Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Volume 6 Nomor 2, Desember 2020 ISSN : 2461-0992 PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM DENGAN KONSEP URBAN FARMING UNTUK MASYARAKAT PERKOTAAN Andi Iva Mundiyah, Ni Made Wirastika Sari, Sharfina Nabilah, dan Pande Komang Suparyana Fakultas Pertanian, Universitas Mataram E-mail : andiva@unram.ac.id ABSTRAK Budidaya jamur bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Iklim negara kita yang panas dengan kelembaban yang cukup tinggi, merupakan kondisi yang ideal bagi tumbuhnya jamur tiram, namun ketersediaan jamur tiram dipasaran khususnya di Kota Makassar belum terlalu banyak dikarenakan masih kurangnya pembudidaya jamur tiram. Jamur tiram yang dijumpai di pusat perbelanjaan di Kota Makassar merupakan jamur yang berasal dari Pulau Jawa sehingga terkadang kondisinya sudah layu, menguning hingga berair. Kondisi ini menyebabkan harga jamur relatif lebih mahal, jika dibandingkan dengan harga jamur di daerah lain (pulau Jawa). Keterbatasan keterampilan dalam membudidayakan jamur menjadi salah satu penyebab terbatasnya persediaan stok jamur dipasar. Di pihak lain, pola pikir masyarakat tentang kegiatan bertani harus di lahan yang luas serta ketersediaan lahan untuk kegiatan budidaya di Kota Makassar mulai terbatas dengan maraknya pembangunan perumahan dan pusat perkantoran, padahal jamur tiram merupakan super food yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Tujuan dilakukannya kegiatan pelatihan ini untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat khusus masyarakat Kota Makassar dalam berbudidaya jamur tiram dengan memanfaatkan keterbatasan lahan atau memanfaatkan pekarangan rumah. Kegiatan menggunakan motede Focus Disscusion group (FGD) berlangsung selama 3 (Tiga) hari dari tanggal 12-15 Januari 2020 bertempat di rumah salah satu anggota masyarakat. Pelatihan budidaya jamur tiram pada hari pertama yaitu persiapan dan pembuatan media tanam jamur tiram, hari kedua kegiatan inokulasi bibit jamur tiram ke media tanam yang telah siap dan hari ketiga evaluasi kegiatan dengan melihat kondisi media tanam jamur terdapat kontaminaasi atau tidak. Hasil kegiatan pelatihan ini sebagian peserta telah paham cara budidaya jamur tiram dengan menghasilkan media tanam jamur tiram yang tidak terkontaminasi oleh jamur lain. Media jamur tiram yang berhasil adalah media jamur tiram yang berwarna putih seperti kapas dan setelah 1 bulan akan keluar jamur tiram yang dikenal dengan pin head. Kata Kunci : jamur tiram, urban farming, kewirausahaan, perkotaan lebih besar dibandingkan laju produksi PENDAHULUAN Pesatnya laju pertumbuhan populasi bahan pangan, maka akan terjadi bencana di perkotaan akan menimbulkan masalah krisis pangan. Jumlah bahan pangan yang lingkungan, mulai dari konversi lahan tidak sampai degradasi kualitas lingkungan berdampak pada ketergantungan antara akibat Apabila suatu kawasan/wilayah terhadap kawasan kondisi pertumbuhan populasi penduduk lain. Hal ini terjadi terutama untuk polusi dan sampah. cukup secara paralel akan 156 Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Volume 6 Nomor 2, Desember 2020 wilayah perkotaan ISSN : 2461-0992 negara-negara tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, berkembang, dimana wilayah tersebut Surabaya, semakin menjadi pusat penduduk serta diberbagai bidang akibat kemajuan ilmu permukiman dan kumpulan orang-orang pengetahuan dan teknologi merupakan dengan keragaman etnik (Jalil, 2005). tantangan besar bagi anak muda untuk FAO (2008) memprediksi bahwa pada senantiasa mampu memanfaatkan dan tahun 2020, sekitar 75% penduduk di mengelola lingkungannya. Oleh karena negara-negara berkembang di Afrika, itu diperlukan adanya berbagai program Asia, dan Amerika Latin akan tinggal di yang dapat dilakukan oleh kaum anak kawasan muda perkotaan. mendorong Kondisi pemerintah ini maupun Makassar. dalam kesejahteraan Kemajuan rangka peningkatan (Maulidie dkk, 2020). masyarakat di kawasan perkotaan harus Urban farming yang berarti bercocok mulai memenuhi tanam di lingkungan rumah perkotaan mandiri dianggap beriringan dengan keinginan (Noorsya dan Kustiwan, 2013) serta masyarakat kota untuk menjalani gaya memperbaiki kondisi lingkungan agar hidup sehat. Hasil panen dari urban tercipta dan farming lebih menyehatkan dikarenakan berkualitas. Salah satu solusinya adalah tidak menggunakan pupuk kimia dan dengan menerapkan urban farming. pestisida sintetis. Urban farming memiliki mencoba kebutuhan untuk pangan lingkungan secara yang sehat Perkembangan pertanian perkotaan dampak yang lebih besar di Indonesia khususnya di Ibu Kota kelangsungan Jakarta sebetulnya sudah mulai terlihat Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa pasca krisis ekonomi 1997-1998. (Fauzi, urban farming dapat menjadi konsep 2016). Dalam beberapa tahun belakangan pertanian ideal dimasa depan. Menjawab ini, Salah satu bentuk pemberdayaan krisis ketersediaan lahan untuk bercocok masyarakat adalah berupa memberikan tanaman di perkotaan. Hasil penelitian kesadaran dari peluang terhadap baru adanya dalam peluang meningkatkan Atik masyarakat bagi dan menyimpulkan perkotaan. Johanes (2017) solusi terbaik untuk keterbatasan lahan akibat kesejahteraan hidupnya dan bisa juga mengatasi dengan memberikan pelatihan-pelatihan jumlah penduduk yang terus meningkat dalam membuka usaha secara mandiri adalah dengan pembangunan secara (Basuki dkk, 2020). tren urban farming vertikal selain itu farming semakin diminati oleh masyarakat yang didalamnya dirancang untuk mengatasi urban 157 Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Volume 6 Nomor 2, Desember 2020 ISSN : 2461-0992 isu keterbatasan lahan pertanian. Berbagai panas dengan kelembaban yang cukup sistem pertanaman urban farming seperti tinggi, merupakan kondisi yang ideal bagi vertikultur, hidroponik, dan aquaponik tumbuhnya berbagai jenis jamur. Beberaja dapat dengan mudah di area terbatas. jenis jamur yang telah dikenal dan Fakta tersebut menunjukkan bahwa dibudidayakan secara luas di Indonesia usahatani di perkotaan dapat memberikan antara lain jamur merang (Volvariela lapangan pekerjaan dan menjadi sumber volvaceae), jamur kuping (Auricularia penghasilan masyarakat serta menyangga aricula), jamur shitake (Lentinula edodes) kestabilan ekonomi di dalam keadaan dan kritis dan berkaitan langsung dengan polytricha) (Susilawati & Raharjo, 2010) upaya penaggulangan kemiskinan serta Ketersediaan jamur tiram dipasaran penciptaan lingkungan yang lestari (Sampeliling et al., 2012). jamur tiram putih (Auricularia khususnya di Kota Makassar belum terlalu banyak dikarenakan masih Pertanian perkotaan hadir sebagai kurangnya pembudidaya jamur tiram. solusi dalam kelangsungan pangan di Jamur tiram yang dijumpai di pusat kotakota besar di Indonesia. Tidak bisa perbelanjaan dihindarkan bahwa suatu kota besar merupakan jamur yang berasal dari Pulau memerlukan daerah disekitarnya untuk Jawa memasok bahan makanan setiap harinya. sudah layu, menguning hingga berair. Menurut Puriandi dan Indrajati (2013), Kondisi ini menyebabkan harga jamur 97% kebutuhan pangan kota Bandung relatif lebih mahal, jika dibandingkan dipasok oleh daerah diluar kota Bandung dengan harga jamur di daerah lain (pulau seperti Kabupaten Bandung, Cianjur, Jawa). Keterbatasan keterampilan dalam Karawang, Subang, Sumedang, Garut, membudidayakan jamur menjadi salah Majalengka Jawa satu penyebab terbatasnya persediaan stok Tengah. Hal ini tentu menjadi masalah jamur dipasar. Di pihak lain, pola pikir serius ketika terbatasnya ketersediaan dan masyarakat tentang kegiatan bertani harus akses pangan terjadi akibat dari tidak di lahan yang luas namun ketersediaan meratanya pendapatan penduduk yang lahan untuk kegiatan budidaya di Kota berakhir pada konflik kemiskinan. Makassar hingga Provinsi di sehingga Kota terkadang mulai terbatas Makassar kondisinya dengan Budidaya jamur bukan merupakan maraknya pembangunan perumahan dan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia pusat perkantoran, padahal jamur tiram pada umumnya. Iklim negara kita yang merupakan super food yang memiliki 158 Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Volume 6 Nomor 2, Desember 2020 ISSN : 2461-0992 banyak manfaat bagi tubuh manusia. pemanenan jamur tiram siap konsumsi. Selain itu jamur tiram juga merupakan Kegiatan pengabdian ini sumber pangan organik bebas pestisida direncanakan selama 3 (tiga) hari, sebagai (Sutarman, 2012). berikut: Berdasarkan paparan analisis situasi 1. Kegiatan hari pertama yaitu a) dan permasalahan diatas, maka rumusan Penentuan lokasi tempat budidaya masalah yang akan diselesaikan dalam jamur tiram dan kegiatan pelatihan program pengabdian ini adalah bagaimana berlangsung. Setelah itu dilanjutkan pemanfaatan dengan lahan terbatas untuk pembersihan lokasi dan budidaya jamur tiram untuk masyarakat sterilisasi lokasi. b) persiapan rak perkotaan? yang akan digunakan untuk menaruh Tujuan Kegiatan pengabdian media tanam jamur tiram nantinya. kepada masyarakat ini adalah untuk Rak dapat menggunakan bambu atau memberikan pelatihan budidaya jamur bisa dari besi ringan tergantung tiram dengan keterbatasan lahan untuk kesiapan masayarakat perkotaan. sekali lagi untuk memastikan lokasi dana. c) penyemprotan Sasaran dari kegiatan pengabdian yang akan digunakan untuk kegiatan masyarakat ini adalah masyarakat di budidaya jamur tiram bebas dari Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. bakteri Kecamatan kontaminasi pada jamur tiram. Panakkukang merupakan salah satu kecamatan terpadat di Kota 2. yang Kegiatan akan hari menyebabkan kedua yaitu a) Makassar dengan ketersedian lahan yang Pembuatan media tanam yang terdiri terbatas untuk kegiatan pertanian. dari dedak, serbuk gergaji, kapur. b) sterilisasi media tanam jamur selama METODE 3-4 jam (satu tabung gas kecil habis). Metode Pelaksanaan Kegiatan c) kegiatan pendinginan media tanam Kegiatan pengabdian ini dilakukan yang telah disterilisasi sebelum dalam bentuk pelatihan budidaya jamur dilakukan kegiatan inokulasi bibit tiram selama 3 hari dari taggal 12-15 jamur di hari berikutnya. Januari 2020. Pelatihan budidaya jamur 3. Kegiatan hari ketiga adalah kegiatan tiram terdiri dari praktik pembuatan inokulasi bibit jamur pada media media tanam. tanama jamur tiram, proses inokulasi bibit, proses inkubasi, proses Kegiatan ini merupakan tahapan terpenting dan memiliki 159 Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Volume 6 Nomor 2, Desember 2020 ISSN : 2461-0992 tingkat risiko kegagalan yang cukup dengan sukses pada tanggal 12-15 Januari tinggi sehingga diperlukan kehati- 2020 di Rumah Bapak Fuad Kelurahan hatian dalam melakukannya. Media Tamalate Kecamatan Panakkukang Kota jamur tiram yang telah diinokulasi Makassar. Rumah Bapak Fuad dipilih diletakkan pada rak karena keinginan dari yang bersangkutan yang telah dipersiapkan hingga media jamur ingin memanfaatkan pekarangan tiram memutih keseluruhan (± 1 rumahnya untuk budidaya jamur karena bulan). kegeramannya Evaluasi kegiatan pengabdian akan mengetahui manfaat dari jamur tiram bagi mengkonsumsi Pekarangan Bapak dan dilakukan secara berkala selama kegiatan kesehatan. Fuad pelatihan berlangsung hingga kegiatan berukuran 3m × m sehingga konsep pelatihan selesai. Setiap tahapan akan budidaya jamur tiram dapat dilakukan dievaluasi dengan cara yang berbeda. karena tidak membutuhkan lahan yang antusias masyarakat selama kegiatan luas. pelatihan berlangsung menjadi salah satu indikator keberhasilan pengabdian ini. Indikator keberhasilan pelaksanaan kegiatan pengabdian akan diukur dengan tingkat keterampilan dan pemahaman peserta, yaitu lebih dari 60% peserta memiliki pemahaman dan keterampilan dalam budidaya jamur tiram kontaminiasi pada media tanam dan jamur tiram dibawah 50%. Partisipasi Gambar 1. Lokasi budidaya jamur tiram masyarakat dalam kegiatan ini diantaranya adalah sebagai peserta aktif dan penyedia tempat pelaksanaan kegiatan. di rumah Bapak Fuad Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan berfokus pada peningkatan keterampilan dan pengetahuan tentang budidaya jamur tiram serta mengedukasi HASIL DAN PEMBAHASAN masyarakat kota untuk memanfaatkan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian lahan yang terbatas untuk kegiatan bertani Kegiatan pengabdian kepada dengan konsep urban farming. Materi masyarakat ini telah berhasil dilaksanakan pengabdian disampaikan oleh Andi Iva 160 Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Volume 6 Nomor 2, Desember 2020 ISSN : 2461-0992 Mundiyah, S.P., M.Si. yang menjelaskan Kegiatan ini merupakan tahapan pemanfaatan lahan sempit dengan konsep terpenting dan memiliki tingkat risiko urban farming melalui budidaya jamur kegagalan yang cukup tinggi sehingga tiram. Materi dilanjutkan dengan dengan diperlukan praktik. melakukannya. kehati-hatian dalam Gambar 2. Pencampuran bahan untuk media tanam jamur tiram Pada hari Gambar 3. Media jamur tiram yang sudah pertama kegiatan diinokulasi dan dalam masa inkubasi pelatihan budidaya jamur tiram dimulai hingga panen dengan pembersihan lokasi dan sterilisasi Selama lokasi, persiapan rak yang akan peserta pelaksanaan mengikuti dengan kegiatan antusias. digunakan untuk menaruh media tanam Sebagian besar santri belum pernah jamur praktik budidaya jamur tiram. Pengalaman tiram nantinya, penyemprotan untuk pertama membuat peserta tidak sungkan memastikan lokasi yang akan digunakan untuk mengajukan pertanyaan terutama untuk kegiatan budidaya jamur tiram tentang inokulasi bibit jamur. Pertanyaan bebas yang dari sekali dilanjutkan bakteri lagi yang akan dimaksud diantaranya adalah menyebabkan kontaminasi pada jamur sebagai berikut : bagaimana ciri-ciri tiram. Pada hari kedua kegiatan yang media jamur tiram yang terkontaminasi, dilakukan pembuatan media tanam yang jika media jamur terkontaminasi apa yang terdiri dari dedak, serbuk gergaji, kapur, harus dilakukan, berapa lama waktu sterilisasi media tanam jamur selama 3-4 panen jamur tiram, dan bagaimana cara jam (satu tabung gas kecil habis), pemanenan jamur tiram yang baik. kegiatan pendinginan media tanam yang Evaluasi telah Pengabdian disterilisasi sebelum dilakukan kegiatan inokulasi bibit jamur di hari berikutnya. Dan pada hari ketiga inokulasi bibit jamur pada media tanam. Pelaksanaan Kegiatan masyarakat ini Kegiatan pengabdian secara umum kepada dapat berlangsung dengan lancar, dimulai dari 161 Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Volume 6 Nomor 2, Desember 2020 perencanaan ISSN : 2461-0992 sampai dengan konsep urban farming pelaksanaan kegiatan. Masyarakat yang pemanfaatan menjadi sasaran dari kegiatan pengabdian memehuni kebutuhan pangan keluarga antusias dengan ada kegiatan pelatihan dalam hal ini jamur tiram putih. Peserta budidaya jamur tiram. Selanjutnya kami kegiatan pengabdian adalah masyarakat berharap masyarakat dapat membagi ilmu yang berada di sekitar wilayah rumah yang kepada dari Bapak Fuad. Peserta mengikuti teman-temannya kegiatan pengabdian dengan baik dan sehingga tidak ada lagi alasan untuk antusias. Materi pengabdian adalah melakukan kegiatan bertani dengan alasan praktik budidaya jamur tiram dengan keterbatasan memanfaatkan lahan yang terbatas di didapat keluarganya dari pelatihan atau lahan di daerah Kota Makassar. Dari kegiatan pelatihan ini keberhasilan beberapa orang pekaran rumah dengan untuk pekarangan rumah. yang mengikuti kegiatan dapat menumbuhkan DAFTAR PUSTAKA bibit jamur yang ditanam dan memanen Atik, D.N. dan Johanes K (2017). Urban Farming dalam Kampung Vertikal sebagai Upaya Efesiensi Keterbatasan Lahan. Jurnal Sains dan Seni Pomits Vol. 6 No. 2. Hal 95-99. hasilnya, salah satunya adalah Bapak Fuad. Basuki, Vitria A., Susiladewi. (2020). Memberdayakan Masyarakat Desa Melalui Pemberian Keterampilan dan Pendampingan Perubahan Sikap. Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Vol. 5 No. 2. Hal 182-187. Food Gambar 4. Jamur tiram siap panen KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah selesai dilaksanakan and Agriculture Organization (FAO). (2008). Urban Agriculture For Sustainable Poverty Alleviation and Food Security. 84p. Fauzi, A.R., Annisa, N.I., Heny, A. (2016). Pertanian Perkotaan : Urgensi, Peranan, Dan Praktik Terbaik. Jurnal Agroteknologi Vol. 10 No, 12016. Hal 49-62. 12-15 Januari 2020 Rumah Bapak Fuad. Jalil, A. (2005). Kota: Dari Perspektif Urbanisasi. Jurnal Industri dan Perkotaan Volume IX Nomor 15. Hal 833-845. Kegiatan budidaya jamur tiram dengan Maulidie, M., Saputera, A., Sari, A.K., pada tanggal berlokasi di 162 Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Volume 6 Nomor 2, Desember 2020 Febrianti, D.R., Niah, R., Kumalasari, E (2020). Program Bina Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Di Desa Tatah Layap Kabupaten Banjar. Jurnal Pengabdian Al-Ikhlas Vol. 6 No. 1. Hal 48-53 Noorsya, AO dan I Kustiwan. (2013). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota B. SAPPK ITB. Bandung. Hal 89-99. Puriandi F. dan PN Indrajati. (2013). Proses Perencanaan Kegiatan Pertanian Kota Yang Dilakukan Oleh Komunitas Berkebun Di Kota Bandung Sebagai Masukan Pengembangan Pertanian Kota Di Kawasan Perkotaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. Vol. 1 No. 2. Hal 497-506 ISSN : 2461-0992 Sampeliling et al., (2012). Kebijakan Pengembangan Pertanian Kota Berkelanjutan : Studi Kasus Di DKI Jakarta. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Vol. 10 No. 3. Hal 257267. Susilawati dan B. Raharjo. (2010). Petunjuk teknis, budidaya jamur tiram (Pleourotus ostreatus var florida) yang ramah lingkungan (Materi Pelatihan Agribisnis bagi KMPH). Report No.50.STE.Final.BPTP Sumatera Selatan. Sutarman. (2012). Keragaan dan produksi jamur tiram putih (Pleurotus Ostreatus) pada media serbuk gergaji dan ampas tebu bersuplemen dedak dan tepung jagung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 12(3): 163-168. 163
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )