebagai alat pemasaran. Teori pemasaran ini menggabungkan penjualan pribadi, periklanan, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat untuk membantu bisnis mencapai tujuannya (Stanton, 2003). Media sosial dipandang sebagai platform yang dapat menawarkan peluang baru bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya, misalnya dengan menggunakan media sosial sebagai alat interaktif (Tarsakoo & Charoensukummongkol, 2020; Chikandiwa et al, 2013). Sementara itu, (Kotler & Keller 2016) mendeskripsikan media sosial sebagai cara konsumen untuk bertukar dan berbagi informasi berupa teks, gambar, dan video dengan perusahaan atau merek dan sebaliknya. Oleh karena itu, pemasaran media sosial menjadi suatu bentuk pemasaran langsung atau tidak langsung yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, pengenalan dan ingatan, dan langkah langsung menuju merek, perusahaan, produk, layanan, orang atau hal lain, tetapi alat yang digunakan dikemas. di atas. jejaring sosial seperti jejaring sosial, berbagi konten, blog, microblog dan bookmark sosial (Guenelius, 2011). (Kotler dan Keller 2016) menjelaskan bahwa periklanan yang baik dan efektif mengandung pesan-pesan ideal yang dapat menarik perhatian, membangkitkan rasa ingin tahu, membangkitkan keinginan dan menggugah tindakan nyata. Teori layanan pelanggan adalah sekelompok karyawan yang dibentuk oleh berbagai perusahaan seperti bank, asuransi, hipotek, lembaga keuangan, persewaan, transportasi, rumah sakit, atau lainnya untuk melayani pelanggan (Khasmir, 2017). Teori keputusan merupakan proses psikologis mendasar yang berperan penting dalam memahami bagaimana sebenarnya konsumen membuat keputusan pembelian (Kotler & Keller, 2016), dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pernyataan masalah/kebutuhan; (2) pencarian informasi; (3) evaluasi alternatif; dan (4) keputusan perilaku pasca pembelian. Pada era media sosial sekarang ini, Penggunaan media sosial sangat meluas di Indonesia dan dunia. Dengan banyaknya pengguna, berarti bertambah pula pangsa pasar yang dapat dijangkau dari platform media sosial. Beberapa media sosial yang sering digunakan adalah Instagram. Pada tahun ini sendiri, Instagram mencatatkan 1.22 milliar pengguna aktif dalam platform Instagram menjadikan Instagram masuk dalam jajaran 5 platform media sosial paling digunakan. Selain digunakan sebagai media sosial, dalam era revolusi industry 4.0 ini, Instagram juga digunakan oleh banyak perusahaan – perusahaan untuk melakukan promosi dan menciptakan brand image. Fenomena ini disebabkan karena Instagram dinilai dapat menjadi platform marketing yang terkini. Melihat potensi ini, Instagram sendiri telah menyediakan fitur layanan pengiklanan berbayar Bernama Instagram-ads yang diklaim dapat meningkatkan dampak dari promosi promosi lain seperti menggunakan selebgram Selebgram sendiri adalah sebutan netizen bagi orang – orang yang memiliki banyak pengikut di Instagram dan dinilai mampu untuk memberikan dampak atas apa yang diperbuat dan dipromosikan. Maka dari itu, tujuan disusunnya proposal penelitian ini adalah untuk melakukan validasi apakah pengguanaan Instagram-ads akan lebih efektif dalam meningkatkan penjualan daripada penggunaan influencer. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi jawaban bagi perusahana akan metode promosi seperti apa yang tepat dalam membuka pasar baru sekaligus menjual produk mereka. 1.2 Identifikasi Masalah 1. Apakah engagement sebuah profil bisnis meningkat setelah menggunakan instagram ads? 2. Apakah penggunaan instagram ads lebih efisien dibandingkan penggunaan Brand Ambassador dan Influencer? 3. Faktor apa saja yang menjadi pengaruh naik atau tidaknya penjualan dan interaksi dalam suatu akun setelah diaplikasikan instagram-ads? 4. Apakah dengan penggunaan Instagram-Ads mampu menargetkan pasar sesuai dengan produk? 1.3 Cakupan masalah 1. Efektivitas iklan berbayar instagram dalam dalam mempengaruhi perilaku konsumen 2. Efektivitas selebgram dalam mempengaruhi perilaku konsumen 3. Faktor apa saja yang menjadi variable yang mempengaruhi efektivitas pemasaran melalui media instagram 1.4 Rumusan Masalah 1. Efektivitas iklan berbayar instagram dalam dalam mempengaruhi perilaku konsumsi target pasar 2. Efektivitas selebgram dalam mempengaruhi perilaku konsumen 3. Faktor apa saja yang menjadi variable yang mempengaruhi efektivitas pemasaran melalui media sosial instagram 1.5 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui efektivitas iklan berbayar instagram dalam mempengaruhi perilaku konsumen 2. Mengetahui efektivitas penggunaan selebgram dalam mempengaruhi perilaku konsumsi konsumen 3. Mengetahui faktor apa saja yang menjadi variable yang mempengaruhi efektivitas pemasaran melalui media sosial instagram 1.6 Kegunaan Penelitain 1. Memberikan validasi akan klaim pihak instagram bahwa iklan berbayar mampu membantu menaikkan penjualan 2. Memberikan referensi pengambilan keputusan untuk perusahaan untuk menentukan strategi marketing terbaru 3. Menjadi bahan referensi dan sumber informasi terkini bagi civitas akademika yang tertarik mempelajari mengenai pemasaran media sosial 4. Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dibidang pemasaran, khususnya yang awam mengenai fitur instagram-ads 1.7 Orisinalitas Penelitian Meskipun instagram-ads telah menjadi media pemasaran yang cukup popular di era digital ini, peneliti berusaha mengungkap klaim pihak penyedia layanan serta memberikan insight terbaru bagi banyak pihak mengingat masih sedikit literatur yang membahas mengenai fitur iklan berbayar di media sosial khususnya instagram. Oleh karena itu, penelitian Pengaruh Instagram Ads terhadap Interaksi Profile Penjual menjadi topik yang unik, menarik dan juga orisinil BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1. Grand Theory Pengaruh Instagram Ads terhadap interaksi profil penjual dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor : 1. Peningkatan Jangkauan: Instagram Ads memungkinkan penjual untuk mencapai audiens yang lebih luas daripada yang dapat mereka capai secara organik. Dengan mengatur iklan yang ditargetkan dengan baik, penjual dapat menjangkau pengguna Instagram yang berpotensi tertarik dengan produk atau layanan mereka. Hal ini dapat meningkatkan jumlah orang yang melihat profil penjual dan memperbesar peluang interaksi. 2. Peningkatan Keterlibatan: Instagram Ads dapat membantu meningkatkan keterlibatan pengguna dengan profil penjual. Iklan yang menarik dan relevan memiliki potensi untuk menarik perhatian pengguna dan mendorong mereka untuk berinteraksi dengan konten atau postingan dari profil penjual. Misalnya, mereka mungkin menyukai, mengomentari, atau menyimpan postingan, mengirim pesan langsung, atau mengunjungi profil penjual. 3. Konversi dan Pembelian: Instagram Ads dapat menjadi alat yang efektif untuk mendorong konversi dan penjualan. Dengan mengarahkan iklan ke halaman produk atau situs web penjual, penjual dapat menggiring pengguna untuk melakukan pembelian. Dalam hal ini, interaksi yang diharapkan adalah tindakan seperti mengklik tautan, menyelesaikan transaksi, atau mengisi formulir. 4. Peningkatan Kesadaran Merek: Menggunakan Instagram Ads dapat membantu penjual dalam membangun kesadaran merek mereka di kalangan pengguna Instagram. Iklan yang menarik dan konsisten dapat membantu memperkuat citra merek dan meningkatkan pengenalan merek di antara audiens target. Hal ini dapat mempengaruhi cara pengguna berinteraksi dengan profil penjual, termasuk interaksi jangka panjang seperti mengikuti akun atau menjadi pelanggan yang setia. 5. Feedback dan Ulasan: Instagram Ads juga dapat mempengaruhi interaksi profil penjual melalui respons pengguna dalam bentuk feedback dan ulasan. Jika pengguna terlibat dengan iklan, mereka mungkin memberikan umpan balik atau ulasan tentang produk atau layanan penjual. Ini dapat membantu penjual dalam memperoleh wawasan tentang pengalaman pengguna, memperbaiki produk atau layanan, dan membangun kepercayaan dengan calon pelanggan. Namun, perlu diingat bahwa pengaruh Instagram Ads terhadap interaksi profil penjual dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti kualitas iklan, targeting yang tepat, relevansi konten dengan audiens, kualitas produk atau layanan, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengguna Instagram. Penting bagi penjual untuk melakukan analisis dan pengukuran yang tepat untuk memahami pengaruh spesifik yang dimiliki oleh iklan Instagram terhadap interaksi profil mereka. Elaboration Likehood Model (ELM) Dalam penelitian ini ELM adalah teori utama yang menjadi landasan bepikir. Perloff (pada 2010), elaborasi didefinisikan sebagai seberapa jauh pemikiran mental serta argument yang dapat terjadi dalam sebuah komunikasi. Sedangkan, Likehood (probabilitas) mengarah kepada presentase suatu kejadian akan terjadi ataupun tidak terjadi Teori ELM sendiri digunakan untuk mengukur bagaimana target audience menerima pesan yang ditampilkan dalam instagram-ads, karena perlu diingat peningkatan jangkauan menjadi poin vital Doho, Paramita (2021) menyatakan bahwa branding dan penjualan dipengaruhi oleh sistem marketing yang terukur, dan penggunaan media sosial sebagai pengiklanan sangat cocok digunakan dan menghasilkan nilai yang positif dalam praktiknya 2.2. Variabel Penelitian Variable bebas (independent variable) Jenis konten: Konten Selebgram di Instagram dan Iklan Berbayar di Instagram meningkatkan interaksi yang terjadi pada suatu profile instagram Jumlah pengikut selebgram: rendah, sedang, dan tinggi Spesifikasi Iklan : Paket terenda, sedang, tinggi Variable terikat (dependent variable) Efektivitas pemasaran : Jumlah penjualan produk yang terjual dari hasil iklan yang dipasang di Instagram Variable control (Control variable) Jenis produk yang dipasarkan: makanan/minuman, fashion, kosmetik, teknologi, acara kegiatan, dll Kategori usia konsumen: anak-anak, remaja, dewasa dan lansia Kepercayaan konsumen terhadap selebgram dan iklan 2.3. Penelitian Terdahulu Penelitian oleh Durianto (2004) yang mengkaji efektifitas pemasaran melalui platform Instagram pada berbagai produk. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemasaran melalui Instagram dapat meningkatkan kesadaran konsumen akan adanya merek makanan atau minuman yang dijual serta meningkatkan minat konsumen untuk membelinya. Penelitian oleh Ghozali (2013) yang mengkaji pengaruh iklan berbayar dan konten selebgram di media sosial terhadap perilaku menunjukkan dalam membeli produk kosmetik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konten selebgram lebih efektif dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen daripada iklan berbayar 2.4. Kerangka Berfikir Teori-teori pemasaran dalam Instagram Pemasaran melalui Instagram pada acara atau tema tertentu Konsep Konten Selebgram di Instagram Konsep Iklan Berbayar di Instagram Karakteristik Konsumen di Instagram Kategori usia konsumen di Instagram Jenis produk yang diminati di Instagram Metodologi Penelitian Pendekatan penelitian Desain penelitian Pengumpulan data Analisis data Hasil Penelitian Efektifitas Konten Selebgram di Instagram pada acara atau tema tertentu Efektivitas Iklan Berbayar di Instagram pada acara atau tema tertentu Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pemasaran melalui Instagram pada acara atau tema tertentu 2.5. Hipotesis Penelitian Hipotesis 1 : Konten Selebgram di Instagram lebih efektif dalam mempengaruhi penjualan daripada iklan berbayar di Instagram pada acara atau tema tertentu Hipotesis 2 : terdapat pengaruh positif pada saat acara atau tema tertentu terhadap efektivitas pemasaran melalui instagram, baik melalui konten selebgram mauoun iklan berbayar Hipotesis 3 : Faktor-faktor seperti jenis produk, kategori usia konsumen, dan jumlah pengikut selebgram mempengaruhi efektivitas pemasaran melalui Instagram pada acara atau tema tertentu BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan yang merupakan bagian dari serangkaian investigasi sistematika terhadap fenomena dengan mengumpulkan data untuk kemudian diukur dengan teknik statistik matematika atau komputasi. Pendekatan deskriptif adalah pendekatan yang digunakan untuk mendeskripsikan objek penelitian melalui data yang dikumpulkan dan diolah (Ikayanti et al., 2021). Dalam penelitian ini, data yang akan dikumpulkan dan diolah merupakan hasil survei dari dampak penggunaan Instagram-ads dalam mempengaruhi perilaku konsumen, efektivitas selebgram dalam mempengaruhi perilaku konsumen dan juga faktor apa saja yang menjadi variabel yang mempengaruhi efektivitas pemasaran melaluiu media sosial Instagram-ads. Desain penelitian yang digunakan dipenelitian ini adalah penelitian survei. Penelitian survei menanyakan kepada beberapa responden tentang kepercayaannya, pendapat-pendapat, karakteristik, dan perilaku yang telah atau sedang terjadi (Adiyanta, 2019). Pada penelitian ini, survei akan disebarkan ke responden berisi dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai efektivitas iklan berbayar Instagram dalam mempengaruhi perilaku konsumen, efektivitas penggunaan selebgram dalam mempengaruhi perilaku konsumsi konsumen dan faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas pemasaran melalui media sosial Instagram. 3.2 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel 3.2.1 Populasi Populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari. Dalam penelitian ini, populasi adalah seluruh mahasiswa yang sedang berjualan dengan menggunakan Instagram ads dan selebgram sebagai media iklan atau promosi yang berdomisili di Semarang. 3.2.2 Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti. Sampel penelitian ini adalah pengguna media sosial instagram, yang berdomisili di Semarang seperti Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negri Semarang (UNNES), Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Universitas Katolik Soegjapranata Semarang (UNIKA), Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). 3.2.3 Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel (sampliing) adalah cara peneliti mengambil sampel atau contoh yang representatif dari populasi yang tersedia. Cara pengambilan sampel dari populasi dilakukan dengan Non-Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Teknik Purposive Sampling mengambil data pada responden menggunakan kriteria tertentu untuk pengambilan sampel secara tidak acak sebagai bahan pertimbangan (Anggraeni & Soliha, 2020). Sampel yang akan diambil memiliki kriteria mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negri Semarang (UNNES), Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Universitas Katolik Soegjapranata Semarang (UNIKA), Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan juga mahasiswa yang memiliki usaha yang pernah atau sedang menggunakan Instagram ads dan selebgram sebagai media promosi penjualan. 3.3 Variabel Penelitian Variabel penelitan adalah suatu objek yang harus dimiliki atau menempel dalam suatu penelitian. Varibel penelitian merupakan salah satu tahap yang penting yang tidak bisa dilupakan dan harus dilakukan secara tepat dalam suatu penelitian (Purwanto, 2019). 3.3.1 Jumlah pengikut selebgram yang digunakan dalam promosi Jumlah pengikut selebgram yang digunakan sebagai promosi akan mempengaruhi penjualan. Semakin banyak pengikut maka semakin besar kemungkinan produk atau jasa akan terjual begitu juga sebaliknya. 3.3.2 Bentuk konten Instagram yang dijadikan promosi Bentuk konten Instagram yang akan dijadikan media promosi dapat berupa vidio, foto, atau tulisan yang mempromosikan produk atau jasa yang dijual 3.3.3 Jenis produk atau jasa yang dijual Produk atau jasa yang dijual dapat berupa makanan, minuman, baju, tempat wisata, barber shop, dan lain sebagainya. 3.4 Teknik Pengambilan Data 3.4.1 Survei Online Survei online dapat dilakukan dengan menyebarkan kuisoner melalui media sosial dan email. Kuisoner disebarkan kepada sample sample data yang sudah di dapatkan untuk mengetahui dampak penggunaan Instagram-ads dalam mempengaruhi perilaku konsumen, efektivitas selebgram dalam mempengaruhi perilaku konsumen dan juga faktor apa saja yang menjadi variabel yang mempengaruhi efektivitas pemasaran melaluiu media sosial Instagram-ads. 3.4.2 Analisis data dari Instagram Dapat dilakukan dengan menggunakan data Instagram terkait jumlah pengikut, interaksi, dan penjualan dari akun selebgram yang digunakan serta iklan berbayar atau Instagram ads. Dengan cara penelitian akan lebih efektif karna mendapatkan data yang akurat dan faktual mengenai informasi dan data yang ada. 3.4.3 Analisis data dari penelitian sebelumnya Penelitian dapat dilakukan dengan menganalisis data dari penelitian sebelumnya. 3.5 Teknik Pengolahan dan Analisis Data 3.5.1 Teknik Pengolahan Data Pengolahan data dengan mengggunakan software untuk mengolah data survei. Software yang digunakan adalah SPSS dan Excel untuk menganalisis korelasi antara Instagram ads dengan interaksi profile pengguna 3.5.2 Teknik Analisis Data Analisis data dengan menggunakan dashboard atau visualisasi data untuk mempermudah pemahaman terhadap data dan membuat kesimpulan yang lebih tepat.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )