MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) BERKELANJUTAN TIEN SUGIHARTINI1), DEDI DJULIANSAH2), ZULFIKAR NOORMANSYAH3) 1), 2), 3) Universitas Siliwangi Author Coresponden: ugihtien@gmail.com ABSTRAK Pertanian perotaan merupakan kegiatan pertanian yang dilakukan di wilayah perkotaan, hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan negara, perbaikan ekonomi, perbaikan ekologi kota, serta mempertahankan nilai sosial dan budaya. Penelitian ini dilakukan di 10 Kecamatan Kota Tasikmalaya dengan pertimbangan bahwa Kota Tasikmalaya memiliki jumlah penduduk yang terus meningkat sementara lahan pertanian mengalami penurunan serta pembangunan non pertanian yang pesat sejalan dengan visi RPJMD Kota Tasikmalaya menuju kota industri dan perdagangan termaju di Jawa Barat. Pengambilan sampel sebanyak 100 pelaku pertanian perkotaan menggunakan metode Total Sampling. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya, menganalisis faktor–faktor yang mempengaruhi kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya, dan Merumuskan model Pengembangan pertanian perkotaan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Alat analisis yang digunakan yaitu SEM WarpPLS 7.0. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kinerja pertanian perkotaan (Urban Farming) di wilayah Kota Tasikmalaya berpengaruh positif terhadap pertanian berkelanjutan di Kota Tasikmalaya. (2) Karakteristik pelaku dan kelembagaan pendukung berpengaruh terhadap kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya. (3) Model pengembangan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) berkelanjutan dirancang sebagai upaya penguatan ketahanan pangan yang menguntungkan secara ekonomi dan berkelanjutan dilihat dari aspek lingkungan. Kata Kunci: Model Pertanian Perkotaan, Kinerja, Keberlanjutan. ABSTRACT Urban farming is a form of agriculture that is conducted in urban areas. This is one of the efforts made by the government in supporting the achievement of national food security, improving the economy, improving the ecology of the city, and maintaining social and cultural values. This research was conducted in 10 sub-districts of Tasikmalaya City, considering that Tasikmalaya City has a population that continues to increase while agricultural land decreases and non-agricultural development is rapid in line with the vision of the RPJMD of Tasikmalaya City to become a leading industrial and trade city in West Java. A sample of 100 urban farming practitioners was taken using the Total Sampling method. The aim of this research is to determine the performance of urban farming in Tasikmalaya City, to analyze the factors that influence the performance of urban farming in Tasikmalaya City, and to formulate a model for the development of urban farming to support sustainable agriculture. The SEM WarpPLS 7.0 is used as the analysis tool. The results of the study show that (1) the performance of urban farming in the area of Tasikmalaya City has a positive effect on sustainable agriculture in Tasikmalaya City. (2) Characteristics of practitioners and supporting institutions have an impact on the performance of urban farming in Tasikmalaya City. (3) The model for the development of sustainable Urban Farming is designed as an effort to strengthen food security that is economically beneficial and sustainable in terms of the environment. Keywords: Urban Farming, Performance, Sustainability. 1070 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 PENDAHULUAN Pertanian seringkali ditujukan untuk pemenuhan perkotaan didefinisikan konsumsi keluarga (Orsini dkk, 2013). sebagai aktifitas atau kegiatan bidang Pertanian perkotaan yang sering di pertanian yang dilakukan di dalam kota sebut urban farming, merupakan salah satu (intra-urban) dan pinggiran kota (peri- fenomena yang saat ini berkembang di urban) untuk memproduksi atau kawasan mengolah dan minimnya lahan pertanian di perkotaan mendistribusikan beragam produk pangan dengan menggunakan teknologi tepat guna, dan non pangan, dengan memanfaatkan Praktik pengembangan pertanian perkotaan atau menggunakan kembali sumberdaya diharapkan manusia, material, produk dan jasa di konsep daerah perkotaan (Smith et al., 1996; dan berkelanjutan. FAO, 1999). bahwa memelihara, Pertanian kota (urban farming) dapat menjadi upaya pemerintah perkotaan dapat untuk diterapkan pembangunan Li mengatasi perkotaan (2009) pembangunan dengan yang mengatakan pertanian yang berkelanjutan menjadi salah satu kegiatan untuk pertanian yang berupaya menguatkan ketahanan pangan negara, keberlanjutan meningkatkan perekonomian masyarakat, keberlanjutan memperbaiki keberlanjutan lingkungan dalam jangka ekologi kota, dan produksi mencapai ekonomi pertanian, pedesaan, dan mempertahankan nilai sosial dan budaya panjang. Indonesia (Setyo dan Damaijanto, 2019). keberlanjutan Kodisi oleh pengembangan pertanian perkotaan yang penduduk dengan luas lahan yang terbatas berkelanjutan dalam penelitian ini adalah dan pengembangan pertanian perkotaan yang perkotaan kegiatan Perkembangan didominasi utama non pertanian beberapa negara maju kegiatan utama, pertanian. perkotaan Berdasarkan definisi tersebut, maka di mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial sudah menjadi dan lingkungan secara terpadu dalam pertanian upaya mencapai keberlanjutan ekonomi, perkotaan di negara berkembang memiliki keberlanjutan sosial, dan keberlanjutan karakteristik berbeda, yaitu sebagai salah lingkungan dalam kerangka pembangunan satu upaya mendukung ketahanan pangan wilayah perkotaan. di wilayah pengembangan sedangkan kota, sehingga pertanian program Berdasarkan perkotaan data Badan pusat Statistik (BPS) tentang Kota Tasikmalaya dalam angka (2022) jumlah penduduk Kota 1071 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 Tasikmalaya setiap tahunnya mengalami sementara potensi lahan pertanian semakin peningkatan, pada tahun 2020 berjumlah menurun, akibatnya tuntutan pertambahan 716.155 jiwa dan tahun 2021 berjumlah kebutuhan dasar (pangan, sandang, dan 723.921 jiwa atau terjadi peningkatan papan) semakin meningkat. Data potensi dengan laju pertumbuhan 0,81 persen, lahan pertanian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Potensi Lahan Pertanian Kota Tasikmalaya Tahun 2016-2021 JENIS PENGGUNA 2016 2017 2018 2019 2020 2021 LAHAN (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) A. Lahan Potensi Pertanian 12.362 12.195 12.181 12.168 12.142 12.129 1 Lahan Sawah 5.962 5.826 5.799 5.796 5.790 5.778 2 Lahan Bukan Sawah 6.400 6.369 6.382 6.372 6.352 6.351 Lahan Bukan Pertanian B. (Jalan, Pemukiman, 4.794 4.961 4.975 4.988 5.014 5.027 Perkantoran, Sungai dll) Luas Total ( A+B) 17.156 17.156 17.156 17.156 17.156 17.156 Sumber: Statistik Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya(2022) No Degradasi lahan pertanian ke non Tasikmalaya, luas wilayah Kota pertanian, yang diikuti dengan tingginya Tasikmalaya sebesar 17.156 Ha, terbagi laju pertumbuhan penduduk dan kegiatan kedalam sistem perekonomian non pertanian yang kelurahan, terletak pada 108° 08′38″ - cenderung terus meningkat, 108°24′02″ Timur mengakibatkan kawasan perkotaan 7°26′32″ Lintang Selatan, sebelah utara terancam mengalami persoalan ketahanan berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya pangan. Beberapa kota di Indonesia sudah dan Kabupaten Ciamis (dengan batas mulai menjalankan kegiatan pertanian Sungai perkotaan, berbatasan salah satunya di Kota 10 kecamatan Bujur Citanduy), dengan dengan dan sebelah 69 7°10′- timur Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu kota yang Tasikmalaya, sebelah selatan berbatasan berkembang. Tasikmalaya dengan Kabupaten Tasikmalaya (dengan merupakan salah satu daerah otonom yang batas Sungai Ciwulan) dan sebelah barat terletak di Provinsi Jawa Barat berdiri pada berbatasan tahun 2001 yang sebelumnya merupakan Tasikmalaya. bagian dari berdasarkan Kota Kabupaten Tasikmalaya, Undang-Undang No. dengan Kabupaten Berbagai kegiatan atau usaha pada 10 sektor pertanian di Kota Tasikmalaya saat Tahun 2001 tentang pembentukan Kota ini masih berjalan, mulai dari budidaya 1072 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 (on farm) sampai dengan pengolahan dan 2017 dan tersebar di 10 kecamatan, wujud pemasaran (off farm) berbagai produk pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya pertanian baik untuk tujuan pemenuhan melalui kegiatan Kawasan Rumah Pangan kebutuhan pangan rumah tangga maupun Lestari (KRPL) atau Pekarangan Pangan sebagai Lestari (P2L) namun hingga kini masih tambahan penghasilan bagi pelakunya. Kegiatan sektor pertanian di mengalami Kota Tasikmalaya terdiri dari kegiatan- diantaranya masih banyak masyarakat kegiatan di subsektor pertanian tanaman yang kurang maksimal dalam penerapan pangan, pertanian hortikultura, Perkebunan, berbagai macam perkotaan. kendala Kurangnya Kehutanan, peternakan dan perikanan yang pengetahuan tentang pertanian perkotaan, melibatkan tani, minat masyarakat terhadap pertanian masih kelompok perikanan, KWT dan Gapoktan rendah dan masih menitikberatkan kepada sebagai pelaku utama. pemenuhan kebutuhan tangganya daripada keberlanjutannya, petani, Konsep kelompok pertanian perkotaan pangan rumah merupakan program yang dibuat sebagai sehingga model pertanian perkotaan perlu upaya untuk tetap menjaga kelangsungan dikembangkan agar Ketahanan pangan hidup masyarakat, yaitu dengan tetap dapat dapat tercapai. mengkonsumsi makanan sehat yang berbahan ikan, ternak dan sayur yang METODE PENELITIAN berkualitas di tengah perkotaan. Program ini memang dirancang Penelitian untuk menggunakan ini metode dilakukan survei di 10 dikembangkan di perkotaan yang padat Kecamatan Kota Tasikmalaya. Lokasi dengan tidak mempunyai jumlah lahan penelitian kosong yang besar. Selain itu, pertanian (purposive sampling) dengan pertimbangan perkotaan memberikan bahwa Kota Tasikmalaya memiliki jumlah kontribusi terhadap ruang terbuka hijau penduduk yang terus meningkat sementara Kota dan penguatan ketahanan pangan. lahan pertanian mengalami penurunan membantu Program pertanian perkotaan atau urban farming yang ditetapkan secara sengaja serta pembangunan non pertanian yang dilaksanakan pesat sejalan dengan visi RPJMD Kota pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Tasikmalaya menuju kota industri dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan perdagangan termaju Perikanan sudah direalisasikan sejak tahun Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 1073 di Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 100 orang pelaku pertanian perkotaan HASIL DAN PEMBAHASAN menggunakan Total Sampling. Deskripsi Statistik Variabel yang diteliti dalam Deskripsi statistik dalam penelitian penelitian ini yaitu: ini dilihat dari nilai mean (rata-rata), A. Variabel bebas yaitu karakteristik modus, deviasi standar, nilai minimum dan pelaku (X1) yang terdiri dari Umur nilai maksimum. Hasil pengujian analisis (X1.1), Pendidikan (X1.2), Pekerjaan deskriptif (X1.3), Pengalaman (X1.4), Motivasi penelitian ini sebagai berikut: variabel endogen dalam (X1.5). B. Variabel bebas lainnya yaitu Kelembagaan Pendukung (X2) yang Tabel 2. terdiri dari Pemerintah (X2.1), Pasar Variabel (X2.2), Penyedia Input Produksi (X2.31), Keuangan (X2.4), Media (X2.5), Lembaga Penelitian (X2.6). C. Variabel terikat adalah Kinerja (Y1) 3.77 4.00 4.11 4.00 3.39 3.00 Min Max 2.00 5.00 3.00 5.00 2.00 5.00 ketiga variabel berada dalam penilaian Variabel terikat selanjutnya yaitu yang baik. Rata-rata nilai kelembagaan Keberlanjutan (Y2) yang terdiri dari (Y2.1), sebesar Ekonomi tersebut 3,77 yang menunjukkan kelembagaan pendukung urban farming (Y2.2), Ekologi (Y2.3), Variabel-variabel Kelembagaan Kinerja Keberlanjutan Std Dev 0.66 0.69 0.76 bahwa rata-rata respon petani terhadap Dampak (Y1..4). Budaya Mean Modus Berdasarkan Tabel 2. menunjukkan Hasil (Y1.2 ), Manfaat (Y1..3), dan Sosial Variabel Sumber: Data Primer diolah (2022) yang terdiri dari Keluaran (Y1.1), D. Analisis Deskripsi Statistik mendukung petani setempat. Hal yang diukur sama terlihat pada variabel kinerja urban melalui item pertanyaan dengan 5 poin farming dengan rata-rata 4,11. Nilai ini skala likert. Alat analisis data yang menunjukan bahwa rata-rata responden digunakan dalam penelitian ini yaitu melihat kinerja urban farming juga berada Structural Equation Model (SEM) PLS dalam kondisi yang baik. Rata-rata nilai dengan menggunakan program Warp PLS keberlanjutan 7.0. sebesar 3,39 yang menunjukan bahwa keberlanjutan urban farming juga cukup menjanjikan bagi petani setempat. 1074 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 Selanjutnya, dari ketiga variabel indikator lainnya. Hasil ini menunjukkan menunjukan variasi nilai yang cukup sama. bahwa, untuk usaha urban farming di Kota Variabel keberlanjutan urban farming Tasikmalaya belum sepenuhnya didukung menjadi variabel dengan tingkat variasi dengan baik dari sisi pendanaan seperti yang paling tinggi dibandingkan variabel pihak perbankan atau lembaga keuangan lainnya. Deviasi standar yang lebih tinggi mikro lainnya. hal ini disebabkan karena menunjukan ada perbedaan yang cukup pertanian perkotaan (Urban Farming) di persepsi mengenai variabel ini antar petani. Kota Variabel dengan variasi yang paling kecil berorientasi bisnis. Tasikmalaya mayoritas belum Kinerja Urban yaitu kelembagaan sehingga respon petani setempat cukup sama. Deskripsi Deskripsi Statistik Kelembagaan Statistik Farming Pendukung Urban Farming Tabel 4. Tabel 3. Kinerja Urban Farming Analisis Deskripsi Statistik Kelembagaan Pendukung Urban Farming Indikator Rata-Rata 4.01 4.00 3.67 2.93 3.85 3.40 Pemerintah Pasar Penyedia input Produksi Keuangan Media Lembaga Penelitian menunjukkan responden Tabel nilai untuk 3. tersebut rata-rata sikap seluruh Keluaran 3.56 Hasil 4.18 Manfaat 3.73 Dampak 4.37 kinerja deskriptif pertanian pada variabel perkotaan (urban farming) menunjukkan respon yang baik oleh petani pengelola pertanian perkotaan. pertanyaan Keseluruhan indikator Kinerja berada pada nilai empat. Dari keempat indikator, baik. Keseluruhan indikator kelembagaan kinerja pendukung berada pada interval tiga dampak urban farming memberikan respon terbaik dibandingkan sampai empat. Dari keenam indikator, pendukung Rata-rata Analisa kelembagaan berada dalam respon yang kelembagaan Indikator Sumber : Data Primer diolah (2022) Sumber : Data Primer Diolah (2022) Berdasarkan Analisis Deskripsi Statistik beberapa indikator lainnya. Hasil ini keuangan menunjukkan bahwa, usaha urban farming mempunyai nilai terendah dibandingkan yang berada di sekitar Kota Tasikmalaya 1075 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 mampu menciptakan keindahan dan disebabkan pelaku pertanian kesejukan dengan memanfaatkan lahan menitikberatkan sempit serta bagi sebagian responden dapat kebutuhan pangan rumah tangganya. memberikan tambahan kepada masih pemenuhan pendapatan meskipun belum maksimal. Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model) Deskripsi Statistik Keberlanjutan Model Pengembangan Pertanian Tabel 5. Analisis Deskripsi Statistik Perkotaan (Urban Farming) berkelanjutan Keberlanjutan dilakukan dengan analisis structural equation model (SEM). Analisis SEM Indikator Rata-rata Ekologi 4.14 dilakukan Ekonomi 2.00 WarpPLS.7.0. Model SEM yang dianalisis Sosbud 4.21 yaitu terdiri dari variabel laten dan Sumber : Data Primer diolah (2022) Analisa deskriptif pada pengukuran yang menyangkut pengujian validitas respon yang cukup baik oleh petani A. keberlanjutan berada pada nilai dua sampai sehingga indeks 1. kondisi ada dapat menerangkan dimensi. Artinya semakin besar convergent validity maka Dari ketiga indikator, keberlanjutan memberikan nilai beberapa lainnya. Hal terendah indikator tersebut penghasilan besar kemampuan dimensi tersebut dalam menerapkan variabel latennya. Evaluasi terhadap indikator model meliputi pemerikasaan /pengukuran muatan faktor Tasikmalaya belum memberikan manfaat tambahan semakin pengukuran menunjukan bahwa urban farming di Kota berupa Convergent Validity mengukur seberapa besar indikator yang baik atau berkelanjutan. keberlanjutan validitas Convergent validity digunakan untuk wilayah Kota Tasikmalaya dalam keadaan dibandingkan pengujipan PLS adalah sebagai berikut: pengembangan pertanian perkotaan di Ekonomi instrument kuesioner yang tersedia di dalam Warp dapat keberlanjutan menjadikan reabilitas Uji validitas Beberapa empat. hal ini menunjukan bahwa ketiga keberlanjutan dan penelitian. pengelola pertanian. Keseluruhan indikator meningkatkan pendekatan manifest. Outer model adalah model variabel keberlanjutan urban farming menunjukan indikator dengan ini 1076 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 (average variance extracted (AVE) Sumber : Data Primer diolah (2022) dan Berdasarkan outer Loading) pengujian Tabel 6. Hasil Pengujian Average Variance Extracted (AVE) Variabel laten Tabel average 6. bahwa variance extracted (AVE) Karakteristik, kelembagaan, kinerja dan keberlanjutan nilainya berada di atas Average variance extracted (AVE) 0,5. Ketentuan AVE ≥ 0,50 (Yamin 2014). Karakteristik (X1) 0.760 Hal ini menunjukan bahwa keseluruhan Kelembagaan (X2) 0.768 variabel - variabel telah memenuhi kriteria Kinerja (Y1) 0.702 Keberlanjutan (Y2) 0.741 convergent validity. Tabel 7. Hasil pengujian outer loading (Outer Model) Variabel laten Manifest Umur Pendidikan Pekerjaan Pengalaman Motivasi Pemerintah Pasar Karakteristik petani Kelembagaan pendukung Kinerja Keberlanjutan Outer Loading 0.860 0.933 0.779 0.894 0.886 0.852 0.930 P-Value 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Penyedia input Keuangan Media Lmbaga Keluaran Hasil Manfaat Dampak Ekologi Ekonomi 0.912 0.744 0.915 0.892 0.727 0.791 0.905 0.914 0.849 0.797 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Sosial budaya 0.930 0.000 Sumber: Analisis data primer (2022). Berdasarkan Tabel 7. ini dilihat bahwa loading dapat 2. keseluruhan nilai outer variabel Discriminant Validity Uji validity discriminant dapat dilihat Karakteristik, dari nilai loading dan cross loading. Kelembagaan pendukung , kinerja dan Keseluruhan nilai cross loading variabel keberlanjutan berada di atas 0,5 dan konstruk ke variabel laten yang dituju lebih mempunyai nilai signifikan yang berada di besar dibandingkan ke variabel laten lainya bawah 0,05 (5%). sebagaimana yang terlihat pada Tabel 8. 1077 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 Tabel 8. Hasil Pengujian Cross Loading (Outer Model) Variabel laten Karakteristik Kelembagaan pendukung Kinerja Keberlanjutan Manifest Karakteristik Umur 0.860 Pendidikan 0.933 Pekerjaan 0.779 Pengalaman 0.894 Motivasi 0.886 Pemerintah 0.438 Pasar 0.554 Penyedia input 0.564 Keuangan 0.423 Media 0.604 Lmbaga 0.547 Keluaran 0.419 Hasil 0.536 Manfaat 0.567 Dampak 0.577 Ekologi 0.475 Ekonomi 0.424 Sosial budaya 0. 552 Variabel laten Kelembagaan Kinerja 0.486 0.470 0.545 0.561 0.489 0.373 0.551 0.593 0.543 0.664 0.852 0.575 0.930 0.691 0.912 0.703 0.744 0.505 0.915 0.687 0.892 0.606 0.468 0.727 0.580 0.791 0.648 0.905 0.707 0.914 0.557 0.632 0.525 0.529 0.589 0.735 Keberlanjutan 0.502 0.439 0.230 0.571 0.602 0.515 0.586 0.667 0.490 0.613 0.503 0.630 0.612 0.662 0.586 0.849 0.797 0.930 Sumber: Analisis data primer (2022). Berdasarkan Tabel 8. bahwa nilai 2014). dan nilai cronbach alpha > 0,6. yang dicetak tebal yaitu nilai loading (Sarjono dan Julianita 2011). karakteristik, Tabel 9. Hasil Pengujian Composite kelembagaan pendukung, kinerja dan keberlanjutan lebih besar dari reliability dan Cronbach Alpha nilai cross loadings atau loading pada konstruk lainnya dengan nilai berada di atas 0,7 dapat dikatakan ideal, artinya bahwa indikator tersebut dapat dikatakan valid sebagai indikator untuk mengukur Cronbach Alpha Composite reliability Karakteristik (X1) Kelembagaan (X2) Kinerja (Y1) Keberlanjutan (Y2) 0.922 0.938 0.855 0.823 0.940 0.952 0.903 0.895 Sumber: Analisis data primer (2022). konstrak. B. Variabel laten Tabel 9. dapat dilihat bahwa nilai Uji Reliabilitas untuk composite reliability berada di atas 0,7 menentukan suatu kuesioner reliabel atau dan cronbach alpha berada di atas 0,6. tidak yaitu composite reliability dan Hasil cronbach alpha. Suatu kuesioner dikatakan penggunaan konstruk dalam menjelaskan memiliki reliabilitas komposit yang baik variabel latennya sudah sesuai atau baik. Kriteria yang digunakan jika memiliki nilai CR ≥ 0,70 (Yamin 1078 tersebut menunjukkan bahwa Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 Berikut adalah nilai reability item yang dapat dilihat pada penelitian sudah baik yang terlihat dari kolom rata-rata nilai koefisien determinasi untuk standardized loading. kinerja dan keberlanjutan yang berada pada tingkatan moderat. Nilai koefisien determinasi (R Square) diharapkan antara 0 dan 1. Ketentuan nilai R Square 0,75 termasuk kedalam kategori kuat, nilai R Square 0,50 termasuk kategori moderat, dan nilai R Square 0,25 termasuk kategori lemah (Hair et al., 2011). Gambar 1. Standardized Loading Predictive relevance Factor Inner dan Outer Model (Q Square) mempunyai nilai diatas nol (0) hal ini menunjukan semua variabel mempunyai Model Struktural (Inner Model ) validitasi yang baik. Selain itu, nilai Analisis terhadap inner model dalam goodness of fitindex yang berada pada hubungannya antar variabel latennya pada tingkatan besar ini menunjukan adanya model yang dibentuk dalam penelitian ini. kecocokan antara data dengan model. Pengujian ini meliputi koefisien determinasi, nilai predictive relevance dan Pengujian Hipotesis goodness of fitindex. Hasil pengujian dapat Pengujian Hipotesis Pengaruh Langsung dilihat pada Tabel 10. Pengujian Tabel 10. Hasil pengujian inner model. Nilai Indikator Koefisien determinasi (R2) 0.58 model kinerja 2 Koefisien determinasi (R2) 0.58 model keberlanjutan 3 0.82 Predictive relevance (Q2)* 5 Goodness of fitindex 0.65 (GoF)* 0 dimaksudkan Keteranga n hipotesis untuk ini juga membuktikan kebenaran dengan dugaan penelitian atau hipotesis. Moderat Pengujian hipotesa dalam penelitian ini meliputi dua model yaitu Moderat pengaruh Q2> 0, Baik karaktersitik individu dan kelembagaan pendukung terhadap kinerja urban farming dan pengaruh kinerja urban Besar Sumber: Analisis data primer (2022). farming terhadap keberlanjutan Pertanian. Secara keseluruhan dapat dilihat pada Pengujian inner model menunjukkan bahwa model yang dibentuk Tabel 11. dalam 1079 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 Tabel 11. Pengujian Hipotesis Koefisien 0.307 T-statitik 4.165 P-Value 0.000 0.538 6.403 0.000 Kinerja keberlanjutan Karakteristtik keberlanjutan 0.525 4.895 0.000 0.116 1.372 0.171 Kelembagaan keberlanjutan 0.198 2.054 0.041 Hipotesis Karakteristik kinerja Kelembagaan kinerja Sumber: Analisis data primer (2022). a. Pengaruh Karakteristik Petani menunjukan bahwa rata-rata tingkat Terhadap Kinerja Urban Farming pendidikan petani berada dalam kelompok Berdasarkan hasil pengujian hipotesa Sekolah Menengah Atas (SMA). menunjukan karakteristik petani Penelitian Sri Ayu dan Sisca (2020) berpengaruh positif terhadap kinerja urban menemukan bahwa karakteristik individu farming pada alfa 5 persen. Variabel ini terbukti berpengaruh positif dan signifikan berpengaruh dengan nilai koefisien sebesar terhadap kinerja petani. 0,307 dan nilai P value 0,000 yang artinya dengan semakin baiknya petani (2003), kinerja kelompok tani berhubungan setempat maka urban dengan karakteristik dan motivasi petani. karakteristik usaha kinerja farming semakin meningkat. Berdasarkan Hal ini sejalan Yatno, Marcellinus dan Eny Karakteristik petani terdiri dari umur, jenis kelima konstruk kelamin, tingkat pendidikan, dan pembentuk variabel karakteristik petani, pengalaman. Terdapat hubungan yang pendidikan dengan signifikan 95% antara umur, jenis kelamin, dibandingkan tingkat pendidikan, pengalaman, dengan indikator karakteristik lainnya. Hasil ini kinerja kelompok tani, artinya semakin mengambarkan bahwa tingkat pendidikan bertambahnya umur, pendidikan, dan petani berperan penting dalam membentuk pengalaman seseorang semakin baik profil petani yang semakin baik. Hal ini kinerja kelompok tani yang dilakukan. sejalan dengan pendapat Gusti dkk.(2021) b. loading menjadi factor konstruk terbesar Pengaruh Kelembagaan petani dengan latar belakang pendidikan Pendukung yang tinggi akan memiliki kecenderungan Urban Farming pemikiran yang lebih maju dibandingkan Hasil pengujian hipotesa dengan petani dengan latar belakang menunjukkan kelembagaan pendukung pendidikan berpengaruh positif terhadap kinerja urban rendah. Analisa deskriptif 1080 Terhadap Kinerja Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 farming pada alfa 5 persen. Variabel ini artinya berpengaruh dengan nilai koefisien sebesar kelembagaan merupakan dorongan bagi 0,538 dan nilai p value 0,000 yang artinya membaiknya keragaan sistem agribisnis semakin baiknya kelembagaan pendukung selanjutnya memungkinkan tercapainya maka kinerja urban farming semakin baik keberhasilan yang tinggi atau meningkat. usahatani. Analisa deskriptif menunjukkan rata- c. dengan meningkatnya lebih Terhadap Keberlanjutan nilai yang baik, dari keempat Berdasarkan pembentuk kinerja, indikator dari Pengaruh Kinerja Urban Farming rata kinerja urban farming menunjukan konstruk peran hasil penelitian pasar menunjukkan bahwa kinerja urban farming menjadi konstruk dengan loading factor berpengaruh positif terhadap keberlanjutan terbesar dibandingkan indikator pembentuk pertanian alfa 5 persen. Variabel ini lainnya. Nilai loading faktor tersebut berpengaruh dengan nilai koefisien sebesar mengambarkan perkembangan 0,525 dan nilai p value 0,000 yang artinya pasar sangat penting dimana adanya semakin tinggi kinerja urban farming maka jaminan pasar menjadi kunci utama agar keberlanjutan pertanian akan semakin baik. produk pertanian bisa sampai konsumen Analisa deskriptif menunjukkan rata-rata akhir. Pemasaran produk hasil pertanian kinerja urban farming berada dalam profil bisa secara langsung atau melalui media yang baik. Kinerja urban farming yang sosial atau media komunikasi lainnya baik menunjukkan bahwa potensi ekonomi sangat dan manfaat dari pertanian ini ke depannya bahwa berperan penting dalam kelembagaan pendukung urban farming. akan baik pula. Peran dari pemasaran online ini sejalan Selanjutnya, dari keempat konstruk dengan perkembangan teknologi (digital pembentuk marketing) indikator sehingga informasi atau kinerja urban farming, dampak ekonomi menjadi promosi produk yang dipasarkan menjadi konstruk dengan loading factor terbesar sangat efektif. dibandingkan Hal ini sejalan dengan pendapat Juraemi (2004) menjelaskan indikator lainnya. Ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi dan bahwa lainnya berperan penting dalam kelembagaan sebagai salah satu subsistem menggambarkan kinerja urban farming. agribisnis mempunyai hubungan yang Penelitian Fahmariza, Fahmariza dkk signifikan dengan keragaan sistemnya, (2021) mengemukakan bahwa ada 1081 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 hubungan positif antara kinerja dengan media dan lembaga penelitian berpengaruh pendapatan. positif d. Pengaruh karakteristik terhadap farming pada alfa 5 persen. Variabel ini keberlanjutan urban farming berpengaruh dengan nilai koefisien sebesar Hasil hipotesa 0,198 dan nilai P value 0,041 yang artinya menunjukan bahwa karakteristik petani semakin baiknya kelembagaan pendukung tidak berpengaruh signifikan terhadap maka keberlanjutan urban farming dengan nilai semakin meningkat. pengujian koefisien 0,116 dan nilai p value 0,171. Tidak berpengaruh menunjukkan petani variabel perubahan tidak urban farming signifikan ini sesuai dengan Penelitian karakteristik Zuhdi dkk (2021) menemukkan bahwa terhadap dimensi kelembagaan berperan besar terhadap keberlanjutan usahatani. Menurut Temuan tersebut dapat dikaitkan menyatakan keberlanjutan urban ini berdampak pendapat keberlanjutan Adanya pengaruh yang positif dan perubahan keberlanjutan. dengan terhadap Li (2009) bahwa mereka, dimensi kelembagaan menjadikan yang aspek perencanaan sebagai faktor pengukit pembangunan yang terbesar. Kelembagaan berkaitan pertanian yang berkelanjutan menjadi salah dengan aspek satu kegiatan pertanian yang berupaya sehingga mencapai keberlanjutan produksi komprehensif pertanian, keberlanjutan ekonomi stakeholder perencanaan usahatani dilakukan secara dapat dengan terkait melibatkan mengingat aspek pedesaan, dan keberlanjutan lingkungan perencanaan merupakan aspek yang paling dalam jangka berpengaruh definisi keberlanjutan panjang. Berdasarkan tersebut, maka terhadap keberlanjutan usahatani. keberlanjutan ditentukan oleh faktor makro sehingga faktor internal kurang Tabel 12. Hasil pengujian hipotesa tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan. e. langsung Pengaruh kelembagaan terhadap keberlanjutan urban farming Hasil pengujian hipotesa menunjukan kelembagaan pendukung Hipotesis Karakteristik kinerja keberlanjutan Kelembagaan kinerja keberlanjutan dalam penelitian terdiri dari pemerintah, Koefi sien 0.161 0.283 Tstat itik 2.8 96 4.1 21 Sumber: Analisis Data Primer (2022). pasar, penyedia input produksi, keuangan, 1082 PValu e 0.00 4 0.00 0 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 a. Pengaruh Karakteristik Petani yang baik berperan dalam keberlanjutan Terhadap Keberlanjutan Melalui pertanian perkotaan . Kinerja Urban Farming Model Implementatif Pengembangan Hasil pengujian indirect effect Pertanian Perkotaan Berkelanjutan Di menunjukkan kinerja urban farming memoderasi berpengaruh karakteristik Secara metodologis, model terhadap keberlanjutan Pertanian implementasi pengembangan pertanian Kota Tasikmalaya Perkotaan (urban farming) pada alfa 5 perkotaan persen. Hasil ini menunjukan bahwa Tasikmalaya kinerja pertanian perkotaan yang terbentuk dikembangkan dari model konseptual dan dengan baik menghubungkan faktor-faktor model struktural. Dasar pengembangan internal model petani meliputi keragaan berkelanjutan adalah di Kota dikonstruksi dan realitas-realitas yang karakteristik petani terhadap keberlanjutan dikonstruksi dari indikator dan parameter urban yang teruji dan terbukti berpengaruh farming. Nilai loading factor menunjukkan bahwa peran pendidikan dan signifikan dampak berkelanjutan pertanian perkotaan. Selain kinerja berperan dalam terhadap kinerja dan keberlanjutan pertanian. itu, model implementatif juga dikonstruksi b. Pengaruh Kelembagaan Terhadap dari berbagai temuan kualitatif, baik Keberlanjutan pengalaman, motivasi, kendala maupun Melalui Kinerja Urban Farming hambatan yang ditemukan dilapangan. Hasil pengujian indirect effect Harapannya,semua itu dapat terakomodir, menunjukkan kinerja urban farming memoderasi berpengaruh kelembagaan diintegrasikan, pendukung terhadap keberlanjutan diantisipasi. Selain itu, melalui model usahatani (urban farming) pada alfa 5 implementatasi, para pelaku pertanian persen. Hasil ini menunjukan bahwa perkotaan, kinerja pertanian perkotaan yang terbentuk praktisi akademis di Kota Tasikmalaya, di dengan baik menghubungkan faktor-faktor Provinsi Jawa Barat dan di Indonesia pada kelembagaan terhadap keberlanjutan urban umumnya, dapat memperoleh gambaran farming. Nilai loading factor menunjukan praktis bahwa peran pasar yang baik dan kinerja pertanian perkotaan yang berkelanjutan. sehingga 1083 lebih praktis untuk dipecahkan dan pemangku tentang model kebijakan dan pengembangan Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 Mengembangkan pertanian Berdasarkan hasil penelitian, dapat perkotaan yang berkelanjutan tidaklah disimpulkan mengenai model pertanian sesederhana konsep dan strukturnya. perkotaan Perspektif pembangunan pertanian (urban Akan aspek pelaksanaannya penting, di Kota Tasikmalaya telah berjalan dengan baik. berkelanjutan memandang bahwa semua keberlanjutan farming) Dalam tetapi ada kendala dalam yaitu adanya pelaku konsep pembangunan berkelanjutan bahwa pertanian perkotaan yang belum maksimal kegiatan pembangunan (termasuk dalam penerapan pertanian perkotaan. pertanian dan dinyatakan disamping itu pengalaman pelaku masih agribisnis) berkelanjutan, jika kegiatan tersebut secara kurang. ekonomis, ekologis dan sosial bersifat belum maksimal hal tersebut dikarenakan berkelanjutan Dahuri, (Srageldin, 1998). ekonomis Dukungan lembaga keuangan 1996 dalam pertanian perkotaan belum sepenuhnya Berkelanjutan secara berorientasi bisnis, namun demikian ada kegiatan beberapa pelaku yang sudah menjalin berarti suatu pembangunan harus dapat membuahkan kemitraan pertumbuhan ekonomi dan penggunaan pemerintah maupun swasta. Oleh Karena sumber daya serta investasi secara efisien. itu Berkelanjutan secara ekologis mengandung ditingkatkan arti bahwa kegiatan tersebut harus dapat perubahan dari pertanian subsitem ke mempertahankan menjaga pertanian bisnis. lingkungan dan konservasi sumberdaya Pertanian ekosistem, dengan pertanian pihak luar baik perkotaan perlu terus aktivitasnya agar terjadi perkotaan alam termasuk keanekaragaman hayati praktek (biodiversity). Sementara itu berkelanjutan distribusi bahan pangan yang terjadi secara sosial, mensyaratkan bahwa suatu perkotaan. kegiatan pembangunan hendaknya dapat perkotaan tidak terlepas dari motivasi menciptakan pemerataan pelaku pembangunan. Walau definisi pembangunan hasil-hasil banyak variasi budidaya, merupakan pengolahan, Keberhasilan untuk dan di pertanian melakukan kegiatan pertanian perkotaan dengan memanfaatkan berkelanjutan, lahan sempit sebagai upaya untuk termasuk pertanian berkelanjutan, yang menguatkan ketahanan pangan. Salah satu diterima secara luas ialah yang bertumpu upaya yang dilakukan diantaranya dengan pada tiga pilar: ekonomi, sosial, dan membentuk komunitas yang bertujuan ekologi. untuk peningkatan kemampuan pelaku 1084 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 dalam mengembangkan kegiatan tersebut. Peran lembaga keuangan dalam komunitas memiliki peranan penting dari menunjang pertanian perkotaan perlu perencanaan hingga pada implementasi mendapat perhatian, dukungan dari sisi pembangunan pendanaan sangat menunjang keberhasilan dalam menunjang kinerja pertanian perkotaan yang berkelanjutan pembangunan pertanian. Kolaborasi antar Pertanian perkotaan bisa berjalan pelaku pertanian perkotaan dengan penyedia input dengan baik bila ditunjang oleh lima unsur pemerintah, kekuatan pembangunan yang di sebut produksi, lembaga keuangan, Media dan Pentahelix (pemerinth. Masyarakat atau Lembaga penelitian dalam mendukung komunitas, akademisi, dunia usaha atau kinerja pertanian perkotaan merupakan badan dan media) . Akademisi merupakan prasyarat bagi lembaga penelitian yang berperan dalam perkotaan yang implementasi kegiatan, dalam pertanian tercapainya swasembada pangan. perkotaan lembaga penelitian memainkan peran penting dalam pasar, Pertanian membentuk terwujudnya pertanian berkelanjutan perkotaan di Tasikmalaya bisa menjadi peluang bagi pelaku sejalan dengan pendapat (Halibas dkk, perekonomian dengan menjadi pelaku 2017) mampu usaha /pebisnis.hal tersebut di tunjang oleh dengan media dalam mempromosikan produk- menyediakan tenaga kerja terampil, kritis, produk pertaniannya. Kemunculan media dan membentuk akademisi masyarakat mengembangkan dapat Kota masyarakat berbasis pengetahuan hal ini bahwa untuk demi menggerakan bakat sehingga yang terus berkembang berguna untuk kemampuan dan interaksi antar manusia yang bersifat keterampilan yang inovatif, giat dan digital, berjaring dan berekomputerasi berwirausaha. Peningkatan Sumber daya sebagai manusia dengan pendidikan yang tinggi di teknologi, dukung dengan peningkatan teknologi dan (Kurnia, 2005). menghasilkan pengembangan inovasi pengaruh informasi dari kecanggihan dan komunikasi dengan Kegiatan pertanian perkotaan di Kota mengkolaborasikan pengetahuan dari luar Tasikmalaya tidak terlepas dari peran dan kearifan lokal merupakan strategi pemerintah dalam hal ini Dinas Ketahanan dalam mendukung keberhasilan program Pangan, Pertanian dan Perikanan melalui pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya. program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), diantaranya 1085 melalui pelatihan dan Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 penyuluhan. Melalui penyuluhan Kolaborasi antar komunitas pelaku diharapkan pelaku pertanian perkotaan bisa pertanian perkotaan akademisi, lembaga merubah perilaku, sikap dan keterampilan keuangan, usaha/bisnis terhadap pengetahuan pertanian perkotaan pemerintah, merupakan prasyarat bagi baik tehnik budidaya, penanganan pasca terwujudnya pertanian perkotaan panen maupun pengolahan hasil (Sistem berkelanjutan demi terwujudnya ketahanan Agribisnis). Lebih jauh lagi, penyuluhan pangan. memiliki peran penting pealaku dan yang dalam mempercepat aliran informasi dan inovasi kepada petani. Gambar 2. Model Implementatif Pengembangan Pertanian Perkotaan Berkelanjutan di Kota Tasikmalaya Simpulan Kota Berdasarkan hasil dan pembahasan Tasikmalaya. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: kinerja 1. Kinerja pertanian perkotaan (Urban keberlanjutan Farming) di wilayah Kota semakin Tasikmalaya berpengaruh positif pengaruh tidak langsung (indirect terhadap pertanian berkelanjutan di effect) 1086 urban baik. bahwa farming maka pertanian akan Menurut hasil kinerja pertanian Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 perkotaan merupakan mediasi pengaruh terhadap keberlanjutan perkotaan dan variabel 3. karakteristik pengembangan Pertanian Perkotaan (Urban pertanian berkelanjutan dirancang mediasi upaya penguatan ketahanan pangan variabel Farming) sebagai pengaruh Kelembagaan Pendukung yang terhadap ekonomi dan berkelanjutan dilihat keberlanjutan pertanian perkotaan. 2. Model menguntungkan secara dari aspek lingkungan. Oleh karena Karakteristik pelaku kelembagaan itu untuk pertanian perkotaan perlu pendukung berpengaruh pertanian dan terhadap perkotaan Tasikmalaya di artinya disentuh dengan pengembangan kinerja inovasi dan peningkatan teknologi Kota yang berkelanjutan, prasyarat untuk semakin mewujudkan semua itu adalah baiknya karakteristik petani setempat adanya kolaborasi antara pelaku maka usaha kinerja urban farming pertanian perkotaan, akademisi, semakin meningkat demikian juga lembaga keuangan, pelaku semakin baiknya usaha/bisnis,dan pemerintah dengan pendukung maka kinerja urban farming semakin baik atau meningkat. kelembagaan menggabungkan modern dan pertanian Karakteristik pelaku yang tidak berpengaruh terhadap pertanian menunjukkan adanya karakteristik perubahan berpengaruh dengan berikan, yaitu : 1. Adanya faktor-faktor berpengaruh seperti pendukung terhadap disesuaikan Adapun saran yang dapat peneliti keberlanjutan. Kelembangaan tradisional Saran petani tidak berdampak terhadap perubahan pertanian karakteristik kewilayahannya. berkelanjutan perkotaan di Kota Tasikmalaya hal ini sistem yang kelembagaan pendukung serta kinerja dan faktor pertanian yang tidak berpengaruh seperti perkotaan berkelanjutan di Kota karakteristik terhadap keberlanjutan Tasikmalaya yang artinya semakin pertanian baiknya dikembangkan kelembagaan pendukung maka keberlanjutan urban farming perkotaan dapat menjadi bahan penelitian lanjutan. semakin meningkat. 1087 Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 2. Kedepannya diperlukan peraturan yang pertanian perkotaan, adanya jelas Kecamatan Parakan. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah. Vol. 19, No. 2, Desember 2021, hal. 209 – 221. tentang baik yang Hair, Jr., Joseph F., et. al. (2011). Multivariate Data Analysis. Fifth Edition. New Jersey: PrenticeHall, Inc. berbentuk undang-undang maupun peraturan turunannya agar pertanian perkotaan berkembang profesional. Disamping secara itu Halibas,A.S. Sibayan.R.O & Maata R.L.R. (2017) The penta helix model of inovationin Oman: An hei prespective Interdisciplinary Journal of Information, Knowlodge, and Management. juga diperlukan kolaborasi antara pelaku pertanian perkotaan, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha/bisnis dan pemerintah dalam mengimplementasikan Juraemi. 2004. Hubungan Antara Kinerja Kelembagaan Dengan Keragaan Sistem Agribisnis Pada Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan Kelapa Sawit. Samarinda: Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. model pengembangan pertanian perkotaan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA Kurnia Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian (SuatuPendekatan Praktik). Rineka Cipta. Badan S.S. (2005). Kontemporer.Yayasan Indonesia. Jurnalisme Obor Li, M. (2009). The Choice of Sustainable development model of China’s. Agriculture Asian Social Science, 5, 91-93. Pusat Statistik. 2022. Kota Tasikmalaya Dalam Angka. Katalog /Catalog: 1102001.3278. Dahuri, R. 1998. Pembangunan Pertanian Berkelanjutan: Dalam Perspektif Ekonomi, Sosial dan Ekologi. Agrimedia Volume 4 Nomor 1; Februari 1998. Mohammad Fahmariza, Entus ,Tohidin. Hubungan Kinerja Kelompok Tani dengan Pendapatan Usahatani Padi Sawah ( Oryza Sativa, L) di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Agri Wiralodra. Volume 13, Nomor 1, April 2021. Ethridge, Don. 2004. Research Methodology in Applied Economics(2nd edition). Iowa: Blackwell Publishing. Orsini, F., R. Kahane, R. Nono-Womdim, dan G. Gianquinto. 2013. Urban agriculture in the developing world: a review. Agron. Sustain. Dev., 33(4): 695 – 720. Gusti, I.M., S. Gayatri dan A.S. Prasetyo. 2021. Pengaruh Umur, Tingkat Pendidikan danLama Bertani terhadap Pengetahuan Petani Mengenai Manfaat dan Cara Penggunaan Kartu Tani di Priyono dan Burhanuddin Penumbuhkembangan 1088 (2020). Perilaku Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Volume 10, Nomor 2, Mei 2023 : 1070-1089 Kewirausahaan dalam Sistem Agibisnis Ayam Lokal. Journal Of Integrated agribussines, 2 (1) 2020: 62-67. Kompetensi Terhadap Kinerja Petani Padi Sawah di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Agribisnis Vol.22. 1 Juni 2020. Sarjono Haryadi dan Julianita Winda. (2011). SPSS vs LISREL: Sebuah Pengantar, Aplikasi untuk Riset. Penerbit Salemba empat, Jakarta. Sudjana. 2000. Statistika Untuk Ekonomi dan Niaga.Trsito. Bandung. Sugiyono, S. 2013. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta. Setyo Parsudi, Damaijanto. 2019. Model, Motivasi dan Kendala masyarakat dalam melakukan Pertanian Kota (Urban Farming ) di Kota Surabaya. Agridevina 8 (1) ISSN 2301 – 8607. Yamin. S. 2014. Rahasia Olah Data Lisrel. Jakarta: Mitra Wacana Media Zuhdi Fadhlan, Achmad Saiful Alim, Fahroji dan , Viona Zulfia (2021). Analisis Keberlanjutan Usaha Tani Padi di Kabupaten Siak ( Studi Kasus di Gapoktan Mekar Jaya, Kecamatan Sabak Auh District) . Enviro Scienteae Vol. 17 No. 3 Halaman : 25 – 33. Smith, J., A. Ratta and J. Nasr. 1996. Urban Agriculture: Food, Jobs and Sustainable Cities. Publication Series for Habitat II, Vol.I. New York: United Nations Development Program (UNDP). Sri Ayu Kurniati dan Sisca Vaulina. 2020. Pengaruh Karakteristik Petani dan 1089
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )